Berdasarkan kajian teori yang diperoleh bahwa kemampuan anak dalam mengelompokkan benda berdasarkan bentuk dan warnanya dengan menggunakan media kartu angka adalah suatu keadaan dimana dengan adanya penggunaan media tersebut dalam proses pembelajaran dapat membuat anak bersikap dan berpikir secara kritis dalam meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Pada kenyataannya, masih banyak anak usia TK yang masih belum mampu membilang dan mengurutkan benda dari 1-20. Hal ini jugalah yang di alami oleh anak didik di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II
Perumnas pada kelompok B, di mana penggunaan media kartu angka sebagai perantara pada kegiatan pembelajaran masih sering terabaikan dan di anggap hanya membuang waktu dan biaya saja, shingga kegiatan pembelajaran terkesan kurang menarik dan tidak menyenangkan bagi anak-anak. Pada jika guru kreatif, banyak pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran di TK sesuai aspek perkembangan anak yang muncul pada pmbelajaran tersebut. Hal ini mengakibatkan pengetahuan kognitif anak dalam hal kemampuan membilang.
Dan untuk mengatasi hal tersebut, maka pada tahap ini, perlu dilakukan kegiatan pembelajaran menggunakan media kartu angka.
Pada saat peneliti mengadakan observsi awal di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas pada kelompok B kemampuan membilang anak, masih ada anak berada pada kategori cukup dalam pencapaian indikator. Sementara beberapa anak lainnya masih membutuhkaan bimbingan dari guru. Hal ini disebabkan rata-rata anak belum mengetahui lambang bilangan yang diperlihatkan oleh guru. Anak masih cenderung butuh bimbingan guru dalam mengungkapkan hal-hal yang ada dalam pikirannya.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kartu angka bergambar pada siklus adalah sebagai berikut:
a. Guru memberikan penjelasan bahwa permainan kartu angka b. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan
c. Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan gambar
d. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar
e. Permainan ini terus berlanjut sampai anak mencoba permainannya Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siklus 1, diperoleh data bahwa kemampuan membilang anak berada pada kategori kurang. Masih banyak anak didik belum mampu membilang dan mengurutkan angka yang ada pada kartu yang diperlihatkan . Sehingga dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1 ini belum mampu meningkatkan kemampuan membilang angka karena masih ada anak didik yang belum mampu melakukan kegiatan tersebut.
Olehnya itu, pemberian bimbingan, arahan,motivasi serta latihan yang intensif dari guru masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil obsevasis II, siklus diperoleh data bahwa hasil yang dicapai melalui kegiatan ini dapat terlaksana secara optimal.Berdasarkan hasil observasi pada siklus II, diperoleh data bahwa hasil yang dicapai anak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada siklus sebelumnya. Pada umumnya anak didik sudah mampu untuk mengurutkan kartu angka. Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II masih sama dengan siklus 1 hanya yang membedakan kegiatan yang dikerjakan anak.
Hasil yang diperoleh anak didik pada siklus II ini dapat ditari kesimpulan bahwa pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan membilang dengan menggunakan kartu angka bergambar yang merupakan kegiatan yang disenangi anak. Pada setiap pertemuan nampak pengembangan yang signifikan antara proses belajar yang dilaksanakan pada siklus 1 dan II. Ini dapat dilihat berdasarkan tabel yang diperoleh dari kegiatan observasi pada setiap pertemuan, hal ini berkat keuletan yang dimiliki oleh guru yang tidak henti-hentinya membimbing anak-anak, serta adanya kemauan dan dorongan pada pribadi anak itu sendiri untuk mau berusaha
belajar juga merupakan penentu keberhasilan anak dalam hasil yang diharapkan.
Menerapkan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran ternyata memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan dan kemampuan hasil belajar anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka dalam mengembangkan kemampuan membilang anak sangat efektif dan memberikan hasil yang maksimal
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan membilang pada anak Kelompok B1 Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas Makassar mengalami peningkatan baik.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian, setelah diterapkan tindakan pembelajaran menggunakan media kartu angka yang dilakukan secara berulang-ulang pada pertemuan I dan II sehingga kemampuan membilang
anak mengalami peningkatan, B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Kepada guru, diharapkan agar senantiasa menerapkan proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka dalam upaya meningkatkan kemampuan membilang pada anak di Taman Kanak-Kanak.
2. Kepala sekolah, agar meningkatkan pembinaannya kepada guru upaya proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka bergambar secara tepat dalam proses belajar mengajar
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Sinring, Ali Latif Amri, Pattaufi, Rudi Amir. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi Program S1 Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Makassar. Budi Utama Prima.
Azhar, Arsyad. (2011).Media Pembelajaran. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.
Burhan Mustaqim, Ary Astuty, 2008, Ayo Belajar Matematika, Surakarta : Pusat Pembukuan Depdiknas.
Depdiknas. 2003. Pedoman Pembejaran Permainan Berhitung Permulaan di TK.
Jakarta: Direktorat Pembinaan TK dan SD.
Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Direktorat Pendidikan Anak Usia dini. 2005. Pedoman Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak
Sekolah Dasar
Handoko, Tri, 2006, Matematika 4 Terampil, Yudistira.
Hendra, BC, 2007, Aneka Berhitung Cepat, Bandung : Arikajaya.
Hurlock. 1994. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang sRentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998.Jakarta: Balai Pustaka.
Mulyana, AZ, 2011, Rahasia Matematika, Surabaya : Edutama Mulya
Sujiono, Yuliani H, Sujiono,. 2005. Menu Pembelajaran Anak Usia Dini. Jakarta:
Yayasan Citra Pendidikan Indonesia.
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana.
Suriasumantri, Jujun S. 1982. Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Paimin, Joula Ekaningsih. 1998. Agar Anak Pintar Matematika. Jakarta: Puspa Swara.
59
KISI –KISI INSTRUMEN
Fokus Langkah-langkah Deskripsi
Media Kartu Angka
a. Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar
b. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan
c. Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan
Guru
menyediakan kartu angka
Guru menjelaskan tugas-tugas tentang kegunaan kartu angka kepada anak
Guru meletakkan kartu angka sesuai dengan kartu
gambar
d. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar
e. Permainan ini terus berlanjut sampai semua anak selesai mencoba permainannya
gambar
Anak mecoba bermain mencari kartu angka sesuai dengan kartu gambar
Permainan ini terus berlanjut sampai selesai anak mencoba permainan Kemampuan
Membilang Anak
a. Membilang atau menyebut urutan bilangan dari 1-20
b. Menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan 1-20