• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai penggunaan angka dan bilangan, misalnya menghitung uang. Segala hal yang melibatkan angka dan bilangan pasti akan melibatkan proses berhitung, mulai dari proses berhitung yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Berhitung juga digunakan pada ilmu- ilmu lainnya seperti ilmu fisika, kimia, ekonomi, biologi dan sebagainya. Ilmu-ilmu itu menggunakan angka dan bilangan yang tentunya akan melibatkan proses berhitung. Untuk itu berhitung perlu dikuasai oleh setiap orang sebagai bekal dalam kehidupannya.

Kemampuan berhitung merupakan bagian dari matematika, karena dalam matematika terdapat proses mengolah angka–angka. Sayangnya banyak yang menganggap bahwa kemampuan berhitung merupakan suatu pelajaran yang dianggap menakutkan, karena disitu terdapat banyak rumus-rumus, angka-angka yang sulit dipahami. Tak jarang banyak yang nilai matematikanya jelek dibandingkan dengan pelajaran yang lain.

Bilangan bukanlah suatu bidang studi yang sulit dipelajari, asalkan strategi penyampaiannya tepat.Disini dilihat, bahwa kondisi dilokasi tersebut dsebabkan karena selama ini dapat menyampaikan dengan menjelaskan dipapan tulis kemudian anak disuruh menulis dipapan bergantian yaitu indikatornya membilang banyaknya benda dari 1-20 dan menghubungkan atau memasangkan lambing bilangan dengan benda- benda 1-20 pelajaran. strategi kemudian adalam proses belajar mengajar dapat menengarahkan anak didikak untuk memahami bilangan. Dan dalam

(2)

praktiknya belajar bilangan diperlukan alat bantu media pembelajaran yang berfungsi untuk memudahkan anak didik untuk belajar.

Pengenalan bilangan di Taman Kanak-Kanak atau lebih dikenal dengan pengenalan berhitung, dilakukan dengan melihat tahap-tahap perkembangan anak dan sesuai dengan usia anak. Berhitung di Taman Kanak-Kanak dapat berupa pengenalan bilangan, geometri dan pengukuran secara sederhana. Pengenalan bilangan dapat berupa menghitung, menyebutkan urutan angka, menjumlahkan dan mengurangkan. Untuk geometri dapat dikenalkan melalui bentuk geometri yaitu segitiga, segiempat, lingkaran, sedangkan pengukuran berupa pengenalan jarak jauh dekat, panjang pendek, lebar sempit, berat ringan dan sebagainya. Namun untuk berhitung permulaan di TK diawali dengan pengenalan bilangan, karena dengan mengetahui angka-angka anak dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, mengenal bentuk dan melakukan pengukuran.

Untuk melakukan pengenalan bilangan pada anak di Taman Kanak-Kanak diperlukan strategi yang cocok dengan masa anak-anak. Masa anak di Taman Kanak-Kanak adalah masa bermain, untuk itu pengenalan berhitung khususnya pengenalan bilangan dapat dilakukan dengan metode bermain. Karena dengan bermain anak akan merasa senang dalam belajar, tidak ada unsur paksaan dari orang lain, sehingga anak akan mudah menerima suatu pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Fenomena yang terjadi di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II kurang menggunakan teknik bermain dalam pembelajaran terutama pengenalan berhitung, tentu saja dengan alasan yang bermacam-macam diantaranya memakan banyak biaya, perlu persiapan yang lama, menuntut kreativitas guru dan sebagainya.

(3)

Padahal bermain merupakan sesuatu yang sangat disenangi anak-anak usia TK, sehingga dapat digunakan sebagai metode untuk mengenalkan bilangan. Banyak kegiatan bermain yang dapat digunakan dalam pengenalan berhitung, diantaranya bermain kartu angka, bermain lompat angka, dan bermain berapa biji.

Peningkatan penelitian ini menggunakan bermain kartu angka untuk pengembangan kemampuan berhitung. Frobel (FIP; 2000: 51) mengungkapkan bahwa “kotak kartu angka berupa balok bangunan, dengan fungsi adalah untuk melatih koordinasi mata dan tangan juga melatih emosi, melatih motorik dan daya nalar”. Melalui bermain kartu angka, anak akan bergerak aktif, berfikir cepat, anak berusaha memecahkan masalah dan melatih kerja sama dengan teman, karena permainan ini dapat dimainkan dengan kelompok.

Berdasarkan pengamatan di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar, sebagian besar anak memiliki kemampuan berhitung kurang yang ditandai dengan anak tidak bisa mengenal bilangan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini dirumuskan masalah yaitu bagaimanakah Peningkatan kemampuan membilang anak melalui penerapan metode bermain kartu angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar?

C. Tujuan Penelitian

(4)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peningkatan kemampuan membilang anak melalui penerapan metode bermain kartu angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yang baik, baik manfaat secara teoritis maupun manfaat secara praktis. Manfaat tersebut sebagai berikut:

1. Manfaat Teoretis

a. Bagi lembaga pendidikan anak usia dini baik yang deselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta, dapat menjadi bahan proses penelitian tentang pentingnya Peningkatan Kemampuan Membilang Anak Melalui Penerapan Metode Bermain Kartu Angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar.

b. Sebagai pendorong atau informasi untuk peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian tentang Peningkatan Kemampuan Membilang Anak Melalui Penerapan Metode Bermain Kartu Angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar.

2. Manfaat Praktis a. Bagi peneliti

Dapat menambah wawasan tentang cara mengembangkan kemampuan berhitung pada anak usia dini

b. Bagi guru

` Dapat menambah pengetahuan dan sumbangan pemikiran tentang cara meningkatkan kemampuan berhitung, khususnya dengan bermain.

(5)

c. Bagi sekolah

Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan dan penyusunan kurikulum dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Kajian Pustaka

1. Pengertian Kemampuan berhitung

Banyak pendapat dari berbagai sumber tentang defenisi kemampuan berhitung. Menurut Sujiono (2007: 76) memaparkan bahwa “kemampuan berhitung adalah kemampuan tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian persoalan mengenai bilangan”. Anak usia dini adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung pada jalur matematika, karena usia dini sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan.

Suriasumantri (1982: 121) mengungkapkan bahwa “kemampuan berhitung adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin

(6)

disampaikan”. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial dan baru memiliki arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa kebermaknaan matematika hanya sebuah kumpulan rumus-rumus yang mati.

Sedangkan Paimin (1998:109) menjelaskan bahwa “kemampuan berhitung adalah kemampuan tentang struktur dan hubungan-hubungannya memerlukan simbol-simbol untuk membantu memanipulasi aturan-aturan melalui operasi yang ditetapkan”. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapatkan stimulus/rangsangan yang sesuai dengan tugas perkembangannya. Apabila permainan berhitung diberikan dengan berbagai macam permainan tentu akan lebih efektif karena bermain merupakan wahana belajar dan bekerja bagi anak. Hal tersebut diyakini akan berhasil mempelajari sesuatu apabila yang ia pelajari sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuannya.

Permainan berhitung di TK diharapkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kognitif saja tetapi kesiapan mental sosial dan emosional.

Pelaksanaannya harus dilakukan secara menarik dan bervariasi.

Dari berbagai definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan berhitung merupakan kemampuan yang tidak hanya pada kemampuan berhitung saja akan tetapi berkaitan dengan konsep-konsep abstrak dimana suatu kebenaran dikembangkan berdasarkan alasan logis dengan menggunakan pembuktian dedukatif..

2. Tujuan Peningkatan Kemampuan berhitung

Menurut Sujiono (2007: 89) membagi tujuan pengembangan kemampuan berhitung menjadi dua yaitu “tujuan secara umum dan tujuan secara khusus”. Secara

(7)

umum peningkatan kemampuan berhitung di TK bertujuan agar anak dapat mengetahui dasar-dasar pembelajaran berhitung dalam suasana yang menarik, aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga diharapkan nantinya anak akan memiliki kesiapan dalam mengikuti peningkatan kemampuan berhitung yang sesungguhnya di jenjang sekolah selanjutnya. Secara khusus peningkatan kemampuan berhitung di TK bertujuan agar anak dapat memiliki kemampuan berikut, yaitu :

1. Dapat berfikir logis dan sistematis sejak dini melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit, gambar-gambar ataupun angka- angka yang terdapat di sekitar anak.

2. Dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang dalam kesehariannya memerlukan keterampilan berhitung.

3. Dapat memahami konsep ruang dan waktu serta dapat memperkirakan kemungkinan urutan suatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

4. Dapat melakukan suatu aktivitas melalui daya abstraksi, apresiasi serta ketelitian yang tinggi.

5. Dapat berkreatifitas dan berimajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.

Bermain akan mengarahkan anak tumbuh dan berkembang pada seluruh aspek-aspek perkembangan dirinya arti bermain bagi anak sangatlah berpengaruh pada anak dalam pengenalan kemampuan berhitung terutama pada aspek kognitif.

Pembelajaran dengan bermain mempermudah anak untuk berpikir serta anak pun merasa memiliki kesenangan tersendiri, sehingga aspek kognitif yang sangat

(8)

membutuhkan pemikiran yang lebih besar untuk dilakukan sebagai strategis bermain. Bermain yang dapat membuat anak senang dengan alat peraga yang akan dapat memperlancar kreatif anak dalam berhitung.

Keterampilan akan berguna dalam merencanakan dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak melalui kegiatan bermain sambil belajar, belajar seraya bermain. Seorang guru TK seharusnya selalu bersedia bermain dengan anak dan tidak menganggap aktifitas bermain sebagai hal yang sia-sia.

Menurut Sisdiknas (2000: 22) berhitung memiliki tujuan agar anak dapat mengetahui dasar-dasar pembelajarannya sebagai berikut;

1) dapat berpikir logis dan sistematis sejak dini, 2) dapat menyesuaikan dan melibatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat 3) memiliki ketelitian, konsentrasi dan daya apresiasi yang tinggi, 4) memiliki kreatifitas dan imajinasi dalam menciptakan sesuatu secara spontan.

Berdasarkan pendapat para ahli dimana anak mampuan berhitung dan berfikir secara logis dan sistematis, dapat melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat serta memiliki kreatifitas dan imajinasi

3. Indikator Kemampuan berhitung

Menurut Depdiknas (2003: 42) dalam kurikulum 2004 Standar kompetensi pendidikan anak usia dini, Taman Kanak – Kanak diuraikan berdasar pada kompetensi dasarnya yaitu anak mampu mengenal berbagai konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan hasil belajar yaitu anak dapat mengenali benda di sekitarnya menurut bentuk, jenis dan ukuran dengan indikator-indikator sebagai berikut:

(9)

a. Menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda- benda dari 1 sampai 20 (anak tidak disuruh menulis)

b. Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1-20

Dari beberapa indikator di atas maka yang dijadikan indikator dalam penelitian ini hanya mengurutkan benda dan kartu angka menggunakan dengar benar. Hal ini didasarkan bahwa di TK ini biasanya di adakan kegiatan tersebut dan berdasarkan survey awal masih ada anak yang kurang memahami indikator tersebut.

4. Bermain Kartu angka

Bermain kartu angka merupakan jenis permainan dengan menggunakan kartu yang terdiri dari kartu angka dan kartu gambar. Fungsi kartu angka ini adalah untuk membantu anak memahami kemampuan berhitung, melatih konsentrasi dan daya nalar. Proses belajar mengajar dengan menggunakan kartu angka ini anak dapat mengembangkan kemampuan berhitung, membantu anak memahami matematika, mengembangkan kemampuan berhitung anak serta mengajak anak untuk menyukai matematika. Bermain Kartu angka juga dapat mengembangkan kemandirian dan dapat bekerja sama dengan teman menyusun kartu angka dengan kartu angka.

Sementara Mudjito (2007: 19) menjelaskan bahwa “bermain kartu angka adalah aktivitas bermain yang dilakukan dengan menggunakan alat bermain yang terdiri dari kartu angka dan kartu angka”. Dengan begitu anak akan antusias untuk mengikuti kegiatan bermain ini. Dalam bermain kartu angka anak akan bergerak aktif, berfikir cepat, anak berusaha memecahkan masalah dan melatih kerja sama dengan teman, karena bermain kartu angka dapat dimainkan dengan kelompok.

(10)

Bidang lain adalah anak dapat mencocokkan kartu angka sesuai dengan kartu gambar. Mengembangkan kemampuan menghitung berapa banyak kartu yang digunakan, mengembangkan kemampuan mengenal angka yang disesuaikan dengan jumlah gambar yang ada di setiap kartu gambar. Menurut Sujiono (2007: 76) menyatakan bahwa bermain kartu angka adalah “suatu kegiatan atau tingkah laku yang dilakukan anak secara sendirian atau berkelompok dengan menggunakan alat permainan edukatif berupa kartu angka”.

Dari ketiga definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bermain kartu angka adalah jenis bermain dengan menggunakan kartu angka dengan variasi angka yang beragam.

5. Pentingnya Bermain Kartu angka

Hurlock (1994: 154) mengemukakan bahwa bermain kartu angka bisa

“mengembangkan kemampuan berhitung karena dapat merangsang daya pikir anak, termasuk diantaranya meningkatkan kemampuan konsentrasi dalam menghitung”.

Bermain kartu angka tidak hanya sekedar membuat anak menikmati bermain tapi juga dapat belajar menghitung secara tidak langsung. Para ahli psikologi menggunakan sebutan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, usia bertanya dan usia kreatif.

Sementara Sujiono (2007: 79) menjelaskan bahwa ada beberapa definisi tentang bermain kartu angka salah satunya adalah “suatu kegiatan bermain yang menggunakan kartu angka yang dilakukan secara berulang ulang demi kesenangan”.

Jadi kegiatan apapun bila dilakukan dengan menggunakan kartu angka bisa dikatakan bermain kartu angka.

Bermain kartu angka dibagi menjadi beberapa jenis menurut Bergen

(11)

(Sujiono, 2007: 87), yaitu “bermain bebas dengan bimbingan dan bermain dengan arahan”. Selain itu bermain dapat juga dibagi dari jumlah anak yang terlibat. Alat bermain tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan anak. Macam alat bermain sebagai pelengkap untuk bermain sangat beragam. Selagi bermain dengan alat permainan anak akan mendapatkan masukan pengetahuan untuk ia ingat, alat permainan memang merupakan bahan mutlak bagi anak untuk mengembangkan dirinya yang menyangkut seluruh aspek perkembangan terutama dibidang ketekunan dan ketelitian.

Semua alat yang dapat dimainkan anak digolongkan sebagai alat bermain contohnya kartu angka. Dengan kartu angka ini anak dapat mengenal angka dan menyesuaikan dengan kartu angka, kalau dilengkapi dengan angka atau benda lain maka kita akan melihat betapa sibuk anak bermain dengan kartu angka tersebut.

Manfaat Bermain kartu angka bagi anak

Menurut Frobel (FIP, 2000: 63) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kartu angka diharapkan anak dapat meningkatkan kemampuannya pada aspek/bidang pengembangan diantaranya;

a. Anak dapat menunjukkan kerjasama dan persatuan. (senang bermain dengan teman/tidak bermain sendiri), dapat melaksanakan tugas kelompok, dapat memuji teman /orang lain.

b. Anak dapat melakukan 3-5 perintah secara berurutan dengan benar misalnya anak mengambil kartu angka sesesuai petunjuk guru, menyebutkan warnanya, mengurutkannya kartu angka tersebut dari urutan kecil sampai besar.

(12)

c. Anak mengenal bilangan mulai 1 sampai 20, yaitu pada kartu angka yang paling rendah dan selanjutnya sampai kartu angka sampai 20, membuat urutan bilangan dengan kartu angka.

d. Anak bermain/berlomba mengambil kartu angka yang sesuai dengan kartu angka.

Berdasarkan pendapat para ahli, dimana pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan kartu angka diharapkan anak dapat meningatkan kemampuannya dalam bidang kerjasama dan persatuan, serta dapat melakukan 3-5 perintah serta dapat mengenal bilangan 1-20.

6. Langkah-langkah Bermain Kartu angka

Sebelum pelaksanaan bermain kartu angka , terlebih dahulu guru menyediakan alat dan bahan yang digunakan yaitu kartu angka sebanyak 15 lembar dan kartu bergambar benda-benda sebanyak 15 lembar.

Adapun langkah-langkah berhitung anak melalui permainan kartu angka menurut Mudjito ( 2007:23) adalah sebagai berikut:

a. Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar b. Guru menjelaskan tugas- tugas yang akan dikerjakan

c. Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak- anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan gambar

d. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

(13)

e. Permainan ini terus berlanjut sampai semua anak selesai anak mencoba permainannya

Berdasarkan pendapat Mudjito dalam langkah-langkah berhitung anak melalui permainan kartu adalah guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar, guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan anak.

Mudjito (2007:23) mengguraikan tujuan bermain kartu angka dan gambar yaitu: a) mengenal lambang bilangan 1-20, dan b) memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menentukan hubungan angka dengan benda-benda dengan cara mencari pasangan.

B. Kerangka Pikir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang peningkatan kemampuan membilang melalui bermain angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar.

Dalam peningkatan kemampuan membilang ditekankan pada : Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1-20.Membilang dengan menunjuk benda ( mengenal kemampuan berhitung dengan benda-benda) sampai 20 . Menunjukkan urutan bilangan sampai 20. Menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 20 ( anak tidak disuruh menulis), dan menyebutkan kembali benda – benda yang baru dilihatnya.

Selama bermain, gunakan kosakata seputar dunia bilangan untuk menambah pengetahuan dan kosakata anak. Berikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan temannya dengan bermain susun kartu angka bersama.

Amati perkembangan anak dalam bermain kartu angka . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar kerangka pikir berikut:

(14)

Gambar 2.1 Skema kerangka pikir

C. Hipotesis Tindakan

Kemampuan berhitung naak rendah:

a. Kemampuan membilang/menyebutkan urutan bilangan dari 1 sampai 10 kurang b. Kemampuan menghubugkan/memasangkan lambing bilangan dengan benda-

benda dari 1 sampai 5 kurang (anak tidak disuruh menulis)

Langkah-langkah kemampuan berhitung anak : a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

c) Letakkan semua potongn kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

e) Permainan ini terus berlanjut, sampai semua anak mencoba permainannya

Meningkatkan kemampuan berhitung anak :

a. Anak mampu membilang/menyebut urutan bilangan dari 1 sampai 20

b. Anak mampu menghubungkan memasangkan lambang bilangan dengan benda dari 1 sampai 20 ( anak tidak disuruh menulis)

(15)

Berdasarkan rumusan masalah dan kajian pustaka yang telah diuraikan pada bab II maka dirumuskan hipotesis penelitian ini yaitu jika penggunaan kartu angka digunakan dalam pembelajaran maka kemampuan membilang anak didik di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas Makassar dapat meningkat.

(16)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif, yaitu penelitian ini berusaha mendeskripsikan hal yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan berhitung anak melalui bermain kartu angka di TK Aisyiyah II Perumnas Makassar.

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang berusaha mengkaji dan mereflesikan secara mendalam beberapa aspek dalam kegiatan belajar, interaksi guru dan anak, interaksi antar anak untuk dapat menjawab permasalahan penelitian.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan sasaran yang akan dibahas dalam penelitian ini, fokus penelitian ini yaitu:

1. Kemampuan berhitung anak adalah kemampuan anak membilang/menyebut urutan bilangan dari 1 samapai 20, anak/

menghubungkan memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda dari 1 sampai 20, ( anak tidak disuruh mnulis).

(17)

2. Bermain kartu angka adalah jenis bermain kartu dengan menggunakan kartu yang terdiri dari kartu ngka dan dan kartu gambar dengan benda- benda.

C. Setting dan Subjek Penelitian

Setting yang digunakan dalam penelitian ini adalah setting penelitian PTK subjek dalam penelitian ini adalah anak yang berada di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas Makassar. Kelompok B1 dengan jumlah anak sebanyak 15 anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 10 anak laki- laki.

D. Prosedur dan Desain Peneltian

John Elliot (Lestari, 2011:66) menyatakan bahwa PTK terdiri dari beberapa siklus, setiap siklus terdiri atas empat langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Keempat langkah tersbut dapat digambarkan sebagai berikut:

(18)

Gambar 1 : Riset Aksi Model John Elliot PELAKSANAAN

PENGAMATAN PERENCANAAN

REFLEKSI SIKLUS 2

PERENCANAAN PENGAMATAN

PELAKSANAAN REFLEKSI SIKLUS 1

(19)

Secara rinci pelaksanaan kedua siklus di atas di uraikan sebagai berikut:

Siklus I

Kriteria penelitian tindakan kelas yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi.

1. Tahap perencanaan

Ciri utama dari tahap ini adalah menetapkan materi serta tujuan yang ingin dicapai, yang pelaksanaannya dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menelah Kurikulum Taman Kanak-Kanak. Adapun langkah-langkah dalam membahas materi tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1) Menyajikan materi pembelajaran sesuai dengn rencana pmbelajaran yang telah dibuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian.

2) Mengenalkan dan menjelaskan tentang indikator bilangan

3) Setelah anak di anggap mengerti kartu angka yang dijelaskan, maka anak diarahkan untuk belajar melalui bermain dengan menggunakan kartu angka.

4) Pada pertemuan pertama, anak masih mempelajari cara yang tepat melaksanakan tugs sesuai dengan aturan bermain kartu angka yang disesuaikan dengan RPPH yang mau diajarkan.

5) Pada pertemuan kedua anak sudah menggunakan media pembelajaran kartu angka, namun masih ada anak yang belum menunjukkan aktivitasnya dalam pembelajaran melalui kartu

(20)

angka ini. Sehingga masih perlu mengulangi kembali pada siklus II

b. Membuat format observasi, menggamati dan mengidentifikasi kesulitan anak dalam mengikuti proses belajar mengajar

1) Memberikan informasi kepada anak mengenai kegiatan yang akan dilakukan.

2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.

3) Mempersiapkan RPPH ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian) untuk digunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan tindakan pada siklus I

4) Mempersiapkan format observasi untuk anak didik dan guru.

2. Tahap pelaksanaan

Tahap aksi dalam penelitian adalah aksi yang dilaksanakan pada proses belajar mengajar yang bersifat bimbingan individual, kelompok serta spontanisasi, yaitu bimbingan langsung dilakukan pada anak yang di anggap mengalami hambatan. Guru mengamati sekaligus memberi dorongan kepada anak yang kurang serta memberi penghargaan kepada anak yang berhasil dengan baik apakah berupa pujian atau hadiah . a. Tahap Pengamatan

Pengamatan dilakukan pada saat proses belajar mengajar menggunakan media kartu angka.Data pengamatan yang di

(21)

ambil adalah ke aktifan dan anak baik secara individual, kelompok dan klasikal.

3. Tahap Reflesi

Adapun langkah- langkah yang akan dilakukan pada tahap ini yaitu:

Menilai anak mengenai kemampuan keaktifannya dalam proses belajar mengajar melalui media kartu angka.

Berdasarkan refleksi terhadap kegiatan siklus I, maka dibuatlah rancangan un tuk siklus II yaitu:

Seluruh anak diharapkan mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka.

Siklus II

Pada dasarnya hal-hal yang dilakukan pada siklus II adalah mengulang kembali tahap- tahap yang dilakukan pada siklus sebelumnya.

Meningkatkan proses belajar mengajar dengaan pembelajaran yang lebih menarik dari sebelumnya, dengan tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan pada siklus II ini adalah lanjutan langkah-langkah yang telah ditentukan pada siklus I.

2. Tahap Pengamatan

Secara umum tahap pengamatan pada tahap kedua ini adalah melanjutkan kembali kegiatan pada siklus I, dilaksanakan pada saat

(22)

proses belajar dengan menggunakan media pembelajaran kartu angka.

Observasi yang dilakukan secara maksimal agar anak berperstasi secara aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Keaktifan, kreatifitas dan semangat belajar anak pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

3. Tahap Refleksi

Pada tahap ini umunya tetap mengikuti kegiatan seperti yang dilaksanakan pada siklus I yaitu: menilai anak menunjukkan kemampuannya dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan menggunakan media kartu angka.

E. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Dokumen merupakan dokumen yang dilakukan secara relevan terhadap referensi-referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dokumen-dokumen yang dimaksud adalah dokumentasi nilai anak, absen, RPPH yang memuat kegiatan pembelajaran yang meliputi aktivitas anak dan guru. Dan data ini dapat bermanfaat bagi peneliti untuk menafsirkan bahkan untuk meramalkan jawaban dari fokus permasalahan penelitian.

C. Obsevasi dengan teknik untuk mendapatkan data tentang:

a). Guru sebagai pelaksana dalam proses belajar mengajar

b). Anak didik sebagai penerima pelajaran dalam proses dalam mengajar.

(23)

F. Teknik Analisis Data

Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksana siklus penliti dianalisi secara kualitatif. Dengan menggunakan teknik persentase

P= f x 100 % N

Keterangan: P = persentase

F = frekuensi yang dicari persentasenya

Tehnik yang dilakukan adalah tehnik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Miller dan Huberman ( Iskandar, 2008:84) yang terdiri dari 3 tahap kegiatan, yaitu mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan verifikasi yaitu:

a) Mereduksi data adalah proses kegiatan menyeleksi, memfokuskan, daan semua data yang diperoleh mulai dari awal pengumpulan data sampai penyusunan laporan penelitian.

b) Menyajikan data adalah kegiatan mengorganisasikan hasil reduksi dengan cara penyusunan secara negative sekumpulan informasi yang telah diperoleh dari reduksi sehingga dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengembaikan tindakan.

c) Menarik ksimpulan dan verifikasi data adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penapsiran dan eevaluasi yang mencakup makna data serta, memberikan penjelasan dilakukan verifikasi yaitu mengkaji kebenaran, kekokohan makna- makna yang muncul dari data.

(24)

Tabel 3.1 penilaian hasil belajar

No Kategori Indikator Simbol 1 Ya a) Membilang/Menyebut urutan bilangan 1 Dari 1-20

2 Tidak b) Menghubungkan/ memasangkan lambing bilangan 0 dengan benda-benda 1-20 Sumber: dirjen PAUD

Yang menjadi indikator keberhasilan penelitian ini adalah bila terjadi perubahan kemampuan membilang anak terhadap bahan ajar dalam proses belajar mengajar dan dari segi hasil belajar yang ditandai dengan anak telah mencapai 75% hasil belajar anak setelah guru menerapkan media kartu angka

G. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan ini meliputi indikator proses dan hasil . Indikator proses dapat diamati melalui observasi yang dilaksanakan oleh peneliti untuk mengamati atau melihat langsung proses pembelajaran guru dan belajar anak dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan indikator hasil dapat diamati melalui tes hasil belajar yang digunakan untuk mengetahui kemampuan anak mencakup pengetahuan dan ketrampilan sebagai hasil kegiatan belajar.

(25)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi penelitian

Lokasi Penelitian adalah Taman Kanak-kanak Aisyiyah II Perumnas yang terletak di Jalan Tamalate I No. 74 . Sekolah tersebut mulai berdiri pada tahun 1983 .Jumlah tenaga pengajar di Taman Kanak-kanak Aisyiyah II Perumnas sebanyak 9 orang kepala sekolah 1 orang staf administrasi 2 orang Taman Kanak-kanak Aisyiyah II Perumnas memiliki 8 ruangan yang ilangterdiri dari 1 kantor, 1 dapur, 6 kelas yaitu kelompok A, kelompok B1, kelompok B2, kelompok B3, kelompok B4, kelompok B5.

2. Peningkatan Kemampuan Membilang Anak Melalui Penerapan Metode Bermain Kartu Angka Di Taman Kanak- kanak Aisyiyah II Perumnas Makassar

Untuk memberikan gambaran mengenai pengembangan kemampuan anak dalam hal membilang banyaknya benda selama mengikuti kegiatan pembelajaran pada pertemuan beberapa tahap sebagai berikut:

Perencanaan Siklus I Pertemuan I dan II

(26)

Sebelum peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran. terlebih dahulu peneliti berdiskusi dengan guru kelompok B untuk menyusun rencana kegiatan harian yang berkaitan kemampuan banyaknya benda.Adapun langkah langkah yang peneliti lakukan di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas pada pembelajaran pada tahap perencanaan ini meliputi:

1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian

Pada kegiatan ini guru dan observer ( peneliti) membuat atau menyusun rencana pelaaksanaan pembelajaran harian yang akan dilakukan dalam proses belajar mengajar. Dalam perencanaan kegiatan pembelajaran ini terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup. Perencanaan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan dalam 1 siklus. Pertemuan I dimulai tanggal 15 Desember 2015 dan pertemuan II pada 17 Desember 2015.

2) Mengatur ruangan dan menyiapkan bahan –bahan untuk pembelajaran Pada kegiatan ini, guru dan observer sebelum memulai pembelajaran terlebih dahulu mengatur ruangan kelas agar suasana ruang menjadi lebih menarik dan anak senang belajar. Selain itu, guru dan observer sebelum memulai pembelajaran juga menyiapkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses atau pelaksanaan dalam hal ini peningkatan kemampuan membilang yaitu berupa kegiatan pembelajaran menggunakan kartu angka

3) Menyiapkan instrumen atau lembar obsevasi

(27)

Dalam kegiatan ini guru dan observer ( peneliti) terlebih dahulu menyiapkan lembar observer membuat atau menyusun lembar observasi dan instrumen observasi berisi hal- hal akan di amati pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hal ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dengan melalui penerapan metode bermain menggunakan kartu angka pada anak di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas.

Pelaksanan Siklus I a. SIklus I Pertemuan I

Tahap pelaksanaa tindaka siklus pertemuan I pada hari selasa tanggal 15 Desember 2015. Pelaksanaan pertemuan I dimulai pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 10.30. Pada tahap ini terbagi atas empat kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan istirahat, kegiatan penutup yang akan di uraikan berikut ini:

1) Kegiatan Awal

- Berbaris sebelum masuk kelas - Mengucapkan salam

- Berdoa sebelum sebelum belajar - Mengaji

- Apersepsi

- Meniru jalan kepiting 2) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti terdiri atas 3 kegiatan yaitu:

- Menempel kartu angka sesuai jumlah gambar kepiting 1-8 - Melengkapi kata dengan hurup vocal

(28)

- Membuat kolase gambar kepiting

Kegiatan ini ada beberapa langkah yang dilakukan guru di antaranya:

Kegiatan guru:

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

Kartu angka yang dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan membilang anak yaitu yang terdiri dari jumlah 15 , dan dibagi 3 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 anak

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Pada langkah ini guru sudah memberitahukan penggunaan kartu angka yang akan digunakan

b) Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak- anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar. Setelah guru memberikan penjelasan kepada anak selanjutnya guru memberikan tanggapan positif kepada semua anak mengenai pekerjaan masing-masing anak cara meletakkan angka sesuai yang di ambil anak berdasarkan jumlah bendanya.

c) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar d) Permaainan ini berlanjut sampai semua anak mencoba permainan

Dengan berinteraksi dengan teman bermain kartu angka akan dengan anak yang mental anak untuk lebih berkomunikasi anak yang lain.

Kegiatan anak:

a) Anak membilang jumlah gambar kepiting

b) Jika anak benar, anak menempel kartu angka pada gambar kepiting

c) Anak di bantu guru membilang, jika anak keliru. Setelah itu anak membilang kembali tanpa dibantu.

(29)

d) Evaluasi pada anak . 3) Kegiatan istirahat : - Bermain

- Cuci tangan sebelum dan sesudah makan - Berdoa sebelum dan sesudah makan 4) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup ini dilakukan selama 30 menit akan dilaksanakan sebagai berikut:

- Tanya jawab tentang ciptaan Allah - Pesan- pesan moral

- Diskusi tentang kegiatan hari ini dan informasi kegiatan esok hari

- Berdoa - Mengaji - Salam pulang

b. Siklus I Pertemuan II

Tahap pelaksanaan tindakan pertemuan II siklus I pada hari kamis tanggal 17 Desember 2015. Pelaksanaan pertemuan II dimulai pukul 07.30 sampai dengan pukul 10.30. Pada tahap ini terbagi atas empat kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup yang akan di uraikan berikut ini:

1) Kegitan Awal

Kegiatan awal ini terdiri atas beberapa kegiatan dan akan diuraikan sebagai berikut:

(30)

- Mengucapkan salam - Belum sebelum belajar - Mengaji

- Apersepsi

- Menirukan melompat Kodok 2) Kegiatan Inti

- Membilang gambar kodok 1-12

- Mengamati kodok dengan kaca pembesar - Melukis gambar kodok

Pada kegiatan ini ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan oleh guru di antaranya :

Kegiatan Guru :

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

Kartu angka yang dipersiapkan untuk mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak yaitu gambar yang terdiri dari jumlah 15 , dan dibagi 3 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 anak

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Pada langkah ini guru sudah memberitahukan penggunaan kartu angka yang akan digunakan

c) Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak- anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar

(31)

Setelah guru memberikan penjelasan kepada anak selanjutnya guru memberikan tanggapan positif kepada semua anak mengenai pekerjaan masing-masing anak cara meletakkan angka sesuai yang di ambil anak berdasarkan jumlah bendanya.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

e) Permaainan ini berlanjut sampai semua anak mencoba permainan 3) Kegiatan Istirahat :

- Bermain

- Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan - Berdoa sebelum makan dan sesudah makan

4) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup ini di lakukan selama 30 menit akan di laksanakan sebagai berikut:

- Mendengarkan cerita guru tentang kodok yang cerdik.

- Pesan- pesan moral

- Tanya jawab tentang kegiatan satu hari - Berdoa

- Mengaji

- Mengucapkan salam sebelum pulang.

Observasi Siklus I Pertemuan I dan Pertemuan II

(32)

Dalam kegiatan observasi, hal- hal yang akan di amati saat kegiatan adalah kegiatan guru saat menyampaikan pembelajaran, kegiatan anak saat pembelajaran atau respon yang di tunjukkan anak saat guru menyampaikan kegiatan pembelajaran dengan penerapan metode beramain kartu angka dalam meningkatkan kemampuan membilang anak. Observasi di laksanakan selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung berupa peningkatan kemampuan membilang anak melalui penerapan metode bermain kartu angka. Adapun yang menjadi objek pengamatan adalah guru dan anak didik, dan hasilnya sebagai berikut:

1. Hasil Obsevasi Guru siklus I a. Pertemuan I

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu bilangan

Berdasarkan hasil observasi dalam persiapan terlebih dahulu media yang akan digunakan yaitu alat permainan kartu angka kategori kurang karena dalam memberikan penjelasan dan dalam penyediaan kartu angka guru kurang maksimal.

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Penjelasan yang diberikan bahwa permainan angka bisa dilakukan dengan kartu angka dan gambar .Satu sisi berisi sejumlah gambar dan satu sisi bertulis angka . Dalam hal ini guru berada pada kategori cukup karena dalam menjelaskan cara penggunaan kartu angka guru kurang maksimal dalam memberikan penjelasan.

(33)

c) Letakkan semua potongan kartu angka di atasa meja. Biarkan anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar.

Guru menjelaskan tentang cara meletakkan angka sesuai yang di ambil oleh anak. Setelah guru memberikan penjelasan selanjutnya guru memberikan tanggapan masing-masing positif kepada semua anak yaitu cara meletakkan angka sesuai yang diambil anak berdasarkan jumlah bendanya.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

Setelah guru memberikan tanggapan tentang pekerjaan masing- masing anak, selanjutnya anak di arahkan untuk membilang jumlah gambar yang ada pada kartu, bila ada anak yang keliru maka tugas gurulah untuk membantu, setelah itu guru mengontrol serta mengarahkan anak dalam melakukan pekerjaannya masing- masing.Setelah itu dibimbing untuk membilang sendiri tanpa dibantu. Pada langkah ini guru sudah mengamati anak ketika melaksanakan kegiatan.

e) Permainan anak berlanjut sampai semua anak mencoba permainannya Pada tahap ini guru berada pada kategori baik karena dalam melakukan kegiatan guru sudah memberikan penjelasan lengkap kepada anak.

2. Observasi Siklus I Pertemuan II 1) Hasil Observasi Guru

(34)

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu bilangan

Berdasarkan hasil observasi dalam persiapan terlebih dahulu media yang akan digunakan yaitu alat permainan kartu angka berada pada kategori cukup.

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Penjelasan yang diberikan bahwa permainan angka bisa dilakukan dengan kartu angka dan gambar .Satu sisi berisi sejumlah gambar dan satu sisi bertulis angka . Dalam hal ini guru berada pada kategori cukup.

c) Letakkan semua potongan kartu angka di atasa meja. Biarkan anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar.

Guru menjelaskan tentang cara meletakkan angka sesuai yang di ambil oleh anak.Setelah guru memberikan penjelasan selanjutnya guru memberikan tanggapan masing-masing positif kepada semua anak yaitu cara meletakkan angka sesuai yang diambil anak berdasarkan jumlah bendanya. Dalam hal ini berada pada kategori cukup karena guru kurang maksimal.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

Setelah guru memberikan tanggapan tentang pekerjaan masing- masing anak, selanjutnya anak di arahkan untuk membilang jumlah gambar yang ada pada kartu, bila ada anak yang keliru maka tugas gurulah untuk membantu, setelah itu guru mengontrol serta mengarahkan anak dalam melakukan pekerjaannya masing-

(35)

masing.Setelah itu dibimbing untuk membilang sendiri tanpa dibantu.

Pada langkah ini guru sudah mengamati anak ketika melaksanakan kegiatan.

e) Permainan anak berlanjut sampai semua anak mencoba permainannya Pada tahap ini guru berada pada kategori baik karena dalam melakukan kegiatan guru sudah memberikan penjelasan.

1) Hasil Observasi Anak Siklus I

Tabel 4.1 Hasil kemampuan membilang Anak di TK Aisyiyah II Perumnas Siklus I Pertemuan I dan II.

No Nama anak Skor Penilaian Siklus I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor

1 Fachri 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 8

2 Alfian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

3 Baim 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 6

4 Rangga 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 6

5 Rezky 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

6 Alqadri 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 7

7 Alfaiz 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 7

8 Rayyan 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 7

9 Ilham 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 6

10 As’ ad 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 7

11 Zalfa 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 7

12 Gladiza 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 8

13 Kansa 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8

14 Setyaningsih 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 7

15 Ashilah 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9

Jumlah 1

2 9 7 1

1 1

1 10 11 14 12 15 75 %

Berdasarkan tabel di atas kemampuan membilang anak di TK Aisyiyah II perumnas Siklus I Pertemuan I dan II anak yang mampu membilang ada 12 anak, bilangan 2 ada 9 anak, bilangan 3 7 anak, bilangan 4 ada11 anak, bilangan 5 ada 11

(36)

anak, bilangan 6 ada 10 anak, bilangan 7 ada 11 anak, bilangan 8 ada 14 anak, bilangan 9 ada 12 anak, bilangan 10 ada 15 anak dengan persentase keseluruhan yaitu berada pada kategori cukup.

Tabel 4.2 Aspek kemampuan membilang pada anak siklus I Rentang skor Kategori

Jumlah anak

Persentase%

1-2 Belum berkembang 0

3-4 Mulai berkembang 0

5-6 Berkembang 3 20%

7-8 Berkembang sesuai dengan harapan 9 60%

9-10 Berkembang sangat baik 3 20%

Jumlah 100%

Keterangan:

1. Rentang skor adalah pengklasifikasian kategori dari jumlah keseluruhan instrument yang diberikan kepada anak didik pada siklus I

2. Kategori merupakan skala penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan anak didik membilang.

3. Jumlah anak adalah jumlah anak yang berada pada kategori penilaian.

4. Persentase diperoleh dari jumlah anak yanga berada pada rentang skor di bagi jumlah anak keseluruhan dan di bagi 100.

Hasil Observasi Pada Anak berdasarkan rentang skor pengkategorian.

Berdasarkan pada hasil penelitian observasi kemampuan membilang pada anak siklus I di peroleh bahwa dari 15 orang anak didik yang diteliti terdapat 3 anak didik berada pada kategori berkembang, 9 anak didik yang berada pada kategori

(37)

berkembang sesuai dengan harapan dan terdapat 3 orang anak didik yang berada pada kategori berkembang sangat baik.

Refleksi Siklus I

Dengan melihat hasil pada pembelajaran 2 siklus I, maka hasil refleksi yang ditemukan adalah:

a) Perencanaan: masih perlu dipersiapkan lagi, seperti: guru harus

mempersiapkan perencanaan pembelajaran dengan lebih baik dengan mengidentifikasi faktor – faktor penyebab dan gejala pada anak sehingga kurang meningkatnya kemampuan anak dalam kemampuan membilang.

Menyusun kembali rancangan tindakan dan skenario tindakan.

b) Pelaksanaan: memberikan perhatian dan penghargaan kepada setiap anak sehinga anak dapat memahami tugas yang diberikan dengan baik. Selain itu, suasana belajar yang harus dilakukan dengan menyenangkan agar anak merasa tidak bosan dan mereka termotivasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

c) Observasi: Pengamatan dalam penelitian masih sangat sulit dilakukan dengan baik karena anak belum dapat melalkukan kegiatan dengan baik sehingga perlu dilakukan pembelajaran dengan melakukan siklus kedua.

3. Gambaran Peningkatan Kemampuan Membilang anak Melalui Metode Penerapan Bermain Kartu Angka Di Taman Kanak – Kanak Aisyiyah Perumnas II Makassar Siklus II.

Pada dasarnya pelaksanaan siklus II ini merupakan pengulangan

pembelajaran dengan metode yang sama namun pada siklus ini kegiatan yang diberikan kepada anak berbeda dengan siklus I.

(38)

Untuk kemampuan membilang anak pada siklus II pembelajaran I yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 19 Desember 2015 dan hasilnya dapat dilihat pada tahap berikut:

Perencanaan Siklus II a. Pertemuan I

Pada tahap ini melakukan kegiatan sebagai berikut:

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian(RPPH).

2) Membuat lembar obsevasi mengenai kemampuan membilang ank melalui metode bermain kartu angka.

b. Pertemuan II

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian(RPPH).

2) Membuat lembar obsevasi mengenai kemampuan membilang anak melalui metode bermain kartu angka.

Pelaksanaan Siklus II

a. Pelaksanaan Pertemuan I

Pada tahap ini terbagi atas tiga kegiatan yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan istirahat, kegiatan penutup, hal tersebut akan di uraikan sebagai berikut:

1) Kegiatan awal pembelajarankegiatan dilakukan beberapa pembiasaan yang rutin dilakukan seperti memberi salam ketika memasuki ruangan atau bertemu dengan guru dan teman. Kemudian berdoa sebelum dan sesudah belajar bernyani agar anak tetap semangat mengikuti kegiatan

(39)

belajar. Setelah melakukan kegiatan pembiasaaan, anak didik kemudian melakukan kegiatan dengan menyebutkan ciptaan-ciptaan Allah.

2) Kegiatan inti ini merupakan kegiatan pembeelajaran yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan membilang anak melalui metode penerapanbermain kartu angka 1-16 . Dengan langkah – langkah Guru sebagai berikut:

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

Pada tahap ini guru menyediakan kartu angka untuk kegiatan anak yang mau dilakukan oleh anak yaitu kegiatan pembelajaran bermain kartu angka untuk meningkatkan kemampuan anak dalam

membilang.

b) Guru menjelaskan tugas- tugas yang akan dikerjakan

Setelah anak mengenal kartu angka dengan 1-16 pada pertemuan awal ini guru menjelaskan cara menccokkan antara simbol angka dan jumlah benda yang dihitung

c) Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan dengan kartu angka dan kartu gambar. Lalu guru menjelaskan tentang cara meletakkan angka yang diambil anak sebelumnya secara berurutan.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

e) Permainan ini berlanjut sampai semua anak mencoba permainan Langkah terakhir guru memberikan motivasi kepada anak

(40)

3) Kegiatan akhir

Pada kegiatan akhir bercakap-cakap tentang manfaat buah-buahan. Setelah itu, anak kemudian melakukan kegiatan rutin aitu bertanya dan menjawab pertanyaan seputar kegiatan yang telah dilakukan pada hari itu.

b. Pelaksanaan Pertemuan II

Pada tahap ini terbagi atas tiga kegiatan yaitu : Kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup, hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

1) Kegiatan awal

Kegiatan awal dilakukan dengan beberapa aktivitas rutin yang merupakan pembiasaan kepada anak didik seperti memberi salam ketika memasuki ruangan, melafalkan do’a sebelum belajar serta bernyanyi agar anak tetap semangat mengikuti kegiatan belajar. Setelah kegiatan pembiasaan yang dilakukan oleh anak kemudian diajak untuk menirukan lompat kodok

2) Kegiatan inti

Pada kegiatan inti lakukan kegiatan pembelajan yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu membilang gambar kodok dengan cara menempel 1-12. Adapun langkah-langkah guru yaitu :

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

Kartu angka yang dipersiapkan untuk mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak yaitu gambar yang terdiri dari jumlah10, dan dibagi 3 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 anak

(41)

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Pada langkah ini guru sudah memberitahukan penggunaan kartu angka yang akan digunakan

c) Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak- anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar Setelah guru memberikan penjelasan kepada anak selanjutnya guru memberikan tanggapan positif kepada semua anak mengenai pekerjaan masing-masing anak cara meletakkan angka sesuai yang di ambil anak berdasarkan jumlah bendanya.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

e) Permainan ini berlanjut sampai semua anak mencoba permainan 3) Kegiatan akhir

Pada kegiatan akhir anak diajak mendengerkan cerita tentang “Kodok yang cerdik”. Setelah itu, anak diajak untuk melakukan kegiatan tanya jawab seputar kegiatan yang telah dilakukan hari itu agar anak tetap mengingat kegiatan yang telah dilakukan dari awal hingga akhir pertemuan.

Observasi Siklus II

1. Observasi Guru Pertemuan I

Observasi dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung berupa penilaian terhadap peningkatan kemampuan membilang anak melalui penerapan metode bermain kartu angka serta pelaksanaan kegiatan guru.

(42)

a ) Guru menyediakan kartu angka dan kartu bilangan

Berdasarkan hasil observasi dalam persiapan terlebih dahulu media yang akan digunakan yaitu alat permainan kartu angka berada pada kategori baik karena guru dalam menyiapkan kartu angka secara jelas

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Penjelasan yang diberikan bahwa permainan angka bisa dilakukan dengan kartu angka dan gambar .Satu sisi berisi sejumlah gambar dan satu sisi bertulis angka . Dalam hal ini guru berada pada kategori baik karena dalam menjelaskan tugas guru menjelaskan secara maksimal.

c) Letakkan semua potongan kartu angka di atasa meja. Biarkan anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar.

Guru menjelaskan tentang cara meletakkan angka sesuai yang di ambil oleh anak.Setelah guru memberikan penjelasan selanjutnya guru memberikan tanggapan masing-masing positif kepada semua anak yaitu cara meletakkan angka sesuai yang diambil anak berdasarkan jumlah bendanya. Dalam hal ini berada pada kategori baik.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

Setelah guru memberikan tanggapan tentang pekerjaan masing- masing anak, selanjutnya anak di arahkan untuk membilang jumlah gambar yang ada pada kartu, bila ada anak yang keliru maka tugas

(43)

gurulah untuk membantu, setelah itu guru mengontrol serta mengarahkan anak dalam melakukan pekerjaannya masing-masing.

Setelah itu dibimbing untuk membilang sendiri tanpa dibantu. Pada langkah ini guru sudah mengamati anak ketika melaksanakan kegiatan.

e) Permainan anak berlanjut sampai semua anak mencoba permainannya

2. Observasi Guru Pertemuan II

a) Guru menyediakan kartu angka dan kartu bilangan

Berdasarkan hasil observasi dalam persiapan terlebih dahulu media yang akan digunakan yaitu alat permainan kartu angka berada pada kategori baik karena guru dalam menyiapkan kartu angka secara jelas

b) Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

Penjelasan yang diberikan bahwa permainan angka bisa dilakukan dengan kartu angka dan gambar. Satu sisi berisi sejumlah gambar dan satu sisi bertulis angka. Dalam hal ini guru berada pada kategori baik karena dalam menjelaskan tugas guru menjelaskan secara maksimal.

c) Letakkan semua potongan kartu angka di atasa meja. Biarkan anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan kartu gambar.

Guru menjelaskan tentang cara meletakkan angka sesuai yang di ambil oleh anak. Setelah guru memberikan penjelasan selanjutnya guru memberikan tanggapan masing-masing positif kepada semua

(44)

anak yaitu cara meletakkan angka sesuai yang diambil anak berdasarkan jumlah bendanya. Dalam hal ini berada pada kategori baik.

d) Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar.

Setelah guru memberikan tanggapan tentang pekerjaan masing- masing anak, selanjutnya anak di arahkan untuk membilang jumlah gambar yang ada pada kartu, bila ada anak yang keliru maka tugas gurulah untuk membantu, setelah itu guru mengontrol serta mengarahkan anak dalam melakukan pekerjaannya masing-masing.

Setelah itu dibimbing untuk membilang sendiri tanpa dibantu. Pada langkah ini guru sudah mengamati anak ketika melaksanakan kegiatan.

e) Permainan anak berlanjut sampai semua anak mencoba permainannya

2) Hasil Observasi Anak Siklus II

Tabel 4.3 Hasil kemampuan membilang anak di TK Aisyiyah II Perumnas Siklus II Pertemuan I dan II

N o

Nama anak Skor Penilaian Siklus I Skor

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Fachri 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

2 Alfian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

(45)

3 Baim 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

4 Rangga 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

5 Rezky 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

6 Alqadri 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

7 Alfaiz 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 8

8 Rayyan 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 7

9 Ilham 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

10 As’ ad 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8

11 Zalfa 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 9

12 Gladiza 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

13 Kansa 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 7

14 Setyaningsih 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 8

15 Ashilah 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 8

Jumlah 9 1

3 8 1

1 1

3 15 15 15 15 15 86 %

Berdasarkan tabel di atas kemampuan membilang anak di TK Aisyiyah II Perumnas Siklus II Pertemuan I dan II anak yang mampu membilang 12 ada 9 anak, bilangan 13 ada 13 anak, bilangan 14 ada 8 anak, bilangan 15 ada 11 anak, bilangan 16 ada 13, bilangan 17 ada 15 anak, bilangan 18 ada 15 anak, bilangan 19 ada 15 anak, bilangan 20 ada 15 dengan persentase keseluruhan yaitu 86% berada pada kategori cukup.

Tabel 4.4 Aspek kemampuan membilang pada anak siklus II

Rentang skor Kategori Jumlah anak Persentase % 1-2 Belum berkembang 0

3-4 Mulai berkembang 0

5-6 Berkembang

7-8 Berkembang sesuai harapan 6 40 % 9-10 Berkembang sangat baik 9 60 % Jumlah 100%

Keterangan :

(46)

1. Rentang skor adalah pengklasifikasian kategori dari jumlah keseluruhan instrument yang diberikan kepada anak didik pada siklus I

2. Kategori merupakan skala penilaian yang dugunakan untuk menilai kemampuan anak didik perihal mengenal konsep bilangan.

3. Jumlah anak adalah jumlah anak yang berda pada kategori penilaian

4. Persantase diperoleh dari jumlah anak yang berada paa rentang skor dibagi jumlah anak secara keseluruhan dan dbagi 100.

Hasil Observasi Pada Anak

Berdasarkan pada hasil penelitian observasi kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak pada siklus II diperoleh bahwa dari 15 orang anak didik yang diteliti terdapat 2 anak didik berada pada kategori berkembang sesuai harapan, dan terdapat 11 orang anak didik yang berada pada kategori berkembang sangat baik.

Berdasarkan hasil observasi siklus I dan II di atas maka dapat digambarkan grafik kemampuan peningkatan membilang anak sebagai berikut :

100%

90% 86%

80% 75%

70%

60%

50% 48%

40%

30%

20%

10%

0 Pra Siklus Siklus I Siklus II

Refleksi

(47)

Refleksi Siklus I

Dengan melihat hasil pada pembelajaran I Siklus II, maka hasil refleksi yang ditemukan adalah :

Dengan melihat hasil pada pembelajaran 1 Siklus II, maka hasil reflesi yang dtemukan adalah:

1) Perencanaan pada pembelajaran pertama pertemuan ini kemampuan anak mulai mengalami peningkatan kemampuan dengan baik walaupun masih terdapat beberapa anak yang masih membutuhkan perlakuan sehingga guru perlu mempersiapkan pembelajaran dengan lebih baik dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan gejala pada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam peningkatan kemampuan mereka dalam kemampuan membilang anak. Menyusun kembali rancangan tindakan dan skenario tindakan

2) Pelaksanaan : Memberikan perhatian dan pengarahan kepada setiap anak dapat memahami tugas yang diberikan dengan baik. Selain itu, suasana belajar yang harus di lakukan dengan menyenangkan agar anak merasa tidak bosan dan mereka termotivasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

3) Observasi: Pengamatan dalam penelitian ini sudah dilakukan dengan tepat, hal ini dikarenakan terdapat peningkatan yang baik pada kemampuan membilang pada anak, namun masih perlu untuk dikembangkan lagi.

Refleksi Siklus II

(48)

Dengan melihat hasil pada pembelajaran II siklus II, maka hasil refleksi yang ditemukan adalah :

1. Perencanaan: Pada pembelajaran II siklus II ini guru telah mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang sangat baik dimana kemampuan membilang pada anak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi yang diperoleh.

2. Pelaksanaan: Pemberian perhatian dan pengarahan yang di berikan oleh guru kepada setiap anak merupakan salah satu strategi yang baik sehingga anak dapat memahami tugas yang diberikan dengan baik. Selain itu, suasana belajar yang dilakukan dengan menyenangkan sehingga anak merasa tidak bosan dan mereka termotivasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Observasi : pengamatan dalam penelitian ini sudah dilakukan dengan tepat, hal ini dikarenakan terdapat peningkatan yang baik pada kemampuan membilang pada anak.

B. Pembahasan

Berdasarkan kajian teori yang diperoleh bahwa kemampuan anak dalam mengelompokkan benda berdasarkan bentuk dan warnanya dengan menggunakan media kartu angka adalah suatu keadaan dimana dengan adanya penggunaan media tersebut dalam proses pembelajaran dapat membuat anak bersikap dan berpikir secara kritis dalam meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan masalah. Pada kenyataannya, masih banyak anak usia TK yang masih belum mampu membilang dan mengurutkan benda dari 1-20. Hal ini jugalah yang di alami oleh anak didik di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II

(49)

Perumnas pada kelompok B, di mana penggunaan media kartu angka sebagai perantara pada kegiatan pembelajaran masih sering terabaikan dan di anggap hanya membuang waktu dan biaya saja, shingga kegiatan pembelajaran terkesan kurang menarik dan tidak menyenangkan bagi anak-anak. Pada jika guru kreatif, banyak pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran di TK sesuai aspek perkembangan anak yang muncul pada pmbelajaran tersebut. Hal ini mengakibatkan pengetahuan kognitif anak dalam hal kemampuan membilang.

Dan untuk mengatasi hal tersebut, maka pada tahap ini, perlu dilakukan kegiatan pembelajaran menggunakan media kartu angka.

Pada saat peneliti mengadakan observsi awal di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas pada kelompok B kemampuan membilang anak, masih ada anak berada pada kategori cukup dalam pencapaian indikator. Sementara beberapa anak lainnya masih membutuhkaan bimbingan dari guru. Hal ini disebabkan rata-rata anak belum mengetahui lambang bilangan yang diperlihatkan oleh guru. Anak masih cenderung butuh bimbingan guru dalam mengungkapkan hal-hal yang ada dalam pikirannya.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kartu angka bergambar pada siklus adalah sebagai berikut:

a. Guru memberikan penjelasan bahwa permainan kartu angka b. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

c. Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan gambar

d. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

(50)

e. Permainan ini terus berlanjut sampai anak mencoba permainannya Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siklus 1, diperoleh data bahwa kemampuan membilang anak berada pada kategori kurang. Masih banyak anak didik belum mampu membilang dan mengurutkan angka yang ada pada kartu yang diperlihatkan . Sehingga dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1 ini belum mampu meningkatkan kemampuan membilang angka karena masih ada anak didik yang belum mampu melakukan kegiatan tersebut.

Olehnya itu, pemberian bimbingan, arahan,motivasi serta latihan yang intensif dari guru masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil obsevasis II, siklus diperoleh data bahwa hasil yang dicapai melalui kegiatan ini dapat terlaksana secara optimal.Berdasarkan hasil observasi pada siklus II, diperoleh data bahwa hasil yang dicapai anak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada siklus sebelumnya. Pada umumnya anak didik sudah mampu untuk mengurutkan kartu angka. Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II masih sama dengan siklus 1 hanya yang membedakan kegiatan yang dikerjakan anak.

Hasil yang diperoleh anak didik pada siklus II ini dapat ditari kesimpulan bahwa pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan membilang dengan menggunakan kartu angka bergambar yang merupakan kegiatan yang disenangi anak. Pada setiap pertemuan nampak pengembangan yang signifikan antara proses belajar yang dilaksanakan pada siklus 1 dan II. Ini dapat dilihat berdasarkan tabel yang diperoleh dari kegiatan observasi pada setiap pertemuan, hal ini berkat keuletan yang dimiliki oleh guru yang tidak henti-hentinya membimbing anak-anak, serta adanya kemauan dan dorongan pada pribadi anak itu sendiri untuk mau berusaha

(51)

belajar juga merupakan penentu keberhasilan anak dalam hasil yang diharapkan.

Menerapkan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran ternyata memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan dan kemampuan hasil belajar anak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka dalam mengembangkan kemampuan membilang anak sangat efektif dan memberikan hasil yang maksimal

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan membilang pada anak Kelompok B1 Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Perumnas Makassar mengalami peningkatan baik.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian, setelah diterapkan tindakan pembelajaran menggunakan media kartu angka yang dilakukan secara berulang-ulang pada pertemuan I dan II sehingga kemampuan membilang

(52)

anak mengalami peningkatan, B. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan hal-hal sebagai berikut:

1. Kepada guru, diharapkan agar senantiasa menerapkan proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka dalam upaya meningkatkan kemampuan membilang pada anak di Taman Kanak- Kanak.

2. Kepala sekolah, agar meningkatkan pembinaannya kepada guru upaya proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu angka bergambar secara tepat dalam proses belajar mengajar

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Sinring, Ali Latif Amri, Pattaufi, Rudi Amir. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi Program S1 Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Makassar. Budi Utama Prima.

Azhar, Arsyad. (2011).Media Pembelajaran. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.

Burhan Mustaqim, Ary Astuty, 2008, Ayo Belajar Matematika, Surakarta : Pusat Pembukuan Depdiknas.

Depdiknas. 2003. Pedoman Pembejaran Permainan Berhitung Permulaan di TK.

Jakarta: Direktorat Pembinaan TK dan SD.

Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Direktorat Pendidikan Anak Usia dini. 2005. Pedoman Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak

(53)

Sekolah Dasar

Handoko, Tri, 2006, Matematika 4 Terampil, Yudistira.

Hendra, BC, 2007, Aneka Berhitung Cepat, Bandung : Arikajaya.

Hurlock. 1994. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang sRentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998.Jakarta: Balai Pustaka.

Mulyana, AZ, 2011, Rahasia Matematika, Surabaya : Edutama Mulya

Sujiono, Yuliani H, Sujiono,. 2005. Menu Pembelajaran Anak Usia Dini. Jakarta:

Yayasan Citra Pendidikan Indonesia.

Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana.

Suriasumantri, Jujun S. 1982. Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Paimin, Joula Ekaningsih. 1998. Agar Anak Pintar Matematika. Jakarta: Puspa Swara.

59

KISI –KISI INSTRUMEN

Fokus Langkah-langkah Deskripsi

Media Kartu Angka

a. Guru menyediakan kartu angka dan kartu gambar

b. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

c. Letakkan semua potongan kartu di atas meja. Biarkan anak-anak mencoba untuk mencocokkan kartu angka dengan

 Guru

menyediakan kartu angka

 Guru menjelaskan tugas-tugas tentang kegunaan kartu angka kepada anak

 Guru meletakkan kartu angka sesuai dengan kartu

(54)

gambar

d. Anak mencoba bermain mencari kartu angka yang sesuai dengan jumlah gambar

e. Permainan ini terus berlanjut sampai semua anak selesai mencoba permainannya

gambar

 Anak mecoba bermain mencari kartu angka sesuai dengan kartu gambar

 Permainan ini terus berlanjut sampai selesai anak mencoba permainan Kemampuan

Membilang Anak

a. Membilang atau menyebut urutan bilangan dari 1-20

b. Menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan 1-20

LEMBAR OBSERVASI GURU

Pertemuan I

Nama Guru : Ida Nurhidayat S.pd.I Hari / Tanggal : Selasa, 15 – Desember 2015

Fokus Pernyataan

Hasil yang dicapai

B C K

Media

1. menyediakan kartu angka dan kartu gambar 2. Guru menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan

3. Letakkan semua potongan kartu di atas meja.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang dilakukan Dwipayati (2011) bahwa dengan mengkonsumsi buah belimbing secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, hal ini membuktikan bahwa buah belimbing

Semua peserta/wakil pasukan yang dicalonkan dan telah disenarai pendek, mestilah hadir ke Majlis Anugerah Kecemerlangan Jabatan Perdana Menteri (tarikh

Untuk mengetahui dan menguji secara empiris pengaruh Current Ratio (CR), Inventory Turnover (ITO), Total Asset Turnover (TATO), Debt to Total Asset (DTA), Return On Asset (ROA)

Pendapat lain yang dikemukakan Sinungan (1993 : 3) bank adalah lembaga financial Intermediary atau perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kelebihan dana

laporan biaya kualitas sebagai alat pengendalian biaya adalah bahwa setiap perusahaan menerapkan penyusunan laporan biaya kualitas yang merupakan salah satu usaha

Kesenian ludruk mengalami dua era yaitu era tobongan dimana pemain ludruk berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain untuk “ngamen ” dengan waktu yang tidak pasti tergantung

Hasil analisis regresi linier menunjukan bahwa ada pengaruh positif namun tidak signifikan antara pengetahuan pada sikap terhadap kosmetik halal, dengan nilai 0,077 lebih besar

Berdasarkan pengamatan kemampuan berbahasa siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari pratindakan walaupun belum mencapai persentase KKM yang telah ditentukan.