DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
23
Keteralngaln Alngkal-alngkal yalng diikuti dengaln huruf yalng salmal paldal kolom yalng salmal menunjukaln berbedal tidalk nyaltal paldal Uji Duncaln Multiple Ralnge Test (DMRT) 5%.
24
buah memanjang berisi biji brewarna putih (Yuniar dkk.,2020).Gulma Portulaca oleracea L. termasuk golongan jenis gulma daun lebar dengan nama lokal gulma krokot. Gulma tersebut dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian tempat 1800m dpl, gulma krokot sering ditemukan pada areal terbuka persawahan dan lahan kering. Gulma krokot memiliki perakaran tunggang, berbatang tegak berbentuk bulat dengan warna hijau keunguan, berdaun tunggal dengan permukaan kasar dan berdaging tebal, penyebaran tanaman dapat berubah dengan biji yang berwarna hitam kecoklatan mengkilap. Gulma Commelina difussa Burm F. atau disebut dengan gulma gewor berbatang bulat lunak, berwarna hijau muda bercorak keunguan, akar dan batang yang menjalar, sistem perakaran serabut, permukaan daun yang kasar dengan ujung pangkal bulat dan ujung yang runcng berwarna hijau muda, memiliki buah berbentuk panjang berisi biji tiga sampai lima. Gulma putri malu merupkan keluarga Fabaceae gulma daun lebar dengan sebutan nama ilmiah Mimosa Pudica memiliki ciri-ciri batang yang melintang bulat, berduri tajam bewarna hiaju kemerahan, daun menyirip dan bertepi rata, bunga berbentuk bulat berwarna merah muda, habitat putri malu beriklim tropis dengan ketinggian 1-1200m dpl dengan ruang tumbuh terbuka tersianri cahaya matahari (Kang et all.,2021).
Eleusine indica L. merupakan gulma yang mudah dijumpai pada areal tanaman budidaya sebab dapat tumbuh pada tanah yang kering ataupun areal tegalan. Gulma ini sering disebut dengam gulma rumput belulang dengan ciri-ciri morfologi akar serabut, batang bercabang dan berbentuk cekungan, permukaan daun yang kasar dan daun terdiri dari dua baris, gulma yang termasuk famili Poaceae dan tergolong dalam gulma jenis rumput. Gulma Cynodon dactylon merupakan famili Poaceae termasuk gulma jenis rumput atau sering disebut dengan gulma griting, mampu bertahan hidup lama baik di musim kemarau, lahan kering, banyak ditemukan diarea persawahan, perkebunan. Penyebaran dengan akar yang merimpang berstolon dengan menembus tanah hingga kedalama 1m atau lebih. Memilki daun melancip memita, permukaan daun berambut, batang silinder berbuku-buku dan beruas, pertumbuhan akar berseling dalam dua baris pada batang (Jumatang dkk., 2020). Rumput kerbau atau Brachiaria mutica
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
25
merupakan gulma tahunan, mudah tumbuh pada area lembab, ruang terbuka dan ternaung, mampu tumbuh ketiggian 0-1200m dpl. Memiliki ciri-ciri daun berbentuk garis-lanset, berambut pada permukaan daun,berwarna hijau muda, berbatang tegak bulat, berbunga majemuk yang tumbuh pada ujung cabang tertdapat buah berbentuk bulat telur, ujung runcing berisi biji berwarna hijau keunguan. Gulma rumput jukut pait atau bernama ilmiah Axonopus compressus merupakan golongan rumput anggota famili Poaceae dengan sistem perakaran serabut, batang bulat pipi setiap ruasnya dapat membentuk akar dna tunas baru, duan runcing pangkal berlekuk berwarna hijau, dapat tumbuh di lahan kering (Aryani dkk.,2022 ).
Hasil tabel 4.3 inventarisasi setelah perlakuan sistem olaha tanah dan pemberian mulsa organik mendapatkan beberapa jenis gulma yang tidak tumbuh terdapat Phyllanthus niruri L., Mimosa Pudica, Axnopus compresses, Brachiaria mutica sebab perlakuan olah tanah menjadikan keberadaan gulma terpotong siklus hidupnya, dan rumput yang tidak mendaptkan unsur hara, sinar cahaya dan air yang cukup sehingga proses pertumbuhan terhambat. Gulma yang tumbuh seperti golongan Asteraceae jenis gulma dauan lebar penyebaran pertumbuhan gulma dengan biji yang tersebar pada saat pengoalahan tanah terbenam mengalami dormansi kemudian gulma tersebut mengalami perkecambahan sebab tanah yang gembur mendapatkan cahaya dan air mendukung tumbuh (Ramadani dkk.,2021). Begitu pula golongan Poaceae jenis rumput seperti Cynodon dactylon berkembang biak secara generatif dengan biji ataupun secara vegetatif dengan umbi,rimpang, tunas mampu menembus tanah dengan kedalaman 1 m dan kemampuan intoleran terhadap kondisi kering tumbuh kembali di setiap petak perlakuan (Winarsih, 2008).
Biomassa gulma didapatkan dengan cara menimbang berat kering gulma yang digolongkan jenisnya. Berdasarkan tabel 4.3 biomassa gulma rumput perlakuan T0 mendapaktan nilai tertinggi sebesar 12,54 gr pada 42 Hst. Perlakuan T0 tanpa sistem olah tanah dan tanpa pemberian mulsa gulma dibiarkan tumbuh sehingga populasi gulma semakin meningkat dan berpengaruh terhadap berat kering gulma. Hal ini bisa juga diduga karena tanpa olah tanah yang
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
26
menyebabkan sisa-sisa gulma sebelumnya yang dibiarkan tumbuh sehingga memiliki kesempatan merebutkan unsur hara, air, sinar cahaya dan ruang tumbuh (Sari dkk., 2018). Begitu pula dengan biomassa gulma daun lebar T0 mendapatkan nilai terbesar pada 42 Hst, tetapi perlakuan T1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan T0 diduga karena perlakuan tanpa sistem olah tanah dan mulsa sekam padi gulma dapat tumbuh. Tanpa olah tanah menyebabkan sisa sisa gulma sebelum tanam masih tumbuh meskipun telah diberi mulsa sekam padi. Seperti gulma Cleome rutidosperma yang tahan akan naungan sebab masih berkesempatan tumbuh dan bersaing antar tanaman kedelai untuk memanfaatkan unsur hara, CO2, ruang tumbuh, dan air (Hafsah dkk.,2019). Biomassa gulma yang nilai terendah pada perlakuan T5 pada 42 Hst disebabkan perlakuan sistem olah tanah dan pemberian mulsa daun bambu kering gulma tidak dapat tumbuh dengan baik. Sistem olah tanah merupakan kegiatan membolak-balik tanah menjadi gembur disekitar areal yang akan ditanam terbebas dari pertumbuhan sisa-sisa gulma sebelumnya (Jaya dkk., 2020). Serta hamparan mulsa daun bambu kering pada permukaan tanah mampu menghambat pertumbuhan gulma Poaceae ataupun Phyllanthaceae penyebaran dengan biji disebabkan gulma tidak meiliki kesempatan untuk memperoleh cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
Menurut Isda dkk., (2018) semakin tebal daun bambu yang diberikan mampu mengendalikan pertumbuhan gulma sebanyak 41,00 ind/m2, karena mulsa daun bambu akan mempengaruhi cahaya yang akan masuk kepermukaan tanah sehingga bibit-bibit calon gulma dewasa mati. Hal ini juga diduga daun bambu yang terdekomposisi mengandung senyawa alelopati alkanoid, fenol dan flavonoid terserap gulma yang mampu menghambat pertumbuhan gulma (Rice,1984).Senyawa alelokimia fenol pada daun bambu mampu menghambat pembelahan dan pemanjangan sel dimana proses penambahan jumlah dan ukuran sel terhambat sehingga pertumbuhan tinggi gulma terhamat. Proses terjadinya alelopai bisa terjadi karena penguapan, eksudat, pencucian,dan pembusukan organ tanaman. Seperti daun bambu yang terdekomposisi melepaskan senyawa yang terserap ke dalam tanah di sekitar perakaran tanaman inang lainnya.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
27
Berdasarkan tabel 4.5 tinggi tanaman kedelai menunjukan perlakuan T0 memiliki nilai terendah pada semua waktu pengamatan dengan nilai 29,97cm pada 35 Hst dan 37,17 cm pada 42 Hst. Hal ini disebabkan perlakuan tanpa olah tanah menyisakan gulma dari tanaman sebelumnya tumbuh dengan baik dan bersaingan dengan kedelai untuk memperoleh unsur hara dan cahaya sebagai proses fotosintesis. Begitupula tanpa mulsa yang berfungsi menghambat cahaya yang masuk melalui sela-sela ruang tumbuh untuk gulma. Gulma yang tumbuh berkembang biak dengan baik selama masa kritis tanaman kedelai yakni sekitar 26 hst vegetatif pertama hingga 63hst masa generatif pertama kedelai mampu menghambat pertumbuhan kedelai sebab gulma bersaing dapat melampaui masa vegetatif kedelai. Hali ini juga bisa diduga pertumbuhan gulma yang lebih agresif mengeluarkan senyawa alelopati dari bagian morfologi gulma yang terserap tanaman kedelai menghambat pertumbuhan kedelai(Aisyah dkk.,2019). Menurut Da lopez dan Djaelani( 2020) gulma Cynodon dactylon mampu megeluarkan senyawa phenol dan alkaloid yang dapat menyebabakan tanaman utama kerdil karena proses pertumbuhan yang terhambat. Nilai yang tertinggi didapatkan pada perlakuan T6 sebesar 45,92 cm pada 42 Hst . Sistem olah tanah sendiri menyebabkan tanah menjadi gembur sehingga mampu membantu sistem perakaran tanaman kedelai tumbuh dengan mudah dan bebas dari sisa-sisa gulma.
Pemberian mulsa organik berupa cocopet yang telah terdekomposisi membantu pertumbuhan kedelai sebab mengandung unsur hara kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium (Ginanjar dkk., 2021).
Jumlah polong terbanyak ditunjukan pada perlakuan T5 penggunaan mulsa daun bambu dan sistem olah tanah sebesar 187,66 berdasarkan tabel 4.6.
dibandingkan perlakuan T0 tanpa mulsa dan tanpa sistem olah tanah hanya sebesar 86,66 buah. Hal ini disebabkan gulma yang ternaungi mulsa daun bambu mengalami hambatan pertumbuhan karena tidak mendapatkan bantuan energi cahaya sebagai proses fotosintesis. Sistem olah tanah juga berpengaruh terhadap sifat fisik tanah lebih gembur yang membantu sistem perakaran tanaman mudah mengabsorbsi unsur hara,sirkulasi O2 CO2 serta infilrasi air. Air dan unsur hara merupakan komponen penting dalam proses fotositesis, sehingga apabila terserap
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
28
dengan baik maka hasil fotosintat akan ditranslokasikan untuk pengisian polong secara merata dan membuat biji mempenuhi polong (Effendy dkk.,2020).
Sehingga berat biji yang didapatkan juga berpengaruh nyata pada perlakuan T5 dengan nilai tertinggi sebesar 41,567 gr dibandingkan dengan T0 hanya sebesar 19,533 gr. Hal ini juga didukung dari hasil biomassa gulma terendah pada perlakuan T5 sebab optimalnya pertumbuhan vase generatif kedelai telah mampu melewati masa kritis sehingga keberadaan gulma tidak mengakibatkan kompetisi yang dapat merugikan kedelai (Natawigena, 1994). Perlakuan T0 mendapatkan nilai terendah pada polong yang berengaruh terhadapat berat biji, disebabkan tanah yang tidak bermulsa akan lebih banyak ditumbuhi gulma karena paparan sinar matahari pada permukaan tanah secara langsung menyebabkan biji-biji gulma berkecambah dan tumbuh menjadi gulma dewasa. Hal ini juga diduga pengaruh alelopati gulma yang tumbuh disekitar perakaran kedelai secara cepat, melibatkan interaksi kimia metabolit sekunder tanaman yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya (Macias et al., 2019). Menurut Sukman dan Yakup (2002) Kehadiran gulma pada tanaman budidaya apabila pemeliharaan kurang intensif dan dibiarkan tumbuh secara agresif menyebabkan persaingan dan kandung alelopati pada gulma dapat menghambat pertumbuhan sehingga berpengaruh terhadap penurunan hasil mencapai 30-60%.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
29