DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
29
30
DAFTAR PUSTAKA
Adie, M. M. dan A. Krisnawati. 2010. Biologi Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian: Malang.
Adisarwanto T. dan R. Wudianto. 2008. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai.
Jakarta: Penebar Swadaya.
. 2005. Kedelai. Jakarta: Penebar Swadaya.
, dan R. Wudianto. 1999. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di Lahan Sawah Kering Pasang Surut. Jakarta: Penebar Swadaya.
Aidah, S. N. dan Tim KBM Indonesia. 2020. Ensiklopedia Kedelai, Deskripsi Filosofi, Manfaat, Budidaya dan Peluang Bisnisnya. Jogjakarta: Karya Bakti Makmur Indonesia.
Aisyah, S.Y.N., dan A.Nugroho.2019. Periode Kritis Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Varietas Grobogan pada Persaingan dengan Gulma.
Produksi Tanaman,7(11): 2135–2143.
Akbar, A. 2014. Pengaruh Mulsa Organik pada Gulma dan Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Var. Gema. Produksi Tanaman., 1(6):.478-485.
Akinlabi, E. T., K. A. Fenin and D. R. Akwada. 2017. Bamboo Taxonomy and Distribution Across the Globe. South of Africa: The Purpose Plant.
Aryani, R.D., D.Palupi, dan S.Lestari.2022. Pengaruh Pemberian Bioherbisida Ekstrak Daun Ageratum conyzoides, Achasma walang, dan Wedelia trilobata terhadap Morfologi dan Stomata Daun Axonopus compressus.
Biotropic, 6(1):29-36.
Aziiz A., N. Herlina dan N. E. Suminiarti. 2018. Pengaruh Jenis dan Tingkat Ketebalan Mulsa pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). J.
Produksi Tanaman, 6(4): 524-530.
Balitkabi, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.2015.Deskripsi Kedelai. Malang:Balitkabi.litbang.pertanian.
BPS, Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Kedelai Menurut Provinsi (Ton) 2020. A Vable at :hhtps://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view di akses pada 27 Juli 2017.
Cahyanti, L. D., K. Jadid, A. A. A. Aziz dan N. Alam. 2015. Pemanfaatan Seresah Daun Bambu (Dendiocalamus Asper) sebagai Bioherbisida Pengendali Gulma yang Ramah Lingkungan. Gontor Agrotech Science, 2(1): 1-17.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
31
Caton, B. P., M. Mortimer, J. E. Hill and D. E. Johnson. 2010. A Practical Fie,ld Guild to Weeds of Rice in Asia. Los Banos Philliphine: Second Edition.
Da Lopez, Y.F., dan A.K.Djaelani.2020. Gulma Penting Tanaman Pertanian.
Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, Politeknik Pertanian Negeri Kupang Nusa Tenggara Timur.
Desyrakhmawati, L., M. Melati, Suwarto dan W. Hartatik. 2015. Pertumbuhan Tithonia diversifolia dengan dosis pupuk kandang dan jarak tanam yang berbeda. J. Agron Indonesia, 43(1): 72-80
Dewantari R. P., N. E. Suminarti dan S. Y. Tyasmoro. 2015. Pengaruh Mulsa Jerami Padi dan Frekuensi Waktu Penyiangan Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril). Proteksi Tanaman, 3(6): 487-495.
Efendy, D.Y., P.Yudono, Dan D.W.Respatie.2020. Pengaruh Metode Pengendalian Gulma terhadap Dominansi Gulma serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Vegetalika, 9(3):449-463.
Effendi,R.2012. Mulsa Daun Kering Pengendali Gulma dan Penyubur Tanah di Hutan Tanaman.Bogor: Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan Bogor.
Elliot, J. 1993. Action Research for Educational Change, Philadelphia: Open University.
Fachruddin, L. 2000. Budidaya Kacang-Kacangan. Yogyakarta : Kanisius.
Ginanjar, M., A.Rahayu, dan O.L.Tobing. 2021. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra) pada Berbagai Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi AB Mix dengan Sistem Hidroponik Subtrat. Agronida,7(2):86-93.
Hafsah, S., Hasanuddin, dan M.Vonna.2019. Respon Tanaman Jagung terhadap Beberapa Metode Pengendalian Gulma di Lahan Tanpa Olah Tanah.
Agrista, 23(1):32-45.
Handayanto E., N. Muddarisna dan A. Fiqri. 2017. Pengolahan Kesuburan Tanah.
Malang: UB Press.
Hutapea, J. R. 1994. Inventaris tanaman obat Indonesia. Badan Peneliti dan Pengembangan Kesehatan RI. Jakarta.
Imaniasita, V., T. Liana, Krisyetno dan D. S Pamungkas. 2020. Identifikasi Keragaman dan Dominasi Gulma pada Lahan Pertanaman Kedelai.
Agrotechnology Research, 8(1): 11-16.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
32
Irawati, H., E. D. Purbajanti, dan D. Fatchullah. 2017. Pengunaan Macam Mulsa dan Pola Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pakchoy (Brassica rapa chinensis L). Agro Complex. 1(3):78-84.
Isda, M. N., S. Fatonah dan Herman. 2018. Uji Ketebalan Pemberian Mulsa Daun Bambu Kering (Bambusa vulgaris Schrad) terhadap Pertumbuhan Gulma.
Agroteknologi Tropika, 7(1): 1-7.
Jaya A.S.K., I.S.Banuwa, H.Novpriansyah, dan M.Utomo.2020. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pemberian Mulsa Organik Terhadap Aliran Permukaan dan Erosi pada Pertanaman Kacang Hijau (Vigna radiata) Musim Tanam ke Empat di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. J.Agrotek, 8(2):263-269.
Julaili,S., J.Lumbanraja, H.Pujisiswanto, dan Sarno.2019. Pengaruh Sistem Olah Tanah Tanam dan Kombinasi Pupuk Majemuk NPK dengan Kompos terhadap Pertumbuhan dan Biomassa Gulma pada Pertanaman Kacang Hijau (Phaseolis radiatus L.) Agrotek tropika,7(3):451-461.
Jumatang, E.Tambaru, dan A.Masniawati.2020. Identifikasi Gulma di Lahan Tanaman Talas Jepang Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng.
Bioma,5(1):69-78.
Kang E.S., K.Hyup Lee, and D.Chan Son.2021.An Overlooked Invasive Alien Plant of Jejudo Island: Commelina Caroliniana (Commelinaceae).J.Plant Taxonomy, 51(1):10-17.
Krisnawati, A., M. Adie. 2017. The Leaflet Shape Variation From Several Soybean Genotypes in Indonesia. Biodiversitas, 18(1):359-364.
Kurniawan A., Yulianty, dan E.Nurcahyani.2019. Uji Potensi Bioherbisida Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia Mahagoni (L.) Jacq) terhadap Pertumbuhan Gulma Maman Ungu (Cleome Rutidosperma D.C.). Tradis Biologi,10(1):39-46.
Latifa R. Y., M. D. Maghfoer dan E. Widaryanto.2015. Pengaruh Pengendalian Gulma terhadap Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merril) pada sistem Olah Tanah. J. Produksi Tanaman, 3(4): 311-320.
Lian, C., R. Liu, J. Luo, F. Yang, S. Zhang and B. Fei. 2020. The Morphological Characteristics and Classification of Vascular Parenchyma Cells in Bamboo, Phyllostachys edulis (Carr.) J. Houz. Holzforschung, 74(9): 829-838.
Macias,F.A., F.Jr.Mejias, and J.Mg.Molinillo.2019. Recent Advances in Allelopathy for Weed Control:from Knowledge to Applications. Pest Manag Sci. 75(9):2413-2436.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
33
Manurung, J.P. Dan E. Syam’un. 2003. Hubungan Komponen Hasil dengan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Yang Ditanam pada Lahan Diolah Berbeda Sistem dan Berasosiasi dengan Gulma. J. Agrivigor 3 (2): 179-188.
Moenandir, J. 1990. Ilmu Gulma (Buku I, II III). Rajawali Press Jakarta.
. 1993. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. Jakarta Utara: PT Raja Grafindo Persada.
Natawigena, H. 1994. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Bandung:Trigenda Karya.
Nath, C.P., T.K. Das, and K.S. Rana. 2016. Effect of Herbicides and Tillage Practices on Weeds and Summer Mungbean (Vigna radiata) in Wheat (Triticum aestivum) – Mungbean Cropping Sequence. Agricultural Sciences, 86(7) : 28-32.
Paiman. 2020. Gulma Tanaman Pangan.Yogyakarta: UPY Press.
Permana, I. B. P. W., I. W. D. Atmaja dan I. W. Narka. 2017. Pengaruh Sistem Pengolahan Tanah dan Penggunaan Mulsa terhadap Populasi Mikroorganisme dan Unsur Hara pada Daerah Rhizosfer Tanaman Kedelai (Glycine Max L.). J. Agroekoteknologi Tropika, 6(1): 41-51.
Pradana, T. A., A. Nugroho dan B. Guritno. 2015. Pengaruh Pencacahan Berbagai Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Produksi Tanaman, 3(8): 658-665.
Pradoto, R. W., H. T. Sebayang dan T. Sumarni. 2017. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Mulsa Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Produksi Tanaman, 5(1): 116-124.
Prasetyo, Rizky A., A. Nugroho dan J. Moenandir. (2014). Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Berbagai Mulsa Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Var. Grobogan. Jurnal Produksi Tanaman, 1(6).
Rahman, M. W. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) melalui Pemberian Pupuk Phonska. Agronomi, 1(1): 1-10.
Ramadani,A.T., H.Hidayati Nafi’ah, dan S.S.Maesyaroh.2020. Analisis Vegetasi Gulma pada Lahan Pertanaman Kacang Kedelai (Glycine max L.Merill).
Jargos,5(2):409-415.
Rao, V.S.2000.Principle of Weed Science. USA: Science.
Rice, E. 1984. Alleopthy,(2nd ed).London:Academic press.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
34
Rifai A. P. dan H. T. Sebayang. 2018. Pengaruh Waktu Penyiangan Gulma terhadap Kedelai (Glycine max (L.) Meril) pada Sistem Olah Tanah yang Berbeda. J. Produksi Tanaman, 2(10): 63-69.
Rukmana, R. dan S. Saputra. 1999. Gulma dan Teknik Pengendalian. Yogyakarta:
Kanisisus.
dan Y. Yuniarsih. 1996. Kedelai: Budidaya dan Pasca Panen.
Yogyakarta: Kanisius.
Sari,V.I. 2017. Pemanfaatan Berbagai Jenis Bahan Organik sebagai Mulsa untuk Pengendalian Gulma di Areal Budidaya Tanaman. J.Citra Widya Edukasi, 7(2):56-62.
Setiawati, T., E. Karimah dan T. Supriatun. 2017. Aplikasi Pupuk Kotoran Hewan (Kohe) Kambing dan Mulsa Serasah Daun Bambu untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium Graveolens L. var. Secalinum Alef.). Jurnal Edu Mat Sains, 2 (1): 29-42.
Solyati, A dan Z. Kusuma. 2017. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Aplikasi Mulsa terhadap Sifat Fisik, Perkaran, dan Hasil Tanaman Hijau (Vigina Radiata). Tanah dan Sumberdaya Lahan, 4(2): 553-558.
Sukman, Y dan Yakup. 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta:PT Radja Grafindo Persada.
Umiyati dan D. Kurniadie. 2016. Pergesaran Populasi Gulma pada Olah Tanah dan Pengendalian Gulma yang Berbeda pada Tanaman Kedelai. J.
Kultivasi, 15(3): 150-153.
Winarsih,S.2000. Mengenal Gulma.Alprin. Semarang.
Yuniar, E., S.Eddy, dan D.Rosanti. 2020. Tipe-tipe Morfologi Tumbuhan Rawa Lebak di Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Sumatera Selatan.
Indobiosains,2(1):29-35.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
35
LAMPIRAN
Lampiran 1. Dokumentasi 1. Lampiran Dokumentasi
Pengukuran lahan percobaan
Inventarisasi gulma
sebelum olah tanah
Penanaman benih kedelai
Pemupukan awal &14,21 hst
Pemberian Mulsa organik
Pemeliharaan Pengamtan inventarisasi gulma
Pemanenan
Mengoven gulma Menimbang gulma Menimbang hasil biji Olah tanah
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
36
LAMPIRAN 2. KEDELAI
Balitkabi, 2015.
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
37
Lampiran 3. Data Parapemeter Pengamatan Data Biomassa gulma rumput 28 Hst
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 8,25 9,04 9,76 27,1 9,0
T1 7,03 9,04 5,25 21,3 7,1
T2 4,09 7,25 8,05 19,4 6,5
T3 7,62 8,11 7,55 23,3 7,8
T4 6,56 7,45 6,25 20,3 6,8
T5 8,08 6,36 4,08 18,5 6,2
T6 6,72 9,19 5,99 21,9 7,3
Jumlah 48,35 56,44 46,93 151,7 7,2
Data Biomassa gulma rumput 35 Hst
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 10,050 12,010 10,760 32,820 10,940
T1 9,050 9,950 11,500 30,500 10,167
T2 6,560 9,450 8,880 24,890 8,297
T3 9,770 10,810 11,750 32,330 10,777
T4 5,700 9,800 3,950 19,450 6,483
T5 8,880 4,650 4,350 17,880 5,960
T6 9,450 8,050 9,220 26,720 8,907
Jumlah 59,46 64,72 60,41 184,6 8,8 Data Biomassa gulma rumput 42 Hst
Perlakuan
Ulangan Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 13,25 11,52 12,76 37,5 12,5
T1 6,99 11,02 12,75 30,8 10,3
T2 11,56 5,56 5,65 22,8 7,6
T3 11,57 10,91 9,75 32,2 10,7
T4 7,5 6,08 3,25 16,8 5,6
T5 4,65 2,35 3,5 10,5 3,5
T6 2,56 13,17 9,82 25,6 8,5
Jumlah 58,08 60,61 57,48 176,2 8,4
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
38
Data Biomassa Gulma Daun Lebar 28 HST Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 9,76 11,8 11,43 33,0 11,0
T1 7,77 6,05 10,89 24,7 8,2
T2 5,8 6,5 7,72 20,0 6,7
T3 10,82 8,01 9,75 28,6 9,5
T4 9,85 6,5 5,6 22,0 7,3
T5 3,95 10,75 4,25 19,0 6,3
T6 8,28 10,67 9,68 28,6 9,5
Jumlah 56,23 60,28 59,32 175,8 8,4 Data Biomassa Gulma Daun Lebar 35 HST
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 9,77 10,81 11,75 32,3 10,8
T1 8,25 9,04 9,76 27,1 9,0
T2 7,03 9,04 5,25 21,3 7,1
T3 9,05 9,95 11,5 30,5 10,2
T4 4,09 7,25 8,05 19,4 6,5
T5 8,88 4,65 4,35 17,9 6,0
T6 6,56 9,45 8,88 24,9 8,3
Jumlah 53,63 60,19 59,54 173,4 8,3 Data Biomassa Gulma Daun Lebar 42 HST
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 10,25 11,2 12,76 34,2 11,403
T1 10,99 9,02 10,05 30,1 10,020
T2 10,56 6,2 10,95 27,7 9,237
T3 9,57 10,91 11,75 32,2 10,743
T4 4,09 7,25 8,05 19,4 6,463
T5 7,88 4,65 4,45 17,0 5,660
T6 10,45 8,45 9,02 27,9 9,307
Jumlah 63,79 57,68 67,03 188,5 8,976
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
39
Data Tinggi tanaman kedelai 14 HST
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 10 20 10 40,0 13,3
T1 21 10 17,5 48,5 16,2
T2 10 13,5 19,5 43,0 14,3
T3 20 10 11 41,0 13,7
T4 20,5 10 13 43,5 14,5
T5 20,5 18,25 20 58,8 19,6
T6 21 10,5 10 41,5 13,8
Jumlah 123 92,25 101 316,3 15,1
Data Tinggi tanaman kedelai 28 HST
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 25,5 26,625 26,75 78,9 26,3
T1 24,75 27 29,5 81,3 27,1
T2 28,875 27,5 24,375 80,8 26,9
T3 28,5 26,5 25,5 80,5 26,8
T4 27,5 28,25 30,125 85,9 28,6
T5 26 27,25 28,25 81,5 27,2
T6 29,875 28,25 29 87,1 29,0
Jumlah 191 191,375 193,5 575,9 27,4
Data Tinggi Tanaman KacangKedelai 35 hst
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 35 26,2 28,7 89,90 29,97
T1 37,6 30,75 37 105,35 35,12
T2 36,5 33,5 34 104,00 34,67
T3 37 33 39 109,00 36,33
T4 40,5 38 36,5 115,00 38,33
T5 41,75 32,5 43,5 117,75 39,25
T6 39,5 44 40,5 124,00 41,33
Jumlah 267,85 237,95 259,2 765,00 255,00
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
40
Data Tinggi Tanaman Kacang Hijau 42 hst Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 39 37,5 35 111,5 37,17
T1 40 39,5 39,25 118,75 39,58
T2 40 39,5 37,75 117,25 39,08
T3 37,375 40,5 49,125 127 42,33
T4 43,75 39,25 45,25 128,25 42,75
T5 44 44,25 44,5 132,75 44,25
T6 48 44,5 45,25 137,75 45,92
Jumlah 292,125 285 296,125 873,25 291,08 Data Jumlah Polong tanaman kedelai
Perlakuan Ulangan
Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 110 98 52 260 86,667
T1 96 123 108 327 109,000
T2 94 164 149 407 135,667
T3 90 96 88 274 91,333
T4 100 194 167 461 153,667
T5 124 212 227 563 187,667
T6 108 119 165 392 130,667
Jumlah 722 1006 956 2684 127,810
Data Berat Biji tanaman kedelai
Perlakuan Ulangan Jumlah Rata-rata
1 2 3
T0 18,92 17,29 21,85 58,06 19,35
T1 34,35 22,72 19,21 76,28 25,43
T2 24,97 33,08 32,95 91,00 30,33
T3 26,75 18,02 22,35 67,12 22,37
T4 33,75 20,75 40,5 95,00 31,67
T5 40,56 39,95 44,19 124,70 41,57
T6 26,71 20,75 40,89 88,35 29,45
Jumlah 206,01 172,56 221,94 600,51 28,60
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
41
Lampiran 4. Hasil Anova
Hasil Anova Biomassa Gulma Rumput 28Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 7,52 3,76 1,86 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 16,27 2,71 1,34 3,00 4,82 ns
Galat 12 24,22 2,02
Total 20 48,01
Hasil Anova Biomassa Gulma Rumput 35Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 2,25 1,12 0,33 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 72,15 12,03 3,48 3,00 4,82 *
Galat 12 41,44 3,45
Total 20 115,84
Hasil Anova Biomassa Gulma Rumput 42Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 0,79 0,39 0,04 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 174,84 29,14 3,06 3,00 4,82 *
Galat 12 114,46 9,54
Total 20 290,09
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
42
Hasil Anova Biomassa Gulma Daun Lebar 28Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 1,28 0,64 0,12 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 53,51 8,92 1,74 3,00 4,82 ns
Galat 12 61,48 5,12
Total 20 116,26
Hasil Anova Biomassa Gulma Daun Lebar 35Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 3,73 1,87 0,62 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 61,17 10,20 3,41 3,00 4,82 *
Galat 12 35,92 2,99
Total 20 100,83
Hasil Anova Biomassa Gulma Daun Lebar 42Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 6,44 3,22 1,16 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 82,78 13,80 4,96 3,00 4,82 **
Galat 12 33,34 2,78
Total 20 122,56
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
43
Hasil Anova Tinggi Tanaman Kedelai 14Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 71,72 35,86 1,42 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 86,86 14,48 0,57 3,00 4,82 ns
Galat 12 303,40 25,28
Total 20 461,99
Hasil Anova Tinggi Tanaman Kedelai 28Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 0,52 0,26 0,09 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 18,39 3,06 1,06 3,00 4,82 ns
Galat 12 34,54 2,88
Total 20 53,45
Hasil Anova Tinggi Tanaman Kedelai 35Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 67,64 33,82 3,52 3,89 6,93 *
Perlakuan 6 246,71 41,12 4,28 3,00 4,82 *
Galat 12 115,31 9,61
Total 20 429,66
Hasil Anova Tinggi Tanaman Kedelai 42Hst
SK DB JK KT Fhit Ftab
0,05 0,01 Ket
Kelompok 2 9,07 4,54 0,53 3,89 6,93 ns
Perlakuan 6 172,71 28,78 3,36 3,00 4,82 *
Galat 12 102,67 8,56
Total 20 284,45