BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Pembahasan
Rendahnya kadar 25(OH)D serum pada perempuan banyak dilaporkan di negara empat musim dan akhir-akhir ini semakin banyak laporan bahwa hal ini juga terjadi pada negara beriklim tropis yang memiliki dua musim, termasuk di Indonesia. Hal ini ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan Sari et al. (2014) pada 148 wanita di Sumatera Utara menunjukkan bahwa 95% dari subjek penelitian memiliki kadar Kalsium serum yang termasuk dalam kategori defisiensi insufisiensi dengan kadar rata rata 17,71 ng/mL dan hanya 5%
termasuk kategori cukup. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan terhadap wanita di Langkat, Hasil laboratorium dalam penelitian ini menunjukkan lebih dari setengah (53%) responden memiliki kadar kalsium serum dalam rentang defisiensi. Faktor yang mungkin menyebabkan kadar kalsium serum pada penelitian ini berada dalam rentang Defisiensi adalah kerana sebagian besar responden kurang terpapar dengan sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D. Paparan sinar matahari diperlukan untuk mempertahankan tingkat vitamin D yang memadai. Beberapa peneliti vitamin D ada menyatakan bahwa sekitar 5-30 menit dari paparan sinar matahari pukul 10:00-15:00
setidaknya dua kali seminggu untuk wajah, lengan, kaki menyebabkan sintesis vitamin D yang cukup . Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium di usus dan mempertahankan konsentrasi kalsium dan fosfat serum yang memadai untuk memungkinkan mineralisasi tulang normal. Sebagian besar responden yang memiliki kadar kalsium serum yang rendah didapati tidak melakukan rutin melakukan olahraga. Hasil pemeriksaan laboratorium dalam penelitian ini menunjukkan 62% responden memiliki kadar kalsium serum yang rendah (hipokalsemia).
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa penyerapan kalsium menurun untuk wanita yang usianya meningkat.Suplemen vitamin D saat ini adalah pendekatan terbaik untuk mengatasi defisiensi dan menjaga kecukupanan vitamin D. Pada penelitian Mazahery et al. (2015) ditemukan beberapa factor yang mempengaruhi respon pada pemberian suplementasi vitamin D antara lain penuaan, indeks massa tubuh (BMI), Etnis, asupan kalsium, genetika, penggunaan estrogen, kadar lemak makanan dan komposisinya, dan beberapa penyakit dan obat telah menanganinya
Salah satu faktor penyebab kekurangan vitamin D adalah akibat perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang dapat mempengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh antara lain adalah pekerjaan, jenis pekerjaan, lamanya paparan sinar matahari, cara berpakaian, pemakaian tabir surya (Sunscreen), aktivitas fisik, asupan kalsium, dan asupan vitamin D baik dari bahan makanan sehari-hari maupun dari vitamin D.11
5.2.1. Karakteristik Umur
Pada hasil penelitian ini, didapati jumlah subyek penelitian pada umur 30-40 sebesar 61,8% dan umur 19-29 tahun sebesar 38,2%. Sedangkan Defisiensi vitamin D banyak terjadi pada umur 30-40 tahun sebesar 35,3% dibandingkan pada umur 19-20 tahun sebesar 17,6%.
Wanita usia subur (WUS) merupakan usia yang rentang terhadap resiko defisiensi kadar 25(OH)D serumdikarenakan pada usia tersebut kebanyakan perempuan memiliki masalah gizi disebabkan peran fisiologis melahirkan dan menstruasi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Green et al. di Indonesia dan Malaysia, pada 504 wanita usia subur (WUS) berusia 18-40 tahun menemukan rata-rata konsentrasi serum 25(OH)D adalah 48 nmol/L (19,2 ng/mL) dengan prevalensi defisiensi vitamin D sebesar 63%.26Namun, menurut penelitian yang diakukan oleh Sari (2014) secara umum, defisiensi dan insufisiensi dapat terjadi di berbagai kelompok usia semua kelompok usia mempunyai resiko untuk mengalami defisiensi vitamin D.3
30
BAB ENAM
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada BAB sebelumnya, maka dalam penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan:
1. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah sebanyak 34 kasus di Desa Aman Damai Kec.
Sirapat.Kab.Langkat Medan tahun 2016.
2. Sebaran usia - kelompok umur 30-40 (61,8%) dan kelompok umur 19-29 (38,2%).
3. Terdapat perbedaan bermakna antara kadar kalsium serum sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,05)
4. Defisiensi kadar kalsium serum banyak terjadi pada usia 30-40 tahun sebesar 35,3%
sedangkan pada kelompok usia 19-29 tahun sebesar 17,6%.
6.2. Saran
Dari seluruh proses penelitian yang telah dijalankan oleh peneliti dalam menyelesaikan penenelitian ini, peneliti menyadari masih banyak terdapat kekurangan. Karena itu ada beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang telah berperan dalam penelitian ini.
1. Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan vitamin D dari bahan makanan sumber yang mudah didapat seperti telur dan ikan.
2. Untuk petugas kesehatan diharapkan untuk lebih mensosialisasikan pentingnya peranan vitamin D untuk kesehatan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang sumber-sumber vitamin D baik yang berasal dari sumber nabati maupun dari sumber hewani sehingga dapat membuka wawasan masyarakat luas.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mencari dosis optimum pemberian supplement vitamin D untuk meningkatkan kadar kalsium serum dan dapat mengembangkan pengaruh asupan vitamin D terhadap kadar kalsium serum dengan lokasi dan jumlah sampel yang lebih besar lagi.
31
DAFTAR PUSTAKA
1. Sastroasmoro, Sudigdo., dan Ismael, Sofyan., 2008. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Ke-3. Sagung Seto, Jakarta: 302-331
2. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
3. Sukardi. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
4. Suryabrata, Sumadi. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: PT RajaGravindo Persada 5. Stone, S. D., Menken, A. E., 2008, Perinatal and Postpartum Mood Disorders :
Perspectives and Treatment Guide for the Health Care Practitioner, Springer Publishing Company, NY, 67-70
6. Wahyuni, A. S., 2006. Statistika Kedokteran. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Bamboedoea Communication, 116-
7. Almatsier S. 2010. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
8. Angka Kecukupan Gizi (AKG). 2013. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013. Diunduh dari http://hukor.depkes.go.id/up_ prod_kepmenkes/KMK%20No.
%201142 %20ttg%20Pedoman%20Pengendalian%20Osteoporosis.pdf
9. Sari DK. 2014. Vitamin D & perempuan. 2014. Medan : USU Press.
10. Sari DK, Damanik HA, Lipoeto NI, dan Lubis Z. 2014. Occurence of vitamin D deficiency among woman in North Sumatera, Indonesia. Mal J Nutr 20(1): 63-70.
11. Sugondo, S., 2006, Obesitas. Dalam: Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., Setiati, S., editor. Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi 4. IPD FK UI.
Jakarta: 1919-1925.
12. Suryono, Setiawan, B., Martianto, D., Sukandar, D., 2007. Pengaruh pemberian susu terhadap kadar kalsium darah dan kepadatan tulang remaja pria. Media Gizi &
Keluarga,
LAMPIRAN 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
NAMA LENGKAP : Nazira Binti Nasharuddin
TEMPAT/TANGGAL LAHIR : Malaysia / 27
thMarch 1989 AGAMA : Islam
ALAMAT : Kamar 16, Lantai 3 Golden Mansyur Hostel Dr Mansyur Medan.
NO HANDPHONE : 0819800996 EMAIL : [email protected] RIWAYAT PENDIDIKAN :
1. Tadika Sejahtera 2. Sek Keb Khir Johari
3. Sek Keb St. Nicholas Convent 4. Sek Men Keb St. Nicholas Convent 5. Mara Junior Science College Beseri
6. Taylor’s University College (A-level in LAW)
7. Multimedia University (Diploma in LAW)
8. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera (2010 – sekarang)
RIWAYAT ORGANISASI 1. X
2. X
RIWAYAT PELATIHAN 1. X
2. X
RIWAYAT KEPANITIAAN 1. X
2. X
Lembar Informasi Pasien
LEMBAR INFORMASI PENELITIAN
Yth. Ibu/Saudari
Dengan ini kami jelaskan bahwa KURANGNYA VITAMIN D dapat menyebabkan keropos tulang dan kegemukan Untuk itu kami akan mengadakan penelitian untuk mengetahui apakah dengan pemberian suplementasi vitamin D 1000 IU per hari di sertai perubahan gaya hidup, Ibu/Saudari agar nanti nya dapat meningkatakan kadar Kalsium Serum. Apabila Ibu/Saudari bersedia mengikuti penelitian ini, maka akan dilakukan :
1. Wawancara mengenai: usia, kebiasaan konsumsi suplemen, paparan matahari dan aktivitas fisik sehari-hari.
2. Wawancara tentang makanan dan minuman dengan wawancara kebiasaan makan pada tiap pertemuan .
3. Pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang.
Pengambilan darah yang dilakukan satu kali yaitu pertemuan sekarang sebanyak kira-kira 8 (delapan) mL
Akibat pengambilan darah mungkin Ibu/Saudari akan merasakan sedikit ketidaknyamanan atau sakit, namun hal ini dapat diminimalkan dengan pengambilan darah oleh tenaga yang terlatih dan menggunakan jarum suntik yang kecil.Keikutsertaan Ibu/Saudari di dalam penelitian ini bersifat sukarela dan Ibu/Saudari dapat menolak atau mengundurkan diri selama proses penelitian berlangsung.Keuntungan bagi Ibu/Saudari apabila ikut serta dalam penelitian ini adalah Ibu/Saudari dapat mengetahui keadaan genetik masing-masing sehingga dapat ditentukan jenis makanan yang sesuai agar penyakit kencing manis dapat dicegah. Semua data pada penelitian ini bersifat rahasia.
Apabila Ibu/Saudari bersedia ikut dalam penelitian ini, maka kami akan memohon kesediaannya untuk dapat menandatangani surat persetujuan menjadi peserta penelitian:
PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN D TERHADAP KADAR KALSIUM SERUM PADA PEREMPUAN OBES DI DESA AMAN DAMAI KEC SIRAPIT KAB LANGKAT PADA TAHUN 2016
Hal-hal yang belum jelas dalam penelitian ini dapat ditanyakan secara langsung, via sms atau melalui telepon pada penanggung jawab penelitian ini yaitu Dr. dr. Dina Keumala Sari, MG, SpGK, HP:
08174894768.
Atas kesediaan Ibu/Saudari, kami ucapkan terima kasih.
Lembar Persetujuan Setelah Penjelasan
FORMULIR PERSETUJUAN (Informed Consent)
LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SURAT PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Usia/Tgl lahir :
Suku (ikut garis suku bapak) :
Status perkawinan : O menikah O belum menikah
Alamat lengkap :
Setelah mendapat keterangan secukupnya dan mengerti manfaat penelitian tersebut di bawah ini yang berjudul:
PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN D TERHADAP KADAR KALSIUM SERUM PADA PEREMPUAN OBES DI DESA AMAN DAMAI KEC SIRAPIT KAB LANGKAT PADA TAHUN 2016
Dengan sukarela menyetujui diikutsertakan dalam penelitian di atas dengan catatan bila sewaktu-waktu dirugikan dalam bentuk apapun berhak membatalkan persetujuan ini.
Mengetahui:
Medan, ...2015 Penanggung jawab penelitian:
Yang menyetujui
Dr. dr. Dina Keumala Sari MG, SpGK (...)
Saksi: