• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Hubungan Antara motivasi belajar dengan Prestasi Belajar Akuntansi Berdasarkan analisis korelasi Product Moment diketahui bahwa tidak ada korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi. Koefisien korelasi sebesar 0,016 termasuk dalam kategori sangat rendah, yaitu pada range 0,00-0,199. Nilai rhitung < rtabel, yaitu Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 68,059 3 22,686 ,258 ,856(a)

Residual 8444,691 96 87,966 Total 8512,750 99

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

0,016 < 0,195 maka hipotesis tersebut ditolak dan setelah dilakukan uji signifikansi dengan uji t diketahui bahwa thitung > ttabel dengan nilai thitung =

0,156 dan ttabel untuk dk 98 (100-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar

1,984. Apabila dibandingkan maka diperoleh hasil 0,156 < 1,984 atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,876 >0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi ditolak. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem, karena diduga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar akuntansi, misalnya: kondisi sosial ekonomi orang tua, tingkat pendidikan orang tua, perhatian orang tua, fasilitas belajar, media pembelajaran, lingkungan, gaya mengajar, variasi mengajar, kedisiplinan belajar, kunjungan perpustakaan, kemandirian, dan jumlah jam belajar.

2. Hubungan Antara iklim kelas dengan Prestasi Belajar Akuntansi

Berdasarkan analisis korelasi Product Moment diketahui bahwa tidak ada korelasi antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi. Koefisien korelasi sebesar 0,039 termasuk dalam kategori sangat rendah,

107

yaitu pada range 0,00-0,199. Nilai rhitung < rtabel, yaitu 0,039 < 0,195 maka

hipotesis tersebut ditolak dan setelah dilakukan uji signifikansi dengan uji t diketahui bahwa thitung > ttabel dengan nilai thitung = 0,387dan ttabel untuk dk

98 (100-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,984. Apabila dibandingkan maka diperoleh hasil 0,387< 1,984 atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,700 >0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi ditolak. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa- siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa- siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem, karena diduga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar akuntansi, misalnya: kondisi sosial ekonomi orang tua, tingkat pendidikan orang tua, perhatian orang tua, fasilitas belajar, media pembelajaran, lingkungan, gaya mengajar, variasi mengajar, kedisiplinan belajar, kunjungan perpustakaan, kemandirian, dan jumlah jam belajar.

3. Hubungan Antara persepsi siswa tentang presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi

Berdasarkan analisis korelasi Product Moment diketahui bahwa tidak ada korelasi antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

prestasi belajar akuntansi. Koefisien korelasi sebesar 0,001 termasuk dalam kategori sangat rendah, yaitu pada range 0,00-0,199. Nilai rhitung <

rtabel, yaitu 0,001 < 0,195 maka hipotesis tersebut ditolak dan setelah

dilakukan uji signifikansi dengan uji t diketahui bahwa thitung > ttabel dengan

nilai thitung = 0,006 dan ttabel untuk dk 98 (100-2) pada taraf signifikansi 5%

sebesar 1,984. Apabila dibandingkan maka diperoleh hasil 0,006< 1,984 atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,995 >0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara persepsi siwa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi ditolak. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi siwa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi pada siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem, karena diduga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar akuntansi, misalnya: kondisi sosial ekonomi orang tua, tingkat pendidikan orang tua, perhatian orang tua, fasilitas belajar, media pembelajaran, lingkungan, gaya mengajar, variasi mengajar, kedisiplinan belajar, kunjungan perpustakaan, kemandirian, dan jumlah jam belajar.

109

4. Hubungan Antara Motivasi Belajar, Iklim Kelas dan persepsi siswa tentang Kompetensi Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi Berdasarkan analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar, iklim kelas dan persepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem. Pernyataan ini berdasarkan analisis korelasi ganda, diketahui harga koefisien korelasi ganda rhitung sebesar 0,237 termasuk pada kategori rendah yaitu pada range

0,20-0,399. Hasil uji signifikansi dengan uji F diketahui Fhitung < Ftabel

(0,258 < 3,370) atau bila angka probabilitas dibandingkan maka 0,856 > 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan signifikan antara motivasi belajar, iklim kelas dan persepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi ditolak.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

110 BAB VI

KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

1. Tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem. Hasil perolehan harga koefisien korelasi rhitung sebesar

0,016 dan rtabel sebesar 0,195 serta harga koefisien korelasi thitung sebesar

0,156 dan ttabel sebesar 1,984.

2. Tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan prestasi belajar siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem. Hasil perolehan harga koefisien korelasi rhitung sebesar

0,039 dan rtabel sebesar 0,195 serta harga koefisien korelasi thitung sebesar

0,387 dan ttabel sebesar 1,984.

3. Tidak ada hubungan yang signifikan antara presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa-siswi jurusan akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem. Hasil perolehan harga koefisien korelasi rhitung sebesar 0,001 dan rtabel sebesar 0,195 serta harga

koefisien korelasi thitung sebesar 0,006dan ttabel sebesar 1,984.

4. Tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar, iklim kelas dan presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa-

111

siswi Jurusan Akuntansi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem. Hasil perolehan harga Fhitung sebesar 0,258 < Ftabel sebesar 3,370

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti mencoba mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi SMK BOPKRI 1 dan SMK SANJAYA Pakem untuk tetap mempertahankan dan terus meningkatkan kondisi serrta aturan-aturan yang dapat memotivasi para siswa untuk belajar dan senantiasa memberi kesempatan kepada guru untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pendidik sehingga para guru mempunyai banyak pengalaman dalam hal pendidikan. Serta meningkatkan fasilitas-fasilitas yang mendukung sehingga para siswa mendapat kenyamanan dan keamanan dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.

2. Bagi para guru yang membimbing para siswi dalam melaksanakan kegiatan belajar agar dapat meningkatkan kualitas bimbingan. Dalam memberikan materi pelajaran, guru hendaknya dapat mengkaitkan materi yang ada dengan kehidupan sehari-hari dan juga memberikan contoh- contoh soal serta latihan-latihan soal kepada siswa dengan berbagai macam variasi soal. Sehingga para siswa dapat memperoleh suasana belajar yang nyaman dan mendukung. Para guru hendaknya terus berusaha meningkatkan kualitasnya sebagai pendidik sehingga pengalaman dalam membimbing para siswa dalam belajar terus berkembang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Bagi para siswa hendaknya selalu mematuhi peraturan yang ada di sekolah serta memotivasi diri agar lebih giat dalam belajar. Para siswa hendaknya memperhatikan bimbingan yang diberikan oleh guru, memperhatikan dan menanggapi dukungan belajar dari teman yang bersifat positif sehinga diharapkan siswa lebih giat belajar. Dengan demikian, diharapkan prestasi belajar dapat lebih meningkat.

C. Keterbatasan

Penulis menyadari adanya keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian, antara lain:

1. Keterbatasan waktu dimana penelitian dilakukan pada akhir bulan Mei 2011 karena alasan siswa tidak dapat diganggu karena akan menempuh Ujian Akhir Semester pada bulan juni 2011.

2. Dalam melakukan penelitian ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin namun masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang mejadi kendala bagi penulis yaitu ada siswa yang tidak jujur dan tidak sungguh- sungguh dalam menjawab kuesioner. Jika ternyata responden menjawab tidak jujur maka hasil penelitian ini tidak memberikan gambaran yang objektif.

3. Variabel terikat prestasi belajar akuntansi hanya dilihat dari nilai murni ulangan akuntanasi pada semester ganjil saja.

113

DAFTAR PUSTAKA

Cicilia Sari Wahyuni. 2003. “Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Kompetensi

Guru, Motivasi Belajar dan Kegiatan Belajar dengan Hasil Belajar Akuntansi

Siswa SMK Tarakanita Kalasan.” Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata

Dharma

Dimyati dan Mudjono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka cipta.

Fransisca Dian Wasitaningsih. 2003. Hubungan Antara Disiplin Belajar, Motivasi

Belajar dan Perhatian Orang tua dengan Prestasi Belajar. Skripsi.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Masidjo, Ign. 2007. Handout Evaluasi Pengajaran II. Yogyakarta: Universitas Sanata

Dharma.

Nawawi, Hadari. 1994. Metode Penelitian Bidang sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Sardiman. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali.

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung: Transito.

Sugiyono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 1993. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Bina Aksara

Sutrisno Hadi. 1987. Statistika jilid II. Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas

Psikologi UGM

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sutrisno Hadi. 2000. Analisis Regresi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM

Sarlito Wirawan Sarwono. 1992. Psikologi Lingkungan. Jakarta: Rasindo.

115

Dokumen terkait