BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data
2. Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini terdapat empat hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis pertama sampai dengan ketiga menggunakan analisis korelasi Product Moment dengan rumus sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
(
)( )
(
)
{
2 2}{
2( )
2}
Y Y N X X N Y X XY N rxy ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑ =Setelah diketahui hasil r dari korelasi Product Moment, selanjutnya dilakukan pengujian terhadap koefisien korelasi untuk menguji apakah nilai r signifikan atau tidak. Untuk pengujian tersebut digunakan thitung dengan taraf signifikansi 5%. Rumus thitung yang
digunakan sebagai berikut:
2 1 2 r n r t − − =
Langkah selanjutnya thitung tersebut kemudian dibandingkan dengan ttabel
untuk membuktikan hipotesis yang diajukan signifikan atau tidak. Hasil pengujian masing-masing variabel dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Hipotesis I
1) Rumusan Hipotesis
Ho = Tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
Ha = Ada hubungan signifikan antara motivasi belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
2) Pengujian Hipotesis
Hipotesis pertama, diuji dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5.6. berikut ini:
97
Tabel 5.6.
Hasil Uji Hipotesis I dengan mengunakan Korelasi Korelasi Product Moment
X1 Y X1 Pearson Correlation 1 ,016 Sig. (2-tailed) ,876 N 100 100 Y Pearson Correlation ,016 1 Sig. (2-tailed) ,876 N 100 100
Tabel 5.6. menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi adalah 0,016. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka terletak pada kategori sangat rendah, yaitu pada range 0,00- 0,199. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan yang positif yaitu semakin tinggi motivasi belajar maka prestasi belajar akuntansi juga semakin tinggi dan sebaliknya.
Hipotesis ditolak jika rhitung < rtabel. Perhitungan rtabel
(0.05,100) = 0,195. Karena rhitung < rtabel, yaitu 0,016 < 0,195,
maka hipotesis I yang menyatakan ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi ditolak.
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika thitung > ttabel atau jika nilai probabilitas < 0,05 maka
Ho ditolak dan Ha diterima. Perhitungan thitung menggunakan
SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat di dalam tabel berikut ini:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel 5.7.
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis I
Coefficients(a)
a Dependent Variable: Y
Sesuai dengan tabel 5.7. diperoleh nilai thitung sebesar 0,156
dan harga ttabel untuk dk 98 (100-2) pada taraf signifikansi 5%
sebesar 1,984. Selain itu, angka probabilitas dibandingkan maka diperoleh 0,876 > 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar akuntansi ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
b. Hipotesis II
1) Rumusan Hipotesis
Ho = Tidak ada hubungan signifikan antara iklim kelas akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
Ha = Ada hubungan signifikan antara iklim kelas akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
2) Pengujian Hipotesis Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta B Std. Error 1 (Constant) 83,753 10,315 8,120 ,000
99
Hipotesis kedua, diuji dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5.8. berikut ini:
Tabel 5.8.
Hasil Uji Hipotesis II dengan menggunakan Korelasi
Product Moment
Hasil pengujian hipotesis kedua pada tabel 5.8. menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi adalah 0,039. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka terletak pada kategori sangat rendah, yaitu pada range 0,00-0,199. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan yang positif yaitu semakin tinggi motivasi belajar akuntansi maka prestasi belajar akuntansi juga semakin tinggi dan sebaliknya.
Hipotesis ditolak jika rhitung < rtabel. Perhitungan rtabel
(0.05,100) = 0,195. Karena rhitung < rtabel, yaitu 0,039 < 0,195
maka hipotesis II yang menyatakan ada hubungan signifikan antara motivasi belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi ditolak . X2 Y X2 Pearson Correlation 1 ,039 Sig. (2-tailed) ,700 N 100 100 Y Pearson Correlation ,039 1 Sig. (2-tailed) ,700 N 100 100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika thitung > ttabel atau jika nilai probabilitas < 0,05 maka
Ho ditolak dan menerima Ha. Perhitungan thitung menggunakan
SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat di dalam tabel berikut ini: Tabel 5.9.
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis II
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig. B Std. Error Beta B Std. Error 1 (Constant) 86,167 10,423 8,267 ,000 X2 ,098 ,252 ,039 ,387 ,700 a Dependent Variable: Y
Sesuai dengan tabel 5.9. diperoleh nilai thitung sebesar 0,387
dan harga ttabel untuk dk 98 (100-2) pada taraf signifikansi 5%
sebesar 1,984. Selain itu, angka probabilitas dibandingkan maka diperoleh 0,700 > 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi ditolak , dengan demikan dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan prestasi belajar akuntansi.
c. Hipotesis III
1) Rumusan Hipotesis
Ho = Tidak ada hubungan signifikan antara presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar
101
akuntansi
Ha = Ada hubungan signifikan antara presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi
2) Pengujian Hipotesis
Hipotesis ketiga, diuji dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 5.10. berikut ini:
Tabel 5.10.
Hasil Uji Hipotesis III dengan menggunakan Korelasi
Product Moment
Hasil pengujian hipotesis ketiga pada tabel 5.10. menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi adalah 0,001. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka terletak pada kategori sangat rendah, yaitu pada range 0,00-0,199. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan yang positif yaitu semakin tinggi kompetensi guru maka prestasi belajar akuntansi juga semakin tinggi dan sebaliknya.
X3 Y X3 Pearson Correlation 1 ,001 Sig. (2-tailed) ,995 N 100 100 Y Pearson Correlation ,001 1 Sig. (2-tailed) ,995 N 100 100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Hipotesis ditolak jika rhitung < rtabel. Perhitungan rtabel
(0.05,100) = 0,195. Karena rhitung > rtabel, yaitu 0,001 < 0,195,
maka hipotesis III yang menyatakan ada hubungan signifikan antara persepsi sisa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi ditolak.
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika thitung > ttabel atau jika nilai probabilitas < 0,05 maka
Ho ditolak dan menerima Ha. Perhitungan thitung menggunakan
SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat di dalam tabel berikut ini: Tabel 5.11.
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis III
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig. B Std. Error Beta B Std. Error 1 (Constant) 82,087 9,991 8,216 ,000 X3 ,002 ,244 ,001 ,006 ,995 a Dependent Variable: Y
Sesuai dengan tabel 5.11. diperoleh nilai thitung sebesar 0,006
dan harga ttabel untuk dk 98 (100-2) pada taraf signifikansi 5%
sebesar 1,984. Apabila dibandingkan dengan ttabel yaitu sebesar
1,984 maka diperoleh kesimpulan bahwaa thitung lebih kecil
daripada ttabel. Selain itu, nilai probabilitas sebesar 0,995 > 0,05.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang
103
kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi. sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi ditolak dengan dmikian dapat disimpulkan bahwa tidk ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi.
d. Hipotesis IV
1) Rumusan Hipotesis
Ho = Tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar, iklim kelas, dan persepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi
Ha = Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar, iklim kelas dan persepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi 2) Pengujian Hipotesis
Hasil perhitungan koefisien korelasi ganda menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel 5.12
Rangkuman perhitungan Korelasi Ganda
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,237(a) ,138 ,023 9,379 a Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b Dependent Variable: Y
Tabel 5.12. menunjukkan bahwa koefisien korelasi ganda (Rxy(1,2,3))sebesar 0,237 dan harga koefisien determinasi yang diperoleh ( 2)
R sebesar 0,138. Hubungan antara motivasi belajar, iklim kelas dan presepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar akuntansi bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka terletak pada kategori rendah, yaitu pada range 0,20-0,399.
Hipotesis diterima jika rhitung > rtabel. Perhitungan rtabel
(0.05,100) = 0,195. Karena rhitung > rtabel, yaitu 0,237 > 0,279,
maka hipotesis IV yang menyatakan ada hubungan signifikan antar motivasi belajar, iklim kelas dan pressepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi diterima.
Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi ganda )
(Rxy(1,2,3) maka digunakan uji F dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika Fhitung > Ftabel atau
105
menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat di dalam tabel berikut ini:
Tabel 5.13.
Rangkuman Uji Hipotesis IV dengan Menggunakan uji F
a Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b Dependent Variable:
Sesuai dengan tabel 5.13. diperoleh nilai Fhitung sebesar
0,258dan harga Ftabel untuk dbpembilang 3 dan dbpenyebut 96 adalah
3,370 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, harga Fhitung < Ftabel (0,258 < 3,370) atau jika angka probabilitas
dibandingkan, maka 0,856 > 0,05 sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara motivasi belajar, iklim kelas dan presepsi siswa tentang kompetensi guru secara bersama- sama dengan prestasi belajar akuntansi tidak signifikan.