4.2 Penyajian Data
4.3.3 Analisis Ramalan Persediaan
Analisis Ramalan Persediaan pada penelitian ini baru akan dapat dilakukan setelah mendapat data yang konkrit dari Model Economic Order Quantity (EOQ) dan Pendekatan Supply Chain Management (SCM). Analisis dilakukan dengan cara mengakumulasikan jumlah pesanan yang ekonomis berdasarkan tenggang waktu pesanan.
Pada Model Economic Order Quantity (EOQ), dapat dipastikan bahwa setiap jumlah tersebut telah habis terjual (stok kosong), baru akan dilakukan pesanan kembali. Pada Pendekatan Supply chain Management (SCM), dapat dilihat waktu operasional yang sebenarnya terjadi dengan memperhitungkan kerugian selama pengiriman dan bongkar muatan produk.
Analisis ramalan persediaan dapat dilakukan dengan membagi jumlah dari pesanan yang ekonomis (EOQ) terhadap waktu antara satu pesanan ke pemesanan berikutnya (t) dan dikalikan dengan waktu tenggang (SCM), sebagai berikut:
1. Ramalan persediaan untuk Bulan April 2016
Ramalan persediaan untuk bulan ini dapat dilakukan dengan memasukkan hasil atau jumlah pesanan yang ekonomis (EOQ) yang bagi oleh waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya (t), kemudian dikalikan dengan tenggang waktu (SCM), sebagai berikut: �= � 2(2600)(1400) 300 �= 155.777 ��� (156 ���) t = 155.777 2600 � 26 ℎ��� t = 1.557 ℎ��� (������� 37 ���) 3 jam =� − ��� 3 jam = 37 ��� − ��� SCM = 3 ��� Ramalan Persediaan = Q � ����
Ramalan Persediaan = 155.777
37 ��� � 3 ��� Ramalan Persediaan = 12.630 ��� (13 ���)
Jadi, persediaan yang seharusnya tersedia pada saat akan melakukan pesanan adalah sekitar 13 sak.
2. Ramalan persediaan untuk Bulan Mei 2016
Ramalan persediaan untuk bulan ini sama seperti pada bulan sebelumnya, dapat dilakukan dengan memasukkan hasil atau jumlah pesanan yang ekonomis (EOQ) yang bagi oleh waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya (t0), kemudian dikalikan dengan tenggang waktu (SCM), sebagai berikut:
�= � 2(2700)(1400) 300 �= 158.745 ��� (159 ���) t = 158.745 2700 � 26 ℎ��� t = 1.528 ℎ��� (������� 37 ���) 3 jam =� − ��� 3 jam = 37 ��� − ��� SCM = 3 ��� Ramalan Persediaan = Q � ���� Ramalan Persediaan = 158.745 37 ��� � 3 ��� Ramalan Persediaan = 12.871 ��� (13 ���)
Jadi, persediaan yang seharusnya tersedia pada saat akan melakukan pesanan adalah sekitar 13 sak.
3. Ramalan persediaan untuk Bulan Juni 2016
Ramalan persediaan untuk bulan ini sama seperti pada bulan sebelumnya, dapat dilakukan dengan memasukkan hasil atau jumlah pesanan yang ekonomis (EOQ) yang bagi oleh waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya (t0), kemudian dikalikan dengan tenggang waktu (SCM), sebagai berikut:
�= � 2(2000)(1000) 300 �= 115.470 ��� (115 ���) t = 115.470 2000 � 26 ℎ��� t = 1.501 ℎ��� (������� 36 ���) 3 jam =� − ��� 3 jam = 36 ��� − ��� SCM = 3 ��� Ramalan Persediaan = Q � ���� Ramalan Persediaan = 115.470 36 ��� � 3 ��� Ramalan Persediaan = 9.622 ��� (10 ���)
Jadi, persediaan yang seharusnya tersedia pada saat akan melakukan pesanan adalah sekitar 10 sak.
4.4 Pembahasan
Pada hakekatnya suatu penelitian tidak pernah lepas dari analisis dan pandangan dari penulis itu sendiri sebagai peneliti. Penulis merasa hasil penelitian ini jauh dari harapan yang ingin dicapai. Hasil dari penelitian ini memang mampu untuk mengelola persediaan, namun gagal untuk mengelola banyaknya periode
pesanan yang dilakukan. Model ini hanya terfokus pada tingkat ekonomis dan mengabaikan efisiensi waktu walaupun telah dikaitkan dengan manajemen rantai pasokan. Pemilik usaha malah menjadi disibukkan dengan seringnya melakukan pesanan daripada sebelum menggunakan model pesanan yang ekonomis ini. Jadi penelitian ini member dampak positif dan negatif. Dari segi positif dapat mengelola kebutuhan persediaan setiap periodenya dan dampak negatifnya membuat pemilik usaha menjadi lebih sering memesan.
Dari hasil analisa persediaan sebelumnya, pemilik akan mendapatkan gambaran tentang berapa jumlah kebutuhan unit produk selama satu periode, berapa biaya pesanan, berapa biaya penyimpanan, berapa biaya pembelian, serta waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya. Dalam meramal tentunya tidak akan selalu tepat pada kenyataannya. Arahnya lebih kepada mendekati atau mungkin jauh dari apa yang diharapkan. Ramalan ini dapat difungsikan untuk meminimalisir risiko kelebihan atau kekurangan produk. Ramalan dapat dilakukan dengan meramal dan menghitung hasilnya berdasarkan rumus yang telah ditetapkan pada penelitian sebelumnya.
Toko material Usaha Panglong Jaya Bangun akan terlihat lebih teratur dan terarah jika ada aplikasi pendorong yang menjadi wadah untuk mewujudkannya. Dengan meramal persediaan jauh hari sebelum pengambilan keputusan merupakan strategi yang tepat untuk mengatur tatanan operasional yang dilakukan ditempat usaha. Bukanlah hal yang rumit untuk melakukan keputusan tersebut. Dengan adanya dukungan dari Model Economic Order Quantity (EOQ) dan Supply Chain Management (SCM), bukan menjadi tidak mungkin jika usaha tersebut akan menjadi lebih tertata dan terhindar dari pemborosan biaya.
Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, hanya terdapat beberapa persamaan mengenai teori, metode penelitian, dan analisis yang dilakukan, karena penelitian yang dilakukan oleh penulis berdasarkan aspek bisnis bukan dari segi ekonomi ataupun lain sebagainya. Aspek ini yang mengakibatkan terjadinya perbedaan antara hasil penelitian dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dimana karakteristik peramalan yang dikatakan baik itu apabila telah memenuhi ketiga syarat, yaitu dari segi akurasi, biaya dan kemudahan untuk dilakukan. Ramalan dilakukan untuk mengendalikan persediaan agar tidak sampai kehabisan. Meramal persediaan hanya dapat dilakukan setelah satu periode berlalu dan dianggap sebagai evaluasi. Tentunya peramalan ini dilakukan untuk lebih memudahkan pemilik untuk mengantisipasi pembengkakan biaya dan ketidakpastian waktu, yang dapat dilakukan dengan Model Economic Order Quantity (EOQ) dan Supply Chain Management (SCM).
BAB V PENUTUP
1.6Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai selama proses penelitian, sebagai berikut: 1. Penelitian ini telah menjawab masalah penelitian mengenai Ramalan
Persediaan Semen Pada Toko Material Panglong Jaya Bangun yang ekonomis. Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan oleh penulis karena banyaknya periode pesanan yang akan dilakukan jika menerapkan teori mengenai Economic Order Quantity (EOQ) berbasis Supply Chain Management (SCM). Harapan penulis sebelum melakukan penelitian adalah mampu meminimalisasi segala aspek yang berkaitan tentang persediaan semen, bukan hanya dari segi ekonomis biaya.
2. Hasil penelitian yang didapat dalam meramal persediaan yang ekonomis yakni dengan jumlah sekitar 13 sak semen pada bulan April dan Mei, dan 10 sak semen untuk bulan Juni sebelum melakukan periode pesanan berikutnya.
3. Penelitian ini kurang mendukung jika dilakukan pada usaha yang perkembangannya lambat.
1.7Saran
Terkait dengan apa yang disimpulkan, diharapkan agar kiranya:
1. Dapat diterapkan tidak hanya pada produk semen saja, tetapi keseluruhan produk yang ada pada Toko Material Panglong Jaya Bangun ini. Namun belum tentu dapat mengatasi produk yang tertumpuk digudang.
2. Ramalan persediaan pada model ini akan dapat membantu mengelola keteraturan proses pesanan yang dilakukan, namun tidak ada batasan periode pesanan tersebut.
3. Untuk menentukan periode pesanan dapat dilakukan dengan menentukan berapa banyak periode yang diinginkan terlebih dahulu (f) yang didapat setelah melakukan penghitungan dari ramalan jumlah kebutuhan persediaan yang dibutuhkan selama satu periode (D) dibagi dengan jumlah keseluruhan persediaan yang hendak dicapai (Q).
BAB II