• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Berdasarkan pengujian hipotesis terhadap data pretest kelompok eksperimen dan kontrol dengan menggunakan Uji-t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Artinya kelompok eksperimen dan kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan media interaktif berbasis web offline pada kelompok eksperimen dan media slide powerpoint pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata posttest pada kelompok kontrol.

Berdasarkan hasil uji kesamaan dua rata-rata posttest pada tabel 4.6, diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan

4

dengan kelompok kontrol (75,111 > 66,167). Hal ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen ini keduanya berada pada distribusi normal, baik hasil uji pretest dan posttestnya, hal tersebut terbukti pada hasil uji persyarat analisis yang menyatakan bahwa X2hitung X2tabel. Selain itu kedua kelompok ini juga bersifat homogen, terbukti berdasarkan hasil uji pretest dan posttestnya yang menyatakan bahwa Fhitung Ftabel dimana Ftabel pada taraf kepercayaan 95% sebesar 1,7571.

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t, pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji kesamaan dua rata-rata pretest dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nilai rata-rata pretest kelompok kontrol dan pretest kelompok eksperimen, Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai thitung =

1,032 dan nilai ttabel = 1,667. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai thitung tidak berbeda di daerah penerimaan H0, yaitu thitung  ttabel atau 1.6671,032. Dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak pada taraf kepercayaan 95% hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata skor pretest kelompok kontrol dengan rata-rata skor pretest kelompok eksperimen. Sedangkan berdasarkan hasil uji kesamaan dua rata-rata posttest dilakukan untuk mengetahui apakah skor posttest kelompok eksperimen yang menggunakan media interaktif berbasis web offline lebih besar dibandingkan dengan skor posttest yang menggunakan pembelajaran dengan bantuan slide powerpoint, diperoleh thitung = 3,964 dan nilai ttabel= 1,667. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa thitung  ttabel atau 3,964  1,667. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima pada taraf kepercayaan 95% hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dengan rata-rata skor posttest kelompok kontrol.

Berdasarkan hasil uji-t terhadap hasil posttest kedua kelompok dapat disimpulkan bahwa penggunaan media interaktif berbasis web offline berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem pencernaan manusia dan

hewan ruminansia. Hal ini dikarenakan multimedia mampu mengirimkan informasi melalui kapasitasnya untuk membuatnya hidup, menjadikan pembelajaran lebih efektif, menarik lebih efisien dan menyenangkan sehingga membantu siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Seseorang akan dikatakan belajar bila ia mampu mengintegrasikan informasi-informasi yang diperoleh baik secara lisan maupun secara tulisan ke dalam struktur kognitifnya. Informasi yang diperoleh kemudian akan menyebabkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan pemahaman. Pemahaman-pemahaman itulah yang akan mampu meningkatkan penguasaan konsep serta hasil belajar. Peningkatan hasil belajar tersebut tidak terlepas dari peranan seorang guru dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah memberi penguatan (reinforcement) pada siswanya, yaitu dengan cara membangun pengetahuan siswa. Peranan tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan media pembelajaran yang bersifat menyenangkan “fun learning”.

Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah kepada kegiatan pembelajaran. Hal ini berlaku bagi segala jenis media, baik yang canggih dan mahal, ataupun media yang sederhana dan murah. Kemp, dan kawan-kawan menjabarkan sejumlah kontribusi media dalam kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:5

a. Penyajian materi ajar menjadi lebih standar. b. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. c. Kegiatan pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif.

d. Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi. e. Kualitas belajar dapat ditingkatkan.

5

Hamzah B Uno, dan Nina Lamatenggo,, Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h.124.

f. Pembelajaran dapat disajikan di mana dan kapan saja sesuai dengan yang diinginkan.

g. Meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses belajar menjadi lebih kuat/baik.

h. Memberikan nilai positif bagi pelajar.

Hasil penelitian penggunaan media interaktif berbasis web offline pada kelompok eksperimen ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media interaktif berbasis web offline pada konsep sistem pencernaan manusia dan hewan ruminansia pada kelompok eksperimen pada taraf kepercayaan 95% (α= 0.05) berpengaruh terhadap hasil belajar biologi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang dalam pembelajaran menggunakan bantuan slide powerpoint.

Suatu pembelajaran akan bermakna bila siswa mengalami aktivitas positif selama pembelajaran tersebut. Aktivitas siswa ini dapat terlihat pada saat pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran terlihat bahwa suasana belajar menjadi hidup sebab siswa ikut aktif dalam pembelajaran. Mereka mencari dan menemukan konsep-konsep penting dari materi pelajaran dengan membuka langsung materi pada halaman web offline. Dalam hal ini guru bertindak sebagai fasilitator dan mediator yang merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang dapat merancang keingintahuan siswa sehingga dalam pembelajaran lebih mengutamakan membangun pengetahuan siswa.

Selain itu pada proses pembelajaran di kelas siswa yang belajar dengan media interaktif berbasis web offline lebih bebas berpartisipasi dalam pembelajaran dengan memperhatikan instruksi dari guru dengan melihat dan mempelajari langsung materi ang ada pada halaman web offline. Mereka dapat mengembangkan pengetahuan yang mereka dapat dari halaman web yang berisi materi pelajaran yang sedang dipelajari. Siswa lebih berani mengemukakan pertanyaan saat terjadi kekeliruan atau kurang paham terhadap materi yang ada

pada halaman web offline ketika pembelajaran berlangsung tanpa takut salah dan menerima masukan dari siswa-siswa yang lain. Setiap siswa memberikan jawaban terbaik dalam mengisi page soal. Dalam hal ini terjadi interaksi antara siswa dengan siswa lain, saling menyimak saat temannya menjawab dan memperhatikan penjelasan dari guru saat memberikan penguatan (reinforcement). Melalui proses interaksi tersebut akan melatih siswa untuk mengembangkan kepekaan sosialnya tanpa menghambat kemajuan dirinya sendiri karena siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan komunikasi, partisipasi, motivasi, kreativitas, kemampuan berfikir kritis dan menghargai pendapat orang lain. Kondisi seperti ini membuat siswa tidak merasa jenuh dalam proses belajar mengajar sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Selama proses pembelajaran menggunakan media interaktif berbasis web offline siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan informasi yang baru diterimanya sehingga siswa dapat dengan mudah mempelajari informasi yang diberikan oleh guru. Selain itu dengan digunakannya media interaktif berbasis web offline pada pembelajaran, siswa bisa melihat materi pelajarannya secara jelas dan mempelajarinya dengan lebih bermakna yang menjadikan mereka menguasai konsep dan lebih memahami dalam menjawab soal-soal, sehingga mengakibatkan pengalaman mereka dapat bersifat tahan lama dalam ingatan mereka, selain itu pembelajaran menjadi lebih menarik. Berbeda dengan kelompok kontrol yang selama proses pembelajaran hanya berjalan seperti biasa dan dibantu dengan tampilan slide powerpoint, yang dilihat dari data yang diperoleh terlihat perbedaannya. Hal ini disebabkan karena mereka merasa bosan dengan model pembelajaran yang itu-itu saja dan kurang menarik perhatian siswa untuk mencari informasi yang lebih lagi, sehingga pemahaman siswa kurang dalam menguasai konsep, dan dalam menjawab soal-soal evaluasi belajar.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Afif Kurniawan, pembelajaran kimia dengan menggunakan media berbasis komputer memberikan kesan pembelajaran yang tidak membosankan, sedangkan pada kelompok yang menggunakan pembelajaran konvensional membuat pembelajaran kurang menarik

sehingga pada akhirnya hasil belajar yang diperoleh siswa lebih rendah dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis komputer berpengaruh positif terhadap hasil belajar kimia yang meningkat sebesar 45,70%.6

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Al Husni dkk., penggunaan model pembelajaran berbantuan web menyebabkan nilai rata-rata hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tanpa model pembelajaran berbantuan web. Peningkatan pemahaman konsep untuk kelas eksperimen dengan rata-rata gain yang dinormalisasi sebesar 0,43 dengan katagori sedang, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,34 dengan katagori sedang. Secara statistik antara perbandingan dua rerata kelas eksperimen dan kelas kontrol pada tingkat kepercayaan 95% terdapat peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen.7

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Amalia Firdausia pembelajaran dengan media web offline pembelajaran menjadi lebih bervariasi dan siswa lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.8 . Dengan demikian di dalam diri siswa telah terjadi belajar bermakna. Proses pembelajaran dengan media interaktif berbasis web offline membutuhkan pemahaman yang baik dari siswa terhadap materi pelajaran yang sedang dipelajari dan bisa membangun pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang lebih menekankan perkembangan konsep dan pengertian yang mendalam. Bila seseorang tidak mengkonstruksi pengetahuannya sendiri secara aktif maka pengetahuannya tidak akan berkembang.

6

Afif Kurniawan, “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Model Pembelajaran Aktif (Active Learning) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa”, (Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2009).

7Al Husni, “Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Web Pada Materi Fluida Statis Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Sma”, (Universitas Pendidikan Indonesia, 2010)

8

Amalia Firdausia, “Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas X Sman 8 Malang Berbasis Web Offline”, (Universitas Negeri Malang, 2011)

Namun ada beberapa masalah dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media interaktif berbasis web offline, misalnya kesulitan dalam menyiapkan perangkat-perangkat multimedia dan menyiapkan materi dalam halaman web. Meskipun demikian hal ini tidak begitu menghambat jalannya proses pembelajaran yang lebih menyenangkan, yaitu pembelajaran media interaktif berbasis web offline.

Penggunaan media interaktif berbasis web offline dapat membuat siswa lebih mengingat materi yang dipelajari. Hal ini sesuai dengan hasil riset dari Computer Technology Reaserch tahun 1993 bahwa ”Seseorang hanya dapat mengingat apa yang dilihat sebesar 20%, dan apa yang dia dengar sebesar 30%, apa yang dia dengar dan lihat sebesar 50%, dan sebesar 80% dari apa yang dia lihat, dengar, dan kerjakan secara simultan.” Pencapaian 80% tersebut sangat dimungkinkan dapat dicapai dengan menggunakan multimedia berbasis komputer yang interaktif.9

Secara garis besar, beberapa keuntungan menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran, yaitu10: (1) siswa dapat bekerja secara mandiri menurut tingkat kemampuannya atau dalam kelompok kecil, (2) lebih efektif untuk menjelaskan materi baru yang bersifat simulasi interaktif, (3) penilaian yang ada dapat memberikan umpan balik yang cepat pada siswa untuk mengetahui kemampuannya pada suatu masalah, atau materi tertentu sehingga dapat digunakan sebagai penilaian sumatif.

Dari keuntungan seperti yang disebutkan di atas, jadi dapat dikatakan bahwa penggunaan media interaktif berbasis web offline dapat memberikan nuansa baru untuk membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, efisien, dan menarik, serta dapat digunakan untuk pembelajaran mandiri maupun kelompok tergantung permasalahan yang harus dipecahkan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat dinyatakan bahwa penggunaan media interaktif

9

Winarno, dkk., Teknik Evaluasi Multimedia Pembelajaran, (Jakarta: Genius Prima Medika 2009), Cetakan pertama, h. 10

10

berbasis web offline mampu meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem penceraaan manusia dan hewan ruminansia.

61

BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media interaktif berbasis web offline berpengaruh positif terhadap hasil belajar biologi siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 3,964, dan nilai ttabel yaitu sebesar 1,667 yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, saran dalam penelitian ini adalah: 1. Guru hendaknya menggunakan media interaktif berbasis web offline sebagai

salah satu metode alternatif dalam proses pembelajaran, karena media interaktif berbasis web offline berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Sebaiknya saat membuat materi pelajaran dalam multimedia interaktif berbasis web offline disediakan pula page latihan soal yang interaktif dan dilengkapi dengan gambar-gambar.

3. Diharapkan ada penelitian lanjutan baik dengan konsep yang sama ataupun konsep yang berbeda, agar penelitian bisa lebih baik lagi.

62 Rineka Cipta, 2007.

---, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Arsyad, Azhar. Media Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2004. ---, Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo Persada,

2010.

Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011. Firdausia, Amalia. “Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Arab Siswa

Kelas X Sman 8 Malang Berbasis Web Offline”. Malang: UNM, 2011. Husni, dkk., “Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Web Pada Materi

Fluida Statis Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMA”, Jakarta: Prosiding Seminar Nasional Fisika: 2010.

Iska, Zikri Neni. Psikologi Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan. Jakarta: PT. Kizi Brother’s, 2008.

Indriana, Dina. Ragam Alat bantu Media Pengajaran. Yogyakarta: DIVA Press, 2011.

Kurniawan, Afif. “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Model Pembelajaran Aktif (Active Learning) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa”, Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2009.

Munadi, Yudhi. Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: GP Press, 2008.

Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: PT.Remaja Rosdakarya, 2007.

Prasetya, Agung Tri, dkk., “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Dengan Pendekatan Chemo-Edutainment Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia.” Semarang: UNS Volume 2, 2008.

Prawiradilaga, Dewi Salma., dan Siregar, Eveline. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2004.

Purwanto, M Ngalim. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar. Jogyakarta: Pustaka Belajar, 2007.

Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, 2009.

Roestiyah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Sofyan, Ahmad., dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press, Cet. I. 2006.

Subana. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV Pustaka Setia, 2009. Sudjana. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, 2005.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. XV. 2010.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, data diakses pada 8 November 2012 dari http://akhmadsudrajat.files. wordpress.com/2009/04/undang-undang-no-20-tentang-sisdiknas.pdf Uno, Hamzah B, dan Lamatenggo, Nina. Teknologi Komunikasi & Informasi

Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010.

Nugroho, Widyo, “Pemanfaatan Piranti Lunak Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Menunjang Profesionalisme Guru dan Mutu Pendidikan, Universitas Nasional”, (http://repository.gunadarma.ac.id).

Winarno, dkk. Teknik Evaluasi Multimedia Pembelajaran. Jakarta: Genius Prima Medika, Cetakan pertama, 2009.

Zulfiani, dkk. Strategi Pembelajaran Sains. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009.

ANALISIS JENJANG KOGNITIF

KISI – KISI INSTRUMEN KONSEP SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA DAN HEWAN RUMINANSIA

NO Aspek Kognitif Tahapan Berfikir Nomor Soal Jumlah Soal

1. C 1 Recall/ingatan/fakta 1, 2, 6, 11, 12, 18, 19, 20, 21, 29, 36, 38, 39, 40, 41. 15 2. C 2 Pemahaman/menjelaskan 3, 8, 9, 14, 16, 17, 23, 24, 27, 37, 42, 45, 47, 48. 14 3. C 3 Penerapan/aplikasi/diterapkan dalam situasi 4, 10, 15, 28, 30, 31, 32, 34, 35, 44, 46. 11 4. C 4 Analisis/menguraikan

informasi menjadi lebih jelas

5, 7, 13, 22, 25, 26, 33, 43, 49, 50.

Sub Konsep Indikator No Soal Kunci Jawaban Aspek Kognitif Sistem pencernaan dan proses pencernaan Menyebutkan bagian dari proses pencernaan

makanan.

1. Salah satu proses di bawah ini yang bukan bagian dari proses pencernaan makanan adalah . . . . a. Gerak peristatik b. Gerak rotasi c. Pencernaan mekanis d. Pencernaan kimiawi e. Absorpsi B C1 Mengidentifikasi zat makanan yang berguna bagi tubuh

2. Pencernaan Amilum mulai di dalam mulut karena ludah mengandung . . . . a. HCl b. Amilase c. Pepsin d. Maltase e. Laktase B C1 Menguraikan zat makanan yang berguna bagi tubuh

3. Selama pencernaan lemak di uraikan menjadi . . . . a. Gliserol – asam lemak

b. Monogliserid c. Digliserid d. Kilomikron e. Asam amino

A C2

antara zat makanan dengan kegunaannya bagi tubuh tulang ? a. Ca dan vitamin C b. Ca dan vitamin D c. Ca dan Fe d. K dan vitamin C e. Fe dan vitamin D Memilih organ yang tergolong kedalam organ pencernaan

5. Gambar dibawah ini adalah bagian dari saluran pencernaan

Bagian nomor 4 adalah organ ... dan berfungsi menghasilkan enzim...

a. lambung dan tripsin b. usus halus dan pepsin c. pankreas dan maltase d. lambung dan pepsin e. pankreas dan pepsin

zat makanan yang berguna bagi tubuh

energi paling tinggi saat metabolisme? a. Lemak b. Protein c. Karbihidrat d. Vitamin e. Hormon Mengenalikan nama-nama enzim dengan fungsinya.

7. Berikut ini adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas.

Pasangan yang benar nama enzim dan fungsinya adalah…. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 B C4 Organ pencernaan manusia Menjelaskan fungsi dari salah satu organ pencernaan

8. Dibawah ini merupakan fungsi hati, kecuali .…

a. Penghasil enzim lipase untuk mengubah lemak b. Penghasil getah empedu

d. Menimbunan zat-zat makanan dari darah e. Penyimpanan darah Menguraikan urutan saluran pencernaan yang benar.

9. Dari pilihan di bawah ini manakah urutan saluran pencernaan manusia yang benar ?

a. Mulut, kerongkongan, usus halus, lambung, usus besar b. Mulut, lambung, kerongkongan, usus halus, usus besar c. Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar d. Mulut, lambung, usus halus, kerongkongan, usus besar e. Mulut, lambung, usus halus, usus besar.

C C2

Melengkapi

mengenai fungsi hati dalam sistem pencernaan.

10. Fungsi hati selain untuk menyimpan gula, perombakan protein dan perombakan darah merah, juga berfungsi untuk . . . .

a. Memperlancar peredaran b. Menyimpan protein

c. Membentuk asam belerang d. Mengangkut sari makanan e. Menawarkan racun

E C3

Menyebutkan rasa yang terdapat pada indera pengecap

11. Rasa apa sajakah yang dapat dirasakan pada indera pengecap manusia? a. Manis, pahit, pedas dan asin

b. Manis, pahit, asin dan asam c. Manis, pedas, asin dan asam d. Manis, asam, pedas dan pahit e. Manis dan pahit saja

B C1

Menyebutkan organ yang tergolong ke dalam organ pencernaan

12. Organ pencernaan apakah yang ditunjukkan oleh huruf a, b dan c secara berurut ....

a.usus halus, usus besar, usus buntu b.usus besar, usus halus, usus buntu

d.usus besar, usus buntu, usus halus e.usus buntu, usus besar, usus halus

Menghubungkan pasangan antara protein dengan fungsinya.

13. Pernyataan berikut merupakan kegunaan makanan dalam tubuh 1. sumber energi utama tubuh

2. pembentuk antibodi dan hormon 3. sebagai bantalan organ

4. zat pembangun sel-sel yang rusak

Pasangan yang merupakan kegunaan protein adalah . . . . a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 1 dan 4 d. 2 dan 3 e. 2 dan 4 E C4 Merumuskan organ yang tergolong kedalam saluran dan kelenjar pencernaan

14. Organ-organ pada sistem pencernaan makanan manusia dapat dibedakan menjadi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Berikut ini, organ yang merupakan saluran pencernaan sekaligus kelenjar pencernaan adalah….

a. Pankreas dan hati b. Pankreas dan usus halus c. Lambung dan hati d. Lambung dan usus halus e. Hati dan pankreas

proses pencernaan yang terjadi di dalam mulut.

a. makanan akan makin cepat dicerna b. makanan dapat ditelan dengan cepat c. pencernaan menjadi kurang sempurna d. makanan akan terasa lezat

e. makanan menjadi kasar Menerangkan alur

perjalanan makanan

16. Kemanakah alur jalannya makanan setelah masuk dari lambung? a. ileum b. duodenum c. jejenum d. hepar e. esofagus B C2 Menerangkan tempat reabsorbsi air

17. Organ pencernaan makanan yang berfungsi sebagai tempat reabsorbsi air adalah .... a. Kolon b. Ileum c. Duodenum d. Pankreas e. Hati A C2 Menyebutkan tempat penyerapan makanan di dalam usus

18. Dimanakah proses penyerapan makanan terjadi? a. Ileum b. Lambung c. Kolon d. Duodenum e. Esophagus A C1 Menyebutkan bagian-bagian usus halus

19. Manakah berikut ini yang merupakan bagian dari usus halus? a. Duodenum, ileum dan jejenum

b. Jejenum, ileum dan usus buntu

d. Usus 12 jari, usus buntu dan jejenum e. Duodenum, ileum dan usus buntu Mengidentifikasi

proses

pembusukkan makanan di dalam usus.

20. Dimanakah terjadinya proses pembusukan zat-zat makanan?

a. Usus besar c. Usus halus e. Lambung dan usus halus b. Usus 12 jari d. Lambung

A C1

Menyebutkan tempat dan nama dari kelenjar ludah

21. Kelenjar ludah di dekat telinga di sebut …. a. Glandula sublingualis b. Glandula submandibularis c. Glandula maksilaris d. Glandula submaksilaris e. Glandula parotis E C1 Menghubungkan mengenai pencernaan lemak dengan proses perombakan yang terjadi pada lemak.

22. Dalam pencernaan makanan, lemak dirombak menjadi asam lemak dan gliserol. Proses ini terjadi karena ....

a. cairan empedu langsung memecah lemak menjadi asam lemak + gliserol

b. cairan empedu mengemulsikan lemak, kemudian lipase memecah emulsi lemak menjadi asam lemak + gliserol

c. enzim lipase langsung dapat memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

d. enzim entrokinase dapat langsung memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

e. enzim lipase memecah lemak menjadi glukosa, terus mengubahnya menjadi asam lemak dan gliserol

contoh pencernaan makanan yang terjadi di lambung

a. Mekanis oleh renin b. Kimiawi oleh HCl c. Kimiawi oleh Pepsin

d. Mekanik oleh gerak peristaltik e. Kimiawi oleh renin

Menjelaskan proses pencernaan di dalam usus

24. Manakah berikut ini yang merupakan proses pencernaan yang terjadi di dalam usus besar?

a. Membunuh kuman-kuman yang masuk dengan makanan b. Penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan c. Pencernaan karbohidrat dan lemak

d. Pelarutan vitamin yang larut dalam air e. Penghancuran makanan B C2 Memisahkan zat makanan yang mengalami pencernaan dan tidak mengalami pencernaan di dalam tubuh.

25. Tidak semua zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan akan mengalami pencernaan. Zat berikut apabila terdapat dalam bahan makanan tidak akan mengalami pencernaan adalah….

a. Amilum b. Karbohidrat c. Lemak d. Vitamin e. Protein D C4

nama, sumber, dan fungsi dari zat makanan yang berguna bagi tubuh. adalah.... Menjelaskan zat makanan yang berguna bagi tubuh

27. Melalui apakah glukosa, asam amino, mineral dan vitamin diserap ? a. Pembuluh limfa

Dokumen terkait