BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Pembahasan
1. Mandiri 44 93,6
2. Tidak Mandiri 3 6,4
Jumlah 47 100,0
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kemampuan fungsional lansia untuk mengontrol BAB dan BAK mayoritas mandiri yaitu 44 orang (93,6%).
Kemampuan fungsional lansia untuk makan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.7. Distribusi Frekuensi Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Makan Di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan
No. Kemampuan fungsional Untuk Makan Jumlah Persentase (%) 1. Mandiri 44 93,6 2. Tidak Mandiri 3 6,4 Jumlah 47 100,0
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa kemampuan fungsional lansia untuk makan mayoritas mandiri (tanpa bantuan) yaitu 44 orang (93,6%).
5.2. Pembahasan
5.2.1. Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Mandi
Pengkajian kemampuan fungsional merupakan pengukuran kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari – hari secara mandiri. Penentuan kemandirian fungsional dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan dan
keterbatasan klien, serta menciptakan pemilihan intervensi yang tepat. Kemampuan fungsional ini harus dipertahankan semandiri mungkin (Kushariadi, 2009).
Kemampuan fungsional lansia di panti werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan untuk mandi mayoritas mandiri sebanyak 38 orang (80,9%). Hal ini disebabkan karena lansia yang berada di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan memiliki kebiasaan melakukan aktivitas yang membuat anggota tubuh tidak mengalami gangguan, sehingga mempengaruhi kepadatan tulang dan sendi yang berdampak positive terhadap kemampuan fungsional lansia dalam hal mandi. Mandi merupakan rutinitas yang dianggap lansia bermanfaat untuk kesehatannya. Lansia di panti werdha ini dianggap mampu melakukan perawatan bagi dirinya sendiri, padahal diketahui mayoritas lansia berusia antara 75-90 tahun (53,2%), dan mempunyai indikasi penyakit kronis (55,3%). Lansia mandiri sewaktu mandi dikarenakan tidak ada kelainan pada gerak anggota tubuh, karena segala aktifitas di kerjakan sendiri dan lansia yang berada di panti UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan.Selain itu lansia juga mendapat perhatian pemeliharaan kesehatan dari petugas poliklinik panti, Hal ini sejalan dengan pendapat Kane (2001) bahwa seseorang dengan usia kronologik baru 55 tahun, tetapi sudah menunjukkan berbagai penurunan anatomik dan fungsional yang nyata akibat umur biologiknya yang sudah lanjut sebagai akibat tidak baiknya faktor nutrisi, pemeliharaan kesehatan, dan kurangnya aktivitas. Penurunan anatomik dan fungsional dari organ-organ tersebut akan menyebabkan lebih muda timbulnya penyakit pada organ tersebut
(predileksi). Sedangkan lansia yang berada di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan mayoritas mandiri dengan umur 75-90 tahun dikarenakan adanya pemeliharaan kesehatan yang rutin dan banyaknya lansia melakukan aktivitas sendiri, sehingga tidak menimbulkan penyakit pada organ sendi dan tulang yang membuat kemampuan lansia dalam hal mandi didapat hasil mayoritas mandiri.
5.2.2. Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Berpakaian
Kemampuan fungsional lansia untuk berpakaian mayoritas yang mandiri (seluruhnya tanpa bantuan) sebanyak 40 orang (85,1%). Kemandirian lansia pada saat berpakaian merupakan hal yang dianggap lansia tidak begitu sulit, hal ini disebabkan karena kebanyakan lansia memang dapat berpakaian sendiri tetapi terkesan tidak rapi. Hal ini kemungkinan pakaian yang dikenakan lansia merupakan cara berpakaian yang seadanya, ditambah lagi adanya anggapan lansia bahwa berpakaian yang rapi tidak begitu perlu. Hal ini disebabkan karena lansia yang berada di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan memiliki kebiasaan melakukan aktivitas yang membuat anggota tubuh tidak mengalami gangguan, sehingga mempengaruhi kepadatan tulang dan sendi yang berdampak positive terhadap kemampuan fungsional lansia dalam hal berpakaian. Lansia yang berada di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan mayoritas mandiri dengan umur 75-90 tahun dikarenakan adanya pemeliharaan kesehatan yang rutin dan banyaknya lansia melakukan aktivitas sendiri, sehingga tidak menimbulkan penyakit pada organ sendi
dan tulang yang membuat kemampuan lansia dalam hal mandi didapat hasil mayoritas mandiri.
5.2.3. Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Pergi Ke Toilet
Kemampuan fungsional lansia untuk pergi ke toilet mayoritas mandiri sebanyak 36 orang (76,6%). Ada beberapa lansia yang mengalami penyakit dan mandiri untuk pergi ke toilet dikarenakan pihak panti werdha mengajarkan para lansia untuk dapat mandiri dalam mengerjakan aktivitas sehari – hari sehingga para lansia yang berada di panti menunjukkan kemampuan fungsionalnya mayoritas mandiri. Walaupun mengalami kemunduran struktur dan fungsi organ, kondisi tersebut dilakukan pemantauan oleh petugas poliklinik panti sehingga mempengaruhi kemandirian dan kesehatan lanjut usia. Para lansia yang berada dipanti sering melakukan gotong-royong dan senam pagi sehingga mempengaruhi kemampuan fungsional lansia.Kecepatan proses menua setiap individu pada organ tubuh tidak akan sama.. Hal ini sesuai dengan pendapat Stockslager (2003) bahwa pada lansia yang terjadi penurunan fungsi sistem muskuluskletal, yaitu adanya peningkatan jaringan adiposa, penurunan masa tubuh yang tidak berlemak dan kandungan mineral tubuh, penurunan pembentukan kolagen dan masa otot, penurunan viskositas cairan sinovial dan lebih banyak membran sinovial yang fibritik dapat diminimalisasikan dengan melakukan pergerakan aktif sendi setiap hari. Lansia dapat melakukan kemampuan fungsional pergi ke toilet dikarenakan penurunan fungsi sistem
muskuluskletal diminimalisasikan dengan cara adanya. program rutin panti melakukan gotong-royong setiap senin dan kamis, dan senam pagi setiap selasa dan sabtu
5.2.4. Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Berpindah Tempat
Kemampuan fungsional lansia untuk berpindah tempat mayoritas mandiri (tanpa bantuan) sebanyak 36 orang (76,6%). Kemandirian lansia untuk berpindah tempat dikarenakan lansia masih dapat melakukan gerak anggota tubuh yang dibantu dengan cara pengontrolan kesehatan lansia, adanya aktivitas-aktivitas rutin yang sangat mempengaruhi kemampuan fungsional lansia. Lansia dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang ringan seperti duduk, berpindah tempat dan jalan tanpa adanya bantuan. Lansia yang dapat beraktivitas ringan masih mempunyai kondisi tubuh yang masih dianggap cukup baik untuk golongan lansia. Menurut Kane (2001) bahwa perubahan yang terjadi pada lanjut usia kadang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan nilai fungsional yang terlihat normal pada lansia. Dibantu dengan adanya program rutin panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan melakukan gotong-royong setiap senin dan kamis, dan senam pagi setiap selasa dan sabtu
5.2.5. Kemampuan Fungsional Lansia Untuk Mengontrol BAB dan BAK
Kemampuan fungsional lansia untuk mengontrol BAB dan BAK mayoritas mandiri sebanyak 44 orang (93,6%), hal ini disebabkan karena lansia yang berada di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan dilatih kemampuan kognitifnya sehingga lansia mayoritas terlatih pola
fikirnya untuk mengontrol BAB dan BAK untuk tidak membuangnya di sembarang tempat. Hal ini sesuai dengan pendapat Darmojo (2004) bahwa penurunan kemampuan fungsi intelektual dan memori mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol BAB dan BAK, hilangnya fungsi intelektual dan inggatan /memori sedemikian berat menyebebkan disfungsi hidup sehari-hari.
5.2.6. Kemampuan Lansia Untuk Makan
Kemampuan fungsional lansia untuk makan mayoritas mandiri sebanyak 44 orang (93,6 %).Hal ini disebabkan karena Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan memiliki tujuan untuk lansia yang berada di panti agar dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari secara mandiri, sehingga lansia yang berada di panti memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya secara mandiri. Meskipun lansia di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan mandiri untuk makan, tetapi keinginan lansia untuk mengkonsumsi makan yang sudah menurun. Hal itu terlihat dari pantauan yang peneliti lakukan pada saat waktu makan siang, terdapat sisa makanan yang tidak habis dimakan, selain itu penurunan keinginan lansia untuk mengkonsumsi makanan dipengaruhi oleh kekuatan untuk mengunyah makanan juga menurun akibat tidak lengkapnya gigi, gangguan dari penyakit kronis maupun akut dan lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Nugroho (2008) bahwa lansia mengalami proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki
diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang di derita.
Kemampuan lansia secara keseluruhan mandiri disebabkan karena lansia yang mengalami berbagai masalah kesehatan terus – menerus dilakukan pantauan kesehatan oleh petugas poliklinik panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan. Lansia yang mengalami masalah kasehatan di beri pemahaman untuk pergi ke poliklinik yang berada masih dalam kawasan panti jika merasa memiliki keluhan kesehatan. Hari senin-kamis dilakukan gotong royong dan hari selasa-sabtu dilakukan senam pagi agar lansia tidak mengalami gangguan anggota gerak, persendian dan tulang sehingga lansia dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Lansia masih dapat melakukan aktivitas yang tidak berat seperti mandi, berpakaian, berjalan, ke toilet dan makan dengan hasil dapat dikatakan mandiri. Hanya beberapa orang lansia saja yang tidak dapat melakukan aktivitas seperti mandi, berpakaian, berjalan, mengontrol BAK dan BAB, hal ini disebabkan karena lansia harus memakai alat bantu seluruhnya sehingga sulit melakukan aktivitas tersebut secara mandiri. Memberdayakan penduduk lansia potensial dalam berbagai aktifitas produktif merupakan salah satu upaya penunjang kemandirian lansia, tidak saja dari aspek ekonomi tetapi sekaligus pemenuhan kebutuhan psikologi, social, budaya, dan kesehatan
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Kemampuan Fungsional Lansia Di Panti werda UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia & Anak Balita Wilayah Binjai & Medan diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Karakteristik lansia mayoritas berusia antara 75-90 tahun 25 orang (53,2%), berjenis kelamin perempuan 35 orang (74,5%), bersuku Jawa 23 orang (48,9%), beragama Islam 43 orang (91,5%), tidak bersekolah 23 orang (36,2%), lama di panti antara 1 – 5 tahun 22 orang (46,8%), mempunyai indikasi penyakit kronis 26 orang (55,3%) dan lama penyakit yang dialami 1-5 tahun 34 orang (72,3%). Kemampuan fungsional lansia untuk mandi mayoritas mandiri (dapat mengerjakan sendiri) yaitu 38 orang (80,9%), dan yang tidak mandiri (bagian tertentu dibantu) yaitu 9 orang (19,1%). Kemampuan fungsional lansia untuk berpakaian mayoritas mandiri (seluruhnya tanpa bantuan) yaitu 40 orang (85,1%) dan yang tidak mandiri (bagian tertentu saja yang di bantu) yaitu 7 orang (14,9%). Kemampuan fungsional lansia untuk pergi ke toilet mayoritas mandiri (dapat mengerjakan sendiri) yaitu 36 orang (76,6%) dan yang tidak mandiri (memerlukan bantuan atau tidak dapat pergi ke WC) yaitu 11 orang (23,4%). Kemampuan fungsional lansia untuk berpindah tempat mayoritas mandiri (tanpa bantuan) yaitu 36 orang (76,6%), dan yang tidak mandiri (dengan bantuan atau tidak dapat melakukan) yaitu 11 orang (23,4%). Kemampuan fungsional lansia untuk mengontrol BAK dan BAB mayoritas mandiri yaitu 44 orang
(93,6%) dan paling sedikit yang tidak mandiri yaitu 3 orang (6,4%). Kemampuan fungsional lansia untuk makan mayoritas mandiri (tanpa bantuan) yaitu 44 orang (93,6%) dan paling sedikit yang tidak mandiri (memerlukan bantuan) yaitu 3 orang (6,4%).
6.2. Saran-saran
Adapun saran-saran yang dapat disampaikan peneliti adalah:
1. Bagi Petugas Panti Werda
Dalam melaksanakan perawatan terhadap lansia sebaiknya petugas panti mengetahui keterbatasan kemampuan fungsional lansia, sehingga lansia menjadi lebih tenang dan nyaman dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.
2. Bagi Panti Werdha
Sebagai masukan bagi panti werda dalam perawatan lansia tentang kemampuan fungsional, agar dapat semakin memandirikan lansia dalam aktivitas kehidupan sehari – hari.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya agar penelitian tentang kemampuan fungsional lanjut usia dapat lebih sempurna..
Untuk penelitian lanjutan mengenai variabel-veriabel lain tentang topik lansia yang lebih mendalam lagi jumlah sampel perlu ditambahkan supaya hasilnya lebih representatif .
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek, Edisi revisi 6, Jakarta : Rineka Cipta
Badiah, S (2009). Lanjut usia dan keperawatan gerontik, Yogjakarta:Nuha Medika. Darmojo, B. (2009). Geriatrik (ilmu kesehatan usia lanjut. Ed.1), Jakarta: FKUI.
Hidayat, A.A. (2007). Metode penelitian keperawatan dan tehnik analisa data,
Jakarta: Salemba Medika.
Hutapea, R. (2005). Sehat dan Ceria di Usia Senja Melangkah Dengan Anggun, . Jakarta : Rineka Cipta.
Hutapea, R. (2005). Sehat dan Ceria di Usia Senja Suatu Awal Baru, Jakarta: Rineka Cipta.
Kushariyadi. (2010). Asuhan Keperawatan Pada klien Lansia, Jakarta: Salemba Medika.
Mckenzie, J. (2006). Kesehatan Masyarakat suatu pengantar edisi 4, Jakarta: EGC. Nugroho, W. (2008). Keperawatan gerontik & geriatri,. Jakarta: EGC.
Nursalam. (2003). Konsep & penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan,
Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2002). Metodologi penelitian kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.
Pujiastuti, S. (2003). Fisioterapi Pada Lansia, Jakarta: EGC.
Riwayadi, S (2000). Kamus lengkap bahasa Indonesia, Surabaya: Sinar Terang
Tamher, S. (2009). Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan asuhan keperawatan, Jakarta: Salemba Medika
Stevens, P. (2000). Ilmu keperawatan jilid 1edisi 2, Jakarta: EGC.
Stockslager, J. (2007). Asuhan Keperawatan Geriatriedisi 2, Jakarta: EGC. Watson, R. (2003). Perawatan Pada Lansia, Jakarta: EGC.
Lampiran 3
. PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Judul Penelitian : Kemampuan Fungsional Lansia di Panti Werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan
Nama Mahasiswa : Rahmayati
Nama tersebut diatas adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui gambaran kemampuan fungsional lansia di panti werdha UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita Wilayah Binjai dan Medan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai salah satu tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan.
Setelah mendapat penjelasan tentang penelitian yang dilakukan sesuai dengan judul yang diatas, maka saya bersedia menjadi responden untuk memberikan jawaban sesuai dengan pengetahuan saya. Partisipasi saya dalam penelitian ini adalah sukarela dan tanpa pengaruh dari pihak manapun.
Peneliti menjamin kerahasiaan identitas dan informasi yang saya berikan, informasi ini hanya digunakan untuk kepentingan penelitian serta pengembangan ilmu keperawatan.
Demikian keterangan persetujuan ini saya perbuat, semoga dapat digunakan seperlunya.
Binjai, November 2010
Peneliti, Responden,
Lampiran 4
KUESIONER
Kemampuan Fungsional lansia
PETUNJUK
1. Membacakan pertanyaan yang ada pada Instrumen dengan jelas kepada responden.
2. memberikan tanda check list (√) pada jawaban yang telah diberi kotak pilihan sesuai jawaban responden.
A. DEMOGRAFI
1. Inisial nama :
2. Usia : 45-59 tahun 60-74 tahun
: 75-90 tahun > 90 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
4. Suku : Batak Melayu
Minang Jawa
Karo Aceh
5. Agama : Islam Kristen Katolik
Kristen protestan Hindu
Budha
6. Pendidikan Terakhir : SD Sarjana SMP tidak sekolah SMA
7. Indikasi penyakit : Kronik lainnya Akut
1 -5 tahun
8. Lama di Panti : 1 minggu – 1 tahun > 5 tahun 1 -5 tahun
B. KEMAMPUAN FUNGSIONAL LANJUT USIA
Berikan tanda check list (√) pada tiap aktivitas,mandiri atau tidak mandiri.
No AKTIVITAS MANDIRI TIDAK MANDIRI
1 Mandi Dapat mengerjakan sendiri
bagian tertentu dibantu atau seluruhnya dibantu
2 Berpakaian Seluruhnya tanpa bantuan
bagian tertentu dibantu atau Seluruhnya dengan bantuan
3 Pergi ke toilet
Dapat mengerjakan sendiri
Memerlukan bantuan atau Tidak dapat pergi ke WC
4 Berpindah (berjalan)
Tanpa bantuan Dengan bantuan atau Tidak dapat melakukan
5 BAB dan BAK
Dapat mengontrol Kadang-kadang ngompol / defekasi di tempat tidur atau Dibantu seluruhnya dengan alat
6 Makan Tanpa bantuan Perlu bantuan dalam hal-hal tertentu atau Seluruhnya dibantu
Lampiran 6
Karakteristik Lansia
Umur Lansia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 45 - 59 tahun 1 2.1 2.1 2.1 60 - 74 tahun 19 40.4 40.4 42.6 75 - 90 tahun 25 53.2 53.2 95.7 90 tahun keatas 2 4.3 4.3 100.0 Total 47 100.0 100.0 Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Laki-laki 12 25.5 25.5 25.5
Perempuan 35 74.5 74.5 100.0
Total 47 100.0 100.0
Suku Bangsa
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Batak 10 21.3 21.3 21.3 Minang 8 17.0 17.0 38.3 Karo 2 4.3 4.3 42.6 Melayu 4 8.5 8.5 51.1 Jawa 23 48.9 48.9 100.0 Total 47 100.0 100.0
Agama
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Islam 43 91.5 91.5 91.5
Kristen 4 8.5 8.5 100.0
Total 47 100.0 100.0
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SD 17 36.2 36.2 36.2
SMA 7 14.9 14.9 51.1
Tidak Sekolah 23 48.9 48.9 100.0
Total 47 100.0 100.0
Lama Di Panti
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid < 1 Tahun 4 8.5 8.5 8.5
1 – 5 Tahun 22 46.8 46.8 55.3
>5 Tahun 21 44.7 44.7 100.0
Total 47 100.0 100.0
Indikasi Penyakit
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Kronik 26 55.3 55.3 55.3
Akut 15 31.9 31.9 87.2
Lainnya 6 12.8 12.8 100.0
Lama Penyakit Yang Dialami
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 1 minggu-1 tahun 9 19.1 19.1 19.1
1 – 5 Tahun 34 72.3 72.3 91.5
> 5 Tahun 4 8.5 8.5 100.0
Total 47 100.0 100.0
Kemampuan Lansia
Mandi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Mandiri 38 80.9 80.9 80.9
Tidak Mandiri 9 19.1 19.1 100.0
Total 47 100.0 100.0
Berpakaian
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Mandiri 40 85.1 85.1 85.1
Tidak Mandiri 7 14.9 14.9 100.0
Total 47 100.0 100.0
Pergi Ke Toilet
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Mandiri 36 76.6 76.6 76.6
Tidak Mandiri 11 23.4 23.4 100.0
Berpindah
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Mandiri 36 76.6 76.6 76.6
Tidak Mandiri 11 23.4 23.4 100.0
Total 47 100.0 100.0
Mengontrol BAB & BAK
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Mandiri 3 6.4 6.4 6.4
Mandiri 44 93.6 93.6 100.0
Total 47 100.0 100.0
Makan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak Mandiri 3 6.4 6.4 6.4
Mandiri 44 93.6 93.6 100.0
Lampiran 7
Daftar Riwayat Hidup
Nama : Rahmayati
Tempat Tanggal Lahir : Sei Balai, 11 Mei 1988 Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jalan Nilam 19 No. 33 Perumnas Simalingkar Medan
Riwayat Pendidikan : 1. SD Negeri 089006 Medan
2. SMP Perguruan Al-Azhar Medan 3. SMAN 17 Medan