• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.7. Pembahasan

Retribusi merupakan pembayaran wajib dari penduduk kepada negara karena adanya jasa tertentu yang diberikan oleh negara bagi penduduknya secara pribadi. Yang diharapkan dapat membantu sumber pembiayaan daerah dalam menyelenggarakan pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Retribusi Daerah dipungut atas balas jasa sehingga pembayarannya dapat dilakukan berulang kali. Siapa yang menikmati jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dapat dikenakan tarif retribusi.

Jasa yang di maksud jasa yang bersifat langsung, yaitu hanya yang membayar retribusi yang menikmati balas jasa dan negara. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga merupakan pelayanan tempat rekreasi, parawisata dan olahraga yang disediakan pemerinta. Dan hasilnya nanti akan berpengaruh pada penerimaan pendapatan asli daerah. Hasil pengujian secara parsial akan menunjukkan variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah di sumatera utara. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan searah retribusi tempat rekreasi dan olahraga terhadap pendapatan asli daerah, dalam arti jika retribusi tempat rekreasi dan olahraga meningkat maka pendapatan asli daerah juga meningkat.

Pendapatan retribusi daerah memiliki kontribusi yang besar dalam penerimaan pendapatan asli daerah. Kemampuan retribusi daerah yang dimiliki setiap daerah merupakan salah satu indikator kesiapan pemerintah daerah dalam berotonomi daerah.

Pemberlakuan retribusi daerah sebagai sumber penerimaan daerah pada dasarnya tidak hanya menjadi urusan pemerintah daerah sebagai pihak yang menetapkan dan memungut retribusi daerah, tetapi juga berkaitan dengan masyarakat pada umumnya. Masyarakat juga

diminta agar perlu memahami ketentuan retribusi daerah dengan jelas agar mau memenuhi kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.

Pendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Sumber – sumber PAD yaitu, hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan lain-lain PAD yang sah. Peningkatan pendapatan asli daerah tentunya tidak terlepas dari kemampuan pemerintah dalam membina masyarakat dan unsure swasta dalam mewujudkan berbagai bidang usaha, untuk selanjutnya dapat memberikan masukan terhadap daerah.

Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu satu variabel bebas Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga dan satu variabel terikat yaitu Penerimaan Pendapatan Asli Daerah.

Total responden penelitian ini berjumlah 100 responden yang didapat dengan menggunakan rumus populasi diketahui jumlahnya. Keseluruhan responden terbagi atas 48 laki-laki dan 52 perempuan yang didominasi oleh perempuan, responden juga didominasi dengan usia 20-30 tahun. Dilihat dari keseluruhan data juga dapat diketahui bahwa mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga berpengaruh positif terhadap penerimaan pendapatan asli daerah di Sumatera Utara . Hal ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan searah antara retribusi tempat rekreasi dan olahraga dengan pendapatan asli daerah. Retribusi retribusi tempat rekreasi dan olahraga dengan mempertimbangkan aspek

penyedia jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan tertentu sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Marihot dimana retribusi retribusi tempat rekreasi dan olahraga sangat berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan asli daerah itu sendiri. Semakin meningkatnya hasil retribusi tersebut maka pendapatan asli daerah juga meningkat, begitu juga dengan sebaliknya jika retribusi yang diterima tidak sesuai dengan target maka pendapatan asli daerah menurun.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui Structural Equation Modelling (SEM) mendapatkan nilai R Square pendapatan asli daerah sebesar 0,656 hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variable bebas (retribusi tempat rekreasi dan olahraga) terhadap variable terikat (pendapatan asli daerah) adalah sebesar 65,6%,dan sisanya 34,4%

dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Maka dapat di katakan bahwa variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga (X) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap pendapatan asli daerah (Y). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hubungan variabel retribusi retribusi tempat rekreasi dan olahraga dengan pendapatan asli daerah menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar 0,810 dengan nilai T-statistic sebesar 18,655.

Nilai tersebut lebih besar dari T-table (1,66). Hasil ini menunjukkan bahwa retribusi tempat rekreasi dan olahraga memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap penerimaan pendapatan asli daerah yang berarti sesuai dengan hipotesis Ha yang telah diberikan diawal.

Dengan kata lain hipotesis Ho ditolak dan hipotesis Ha diterima.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan dan hasil penelitian yang telah dideskripsikan pada bab sebelumnya maka penulis merumuskan kesimpulan penelitian sebagai berikut :

5.1.1. Berdasarkan hasil pengujian path analysis pada pengaruh variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga terhadap variabel pendapatan asli daerah diperoleh hasil koefisien pengaruh dari variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga adalah sebesar 0,810 terhadap pendapatan asli daerah. Dari hasil tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan asli daerah di Sumatra Utara.

5.1.2. Berdasarkan pengujian signifikansi parsial dengan uji-t ditemukan nilai T-statistic adalah 18,655 dengan nilai T-table 1.66, maka T-statistic >T-table (18,655 >1,66) dan signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel retribusi tempat rekreasi dan olahraga berpengaruh positif dan signifikan (0,000 < 0,05) terhadap pendapatan asli daerah di Sumatera Utara.

5.1.3. Berdasarkan pengujian koefisien determiasi ditemukan nilai R Square adalah 0.656.

Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh retribusi tempat rekreasi dan olahraga terhadap penerimaan pendapatan asli daerah di Sumatera Utara adalah sebesar 65,6%, sedangkan 34,4% yang lain adalah pengaruh variabel lain di luar penelitiaan ini.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis merekomendasikan dan memberikan saran sebagai berikut :

5.2.1. Guna lebih meningkatkan retribusi tempat rekreasi dan olahraga, maka disarankan agar Kolam Renang Selayang lebih meningkatkan kebersihan dan kenyamanan tempat, agar masyarakat lebih nyaman dan aman ketika berada di tempat. Dengan begitu penerimaan retribusi tempat rekreasi dan olahraga akan meningkat dan mempengaruhi pendapatan asli daerah Sumatera Utara

5.2.2. Bagi pihak Kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Sumatera Utara dapat mempertahankan kejujuran, profesionalitas serta kualitas pelayanan fiskus sehingga yang melaksanakan kewajiban retribusi derah dapat merasa puas dan semakin patuh.

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah., Hartono,. 2015. Partial Least Square (PLS) – Alternatif Equation Modelling (SEM) dalam Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset

Abdul, Halim, 2001. Manajemen Keuangan Daerah . Yogyakarta: Penerbit Bunga Rampai.

______. 2002. Akuntansi Sektor Publik Keuangan Daerah. Jakarta. Edisi Pertama Salemba Empat

______. 2004. Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Boediono, 2001. Perpajakan Indonesia. Jakarta: Diadit Media

Basuki,S.H. 2007. Pengelolaan Keuangan Daerah. Yogyakarta: Kreasi Wacana Darwin, Drs. 2010. Pajak Dan Retribusi Daerah. Jakarta :MitraWacana Media

Hartono, J. M., dan Abdillah W., 2014, Konsep Aplikasi PLS (Partial Least Square) untuk penelitian empiris, Edisi Pertama. Cetakan Kedua, BPFE, Yogyakarta.

Haula Rosdiana & Edi Slamet.2012. Pengantar Ilmu Pajak: Kebijakan dan Implementasi di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Kesit, Bambang Prakosa. 2005. Pajak dan Retribusi Darah. Cetakan Kedua.

Yogyakarta: UII Perss

Mardiasmo. 2008. Otonomi dan Manajemen Keungan Daerah. Andi, Jakarta Martono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Musgrave, R.A. dan Musgrave, P. B, 1991. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek

Saragih. Juli Panglima. 2003. Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah dalam Otonomi.

Ghila Indonesia Jakarta

Siagian, Sondang P. 2003. Filsafat Administrasi. Jakarta: Gajah Mada University

Solihin, Dadang. 2002. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Jakarta:

PT Gramedia

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D . Bandung: Alfbeta

Suparmoko, 2002. Ekonomi Publik: Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah.

Edisi Pertama, Penerbit Andi: Yogyakarta

Sumber Undang – Undang :

Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah

Sumber Skripsi & Jurnal :

Burhanuddin Kiyai. 2007. Kontribusi Retribusi Daerah terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Adiministrasi Publik.

Zahari MS. 2016. Pengaruh Pajak dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sarolangun. Jurnal Manajemen, Vol.7 No.2 Safrita. 2011. Pengaruh Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura. Jurnal Ekonomi

Siregar, Amri. 2009. Analisis Tingkat Efektifitas Pajak dan Retribusi Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara

Sumber Internet:

https://sumatra.bisnis.com/read/20180717/533/817533/juni-2018-realisasi-pad-sumut-masih-43-dari-target-rp542-triliun (diakses 17 Juli 2018)