BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Pengaruh Rasio Desentralisasi Fiskal terhadap Efisiensi PAD Berdasarkan hasil pengujian secara parsial, pengaruh rasio desentralisasi fiskal terhadap efisiensi PAD dengan menggunakan program SPSS diperoleh thitung sebesar -21,801 dan ttabel sebesar 12,706 dengan nilai signifikansi 0,029. Karena thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa rasio desentralisasi fiskal berpengaruh signifikan terhadap efisiensi PAD, tetapi tidak berpengaruh positif dikarenakan tingkat penerimaan daerah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah.
2. Pengaruh Rasio Ketergantungan terhadap Efisiensi PAD
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial, pengaruh rasio ketergantungan keuangan daerah terhadap efisiensi PAD dengan menggunakan program SPSS diperoleh thitung sebesar 9,277 dan ttabel
sebesar 12,706 dengan nilai signifikansi 0,068. Karena thitung < ttabel dan nilai probabilitasnya > 0,05, maka hipotesis ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa rasio ketergantungan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah.
3. Pengaruh Rasio Kemandirian terhadap Efisiensi PAD
Berdasarkan hasil pengujian secara parsial, pengaruh rasio kemandirian keuangan daerah terhadap efisiensi PAD dengan menggunakan program SPSS diperoleh thitung sebesar 21,799 dan ttabel
sebesar 12,706 dengan nilai signifikansi 0,029. Karena thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa rasio kemandirian berpengaruh signifikan terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah.
Penelitian terdahulu, La Ode Abdul Wahab dkk (2016) yaitu meneliti tentang analisis kemampuan keuangan daerah pemerintah Kabupeten Jayapura yakni pada tingkat ketergantungan keuangan daerah masuk dalam kriteria daerah dengan tingkat ketergantungan yang masih sangat tinggi dan menyebabkan tingkat kemandirian daerah sangat kurang sehingga dengan sendirinya tingkat desentralisasi fiskal juga masuk dalam kriteria sangat kurang. Namun efektifitas dan efisiensi penerimaan PAD Kabupaten Jayapura sudah sangat efektif dan efisien, akan tetapi harus ditingkatkan sehingga dapat mengurangi ketergantungan keuangan daerah Kabupaten Jayapura terhadap pemerintah pusat.
Penelitian ini sama-sama mendapatkan hasil pada tingkat ketergantungan keuangan daerah Kabupaten Gowa dalam kategori sangat tinggi. Pada tingkat kemandirian keuangan daerah Kabupaten Gowa dalam kategori kurang. Pada tingkat desentralisasi fiskal dalam kategori kurang. Dan pada tingkat efisiensi Pendapatan Asli Daerah hasil yang didapatkan berbeda, yakni pada penelitian yang dilakukan La Ode Abdul Wahab dkk, nilai efisiensi Pendapatan Asli Daerah dalam kategori sangat efisien.
68 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya < 0,05, yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa rasio desentralisasi fiskal berpengaruh signifikan terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah, tetapi tidak berpengaruh positif.
2. Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung < ttabel dan nilai probabilitasnya > 0,05, yang berarti hipotesis ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa rasio ketergantungan keuangan daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah.
3. Hasil pengujian secara parsial diperoleh thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya < 0,05, yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa rasio kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah.
B. Saran
Berdasarkan hasil analisis rasio dan uji hipotesis kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Gowa serta beberapa kesimpulan yang telah dibuat, maka peneliti dapat memberikan saran-saran yang sekiranya bisa dipertimbangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Gowa dalam rangka meningkatkan kinerja keuangannya, antara lain:
1. Pemerintah daerah Kabupaten Gowa sebaiknya mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana ekstern atau bantuan pemerintah pusat dan provinsi dengan cara mengelola pemungutan Pendapatan Asli Daerah secara spesifik, yaitu dengan memperbaiki sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah yang menjadi sumber yang dapat meningkatkan PAD sehingga potensi yang ada bisa dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa.
2. Pemerintah daerah Kabupaten Gowa dapat menggunakan analisis rasio keuangan untuk melakukan penilaian dan evaluasi kinerja untuk kepentingan manajemen birokrasi pemerintahan serta untuk menambah kualitas sistem informasi keuangan daerah.
3. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggunakan rasio yang berbeda dari penelitian ini, sehingga dengan adanya perbedaan rasio yang digunakan, maka kemungkinan semua variabelnya dapat berpengaruh signifikan dan positif terhadap efisiensi Pendapatan Asli Daerah.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Oesi. 2013. Jurnal Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah dan Tingkat Kemandirian Daerah Di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Kota Malang (Tahun Anggaran 2007-2011). Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Brawijaya.
Bastian. 2006. Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Djaenuri. 2012. Hubungan Keuangan Pusat – Daerah, Elemen-elemen Penting Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Bogor: Ghalia Indonesia.
Fidel. 2013. Using Multivariate Statistic. Boston: Pearson Education.
Ghozali, Imam. 2009. Ekonometrika: Teori, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS 17.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Halim Abdul dan Kusufi. 2012. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Halim Abdul. 2001. Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.
Halim Abdul. 2004. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta:
Salemba Empat.
Halim Abdul. 2012. Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.
Hutauruk, M.R. 2017. Akuntansi Perusahaan Jasa. Jakarta: Indeks.
Mahmudi. 2010. Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Edisi Kedua.
Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Mahmudi. 2010. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIMYKPN.
Mamesah. 1995. Sistem Administrasi Keuangan Daerah. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Munawir. 2010. Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat. Yogyakarta: Liberty.
Mursyidi. 2013. Akuntansi Pemerintah di Indonesia. Bandung: PT Refika Aditama.
Mutia, Nila. 2009. Tesis: Usulan Rancangan Indikator Pengukuran Kinerja Service Scorecard untuk Kualitas Jasa pada Diklat Pelayanan. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2003. Undang-Undang republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 pasal 3 ayat 4 tentang Fungsi Keuangan Negara. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 1 Angka 18 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2004. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 penjelasan umum tentang Penyelenggaraan fungsi pemerintahan Daerah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2010. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. 2016. Peraturan Bupati Gowa Nomor 68 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Bada Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pemerintah Indonesia. 2019. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pegelolaan Keuangan Daerah. Jakarta.
Peraturan Menteri Dalam Negeri. 2011. Kementerian Dalam Negeri No.21 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Jakarta.
Pramono, J. 2014. Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Surakarta).
Among Makarti. VII(13). 83-112.
Sinambela, Lijan Poltak. 2012. Kinerja Pegawai: Teori Pengukuran dan Implikasi.
Hal. 186-187. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Uno dan Lamatenggo. 2014. Teori Kinerja dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Wibowo. 2011. Budaya organisasi: sebuah kebutuhan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang. Rajawali Pers, Jakarta.
Yuwono, Sony, et al. 2008. APBD dan permasalahannya. Malang: Bayu media publishing. (http://bpkad.natunakab.go.id/index.php/2014-05-21-00-44-45/64-anggaran/87-pengelolaan-keuangan-daerah-dan-apbd)
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
HASIL OLAH DATA ANALISIS RASIO KEUANGAN
X1 X2 X3 Y
10,67 31,14 12,88 76,95
11,61 48,44 14,29 90,85
14,99 55,19 19,12 70,24
12,19 39,89 15,65 98,37
12,74 38,95 16,70 101,42
LAMPIRAN 2
HASIL OLAH DATA ANALISIS REGRESI (SPSS)
Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Variables Removed
a. Dependent Variable: rasio efisiensi b. All requested variables entered.
Model Summary
a. Predictors: (Constant), rasio kemandirian, rasio ketergantungan, rasio desentralisasi
a. Dependent Variable: rasio efisiensi
b. Predictors: (Constant), rasio kemandirian, rasio ketergantungan, rasio desentralisasi
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 224,437 6,881 32,618 ,020
rasio desentralisasi -64,243 2,947 -7,684 -21,801 ,029
rasio ketergantungan 1,116 ,120 ,765 9,277 ,068
rasio kemandirian 39,080 1,793 6,871 21,799 ,029
a. Dependent Variable: rasio efisiensi
LAMPIRAN 3
Titik Persentase Distribusi t tabel (df = 1-40)
Pr
LAMPIRAN 4
PEMERINTAH KABUPATEN GOWA LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PER 31 DESEMBER 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 UraianRealisasi 2015Realisasi 2016Realisasi 2017Realisasi 2018Realisasi 2019 Pendapatan1.450.811.765.394,001.612.246.983.358,601.790.263.499.730,151.781.396.471.000,371.870.608.908.440,64 Pendapatan Asli Daerah154.772.384.000,10187.176.036.300,40268.339.203.299,15217.112.642.503,37238.239.570.974,67 Pendapatan Pajak Daerah72.080.464.003,0078.471.938.351,8489.747.690.642,00100.361.985.000,00112.451.239.497,56 Pendapatan Retribusi Daerah45.700.441.298,0068.328.084.527,0055.937.919.224,0074.468.416.778,0079.360.833.550,00 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
2.507.985.363,864.386.251.872,004.625.881.692,943.879.102.074,004.966.988.917,00 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah34.483.493.335,2435.989.761.549,56118.027.711.740,2138.408.138.651,3741.460.509.010,11 Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan 953.787.108.499,001.225.854.162.037,001.304.093.896.763,001.237.082.857.147,001.258.904.850.116,00 Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
19.757.730.499,0027.469.025.627,0022.863.412.183,0018.774.742.466,0015.670.665.197,00 Dana Alokasi Umum795.078.108.000,00850.677.296.000,00835.733.631.000,00837.326.483.000,00887.926.896.000,00 Dana Alokasi Khusus138.951.270.000,00347.707.840.410,00445.496.853.580,00380.981.631.681,00355.307.288.919,00 Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya247.596.081.000,0083.741.410.000,0099.632.871.692,00150.236.915.999,00168.072.826.000,00 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus247.596.081.000,0083.741.410.000,0099.632.871.692,00150.236.915.999,00168.072.826.000,00 Transfer Pemerintah Provinsi62.001.609.764,9086.997.649.524,2087.871.879.826,0075.891.104.209,00101.883.197.749,97 Pendapatan Bagi Hasil Pajak62.001.609.764,9086.997.649.524,2087.871.879.826,0075.891.104.209,00101.883.197.749,97 Bantuan Keuangan32.157.333.600,0026.146.954.357,008.904.837.200,0014.741.899.593,0013.915.303.600,00 Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Provinsi Lainnya Pendapatan Bagi Hasil
32.157.333.600,0026.146.954.357,008.904.837.200,0014.741.899.593,0013.915.303.600,00 Lain-lain Pendapatan yang Sah497.248.530,002.330.771.140,0021.420.810.950,0086.331.051.549,0089.593.160.000,00 Pendapatan Hibah497.248.530,002.330.771.140,0021.420.810.950,004.036.171.549,003.477.000.000,00 Pendapatan Lainnya0,000,000,0082.294.880.000,0086.116.160.000,00
Belanja1.472.120.934.355,061.602.546.758.748,001.727.962.526.455,251.827.641.077.090,691.865.956.399.756,48 Belanja Tidak Langsung856.515.518.278,06937.341.157.218,00854.553.516.478,00927.727.665.691,411.022.663.503.627,57 Belanja Pegawai 710.491.187.213,00754.891.301.986,00656.658.328.352,00703.167.264.409,41741.948.125.009,00 Belanja Hibah25.912.826.600,009.981.178.000,008.928.751.334,0010.909.182.587,0025.186.382.798,00 Belanja Bantuan Sosial 1.017.500.000,002.419.000.000,00482.500.000,0076.572.200,0013.400.581.386,00 Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kotad an Pemerintah Desa
1.675.443.700,001.675.443.700,001.675.443.700,001.675.443.700,001.070.606.769,00 Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
117.418.560.765,06168.374.233.532,00186.808.493.092,00211.899.202.795,00240.557.807.665,57 Belanja Tidak Terduga0,000,000,000,00500.000.000,00 Belanja Langsung615.605.416.077,00665.205.601.530,00873.409.009.977,25899.913.411.399,28843.292.896.128,91 Belanja Pegawai 21.853.867.800,0038.274.997.306,0041.552.451.426,0033.505.309.500,00- Belanja Barang dan Jasa207.954.386.024,00284.454.757.410,00353.962.254.334,00412.730.052.406,28414.771.814.539,94 Belanja Modal 385.797.162.253,00342.475.846.814,00477.894.304.217,25453.678.049.493,00428.521.081.588,97 Surplus/Defisit(21.309.168.961,06) 9.700.224.610,6062.300.973.274,90(46.244.606.090,32) 4.652.508.684,16 Pembiayaan Daerah Penerimaan Pembiayaan Daerah148.319.484.232,79122.305.081.922,73128.115.905.519,33191.281.349.136,23141.368.000.883,91 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya
148.024.869.835,79122.246.081.922,73128.110.905.519,33146.769.377.192,2391.351.325.883,91 Pencairan Dana Cadangan0,000,000,0044.503.579.780,0050.000.000.000,00 Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman294.614.397,0059.000.000,005.000.000,008.392.164,0016.675.000,00 Pengeluaran Pembiayaan Daerah4.764.233.349,003.937.977.874,0044.228.376.023,0053.685.498.000,0053.480.000.000,00 Pembentukan Dana Cadangan0,0038.000.000.000,0050.000.000.000,0050.000.000.000,00 Pembayaran Pokok Utang4.065.514.690,003.932.329.915,000,000,000,00 Penyerataan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
597.496.000,000,003.000.000.000,003.500.000.000,003.480.000.000,00 Pemberian Pinjaman Daerah85.631.045,005.647.959,000,000,000,00 Sisa Dana15.591.614,000,003.228.376.023,00185.498.000,000,00 Pembiayaan Netto143.555.250.883,79118.367.104.048,7383.887.529.496,33137.595.851.136,2387.888.000.883,91 Sisa Lebih pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan 122.246.081.922.73128.067328.659,33146.188.502.771,2391.351.245.045,9192.540.509.568,07 Sumber : Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) 2015-2019
BIOGRAFI PENULIS
NURWAHYUNI, lahir di Labbakkang pada tanggal 02
Agustus 1998, dari pasangan suami istri bapak Uju dg
Tarang dan ibu Sumiati dg Tayu. Peneliti adalah anak
Keempat dari lima bersaudara. Peneliti sekarang bertempat
tinggal di Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Kabupaten
Gowa. Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu SD Negeri
Labbakkang Tahun 2010, SMP Negeri 4 Pallangga Tahun 2013, SMK Negeri 1
Limbung Tahun 2016, dan mulai tahun 2016 mengikuti Program Sarjana (S1)
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah
Makassar sampai sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini, peneliti masih
terdaftar sebagai Mahasiswi Program S1 Manajemen Universitas
Muhammadiyah Makassar.
23 %
SIMILARITY INDEX
24 %
INTERNET SOURCES
8 %
PUBLICATIONS
11 %
STUDENT PAPERS
1 5 %
2 5 %
3 4 %
4 4 %
5 3 %
6 2 %
Exclude quotes On Exclude bibliography On
Exclude matches < 2%
PRIMARY SOURCES
www.scribd.com
Internet Source
repository.radenintan.ac.id
Internet Source
repositori.uin-alauddin.ac.id
Internet Source
repository.unhas.ac.id
Internet Source
docplayer.info
Internet Source
rydwanohi.blogspot.com
Internet Source