BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap harga saham.
Hasil menunjukkan bahwa pengujian variabel return on asset (ROA) terhadap harga saham pada uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi 0,326 > 0,05. Artinya berdasarkan uji hipotesis maka H1
ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa return on asset (ROA) tidak berpengaruh terhadap harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ini
menunjukkan Return on Asset (ROA) menghitung laba bersih setelah pajak dengan total aktiva, bukan menjadi indikator yang digunakan para investor dalam melakukan pengambilan keputusan. Return on asset (ROA) tidak menunjukkan prospek dimasa yang akan datang, karena investor cenderung memperhatikan analisis yang lain, seperti tren pasar, in-out flow, dan lain-lain dibanding analisis return on asset.
Kekurangan data yang peneliti amati lebih berfokus pada jangka pendek bukan bertujuan untuk jangka panjang. Hasil ini dapat dikaitkan dengan signaling theory. signal tersebut mengirimkan signal positif maupun signal negatif, dengan kata lain signal tersebut mempengaruhi keputusan pihak eksternal dalam pengambilan keputusan. Tinggi atau rendah Return On Asset (ROA) tidak akan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena perusahaan sektor farmasi ini memiliki data komponen yang tidak stabil selama triwulan I 2020-triwulan I 2021. Terdapat data yang mendukung hasil penelitian ini seperti Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada triwulan II 2020 mempunyai tingkat Return on asset (ROA) sebesar 12,1 dan meningkat menjadi 17,32 pada triwulan III 2020. Seiring dengan rasio ROA tersebut, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ternyata mengalami penurunan harga saham dari 1.215 pada triwulan II 2020 menjadi sebesar 745 pada triwulan III 2020 dengan perbandingan 470 rupiah. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian dari I Ketut Wijaya (2021), dan Chandra Satria dan Yeken Suhiba Putri (2021) yang menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya
hasil penelitian sekarang tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh Dhani Aspriyadi (2020), Friska Dwi Kurniawati, Yuli Chomsatu, dan Purnama Siddi (2021), Adegbola Olabukolah Otekunrin et al., (2018), dan Hanan Ahmad Al-Qudah, (2020) yang menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
2. Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap harga saham.
Hasil menunjukkan bahwa pengujian variabel return on equity (ROE) terhadap harga saham pada uji t (parsial) menunjukkan nilai signifikansi 0,103 > 0,05. Artinya berdasarkan uji hipotesis maka H2
ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa return on equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap haarga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ini menunjukkan Retun On Equity (ROE) yang membagi laba bersih setelah pajak dengan total ekuitas, bukan menjadi indikator yang digunakan para investor dalam melakukan pengambilan keputusan.
Hal ini kemungkinan juga disebabkan dalam mempertimbangkan pembelian saham, investor tidak mempertimbangkan ROE perusahaan akan tetapi mengikuti trend yang terjadi di pasar. oleh sebab itu, Return on equity dalam perusahaan farmasi belum dapat mempengaruhi tinggi rendahnya harga saham, Return on equity (ROE) terhadap harga saham dapat dikaitkan dengan signaling theory.
Return on equity (ROE) yang rendah atau tinggi akan mengirimkan informasi berupa positif dan negatif yang dikeluarkan perusahaan.
Sinyal ini akan mempengaruhi pihak eksternal dalam pengambilan keputusan berinvestasi pada perusahaan tersebut. Terdapat data
yang mendukung hasil penelitian ini seperti Kimia Farma (Persero) Tbk pada triwulan I 2020 mempunyai tingkat Return on equity (ROE) sebesar 0,21 dan meningkat menjadi 0,74 pada triwulan II 2020.
Seiring dengan rasio ROE tersebut, Kimia Farma (Persero) Tbk ternyata mengalami penurunan harga saham dari 1.310 pada triwulan I 2020 menjadi sebesar 1.120 pada triwulan II 2020. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Lingga Sundahumilar Abqari dan Ulil Hartono (2020) yang menunjukkan Return on equity (ROE) berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. .
3. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham.
Pengujian earning per share terhadap harga saham menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Artinya berdasarkan uji hipotesis maka H3 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa earning per share berpengaruh signifikan terhadap harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Earning per share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini menandakan dalam melakukan keputusan investasi, investor mempertimbangkan tingakt EPS suatu perusahaan. Semakin banyak tingkat EPS yang diberikan perusahaan kepada investor, semakin diminati saham perusahaan tersebut.
Tingginya rasio earning per share membuat harga saham turut meningkat. Hal tersebut berarti perusahaan-perusahaan sektor farmasi yang tercatat di BEI mempunyai kecukupan laba yang tersedia untuk para pemegang saham, signaling theory dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara EPS terhadap perubahan harga saham,
karena semakin tinggi nilai EPS yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan tersebut, maka akan menunjukkan sinyal positif untuk investor. Terdapat data yang mendukung hasil penelitian ini seperti Kalbe Farma (Persero) Tbk pada triwulan I 2020 mempunyai tingkat rasio EPS sebesar 14,28 dan meningkat menjadi 29,60 di triwulan II 2020. Diikuti dengan peningkatan harga saham pada triwulan I 2020 sebesar 1200 menjadi 1460 ditriwulan II 2020. Dari data tersebut dapat dikatakan semakin tinggi rasio EPS suatu perusahaan akan meningkatkan harga saham. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Lingga Sundahumilar Abqari dan Ulil Hartono (2020), Dhani Aspriyadi (2020), Uci, Seniwati, dan Aria (2021) , Adegbola Olabukolah Otekunrin et al., (2018), dan Hanan Ahmad Al-Qudah, (2020) menyatakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
4. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham.
Pengujian debt to equity ratio terhadap harga saham menunjukkan nilai signifikansi 0,040 < 0,05. Artinya berdasarkan uji hipotesis maka H4 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Debt to equity ratio (DER) adalah perbandingan antara total hutang dengan total modal. Jika manajemen mengambil kebijakan untuk mengurangi hutang berarti manajemen mengurangi risiko likuiditas yang membuat investor akan merespon kebijakan tersebut sebagai sinyal bahwa di masa depan akan terjadi dimana
perusahaan dapat membayar kewajiban perusahaan yang tentunya akan berdampak pada kenaikan deviden yang akan diperoleh bagi investor dan perusahaan tetap memperhatikan khususnya posisi hutang agar tidak menimbulkan dampak buruk pada perusahaan..
Terdapat data yang mendukung hasil penelitian ini seperti Kimia Farma (Persero) Tbk pada triwulan III 2020 nilai DER 155,78, pada triwulan IV 2020 nilai DER menurun menjadi 147,17 dengan perbandingan 8,61 saja, hal itu diiringi dengan peningkatan harga saham mencapai dari 2890 pada triwulan III 2020 menjadi 4250 pada triwulan IV 2020. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Nadiah Ayu Salsabila dan Titis Miranti (2021), dan Chandra Satria dan Yeken Suhiba Putri (2021) yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap harga saham.
62 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari analisis dan pembahasan yang telah tertulis pada bab sebelumnya yaitu:
1. Berdasarkan nilai signifikansi pada uji-t (parsial) yaitu (0,491 > 0,05) menunjukkan ROA (Return On Asset) tidak terpengaruh oleh harga saham selama pandemi covid-19 dari perusahaan farmasi yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia). Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan selama pandemi covid-19, investor lebih mengutamakan analisis yang lainnya, seperti in-out flow, tren pasar, dan sebagainya dibandingkan analisis ROA (Return on Asset). Tinggi dan rendah ROA (Return On Asset) tidak mempengaruhi terhadap harga saham.
2. Berdasarkan nilai signifikansi pada uji-t (parsial) yaitu (0,432 > 0,05) memperlihatkan ROE (Return On Equity) tidak terpengaruh pada harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan selama pandemi covid-19, para investor lebih memperhatikan dan mengikuti trend yang terjadi dipasar.
3. Berdasarkan nilai signifikansi pada uji-t (parsial) yaitu (0,002 < 0,05) menunjukkan EPS (Earning Per Share) berpengaruh signifikansi pada harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan selama pandemi covid-19 perusahaan-perusahaan farmasi yang tercatat di BEI mempunyai kecukupan laba yang tersedia untuk para pemegang saham
sehingga para investor melakukan keputusan investasi dengan mempertimbangkan tingkat EPS suatu perusahaan.
4. Berdasarkan nilai signifikansi pada uji-t (parsial) yaitu (0,040 < 0,05) menunjukkan DER (Debt to Equity Ratio) berpengaruh signifikansi pada harga saham selama pandemi covid-19 pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan selama pandemi covid-19 investor merespon bahwa di masa depan dengan pengurangan likuiditas dan akan berdampakk pada kenaikan deviden yang akan diperoleh bagi investor dan perusahaan tetap memperhatikan khususnya posisi hutang agar tidak menimbulkan dampak buruk pada perusahaan.
B. Saran
Adapun saran dan rekomendasi dari peneliti yang dapat memberikan sebagai berikut:
1. Bagi manajemen perusahaan, selain memperhatikan modal, laba, dan total aktiva juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan harga saham dan minat investor ketika berinvestasi di perusahaan yang bersangkutan.
2. Bagi investor, diperlukan untuk lebih teliti dalam menilai kondisi kesehatan perusahaan dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal, eksternal yang dapat mempengaruhi dalam kenaikan harga saham.
3. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk dapat memasukkan variabel lain yang dapat mempengaruhi harga saham pada perusahaan, memanjangkan periode pengamatan, dan menggunakan sampel dari penelitian yang berbeda.
64
DAFTAR PUSTAKA
Abqari, L. S., dan Hartono, U. (2020). Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Harga saham Sektor Agrikultur di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018.
Jurnal Ilmu Manajemen, 8(4), 1–11.
Al-Qudah, H. A. (2020). the Impact of Financial Performance of Stock Prices of Jordanian Islamic Banks (During Period From 2010 To 2018). International Journal of Economics and Financial Issues, 10(1), 228–234.
Https://doi.org/10/32479/ijefi.9157
Asmirantho, E., dan Somantri, O. K. (2017). the Effect of Financial Performance on Stock Price At Pharmaceutical Sub-Sector Company Listed in Indonesia Stock Exchange. JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi), 3(2), 94–107.
Badruzaman, J. (2020). The impact of earning per share and return on equity on stock price. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(6), 1285–1289.
Basuki, A. T. (2014). Penggunaan SPSS Dalam Statistik (Edisi Pert). Danisa Media.
Carter, D., Mazumder, S., Simkins, B., dan Sisneros, E. (2021). The Stock Price Reaction of the COVID-19 Pandemic on the Airline, Hotel, and Tourism Industries. Finance Research Letters, 102047.
Dangnga, Muh. Taslim; Haeruddin, M. I. M. (2018). Kinerja Keuangan Perbankan:
Upaya Untuk Menciptakan sistem perbankan yang sehat (Abdi Akbar (ed.);
Cetakan I). CV. Nur Lina.
Dhani Aspriyadi. (2020). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Jasa Tranportasi Yang Terdaftar Di Bei Periode 2015-2019). Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 6(3), 386–400.
Diana, S. R. (2018). Analisis Laporan Keuangan dan Aplikasinya. IN MEDIA.
Drs. Jumingan. (2019). Analisis Laporan Keuangan. PT. Bumi Aksara.
Fahmi, I. (2014). Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal. Mitra Wacana Media.
Febriyanti, G. A. (2020). Dampak pandemi Covid-19 terhadap harga saham dan aktivitas volume perdagangan (Studi kasus saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia). Indonesia Accounting Journal, 2(2), 204.
Fitria, T. A., Afifudin, dan Junaidi. (2019). Analisis Dampak Reverse Stock Split Terhadap Harga Saham Dan Volume Perdagangan Saham. E-Jra, 08(01), 41–53.
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Haanurat, A. Ifayani. (2013). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Ekonomi
Makro Terhadap Return Saham Syariah Yang Listing Di Jakarta Islamic Index. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Universitas Bandar Lampung, 3(2), 111022.
Habib, A. (2008). Kiat jitu peramalan saham: Analisis dan Teknik. In Yogyakarta:
CV. Andi Offset (Edisi Pert). CV. Andi Offset.
Hayat, A., Mohammad, Y.N., Hamdani, Mohammad, R.R., Abdul, R., dan Murni, D. N. (2018). Manajemen Keuangan. Madenatera Qualified Publisher.
Industry.co.id. (22 Januari 2021). Simak! Ini Tiga Sektor Industri yang Dapat Bertahan dan Berkembang Ditengah Pandemi. Diakses Pada 23 Maret 2021.
dari https://www.industry.co.id/read/79891/simak-ini-tiga-sektor-industri-yang-dapat-bertahan-dan-berkembang-ditengah-pandemi
Junaedi, D., dan Salistia, F. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pasar Modal Di Indonesia: Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 2(2), 109–138. https://doi.org/10.47467/alkharaj.v2i4.112
Kasmir. (2010a). Pengantar Manajemen Keuangan. Kencana.
Kasmir. (2010b). Pengantar Manajemen Keuangan. Kencana.
Kasmir. (2011). Analisis Laporan Keuangan.
Kurniawati, F. D., Chomsatu, Y., dan Siddi, P. (2021). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga Saham Dengan EPS Sebagai Variabel Moderasi. The effect Of Financial Ratios On Stock Prices With EPS As A Moderating Variable.
17(2), 228–238.
LCC, D. (2014). Accounting for Earnings per Share.
Mangindaan, Joanne V. dan Manossoh, H. (2020). Analisis Perbandingan Harga Saham PT Garuda Indonesia Persero (Tbk.) Sebelum dan Sesudah Pandemi Covid-19. Jurnal Administrasi Bisnis (Jab), 10(2), 80–85.
https://doi.org/10.35797/jab.10.2.2020.31281.80-85
Mardin, A. Ifayani Haanurat, dan Syafaruddin. (2020). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Bank. JABI (Jurnal Akuntansi Berkelanjutan Indonesia), 3(3), 327. https://doi.org/10.32493/jabi.v3i3.y2020.p327-341 Mayangsari, R. (2018). Pengaruh Struktur Modal, Keputusan Investasi,
Kepemilikan Manajerial, Dan Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Aneka Industri Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016.
Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 6(4), 477–485.
Nurmasari, I. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Perubahan Harga Saham dan Volume Transaksi (Studi Kasus Pada PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk.).
Jurnal SEKURITAS (Saham, Ekonomi, Keuangan Dan Investasi), 3(3), 230.
https://doi.org/10.32493/skt.v3i3.5022
Otekunrin, A. O., Nwanji, T. I., Egbide, B. C., Fakile, S. A., Ajayi, S. A., Falaye, A.
J., Frank Dayo, A., dan Eluyela, D. F. (2018). Profitability ratios and market price of share of selected firms in quoted Nigeria agriculture and agro-allied firms: After adoption of international financial reporting standard. Proceedings of the 32nd International Business Information Management Association
Conference, IBIMA 2018 - Vision 2020: Sustainable Economic Development and Application of Innovation Management from Regional Expansion to Global Growth, 4, 6399–6411.
Rahmani, A. N. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Harga Saham dan Kinerja Keuangan Perusahaan. Kajian Akuntansi, 21(2), 252–269.
https://doi.org/10.29313/ka.v21i2.6436
Ramly, Linda, R., Razak, A., dan Ainun, A. (2021). Event Study of the Impact of Covid 19 on Stock Price Movements in Indonesia. 4(01), 16–20.
Rifa’i, M. H., Junaidi., dan Sari., A. F. K. (2020). Pengaruh Peristiwa Pandemi COVID-19 Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. E-Jra, 09(02), 1–13.
Robbetze, N., De Villiers, R., dan Harmse, L. (2017). The effect of earnings per share categories on share price behaviour: Some South African evidence.
Journal of Applied Business Research, 33(1), 141–152.
https://doi.org/10.19030/jabr.v33i1.9886
Salsabila, N. A., Miranti, T., Gajayana, J., dan Malang, N. (2021). Faktor Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga Saham Perusahaan Jakarta Islamic Index ( Jii ) Pendahuluan Pasar Modal Mempunyai Peran Penting Bagi Perkembangan Perekonomian Di Indonesia . Hal tersebut dikarenakan pasar modal memiliki fungsi utama yakni seb. 12(1), 42–55.
Satria, C., dan Putri, Y. S. (2021). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga Saham Perbankan Syariah Terdaftar Bursa Efek Indonesia. Islamic Banking : Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 6(2), 299–320.
https://doi.org/10.36908/isbank.v6i2.182
Industry.co.id. (22 Januari 2021). Simak! Ini Tiga Sektor Industri yang Dapat Bertahan dan Berkembang Ditengah Pandemi. Diakses Pada 23 Maret 2021.
dari https://www.industry.co.id/read/79891/simak-ini-tiga-sektor-industri-yang-dapat-bertahan-dan-berkembang-ditengah-pandemi
Subramanyam, K. R. (2017). Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis) (B. Hernalyk (Ed.); Edisi 11). Penerbit Salemba Empat.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarni, I. (2021). Kinerja Keuangan Dan Harga Saham Dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal PubBis, 5(1), 75–81. https://doi.org/10.35722/pubbis.v5i1.368 Sutrisno. (2012). Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Ekonisia.
Wahyuningsih, P., Maduretno Widowati, D., dan STIE Pelita Nusantara, A. (2016).
Analisis Roa Dan Roe Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Moderating (Studi Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2013). In Edisi Oktober (Vol. 8, Issue 3).
Warkatekonomi.co.id. (03 Maret 2021). Harga Melonjak Gila-gilaan, Saham Sektor Farmasi Ketiban Untung Virus Corona?. Diakses pada 15 Maret 2021. dari https://www.wartaekonomi.co.id/read274820/harga-melonjak-gila-gilaan-saham-sektor-farmasi-ketiban-untung-virus-corona
WIJAYA, I. K. K. (2021). Analisis Pengaruh Rasio Kinerja Keuangan Terhadap
Harga Saham Pt Bank Mandiri Persero Periode 2014 – 2019. Ganec Swara, 15(1), 963. https://doi.org/10.35327/gara.v15i1.198
Yagub, U. R., Sembiring, S., dan Pasaribu, A. M. (2021). “Kajian Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019.” Jurnal Ilmiah Ekonomi, Bisnis Dan Keuangan, 1(1), 91–104. http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/bonanza/article/view/25
68
LAMPIRAN
Lampiran 1
Lampiran 2
Daftar Populasi – Sampel Perusahaan Farmasi yang terdaftar di BEI selama periode Triwulan I 2020 – Triwulan I 2021.
NO KODE EMITEN NAMA PERUSAHAAN FARMASI 1 2 3
1 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk √ √ √
2 INAF Indofarma (Persero) Tbk √ √ √
3 KAEF Kimia Farma (Persero) Tbk √ √ √
4 KLBF Kalbe Farma Tbk √ √ √
5 MERK Merck Indonesia Tbk √ √ √
6 PEHA Phapros Tbk, PT √ √ √
7 PYFA Pyridam Farma Tbk √ √ √
8 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk √ √ √
9 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk √ √ -
10 SOHO Soho Global Health Tbk √ - -
11 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk √ √ √
Lampiran 3
Data Variabel Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER) dan Harga Saham Perusahaan Farmasi
Yang Terdaftar Di BEI Selama Periode Triwulan I 2020 – Triwulan I 2021.
NO Periode Triwulan Kode Emiten
Laba Bersih
Setelah Pajak Total Asset ROA
1
Triwulan I 2020
DVLA
56,481,425 1,933,878,892 2.92
Triwulan II 2020 138,965,982 2,010,537,712 6.91
Triwulan III 2020 147,293,809 1,908,328,939 7.72
Triwulan IV 2020 162,072,984 1,986,711,872 8.16
Triwulan I 2021 80,924,101 2,031,424,883 3.98
2
Triwulan I 2020
INAF
-21,430,290,047 1,378,259,973,231 -1.55 Triwulan II 2020 -4,662,980,215 1,555,305,636,114 -0.30 Triwulan III 2020 -18,883,369,400 1,491,345,725,387 -1.27
Triwulan IV 2020 30,020,709 1,713,334,658,849 0.00
Triwulan I 2021 1,822,827,604 1,821,566,479,667 0.10
3
Triwulan I 2020
KAEF
14,828,432 17,199,590,521 0.09
Triwulan II 2020 51,000,936 17,513,999,167 0.29
Triwulan III 2020 45,327,415 17,687,655,369 0.26
Triwulan IV 2020 20,425,756 17,562,816,674 0.12
Triwulan I 2021 15,189,448 17,465,893,976 0.09
4
Triwulan I 2020
KLBF
677,028,576,662 22,132,154,299,532 3.06 Triwulan II 2020 1,408,181,082,738 22,091,102,524,240 6.37 Triwulan III 2020 2,072,224,136,344 22,450,538,569,712 9.23 Triwulan IV 2020 2,865,987,119,268 22,564,300,317,374 0.92 Triwulan I 2021 723,912,829,802 23,931,375,139,708 3.02
5
Triwulan I 2020
MERK
34,990,449 964,061,993 3.63
Triwulan II 2020 32,118,714 954,480,964 3.37
Triwulan III 2020 55,067,669 931,747,046 5.91
Triwulan IV 2020 71,902,263 929,901,046 7.73
Triwulan I 2021 53,315,111 887,598,553 6.01
6
Triwulan I 2020
PEHA
-13,084,088 1,976,101,797 -0.66
Triwulan II 2020 27,064,825 2,076,371,701 1.30
Triwulan III 2020 50,285,256 2,212,036,750 2.27
Triwulan IV 2020 48,665,149 1,915,989,375 2.54
Triwulan I 2021 7,183,102 1,956,891,698 0.37
7 Triwulan I 2020
PYFA 4,366,591,688 205,050,054,703 2.13
Triwulan II 2020 5,697,150,992 201,228,762,108 2.83
Triwulan III 2020 16,120,890,266 218,611,307,702 7.37
Triwulan IV 2020 22,104,364,267 228,575,380,866 9.67
Triwulan I 2021 10,852,145,179 569,150,706,897 1.91
8
Triwulan I 2020
SIDO
231,534,000 3,736,043,000 6.20
Triwulan II 2020 413,791,000 3,444,139,000 12.01
Triwulan III 2020 640,805,000 3,699,613,000 17.32
Triwulan IV 2020 934,016,000 3,849,516,000 24.26
Triwulan I 2021 269,043,000 4,007,421,000 6.71
9
Triwulan I 2020
TSPC
307,302,582,658 8,883,657,622,508 3.46 Triwulan II 2020 401,660,892,912 8,756,861,340,454 4.59 Triwulan III 2020 534,636,195,191 8,896,887,827,512 6.01 Triwulan IV 2020 834,369,751,682 9,104,657,533,366 9.16 Triwulan I 2021 312,024,636,760 9,715,909,077,807 3.21
NO Periode Triwulan Kode Emiten
Laba Bersih
Setelah Pajak Total Ekuitas ROE
1
Triwulan I 2020
DVLA
56,481,425 1,345,380,085 4.20
Triwulan II 2020 138,965,982 1,428,492,114 9.73
Triwulan III 2020 147,293,809 1,354,802,856 10.87
Triwulan IV 2020 162,072,984 1,326,287,143 12.22
Triwulan I 2021 80,924,101 1,402,962,053 5.77
2
Triwulan I 2020
INAF
-21,430,290,047 483,505,036,989 -4.43
Triwulan II 2020 -4,662,980,215 500,272,346,820 -0.93
Triwulan III 2020 -18,883,369,400 486,051,957,636 -3.89
Triwulan IV 2020 30,020,709 430,326,476,519 0.01
Triwulan I 2021 1,822,827,604 432,149,304,122 0.42
3
Triwulan I 2020
KAEF
14,828,432 6,983,891,913 0.21
Triwulan II 2020 51,000,936 6,932,831,237 0.74
Triwulan III 2020 45,327,415 6,915,263,001 0.66
Triwulan IV 2020 20,425,756 7,105,672,046 0.29
Triwulan I 2021 15,189,448 7,126,249,974 0.21
4
Triwulan I 2020
KLBF
677,028,576,662 17,256,332,288,782 3.92 Triwulan II 2020 1,408,181,082,738 17,180,670,833,734 8.20 Triwulan III 2020 2,072,224,136,344 17,902,596,526,416 11.57 Triwulan IV 2020 2,865,987,119,268 18,276,082,144,080 15.32 Triwulan I 2021 723,912,829,802 19,455,419,143,479 3.72
5
Triwulan I 2020
MERK
34,990,449 629,002,107 5.56
Triwulan II 2020 32,118,714 626,130,372 5.13
Triwulan III 2020 55,067,669 597,868,867 9.21
Triwulan IV 2020 71,902,263 612,683,025 11.74
Triwulan I 2021 53,315,111 665,998,136 8.01
6
Triwulan I 2020
PEHA
-13,084,088 730,079,358 -1.79
Triwulan II 2020 27,064,825 699,442,477 3.87
Triwulan III 2020 50,285,256 723,313,902 6.95
Triwulan IV 2020 48,665,149 740,909,054 6.57
Triwulan I 2021 7,183,102 748,092,156 0.96
7
Triwulan I 2020
PYFA
4,366,591,688 129,092,585,251 3.38
Triwulan II 2020 5,697,150,992 130,423,144,555 4.37
Triwulan III 2020 16,120,890,266 140,846,883,829 11.45
Triwulan IV 2020 22,104,364,267 157,631,750,155 14.02
Triwulan I 2021 10,852,145,179 165,065,317,963 6.57
8
Triwulan I 2020
SIDO
231,534,000 3,296,335,000 7.02
Triwulan II 2020 413,791,000 3,077,615,000 13.45
Triwulan III 2020 640,805,000 3,304,660,000 19.39
Triwulan IV 2020 934,016,000 3,221,740,000 28.99
Triwulan I 2021 269,043,000 2,929,592,000 9.18
9
Triwulan I 2020
TSPC
307,302,582,658 6,102,849,956,527 5.04 Triwulan II 2020 401,660,892,912 5,955,183,030,310 6.74 Triwulan III 2020 534,636,195,191 6,090,480,473,609 8.78 Triwulan IV 2020 834,369,751,682 6,377,235,707,755 13.08 Triwulan I 2021 312,024,636,760 6,688,886,208,655 4.66
NO Periode Triwulan Kode
Emiten Total Hutang Total Ekuitas DER
1
Triwulan I 2020
DVLA
588,498,807 1,345,380,085 43.74
Triwulan II 2020 582,045,598 1,428,492,114 40.75
Triwulan III 2020 553,526,083 1,354,802,856 40.86
Triwulan IV 2020 660,424,729 1,326,287,143 49.83
Triwulan I 2021 628,462,830 1,402,962,053 44.80
2
Triwulan I 2020
INAF
894,754,936,243 483,505,036,989 185.06 Triwulan II 2020 1,055,033,289,293 500,272,346,820 210.89 Triwulan III 2020 1,005,293,767,751 486,051,957,636 206.83 Triwulan IV 2020 1,283,008,182,330 430,326,476,519 298.15 Triwulan I 2021 1,389,417,175,545 432,149,304,122 321.51
3
Triwulan I 2020
KAEF
10,215,698,608 6,983,891,913 146.28
Triwulan II 2020 10,581,167,930 6,932,831,237 152.62
Triwulan III 2020 10,772,392,369 6,915,263,001 155.78
Triwulan IV 2020 10,457,144,628 7,105,672,046 147.17
Triwulan I 2021 10,339,644,002 7,126,249,974 145.09
4
Triwulan I 2020
KLBF
4,875,822,010,750 17,256,332,288,782 28.26 Triwulan II 2020 4,910,431,690,506 17,180,670,833,734 28.58 Triwulan III 2020 4,547,942,043,296 17,902,596,526,416 25.40 Triwulan IV 2020 4,288,218,173,294 18,276,082,144,080 206.94 Triwulan I 2021 4,475,955,996,229 19,455,419,143,479 23.01
5
Triwulan I 2020
MERK
335,059,886 629,002,107 53.27
Triwulan II 2020 328,350,592 626,130,372 52.44
Triwulan III 2020 333,878,179 597,868,867 55.84
Triwulan IV 2020 317,218,021 612,683,025 51.78
Triwulan I 2021 221,600,417 665,998,136 33.27
6
Triwulan I 2020
PEHA
1,246,022,439 730,079,358 170.67
Triwulan II 2020 1,376,929,224 699,442,477 196.86
Triwulan III 2020 1,488,722,848 723,313,902 205.82
Triwulan IV 2020 1,175,080,321 740,909,054 158.60
Triwulan I 2021 1,208,799,542 748,092,156 161.58
7
Triwulan I 2020
PYFA
75,957,469,452 129,092,585,251 58.84
Triwulan II 2020 70,805,617,553 130,423,144,555 54.29
Triwulan III 2020 77,764,423,873 140,846,883,829 55.21
Triwulan IV 2020 70,943,630,711 157,631,750,155 45.01
Triwulan I 2021 404,085,388,934 165,065,317,963 244.80
8
Triwulan I 2020
SIDO
439,708,000 3,296,335,000 13.34
Triwulan II 2020 366,524,000 3,077,615,000 11.91
Triwulan III 2020 394,953,000 3,304,660,000 11.95
Triwulan IV 2020 627,776,000 3,221,740,000 19.49
Triwulan I 2021 1,077,829,000 2,929,592,000 36.79
9
Triwulan I 2020
TSPC
2,780,807,665,981 6,102,849,956,527 45.57 Triwulan II 2020 2,801,678,310,144 5,955,183,030,310 47.05 Triwulan III 2020 2,806,407,353,903 6,090,480,473,609 46.08 Triwulan IV 2020 2,727,421,825,611 6,377,235,707,755 42.77 Triwulan I 2021 3,027,022,869,152 6,688,886,208,655 45.25
NO Periode Triwulan Kode Emiten EPS Harga Saham
1
Triwulan I 2020
DVLA
50.00 2,100
Triwulan II 2020 124.00 2,180
Triwulan III 2020 132.00 2,520
Triwulan IV 2020 145.00 2,420
Triwulan I 2021 72.00 2,370
2 Triwulan I 2020
INAF -6.91 1,080
Triwulan II 2020 -1.51 985
Triwulan III 2020 -6.09 2,860
Triwulan III 2020 123.00 2,910
Triwulan IV 2020 160.00 3,280
Triwulan III 2020 110.00 1,280
Triwulan IV 2020 175.00 1,400
Triwulan I 2021 64.00 1,480
Lampiran 4
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 774.88071702 Most Extreme Differences Absolute .073
Positive .073
Negative -.061
Test Statistic .073
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Coefficientsa
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .543a .295 .225 812.702 1.058
a. Predictors: (Constant), DER, EPS, ROE, ROA b. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 495.516 201.471 2.459 .018
ROA -3.775 39.397 -.039 -.096 .924
ROE -21.063 28.935 -.277 -.728 .471
EPS 1.691 1.604 .175 1.054 .298
DER 1.837 1.136 .317 1.617 .114
a. Dependent Variable: abs_RES
Coefficientsa
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 11063831.673 4 2765957.918 4.188 .006b
Residual 26419365.527 40 660484.138
Total 37483197.200 44
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM b. Predictors: (Constant), DER, EPS, ROE, ROA
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), DER, EPS, ROE, ROA b. Dependent Variable: HARGA SAHAM
Lampiran 5 Hasil Turnitin
BIOGRAFI PENULIS
Rahma Zulaika panggilan Ika lahir di Makassar pada tanggal 07 Juni 1999 dari pasangan suami istri Bapak M.Abdul Basir dan Ibu Murni, peneliti adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Peneliti sekarang bertempat tinggal di Jl. Sultan Abdullah II No. 23, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Pendidikan yang telah ditempuh oleh peneliti yaitu SD Negeri 69 Tallo Tua lulus tahun 2011, SMP Hang Tuah Makassar lulus tahun 2014, SMK Negeri 04 Makassar lulus tahun 2017, dan mulai tahun 2017 mengikuti program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar