• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: IHDAR CHAIR ILHAM (Halaman 67-0)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya diterapkan dalam pembelajaran yang menarik dan tidak membuat murid menjadi bosan. Bahasa Indonesia SD adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa

Indonesia. Untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring salah satunya adalah dengan memberikan pemecahan masalah terhadap permasalahan yang menghambat murid. Hal ini dapat dilaksanakan antara lain dengan mengadakan penelitian tindakan kelas. Peneliti bersama Guru Kelas IIII mengidentifikasi permasalahan yang menghambat pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran pratindakan Bahasa Indonesia, guru belum menggunakan media cerita bergambar. Guru menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mempermudah menyampaikan tujuan pembelajaran. Beberapa murid belum menguasai materi yang dijadikan bahan diskusi dalam pembelajaran. Murid cenderung diam bila guru memberikan tugas, bahkan ada pula yang tidak menyetor tugas pada saat pertemuan tatap muka berlangsung. Kemampuan membaca nyaring tidak datang begitu saja, tetapi perlu dilatih secara berkala agar dapat berkembang maksimal.

Keterampilan diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik.

Guru sebaiknya memberikan banyak kesempatan murid untuk berlatih dan praktik secara langsung. Kemampuan membaca nyaring diperoleh melalui jalur sekolah direncanakan secara khusus dan latihan-latihan. Guru sebaiknya merancang pembelajaran yang secara berkala dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring murid. Setiap murid diberikan dorongan dan motivasi untuk mengemukakan pandangan dan pendapatnya, sehingga makin lama terbentuk kebiasaan memperhatikan, memahami, dan menanggapi secara kristis pembicaraan orang lain.

Bertitik tolak dari hal ini guru dan peneliti berusaha untuk memperbaiki agar permasalahan yang dihadapi segera dapat dipecahkan. Peneliti berdiskusi dengan guru melakukan penelitian tindakan kelas untuk melaksanakan proses pembelajaran kemampuan membaca nyaring mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II dengan menggunakan media cerita bergambar. Peneliti menyiapkan sejumlah perangkat yang dibutuhkan, antara lain RPP, lembar pengamatan guru dan lembar pengamatan kegiatan diskusi dan evaluasi media gambar.

Pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menggunakan model penelitian kelas menurut Kurt Lewin. Komponen-komponen yang terdapat dalam model penelitian tersebut yaitu : Perencanaan (planning), Tindakan/Pelaksanaan (Acting), Pengamatan (observing) dan relfeksi (reflecting).

Pada tindakan Siklus I terjadi peningkatan, tetapi kurang signifikan karena masih terdapat kendala yang menyebabkan peningkatan kemampuan membaca nyaring melalui penggunaan media cerita bergambar belum maksimal, sehingga diperlukan adanya perbaikan tindakan pada Siklus II yaitu peneliti mengganti media cerit bergambar yang sebelumnya menggunakan gambar buatan sendiri diubah menjadi gambar hasil dari download di internet. Selain itu, peneliti memberikan motivasi berupa pujian

dan semangat supaya kegiatan menjadi lebih kondusif dan murid lebih semagat mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan murid dalam membaca nyaring. Setelah terjadi

perbaikan tindakan, maka persentase peningkatan kemampuan membaca nyaring murid melalui media cerita bergambar sudah signifikan.

Berdasarkan pembahasan di atas, hasil kegiatan membaca nyaring melalui penggunaan media cerita bergambar terlihat bahwa kemampuan membaca nyaring murid kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab.

Gowa dapat dikatakan meningkat dengan baik. Kegiatan yang digunakan untuk menstimulasi kemampuan membaca nyaring murid kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa adalah melalui penggunaan media cerita bergambar.

Keberhasilan lain yang didapat dicapai selain berdasarkan hasil yang telah didapat yaitu melalui catatan lapangan. Dalam catatan lapangan dapat terlihat bahwa melalui kegiatan membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar bisa membawa suasana baru yang menggembirakan sehingga semua murid menjadi antusias mengikuti kegiatan tanpa paksaan.

Pada penelitian ini, di setiap akhir pembelajaran para murid selalu ingin mengulangi kegiatan membaca nyaring melalui penggunaan media cerita bergambar. Hal ini menunjukkan bahwa proses kegiatan ini sesuai dengan yang dikehendaki dan direncanakan oleh peneliti.

57 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan peningkatan kemampuan membaca nyaring murid dari Siklus I dan Siklus II maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui penggunaan media cerita bergambar terbukti dapat :

1. Meningkatkan kemampuan membaca nyaring murid kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Kabupaten Kalasere’na. Hal ini dapat dilihat dari siklus I yang ketuntasan belajarnya hanya mencapai 50%

dengan rata-rata 63,45 kemudian naik menjadi 100% pada siklus II dengan rata-rata 83,35.

2. Relevansi hasil penelitian ini dengan hasil penelitian terdahulu adalah adanya kesamaan hasil akhir berupa keberhasilan penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Perbedaannya, peneliti terdahulu menggunakan kurikulum 2006 (KTSP), sedangkan peneliti sekarang menggunakan kurikulum 2013.

B. Saran

1. Dalam upaya peningkatan kemampuan membaca nyaring murid di semua jenjang pendidikan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam bidangnya masing-masing.

2. Guru sebaiknya menjadikan media cerita bergambar sebagai suatu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring murid.

3. Karena hal ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, maka sebaiknya hal ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pembelajaran bahasa Indonesia ataupun pelajaran lainnya.

4. Dengan selesainya skripsi ini diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran bagi guru-guru dan siswa serta dijadikan sebagai bahan tambahan peningkatan kualitas untuk tahun-tahun berikutnya.

5. Kepada peneliti selanjutnya agar dapat merumuskan atau melengkapi penelitian ini, sehingga apa yang kita inginkan bersama dapat mencapai hasil yang lebih akurat dan dapat dipercaya.

58

DAFTAR PUSTAKA

Alek dan H.Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi.

Jakarta Kencana.

Asyar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta : Referensi Jakarta.

Ayu Setiani. 2019. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Menggunakan Media Cerita Bergambar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Murid Kelas III SD Negeri 84 Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.

Agustina, Putri. 2011. Psikologi Perkembangan. Surakarta : PGSD UMS.

Asmani. 2011. Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian Pendidikan.

Jakarta : Diva Press.

Arsyad Azhar. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Beto, Susana. 2016. Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Mengunakan Media Cerita Bergambar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Murid Kelas III SD Negeri Dukuh 2 Sleman. Skripsi. Yogyakarta: FKIP Universitas Sanata Darma.

Dagun, S. M. 2016. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan Edisi Revisi. Jakarta : Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nusantara (LPKN).

Daryanto. 2014. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah.

Yogyakarta : Gava Media.

Hamalik, Oemar. 2014. Kurikulum dan Pebelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara Hernowo. 2016. Quantum Reading : Cara Cepat Nan Bermanfaat untuk

Merangsang Munculnya Potensi Membaca. Bandung: PT. Mizan Pustaka.

Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogjakarta : DIVA Press.

Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran ( Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta : Referensi.

Rahim, Farida. 2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Rahim, Farida. 2012. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Edisi Keempat), Jakarta : Bumi Aksara.

Sadiman Arief. 2012. Media Pembelajaran : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya Edisi Revisi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sugono. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Tarigan. 2013. Keterampilan Berbahasa. Bandung: CV Angkasa.

Yeni Anindya Sari. 2014. Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Melalui Media Cerita Bergambar Murid Kelas III.B SD Negeri Panggang Bantul. Skripsi : Universitas Negeri Yogyakarta.

L A M P

I R A

N

LAMPIRAN 1

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus I Pertemuan 1

No. Nama

LAMPIRAN 2

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus I Pertemuan 2

No. Nama

LAMPIRAN 3

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus I Pertemuan 3

No. Nama

LAMPIRAN 4

Data Nilai Akhir Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Melalui

Penggunaan Media Cerita Bergambar Pada Siklus I

No. Nama Murid Nilai Kemampuan Membaca Nyaring

Jumlah Nilai Akhir

LAMPIRAN 5

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus II Pertemuan 1

No. Nama

LAMPIRAN 6

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus II Pertemuan 2

No. Nama

LAMPIRAN 7

Data Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Pada Siklus II Pertemuan 3

No. Nama

LAMPIRAN 8

Data Nilai Akhir Kemampuan Membaca Nyaring Murid Kelas III SDN Kalase’rena Kec. Bontonompo Kab. Gowa Melalui

Penggunaan Media Cerita Bergambar Pada Siklus II

No. Nama Murid Nilai Kemampuan Membaca Nyaring

Jumlah Nilai Akhir

LAMPIRAN 9

MEDIA CERITA BERGAMBAR “ANGIN PUTING BELIUNG”

SIKLUS I PERTEMUAN 1

LAMPIRAN 10

MEDIA CERITA BERGAMBAR “GUNUNG MELETUS”

SIKLUS I PERTEMUAN 2

LAMPIRAN 11

MEDIA CERITA BERGAMBAR “AKIBAT TIDAK MENCUCI TANGAN”

SIKLUS I PERTEMUAN 3

LAMPIRAN 12

MEDIA CERITA BERGAMBAR “GEMPA BUMI”

SIKLUS II PERTEMUAN 1

LAMPIRAN 13

MEDIA CERITA BERGAMBAR “BANJIR”

SIKLUS II PERTEMUAN 2

LAMPIRAN 14

MEDIA CERITA BERGAMBAR “AKIBAT TIDAK BEKERJA SAMA”

SIKLUS II PERTEMUAN 3

LAMPIRAN 15

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I PERTEMUAN 1

Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP Alokasi Waktu : 5 x 35 Menit ( 1 Hari Pertemuan ) A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan bimbingan guru, murid dapat membedakan panjang pendek nada pada lagu anak menggunakan simbol dengan benar.

2. Dengan bimbingan guru, murid dapat menyanyikan lagu anak dengan memperhatikan panjang dan pendek nada pada lagu dengan benar.

3. Dengan mendengarkan guru membaca media cerita bergambar “Angin Putting Beliung”, murid dapat membaca nyaring dengan intonasi dan artikulasi yang tepatdengan tepat.

4. Dengan menggunakan media cerita bergambar “Angin Putting Beliung”, murid dapat menceritakan kembali teks bacaan di atas dengan menggunakatan kata sendiri secara lisan dengan tepat tepat.

5. Dengan mengamati contoh dan bimbingan guru, murid dapat menyatakan kalimat matematika yang berkaitan dengan perkalian dengan benar.

6. Dengan berdiskusi, murid dapat menyatakan perkalian dua bilangan sebagai penjumlahan berulang dengan benar.

7. Dengan bimbingan guru, murid dapat menghitung hasil kali dua bilangan dengan hasil bilangan cacah sampai 100 dengan tepat.

B. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pembelajaran Pertama : ( )

Pembuka

▪ Guru memberikan salam dan mengajak berdo’a dipimpin oleh salah seorang murid.

▪ Mengecek kehadiran murid.

▪ Menyanyikan lagu nasional dan Mars PPK. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.

▪ Guru menyampaikan tema, subtema, tujuan dan manfaat pembelajaran pada pertemuan tersebut dan ruang lingkup materi.

20 Menit

Inti

Ayo Mengamati :

Pada awal pembelajaran, murid diarahkan untuk mengamati cerita bergambar “Angin Putting

145 Menit

Beliung”.

Murid diarahkan oleh guru untuk mengajukan pertanyaan menggunakan kata tanya siapa, mengapa, di mana, bagaimana, dan kapan berdasarkan gambar yang diamati.

Murid lain diminta menjawab pertanyaan yang diajukan.

Berdasarkan cerita bergambar “Angin Putting Beliung”, Murid diarahkan untuk membaca nyaring bacaan tersebut secara bergantian di depan kelas.

Berdasarkan cerita bergambar “Angin Putting Beliung”, murid menceritakan kembali cerita tersebut dengan menggunakan kata sendiri secara lisan.

Ayo Bernyanyi “Berdayung” :

▪ Guru membimbing murid menyanyikan lagu

“Berdayung”.

▪ Sebelum menyanyi, terlebih dahulu dijelaskan bahwa dalam bernyanyi harus memperhatikan nada.

▪ Murid diminta membaca teks yang berkaitan dengan panjang pendek nada. ketuk pada lagu dengan menggunakan simbol.

▪ Dalam hal ini guru memberikan bimbingan kepada murid yang mengalami kesulitan.

▪ Hasil diskusi disampaikan di depan kelas dan kepada murid diarahkan untuk saling memberikan komentarnya.

Ayo Membaca dan Menulis :

▪ Guru membacakan teks ““Angin Putting Beliung””

dan murid diarahkan untuk mendengarkan dengan saksama.

▪ Murid menceritakan isi teks yang telah didengarnya secara lisan di depan kelas, kemudian murid lain diminta untuk memberikan tanggapan.

▪ Murid membaca kembali teks ““Angin Putting Beliung””.

▪ Murid menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan.

Ayo Mengamati :

▪ Murid memperhatikan contoh penyelesaian masalah perkalian yang dimulai dengan penjumlahan berulang. Fokus guru: dalam memberikan contoh di awal diharuskan menggunakan benda konkret terlebih dahulu.

▪ Guru menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

▪ Murid diarahkan untuk menyelesaikan beberapa masalah sederhana yang berkaitan dengan perkalian dengan menggunakan benda konkret.

Ayo Berdiskusi :

▪ Murid berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaikan sebuah soal yang berkaitan dengan konsep perkalian.

▪ Murid diminta menyampaikan hasil diskusinya kepada teman-temannya.

▪ Murid saling menanggapi hasil diskusi yang telah disampaikan.

Ayo Berlatih :

Murid menyelesaikan beberapa soal yang berkaitan dengan perkalian.

Murid yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal diberikan bimbingan oleh guru.

Penutup

Murid mampu mengemukan hasil belajar hari ini.

Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.

Murid diberikan kesempatan berbicara/bertanya dan menambahkan informasi dari murid lainnya.

Menyanyikan salah satu lagu daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan, dan toleransi.

Salam dan do’a penutup di pimpin oleh salah satu murid.

10 Menit

C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

1. Penilaian Sikap ( Observasi dan Pencatatan Sikap Murid Selama Proses

2. Penilaian Pengetahuan

➢ Tes Tertulis

3. Penilaian Keterampilan

1. Membaca Teks Bacaan Dengan Lafal dan Intonasi Yang Tepat 2. Menyanyikan Lagu Anak

PROGRAM TINDAK LANJUT

• Murid yang memperoleh nilai KD ‹ KKM mengikuti program remedial.

• Murid yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan.

Remedial :

Memberikan remedial bagi Murid yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pengayaan :

Memberikan pengayaan bagi Murid yang melebihi target pencapaian kompetensi.

Kalase’rena, 19 Juli 2021 Mengetahui :

Kepala Sekolah Guru Kelas III

HJ. SYOHORIAH, S.Pd ABD RASYID S.Pd

Nip. 19620827 198203 2 004 Nip. 19700304 199010 1 001

LAMPIRAN 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) LURING SIKLUS I PERTEMUAN 2

Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP Alokasi Waktu : 5 x 35 Menit ( 1 Hari Pertemuan ) A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan bimbingan guru, murid dapat menentukan tekanan kuat dan lemah pada lagu anak berbirama dua atau tiga dengan benar.

2. Dengan bimbingan guru, murid dapat memainkan/menyuarakan tekanan kuat dan lemah pada lagu anak berbirama dua atau tiga dengan benar.

3. Dengan mendengarkan guru membaca media cerita bergambar “Gunung Meletus”, murid dapat membaca nyaring dengan intonasi dan artikulasi yang tepatdengan tepat.

4. Dengan menggunakan media cerita bergambar “Gunung Meletus”, murid dapat menceritakan kembali teks bacaan di atas dengan menggunakatan kata sendiri secara lisan dengan tepat tepat.

5. Dengan melakukan pengamatan, murid dapat menuliskan hasil pengamatan sederhana tentang keragaman benda di lingkungan sekitar dengan ejaan yang tepat.

6. Dengan mengamati contoh dan bimbingan guru, murid dapat menyatakan kalimat matematika yang berkaitan dengan masalah tentang perkalian dengan benar.

7. Dengan mengamati contoh, murid dapat menyatakan perkalian dua bilangan sebagai penjumlahan berulang dengan benar.

8. Dengan menyatakan perkalian dua bilangan sebagai penjumlahan berulang, murid dapat menghitung hasil kali dua bilangan dengan hasil bilangan cacah sampai 100 dengan benar.

B. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pembelajaran Kedua : ( )

Pembuka

▪ Guru memberikan salam dan mengajak berdo’a dipimpin oleh salah seorang murid.

▪ Mengecek kehadiran murid.

▪ Menyanyikan lagu nasional dan Mars PPK. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.

▪ Guru menyampaikan tema, subtema, tujuan dan manfaat

20 Menit

pembelajaran pada pertemuan tersebut dan ruang lingkup materi.

Inti

Ayo Bernyanyi “Berdayung” :

▪ Pada awal pembelajaran, murid menyanyikan lagu

“Berdayung” dengan memperhatikan tekanan kuat dan tekanan lemah. Sebelumnya diberikan penjelasan terlebih dahulu oleh guru tentang tekanan kuat dan lemah pada lagu.

▪ Murid secara bersama-sama menyanyikan lagu

“Berdayung” berdasarkan arahan guru.

Ayo Mengamati :

▪ Murid mengamati sebuah gambar dan membaca balon percakapan yang ada di samping gambar.

▪ Pada balon percakapan dijelaskan ciri-ciri dan kegunaan gambar, kemudian murid diminta menebak gambar yang telah dijelaskan pada balon percakapan tesebut.

Ayo Menulis :

▪ Murid menjawab pertanyaan tentang gambar berdasarkan teks yang ada pada balon percakapan dengan tulisan tegak bersambung.

▪ Murid menukarkan jawaban yang telah ditulis dengan teman sebangkunya, kemudian bersama guru murid saling memeriksa jawaban.

Ayo Membaca Nyaring :

▪ Murid membaca nyaring teks tentang “Gunung Meletus”. Sebelumnya murid diminta membaca judul teks terlebih dahulu, kemudian berdasarkan judul tersebut murid memprediksi isi teks yang akan dibaca.

▪ Masing-masing murid menyebutkan isi teks yang telah dibaca.

▪ Murid diarahkan untuk menyesuaikan prediksi yang dilakukan sebelumnya dengan isi teks yang sebenarnya.

Ayo Bermain “Menyusun Kartu Huruf” :

▪ Setelah membaca teks “Gunung Meletus”, murid berdiskusi untuk menemukan kata-kata sulit dan mencari maknanya.

▪ Untuk menguji pemahaman, murid mengerjakan latihan dengan menyusun dengan tepat huruf yang masih acak menjadi kata yang bermakna.

Ayo Mencoba :

▪ Murid dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 orang.

145 Menit

▪ Murid melakukan percobaan berdasarkan langkah kerja yang ada pada buku siswa.

▪ Murid melakukan pengamatan terhadap percobaan yang dilakukan, kemudian menuliskan hasil pengamatan dan simpulan dari kegiatan tersebut.

▪ Hasil pengamatan masing-masing kelompok dibacakan di depan kelas secara bergantian.

▪ Masing-masing kelompok diarahkan untuk saling memberikan tanggapan maupun saran atas hasil pengamatan yang dibacakan.

Ayo Mengamati :

▪ Murid kemudian dikenalkan kembali dengan penjumlahan berulang sebagai konsep perkalian.

▪ Murid berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyelesaikan soal yang berhubungan dengan konsep perkalian.

▪ Murid menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.

Ayo Berlatih :

▪ Murid menyelesaikan soal-soal latihan tentang perkalian.

▪ Murid menukarkan jawaban dengan teman sebangku, kemudian murid bersama guru saling memeriksa jawaban yang telah ditukarkan.

Penutup

Murid mampu mengemukan hasil belajar hari ini.

Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.

Murid diberikan kesempatan berbicara/bertanya dan menambahkan informasi dari murid lainnya.

Menyanyikan salah satu lagu daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan, dan toleransi.

Salam dan do’a penutup di pimpin oleh salah satu murid.

10 Menit

C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

1. Penilaian Sikap ( Observasi dan Pencatatan Sikap Murid Selama Proses

2. Penilaian Pengetahuan

➢ Tes Tertulis

Contoh Instrumen Tes Tertulis :

3. Penilaian Keterampilan a. Menyanyikan Lagu Anak

b. Menuliskan Hasil Pengamatan Sederhana Tentang Keragaman Benda

PROGRAM TINDAK LANJUT

• Murid yang memperoleh nilai KD ‹ KKM mengikuti program remedial.

• Murid yang memperoleh nilai KD ≥ KKM mengikuti program pengayaan.

Remedial :

Memberikan remedial bagi murid yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pengayaan :

Memberikan pengayaan bagi murid yang melebihi target pencapaian kompetensi.

Kalase’rena, 22 Juli 2021 Mengetahui :

Kepala Sekolah Guru Kelas III

HJ. SYOHORIAH, S.Pd ABD RASYID S.Pd

Nip. 19620827 198203 2 004 Nip. 19700304 199010 1 001

LAMPIRAN 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I PERTEMUAN 3

Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia, PJOK, PPKn Alokasi Waktu : 5 x 35 Menit ( 1 Hari Pertemuan ) A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan melakukan pengamatan tentang sifat-sifat benda, murid dapat menuliskan hasil pengamatan sederhana dengan benar.

2. Dengan mendengarkan guru membaca media cerita bergambar “Akibat Tidak Mencuci Tangan”, murid dapat membaca nyaring dengan intonasi dan artikulasi yang tepatdengan tepat.

3. Dengan menggunakan media cerita bergambar “Akibat Tidak Mencuci Tangan”, murid dapat menceritakan kembali teks bacaan di atas dengan menggunakatan kata sendiri secara lisan dengan tepat tepat.

4. Dengan mengamati guru mendemonstrasikan permainan “Kepala Pundak Lutut Kaki”, murid dapat menjelaskan prosedur variasi gerakan menekuk tanpa berpindah tempat dengan benar.

5. Dengan bimbingan guru, murid dapat mempraktikkan variasi gerak menekuk tanpa berpindah tempat benar.

6. Dengan kegiatan tanya jawab, murid dapat mengelompokkan berbagai hal yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dengan benar.

7. Dengan kegiatan tanya jawab, murid dapat mengelompokkan berbagai hal yang tidak boleh dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dengan benar.

B. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pembelajaran Ketiga : ( )

Pembuka

▪ Guru memberikan salam dan mengajak berdo’a dipimpin oleh salah seorang murid.

▪ Mengecek kehadiran murid.

▪ Menyanyikan lagu nasional dan Mars PPK. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.

▪ Guru menyampaikan tema, subtema, tujuan dan manfaat pembelajaran pada pertemuan tersebut dan ruang lingkup materi.

20 Menit

Inti

Ayo Mengamati dan Membaca :

▪ Pada awal pembelajaran, murid diarahkan mengamati dan membaca nyaring teks percakapan

145 Menit

“Akibat Tidak Mencuci Tangan” dengan teman sebangkunya.

▪ Kemudian, dua orang murid diminta membacakan teks “Akibat Tidak Mencuci Tangan” ke depan kelas, sedangkan murid lain diarahkan untuk mendengarkan.

▪ Murid menceritakan isi teks cerita bergambar

“Akibat Tidak Mencuci Tangan”.

▪ Murid dan guru melakukan tanya jawab tentang isi teks cerita bergambar “Akibat Tidak Mencuci Tangan”.

Ayo Menulis :

▪ Murid menjawab pertanyaan berdasarkan teks percakapan “Balon dan Perahu Kertas”.

▪ Murid saling bertukar pikiran dari jawaban yang telah ditulis.

Ayo Mencoba:

▪ Murid dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 orang.

▪ Murid melakukan percobaan berdasarkan langkah kerja yang ada pada buku siswa.

▪ Murid melakukan pengamatan terhadap percobaan yang dilakukan, kemudian menuliskan hasil pengamatan dan simpulan dari kegiatan tersebut.

▪ Hasil pengamatan masing-masing kelompok dibacakan di depan kelas secara bergantian.

▪ Masing-masing kelompok diarahkan untuk saling memberikan tanggapan maupun saran atas hasil pengamatan yang dibacakan.

Ayo Membaca dan Menulis :

▪ Murid mendengarkan guru membaca teks “Meniup Balon”.

▪ Murid menyebutkan isi teks bacaan yang telah didengar.

▪ Beberapa orang murid menceritakan isi teks tersebut menggunakan bahasa sendiri.

▪ Murid menjawab pertanyaan berdasarkan teks bacaan “Meniup Balon”.

▪ Murid saling bertukar pikiran dari jawaban yang telah ditulis.

▪ Murid menceritakan kembali secara lisan isi teks

“Meniup Balon”.

Ayo Bermain “Kepala Pundak Lutut Kaki” :

▪ Murid mengamati gambar Beni dan teman-teman

▪ Murid mengamati gambar Beni dan teman-teman

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: IHDAR CHAIR ILHAM (Halaman 67-0)

Dokumen terkait