BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Dari hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan data-data yang terkumpul, maka diketahui bahwa pengguanaan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran
106
kooperatif tipe STAD menjadi salah satu solusi untuk mencapai target yang diinginkan. Dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPA yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas tersebut menunjukkan bahwa siswa dapat menerima materi Alat Indra Manusia dengan baik. Hal ini di buktikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa selama pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil ulangan pada kondisi awal atau pra siklus, nilai rata-rata dari 24 siswa yaitu 44,56 dengan rincian 4 siswa atau 16,67% dari jumlah siswa telah mencapai nilai ketuntasan minimal dan dinyatakan tuntas, sedangkan 20 siswa atau 83,33% dari jumlah siswa belum mencapai nilai ketuntasan minimal dan dinyatakan tidak tuntas. Karena guru IPA kelas IV dalam pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional. Sehingga pembelajaran yang disampaikan menjadi kurang menarik dan membuat siswa menjadi kurang aktif. Hal ini juga sangat mempengaruhi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dari tes formatif yang dilakukan pada setiap akhir pembelajaran. Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari penelitian tersebut menunjukan bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang prestasi belajarnya telah mencapai KKM pada tiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai-nilai tes formatif yang diperoleh siswa di setiap siklusnya pada tabel 4.9 sebagai berikut:
107
Tabel 4.9 Hasil Rekapitulasi Nilai-nilai pada Siklus I II dan III
No Nama Siswa Siklus
I II III 1. Agus Supriyanto 65 60 100 2. Agus Setyawan 40 40 50 3. M. Agym Duta S. 45 60 60 4. Dedi Kurniawan 70 80 90 5. Arief Syarifudin 65 70 100 6. Siswanto 45 70 80 7. Agus Yulianto 65 60 70 8. Nanda Dwi L. 30 50 90 9. Riska W. 45 60 80 10. Anisa Dwi H. 55 70 80 11. Ahmad Alghifari 60 60 70 12. Adha Nur Abidin 50 60 90 13. Arief Ikhsanudin 45 40 70 14. Irfan Dino L. 45 60 90 15. Lutfi Zani Al F. 45 80 90 16. Nurul Khasanah 45 70 100 17. Pratama Agus S. 60 60 60 18. Rahmawati O. 45 80 100 19. Retno Sekar A. 75 60 90 20. Sabrina Salwa A. 55 50 100 21. Salma Choirunisa 65 70 90 22. Vina Rahmawati 50 60 70 23. Puji Setiawan 30 30 50 24. Ari Setiawan 30 40 80 Jumlah 1225 1440 1950 Rata-rata 51,04 60 81,25
Pada siklus I dilaksankan selama 2 kali pertemuan, sehingga pada siklus I nilai rata-rata dari 24 siswa yaitu 51,04 dengan rincian 8 siswa atau 33,33% dari jumlah siswa telah mencapai KKM yaitu 60 dan dinyatakan tuntas, sedangkan 16 siswa atau 66,66% dari jumlah siswa belum mencapai nilai ketuntasan minimal dan dinyatakan tidak tuntas. Untuk penilaian hasil pengamatan terhadap guru maka peneliti mengkaji
108
ulang data hasil pengamatan yang diperoleh dan melakukan perbaikan. Hasilnya adalah guru kurang cakap dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan guru masih kurang menguasai kelas serta mengelola waktu secara tepat. Sedangkan siswa masih belum memahami jalanya strategi pembelajaran yang diterapkan sehingga pembelajaran belum menarik perhatian siswa. Maka perbaikannya adalah sebelum pembelajaran guru memahami langkah demi langkah penerapan STAD pada mata pelajaran IPA dan ketika pembelajaran guru mengelola kelas terlebih dahulu secara maksimal serta mengenalkan lebih dalam kepada siswa tentang strategi pembelajaran yang digunakan.
Pada siklus II, nilai rata-rata dari 24 siswa yaitu 60 dengan rincian 18 siswa atau 75% dari jumlah siswa telah mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu 60 dan dinyatakan tuntas, sedangkan 6 siswa atau 25% dari jumlah siswa belum mencapai nilai ketuntasan minimal dan dinyatakan tidak tuntas. Untuk penilaian hasil pengamatan terhadap guru maka peneliti mengkaji ulang data hasil pengamatan yang diperoleh dan melakukan perbaikan. Hasilnya adalah guru telah mampu menerapkan STAP pada pelajaran IPA dengan baik dan guru sudah mampu menguasai kelas dengan baik, namun perlu ditingkatkan lagi dalam penguasaannya. Selain itu masih ada sebagian siswa yang belum memahami jalanya strategi pembelajaran yang diterapkan. Maka perbaikanya adalah guru lebih memaksimalkan lagi dalam pengelolaan kelas dan memberikan pengulangan dalam melakukan langkah-langkah strategi pembelajaran
109
yang diterapkan. Mengingat jumlah siswa yang mencapai ketuntasan minimal belum mencapai target serta masih banyak perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan, maka dari itu untuk perbaikan-dilakukan dilakukan pada tahap berikutnya yaitu pada siklus III.
Pada siklus III, nilai rata-rata dari 24 siswa yaitu 81,25 dengan rincian 22 siswa atau 91,67% dari jumlah siswa telah mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu 60 dan dinyatakan tuntas, sedangkan 2 siswa atau 8,33% dari jumlah siswa belum mencapai nilai ketuntasan minimal dan dinyatakan tidak tuntas. Untuk penilaian hasil pengamatan terhadap guru terjadi peningkatan karena guru telah maksimal dalam mengelola kelas dan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan sangat baik. Selain itu hasil belajar siswa dari tes formatif yang dilakukan meningkat dan jumlah siswa yang nilainya mencapai KKM sudah memenuhi indikator yang telah ditentukan. Hasil pencapaian KKM pada siklus I II dan II dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai berikut:
Tabel 4.10 Hasil Rekapitulasi Pencapaian KKM pada Siklus I II dan III
Ketuntasan Pelaksanaan Nilai Rata- rata Ketuntasan (KKM Individu 60) Ketuntasan (KKM Nasional 75) Siklus I 51,04 8 siswa (33,33%) 1 siswa (4,17%) Siklus II 60 18 siswa (75%) 3 siswa (12,5%) Siklus III 81,25 22 siswa (91,67%) 16 siswa (66,67%)
110
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar yaitu dari siklus I sebesar 51,04 dan 60 pada siklus II menjadi 81,25 pada sisklus III. Nilai rata-rata yang dicapai pada siklus III sebesar 81,25, menunjukkan bahwa telah melampaui KKM individu yaitu 60 dan KKM nasional yaitu 75. Peningkatan prestasi belajar ini juga dapat dilihat pada diagram 4.1 sebagai berikut:
Diagram 4.1 Diagram Nilai Rata-rata Siklus I II dan III
Selain terjadi peningkatan prestasi belajar pada tiap siklusnya, ketuntasan belajar dengan KKM individu yaitu 60 juga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 33,33%, pada siklus II sebesar 75%, pada siklus III sebesar 91,67% dan dapat dilihat pada diagram 4.2.
51.04 60 81.25 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Siklus I Siklus II Siklus III
NI L A I TAHAPAN SIKLUS
RATA-RATA NILAI
Siklus I Siklus II Siklus III111
Diagram 4.2 Diagram Persentase Ketuntasan Belajar Siklus I II dan III
Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa banyaknya siswa yang semula prestasi belajarnya relatif rendah, cenderung naik secara perlahan, kegiatan aktivitas siswa mengikuti pembelajaran juga meningkat sehingga kualitas hasil belajar siswa cukup mmemuaskan.
33 .33 75 91.67 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Siklus I Siklus II Siklus III
PR O SE N T ASE TAHAPAN SIKLUS
PERSENTASE KELULUSAN
112
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari
Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “ Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Alat Inda Manusia Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Cabeankunti Kecamatan Cepogo
Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016” dapat disimpulkan
bahwa:
1. Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Alat Indra Manusia dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SDN 1 Cabeankunti Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali tahunpelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat dari hasil setiap siklusnya yang menunjukan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar, dimana pada siklus I sebesar 51,04, siklus II sebesar 60 dan siklus III sebesar 81,25. Hasil tersebut telah melampaui KKM individu yaitu 60 dan KKM nasional yaitu 75.
2. Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat memenuhi target pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan, terbukti pada siklus III siswa yang mencapai KKM sebesar 91,67% > 85% (standar KKM kelas).
113 B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas IV SDN 1 Cabeankunti tahun ajaran 2015/1016, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan kompetensi peserta didik SDN 1 Cabeankunti pada khususnya sebagai berikut:
1. Bagi Sekolah
Penelitian dengan classroom action research membantu dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
2. Bagi Guru
a. Untuk meningkatkan hasil belajar IPA diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual.
b. Untuk meningkatkan keaktifan, kreativitas siswa dan keefektifan pembelajaran diharapkan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD.
c. Untuk memperoleh jawaban yang tepat, sesuai dengan tujuan penelitian disarankan untuk menggali pendapat atau tanggapan siswa dengan kalimat yang lebih mengarah pada proses pembelajaran dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD. d. Adanya tindak lanjut terhadap penggunaan strategi pembelajaran
114
3. Bagi Siswa
a. Peserta didik hendaknya dapat berperan aktif dengan menyampaikan ide atau pendapat pada proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.
b. Siswa dapat mengaplikasikan hasil belajarnya kedalam kehidupan sehari-hari.
115
DAFTAR PUSTAKA
Abtokhi, Ahmad. 2008. Sains untuk PGMI dan PGSD. Malang: UIN Malang Press.
Agung, Iskandar. 2010. Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Bagi Guru; Pedoman dan Acuan Guru dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran pada Pembelajaran pada Peserta Didik. Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran; Prinsip, Teknik, Prosedur.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Bahri, Syaiful Djamarah. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
____________________. 2011. Psikilogi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Basri, Hasan. 2015. Paradigma Baru Sistem Pembelajaran. Bandung: CV
Pustaka Setia.
Basrowi dan Suwandi. 2008. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Galia Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Garnida, Dadang dan Rudy Budiman. 2002. Buku Pedoman Guru Mata
Pelajaran Pendidikan Ipa Madrasah Ibtidiyah. Jakarta: Ditjin
Binbaga Departemen Agama.
Huda, Miftahul. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran; Isu-isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. 2015. Ragam Pengembangan Model Pembelajaranuntuk Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jogjakarta: Kata Pena.
Kusnin. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas 4. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
116
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Rosdakarya offset.
Paizaluddin dan Ermalinda. 2014. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Panduan Teoritis dan Praktis. Bandung: CV Alfabeta.
Poerwadarminta. 2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sriyanti, Lilik, Muna Erawati dan Suwardi. 2013. Teori-Teori Belajar. Salatiga: STAIN Press.
Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Yogyakarta:PT. Bumi Aksara.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Taniredja, Tukiran, Efi Miftah Faridli dan Sri Harmianto. 2014. Model- model Pemnelajaran Inovatif dan Efektif. Bandung: Alfabeta.
Tim Catha Edukatif. 2012. Fokus Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas V Semester 1. Sukoharjo: CV Sindunata.
Umiarso dan Imam Gojali. 2011. Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan. Jogjakarta: IRCiSoD.
Uzer, Moh. Usman dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan
Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Widi, Asih Wisudawati dan Eka Sulistyowati. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Kloang Klede Putra Timur bekerjasama dengan Koperasi Primer Praja Mukti I Departemen Dalam Negeri.
http://cayangsamultian.blogspot.com/2013/01/hakikat-pembelajaran-ipa-di- sd.html. Diakses pada hari Senin, 15 Juni 2015.
118 Lampiran 1 RPP Siklus I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SDN 1 CABEANKUNTI Mapel : IPA
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan (4X35 menit)
A. Standar Kompetensi
1. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya.
B. Kompetensi Dasar
1.3 Mendiskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya.
1.4 Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui gambar siswa dapat menyebutkan tentang bagian-bagian alat indra mata manusia besrta fungsinya dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan cara kerja alat indra mata dengan benar.
3. Melalui power point, siswa dapat menjelaskan cara menjaga kesehatan alat indra mata dengan tepat.
119 D. Indikator
1. Menyebutkan bagian-bagian alat indra mata manusia beserta fungsinya.
2. Menjelaskan cara kerja alat indra mata.
3. Menjelaskan cara menjaga kesehatan alat indra mata.
E. Materi Pembelajaran
1. Bagian-bagian mata beserta fungsinya. (Terlampir) 2. Cara kerja mata. (Terlampir)
3. Cara merawat kesehatan mata. (Terlampir)
F. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama
Langkah-langkah Waktu
a. Apersepsi
1) Guru mengucap salam.
2) Guru bersama siswa berdo’a dengan khidmat.
3) Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
4) Guru menyapa siswa dengan memperkenalkan diri. 5) Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan kata-
kata penyemangat.
6) Menyampaikan tujuan pembelajaran.
7) Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.
15 menit
b. Kegiatan Inti 1) Eksplorasi
a) Guru memberikan informasi kepada siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin dan sukunya.
b) Guru meminta siswa mengamati gambar terkait bagian-bagian mata.
c) Guru menjelaskan gambar tentang bagian-bagian mata beserta fungsinya.
120
d) Guru meminta siswa untuk memperhatikan penjelasan guru.
e) Guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang terkait dengan gambar bagian- bagian mata besrta fungsinya, jika sulit guru memancing pertanyaan pada siswa:
(1) Gambar tentang apakah ini?
(2) Apa saja bagian-bagian mata?
2) Elaborasi
a) Guru membagikan lembar kerja tentang bagian- bagian mata dan fungsinya kepada setiap kelompok.
b) Guru menyampaikan peraturan dan tata cara kerja kelompok.
c) Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara bersama-sama dengan anggota kelomponya.
d) Guru meminta siswa yang bisa mengerjakan tugas untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya agar semua anggota kelompoknya dapat menguasai tugas yang diberikan.
e) Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. f) Guru meminta setiap kelompok untuk
mengumpulkan hasil kerja kelompoknya. g) Guru membagikan kuis kepada siswa dan siswa
diminta mengerjakannya.
h) Guru tidak memperbolehkan siswa untuk
bekerjasama dengan siswa lain walaupun dengan anggota kelompoknya.
i) Siswa bersama guru membahas kuis yang telah dikerjakan.
j) Siswa bersama guru menghitung skor yang diperoleh setiap siswa, kemudian dijumlahkan dengan skor anggota kelomponya dan dirata- ratakan untuk mendapatakan skor kelompok.
3) Konfirmasi
a) Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif.
121
bertanya.
c. Penutup
1) Guru menyimpulkan materi yang sudah disampaikan. 2) Guru memberikan komentar terhadap aktivitas siswa
saat pembelajaran.
3) Guru memberitahu materi yang akan datang.
4) Guru meminta siswa belajar materi yang akan datang. 5) Guru menutup dengan doa.
6) Salam penutup.
5 menit
2. Pertemuan Kedua a. Apersepsi
1) Guru mengucap salam.
2) Guru bersama siswa berdo’a dengan khidmat.
3) Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
4) Guru menyapa siswa dengan menanyakan kabar. 5) Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan kata-
kata penyemangat.
6) Menyampaikan tujuan pembelajaran.
7) Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.
15 menit
b. Kegiatan Inti 1) Eksplorasi
a) Guru memberikan informasi kepada siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin dan sukunya.
b) Guru meminta siswa mengamati power point terkait cara kerja mata.
c) Guru menjelaskan gambar tentang cara kerja mata dan cara menjaga kesehatan mata.
d) Guru meminta siswa untuk memperhatikan penjelasan guru.
e) Guru mendorong siswa untuk mengajukan
pertanyaan yang terkait dengan power point tentang cara kerja mata dan cara memelihara kesehatan mata.
122 2) Elaborasi
a) Guru membagikan lembar kerja tentang cara kerja dan cara memelihara kesehatan mata kepada setiap kelompok.
b) Guru menyampaikan peraturan dan tata cara kerja kelompok.
c) Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara bersama-sama dengan anggota kelomponya.
d) Guru meminta siswa yang bisa mengerjakan tugas untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya agar semua anggota kelompoknya dapat menguasai tugas yang diberikan.
e) Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. f) Guru meminta setiap kelompok untuk
mengumpulkan hasil kerja kelompoknya. g) Guru membagikan kuis kepada siswa dan siswa
diminta mengerjakannya.
h) Guru tidak memperbolehkan siswa untuk
bekerjasama dengan siswa lain walaupun dengan anggota kelompoknya.
i) Siswa bersama guru membahas kuis yang telah dikerjakan.
j) Siswa bersama guru menghitung skor yang diperoleh setiap siswa, kemudian dijumlahkan dengan skor anggota kelomponya dan dirata- ratakan untuk mendapatakan skor kelompok.
3) Konfirmasi
a) Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif.
b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
b. Penutup
2) Guru menyimpulkan materi yang sudah disampaikan. 3) Guru memberikan komentar terhadap aktivitas siswa
saat pembelajaran.
4) Guru memberitahu materi yang akan datang.
5) Guru meminta siswa belajar materi yang akan datang.
123
6) Guru menutup dengan doa. 7) Salam penutup.
G. Metode Pembelajaran
1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Diskusi
4. Kooperatif tipe STAD
H. Media, Alat Pembelajaran dan Sumber Belajar
1. Media dan alat
a. Gambar-gambar berkaitan dengan mata. b. Power point.
c. Lembar kerja kelompok. 2. Sumber Belajar
a. Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas 4, BSE Halaman 23-29.
b. Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas IV, BSE Halaman 11-15.
c. Buku IPA untuk Kelas 4 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, Diknas Halaman 15-18.
d. LKS Fokus Ilmu Pengetah Alam untuk SD/MI Kelas IV Semester 1, Halaman 10-12.
I. Penilaian
1. Teknik : tes proses, post test. 2. Bentuk : tertulis.
3. Jenis : Unjuk kerja . 4. Alat tes : Soal tes/kuis
Kunci Jawaban Kriteria Penilaian
124
Soal Post Test / Kuis pertemuan 1
1. Indra penglihat kita adalah ...
2. Mata memiliki dua bagian, yaitu mata bagian ... dan mata bagian ...
3. Kelenjar air mata berfungsi untuk membasahi ...
4. Mata bagian luar yang berfungsi untuk melindungi mata dari keringat yang jatuh ke mata adalah ...
5. Mata bagian dalam yang letaknya paling luar yang berupa selaput bening adalah ...
6. Pupil berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya ... yang masuk ke mata.
7. Bagian mata yang berfungsi untuk menerima bayangan benda yang masuk kemudian diteruskan ke saraf mata adalaha...
8. Bagian mata yang berfungsi untuk menyerap cahaya adalah ... 9. Lapisan mata yang berwarna putih disebut ....
10.Bagian dalam mata yang berfungsi untuk meneruskan dan mengumpulkan cahaya atau bayangan benda agar jatuh tepat diretina disebut ...
Kunci Jawaban pertemuan 1
1. Mata 6. Cahaya 2. Luar dan dalam 7. Retina 3. Kornea 8. Iris 4. Alis 9. Sklera 5. Kornea 10. Lensa mata
125
Soal Post Test / Kuis pertemuan 2
1. Pupil berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya ... yang masuk ke mata.
2. Bagian dalam mata yang berfungsi untuk meneruskan dan mengumpulkan cahaya atau bayangan benda agar jatuh tepat diretina disebut ....
3. Mata bagian dalam yang letaknya paling luar yang berupa selaput bening adalah ...
4. Pantulan cahaya dari suatu benda masuk melalui ...
5. Cahaya yang masuk ke lensa diarahkan, sehingga bayangan benda jatuh pada ...
6. Setelah bayangan benda diterima diretina, kemudian ujung-ujung saraf penglihatan menyampaikan bayangan tersebut ke ..
7. Ketika membaca, jarak antara tulisan dengan mata seharusnya kurang lebih ...cm
8. Agar mata kita tetap sehat maka kita harus banyak-banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin ...
9. Seseorang tidak bisa melihat benda kecil yang letaknya dekat, maka orang tersebut menderita ...
10.Orang yang menderita rabun jauh (miopi) dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa ...
Kunci Jawaban pertemuan 2
1. Cahaya 6. Otak 2. Lensa Mata 7. 30 3. Kornea 8. A
4. Pupil 9. Rabun dekat (hipermetropi) 5. Retina 10. Cekung (negatif)
Kriteria Penilaian : Jumlah jawaban betul x 10= skor /nilai.
133 Lampiran 2 RPP Siklus II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SDN 1 CABEANKUNTI Mapel : IPA
Kelas/Semester : IV/1
Alokasi Waktu : 2 X pertemuan (4X35 menit)
A. Standar Kompetensi
1. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya.
B. Kompetensi Dasar
1.3 Mendiskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya.
1.4Menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui gambar siswa dapat menyebutkan tentang bagian-bagian alat indra telinga manusia besrta fungsinya dengan tepat.
2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menjelaskan cara kerja alat indra telinga dengan benar.
3. Melalui power point, siswa dapat menjelaskan cara menjaga kesehatan alat indra telinga dengan tepat.
D. Indikator
1. Menyebutkan bagian-bagian alat indra telinga manusia beserta fungsinya.
2. Menjelaskan cara kerja alat indra telinga.
134 E. Materi Pembelajaran
1. Bagian-bagian telinga beserta fungsinya. (Terlampir) 2. Cara kerja telinga. (Terlampir)
3. Cara merawat kesehatan telinga. (Terlampir)
F. Langkah-langkah Pembelajaran
Langkah-langkah Waktu
1. Apersepsi
a) Guru mengucap salam.
b) Guru bersama siswa berdo’a dengan khidmat.
c) Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan
pembelajaran.
d) Guru menyapa siswa dengan menanyakan kabar. e) Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan kata-
kata penyemangat.
f) Menyampaikan tujuan pembelajaran.
g) Menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.
15menit
2. Kegiatan Inti a) Eksplorasi
1) Guru memberikan informasi kepada siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin dan sukunya.
2) Guru meminta siswa mengamati power point terkait bagian-bagian telinga, cara kerja telinga dan cara memelihara telinga.
3) Guru menjelaskan power point tentang bagian- bagian telinga beserta fungsinya, cara kerja telinga dan cara memelihara telinga.
4) Guru meminta siswa untuk memperhatikan penjelasan guru.
5) Guru mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang terkait dengan gambar bagian- bagian mata besrta fungsinya, cara kerja telinga dan cara memelihara telinga.
135 b)Elaborasi
1) Guru membagikan lembar kerja terkait dengan materi telinga kepada setiap kelompok.
2) Guru menyampaikan peraturan dan tata cara kerja kelompok.
3) Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara bersama-sama dengan anggota kelomponya.
4) Guru meminta siswa yang bisa mengerjakan tugas untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya agar semua anggota kelompoknya dapat menguasai