• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Kebahagiaan didalam hidup adalah suatu hal yang menjadi harapan didalam kehidupan banyak orang, bahkan sepertinya semua orang mendambakan kehidupan yang bahagia.Begitu pula bagi seorang mahasiswa mereka juga menginginkan kebahagiaan.Namun dari hasil penelitian ini jumlah mahasiswa yang mempunyai tingkat kebahagiaan yang tinggi sebanyak 22 (44%) mahaiswa dan yang mempunyai tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 28 (56%) mahasiswa.

Sebenarnya kebahagiaan bisa dipertahankan dan juga ditingkatkan agar kita terbiasa untuk bahagia. Yaitu dengan selalu menerima kelebihan dan kekurangan, mampu menyesuaikan diri pada tahap-tahapperkembangan yang harus dilalui, mampu mengendalikan dan mengarahkan emosi secara positif, selalu bersikap positif, tidak berprasangka buruk pada suatu hal yang belum kita ketahui kebenarannya, mensyukuri bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna.

Tingkat kebahagiaan berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil bahwa sebanyak 2(33%) mahasiswa laki-laki memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi sedangkan 4 (67%) mahasiswa laki-laki tingkat kebahagiaannya sedang.Untuk mahasiswa perempuan sebanyak 20(42%) tingkat kebahagiaannya tinggi sedangkan 24 (58%) mahasiswa perempuan tingkat kebahagiaannya sedang.Jenis kelamin memiliki hubungan yang tidak konsisten dengan kebahagiaaan (Seligman, 2005:76).Wanita

memiliki kehidupan emosional yang lebih ekstrem dibanding dengan laki-laki, wanita mengalami lebih banyak emosi positif dengan intensitas yang lebih tinggi dibanding dengan pria.Seligman (2005:76) juga menjelaskan bahwa tingkat emosi rata-rata pria dan wanita tidak berbeda namun perempuan lebih bahagia dan lebihsedih dari pada pria.

Tingkat kebahagiaan berdasarkan semester didapatkan hasil bahwa mahasiswa semester II yang memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi sebanyak 2 (22%) mahasiswa, dan tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 7 (78%) mahasiswa. Mahasiswa semester IV yang memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 5 (36%)mahasiswa sedangkan yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 9 (64%) mahasiswa.Mahasiswa semester VI yang memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 6 (43%)mahasiswa sedangkan yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 8 (57%) mahasiswa.Mahasiswa semester VIII yang memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 4 (50%) mahasiswa dan untuk mahasiswa yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 4 (50%) mahasiswa.Mahasiswa semester X yangmemiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 5 (100%) mahasiswa.Dari data tersebut terlihat bahwa semakin banyak semester yang ditempuh oleh mahasiswa maka lebih banyak pula tingkat kebahagiaan yang tinggi yang dimiliki mahasiswa. Terlihat jelas peningkatan jumlah tingkat kebahagiaan yang tinggi dari mahasiswa semester II sampai dengan X.

Tingkat kebahagiaan berdasarkan usia didapatkan hasil bahwa mahasiswa yang berusia 19 tahun memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi sebanyak 2 (22%) mahasiswa, dan tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 7 (78%) mahasiswa. Mahasiswa yang berusia 20 tahun memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 5(36%) mahasiswa sedangkan yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 9 (64%) mahasiswa.Mahasiswa yang berusia 21 tahun memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 6 (43%) mahasiswa sedangkan yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 8 (57%).Mahasiswa yang berusia 22 tahun memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebayak 4 (50%) mahasiswa dan untuk mahasiswa yang memiliki tingkat kebahagiaan sedang sebanyak 4 (50%) mahasiswa.Mahasiswa yang berusia 23 tahun memiliki tingkat kebahagiaan tinggi sebanyak 5 (100%) mahasiswa. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa semakin banyak jumlah usia seseorang (semakin tua) maka maka tingkat kebahagiaan yang dimiliki lebih tinggi pula. Hal ini dijelaskan pula oleh Seligman (2005:74) bahwasannya 35 tahun yang lalu kemudaan dianggap senantiasa mencerminkan kebahagiaan namun kini kemudaan tidak dinilai demikian tingginya, begitu para peneliti menelaah data-data itu secara lebih teliti lenyaplah anggapan bahwa orang muda lebih bahagia. Seligman (2005:74) menyebutkan bahwa sebuah penelitian otoritatif atas 60.000 orang dewasa dari empat puluh bangsa membagi kebahagiaan membagi kebahagiaaan kedalam tiga komponen, yaitu kepuasan hidup, afek menyenangkan dan

afek tidak menyenangkan.Kepuasan hidup sedikit lebih meningkat sejalan dengan bertambahnya usia, afek menyenangkan sedikit melemah, dan afek negatif tidak berubah (Seligman, 2005:74). Hal yang mengalami perubahan ketika kita menua adalah intensitas emosi kita.Perasaan “mencapai puncak dunia” dan “terpuruk dalam keputusasaan” menjadiberkurang seiring dengan bertambahnya umur dan pengalaman (Seligman, 2005:74).

Berdasarkan indikator-indikator yang ada pada kebahagiaan yaitu perasaan positif, perasaan negatif dan kepuasan hidup diperoleh hasil bahwa rata-rata pernyataan yang ada pada indikator perasaan positif sesuai dengan keadaan diri mahasiswa, sedangkan pada indikator perasaan negatif pernyataan-pernyataannya tidak sesuai dengan keadaan diri mahasiswa, dan untuk indikator kepuasan hidup pernyataan-pernyataan yang ada sesuai dengan keadaan diri mahasiswa. Hal ini sesuai denga yang diungkapkan Seligman, yaitu selain lingkungan (uang, perkawinan, kehidupan sosial,usia, kesehatan, keadaan, iklim, ras, jenis kelamin, dan agama) hal lain yang mempengaruhi kebahagiaan adalah kepuasan akan masa lalu Seligman (2005: 80) menyebutkan bahwa emosi tentang masa lalu mulai dari kelegaan, kedamaian, kebanggaan dan kepuasan sampai pada kegetiran yang tak terpendamkan dan kemarahan penuh dendam, sepenuhnya ditentukan oleh pikiran tentang masa lalu. Terdapat tiga cara agar bisa lebih bahagia tentang masa lalu, yang pertama bersifat intelektual dengan membuang ideologi yang mengatakan bahwa masa lalu menentukan masa depan. Kedua dan ketiga bersifat emosional dan keduanya melibatkan perubahan memori secara disengaja. Menambah rasa

syukur tentang hal-hal baik pada masa lalu akan memperkuat memori positif, belajar untuk memaafkan kesalahan pada masa lalu mengurangi kepahitan yang membuat kepuasan menjadi mustahil. Selain hal-hal tersebut untuk membuat kita bahagia yaitu kita harus optimis akan masa depan.

Dari hasil pertanyaan terbuka yang dilakukan peneliti didapatkan bahwa mahasiswa yang merasa bahagia ada 40 (80%) mahasiswa dan mahasiswa yang merasa tidak bahagia sebesar 10 (20%) mahasiswa.Perasaan bahagia pada individu dipengaruhi oleh perasaan dari dalam dirinya sendiri. Mahasiswa yang dalam tahap perkembangannya termasuk dalam kategori remaja akhir dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam perkembangan jiwanya, seperti penerimaan akan pertumbuhan fisik yang dialaminya, penyesuaian diri terhadap perkembangan psikis, peran social, peran seksual, perkembangan moral dan religi serta pengendalian emosi, prasangka serta perasaan rendah diri yang dialaminya.

Hal-hal yang membuat mahasiswa bahagia ada berbagai hal yang disebutkan mahasiswa jawaban paling tinggi yaitu berkumpul dengan teman sebanyak 16 (32%) mahasiswa.Kemudian jawabanpaling rendah yatiu uang sebanyak 1 (2%) mahasiswa.Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa uang bukanlah hal paling utama untuk membuat seseorang bahagia terutama bagi mahasiswa namun banyak hal-hal lain yang membuat seseorang bahagia.Kebahagiaan merupakan konsep yang subyektif karena setiap individu memiliki tolak ukur yang berbeda-beda.Setiap individu juga memiliki faktor yang berbeda sehingga bisa mendatangkan

kebahagiaan untuknya. Menurut Seligman (2005: 65) faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan itu antara lain uang, status pernikahan, kehidupan sosial, usia, kesehatan, emosi negatif, pendidikan, iklim, ras, dan jenis kelamin, serta agama.

Dokumen terkait