• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

Penelitian pengembangan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia berupa CD Interaktif dengan materi IPS, yaitu kenampakan alam dan keberagaman sosial budaya untuk kelas IV SD. Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti untuk mengembangkan multimedia berupa CD Interaktif ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Pada pelaksanaannya, peneliti mengambil bagian-bagian yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Oleh karena itu, peneliti hanya melakukan penelitian dari tahap pertama sampai dengan tahap kesembilan dikarenakan menyesuaikan dengan kemampuan peneliti dan kondisi penelitian di lapangan. Kesembilan langkah penelitian tersebut adalah studi pendahuluan, perencanaan penelitian, pengembangan desain, uji coba satu-satu, revisi I, uji coba kelompok kecil, revisi II, uji

Pengembangan multimedia berupa CD Interaktif ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan peneliti, yaitu kurangnya guru menggunakan media dalam pembelajaran IPS. Guru tersebut hanya menggunakan LKS sebagai bahan ajar. Selain itu, fasilitas yang dimiliki oleh SD Negeri Gedongkiwo juga cukup memadai dengan adanya laboratorium komputer. Namun guru tidak pernah memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai penunjang pembelajaran. Padahal antusiasme para siswa terhadap komputer tinggi. Sehingga permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana mengembangkan multimedia berbasis Adobe Flash Professional pada materi kenampakan alam dan keberagaman sosial budaya untuk siswa kelas IV SD.

Salah satu alasan dikembangkannya multimedia tersebut, adalah karena siswa sekolah dasar masih sulit untuk berpikir tentang sesuatu yang abstrak. Padahal materi yang ada dalam IPS adalah bersifat abstrak. Oleh sebab itu, diperlukan suatu media yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang terdapat dalam mata pelajaran IPS. Hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Jean Piaget (Hendro Darmodjo & Jenny Kaligis, 1991: 18-20) yang menyatakan bahwa karakteristik siswa sekolah dasar masih dalam tahap operasional konkret, dimana anak masih berpikir atas dasar pengalaman yang konkret dan belum dapat berpikir secara abstrak.

Tampilan dalam multimedia berupa CD Interaktif ini mempertimbangkan kualitas objek-objek multimedia. Objek-objek

tersebut meliputi teks, image (gambar), animasi, audio, video, dan interactive link. Berdasarkan hasil validasi ahli media yang telah dilakukan, diketahui bahwa skor rata-rata dari objek-objek multimedia dinilai oleh ahli media adalah 4,65, sehingga menurut tabel konversi data, termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Dengan kualitas objek multimedia yang sangat baik, maka pesan yang disampaikan oleh multimedia tersebut akan semakin kuat (Munir, 2012: 6).

Berdasarkan hasil uji coba lapangan diketahui bahwa terdapat empat indikator yang menyatakan tentang kemenarikan dari media yang dikembangkan. Indikator-indikator tersebut adalah penyampaian materi menarik; kemenarikan tampilan; kemenarikan animasi; serta kemenarikan sajian video. Berdasarkan data yang telah tersaji, diketahui bahwa keempat indikator penilaian tersebut masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia yang telah dikembangkan dapat menarik perhatian siswa. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Jamil Suprihatiningrum (2012: 320), bahwa media pembelajaran harus memiliki fungsi atensi, yaitu fungsi suatu media untuk menarik perhatian siswa dengan menampilkan sesuatu yang menarik dari media tersebut.

Berdasarkan hasil uji coba lapangan diketahui bahwa terdapat indikator yang menyatakan bahwa kegiatan belajar dapat memotivasi siswa. Berdasarkan data yang telah tersaji, diketahui bahwa indikator

memotivasi siswa untuk belajar. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Jamil Suprihatiningrum (2012: 320), bahwa media pembelajaran harus memiliki fungsi motivasi, yaitu fungsi media untuk menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih giat dalam belajar.

Secara keseluruhan, hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil uji coba satu-satu terhadap multimedia berupa CD Interaktif mendapat skor rata-rata 4,20, sehingga masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap multimedia berupa CD Interaktif mendapat skor rata-rata 4,03, sehingga masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Hasil uji coba lapangan terhadap multimedia berupa CD Interaktif mendapat skor rata-rata 4,20, sehingga masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan data hasil uji coba tersebut, dapat disimpulkan bahwa multimedia berupa CD Interaktif yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran IPS yang dikembangkan dalam penelitian ini sebelum diujicobakan kepada siswa SD Negeri Gedongkiwo harus divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Validasi ahli materi mencakup dua aspek, yaitu aspek pembelajaran dan aspek materi/kebenaran isi. Berdasarkan dua aspek tersebut, multimedia mendapatkan skor rata-rata 4,23, sehingga termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Validasi ahli media mencakup tujuh aspek, yaitu aspek desain tampilan, aspek kualitas teks, aspek kualitas grafis, aspek kualitas video, aspek kualitas audio, aspek kualitas navigasi, dan aspek pemrograman. Berdasarkan tujuh aspek tersebut, multimedia mendapatkan skor rata-rata 4,65, sehingga termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Setelah divalidasi, multimedia diujicobakan kepada 23 siswa melalui tiga tahap, yaitu satu siswa saat uji coba satu- satu, empat siswa saat uji coba kelompok kecil, dan 18 siswa saat uji coba lapangan. Aspek yang dinilai dalam uji coba mencakup aspek pembelajaran, aspek materi, dan aspek media. Hasil uji coba satu-satu terhadap multimedia mendapat skor rata-rata 4,20, sehingga masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap

skor rata-rata 4,20, sehingga masuk dalam kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan data dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa multimedia berupa CD Interaktif yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.

B. Saran

Saran dari hasil penelitian ini adalah penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji efektifitas dari multimedia berupa CD Interaktif ini, yaitu dengan melanjutkan penelitian pengembangan ke tahap implementasi dan diseminasi.

C. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan pada penelitian ini antara lain:

1. Prosedur penelitian dan pengembangan terdiri dari sepuluh tahap, namun kegiatan yang dilaksanakan hanya sampai tahapan ke sembilan. Tahap yang terakhir, yaitu tahap implementasi dan diseminasi tidak dapat dilaksanakan akibat adanya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.

2. Multimedia berupa CD Interaktif ini hanya memuat satu Kompetensi Dasar, yaitu mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial dan budaya.

DAFTAR PUSTAKA

Arief S. Sadiman, dkk. (2011). Media Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Ariesto Hadi Sutopo. (2012). Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Azhar Arsyad. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Basuki Wibawa & Farida Mukti. (1991). Media Pengajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Cecep Kustandi & Bambang Sutjipto. (2013). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Daryanto. (2010). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Etin Solihatin & Raharjo. (2007). Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Fakih Samlawi & Bunyamin Maftuh. (1998). Konsep Dasar IPS. Jakarta: Dikti. Galih Pranowo. (2011). Kreasi Animasi Interaktif dengan ActionScript 3.0 pada

Flash CS5. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Hamzah & Nina Lamatenggo. (2010). Teknologi Komunikasi & Informasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hendro Darmodjo & Jenny Kaligis. (1991). Pendidikan IPA II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hidayati. 2002. Pendidkan Ilmu Pengetahuan Sosial di SD. Yogyakarta: UNY. Hujair A. H. Sanaky. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif.

Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Heni A. Puspitosari. (2010). Membuat Presentasi Multimedia. Yogyakarta: Skripta Media Creative.

Jamil Suprihatiningrum. (2012). Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Leo Agung. (2009). Seri Panduan Lengkap: Adobe Flash CS4 Profesional. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Munir. (2012). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rayandra Asyhar. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta.

Rudi Susilana dan Cepi Riyana. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Rusman, Deni Kurniawan & Cepi Riyana. (2012). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: PT Rajagrafindo Persada. Saifuddin Azwar. (1996). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran

Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.

Wina Sanjaya. (2002). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung: Kencana Prenada Media Group.

Dokumen terkait