• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Bentuk dan Strategi Kehidupan Sosial Masyarakat Pesisir Pulau Jampea di Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kep. Selayar

Menurut Soegiarto dalam Dahuri (1996) mendefenisikan bahwa masyarakat pesisir adalah masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan menggantungkan hidupnya dengan ekosistem laut. Mata pencaharian masyarakat pesisir beragam ada yang bekerja sebagai nelayan, petani, pegawai dan juga pengusaha, tetapi lebih dominan bekerja sebagai nelayan. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Perbedaan tersebut dikarenakan keterikatan erat dengan karakteristik ekonomi wilayah, latar belakang budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Faizal (2002) masyarakat di wilayah pesisir memiliki pendidikan yang rendah, produktivitas yang tergantung pada musim, terbatasnya modal usaha, buruknya mekanisme pasar dan sulitnya transfer sarana penunjang teknologi dan komunikasi yang mengakibatkan pendapatan masyarakat pesisir tidak menentu.

Masyarakat pesisir pada umumnya berprofesi sebagai nelayan yang melakukan kegiatan menangkap ikan di laut baik secara langsung maupun secara tidak langsung sebagai mata pencahariannya.

Masyarakat pesisir termasuk ke dalam masyarakat yang masih terbelakang. Selain itu ada banyak hal yang tidak diketahui oleh orang luar mengenai bentuk dan kehidupan sosial masyarakat pesisir, mereka mempunyai cara berbeda dari aspek pengetahuan, kepercayaan, peranan sosial , dan struktur sosialnya, seperti halnya dengan masyarakat pesisir di Pulau Jampea. Pola hidup yang dimiliki oleh masyarakat pesisir di Pulau Jampea memang berbeda dengan masyarakat lain pada umumnya mulai dari segi kepercayaan, kebudayaan dan pengetahuan masyarakatnya.

Sebagian besar masyarakat disana masih memegang teguh kepercayaan ataupun tradisi yang di berikan oleh leluhur mereka. Masih banyak masyarakat yang percaya dengan hal-hal yang bersifat tahayyul, mereka masih percaya dengan hal yang bersifat pamali (sesuatu yang harus dihindari). Dan sampai saat ini mereka masih menerapkan kebiasaan tersebut.

Jika dikaitkan dengan hasil yang sama telah ditemukan (Riski Apriani 2009) yaitu mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat pesisir. Dalam penelitian ini terdapat hasil yang sama dengan penelitian yang telah dibuat oleh penulis dimana di dalam penelitian ini sama-sama membahas mengenai kebudayaan masyarakat pesisir yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakatnya.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir tidak terlepas dari berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan sosial, ekonomi dan sebagainya. Seperti yang dialami oleh para nelayan di pulau Jampea. ada berbagai masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari mereka baik itu pada saat berangkat ke laut dan juga sebelum berangkat.

Beberapa kendala yang dihadapi oleh para nelayan seperti faktor cuaca yang buruk, pendapatan yang diperoleh tidak menentu, kurangnya modal yang dimiliki oleh para nelayan, dan adanya masalah terhadap mesin yang digunakan pada saat melaut. Begitupun juga dengan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, dimana bedasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa musim panen disana hanya terjadi 2 kali dalam setahun berbeda dengan musim panen yang terjadi di daerah lain sehingga hasil pertanian yang diperoleh tidak bertahan lama karena banyak juga hasil pertanian yang dijual seperti menjual beras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun masalah ini bukanlah merupakan satu-satunya faktor yang menimbulkan persoalan sosial dikalangan masyarakat pesisir, faktor-faktor

lain yang mempengaruhi adalah semakin berkurangnya sumber daya perikanan, kerusakan ekosistem pesisir dan laut, serta keterbatasan kualitas dan kapasitas teknologi penangkapan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan lemahnya kebijakan dan dukungan fasilitas pembangunan untuk masyarakat nelayan. Ada tiga aspek dasar yang menjadi kebutuhan hidup dalam rumah tangga masyarakat pesisir, yaitu :

1. Pergulatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari 2. Terbatasnya pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anaknya 3. Terbatasnya akses mereka terhadap jaminan kesehatan

Dari beberapa aspek tersebut bisa kita lihat bahwa pendapatan yang diperoleh oleh setiap masyarakat tidak cukup untuk menutupi ketiga aspek dasar tersebut melihat bahwa pendapatan yang di dapatkan oleh mereka setiap harinya tidak menentu kadang banyak kadang juga sedikit tergantung pada kondisi dan musim. Sehingga beberapa dari mereka ada yang mengambil pekerjaan sampingan agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi.

Berdasarkan teori fenomenologi persoalan pokok yang hendak diterangkan dalam teori ini menyangkut persoalan pokok ilmu sosial itu sendiri, dimana di dalam penelitian ini yang akan di teliti adalah bentuk dan strategi kehidupan sosial masyarakat pesisir dan hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pesisir. Seperti yang telah dijelaskan di dalam teori ini bahwa ada konsep yang menunjuk kepada pemisahan

keadaan subjektif atau secara sederhana menunjuk dimensi dari kesadaran umum ke kesadaran khusus. Kemudian dalam konsep intersubjektivitas memungkinkan pergaulan sosial itu terjadi dan bergantung pada pengetahuan tentang peranan masing-masing yang diperoleh melalui pengalaman yang bersifat pribadi. Konsep ini mengacu dalam memahami bentuk dan strategi kehidupan sosial masyarakat pesisir tidak hanya melihat apa yang tampak di permukaan akan tetapi lebih pada pengalaman-pengalaman setiap masyarakat untuk menguat sisi-sisi yang tak nampak atau hal-hal yang terpendam dari benak masyarakat dan berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Teori ini berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dimana di dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah bentuk dan strategi kehidupan masyarakat pesisir, yaitu bagaimana pola hidup yang dimiliki oleh masyarakat pesisir, dan bagaimana strategi kehidupan masyarakat pesisir, apa saja permasalahan yang dihadapi oleh setiap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka serta bentuk kepercayaan ataupun tradisi yang di anut masyarakatnya.

Jika dikaitkan dengan teori siklus perubahan sosial yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun bahwa didalam teori ini perubahan sosial yang terjadi bagaikan roda yang berputar, sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dimana bentuk ataupun pola hidup yang dimiliki oleh masyarakat pesisir terjadi secara berputar misalnya pada saat memasuki musim ikan dan musim panen mereka pergi melaut dan bertani

namun apabila bukan musim ikan dan musim panen mereka mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan mereka dan begitupun seterusnya artinya pola hidup masyarakat disana terjadi secara berputar kehidupan masyarakatnya masih sangat kental dengan tradisi ataupun kebiasaan yang diturunkan oleh nenek moyang.

2. Hubungan Sosial Yang Terjadi Dalam Kehidupan Masyarakat Pesisir

Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu selalu melakukan sebuah hubungan sosial dengan indiviu yang lain. Hubungan sosial yang terjadi antar individu maupun antar kelompok dikenal dengan interaksi sosial, dimana interaksi antara berbagai segi kehidupan yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk suatu pola hubungan yang saling mempengaruhi sehingga akan membentuk suatu sistem sosial dalam mayarakat. Keadaan inilah yang dinamakan proses sosial. Setiap individu tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan dari individu yang lain. Sama halnya dengan hubungan sosial yang terjadi pada masyarakat pesisir di pulau Jampea, dimana berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukan peneliti melihat bahwa masyarakat disana masih sangat menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan saling tolong menolong apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir ada sebuah solidaritas yang dibangun oleh masyarakat, solidaritas yang dimaksud disini adalah kerja sama dalam proses penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan dan dan kerja sama dalam bercocok tanam yang dilakukan oleh petani. Mereka selalu mengerjakan pekerjaan secara bersama-sama. Selain itu mereka juga saling membantu apabila ada salah satu dari mereka yang mengalami kesulitan, seperti ada yang mesinnya rusak ataupun jaring yang digunakan rusak mereka dengan senang hati meminjamkan peralatan yang mereka punya. Mereka juga saling membantu dalam meminjamkan modal untuk melaut karena sebelum turun mereka membutuhkan pegangan untuk membeli bahan bakar, membeli umpan dan sebagainya. Kemudian untuk mengembalikan pinjaman tersebut diperoleh dari hasil menjual ikan yang mereka dapat setelah dari melaut. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat disana terhindar dari yang namanya pinjaman dari bank ataupun koperasi. Selain itu tidak ada yang namanya perbedaan kasta ataupun kedudukan semuanya itu memiliki kedudukan yang sama.

Jika dikaitkan dengan hasil penelitian terdahulu (Anugrah Alam Syah 2016) yaitu solidaritas sosial masyarakat nelayan dalam penangkapan ikan dimana didalam penelitian tersebut membahas mengenai bentuk solidaritas sosial yang menunjuk pada satu keadaan hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok masyarakat berdasarkan kuatnya

ikatan perasaan dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman perasaan dan emosional bersama. Solidaritas yang dimaksud disini yaitu menunjuk pada kekompokan untuk berbagi dan saling meringankan beban pekerjaan satu sama lain. Dalam penelitian ini terdapat aspek yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang membahas mengenai hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat pesisir. Bentuk solidaritas yang dihasilkan dari hubungan sosial antara sesama nelayan yaitu saling tolong menolong disaat mereka mengalami sebuah kesulitan tanpa adanya perbedaan stratifikasi atau kedudukan setiap individu. Sifat saling percaya diantara mereka dalam melakukan sebuah pekerjaan yang menyangkut masalah nelayan dan membantu semua pekerjaan apapun, serta menanamkan sifat kekeluargaan antar sesama masyarakat.

Bentuk atau pola solidaritas yang seperti ini menurut Emile Durkheim masuk pada pola jenis solidaritas mekanik. Solidaritas mekanik dapat terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh terbentuknya kesadaran kolektif diantara mereka dan perhatian yang bersifat lebih lokal yang dipusatkan pada kehidupan desanya dengan sikap untuk menghindari sebuah pertentangan diantara mereka.

86 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian penulis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut

1. Bentuk dan strategi kehidupan sosial masyarakat pesisir di Pulau Jampea yaitu Masyarakat disana memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan masyarakat lain pada umumnya, mulai dari segi kepercayaan, kebudayaan, pengetahuan dan mata pencaharian masyarakatnya. Sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Masyarakat di pulau Jampea masih memegang teguh kepercayaan atau tradisi yang di berikan oleh nenek moyang. Masih banyak masyarakat yang percaya dengan hal-hal yang bersifat pamali (sesuatu yang harus dihindari), dan sampai saat ini mereka masih menerapkan tradisi ataupun kebiasaan tersebut.

2. Hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pesisir yaitu setiap individu tidak bisa hidup tanpa bantuan dari individu yang lain. Ada solidaritas yang dibangun oleh masyarakat, bentuk solidaritas disini yaitu adanya kerja sama yang baik antara masyarakat misalnya dalam proses penangkapan ikan dilakukan secara berkelompok kemudian hasilnya dibagi bersama, selain itu mereka juga saling membantu meminjamkan

modal untuk melaut dan pinjaman tersebut dikembalikan setelah hasil tangkapannya dijual. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat disana terhindar dari pinjaman bank maupun koperasi.

B. Saran Penelitian

1. Kepada Nelayan dan Keluarga Nelayan

a. Sebaiknya mengoptimalkan potensi/SDA yang ada di sekelilingnya untuk dijadikan lading pekerjaan. Mengisi waktu luang dijadikan suatu kegiatan yang bermanfaat. Para nelayan harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya agar nasib anaknya tidak sama dengan nasib orang tuanya.

b. Solidaritas yang telah dijalin baik dan erat antara sesama masyarakat yang saling membantu dsn tolong menolong sebaiknya dipertahankan dan dijaga karena dengan adanya keharmonisan tersebut maka hubungan sosial diantara masyarakat bisa menghasilkan sebuah kerja sama yang baik.

2. Kepada Pemerintah

Pemerintah harusnya memberikan bantuan kepada masyarakat nelayan berupa bantuan teknologi, seperti mesin dan bantuan alat untuk menangkap ikan serta bantuan kesehatan kepada masyarakat nelayan.

3. Kepada Peneliti Lanjutan

Tentu peneliti masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna, oleh karena itu peneliti mengharap ada penelitian lanjut yang sifatnya untuk

mengetahui lebih banyak lagi mengenai judul yang terkait dengan judul penelitian ini untuk lebih dikembangkan lagi dengan baik dan sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Mugni,2013.Strategi Rumah Tangga Nelayan Dalam Mengatasi Kemisikina.{Skripsi}S1.Bogor:IPB

Ahmad,HAbu,2003,Ilmuhttps://www.gurupendidikan.co.id/sosial-budaya/Dasar Sosial,Jakarta,Rineka Cipta

George Ritzer-Douglas J.Goodman,Teori Sosiologi,(Bantul:Kreasi Wacana,2014),hal 257-258

Heri Purwanto,2007,Strategi Hidup Masyarakat Nelayan.Yogyakarta:PT,LKIS Pelangi Aksara

http:/syair79.files.wordpress.com/,diakses Jumat,10 Desember 2010

https://indomaritim.id/dampak-positif-dan-negatif-adanya-keberagaman-sosial-budaya/

https://m.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4339288/pengertian-dan-unsur-unsur-yang-harus-diketahui

https://www.brilio.net/wow/pengertian-teks-biografi-menurut-para-ahli-dan-ciri-lengkap-2006016.html

https://www.gurupendidikan.co.id/sosial-budaya

John W. Creswel. 2016. Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Laning,Vina Dwi.2009.Sosiologi.Jakarta:Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional

Lexy J Moleong. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosda Karya: Bandung

Narwoko J. Dwi dan Suyanto Bagong. 2010. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Edisi Ketiga. Jakarta: Prenada Media Group.

Persada

Prof. Dr. I. B. Wirawan. 2012. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma Fakta Sosial, Defenisi Sosial, Dan Perilaku Sosial. Edisi Pertama. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Ranjabar,Jakobus.2006,Sistem Sosial Budaya Indonesia(suatu pengantar),Bandung:Anggota IKAPI Galia Indonesia

Riza Afriza.2013.Karakterisitik Masyarakat Pesisir Di Indonesia.Jakarta :PT.Raja Grafindo Persada

Salim,Agus.2002.Perubahan Sosial,Sketsa dan Pemikiran Tokoh.Jogjakarta:PT.Tiara Wacana

Soekanto, Soerjono.1990. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta:PT.Grafindo Suhardi,Sri Sunarti.2009.Sosiologi 3.Jakarta:Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional.

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran 1.1

Pedoman Observasi

No Hari/Tanggal Tempat/kegiatan yang di amati

Deskripsi (apa yang dilihat dan

di dengar)

1 Lokasi

2 Pola hidup

masyarakat pesisir dari aspek pekerjaan

3 Strategi bertahan

hidup masyarakat pesisir

4 Kendala yang

dihadapi masyarakat pesisir

5 Bentuk kebudayaan

masyarakat pesisir

6 Hubungan sosial

dalam kehidupan masyarakat pesisir

Lampiran 1.2

Pedoman Wawancara

Pertanyaan untuk Demma Siga (Nelayan)

No Pertanyaan Jawaban

1 Sudah berap lama anda bekerja sebagai nelayan dan melakukan kegiatan melaut ?

Saya kerjaka jadi nelayan itu kurang lebih 10 tahun nak

2 Apa saja resiko yang harus dihadapi oleh para nelayan ketika melaut dan bagaimana cara anda mengatasi resiko tersebut?

Ada banyak sekali resiko yang dihadapi nak seperti kondisi cuaca yang kadang berubah, pendapatan yang tidak menentu dan mesin yang kadang macet di tengah laut 3 Apa saja hasil tangkapan yang

diperoleh selama melaut ?

Hasil tangkapan yang saya dapat biasanya ada ikan, cumi, dan udang.

4 Berapa banyak hasil tangkapan yang diperoleh dalam sehari ?

Dalam sehari itu biasanya 50 ribu ji pendapatanku

tergantung ji sama kondisi cuaca dan juga musim ikan.

5 Apakah hasil tangkapan yang didapat mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup anda ?

Kalau saya kurasa kurang ki itu pendapatanku dalam seharu tidak bisa terpenuhi semuanya kebutuhan hidupku nak apalagi ada anak-anak juga sekolah.

6 Apakah ada tradisi atau kebiasaan tertentu yang dilakukan sebelum turun kelaut ?

Iye ada nak contohnya itu kalau mauki kasih turun ki perahu yang baru dibikin

haruspi dulu dibaca-baca sama dibikinkan makanan namanya itu haje’.

7 Bagaimanakah strategi bertahan hidup anda apakah hanya mengandalkan pendapatan selama melaut atau ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan

?

Kalau saya tidak nak cari ka kerjaan sampingan karena tidak cukup ji itu kalau

berharap ki sama hasil laut jadi carika kerjaan lain jadi buruh bangunan nak.

8 Bagaimana hubungan sosial dengan nelayan yang lain?

Alhamdulillah baikji hubungan ku saya sama yang lain nak kita itu selalu ki kumpul sama-sama, cerita-cerita sama saling bantuki juga kalau ada yang kena musibah nak.

Pertanyaan untuk Badaruddin (Nelayan)

No Pertanyaan Jawaban

1 Sudah berap lama anda bekerja sebagai nelayan dan melakukan kegiatan melaut ?

Kalau saya nak hampir ma mungkin 5 tahu jadi nelayan

2 Apa saja resiko yang harus dihadapi oleh para nelayan ketika melaut dan bagaimana cara anda mengatasi resiko tersebut?

Iye banyak sekali nak paling berpengaruh itu cuaca nak karena kalau nda bagus ki cuaca nda pergi maki cari ikan sama kalau bukan musim ikan kurang ki itu ikan didapat nak.

3 Apa saja hasil tangkapan yang diperoleh selama melaut ?

Macam-macam nak ada ikan, ada udang biasa sama

cumi-cumi.

4 Berapa banyak hasil tangkapan yang diperoleh dalam sehari ?

Yah kalau satu hari itu biasa ada 50 sampai 100 ribu biasa tergantung ji kalau musim ikan memang biasa banyak juga didapat ikan itu nak.

5 Apakah hasil tangkapan yang didapat mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup anda ?

Kalau saya tidak cukupki nak untuk makan sehari ji mungkin cukupki

6 Apakah ada tradisi atau kebiasaan tertentu yang dilakukan sebelum turun kelaut ?

Iya ada saya juga masih ku pakai ki itu tradisi karena memang wajib mi juga nak.

7 Bagaimanakah strategi bertahan hidup anda apakah hanya mengandalkan pendapatan selama melaut atau ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan

?

Nda cukupki nak makanya saya itu cari ka kerjaan sampingan untuk tambah-tambah pemassukan nak.

8 Bagaimana hubungan sosial dengan nelayan yang lain ?

Baik sekali hubunganku nak nda baku iri ji orang disini malahan lagi saling bantuki terus.

Pertanyaan untuk Bahar (Nelayan)

No Pertanyaan Jawaban

1 Sudah berap lama anda bekerja sebagai nelayan dan melakukan kegiatan melaut ?

Kerjaku ini jadi nelayan agak lama mi juga nak.

2 Apa saja resiko yang harus dihadapi oleh para nelayan ketika melaut dan

Iye banyak sekali nak

resikonya bukanji juga kerjaan

bagaimana cara anda mengatasi resiko tersebut?

gampang itu nelayan nak.

3 Apa saja hasil tangkapan yang diperoleh selama melaut ?

Hasil tangkapanku itu saya lebih banyak ikan ada tongji yang lain tapi biasa satu ji ikut.

4 Berapa banyak hasil tangkapan yang diperoleh dalam sehari ?

Kadang banyakki kadang juga sedikit tidak menentu.

5 Apakah hasil tangkapan yang didapat mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup anda ?

Kalau saya kurasa kurang ki itu pendapatanku dalam sehari tidak bisa napenuhi semuanya kebutuhan hidupku nak apalagi ada anak-anak juga sekolah.

6 Apakah ada tradisi atau kebiasaan tertentu yang dilakukan sebelum turun kelaut ?

Iye kalau kebiasaan itu ada memang kalau saya itu masih percaya ka yang di bilang pamali nak.

7 Bagaimanakah strategi bertahan hidup anda apakah hanya mengandalkan pendapatan selama melaut atau ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan

?

Kalau saya tidak nak cari ka kerjaan sampingan karena tidak cukup ji itu kalau

berharap ki sama hasil laut jadi carika kerjaan lain jadi buruh bangunan nak.

8 Bagaimana hubungan sosial dengan nelayan yang lain

Baik baikji hubunganku sama yang lain nak.

Pertanyaan untuk Danial (Nelayan)

No Pertanyaan Jawaban

1 Sudah berap lama anda bekerja sebagai nelayan dan melakukan

Agak lama mi nak jadika nelayan

kegiatan melaut ?

2 Apa saja resiko yang harus dihadapi oleh para nelayan ketika melaut dan bagaimana cara anda mengatasi resiko tersebut?

Banyak memang harus pi berani juga orang karena biasa cuaca tidak baguski toh nak.

3 Apa saja hasil tangkapan yang diperoleh selama melaut ?

Lebih banyak itu ikan nak.

4 Berapa banyak hasil tangkapan yang diperoleh dalam sehari ?

Yah tergantung ji sama cuaca nak kalau bagus cuaca banyak juga didapat biasa

5 Apakah hasil tangkapan yang didapat mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup anda ?

Kalau saya kurasa kurang ki itu pendapatanku dalam sehari tidak bisa terpenuhi semuanya kebutuhan hidupku nak apalagi ada anakku juga kuliah

sekarang nak.

6 Apakah ada tradisi atau kebiasaan tertentu yang dilakukan sebelum turun kelaut ?

Iye ada nak contohnya itu kalau mauki kasih turun ki perahu yang baru dibikin haruspi dulu dibaca-baca sama dibikinkan makanan namanya itu haje’.

7 Bagaimanakah strategi bertahan hidup anda apakah hanya mengandalkan pendapatan selama melaut atau ada pekerjaan lain selain menjadi nelayan

?

Kalau saya kurang ki itu pendapatanku makanya cari ka kerjaan sampingan jadi tukang kayu nak.

8 Bagaimanakah hubungan sosial dengan nelayan yang lain ?

Hubunganku sejauh ini alhamdulillah bagus ji nak baku bantu ki kalau ada yang

kesusahan nak misalnya itu toh butuh ki modal pergiki pinjam sama teman.

Pertanyaan untuk Adisman (Petani)

No Pertanyaan Jawaban

1 Sudah berapa lama anda menjadi seorang petani ?

Kalau saya jadi petani itu sudah lama sekali nak.

2 Apakah lahan yang digunakan milik pribadi atau milik orang lain ?

Jadi ini lahan yang ku tanami itu punyaku sendiri ji nak 3 Apa saja jenis tanaman yang anda

tanam ?

Tanaman yang ditanam itu yang utama padi, kemudian jagung,kacang dan lombok nak.

4 Berapa kali musim panen padi terjadi disini pak ?

Jadi nak kalau musim panen itu

Jadi nak kalau musim panen itu

Dokumen terkait