BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Hasil penelitian yang didapatkan data rata-rata nilai debris indeks pada 32 sampel sebelum mengkonsumsi buah nanas dan mangga, serta sesudah mengkonsumsi buah nanas dan mangga sebagai berikut, yaitu jumlah sampel yang memiliki nilai debris indeks sebelum mengkons ums i buah nanas memiliki rata-rata 3,47 dan sesudah mengkonsumsi buah nanas memiliki rata-rata 2,79. Hal ini menunjukkan bahwa ada penurunan nilai debris indeks sesudah mengkonsumsi buah nanas yaitu sebesar 0,67. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Ariyani (2010) mengenai Perbedaan Konsumsi Buah Nanas dan Jambu Biji Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Siswa Kelas VI SDN Sapan 03 Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi nanas rata-rata debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas mengalami penurunan.
Menurut Satrio (2009) bahwa nanas mengandung serat dan air, serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk dan kandungan air sebanyak 85,30 gram yang membuat buah nanas berguna untuk membantu proses pencernaan, membersihkan tubuh dan gigi serta menurunka n kolesterol dalam darah, serta buah nanas juga memiliki kandungan enzim bromelin. (Bromelin merupakan salah satu enzim protease yang mampu menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil yaitu asam amino) yang dapat membantu proses penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan atau peradangan dalam
tubuh. Kandungan nitrogen dan asam amino dalam buah nanas yang tinggi dapat menurunkan pertumbuhan bakteri dalam mulut. Kandungan buah nanas lainnya berupa sodium dan phosphor, unsur ini juga terdapat dalam larutan sodium monofluorosphat, yang merupakan larutan kimia yang dipakai dalam mengontrol plak.
Sebagai upaya pengontrolan plak, menurut (Houwink dkk, 1995 cit Ariyanti 2010), pada dasarnya plak dapat dikontrol dengan alat-alat mekanis dan kimia. Begitu pula dengan buah nanas yang memiliki serat-serat kasar dan mengandung banyak air yang mampu mengendalikan plak dengan cara mekanik dan kimiawi secara alamiah. Hal ini sesuai dengan pendapat Gobler dan Bregnaut (1989) yang diambil dari (Laksminingrum, 2007 cit Ariyanti 2010), bahwa efek mekanis buah didapat dari gesekan antara serat terhadap permukaan gigi yang diakibatkan oleh gerakan pengunya ha n.
Sedangkan efek kimia didapat dari kandungan asam yang mampu menstimulasi aliran saliva sehingga turut membersihkan bakteri dan sisa makanan yang ada dipermukaan gigi.
Hasil penelitian pada jumlah sampel yang memiliki nilai debris indeks sebelum mengkonsumsi buah mangga rata-rata 3,42 dan sesudah mengkonsumsi buah mangga memiliki rata-rata 2,98. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ada penurunan nilai debris indeks sesudah mengkonsumsi buah mangga yaitu sebesar 0,44. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Iik (2010) mengena i Pengaruh Konsumsi Buah Mangga Terhadap Penurunan Plaque Score Pada
Siswa SMPN 46 Bandung, yang menyatakan bahwa mengkonsumsi buah mangga rata-rata nilai debrisnya mengalami penurunan.
Menurut Afriansyah (2010), Buah mangga mengandung betakaroten yang bermanfaat sebagai antioksidan dalam mencegah kerusakan tubuh akibat radikal bebas. Selain itu, buah mangga juga mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan gigi dan gusi, kemudian seratnya membantu dalam membersihkan gigi.
Berdasarkan uji statistik dapat dilihat rata-rata penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas yaitu 0,67, dan rata-rata penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga yaitu 0,44 yang artinya penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas lebih besar dibanding penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga. Hasil perhitungan t-test independen menunjukan adanya perbedaan bermakna penurunan nilai debris indeks antara mengkonsumsi buah nanas dan mangga.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas mengkons ums i buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung dapat disimpulkan bahwa :
1. Rata-rata nilai debris indeks sebelum mengkonsumsi buah nanas sebesar 3,47, dan sebelum mengkonsumsi buah mangga sebesar 3,42.
2. Rata-rata nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas sebesar 2,79.
3. Rata-rata nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga sebesar 2,98.
4. Mengkonsumsi buah nanas lebih efektif dalam menurunkan nilai debris indeks dibandingkan mengkonsumsi buah mangga.
B. Saran
Dengan kesimpulan diatas penulis mencoba memberikan saran untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, yaitu :
1. Perlu diadakan penyuluhan untuk masyarakat umumnya khususnya mahasiswa mengenai buah-buahan berserat supaya masyarakat dapat
32
menyediakan buah-buahan berserat untuk dikonsumsi setiap hari yang berguna untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.
2. Melakukan penelitian lanjut mengenai “ Efek Antibakterial didalam Buah Nanas dan Buah Mangga pada Penghambatan Plak.
DAFTAR PUSTAKA
Afriansyah, N. 2009. Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten. Jurnal Gizi dan Pangan. http://www.gizi.net 20 Desember 2014
Ariyani, Santi Purnama, 2010. Perbedaan Konsumsi Buah Nanas dan Jambu Biji Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Siswa Kelas VI SDN Sapan 03 Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Karya Tulis Ilmiah Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.
Hidayanti L dkk, 2010. Peran buah dan sayur dalam menurunkan keparahan karies gigi pada anak. Tasikmalaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Univers itas Siliwangi Tasikmalaya.
Istiqomah, Iik Ikmatun. 2010. Pengaruh Konsumsi Buah Mangga Terhadap Penurunan Plaque Score Pada Siswa SMPN 46 Bandung. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.
Komalasari, Dini, 2013. Efektifitas Mengunyah Buah Apel dan Jambu Biji Terhadap Indeks Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Siswa Di SDN Luginasari 1 Bandung. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.
Kusharto, Clara, M. Serat Makanan dan Peranannya Bagi Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan 2006.
Laela, Dewi Sodja. 2007.Teknik Penulisan usulan penelitian dan Karya Tulis Ilmiah. Diktat kuliah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Kesehatan Gigi.
Notoadmojo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:PT Rineka Cipta.
Putri, M.H, Eliza Herjulianti, dan Neneng Nurjanah. 2010. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: EGC.
Riskesdas, 2013. Kebiasaan Menyikat Gigi. Diakses di www.riskesdas.com pada tanggal 28 Desember 2014.
Satrio, 2009. Budidaya Buah Nanas.Jurnal Gizi dan Pangan. http://www.gizi. net 28 Januari 2015
Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian.Bandung.Alfabeta
Sumiastri N, dkk, 2006. Variasi Jenis dan Kultivar Mangga di Madiun dan Sekitarnya; Pengembangan dan Permasalahannya.
W. Gulo, 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Gramedia
LAMPIRAN
FORMAT PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama :
Umur :
Alamat :
Dengan ini saya menyatakan bersedia dan tidak keberatan menjadi naracoba setelah saya mendapat penjelasan maksud dan tujuan penelit ia n ini yang berjudul :
“ Efektivitas Konsumsi Buah Nanas dan Buah Mangga Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Mahasiswa Tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medik Piksi Ganesha Bandung” yang dilaksanakan oleh :
Nama : Eko Ardiyanto
NIM : P17315112021
Program Studi : Diploma III Keperawatan Gigi
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk digunakan sebagai mana mestinya.
Bandung, ………,,,,,,20….
(………)
Surat Pernyataan Persetujuan Melakukan Penelitian
buah mangga terhadap penurunan akumulas i plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung.
Lokasi Penelitian : Kampus Piksi Ganesha Bandung.
Akan melakukan penelitian dengan cara mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivita s mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi.
Setelah mendapat penjelasan dan memahami sepenuhnya tentang penelitian tersebut, kami menyatakan bersedia dan mengijinkan secara sukarela mahasiswa mahasiswi Tingkat 1 Jurusan Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung, untuk menjadi objek penelitian. Atas perhatian dan kerjasamanya, Saya mengucapkan Terima Kasih.
Bandung , 4 mei 2015
Uji t-test dependen pada perlakuan mengkonsumsi buah nanas
Tabel nilai debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas
No Nama
Responden
Jenis Kelamin
Nilai Debris Indeks pada perlakuan mengkonsumsi buah nanas
Dik : n = 32
∑d = 21,7 Jawab : d͞ = ∑d
n = 21,7
32 = 0,67
𝑆𝑑 =√∑d2 n − 𝑑2
= √16 ,5
32 − (0,67)2 = √0,51 – 0,45 = √0,06 = 0,24
t = d Sd / √32 = 0,67
0,24 / √32 = 0,67
0,24 / 5,6 = 0,67
0,04 = 16,75
Ttabel df = n-1
= 32-1 = 31 α = 0,05 Ttabel = 1,697 H0 ditolak jika : Thitung ≥ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Thitung = 16,75
Ttabel = 1,697
16,75 ≥ 1,697 maka H0 ditolak.
Uji t-test dependen pada perlakuan mengkonsumsi buah mangga
Nilai Debris Indeks pada perlakuan mengkonsumsi buah mangga
Dik : n = 32
∑d = 14,15 Jawab : d͞ = ∑d
n = 14,15 32 = 0,44
𝑆𝑑 =√∑d2 n − 𝑑2
= √7,5
32 − (0,44)2 = √0,23 – 0,19 = √0,04 = 0,2
t = d Sd / √32 = 0,44
0,2 / √32 = 0,44
0,2 / 5,6 = 0,44
0,03 = 14,66
Ttabel df = n-1
= 32-1 = 31 α = 0,05 Ttabel = 1,697 H0 ditolak jika : Thitung ≥ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Thitung = 14,66
Ttabel = 1,697
14,66 ≥ 1,697 maka H0 ditolak.
Uji t-test independen
Ttabel
df = n1 + n2 - 2
= 32 + 32 – 2 = 62
α = 0,05 Ttabel = 1,671
H0 ditolak jika : Thitung ≥ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Diketahui :
T hitung = 4,6 T tabel = 1,671 4,6 ≥ 1,671 maka H0 ditolak.
SURAT KETERANGAN
Telah melakukan penelitian tentang “Efektivitas mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung” survey awal dilaksanakan pada hari senin sampai dengan hari jumat, tanggal 4-8 mei 2015 dan penelitian dilaksanakan pada hari senin dan rabu, tanggal 18 dan 20 mei 2015. Adapun jumlah