• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengolahan dan Analisa Data

BAB IV METODE PENELITIAN

E. Pengolahan dan Analisa Data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan data kuantitatif yaitu data dalam bentuk bilangan (numerik) yang merupakan hasil pengukuran kebersihan gigi dan mulut sesudah diberikan asupan buah nanas dan buah mangga.

2. Analisa data

Masing-masing data yang diperoleh dari pengukuran secara langsung akan diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji t-test dependen, yaitu digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok lain tidak saling berhubunga n yang bertujuan untuk membandingkan nilai rata-rata dari dua perlakuan yang ada (riduwan dan akdon, 2007) dengan rumus :

Keterangan : t = t hitung

d = selisih antara sebelum dan sedudah perlakuan sd = standar deviasi

n = jumlah sampel t=

d SD/

Kemudian data-data tersebut akan dibandingkan dengan menggunakan uji t-test independen, yaitu digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara satu kelompok dengan kelompok lain tidak saling berhubungan yang bertujuan untuk membandingkan nilai rata-rata dari dua perlakuan yang ada (Riduan dan Akdon 2007) dengan rumus :

𝑑 = π‘₯1Μ…Μ…Μ… βˆ’ π‘₯2Μ…Μ…Μ…

βˆšπ‘†2𝑃 [ 1𝑛1 + 1 𝑛2]

Keterangan : t = t hitung

𝑋1 = rata-rata variabel 1 𝑋2 = rata-rata variabel 2

𝑆2𝑃 = rata-rata standar deviasi gabungan 𝑛1 = jumlah sampel 1

𝑛1 = jumlah sampel 2

Kesimpulan :

Jika t hitung β‰₯ t table maka Ho ditolak

Jika t hitung < t table maka Ho diterima

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada mahasiswa Jurusan Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung tahun 2015 diperoleh sampel sebanyak 32 orang. Sampel diuji menjadi 2 perlakuan yaitu diberikan perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan diberikan perlakuan mengkonsumsi buah mangga. Setelah dilakukan penelit ia n maka didapat hasil sebagai berikut :

Tabel 1

Hasil penelitian nilai debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas

Jumlah Responden

Indeks Kebersihan Gigi dan Mulut

Sebelum Sesudah d

32 111.08 89,38 21,7

Dari tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa jumlah nila i debris indeks sebelum mengkonsumsi buah nanas adalah 111,08 dan jumlah nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas adalah 89,38. Sehingga jumlah penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas adalah sebesar 21,7.

25

Tabel 2

Hasil penelitian nilai debris sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah mangga sebelum mengkonsumsi buah mangga adalah 109,71 dan jumlah nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga adalah 95,56.

Sehingga jumlah penurunan nilai debris indeks setelah mengkons ums i buah mangga adalah sebesar 14,15.

Tabel 3

Hasil t-test dependen nilai debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas dan mangga

N Perlakuan Rata-rata mengkonsumsi buah nanas dan mangga terjadi penurunan debris indeks dari 3,47 menjadi 2,79 yang mengkonsumsi buah nanas, dan dari 3,42 menjadi 2,98 yang mengkonsumsi buah mangga. Hasil uji statistik untuk menguji kemaknaan perhitungan t-test dependen didapat Thitung > Ttabel

yang artinya ada perbedaan bermakna mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan nilai debris indeks.

Tabel 4

Hasil t-test independen efektifitas mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap nilai debris indeks

X

Dari tabel 4 diatas dapat dilihat rata-rata penurunan nilai debris indeks yang mengkonsumsi buah nanas 0,67 sedangkan yang mengkons ums i buah mangga 0,44 yang artinya mengkonsumsi buah nanas lebih efektif dalam menurunkan nilai debris indeks dibandingkan mengkonsumsi buah mangga. Hasil perhitungan t-test independen menunjukan Thitung >

Ttabel = H0 ditolak yaitu hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan bermakna penurunan nilai debris indeks dengan mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga.

B. Pembahasan

Hasil penelitian yang didapatkan data rata-rata nilai debris indeks pada 32 sampel sebelum mengkonsumsi buah nanas dan mangga, serta sesudah mengkonsumsi buah nanas dan mangga sebagai berikut, yaitu jumlah sampel yang memiliki nilai debris indeks sebelum mengkons ums i buah nanas memiliki rata-rata 3,47 dan sesudah mengkonsumsi buah nanas memiliki rata-rata 2,79. Hal ini menunjukkan bahwa ada penurunan nilai debris indeks sesudah mengkonsumsi buah nanas yaitu sebesar 0,67. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Ariyani (2010) mengenai Perbedaan Konsumsi Buah Nanas dan Jambu Biji Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Siswa Kelas VI SDN Sapan 03 Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi nanas rata-rata debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas mengalami penurunan.

Menurut Satrio (2009) bahwa nanas mengandung serat dan air, serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk dan kandungan air sebanyak 85,30 gram yang membuat buah nanas berguna untuk membantu proses pencernaan, membersihkan tubuh dan gigi serta menurunka n kolesterol dalam darah, serta buah nanas juga memiliki kandungan enzim bromelin. (Bromelin merupakan salah satu enzim protease yang mampu menghidrolisis ikatan peptida pada protein atau polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil yaitu asam amino) yang dapat membantu proses penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan atau peradangan dalam

tubuh. Kandungan nitrogen dan asam amino dalam buah nanas yang tinggi dapat menurunkan pertumbuhan bakteri dalam mulut. Kandungan buah nanas lainnya berupa sodium dan phosphor, unsur ini juga terdapat dalam larutan sodium monofluorosphat, yang merupakan larutan kimia yang dipakai dalam mengontrol plak.

Sebagai upaya pengontrolan plak, menurut (Houwink dkk, 1995 cit Ariyanti 2010), pada dasarnya plak dapat dikontrol dengan alat-alat mekanis dan kimia. Begitu pula dengan buah nanas yang memiliki serat-serat kasar dan mengandung banyak air yang mampu mengendalikan plak dengan cara mekanik dan kimiawi secara alamiah. Hal ini sesuai dengan pendapat Gobler dan Bregnaut (1989) yang diambil dari (Laksminingrum, 2007 cit Ariyanti 2010), bahwa efek mekanis buah didapat dari gesekan antara serat terhadap permukaan gigi yang diakibatkan oleh gerakan pengunya ha n.

Sedangkan efek kimia didapat dari kandungan asam yang mampu menstimulasi aliran saliva sehingga turut membersihkan bakteri dan sisa makanan yang ada dipermukaan gigi.

Hasil penelitian pada jumlah sampel yang memiliki nilai debris indeks sebelum mengkonsumsi buah mangga rata-rata 3,42 dan sesudah mengkonsumsi buah mangga memiliki rata-rata 2,98. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ada penurunan nilai debris indeks sesudah mengkonsumsi buah mangga yaitu sebesar 0,44. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Iik (2010) mengena i Pengaruh Konsumsi Buah Mangga Terhadap Penurunan Plaque Score Pada

Siswa SMPN 46 Bandung, yang menyatakan bahwa mengkonsumsi buah mangga rata-rata nilai debrisnya mengalami penurunan.

Menurut Afriansyah (2010), Buah mangga mengandung betakaroten yang bermanfaat sebagai antioksidan dalam mencegah kerusakan tubuh akibat radikal bebas. Selain itu, buah mangga juga mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan gigi dan gusi, kemudian seratnya membantu dalam membersihkan gigi.

Berdasarkan uji statistik dapat dilihat rata-rata penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas yaitu 0,67, dan rata-rata penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga yaitu 0,44 yang artinya penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas lebih besar dibanding penurunan nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga. Hasil perhitungan t-test independen menunjukan adanya perbedaan bermakna penurunan nilai debris indeks antara mengkonsumsi buah nanas dan mangga.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas mengkons ums i buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung dapat disimpulkan bahwa :

1. Rata-rata nilai debris indeks sebelum mengkonsumsi buah nanas sebesar 3,47, dan sebelum mengkonsumsi buah mangga sebesar 3,42.

2. Rata-rata nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah nanas sebesar 2,79.

3. Rata-rata nilai debris indeks setelah mengkonsumsi buah mangga sebesar 2,98.

4. Mengkonsumsi buah nanas lebih efektif dalam menurunkan nilai debris indeks dibandingkan mengkonsumsi buah mangga.

B. Saran

Dengan kesimpulan diatas penulis mencoba memberikan saran untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, yaitu :

1. Perlu diadakan penyuluhan untuk masyarakat umumnya khususnya mahasiswa mengenai buah-buahan berserat supaya masyarakat dapat

32

menyediakan buah-buahan berserat untuk dikonsumsi setiap hari yang berguna untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

2. Melakukan penelitian lanjut mengenai β€œ Efek Antibakterial didalam Buah Nanas dan Buah Mangga pada Penghambatan Plak.

DAFTAR PUSTAKA

Afriansyah, N. 2009. Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten. Jurnal Gizi dan Pangan. http://www.gizi.net 20 Desember 2014

Ariyani, Santi Purnama, 2010. Perbedaan Konsumsi Buah Nanas dan Jambu Biji Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Siswa Kelas VI SDN Sapan 03 Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Karya Tulis Ilmiah Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.

Hidayanti L dkk, 2010. Peran buah dan sayur dalam menurunkan keparahan karies gigi pada anak. Tasikmalaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Univers itas Siliwangi Tasikmalaya.

Istiqomah, Iik Ikmatun. 2010. Pengaruh Konsumsi Buah Mangga Terhadap Penurunan Plaque Score Pada Siswa SMPN 46 Bandung. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.

Komalasari, Dini, 2013. Efektifitas Mengunyah Buah Apel dan Jambu Biji Terhadap Indeks Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Siswa Di SDN Luginasari 1 Bandung. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Keperawatan Gigi.

Kusharto, Clara, M. Serat Makanan dan Peranannya Bagi Kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan 2006.

Laela, Dewi Sodja. 2007.Teknik Penulisan usulan penelitian dan Karya Tulis Ilmiah. Diktat kuliah. Bandung: Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung Jurusan Kesehatan Gigi.

Notoadmojo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:PT Rineka Cipta.

Putri, M.H, Eliza Herjulianti, dan Neneng Nurjanah. 2010. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: EGC.

Riskesdas, 2013. Kebiasaan Menyikat Gigi. Diakses di www.riskesdas.com pada tanggal 28 Desember 2014.

Satrio, 2009. Budidaya Buah Nanas.Jurnal Gizi dan Pangan. http://www.gizi. net 28 Januari 2015

Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian.Bandung.Alfabeta

Sumiastri N, dkk, 2006. Variasi Jenis dan Kultivar Mangga di Madiun dan Sekitarnya; Pengembangan dan Permasalahannya.

W. Gulo, 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Gramedia

LAMPIRAN

FORMAT PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama :

Umur :

Alamat :

Dengan ini saya menyatakan bersedia dan tidak keberatan menjadi naracoba setelah saya mendapat penjelasan maksud dan tujuan penelit ia n ini yang berjudul :

β€œ Efektivitas Konsumsi Buah Nanas dan Buah Mangga Terhadap Penurunan Akumulasi Plak Gigi Pada Mahasiswa Tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medik Piksi Ganesha Bandung” yang dilaksanakan oleh :

Nama : Eko Ardiyanto

NIM : P17315112021

Program Studi : Diploma III Keperawatan Gigi

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk digunakan sebagai mana mestinya.

Bandung, ………,,,,,,20….

(………)

Surat Pernyataan Persetujuan Melakukan Penelitian

buah mangga terhadap penurunan akumulas i plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung.

Lokasi Penelitian : Kampus Piksi Ganesha Bandung.

Akan melakukan penelitian dengan cara mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivita s mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi.

Setelah mendapat penjelasan dan memahami sepenuhnya tentang penelitian tersebut, kami menyatakan bersedia dan mengijinkan secara sukarela mahasiswa mahasiswi Tingkat 1 Jurusan Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung, untuk menjadi objek penelitian. Atas perhatian dan kerjasamanya, Saya mengucapkan Terima Kasih.

Bandung , 4 mei 2015

Uji t-test dependen pada perlakuan mengkonsumsi buah nanas

Tabel nilai debris indeks sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah nanas

No Nama

Responden

Jenis Kelamin

Nilai Debris Indeks pada perlakuan mengkonsumsi buah nanas

Dik : n = 32

βˆ‘d = 21,7 Jawab : d͞ = βˆ‘d

n = 21,7

32 = 0,67

𝑆𝑑 =βˆšβˆ‘d2 n βˆ’ 𝑑2

= √16 ,5

32 βˆ’ (0,67)2 = √0,51 – 0,45 = √0,06 = 0,24

t = d Sd / √32 = 0,67

0,24 / √32 = 0,67

0,24 / 5,6 = 0,67

0,04 = 16,75

Ttabel df = n-1

= 32-1 = 31 Ξ± = 0,05 Ttabel = 1,697 H0 ditolak jika : Thitung β‰₯ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Thitung = 16,75

Ttabel = 1,697

16,75 β‰₯ 1,697 maka H0 ditolak.

Uji t-test dependen pada perlakuan mengkonsumsi buah mangga

Nilai Debris Indeks pada perlakuan mengkonsumsi buah mangga

Dik : n = 32

βˆ‘d = 14,15 Jawab : d͞ = βˆ‘d

n = 14,15 32 = 0,44

𝑆𝑑 =βˆšβˆ‘d2 n βˆ’ 𝑑2

= √7,5

32 βˆ’ (0,44)2 = √0,23 – 0,19 = √0,04 = 0,2

t = d Sd / √32 = 0,44

0,2 / √32 = 0,44

0,2 / 5,6 = 0,44

0,03 = 14,66

Ttabel df = n-1

= 32-1 = 31 Ξ± = 0,05 Ttabel = 1,697 H0 ditolak jika : Thitung β‰₯ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Thitung = 14,66

Ttabel = 1,697

14,66 β‰₯ 1,697 maka H0 ditolak.

Uji t-test independen

Ttabel

df = n1 + n2 - 2

= 32 + 32 – 2 = 62

Ξ± = 0,05 Ttabel = 1,671

H0 ditolak jika : Thitung β‰₯ Ttabel H0 diterima jika : Thitung < Ttabel Diketahui :

T hitung = 4,6 T tabel = 1,671 4,6 β‰₯ 1,671 maka H0 ditolak.

SURAT KETERANGAN

Telah melakukan penelitian tentang β€œEfektivitas mengkonsumsi buah nanas dan buah mangga terhadap penurunan akumulasi plak gigi pada mahasiswa tingkat 1 Jurusan Informatika Rekam Medis Piksi Ganesha Bandung” survey awal dilaksanakan pada hari senin sampai dengan hari jumat, tanggal 4-8 mei 2015 dan penelitian dilaksanakan pada hari senin dan rabu, tanggal 18 dan 20 mei 2015. Adapun jumlah

Dokumen terkait