BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Tabel 6 Sumbangsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Pada Pajak Daerah Tahun 2017 s/d 2020
Tahun Pajak Daerah (Rp) PJMBLB (Rp) Presentasi
2017 2.518.930.777 986.475.163 39,16%
2018 2.607.050.080 739.071.534 28,35%
2019 5.484.874.226 1.347.106.048 24,56%
2020 3.247.887.561 723.370.371 22,27%
Sumber : Badan Keungan Daerah Kabupaten Buton Utara, Diolah (2021)
Dari data diatas, menunjukkan bahwa sumbangsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan terhadap Pajak Daerah dari tahun 2017 hingga tahun 2020 terus mengalami penurunan walaupun pada tahun 2019 penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya dan tahun 2020 namun, tetap saja sumbangsi presentasi penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sepanjang periode tahun 2017 s/d 2020 terus mengalami penurunan.
Tabel 7 Sumbangsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada
Sumber : Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buton Utara, Diolah (2021)
Dari data diatas, dapat diketahui bahwa sumbangsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan tahun 2017 s/d 2020 dari tahun ketahun mengalami penurunan presentasi penerimaan, walaupun pada tahun 2019 penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dapat dikatakan meningkat dari tahun sebelumnya namun dalam hal peningkatan presentasi tetap menurun dari tahun 2017 hingga tahun 2020.
Dari kedua tabel diatas dapat dilihat presentasi sumbangsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan baik itu terhadap Pajak Daerah ataupun Pendapatan Asli Daerah dari tahun 2017 s/d 2020 selalu mengalami penurunan hal ini dikarenakan pendapatan pada Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan tidak signifikan atau tidak seimbang selama tahun 2017 s/d 2020 terlebih lagi Wajib Pajak yang melakukan pembayaran Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan kadang mengalami penurunan dan peningkatan yang
juga ikut berimbas pada penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dari tahun ke tahun.
1. Pelaksanaan Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah (PP No. 55 Tahun 2016) pemungutan pajak daerah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui official assesment system, yaitu dengan sistem pemungutan dimana memberikan kewenangan kepada pemerintah (aparat pemungut pajak) untuk menentukan besarnya pajak terhutang kepada wajib pajak dan self assesment system, yaitu dimana wajib pajak diberikan kewenangan untuk menghitung besarnya pajak terutang.
Tetapi pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buton Utara Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dipungut dengan cara official assesment system, dengan prosedur sebagai berikut :
a. Wajib pajak dengan membawa Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) menghadap ke aparat pemungut pajak (Bidang Pendapatan pada Badan Keuangan Daerah) untuk melakukan perhitungan besaran pajak terutang.
b. Aparat pemungut pajak melakukan perhitungan pajak terutang dan mengeluarkan SKP (Surat Ketetapan Pajak) kemudian memberikan kepada staf registrasi.
c. Staf registrasi membuat Surat Setor Pajak Daerah (SSPD) yang kemudian diberikan kepada wajib pajak.
d. Wajib pajak berdasarkan Surat Setor Pajak Daerah (SSPD) melakukan pembayaran pada Kas Daerah/Bank/Bendahara Penerimaan.
e. Wajib pajak setelah melakukan pembayaran, dengan membawa Surat Setor Pajak Daerah dan Bukti Setor Bank/Slip Setor menyerahkan kepada staf registrasi, yang kemudian dibuat rangkap 4 (empat) dengan distribusi sebagai berikut :
1) Wajib pajak
2) Tembusan masing-masing untuk Bendahara Penerimaan 3) Fungsi Akuntansi dan seksi pembukuan dan pelaporan 4) Arsip
f. Selanjutnya setelah SSPD dan bukti setoran bank/slip setoran divalidasi dan dicap oleh pejabat kas daerah/pihak bank, BUD/kas daerah menyerahkan asli dari SSPD dan Bukti Setoran Bank/Slip Setoran kepada wajib pajak. Sedangkan tembusan disampaikan kepada pihak yang terkait, khusus untuk Bendahara Penerimaan/BKP dilampiri Bukti Setoran Bank/Slip Setoran.
g. Berdasarkan media penyetoran (SSPD) dan bukti setoran bank/slip setoran yang telah divalidasi dan dicap oleh BUD/Kas Daerah, bendahara penerimaan/BKD mencatat setoran tersebut dalam register STS/SSPPD, dan buku penerimaan dan penyetoran.
h. Bendahara penerimaan/BKP secara periodic (bulanan) membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) administrative kepada kepala Badan Keuangan Daerah dan LPJ fungsional yang ditandatangani oleh kepala Badan Keuangan Daerah. LPJ fungsional dibuat rangkap 4 (empat) dengan distribusi kepada:
1) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
2) Fungsi akuntansi.
3) Seksi pembukuan penerimaan dan pelaporan.
4) Arsip.
Dari segi sistem pembayaran masyarakat tidak merasa terbebani justru merasa terbantu karena pada dasarnya masyarakat telah mengetahui sistem pemungutan Pajak Mineral Buka Logam dan Batuan ini.
Seperti yang dikatakan oleh Ibu Siti Rahmi selaku Kepala Sub Bagian Pendataan dan Penetapan, menyatakan bahwa :
“Untuk pelaksanaan pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Badan Keuangan Daerah termaksud mudah kok, wajib pajak tidak perlu repot untuk menghitung pajak terutang sendiri cukup membawa Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) nanti kami
selaku pemungut pajak yang akan menghitungkan besarnya pajak terutang yang tidak memakan waktu yang lama paling lama sekitar 10 menit, nanti wajib pajak yang akan melakukan pembayaran pada Bank Pembangunan Daerah (BPD), setelah melakukan pembayaran sisa menunggu Surat Setor Pajak Daerah (SSPD) dan slip setorannya dibuat rangkap untuk arsip dan tembusan kemudian staf kami akan memberikan satu rangkap untuk wajib pajak sebagai arsip dan berdasarkan Undang-Undang No 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah, kai memungut Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dengan besaran tarif sebesar 25%”
Dengan sistem pemungutan secara official assesment system ini, mempermudahkan petugas pemungut pajak karena wajib pajak sendiri yang datang ke Kantor Badan Keuangan Daerah untuk melakukan perhitungan pajak terutang dan mempermudahkan wajib pajak dalam melakukan perhitungan pajak terutang
Hal ini dibenarkan oleh Bapak La Ode Ayub selaku perwakilan CV. Devansa sebagai wakil direktur yang membayar pajak, menyatakan bahwa :
“Penerapan pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Golongan C dengan cara official assesment system seperti ini sangat mempermudahkan kami selaku kontraktor tidak perlu repot-repot melakukan perhitungan pajak terutang cukup datang langsung saja di Badan Keuangan Daerah kita sudah bisa dihitungkan, terlebih lagi pelayanannya baik, staf-stafnya ramah selalu memberikan respon yang baik kepada wajib pajak yang bertanya kalau ada yang tidak dipahami dalam proses pemungutan pajaknya”
Berdasarkan surat edaran Bupati Kabupaten Buton Utara dan Peraturan Daerah Kabupaten Buton Utara No 15 Tahun 2015, pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dilakukan oleh pihak kontraktor apabila menangani sebuah proyek.
Hal ini dibenarkan oleh Ibu Rosnia selaku Kepala Sub Bagian Penagihan Pajak dan Retribusi Daerah, yang menyatakan bahwa :
“Untuk pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, kami sebagai pihak pemungut pajak hanya memungut lewat kontraktor saja apabila menangani sebuah proyek yang bekerja sama dengan CV atau UD karena berdasarkan surat edaran Bupati dana pembiayaan proyek tidak akan dicairkan apabila pihak kontraktor belum melunasi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuannya yang terutang dan ini justru memudahkan kami dibanding memungut kepada pihak CV ataupun UD yang kadang tidak datang melaporkan pemasukan penerimaan dari hasil penjualan yang berkaitan dengan Penagihan Pajak dan Retribusi Daerah, yang menyatakan bahwa :
“Kurang efektifnya peraturan seputar pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan ini, sangat membatasi ruang gerak kami sebagai aparat pemungut pajak, sebagai Aparat Pemungut pajak kami tentunya telah melakukan sosialisasi terhadap pihak-pihak yang melakukan kegiatan penambangan seperti CV dan UD namun, sampai saat ini CV dan UD hanya melakukan pembayaran apabila mereka terlibat dalam pembangunan sebuah proyek itupun yang membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuannya adalah kontraktor bukan Cv atau UD yang bersangkutan dan terlebih lagi pihak CV ataupun UD masih ada penerimaan penghasilan di luar dari penghasilan yang mereka peroleh dari proyek, bahkan untuk mengawasi jalannya sebuah proyek kami tidak bisa karena kurang peraturan yang mengatur akan hal tersebut”
Terkait pengawasan aparatur pemungut pajak untuk mengawasi jalannya sebuah proyek ini dibenarkan oleh Bapak Yayan Ode Putra sebagai salah satu kontraktor yang menyatakan bahwa :
“Terkait dengan pengawasan yang dilakukan oleh pihak Badan Keuangan Daerah, salama beberapa kali saya menangani proyek, saya belum pernah melihat pihak Badan Keuangan Daerah untuk turun mengawasi jalannya penanganan proyek yang kami jalani”
Berdasarkan hasil wawancara diatas, dengan ketidak efektifan Peraturan-Peraturan Daerah ternyata dapat mempengaruhi pelaksanaan pemungutan Pajak Daerah yang dapat mempengaruhi penurunan pendapatan yang kemudian akan berimbas kepada penurunan Pendapatan Asli Daerah dan bisa dilihat pada hasil pembahasan sebelumnya kontribusi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Buton Utara masih kurang optimalnya pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan juga dapat ditinjau dari Subjek pemungutan pajaknya yang hanya memfokuskan pemungutan pada para kontraktor yang menangani proyek yang menggunakan bahan galian.
66 BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Pelaksanaan pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dengan system official assesment sudah baik karena sangat memudahkan bagi Wajib Pajak terlebih pelayanan yang diberikan oleh aparat pemungut pajak sangat baik.
2. Pengoptimalan pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Buton Utara masih belum optimal, dikarenakan Peraturan Daerah dan Surat Edaran Bupati setempat hanya memfokuskan pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan hanya pada satu Subjek Pajak
3. Kurang efektifnya peraturan daerah setempat sehingga membatasi ruang gerak dari Aparat Pemungut Pajak setempat untuk melakukan pengawasan terhadap Subjek Pajak yang melakukan kegiatan penambangan.
B. Saran
Melihat masih kurangnya upaya dari pemeritah daerah untuk mempertegas peraturan-peraturan daerah yang terkait dengan optimalisasi pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan maka untuk itu :
1. Kepada Pemerintah Daerah setempat perlu ditegaskan lagi tentang peraturan-peraturan daerah khusunya terhadap peraturan perluasan Subjek Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.
2. Kepada Bidang Pendapatan pada Badan Keuangan Kabupaten Buton Utara perlu adanya tindakan sosialisasi terhadap masyarakat sehingga masyarakat sadar akan kewajibannya dan perlu adanya penertiban Subjek atau Wajib Pajak.
3. Diharapkan pada peneliti selanjutnya agar lebih mengembangkan aspek dan ruang lingkup penelitian agar wawasan dan pengetahuan tentang Pajak Daerah khusunya Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Buton Utara semakin meningkat dikemudian hari.
68
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku dan Artikel
Aprilia Riska, Junaedy. 2013. Jurnal Analisis Pengaruh Pajak Bahan Mineral Bukan Logam dan Batuan dan Retribusi Bahan Galian C Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Jurnal Future. 249-255. (diakses 25/02/2020/19:25)
Fauzan Abdillah. 2018. Analisis Efektifitas Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Terhadap peningkatan Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Buton Utara. Jakarta. Institut STIAMI Jakarta.
Halim, Abdul. 2001. Akuntansi dan Pengendalian Keuangan Daerah.Yogyakarta.
UPP AMP YKPN.
Kustiawan. Memen. 2005. “Upaya Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Peningkatan Kualitas Aparatur pemerintah Daerah”. Jurnal Ilmu Administrasi. Vol.2 No.1 (diakses 20/02/2020/15:35)
Lilik Yunanto. 2011. Analisis Potensi, Upaya Pajak, Efisiensi, Efektifitas dan Elastisitas Pajak Hotel Di Kabupaten Klaten. Surakarta. Universitas Surakarta.
Mardiasmo. 2002. Perpajakan Edisi Revisi. Yogyakarta. ANDI Yogyakarta.
Moningka, Christy dkk. 2018. Optimalisasi Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kota Tomonon. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern. Vol.
13(4). 786-795. (diakses 25/02/2020/18:58)
Nini Andriani. 2016. Pengelolaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Soppeng. Makassar.
Unversitas Negeri Makassar
Peraturan Daerah Kabupaten Buton Utara Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Pajak Pengambilan dan Pengolahan Mineral Bukan Logam dan Batuan.
Purnama Sari Afriana. 2016. Skripsi Optimalisasi Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Daerah Kabupasten Tanah Bumbu. Makassar. Universitas Sultan Hasanuddin.
Sani. 2013. Efektivitas dan efisiensi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kabupaten Sambas. Jurnal EKSOS. Vol. 9 No. 1. 1-11. (diakses 25/02/2020/19:28)
Siahaan, Marihot P. 2016. Pajak Daerah & Retribusi Daerah: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Soemitro,H. Rochmat. 1990 Asas dan dasar perpajakan 2. Bandung : PT. Eresco.
Soesastro, H, dkk. (2005). Pemikiran dan Permasalahan Ekonomi di Indonesia dalam Setengah Abad Terakhir Jilid I (1945-1959). Jakarta: Kanisius.
Undang-Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia No 34 Tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia No 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Waluyo. 2017. Perpajakan Indonesia Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat
70
LAMPIRAN – LAPMPIRAN
DOKUMENTASI
A. Kantor Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buton Utara Tampak Depan
(diambil pada tanggal 12 Februari 2021, Jl. Kompleks Perkatoran Bumi Sara’ea Kabupaten Buton Utara)
B. Kantor Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buton Utara Tampak Dalam
(diambil pada tanggal 12 Februari 2021, Jl. Kompleks Perkantoran Bumi Sara’ea Kabupaten Buton Utara)
C. Aktivitas Selama Penelitian
(kegiatan pencatatan pada pembukuan dan pembuatan Surat Setoran Pajak Daerah, Bidang Pendapatan, diambil pada tangga 13 Februari 2021)
(kegiatan proses wawancara aparat pemungut pajak Bidang Pendapatan, diambil pada tanggal 20 Februari 2021)
D. Wawancara Subjek Pajak
(kegiatan wawancara Wajib Pajak, diambil pada tanggal 22 Februari 2021)
BULAN LALU BULAN INI S/D BULAN INI
3 1 -03 -01 -01 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
4 1 2 -02 -04 - Ret. Sewa alat berat 607,000,000 212,850,000 139,400,000 352,250,000 58.03% 254,750,000
4 1 2 01 06 - Retribusi Pelayanan Kesehatan Lainnya yang Sejenis
yang Dimiliki dan/atau Dikelola Oleh PEMDA 655,317,938 439,792,100 19,819,600 459,611,700 70.14% 195,706,238
-- Retribusi Pelayanan Kesehatan Umum 241,867,522 0.00% 241,867,522
JUMLAH 241,867,522 0.00% 241,867,522
PUSKESMAS LABARAGA
-- Retribusi Pelayanan Kesehatan Umum 129,097,266 0.00% 129,097,266
JUMLAH 129,097,266 0.00% 129,097,266 JUMLAH PAJAK DAN RETRIBUSI 7,113,706,029 ######## 1,003,639,509 4,078,229,877 57.33% 3,035,476,152
7,153,706,029 4,115,440,877
BULAN LALU BULAN INI S /D BULAN INI
JUMLAH 2,107,600,000 2,250,393,472 356,656,608 2,607,050,080 123.70 (499,450,080)
2 4 1 Dinas Perhubungan
JUMLAH RETRIBUS I 2,137,200,000 962,326,146 594,527,917 1,556,854,063 72.85 735,560,437
JUMLAH PAJAK DAN RETRIBUS I 4,244,800,000 3,212,719,618 951,184,525 4,163,904,143 98.09 236,110,357
4,324,800,000 4,273,922,043
MENURUT S KPD DAN JENIS PENERIMAAN BULAN DES EMBER 2018 BADAN KEUANGAN DAERAH
BULAN LALU BULAN INI S/D BULAN INIPersentas
3 1 -03 -01 -01 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
4 1 2 -02 -04 - Ret. Sewa alat berat 350, 000, 000 145, 100, 000 216, 500, 000 361, 600, 000 103. 31% (11, 600, 000)
4 1 2 01 06 - Retribusi Pelayanan Kesehatan Lainnya yang Sejenis
yang Dimiliki dan/atau Dikelola Oleh PEMDA 14, 931, 000 51, 088, 800 66, 019, 800 (66, 019, 800)
JUMLAH PAJAK 5,000,000,000 4,234,651,130 1,250,223,0965,484,874,226 109.70% (484,874,226)
JUMLAH RETRIBUSI 1,413,700,000 1,404,852,182 1,307,560,7292,712,412,911 191.87% (1,298,712,911)
JUMLAH LAIN-LAIN PAD YANG SAH 0 4,599,138,191 260,050,6614,859,188,852 (4,859,188,852)
HASIL PENGEL.KEKAYAAN DAERAH YG DIPISAHKAN 6,300,000,000 6,425,053,775 06,425,053,775 101.98% (125,053,775)
PENDAPATAN LAINNYA 0 715,658,837 8,995,180,9689,710,839,805 (9,710,839,805)
JUMLAH BAGI HASIL PROVINSI 0 11,407,654,854 0######## (11,407,654,854)
JUMLAH DANA TRANSFER PUSAT 538,070,640,000 526,493,558,972 24,217,230,573######## 102.35% (12,640,149,545) JUMLAH DANA PENYESUAIAN - 68,196,698,600 - ####### (68,196,698,600)
BULAN LALU BULAN INI S/D BULAN INI
3 1 -03-01 -01 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
4 1 2 -02-04- Ret. Sewa alat berat 350, 000, 000 30, 000, 000 84, 800, 000 114, 800, 000 32. 80% 235, 200, 000
4 1 2 01 06 - Retribusi Pelayanan Kesehatan Lainnya yang Sejenis
yang Dimiliki dan/atau Dikelola Oleh PEMDA - -
JUMLAH PAJAK 2,718,674,810 2,319,366,038 928,511,523 3,247,877,561 119.47% (529,202,751)
JUMLAH RETRIBUSI 1,413,700,000 2,077,757,010 296,960,300 2,374,717,310 167.98% (961,017,310)
JUMLAH LAIN-LAIN PAD YANG SAH 0 4,886,962,407 658,729,475 5,545,691,882 (5,545,691,882)
HASIL PENGEL.KEKAYAAN DAERAH YG DIPISAHKAN 6,300,000,000 6,756,478,672 0 6,756,478,672 107.25% (456,478,672)
PENDAPATAN LAINNYA 0 168,250,409 0 168,250,409 (168,250,409)
JUMLAH BAGI HASIL PROVINSI 0 9,128,517,610 2,877,133,675 12,005,651,285 (12,005,651,285)
JUMLAH DANA TRANSFER PUSAT 538,070,640,000 509,692,133,542 375,318,000 510,067,451,542 94.80% 28,003,188,458
DANA INSENTIF DAERAH - 125,000,000 125,000,000 250,000,000 (250,000,000)
TOTAL PENDAPATAN DAERAH 548,503,014,810 535,154,465,688 5,261,652,973 540,416,118,661 98.53% 8,086,896,149
D A FT A R R E A LI S A S I P E N E R I M A A N P E N D A P A T A N K A BU P A T E N BU T ON U T A R A
70