BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan guru dan peneliti, guru berhasil melaksanakan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, yang berakibat pada meningkatnya kemampuan membaca pemahaman siswa. Selain itu penelitin ini bermanfaat utnuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif dan menarik di kelas. Keberhasilan penerapan metode double loop problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dapat dilihat dari beberapa bentuk respon siswa sebagai berikut:
1) Tanggapan siswa tentang pelajaran membaca pemahaman
Sebagian besar siswa senang dengan pelajaran membaca pemahaman, sehingga siswa merasa bahwa proses dalam membaca pemahaman adalah pelajaran yang sangat penting. Adapun siswa yang beranggapan menyenangkan belajar membaca pemahaman karena dapat mengasah otak dan melatih mereka untuk berfikir memecahkan masalah.
Adapun beberapa siswa mengaku sebelumnya tidak senang dengan pelajaran membaca pemahaman tetapi setelah diajar dengan menggunakan metode pembelajaran double loop problem solving mereka menjadi senang dan termotivasi untuk belajar membaca pemahaman dengan alasan senang dengan model pembelajaran tersebut, karena melalui model pembelajaran tersebut siswa mampu memecahkan suatu masalah dengan cara menganalisis masalah tersebut kemudian merumuskan cara dalam memecahkan masalah tersebut.
2) Tanggapan siswa tentang metode pembelajaran double loop problem solving.
Untuk hal ini, umumnya siswa menanggapi dengan positif, mereka menganggap bahwa metode pembelajaran double loop problem solving selain mengajar mereka dalam memecahkan masalah, juga mengajarkan mereka untuk bekerjasama dan saling membantu dengan teman siswa yang lain, bagaimana mereka mampu berinteraksi dengan yang lainnya baik itu interaksi dengan guru maupun dengan siswa lain sehingga dalam proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Di samping itu siswa yang kemampuannya tergolong kurang, dapat termotivasi dan berusaha menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan bantuan anggota kelompok yang pintar, karena menurut mereka materi lebih mudah dipahami apabila diajar langsung oleh temannya karena siswa merasa segan dan malu bertanya pada guru.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa penerapan metode pembelajaran double loop problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat terjadi karena metode pembelajaran double loop problem solving, merupakan suatu konsep belajar, yang bertujuan tidak hanya memahami dan menguasai apa dan bagaimana sesuatu terjadi, tetapi juga memberi pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa hal itu terjadi”. Berpijak pada permasalahan tersebut, maka pembelajaran pemecahan masalah menjadi sangat penting untuk diajarkan. Strategi pembelajaran penyelasaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Pentingnya strategi pembelajaran ini oleh karena belajar pada prinsipnya adalah suatu interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Proses ini dapat juga disebut sebagai proses internalisasi oleh karena di dalam interaksi tersebut manusia aktif memahami dan menghayati makna dari lingkungannya.
Proses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan, sampai pada memberi respon yang tepat terhadapnya.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Penerapan metode double loop problem solving dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Hal ini ditandai dengan; (a) usaha siswa dalam membaca teks yang diberikan, (b) daya tahan siswa dalam melakukan akivitas membaca, (c) sikap senang yang ditunjukan siswa saat melakukan aktivitas membaca, (d) kesadaran siswa akan manfaat membaca, dan (e) peningkatan nilai rata-rata hasil angket kemampuan membaca siswa dari siklus 1 hingga siklus 2 terlihat data kualitatif bahwa setelah dilaksanakan pembelajaran membaca pemehaman melalui metode pembelajaran double loop problem solving terjadi perubahan yang positif pada siswa kelas X di MA Assalam Kabupaten Takalar yaitu meningkatnya penguasaan materi membaca pemahaman dengan pokok bahasa membaca dilihat dari hasil belajar siswa daru skor rata-rata siswa 65,83 pada siklus I menjadi 75,30 pada siklus II.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran double loop problem solving dalam pembelajaran pembaca pemahaman dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran membaca pemahaman yaitu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, gairah belajar siswa yang tinggi, semangat belajar yang besar serta rasa percaya pada diri sendiri.
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini,maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut;
1. Guru diharapkan dapat menjadikan metode pembelajaran double loop problem solving sebagai suatu alternatif dalan mata pelajaran membaca pemahaman untuk meningkatkan hasil belajar serta mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran.
2. Kepada peneliti berikutnya, yang akan mengkaji rumusan yang serupa diharapkan dapat mengembangkan peneliti ini dengan mengkaji pembelajaran double loop problem solving secara lebih mendalam lagi.
3. Kepada peneliti lain yang berniat melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran double loop problem solving dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai hal perbandingan.
RIWAYAT HIDUP
Suhaeba, dilahirkan di Bantaeng Propinsi Sul-Sel pada Tanggal 13 Juni 1989 anak kedua dari pasangan Dg.Subuh dan Ny. Hadia. Penulis pertama kali memasuki jenjang pendidikan di bangku TK Perwanida pada Tahun 1993 sampai tahun 1994.
Pendidikan Sekolah Dasar ditempuah di SDN 10 Pasorongi Kelurahan Lamalaka.
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama diselesaikan di SLTP Negeri 2 Kabupaten Bantaeng, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di SMKN 1 Bantaeng tamat pada Tahun 2007. Kemudian Tahun 2010 melanjutkan Pendidikan Srata Satu (S1) di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Makassar yakni, Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia hingga sekarang.
DAFTAR PUSTAKA
Ahuja.2010. Belajar Membaca. Jakarta : Balai Pustaka
Arikunto, Suharsimi dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi aksara. Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta : Balai Pustaka.
Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara.
Harjasujana.1996.Belajar Berbahasa Indonesia. Malang: Penerbit IKIP Malang Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003. KBBI
Nurdin. 2004. Teknik Analisis Data. Malang: CV. Sinar Baru
Nuriadi.2008.Membina Kemampuan Berbahasa: Panduan ke Arah Kemahiran Berbahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Nurhadi.2005. Keterampilan Membaca.Malang, CV.Sinar Baru.
Rahim, Abd Rahman.2008. Cermat Berbahasa Indonesia. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning Theory, Research, and Practice.
USA: The Jhons Hopkins University.
Somadyo.2011. Belajar Berbahasa Indonesia.Malang: Penerbit IKIP Malang Tampubolon L.M.1987. Dasar Keterampilan Membaca. Jakarta. Gramedia
Pustaka Utama
Tarigan, Henry Guntur.1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa.
Bandung. Penerbit Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur.2008. Belajar Membaca. Bandung. Penerbit Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur.2010. Keterampilan Membaca. Bandung. Penerbit Angkasa.
Uno. 2006. http://google.co.id.(online : Tanggal 2 Juni 2014)
Yuari. 2009. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Yuliana. 2012. Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Teknik
Skrambel. Skripsi Makassar.UMM
Zahorik, Jhon, A. 1995. Constructivist Teaching. (Fast back 390) Bloomington, Indiana: Phi-Delta Kappa Educational Foundation.