BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
Berdasarkan Tabel 5.1. dari 96 subjek yang diteliti, diperoleh data responden yang paling dominan adalah wanita sebanyak 66 orang dengan persentase 68,8%.
Berdasarkan Tabel 5.2. dari 96 subjek yang diteliti, diperoleh data responden yang paling dominan adalah yang berusia 20 tahun sebanyak 52 orang dengan persentase 54,2%.
29
Berdasarkan Tabel 5.3. dari 96 subjek yang diteliti, diperoleh data responden yang paling dominan adalah yang beragama Islam sebanyak 56 orang dengan persentase 58,3%.
Berdasarkan Tabel 5.4. dari 96 subjek yang diteliti, diperoleh data responden yang paling dominan adalah suku Batak sebanyak 44 orang dengan persentase 45,8%.
Berdasarkan Tabel 5.5. Dari pertanyaan tentang pengertian serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 73 orang dengan persentase 76%. Dari pertanyaan tentang klasifikasi serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 87 orang dengan persentase 90,6%. Dari pertanyaan tentang jenis serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 53 orang dengan persentase 55,2%. Dari pertanyaan tentang sumber serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 69 orang dengan persentase 71,9%. Dari pertanyaan tentang manfaat serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 94 orang dengan persentase 97,9%. Dari pertanyaan tentang Dietary Reference Intake serat, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 20 orang dengan persentase 20,8%. Dari pertanyaan tentang definisi konstipasi, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 90 orang dengan persentase 93,8%. Dari pertanyaan tentang penyebab konstipasi, mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar adalah sebanyak 90 orang dengan persentase 93,8%. Dari hasil penelitian ini, tidak ada item soal yang sebelumnya dijawab benar oleh responden. Menurut peneliti mungkin ini disebabkan oleh faktor individual seperti lupa, atau kurang memahami pelajaran mengenai serat di bangku perkuliahan.
Berdasarkan Tabel 5.6. dari 96 subjek yang diteliti, diperoleh data responden yang paling dominan adalah tingkat pengetahuan baik sebanyak 70 orang dengan persentase 72,9%. Hal ini sesuai dengan penelitian Sri Kumala Sari (2009), yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi semester V Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah baik dan sedang dengan persentase 74% (17 orang) dan 26% (6 orang).17 Hal yang berbeda disampaikan
30
dalam penelitian yang dilakukan oleh Yurike Hanaka (2011) bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia adalah baik dan sedang dengan persentase 38,9% (42 orang) dan 53,7% (58 orang).18 Sedangkan dalam penelitian ini didapatkan hasil tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah baik dan sedang dengan persentase 72,9% (70 orang) dan 24% (23 orang). Hasil penelitian tingkat pengetahuan mahasiswa tentang serat ini lebih tinggi di bandingkan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yurike Hanaka (2011). Menurut peneliti perbandingan ini mungkin disebabkan oleh adanya beberapa faktor, yaitu : mahasiswa dan mahasiswi FK USU angkatan 2014 sudah mendapatkan informasi pada mata kuliah serat oleh Departemen Gizi, dari media cetak maupun media elektronik.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Mayoritas responden yang paling dominan adalah wanita yaitu sebanyak 66 orang (68,8%), responden yang berusia 20 tahun yaitu sebanyak 52 orang (54,2%), responden yang beragama Islam yaitu sebanyak 56 orang (58,3%), responden yang bersuku Batak yaitu sebanyak 44 orang (45,8%).
2. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang pengertian serat yaitu sebanyak 73 orang (76%).
3. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang klasifikasi serat yaitu sebanyak 87 orang (90,6%).
4. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang jenis serat yaitu sebanyak 53 orang (55,3%).
5. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang sumber serat yaitu sebanyak 69 orang (71,9%).
6. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang manfaat serat yaitu sebanyak 94 orang (97,9%).
7. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang Dietary Reference Intake serat yaitu sebanyak 20 orang (20,8%).
8. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang definisi konstipasi yaitu sebanyak 90 orang (93,8%).
9. Mayoritas responden menjawab pertanyaan yang benar tentang penyebab konstipasi yaitu sebanyak 90 orang (93,8%).
6.2 Saran
Beberapa saran yang dapat disarankan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, antara lain :
32
1. Untuk peneliti selanjutnya, mungkin dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan penelitian ini sebagai data dasar untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan pola konsumsi serat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran
2. Untuk Departemen Gizi pada mata kuliah serat agar dapat meningkatkan kurikulum tentang pentingnya mengkonsumsi serat sebagai salah satu pencegahan dari konstipasi.
3. Untuk mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara agar dapat menambah ilmu dan wawasan yang baru tentang pentingnya mengkonsumsi serat untuk mencegah konstipasi.
4. Untuk masyarakat Indonesia agar dapat menambah sumber informasi tentang mengkonsumsi serat sebagai salah satu dari pencegahan terjadinya konstipasi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Rusilanti. Hidup Sehat dengan Mengonsumsi Serat Makanan. Dalam : Kusharto CM, editor. Sehat dengan Makanan Berserat. Jakarta : AgroMedia Pustaka; 2007. hal : 7-8. Diunduh dari : https://books.google.co.id/
nbooks?id= vn6vshY1vNsC&pg =PT3 &lpg=PT3&dq= rusilanti+sehat+
dengan+makanan+berserat&source=bl&ots=jFcF8oBWgb&sig=mXnHDG5d X7uXIsmR0WYll-zdWV0&hl = id&sa= X&redir_esc =y#v= onepage&q
=rusilanti%20sehat%20dengan%20makanan%20berserat&f=false [diakses pada 18 April 2016]
2. Depkes RI. Riskesdas 2013 dalam Angka. Jakarta : Depkes RI; 2013. Hal : 234.
Diunduh dari : http:// labmandat.litbang.depkes.go.id/ images /download /laporan/RKD/2013/RKD_dalam_angka_final.pdf [diakses pada 22 April 2016]
3. Greenwald BJ. Clinical Practice Guidelines for Pediatric Constipation. Jam Acad Nurse Pract. 2010;22(7). P.332-8. Available from : http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1745-7599.2010.00517.x/pdf [diakses pada 25 April]
4. Pranata K, Andayani R. Konstipasi dan Inkotinensia Alvi. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi kelima. Jakarta : Pusat penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam; 2009. hal : 876-83.
5. Juffrie M, Kadim M, Mulyani NS, Damayanti W, Widowati W.
Gastrohepatologi. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Jakarta : IDAI; 2009. hal : 175-8. Diunduh dari : http: // www.idai.or.id / downloads/PPM/Buku-PPM.pdf [diakses pada 1 Mei 2016]
6. Nasution BB. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Konstipasi Fungsional pada Anak [Tesis]. Universitas Sumatera Utara, Medan; 2010:28-41. Diunduh dari : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32840/7/Cover.pdf [diakses pada 10 Mei 2016]
7. American Association Of Cereal Chemists. The Definition of Dietary Fiber.
2001. Available from : http: // www.aaccnet.org / initiatives /definitions/
documents/dietaryfiber/dfdef.pdf [diakses pada 14 Mei 2016]
34
8. Almatsier S. Karbohidrat. Dalam : Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama; 2010. hal : 28-50.
9. British Nutrition Foundation. Dietary Fibre. 2015. Available from : https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/basics/fibre.html [diakses pada 4 Mei 2016]
10. Drummond KE, Brefere LM. Nutrition for Foodservice and Culinary Professionals.7th edition; 2010. USA : John Wiley & Sons, Inc. p : 99-102.
Available from : https: // is.muni.cz/ el/1411/ jaro2014/ BVAJ0222/
46976363/39181807/0470052422.pdf [diakses pada 10 Mei 2016]
11. Beck ME. Serat. Dalam : Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta ; ANDI. 2011. hal : 84-8.
12. Lilihata G, Syam AF. Konstipasi. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi keempat.
Jakarta : Media Aesculapius; 2014. hal : 601-4.
13. Makmun D. Konstipasi. Dalam : Buku Ajar Gastroenterologi. Edisi pertama.
Jakarta : InternaPublishing; 2011. hal : 197-207.
14. Mubarak WI. Pengetahuan (knowledge). Dalam : Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika; 2012. hal : 81-4.
15. Dahlan MS. Menggunakan Rumus Besar Sampel Secara Benar. Dalam : Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Edisi ketiga. Jakarta : Salemba Medika; 2013. hal : 36-80.
16. Sudarti HP. Definisi Operasional dari Variabel. Dalam : Pedoman Pembuatan Usulan Penelitian Bidang Kesehatan Masyarakat dan Keluarga Berencana/Kependudukan. Jakarta : Proyek Pengembangan FKM di Indonesia; 1966. hal : 24-30.
17. Sari, S.K. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara tentang Pentingnya Serat untuk Mencegah Konstipasi Tahun 2009 : Universitas Sumatera Utara: 2010. Diunduh dari : http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/16740 [diakses 4 Desember 2016]
18. Hanaka, Y. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa FKUI tentang Asupan sayur dan Buah Tahun 2011 serta Faktor-Faktor yang Berhubungan. Universitas Indonesia: 2012. Diunduh dari : http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2015-08/S-Yurike%20Hanaka [diakses 4 Desember 2016]
Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Data Pribadi
Nama : Sonya Desfirina
Tempat/Tanggal Lahir : Sabang, 22 Desember 1995
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jl. Karya Wisata, Perumahan JIP 1, No : 59
Telepon : 085370802778
II. Riwayat Pelatihan
1. Tahun 2002-2008 : SD Negeri no. 112143 Rantauprapat 2. Tahun 2008-2011 : SMP Negeri 1 Rantau Selatan 3. Tahun 2011-2013 : SMA AKSELERASI AL-AZHAR
MEDAN
4. Tahun 2013-sekarang : Fakultas Kedokteran USU
III. Riwayat Kepanitiaan -
Lampiran 2
Lampiran 3
LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN
Salam Sejahtera Dengan hormat,
Nama Saya Sonya Desfirina, sedang menjalani pendidikan Kedokteran di Program S1 Ilmu Kedokteran FK USU. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2014 tentang Pentingnya Serat untuk Mencegah Konstipasi”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi FK USU angkatan 2014 tentang pentingnya serat untuk mencegah konstipasi. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada mahasiswa dan mahasiswi serta masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi serat untuk mencegah konstipasi. Dan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi mengenai pentingnya mengkonsumsi serat.
Pada penelitian ini, saya akan bertanya kepada sdra/sdri tentang data pribadi yaitu nama, jenis kelamin, dan suku. Partisipasi sdra/sdri bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Kemudian saya akan membagikan angket (kuesioner) kepada sdra/sdri yang berisi tentang beberapa pertanyaan tentang serat dan konstipasi.
Saya mengucapkan terima kasih kepada sdra/sdri atas partisipasinya.
Keikutsertaan sdra/sdri dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan sdra/sdri bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah saya persiapkan.
Medan, 2016 Peneliti,
Sonya Desfirina
Lampiran 4
PENELITIAN
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DAN MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN 2014 TENTANG PENTINGNYA SERAT MENCEGAH
KONSTIPASI
PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Jenis Kelamin : Pria Wanita
Suku :
Alamat :
Dengan ini menyatakan kesediaannya menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Sonya Desfirina, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Medan, 2016 Responden,
(___________________)
Lampiran 5
KUESIONER
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DAN MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ANGKATAN 2014 TENTANG PENTINGNYA SERAT UNTUK MENCEGAH KONSTIPASI
Karakteristik responden:
Jenis kelamin : pria wanita
Usia :
Status kewarganegaraan : Warga Negara Indonesia (WNI) Warga Negara Asing (WNA) karbohidrat yang memiliki sifat resisten terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus manusia, serta mengalami fermentasi sebagian
atau keseluruhan di usus besar.
2. Serat dapat diklasifikasikan menjadi serat yang larut dalam air dan serat yang tidak larut dalam air.
3. Insoluble fiber dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
4. Anggur dan apel termasuk soluble fiber.
5. Soluble fiber dapat membantu meningkatkan volume tinja.
6. Kulit buah pear termasuk insoluble fiber.
7. Sereal, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber serat yang potensial.
8. Pektin, gum, mukilase, glukan dan algal termasuk serat yang larut dalam air.
9. Selulosa, hemiselulosa dan lignin tidak termasuk serat yang tidak larut dalam air.
10. Kentang, bayam, brokoli, wortel, dan kol merupakan contoh sayur-sayuran yang tidak mengandung serat.
11. Gandum, dedak, beras merah, dan jagung bukan merupakan sumber makanan berserat.
12. Dietary Reference Intake serat untuk orang dewasa adalah > 40 gram / hari.
13. Serat makanan tidak dapat membantu mencegah
16. Serat makanan dapat membantu mengontrol berat badan dan mencegah terjadinya obesitas.
17. Serat makanan tidak dapat membantu mencegah terjadinya penyakit diverticular.
18. Serat makanan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
19. Seseorang dapat dikatakan konstipasi bila tidak defekasi selama 1 hari dan konsistensi tinjanya lembek.
20. Seseorang dapat dikatakan konstipasi bila defekasi kurang dari 3 kali seminggu ataupun mengejan secara berlebihan.
21. Konstipasi dapat disebabkan oleh diet rendah serat, kurang minum, kelainan struktural kolon, cedera tulang belakang, serta obat yang mengandung kalsium dan aluminium.
22. Diet tinggi serat dapat meningkatkan waktu transit kolon serta mengurangi massa feses.
23. Kombinasi diet tinggi serat serta penggunaan obat-obatan laksatif dapat menurunkan frekuensi buang air besar.
Lampiran 6
Lampiran 7
Suku Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Melayu 5 5.2 5.2 5.2
Batak 44 45.8 45.8 51.0
Jawa 15 15.7 15.7 66.7
Minang 6 6.3 6.3 72.9
Banjar 1 1.0 1.0 74.0
Tionghoa 19 19.8 19.8 93.8
Mandailin
g 1 1.0 1.0 94.8
Sunda 2 2.1 2.1 96.9
India 3 3.1 3.1 100.0
Total 96 100.0 100.0
TP Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Baik 70 72.9 72.9 72.9
Sedang 23 24.0 24.0 96.9
Kurang 3 3.1 3.1 100.0
Total 96 100.0 100.0
DATA INDUK
35 SF Wanita 19 Islam Jawa 18 Baik
Protestan
Lampiran 9
HASIL UJI RELIABILITAS
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Lampiran 11
q5
q9
q13
q17
q21 Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 0 6 6.3 6.3 6.3
1 90 93.8 93.8 100.0
Total 96 100.0 100.0
q22 Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 0 46 47.9 47.9 47.9
1 50 52.1 52.1 100.0
Total 96 100.0 100.0
q23 Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 0 38 39.6 39.6 39.6
1 58 60.4 60.4 100.0
Total 96 100.0 100.0