• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pendapatan pada PT. Pegadaian sebagai hasil dari pemberian kredit, dikatakan telah diperoleh apabila adanya barang diterima dari

nasabah . Saat itu perusahaan akan mengeluarkan nota debet kepada nasabah untuk melakukan penyerahan barangnya. Penyerahan barang bisa dilakukan secara langsung dengan datang keperusahaan.

Pendapatan perusahaan yang timbul dari hasil pemberian kredit atau pemberian pinjaman diakui berdasarkan penyerahan barang yang telah dilakukan oleh nasabah. Nota debet yang dikirim kepada nasabah biasanya ada batas waktu jatu tempo tagihan sesuai dengan yang telah disepakati. Seandaimya terjadi keterlambatan dalam pembayaran maka perusahaan akan memberiakan suatu konfirmasi untuk mengingatkan nasabah akan tagihan tersebut yang telah jatuh tempo.

Hal-hal yang mendasari PT. Pegadaian menggunakan criteria pengakuan pendapatan dari hasil pemberian kredit berdasarkan akrual basis, yaitu :

1. Mengingat sifat dari pada cash flow perusahaan yang selalu mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan denagn biaya.

2. Saat pemberian kredit terjadi yang telah dilakukan, maka pendapatan telah diakui berdasarkan barang yang telah diterima.

3. Saat pembayaran diterima secara tunai, apabila terdapat ketidakpastian yang cukup besar mengenai piutang maka pengakuan pendapatan dapat ditunda sampa kas diterima. Hal ini disebabkan, sebagian besar biaya telah ditentukan oleh perusahaan transaksi dilaksanakan,

Perusahaan yang bergerak dibidang distributor pada umumnya lebih cocok untuk menggunakan metode accrual basis, karena pada akhir periode

akan lebih jelas kelihatan pendapatan yang benar-benar telah terjadi atau telah terealisasi.

Jika hasil suatu transaksi tidak dapat diestimasi dengan andal dan kecil kemungkinan biaya yang terjadi akan diperoleh kembali, pendapatan tidak dapat diakui sebagi beban. Saat menentukan pendapatan diakui, dapat ditinjau bila besar kemungkinana manfaat ekonomi masa depan akan mengalir kepeusahaan dapat diukur dan diprediksi dengan andal.

Terhadap penyisihan piutang ragu-ragu PT. Pegadaian tidak menetapkan kebijaksanaan apapun. Penghapusan piutang tak tertagih ini dilakukan bila ada persetujuan dari pimpinan. Pemberian kredit yang telah dilakukan perusahaan akan disertai dengan pengeluaran sebuah bukti kepada nasabah sebagai tanda telah setuju pemberian kredit dan penyerahan barang. Bukti yang menjadi pertanda bagi perusahaan akan digunakan sebagai bukti untuk menerbitkan nota debet kepada nasabah. Kemudian bukti tersebut akan diberikan kepada bagian keuangan sebagia bukti untuk penerimaan dan akan disimpan sebagi file oleh bagian pembukuan.

Beberapa ahli akuntansi berpendapat bahwa untuk pengakuan pendapatan sebenarnya tidak harus selalu terjadi pertukaran. Namun yang dianggab kritis adalah bahwa pengukuran objektif mungkin saja dapat dicapai, apakah pertukaran telah terjadi atau tidak, disamping proses laba memang benar-benar telah terselesaikan. Oleh sebab itu, saat pengakuan pendapatan merupakan penentuan yang sangat kritis, mengingat ksalahan dalam penentuan ini akan berakibat fatal pada kelayakan laba pada perodik

dan nantinya tentu saja akan mempengaruhi mutu informasi keuangan yang diperoleh dalam mengambil keputusan pimpinan.

Penerapan pengakuan pendapatan pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar ini sesuai dengan PSAK No. 23 tentang pendapatan dimana dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi dari pemberian kredit atau pinjaman uang.

Penerapan beban ini sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan bahwa pada beban telah diklasifikasikan berdasarkan fungsionalnya.

Setelah pendapatan dan beban sudah diklasifikasikan sesuai masing-masing akun maka akan diperoleh laporan perhitungan laba rugi. Menurut PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar laporan laba rugi merupakan ringkasan hasil dari kegiatan perusahaan dan laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahan selama periode waktu tertentu.

Laporan ini dipandang sebagai laporan akuntansi yang paling penting dalam laporan tahunan. Aktivitas operasional dan aktivitas rutin perlu dilaporkan dengan semestinya agar pembaca laporan keuangan memperoleh informasi yang relevan. Oleh karena itu dalam penyusunan laporan laba rugi sangat penting diperhatikan prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan pengakuan beban. Dengan disajikan laporan laba rugi maka perusahaan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan selama periode tersebut apakah perusahaan hasil kinerjanya sesuai dengan tujuan perusahaan serta menilai ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan.

Pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar merupakan perusahaan distributor dimana laporan keuangan yang disajikan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perhitungan harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan, laporan daftar piutang usaha serta utnag usaha. Pada laporan laba rugi PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar yang telah dipublikasikan yaiu laporan laba rugi sebelum pajak dimana laporan tersebut dikarenakan adanya kebijakan manajemen yang memberikan batasan-batasan atas ruang lingkup yang dapat dipublikasikan serta yang tidak dapat dipublikasikan.

Menurut PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar laporan keuangan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menilai perusahaan karena melalui laporan keuangan dapat dilihat bagaiamana kualitas kerja suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya. Untuk mencapai tujuannya laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

Penyusunan laporan keuangan dengan dasar akrual akan memberikan informasi yang lebih akurat kepada pengguna laporan keuangan karena tidak hanya memberikan informasi atas transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang mempresentasikan kas yang akan diterima dimasa yang akan datang.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka penerapan metode pengakuan pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan keuangan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar dapat dikatakan dengan wajar, berdasarkan criteria sebagai brikut :

1. Prinsip akuntansi yang digunakan oleh PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar telah berlaku umum. Bahwa prinsip akuntansi berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan seperti pendapatan penerapannya sesuai PSAK No. 23 dimana pendapatan timbul dari pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada nasabah dari perusahaan, sedangkan penerapan beban sesuai Kerangka Dasar Penyusunan dan PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan bahwa beban diklasifikasikan sesuai fungsionalnya.

2. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutan dimana pada praktek akuntansinya PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar memilih prinsip akuntansi sesuai dengan kegiatan transaksinya.

3. Laporan keuangan beserta catatanya disajikan bertujuan memberikan informasi yang cukup serta dapat mempengaruhi penggunaannya untuk pengambilan keputusan.

4. Informasi diklasifikasikan dan diikhtisarkan dengan semestinya, tidak terlalu rinci ataupun terlalu ringkas dimana laporan keuangan yang disajikan tidak terlalu rinci.

5. Laporan keuangan mencerminkan peristiwa dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu cara yang dapat diterima, yaitu batas-batas yang rasional dan praktis untuk dicapai dalam laporann keuangan.

Berikut adalah Tabel Laporan Laba Rugi yang menunukkan Pengakuan Pendapatan dan Beban mempunyai dampak terhadap Laba Perusahaan Pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar.

Table 4.3

PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar Daftar Perincian Laporan Laba Rugi

Per Desember 2013

PENAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Jurnal Penutup:

1. Jurnal Penutup Pendapatan

Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 70.124.025.336

Pendapatan Rp 70.124.025.336 2. Jurnal Penutup Beban

Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 70.421.099.373 Beban Rp 70.421.099.373 3. Jurnal Penutup Beban lain-lain

Ikhtisar Laba/Rugi Rp 899.265.231

Beban Lain-lain Rugi Rp 899.265.231 4. Jurnal Penutup Ikhtisar Laba/Rugi

Iktisar Laba/Rugi Rp 297.074.037 Modal Rp 297.074.037

a. Cara Pencatatan Barang Jaminan Mulai dari Transaksi Sampai Dengan Pelunasannya

1. Pencatatan Transaksi Barang Jaminan

a. Pertama – tama nasabah yang ingin menggadai, sebelumnya mengisi formolir pinjaman kredit terlebih dahulu untuk mengetahi identitas lebih lanjut.

b. Setelah mengisi formolir pinjaman kredit, nasabah tersebut kepenaksir untuk menyerahkan barang jaminan yang ingin digadaikan, sebagai ersyaratan harus menyerahkan surat bukti

pinjaman kredit yang sudah diisi, KTP asli, dan barang yang ingin digadai.

c. Setelah itu, penaksir menghitung barang jaminan yang diserahkan dengan cara menghitung berat emas bila emas, karatan atau golongan yang bisa diberikan kepada nasabah.

d. Kemudian penaksir memanggil nasabah untuk diberitahukan sebarapa besar uang pinjaman yang dapat diberikan oleh PT.

Pegadaian kepada nasabah.

e. Apabila nasabah telah setuju, maka penaksir memberitahukan biaya administrasi yang harus dibayar ketika uang pinjam telah diberikan kepada nasabah.

f. Setelah kedua belah pihak telah setuju, maka surat bukti kredit dicatat kemudian diserahkan kekasir.

g. Kasir yang akan memotong biaya administrasi dan memberikan uang pinjamannya kepada nasbah beserta surat bukti kredit sebagai pegangan untuk nasabah.

Table 4.4

Untuk bunga dan administrasi yang dikenakan No Golongan Bunga Administrasi Total pinjaman

1 A 6% Rp 2.000 50.000 – 500.000

2 B1 9.2% Rp 8.000 550.000 – 1.000.000

3 B2 9.2% Rp 15.000 1.050.000 – 2.500.000 4 B3 9.2% Rp 25.000 2.550.000 – 5.000.000 5 C1 9.2% Rp 40.000 5.100.000 – 10.000.000 6 C2 9.2% Rp 60.000 10.100.000 – 15.000.000 7 C3 9.2% Rp 80.000 15.100.000 – 20.000.000 8 D 8% Rp 100.000 20.100.000 – 100.000.000

Contoh untuk pencairan barang jaminan :

Suriani ingin menggadaikan barangnya ke PT. Pegadaian ( persero ) dengan berat emas 20 gram dan karatan emas 24 karat. Penaksir akan menghitung seberapa besar pinjaman yang didapatkannya.

Nilai taksir untuk pencairan barang jaminan = . (24x20) x 92%

Nilai taksir untuk pencairan barang jaminan = . ( 480 ) x92%

Nilai taksir untuk pencairan barang jaminan = . x 441,6 = 8. 182. 498

Pinjaman yang dapat di terima adalah = 8.000.000 Pemotongan barang administrasi sebesar Rp 40.000

Jadi jumlah pinjaman yang diterima sebesar Rp 7.960.000 Jurnal untuk pencairan barang jaminan

Keterangan Debet Kredit

Piutang Suriani

Pendapatan administrasi kas

Rp 8.000.000

Rp 40.000 Rp 7.960.000

2. Pencatatan Untuk Pelunasan Barang Jaminan

Ketika nasabah ingin menebus barang jaminannya, nasbah yang bersangkutan bisa datang langsung ke PT. Pegadaian dengan persyaratan sebagai berikut :

a. Nasabah bisa datang langsung ke loket kasir untuk menyerahkan surat bukti kredit dan KTP asli.

b. Kemudian kasir akan menyebutkan pinjaman yang telah diambil beserta bunga untuk pinjaman selama dengan beberapa bulan terakhir.

c. Setelah nasabah melunasi semuanya, kemudian nasabah menendatangani surat bukti kredit sebagai bukkti bahwa nasabah talah melunasi semau pinjaman tersebut.

d. Setelah itu barang yang digadaikan nasabah tersebut dikembalikan kepada nasabah, setelah nasabah memeriksa dan barang tersebut sudah benar miliknya, maka barang tersebut diberikan beserta bukti pelunasan kreditnya.

Contoh pelunasan barang jaminan :

Empat bulan kemudian Suriani kembali ke PT. Pegadaian ingin menebus kembali barang jaminanya.

Pinjaman = Rp 8.000.000 Bunga = Rp 9,2%

Jadi = pinjaman x bunga

= 8.000.000x9,2%

= 736.000

Sewa modal selam 4 bulan adalah Rp 736.000

Jadi, total jika barang ingi ditebus yaitu Rp 8.736.000 Jurnal untuk pelunasan barang jaminan

Keterangan Debet Kredit

Kas

Piutang Suriani Pendapatan bunga

Rp 8.736.000

Rp 8.000.000 Rp 736.000

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dikemukakan sebelumnya maka penulis menarik suatu kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka peneliti menarik kesimpulan bahwa pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar penerapan akuntansi secara dasar akrual basis dimana transaksi dan peristiwa diakui pada saat kejadian. Penerapan metode pengakuan pendapatan pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar menggunkan metode pengakuan pendapatan pada saat pemberian kredit dan dimana pendapatannya diperoleh dari pemberian kredit atau pinjaman sedangkan penerapan pengakuan be ban sesuai pengklasifikasiannya

2. Dengan melihat keunggulan yang dimiliki accrual basis dalam penerapan akuntansinya maka perusahaan akan dapat membuat keputusan yang lebih baik serta laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan dapat memberikan gambaran informasi akuntansi yang lebih akurat adanya kapan pendapatan dan beban dapat diakui.

B. Saran

1. Pihak PT. Pegadaian harus meningkatkan pelayanan yang sebaik-baiknya agar masyarakat senang menggadaikan barangnya pada PT. Pegadaian.

61

2. Agar laporan keuangan perusahaan dapat disajikan secara layak dan wajar maka penerapan akuntansinya sesuai transaksi kejadian serta sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.

3. Untuk menghindari laporan keuangan perusahaan menjadi tidak andal dan reliable serta tidak bisa dijadikan acuan bagi pemakai laporan keuangan maka perusahaan dalam pengakuan pendapatannya harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku agar perusahaan dapat mengetahui pengakuan pendapatan diakui tiap periode akuntansi.

66

Chairi, Anis, dan Imam Ghozali. 2005. Teori akuntansi. Edisi Revisi. Semarang :Universitas Diponegoro

Harahap, Sofyansyafri. 2005, Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi. Penerbit PT.

Raja GrafindoPersada, Jakarta.

Husna, Suad. 2001. Manajemen keuangan : teori dan penerapan. Edisi ketiga.

Yogyakarta. BPEF

Hendrikson,Eldon S. (2003). Teori akuntansi. Edisi keempat. Jilid satu Jakarta:

Erlangga

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2007, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 01, No. 23, No.34. Per 1 September 2007. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Kam, Venon.1998. accounting theory. Terjemahan. Edisi kedua.yogyakarta. BPEF.

Kieso, Jerry J Weygandt, and Terry D. Warfield. 2001. Akuntansi intermediate.

Terjemahan. Edisi Kesepuluh. Jakarta : Penerbit Graha Ilmu

Sofyan, Syafri Hararap.1993. teori akuntansi. Jakarta . PT. Raja Grafindo Persada.

Gozali, Ahmad, 2005. Pengakuan Pendapatan dan Beban http://www.pengakuan pendapatan dan beban.bppt.go.id.pdf

Karlina, Anisa, 2010. Penerapan PSAK Nomor 34 Dalam Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan http://www.Penerapan PSAK.google.com.pdf Dollah Mujetahida. 2013. Metode Pengakuan Pendapatan dan Beban pada PT.

Bumi Karsa Wisma Kalla. SKIPSI AKUNTANSI UNISMUH

Azmi Ulul, 2012. Penerapan Pengakuan Pendapatan dengan Metode Persentase Penyelesaian pada Perusahaan Jasa Kontruksi PT. Bone Raya Indah.

SKRIPSI AKUNTANSI UNISMU

Dokumen terkait