BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.2 Pengakuan Pendapatan dan Beban
Secara teoritis, pendapatan dapat dianggab sebagai produk perusahaan yang dapat diartikan sesuai yang dihasilkan oleh potensi jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Pendapatan dapat diukur dengan jumlah rupiah aktiva baru yang diterima dari pihak lain. Aktiva baru tersebut merupakan aktiva penukar yang diterima perusahaan atas barang atau jasa yang dihasilkan dan dijual oleh perusahaan kepada pihak lain, dalam PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar pendapatan merupakan kegiatan utama yang tercermin pada pemberian kredit atau pemberian pinjaman dari perusahaan. Dalam perlakuan pendapatan secara garis besar pada PT.
Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar pendapatannya dibagi menjadi :
1. Pendapatan Usaha
Yaitu merupakan pendapatan yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional perusahaan
Table 4.1
Daftar Pendapatan Usaha PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar
Per 31 desember 2013
Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 70.124.025.336 Pendapatan Rp 70.124.025.336 2. Jurnal beban
Iktisar Laba/ Rugi Rp 70.412.099.373 Beban Rp 70.421.099.373 2. Pendapatan Luar Usaha
Pendapatan ini adalah pendapatan diluar kegiatan operasional normal perusahaan yang dijadikan sebagai saran penunjang usaha. Pendapatan ini antara lain meliputi pendapatan yang berasal dari biaya administrasi dan sewa modal.
Pendapatan jasa giro yaitu pendapatan yang diterima perusahaan melalui tabungan dalam bentuk rekening yang akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan pada akhir periode pelaporan. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari tagihan-tagihan kepada debitur yang dikenakan oleh bagian administrasi dan dokumentasi. Pendapatan luar usaha dapat dilihat pada table berikut
Table 4.2
Daftar pendapatan lain-lain PT. Pegadaian Per 31 Desember 2013
Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 899.265.231
Pendapatan lain-lain Rp 899.265.231
Pengakuan pendapatan terjadi jika adanya pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada nasabah, pada mulanya seorang nasabah datang keperusahaan untuk menggadaiakan barang yang akan digadai kepada pegadaian. Setelah nasabah setuju maka akan melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan perusahaan tentang pemberian kredit.
Setelah adanya perjanjian antara nasabah dengan perusahaan dimana pendapatan untuk perusahaan diakui ketika terjadinya penyerahan barang yang akan digadai oleh seoarang nasabah.
Mencatat pendapatn pada saat barang diterima dari nasabah , nilainya sebesar harga jual. Pendapatan dapat diakui ketika :
a. Barang yang digadaikan oleh nasabah telah disepakati dengan perusahaan.
b. Bukti yang meyakinkan adanya surat perjanjian pemberian kredit atau pemberian pinjaman.
Setelah perjanjian telah disepakati maka perusahaan akan memproses sesuai keinginan nasabah. Setelah nasabah menerima uang maka nasabah akan menyerahkan barang yang akan digdaikan.
Dalam mengakui pendapatan atas transaksinya PT. Pegadaian ( Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar dalam pendapatan yang diakui akan dilaporkan dalam laporan keuangan maka perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan pada saat penyerahan barang dimana pendapatan diakui pada penyerahan uang kepada nasabah serta pada saat terjadinya pemberian kredit nilai tukar telah disepakati dan perusahaan juga telah memberikan pinjaman uang kepada orang yang menggadai kepada perusahaan. Apabila telah memberikan uang atau pemberian kredit kepada nasabah mengakibatkan penambahan aktiva kedalam perusahaan, yang berupa kas jika pembayarannya secara tunai sedangkan berupa piutang dagang jika pembayarannya secara kredit.
Perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan pada saat pemberian kredit ini karena adanya pertimbangan :
1. Bukti yamg menyatakan bahwa terdapat suatu perjanjian 2. Adanya penyerahan uang kepada nasabah
b. Beban
Beban ( expenses ) didefinisikan sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan modal (ekuitas). Beban dapat dinyatakan sebagai biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan didalam usaha menghasilkan pendapatan dalam suatu periode, atau yang sudah tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan masa berikutnya.
Secara teoritis beban atau biaya yang telah terjadi dalam suatu perusahaan diakui sebagai pemakaian barang atau jasa yang secara langsung atau tidak langsung dihubungkan dengan proses pemberian kredit. Dimana beban diakui dalam laporan laba rugi bahwa pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar penerapan beban yang terjadi dalam laporan laba rugi, beban akan dikelompokkan sebagai berikut :
a. Beban Administrasi dan Umum
Yaitu biaya-biaya yang berkaitan merupakan beban-beban yang berhubungan dengan aktivitas umum perusahaan.
b. Beban luar usaha ( Non Operating Expenses)
Yaitu adalah beban yang timbul dari aktivitas diluar usaha pokok perusahaan dan akan dibebankan pada saat periode terjadinya, misalnya beban bunga.
1.3 Laporan Keuangan
Pada catatan atas laporan keuangan PT. Pegadaian dalam kebijakan akuntansi pendapatan dan beban bahwa “ perusahaan mengakui pendapatan dan beban berdasarkan pada saat terjadinya, dengan demikian biaya yang dibayar pada periode berjalan untuk manfaat pada periode yang akan datang diakui sebagai biaya dibayar dimuka sedangkan biaya yang bermanfaat pada periode berjalan namun belum dibayar pada periode berjalan diakui sebagai biaya yang masih harus dibayar.
Pada pengakuan pendapatan berdasarkan konsep accrual basis, yakni pendapatan diakui pada saat telah terjadinya pendapatan dan biaya pada periode bersamaan, dengan kata lain pendapatan harus sejalan dengan biaya pada periode tersebut.
Ketika terjadi pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada seorang nasabah, perusahaan akan selalu membuat dokumen perjanjian atau surat bukti kredit. Setelah itu nasabah menyerahkan barang yang akan digadaikan kemudian dicatat perusahaan kedalam bukti pemberian kredit lalu dicatat kejurnal, buku besar dan buku pembantu, serta meringkasnya kedalam laporan keuangan.
Pada saat pemberian kredit atau pinjaman kepada nasabah telah dilaksanakan maka akan terjadi suatu hubungan timbale balik dalm hal menerima pembayaran. Pemberian pinjaman atau pemberian kredit diakui sama seperti pemberian secara tunai, perbedaannya hanya terjadi pada piutang yang akan bertambah dan akan berkurang jika kas diterima.
Dengan demikian proses akuntansi yang dianut oleh PT. Pegadaian ( Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar merupakan untuk pendapatan menganut proses sistem dasar akrual dimana pendapatan diakui saat pendapatan diperoleh baik berupa kas atau piutang. Demikian juga dengan perlakuan akuntansi terhadap beban menganut sistem dasar akrual dimana beban diakui pada saat beban terjadi. Penerapan dasar akrual ini sesuai dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 Penyajian Laporan Keuangan bahwa dengan dasar ini pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode bersangkutan. PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar menggunakan accrual basic karena adanya pertimbangan sebagai berikut :
1. Pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi transaksi dan informasi yang diberikan lebih handal, terpercaya walaupun kas belum diterima.
2. Banyak digunakan oleh perusahaan- perusahaan besar ( sesuai dengan ketentun Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akrual).
3. Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.