BAB IV. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
C. Tugas Dan Fungsi
Adapun tugas pokok dan fungsi pegadaian yang diatur dalam surat keputusan Menteri keunagan Republik Indonesia No:Kep-39/MK/6/1/1971 Tanggal 20 Januari 1971 sebagai berikut:
1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasara hukkum gadai.
2. Ikut serta mencegah adanya pinjaman yang tidak wajar, pegadaian gelap dan praktek riba .lainnya.
3. Disamping menyalurkan kredit maupun usaha lainnya yang bermanfaat terutama bgi pemerintah dan masyarakat.
4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermabfaat terutama menagani kredit yang bersifat produktif dan bia perlu memperluas erah operasinnya.
Dengan kata lain pegdaian sebagai salah satu wadah kegiatab dalam menjalankan fungsinya, yaitu melayani pertumbuhan kredit bagi masyarakat golongan ekonomi lemah yang berpenghasilan rendah, dengan menyalutkan kredit atas dasar pengadai terutama diarahkan kepada tujua yang bersifat produktif sesuai dengan usaha pemerintah dalam melaksaanakan pembangunan.
Berdasarkan PP No. 10,tahun 1990 pasal 5 ayat 2 tujuan pegadaian adalah:
1. Turut serta melaksanakan dan menunjung pelajksanaan dan program pemerintah dibidang perekonomian dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman. Atas dasar hukum gadai.
2. Mencegah praktek izin, pegadaian gelap, riba dan pinjaman lainnya.
3. Membantu masyarakat dalam usaha yang bersifat produktif.
a. Produk-produk unggulan PT. Pegadaian (persero)
Dalam kaitannya dengan uraian di atas maka PT. Pegadaian makassar menyediakan jenis produk yang ditawarkan kepada nasabah adlah berupa:
1. Kredit Cepat Aman (KCA)
Kredit cepat aman adalahkredit berdasarakan hukum gadai dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman, dan cepat. Barang jaminan yang menjadi agunan meliputi perhiasan emmas atau permata, kendaraan bermotor, Electronik, kain dan alat rumah tangga
lainnya. Kredit yang di berikan mulai dari Rp.20.000.-s.d. Rp 200.000.000,.- dengan pengenaan jasa pinjaman yang di hitung per 15 hari dan jangka waktu kredit maksimun 4 bulan. Jangka waktu kredit dapat di perpanjang dengan cara mengansur atau mengulang gadai dan dapat di lunasi sewaktu-waktu dengan perhitungan bunga proporsional selama masa pinjaman.
2. Kredi angsuran sistem gadai (Krasida)
Kredit angsuran sistem gadai merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro kecil (dalam rangka membangun usaha) atas dasar gadai. Pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran perbulan dengan jangka waktu kredit 12 s.d. 36 bulan, dan pemberian diskon untuk sewa modal dapat di berikan apabila nasabah melakukan pelunasan sekaligus. Bunga di tetapkan 1% per bualan.
3. Kredit angsuran Fidusia (Kreasi)
Kredit angsuran fidusia merupakan pemberian pinjaman kepada pengusaha mikro – kecil (dalam rangka pengembanagan usaha) dengan skim penjaminan secara fidusia dan pengembalian pinjamanya dilakukan melalui angsuran per bulan dalam jangka waktu 12 s.d 36 bulan. Perolehan kredit dengan cara menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai agunan dengan bunga pinjaman 1% perbualan, flat. Kredit kreasi merupakan modifikasi dari produk lama yang sebelumnya di kenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian.
4. Kredit serba guna
Kredit serba guna merupakan pemberian pinjaman kepada karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsuntif dengan pengembalian secara angsuran dalam jangka waktu kelipatan 3 bulanan, minimun 12 bulan dan maksimun 36 bulan. Besar kredit yang di beriakan berdasarakan jumlah angsuran maksimun 1/3 dari penghasialan bersih.
Dalam pelaksanaan pemasaran jasa PT. Pegadaian makassar, aspek jasa melalui mutu pelayanan konsumen sangat diutamakan, selai itu produk PT. Pegadain memberikan kemudahan dalam hal administrasi, serta menawarkan suku bunga yang menari. Adapun ketentuan umum PT. Pegadaian sebagai berikut.
a. Persyaratan umum
1. Foto copy KTP atau kartu identitas resmi lainya 2. Menyerahkan barang jaminan
3. Menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK) b. Prosedur pemberian kredit
1. Nasabah mengisi formulir permintaan kredit 2. Nasabah menyerahkan persyaratan kredit
3. Petugas pegadaian memeriksa dan menguji persyaratan kredit, serta agunannya
4. Nasabah dan petugas pegadaian menandatangani surat bukti kredit (SBK)
5. Nasabah menerima uang pinjaman
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.1 Pencatatan Pendapatan dan Beban
Pendapatan yang diakui selama satu periode tertentu biasa diterima dalam bentuk uang tunai pada periode sebelumnya atau periode sekarang atau bahkan pada periode akan datang. Pengakuan pendapatan seperti ini tidak dipengaruhi oleh saat penerimaannya dalam bentuk uang tunai yang dalam akuntansi disebut Accrual basic sedangkan pengakuan pendapatan yang dipengaruhi atau didasarkan pada saat jumlah uang yang diterima dikenal pula dalam istilah akuntansi Cash basic. Semua pendapat dan biaya yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan tersebut harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.
Berapa besar atau jumlah pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi didasarkan pada accrual basic. Yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini apakah semua pendapatan yang diakui selama periode tertentu harus dicantumkan dalam laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut akan dibahas masing – masing konsep seperti dibawah ini :
1. The current operating concept of income
Pada konsep ini menyatakan bahwa yang boleh dimasukkan dalam laba rugi periodik hanyalah pendapatan yang diperoleh dan diakui dalam pos
40
– pos biasa periode berjalan. Ini berarti, pendapatan seharusnya telah diakui dan dilaporkan pada periode sebelumnya tetapi lupa unutk dicatat, tidak boleh dimasukkan dalam perhitungan laba rugi periode berjalan. Melainkan dinampakkan sebagai koreksi laba ditahan. Selanjutnya dikatakan bahwa pendatan yang dimasukkan dalam laporan laba rugi periodic, hanyalah yang masih ada hubungannya dengan kebijaksanaan pimpinan perusahaan dan masih berada dibawah pengendaliannya. Ini berarti bahwa pendapatan lain diluar kegiatan normal perusahaan tetapi masih dapat dikendalikan oleh pimpinan perusahaan, dapat dimasukkan secara terpisah pada periode itu dengan istilah itu “Other income”. Sedangkan hal – hal yang sifatnya luar biasa yang tidak dapat dikendalikan atau diramalkan terjadinya tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan laba rugi periodic.
2. The all inclusive concept of income
Konsep ini menyatakan bahwa semua pendapatan maupun biaya yang telah diakui selama periode berjalan harus disampaikan dalam laporan laba rugi periode tersebut tanpa mempertimbangkan apakah pendapatan dan biayatersebut berasal dari kegitan normal perusahaan. Ini bererti bahwa semua pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan tersebut harus dimasukkan dalam laporan laba rugi pada periode bersangkutan.
Dari kedua konsep yang telah disebutkan diatas, maka yang menjadi perbedaan pokok adalah adanya keuntungan dan kerugian yang bersifat luar biasa dan laporan laba rugi. Pada konsep The Current Operating of income tidak menghendaki nampaknya keuntungan dan kerugian yang bersifat luar biasa
tersebutdalam laporan laba rugi. Sedangakn pda konsep The all inclusive concept of income menghendaki agar semua pendapatan dan biaya, baik dari kegiatan normal perusahaan maupun bersifat luar biasa dinampakkan dalam perhitungan laba rugi perode bersangkutan.
Dalam bentuk penyajian laporan laba rugi disusun dalam dua bentuk sebagai berikut :
1. Bentuk Tunggal ( Single Step )
Dalam bentuk ini penyajian unsure – unsure pembentuk laba atau rugi tidak dipisahkan antara elemen – elemen yang timbul dari kegiatan pokok perusahaan dengan kegiatan diluar usaha perusahaan, sehingga laporan laba rugi sebagai penentu laba atau rugi periodic hanya dilakukan satu kali tahap dalam mempertemukan unsure – unsure pendapatan dan biaya yang membentuk laba atau rugi tersebut.
Laporan rugi/laba bentuk tunggal adalah laporan rugi/laba yang menggabumgkan penghasilan – penghasilan menjadi kelompk dan menggabungkan biaya – biaya pada kelompok lain. Sehingga untuk menghitung rugi/laba bersih hanya memerlukan satu langkah tunggal yaitu total penghasilan dikurangi total biaya. ( lihat table 1 ).
2. Bentuk Majemuk ( Multiple step )
Bentuk ini menghendaki adanya pengelompokan terhadap pendapatan dan biaya dalam laporan laba rugi yang ada kaitannya dengan usaha pokok perusahaan. Hal ini diperlukan untuk mereliasisasikannya dengan mengelompokkan tiap – tiap jenis pendapatan dan biaya yang bersangkutan,
diharapkan laporan laba rugi lebih informatif dan akan lebih memberikan manfaat terhadap pemakainya.
1.2 Pengakuan Pendapatan dan Beban a. Pendapatan
Secara teoritis, pendapatan dapat dianggab sebagai produk perusahaan yang dapat diartikan sesuai yang dihasilkan oleh potensi jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Pendapatan dapat diukur dengan jumlah rupiah aktiva baru yang diterima dari pihak lain. Aktiva baru tersebut merupakan aktiva penukar yang diterima perusahaan atas barang atau jasa yang dihasilkan dan dijual oleh perusahaan kepada pihak lain, dalam PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar pendapatan merupakan kegiatan utama yang tercermin pada pemberian kredit atau pemberian pinjaman dari perusahaan. Dalam perlakuan pendapatan secara garis besar pada PT.
Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar pendapatannya dibagi menjadi :
1. Pendapatan Usaha
Yaitu merupakan pendapatan yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional perusahaan
Table 4.1
Daftar Pendapatan Usaha PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar
Per 31 desember 2013
Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 70.124.025.336 Pendapatan Rp 70.124.025.336 2. Jurnal beban
Iktisar Laba/ Rugi Rp 70.412.099.373 Beban Rp 70.421.099.373 2. Pendapatan Luar Usaha
Pendapatan ini adalah pendapatan diluar kegiatan operasional normal perusahaan yang dijadikan sebagai saran penunjang usaha. Pendapatan ini antara lain meliputi pendapatan yang berasal dari biaya administrasi dan sewa modal.
Pendapatan jasa giro yaitu pendapatan yang diterima perusahaan melalui tabungan dalam bentuk rekening yang akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan pada akhir periode pelaporan. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari tagihan-tagihan kepada debitur yang dikenakan oleh bagian administrasi dan dokumentasi. Pendapatan luar usaha dapat dilihat pada table berikut
Table 4.2
Daftar pendapatan lain-lain PT. Pegadaian Per 31 Desember 2013
Ikhtisar Laba/ Rugi Rp 899.265.231
Pendapatan lain-lain Rp 899.265.231
Pengakuan pendapatan terjadi jika adanya pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada nasabah, pada mulanya seorang nasabah datang keperusahaan untuk menggadaiakan barang yang akan digadai kepada pegadaian. Setelah nasabah setuju maka akan melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan perusahaan tentang pemberian kredit.
Setelah adanya perjanjian antara nasabah dengan perusahaan dimana pendapatan untuk perusahaan diakui ketika terjadinya penyerahan barang yang akan digadai oleh seoarang nasabah.
Mencatat pendapatn pada saat barang diterima dari nasabah , nilainya sebesar harga jual. Pendapatan dapat diakui ketika :
a. Barang yang digadaikan oleh nasabah telah disepakati dengan perusahaan.
b. Bukti yang meyakinkan adanya surat perjanjian pemberian kredit atau pemberian pinjaman.
Setelah perjanjian telah disepakati maka perusahaan akan memproses sesuai keinginan nasabah. Setelah nasabah menerima uang maka nasabah akan menyerahkan barang yang akan digdaikan.
Dalam mengakui pendapatan atas transaksinya PT. Pegadaian ( Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar dalam pendapatan yang diakui akan dilaporkan dalam laporan keuangan maka perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan pada saat penyerahan barang dimana pendapatan diakui pada penyerahan uang kepada nasabah serta pada saat terjadinya pemberian kredit nilai tukar telah disepakati dan perusahaan juga telah memberikan pinjaman uang kepada orang yang menggadai kepada perusahaan. Apabila telah memberikan uang atau pemberian kredit kepada nasabah mengakibatkan penambahan aktiva kedalam perusahaan, yang berupa kas jika pembayarannya secara tunai sedangkan berupa piutang dagang jika pembayarannya secara kredit.
Perusahaan menggunakan metode pengakuan pendapatan pada saat pemberian kredit ini karena adanya pertimbangan :
1. Bukti yamg menyatakan bahwa terdapat suatu perjanjian 2. Adanya penyerahan uang kepada nasabah
b. Beban
Beban ( expenses ) didefinisikan sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan modal (ekuitas). Beban dapat dinyatakan sebagai biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah dimanfaatkan didalam usaha menghasilkan pendapatan dalam suatu periode, atau yang sudah tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan masa berikutnya.
Secara teoritis beban atau biaya yang telah terjadi dalam suatu perusahaan diakui sebagai pemakaian barang atau jasa yang secara langsung atau tidak langsung dihubungkan dengan proses pemberian kredit. Dimana beban diakui dalam laporan laba rugi bahwa pada PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar penerapan beban yang terjadi dalam laporan laba rugi, beban akan dikelompokkan sebagai berikut :
a. Beban Administrasi dan Umum
Yaitu biaya-biaya yang berkaitan merupakan beban-beban yang berhubungan dengan aktivitas umum perusahaan.
b. Beban luar usaha ( Non Operating Expenses)
Yaitu adalah beban yang timbul dari aktivitas diluar usaha pokok perusahaan dan akan dibebankan pada saat periode terjadinya, misalnya beban bunga.
1.3 Laporan Keuangan
Pada catatan atas laporan keuangan PT. Pegadaian dalam kebijakan akuntansi pendapatan dan beban bahwa “ perusahaan mengakui pendapatan dan beban berdasarkan pada saat terjadinya, dengan demikian biaya yang dibayar pada periode berjalan untuk manfaat pada periode yang akan datang diakui sebagai biaya dibayar dimuka sedangkan biaya yang bermanfaat pada periode berjalan namun belum dibayar pada periode berjalan diakui sebagai biaya yang masih harus dibayar.
Pada pengakuan pendapatan berdasarkan konsep accrual basis, yakni pendapatan diakui pada saat telah terjadinya pendapatan dan biaya pada periode bersamaan, dengan kata lain pendapatan harus sejalan dengan biaya pada periode tersebut.
Ketika terjadi pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada seorang nasabah, perusahaan akan selalu membuat dokumen perjanjian atau surat bukti kredit. Setelah itu nasabah menyerahkan barang yang akan digadaikan kemudian dicatat perusahaan kedalam bukti pemberian kredit lalu dicatat kejurnal, buku besar dan buku pembantu, serta meringkasnya kedalam laporan keuangan.
Pada saat pemberian kredit atau pinjaman kepada nasabah telah dilaksanakan maka akan terjadi suatu hubungan timbale balik dalm hal menerima pembayaran. Pemberian pinjaman atau pemberian kredit diakui sama seperti pemberian secara tunai, perbedaannya hanya terjadi pada piutang yang akan bertambah dan akan berkurang jika kas diterima.
Dengan demikian proses akuntansi yang dianut oleh PT. Pegadaian ( Persero) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar merupakan untuk pendapatan menganut proses sistem dasar akrual dimana pendapatan diakui saat pendapatan diperoleh baik berupa kas atau piutang. Demikian juga dengan perlakuan akuntansi terhadap beban menganut sistem dasar akrual dimana beban diakui pada saat beban terjadi. Penerapan dasar akrual ini sesuai dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 Penyajian Laporan Keuangan bahwa dengan dasar ini pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode bersangkutan. PT. Pegadaian ( Persero ) Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar menggunakan accrual basic karena adanya pertimbangan sebagai berikut :
1. Pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi transaksi dan informasi yang diberikan lebih handal, terpercaya walaupun kas belum diterima.
2. Banyak digunakan oleh perusahaan- perusahaan besar ( sesuai dengan ketentun Standar Akuntansi Keuangan dimana mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan basis akrual).
3. Setiap penerimaan dan pembayaran akan dicatat kedalam masing-masing akun sesuai dengan transaksi yang terjadi.
B. PEMBAHASAN
Pendapatan pada PT. Pegadaian sebagai hasil dari pemberian kredit, dikatakan telah diperoleh apabila adanya barang diterima dari
nasabah . Saat itu perusahaan akan mengeluarkan nota debet kepada nasabah untuk melakukan penyerahan barangnya. Penyerahan barang bisa dilakukan secara langsung dengan datang keperusahaan.
Pendapatan perusahaan yang timbul dari hasil pemberian kredit atau pemberian pinjaman diakui berdasarkan penyerahan barang yang telah dilakukan oleh nasabah. Nota debet yang dikirim kepada nasabah biasanya ada batas waktu jatu tempo tagihan sesuai dengan yang telah disepakati. Seandaimya terjadi keterlambatan dalam pembayaran maka perusahaan akan memberiakan suatu konfirmasi untuk mengingatkan nasabah akan tagihan tersebut yang telah jatuh tempo.
Hal-hal yang mendasari PT. Pegadaian menggunakan criteria pengakuan pendapatan dari hasil pemberian kredit berdasarkan akrual basis, yaitu :
1. Mengingat sifat dari pada cash flow perusahaan yang selalu mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan denagn biaya.
2. Saat pemberian kredit terjadi yang telah dilakukan, maka pendapatan telah diakui berdasarkan barang yang telah diterima.
3. Saat pembayaran diterima secara tunai, apabila terdapat ketidakpastian yang cukup besar mengenai piutang maka pengakuan pendapatan dapat ditunda sampa kas diterima. Hal ini disebabkan, sebagian besar biaya telah ditentukan oleh perusahaan transaksi dilaksanakan,
Perusahaan yang bergerak dibidang distributor pada umumnya lebih cocok untuk menggunakan metode accrual basis, karena pada akhir periode
akan lebih jelas kelihatan pendapatan yang benar-benar telah terjadi atau telah terealisasi.
Jika hasil suatu transaksi tidak dapat diestimasi dengan andal dan kecil kemungkinan biaya yang terjadi akan diperoleh kembali, pendapatan tidak dapat diakui sebagi beban. Saat menentukan pendapatan diakui, dapat ditinjau bila besar kemungkinana manfaat ekonomi masa depan akan mengalir kepeusahaan dapat diukur dan diprediksi dengan andal.
Terhadap penyisihan piutang ragu-ragu PT. Pegadaian tidak menetapkan kebijaksanaan apapun. Penghapusan piutang tak tertagih ini dilakukan bila ada persetujuan dari pimpinan. Pemberian kredit yang telah dilakukan perusahaan akan disertai dengan pengeluaran sebuah bukti kepada nasabah sebagai tanda telah setuju pemberian kredit dan penyerahan barang. Bukti yang menjadi pertanda bagi perusahaan akan digunakan sebagai bukti untuk menerbitkan nota debet kepada nasabah. Kemudian bukti tersebut akan diberikan kepada bagian keuangan sebagia bukti untuk penerimaan dan akan disimpan sebagi file oleh bagian pembukuan.
Beberapa ahli akuntansi berpendapat bahwa untuk pengakuan pendapatan sebenarnya tidak harus selalu terjadi pertukaran. Namun yang dianggab kritis adalah bahwa pengukuran objektif mungkin saja dapat dicapai, apakah pertukaran telah terjadi atau tidak, disamping proses laba memang benar-benar telah terselesaikan. Oleh sebab itu, saat pengakuan pendapatan merupakan penentuan yang sangat kritis, mengingat ksalahan dalam penentuan ini akan berakibat fatal pada kelayakan laba pada perodik
dan nantinya tentu saja akan mempengaruhi mutu informasi keuangan yang diperoleh dalam mengambil keputusan pimpinan.
Penerapan pengakuan pendapatan pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar ini sesuai dengan PSAK No. 23 tentang pendapatan dimana dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi dari pemberian kredit atau pinjaman uang.
Penerapan beban ini sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan bahwa pada beban telah diklasifikasikan berdasarkan fungsionalnya.
Setelah pendapatan dan beban sudah diklasifikasikan sesuai masing-masing akun maka akan diperoleh laporan perhitungan laba rugi. Menurut PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar laporan laba rugi merupakan ringkasan hasil dari kegiatan perusahaan dan laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahan selama periode waktu tertentu.
Laporan ini dipandang sebagai laporan akuntansi yang paling penting dalam laporan tahunan. Aktivitas operasional dan aktivitas rutin perlu dilaporkan dengan semestinya agar pembaca laporan keuangan memperoleh informasi yang relevan. Oleh karena itu dalam penyusunan laporan laba rugi sangat penting diperhatikan prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan pengakuan beban. Dengan disajikan laporan laba rugi maka perusahaan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan selama periode tersebut apakah perusahaan hasil kinerjanya sesuai dengan tujuan perusahaan serta menilai ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan.
Pada PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar merupakan perusahaan distributor dimana laporan keuangan yang disajikan berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perhitungan harga pokok produksi, laporan harga pokok penjualan, laporan daftar piutang usaha serta utnag usaha. Pada laporan laba rugi PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar yang telah dipublikasikan yaiu laporan laba rugi sebelum pajak dimana laporan tersebut dikarenakan adanya kebijakan manajemen yang memberikan batasan-batasan atas ruang lingkup yang dapat dipublikasikan serta yang tidak dapat dipublikasikan.
Menurut PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar laporan keuangan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menilai perusahaan karena melalui laporan keuangan dapat dilihat bagaiamana kualitas kerja suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya. Untuk mencapai tujuannya laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dengan dasar ini, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.
Penyusunan laporan keuangan dengan dasar akrual akan memberikan informasi yang lebih akurat kepada pengguna laporan keuangan karena tidak hanya memberikan informasi atas transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang mempresentasikan kas yang akan diterima dimasa yang akan datang.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka penerapan metode pengakuan pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan keuangan PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar dapat dikatakan dengan wajar, berdasarkan criteria sebagai brikut :
1. Prinsip akuntansi yang digunakan oleh PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar telah berlaku umum. Bahwa prinsip akuntansi berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan seperti pendapatan penerapannya sesuai PSAK No. 23 dimana pendapatan timbul dari pemberian kredit atau pemberian pinjaman kepada nasabah dari perusahaan, sedangkan penerapan beban sesuai Kerangka Dasar Penyusunan dan PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan bahwa beban diklasifikasikan sesuai fungsionalnya.
2. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutan dimana pada praktek akuntansinya PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar memilih prinsip akuntansi sesuai dengan kegiatan
2. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutan dimana pada praktek akuntansinya PT. Pegadaian Kantor Wilayah VI Wilayah Makassar memilih prinsip akuntansi sesuai dengan kegiatan