• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Sebelum memaparkan pembahasan, ada beberapa hal yang perlu peneliti kemukakan berkaitan dengan berbagai keterbatasan yang masih terkandung dalam instrument penelitian dan pelaksanaan penelitian. Pertama, bentuk kuesioner tertutup membatasi responden untuk dapat mengungkapkan pandangan atau pendapatnya secara leluasa, sehingga kurang mengungkap pemahaman responden terhadap pendidikan anak usia dini secara mendalam. Kedua, hasil penelitian

bukanlah suatu hasil yang tetap. Pemahaman orang tua siswa Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan yang terungkap dalam penelitian ini mungkin akan berbeda pada penelitian yang serupa di waktu lain, karena pemahaman orang tua terhadap prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan dapat terus berkembang atau berubah.

Dalam pembahasan ini kelima kualifikasi pemahaman orang tua siswa TK Kanisius Siswa-Siwi tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan yaitu sangat paham, paham, cukup paham, tidak paham dan sangat tidak paham disederhanakan menjadi dua kelompok kualifikasi, yaitu paham dan tidak paham. Kelompok “paham” dalam pembahasan ini merupakan gabungan dari kualifikasi “sangat paham”, “paham” dan ”cukup paham”. Kelompok “tidak paham” merupakan gabungan dari kualifikasi “tidak paham” dan “sangat tidak paham”.

Demikian juga kualifikasi prinsip yang dipahami dan tidak dipahami oleh orang tua siswa tentang pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan disederhanakan menjadi dua kelompok kualifikasi, yaitu dipahami dan tidak dipahami. Dua kelompok kualifikasi tersebut dapat dicermati pada lampiran 12. Kelompok “dipahami” dalam pembahasan ini merupakan gabungan dari kualifikasi “sangat dipahami”, “dipahami” dan ”cukup dipahami”. Kelompok “tidak dipahami” merupakan gabungan dari kualifikasi “tidak dipahami” dan “sangat tidak dipahami”. Pembagian dua kelompok kualifikasi ini dimaksudkan untuk mempermudah peneliti dalam membahas hasil penelitian.

1. Gambaran pemahaman orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan.

a. Orang tua yang memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91% orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan. Menurut peneliti ada beberapa faktor yang kiranya menyebabkan orang tua memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan, antara lain yaitu: pertama, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya diterima dan dipahami oleh orang tua sebagai hal yang benar; kedua, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dimiliki oleh orang tua; ketiga, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya sejalan dengan pengalaman dan pengetahuan orang tua yang didapat baik dari pendidikan keluarganya, pendidikan akademik ataupun lingkungan pergaulannya; keempat, orang tua kiranya memiliki akses informasi yang benar bahwa pendidikan anak prasekolah harus berdasarkan pada

prinsip-prinsip karakteristik perkembangan anak; kelima, orang tua kiranya memiliki kemampuan untuk mengkritisi opini-opini dalam masyarakat tentang pendidikan anak prasekolah sehingga memiliki penafsiran yang benar terhadap opini-opini tersebut; keenam, orang tua kiranya memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan, perkembangan serta pendidikan anak mereka.

b. Orang tua yang tidak memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9% orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 tidak memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan. Menurut peneliti ada beberapa faktor yang kiranya menyebabkan orang tua tidak memahami prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan, antara lain yaitu: pertama, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya tidak diterima dan dipahami oleh orang tua sebagai hal yang tidak benar; kedua, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dimiliki oleh orang tua; ketiga, prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pada pendekatan karakteristik perkembangan yang tercantum dalam kuesioner, kiranya tidak sejalan dengan pengalaman dan pengetahuan

orang tua yang didapat baik dari pendidikan keluarganya, pendidikan akademik ataupun lingkungan pergaulannya; keempat, orang tua kiranya tidak memiliki akses informasi yang benar bahwa pendidikan anak prasekolah harus berdasarkan pada prinsip-prinsip karakteristik perkembangan anak; kelima, orang tua kiranya tidak memiliki kemampuan untuk mengkritisi opini-opini dalam masyarakat tentang pendidikan anak prasekolah sehingga memiliki penafsiran yang tidak benar terhadap opini-opini tersebut; keenam, orang tua kiranya kurang memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan, perkembangan serta pendidikan anak mereka.

2. Prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami dan tidak dipahami orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007.

a. Prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 11 prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007. Item-item yang dipahami orang tua siswa tersebut terdapat dalam prinsip nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12. Tingginya skor yang diperoleh prinsip tersebut, kiranya menunjukkan bahwa orang tua memahami isi pernyataan dalam prinsip tersebut.

Menurut peneliti ada beberapa faktor yang kiranya menyebabkan prinsip-prinsip pendidikan anak prasekolah dalam penelitian ini termasuk dalam kelompok prinsip pendidikan anak prasekolah yang dipahami oleh orang tua yaitu: pertama, pernyataan item-item dalam prinsip tersebut kiranya diterima dan dipahami oleh orang tua sebagai hal yang benar. Kedua, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa aspek-aspek perkembangan anak, yaitu aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa dan komunikasi saling behubungan satu dengan yang lain. Ketiga, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa secara umum, pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 0-6 tahun relatif teratur dan dapat diramalkan. Meski demikian pertumbuhan dan perkembangan tersebut terjadi dalam berbagai variasi sesuai dengan latar belakang lingkungan dan budaya anak. Keempat, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa setiap anak merupakan individu yang unik dengan bentuk kepribadian dan irama pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda, sehingga memperlakukan anak dengan cara yang sama akan merugikan anak yang memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Kelima, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa intensitas dan kontinuitas pengalaman-pengalaman anak berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya. Keenam, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa perkembangan cara berfikir anak akan berproses dari pengetahuan konkret menuju pengetahuan simbolik. Ketujuh, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa perkembangan dan pembelajaran anak terjadi di dalam konteks sosial dan budaya yang beraneka ragam, sehingga

pemahaman terhadap anak harus didasarkan pada konteks keluarga, budaya dan masyarakatnya. Tujuan utama dari pendidikan adalah agar semua anak dapat menjalankan peran masing-masing dan merasa nyaman hidup dalam masyarakatnya yang plural. Kedelapan, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa perkembangan dan pembelajaran anak dihasilkan oleh interaksi antara faktor genetis dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan budayanya. Kesembilan, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa dan komunikasi anak-anak, serta sebagai cerminan dari perkembangan mereka. Kesepuluh, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa perkembangan anak akan mencapai kemajuan manakala anak memiliki kesempatan untuk mempraktekkan ketrampilan baru yang diperoleh, serta ketika mereka mendapatkan pembelajaran dengan tingkat kesukaran sedikit di atas kemampuan yang sudah mereka miliki. Kesebelas, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa anak-anak berkembang dan belajar dengan baik dalam lingkungan di mana kebutuhan fisik mereka terpenuhi, mendapatkan rasa aman dan nyaman secara psikis dan dihargai sebagai individu. Keduabelas, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa anak-anak memiliki cara memahami, cara belajar dan cara untuk menunjukkan pengetahuan mereka secara berbeda.

b. Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang tidak dipahami orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 1 prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang tidak dipahami orang tua Siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007. Prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang tidak dipahami orang tua adalah prinsip yang menyatakan bahwa anak adalah pembelajar yang aktif (nomor 7).

Menurut peneliti ada beberapa faktor yang kiranya menyebabkan prinsip pendidikan anak prasekolah tersebut termasuk dalam kelompok prinsip pendidikan anak prasekolah yang tidak dipahami oleh orang tua. Faktor-faktor tersebut antara lain: pertama, pernyataan item-item dalam prinsip tersebut kiranya tidak diterima dan dipahami oleh orang tua sebagai hal yang tidak benar. Kedua, orang tua kiranya memiliki pemahaman bahwa anak tidak bisa membangun pemahaman sendiri dari pengalamannya. Ketiga, orang tua kiranya tidak memahami bahwa pengetahuan anak akan bertambah ketika anak mengamati dan terlibat dalam kegiatan. Keempat, orang tua kiranya tidak memahami bahwa orang dewasa perlu membantu anak untuk menghubungkan pengalaman masa lalunya dengan pengalaman masa kini sehingga anak mendapatkan pengetahuan baru.

BAB V

RINGKASAN, KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini disajikan ringkasan, kesimpulan dan saran-saran. Bagian ringkasan memuat masalah, metodologi dan hasil penelitian. Bagian kesimpulan memuat kesimpulan akhir dari penelitian. Dan bagian saran memuat saran-saran yang ditujukan bagi pengelola TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan, program studi Bimbingan dan Konseling serta peneliti lain.

Dokumen terkait