• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian Adaptasi Penduduk Dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Jurang Mangu Barat, khususnya di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai merupakan proses penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan pemenuhan persyaratan administrasi dan pengurusan izin penelitian. Berikut adalah pembahasan yang akan diinterpretasikan sesuai dengan instrumen dan hasil penelitian lapangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk adaptasi penduduk dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan Jurang Mangu Barat Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan yang dilakukan di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai adalah adaptasi aktif dan adaptasi pasif. Berdasarkan pada responden di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dalam bentuk adaptasi aktif yang dilakukan penduduk ialah penduduk melakukan antisipasi sebesar 89%, melihat gejala-gejala banjir sebesar 77%, memeriksa saluran air sebesar 45%, memindahkan alat transportasi sebesar 83%, memberi tumpuhan pada barang rumah tangga sebesar 43%, melakukan peninggian lokasi rumah sebesar 47%, meninggikan dalam rumah ±50 Cm sebesar 46%, memindahkan surat-surat berharga sebesar 42%, penduduk yang mengungsi sebesar 18%, penduduk yang tetap tinggal sebesar 82%, pemberian tambahan tumpuhan pada alat transportasi sebesar 42%, mencegah anak bermain air banjir sebesar 59%, melakukan pembersihan dalam rumah sebesar 100%, melakukan pembersihan lingkungan luar rumah sebesar 76%, membersihkan saluran air sebesar 43%, dan mengecek kondisi alat transportasi sebesar 50%. Sedangkan bentuk adaptasi pasif yang dilakukan penduduk diantaranya ialah penduduk menerima bantuan sosial sebesar 28%, membuang sampah pada

tempatnya sebesar 98%, melakukan pemilahan sampah 39%, memiliki tiga jenis tempat sampah sebesar 22%, memiliki anggapan terhadap banjir sebagai musibah sebesar 90%, memiliki anggapan terhadap banjir sebagai akibat perbuatan manusia sebesar 97%, dan memiliki anggapan banjir meresahkan penduduk sebesar 96%.

Berdasarkan pada hasil observasi mengenai adaptasi penduduk sudah melakukan beberapa adaptasi aktif dan pasif. Seperti memindahkan alat transportasi ke daerah yang lebih tinggi, memberi tumpuhan pada barang-barang peralatan rumah tangga, membersihkan lingkungan luar rumah, membersihkan saluran air, tersedianya tiga jenis tempat sampah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua RT 008/002 bentuk adaptasi penduduk dalam menghadapi bencana banjir yaitu penduduk memindahkan barang-barang/ peralatan rumah tangga dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman ataupun tetap tinggal dirumahnya yang bertingkat lantai 2, beberapa rumah penduduk pun telah ditinggikan dan bantuan sosial disalurkan tidak untuk semua penduduk perumahan dikarenakan mayoritas kondisi anggota keluarga setiap rumah masih dalam keadaan mampu memenuhi kebutuhannya saat terjadinya banjir.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori menurut Wallacea63, bahwa setiap individual mempunyai karakter spesial yang mana memampukan setiap individu mampu bertahan dan menyesuaikan dirinya dengan karakteristik tempat atau wilayah yang ia tinggali dari waktu ke waktu.

Bentuk adaptasi yang dilakukan oleh penduduk yaitu adaptasi aktif sesuai dengan teori menurut Gerungan64, adaptasi aktif adalah individu berusaha untuk mengubah lingkungan sesuai dengan keinginan diri.

Penduduk melakukan adaptasi aktif diantaranya memperbarui atau

63 Muhammad Reza Fahlevi Strategi Adaptasi Masyarakat Kelurahan Mugirejo Kota Samarinda Didalam Menghadapi Banjir, eJournal Sosiatri-Sosiologi 2019, h.156

64 Imam Arifa’illah Syaiful Huda, Bentuk-bentuk Adaptasi Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir , Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2016, h.302

meningkatkan rumah serta melakukan segala upaya dimulai dari sebelum banjir datang, saat terjadi banjir dan setelah banjir surut. Sedangkan dalam adaptasi pasif menurut Gerungan65, mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan sifatnya pasif (autoplastis), misalnya seorang warga desa yang baru harus dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat desa setempat. Penduduk mampu hidup dan bertahan dengan lingkungannya yang baru dan memahami lingkungan tersebut agar tetap nyaman menjalani kehidupannya.

Dari penelitian ini terdapat kemiripan hasil pada penelitian terdahulu yakni Annisa’ Kurnia Shalihat66, yang berjudul Pola Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir di Perumahan Genuk Indah Kota Semarang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi banjir adalah adaptasi struktural dan non-struktural, bentuk pola adaptasi masyarakat Perumahan Genuk Indah yaitu memperkuat ketahanan bangunan (meninggikan lantai, menambah lantai bangunan, menaikkan jalan), menyelamatkan harta benda (menaikkan ke tempat yang lebih tinggi, dipindahkan ke lantai 2 dan dipindahkan sementara ke tempat penampungan/evakuasi), adapun pompanisasi dan persiapan pelampung merupakan pola bentuk pola inisiatif masyarakat dalam menghadapi banjir. Respon yang diberikan masyarakat untuk berpindah (tidak tetap tinggal) hanya sebesar 8,4%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut terlihat beberapa kesamaan dari respon yang diberikan oleh penduduk. Persamaan dalam penelitian ini adalah penduduk pada Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai pun juga melakukan hal yang serupa. Sesuai hasil olahan data yang dilakukan peneliti pada kedua lokasi perumahan tersebut di Kelurahan Jurang Mangu Barat, penduduk yang memberi respon untuk tidak tetap tinggal hanya sebesar 18%. Sesuai dengan persentase yang ada

65 Ibid.

66 Annisa’ Kurnia Shalihat, 2015. Pola Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir Di Perumahan Genuk Indah Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang, h.88

menandakan bahwa penduduk lebih memilih untuk bertahan di lingkungan tempat tinggal mereka meskipun banjir kadang menerjang. Dari hasil persentase tersebut terlihat tidak terlalu jauh berbeda dengan penelitian relevan sebelumnya, dapat diartikan bahwa mayoritas atau sebagian besar penduduk telah melakukan adaptasi dalam menghadapi banjir yang sesuai dengan lingkungan mereka. Perbedaan peneliti terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah perbedaan pada pengkajian karakteristik masyarakatnya dari tingkat pendidikan dan pendapatan sebagai parameter dalam penelitian sebelumnya. Peneliti mengkategorikan masyarakat di Perumahan Genuk Indah berdasarkan jenjang pendidikan dan besarnya pendapatan rata-rata perbulan.

Dokumen terkait