BAB II KAJIAN TEORI
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
1. Teknik Pengolahan Data
Dalam melakukan pengolahan data kuantitatif ini, terdapat suatu data-data yang diperoleh akan diolah melalui tahapan berikut:
a. Checking data
Pada langkah ini peneliti mengecek kembali lengkap atau tidaknya data penelitian, memilih dan menyeleksi data. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
1. Meneliti kembali lengkap atau tidaknya identitas subjek yang diperlukan.
2. Meneliti lengkap atau tidaknya data seperti instrumen data sudah terisi semua atau tidak.
3. Cara mengisi jawaban apakah sudah benar.
b. Pemeriksaan Data (Editing)
Penelitian kembali catatan-catatan itu disebut editing. Biasanya editing dilakukan terhadap daftar-daftar pertanyaan yang disusun secara terstruktur dan diisi melalui wawancara formal. Dalam editing ini akan diteliti kembali hal-hal sebagai berikut:
1. Lengkapnya pengisian.
2. Keterbacaan tulisan.
3. kejelasan makna bacaan.
4. Konsistensi jawaban satu sama lain.
5. Relevansi jawaban.
6. Keseragaman satuan data.41 c. Pembuatan kode (Coding)
Koding adalah usaha untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut macamnya. Ada dua langkah dalam melakukan koding yaitu:
1. Menentukan kategori-kategori yang akan digunakan.
2. Mengalokasikan jawaban individual pada kategori-kategori tersebut.42
d. Tabulasi
Tabulasi merupakan tahap lanjutan dalam rangkaian proses analisis data, sehingga pada tahap ini dapat dianggap data telah selesai diproses.43
2. Teknis Analisis Data
Dalam penelitian ini terdapat nilai skor yang didapat dari pemberian skor pada setiap jawaban instrumen.
Tabel 3.7
Nilai Skor Adaptasi Penduduk Terhadap Daerah Banjir NO Variabel Indikator Sub-Indikator Alternatif
Jawaban
Skor 1. Adaptasi Upaya aktivitas
yang dilakukan
41 Anak Agung Putu Agung, Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Denpasar, 2017), h. 98
42 Ibid. h. 100
43 Ibid. h. 108
3. Saya memeriksa saluran
4. Saya memindahkan alat
transportasi ke daerah
5. Saya memberi tumpuhan
pada barang-barang
7. Saya meninggikan dalam
rumah setinggi ±50 Cm
10. Saya tetap tinggal
dirumah saja
Ya Tidak
1 0
11. Saya memberi tambahan
tumpuhan pada alat
16. Saya mengecek kondisi
alat transportasi yang
Ya Tidak
1 0
terendam banjir
19. Saya berusaha memilah
sampah sebelum dibuang
Ya Tidak
1 0
20. Saya memiliki tiga jenis
tempat sampah
22. Saya menganggap banjir
sebagai akibat dari
23. Saya menganggap banjir
itu meresahkan warga
Untuk menghitung persentase adaptasi penduduk, penulis menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P = Persentase
F = Frekuensi jawaban
N = Jumlah sampel responden
P =
𝑓𝑛x 100%
100= Bilangan tetap44 b. Nilai Rata-Rata
Untuk angka rata-rata dari setiap jawaban responden atas pertanyaan yang telah diajukan, maka menggunakan rumus:
X= ∑
Keterangan:
X
= Angka rata-rataF = Frekuensi masing-masing skor X = Jumlah nilai
∑
= Jumlah seluruh skor x dalam sekumpulan data45
c. Uji Instrumen Kuesioner
1. Uji Validitas
Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Dengan kata lain validitas berkaitan dengan
“ketepatan” dengan alat ukur. Dengan instrumen yang valid akan menghasilkan data yang valid pula.46 Untuk menghitung validitas instrumen maka digunakan rumus korelasi r product moment dengan angka kasar yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut:
44 Muhammad Wahyudinoor, Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Tanah Longsor Di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong, Jurnal Pendidikan geografi, Volume 4 No.4 Juli 2017, h.35
45 Budi Setyo, Statistika Untuk Analisis Data penelitian, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010) h.35
46 Eko Putro, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2018), h.141
r =
𝑛 ∑𝑋𝑌 − ∑𝑋 ∑𝑌{𝑁 ∑ 𝑋 − ∑ 𝑌 }{𝑁 ∑ 𝑋 − ∑ 𝑌 }
Keterangan:
r = Jumlah responden X = Skor butir
Y = skor total
Penafsiran harga koefisien korelasi dilakukan dengan membandingkan harga rxy dengan harga kritik. Adapun harga kritik untuk validitas butir instrumen adalah 0,3. Artinya apabila rxy lebih besar atau sama dengan 0,3 (rxy ≤0,3), nomor butir tersebut dapat dikatakan valid. Sebaliknya apabila rxy lebih kecil dari 0,3 (rxy˂ 0,3), nomor butir tersebut dikatakan tidak valid.47 Hasil rxy yang telah didapatkan dari hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai tabel r product moment. Jika rxy < rtabel, maka dapat dinyatakan butir soal tersebut tidak valid.
Jika rxy > rtabel, maka dapat dinyatakan butir soal tersebut valid. Telah dilakukan uji validitas instrumen angket dimana hasil uji validitas Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan penyebaran angket kepada 100 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 20, yaitu dengan memperhatikan angka pada Corrected Item-Total yang merupakan korelasi antara skor item Dengan skor total item. Sebuah item dikatakan valid apabila nilai r-hitung > r-tabel. r-tabel untuk jumlah responden 100 adalah 0,195.
Berikut disajikan data hasil perhitungan analisis uji coba validitas:
Tabel 3.8
Hasil Pengujian Validitas
No Soal Hasil Hitungan Keterangan
1 0,211 Valid
2 0,317 Valid
3 0.345 Valid
4 0,259 Valid
47Ibid, h.149
5 0,462 Valid
6 0,285 Valid
7 0,566 Valid
8 0,380 Valid
9 0,314 Valid
10 0,288 Valid
11 0,310 Valid
12 0,606 Valid
13 0,542 Valid
14 0,382 Valid
15 0,489 Valid
16 0,532 Valid
17 0,383 Valid
18 0,496 Valid
19 0,365 Valid
20 0,312 Valid
21 0,267 Valid
22 0,254 Valid
23 0,271 Valid
2.Uji Reliabilitas
Kata reliabilitas dalam Bahasa Indonesia diambil dari kata reliability dalam Bahasa Inggris, berasal dari kata asala reliable yang artinya dapat dipercaya. Instrumen tes dikatakan dapat dipercaya (reliable) jika memberikan hasil yang tetap atau ajeg (konsisten) apabila diteskan berkali-kali.48 Pada
48Ibid. h.157
penelitian ini penulis menggunakan Metode Spearman Brown. Metode belah dua yang dikemukakan oleh Spearman Brown, dalam metode belah dua yang dibelah menjadi dua kelompok adalah jumlah butir instrumen, bukan jumlah responden.49
r
11=
Keterangan :
r11 = indeks reliabilitas instrumen
rxy = korelasi antara dua belahan instrumen
Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Teknik Spearman Brown dengan IBM SPSS Statistic 20. Berdasarkan hasil uji coba dengan teknik belah dua (split half) yang dianalisis dengan rumus Spearman Brown. Maka, berikut ini disajikan data hasil perhitungan uji reliabilitas:
Tabel 3.9
Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha N of Item
Adaptasi ,738 23
49Ibid. h.160-161
48
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Daerah Penelitian 1. Letak Geografis Daerah Penelitian
a. Lokasi Penelitian
Wilayah Kelurahan Jurang Mangu Barat merupakan bagian dari Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten. Secara geografis Kelurahan Jurang Mangu Barat terletak di bagian selatan Kota Tangerang Selatan, terletak di 6° 15' 56.09"
Lintang Selatan dan 106° 42' 58.04" Bujur Timur. Kelurahan Jurang Mangu Barat memiliki luas wilayah 260 Ha. Kelurahan Jurang Mangu Barat memiliki batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara: Kota Tangerang Sebelah Selatan: Kecamatan Ciputat Sebelah Barat: Kelurahan Pondok Aren
Sebelah Timur: Kelurahan Jurang Mangu Timur50
Sumber: BPBD Provinsi Banten
Gambar 4.1
Peta Rawan Banjir Tangerang Selatan
50 Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Selatan Nomor 03 Tahun 2005 h.13
Berdasarkan Peta Daerah Rawan Banjir Kota Tangerang Selatan diatas, terlihat beberapa titik yang menjadi potensi bencana banjir yang selalu melanda di Kecamatan Pondok Aren salah satunya ada wilayah Jurang Mangu Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan bersiaga adanya bencana banjir di sejumlah wilayah. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Tangsel, Ade Wahyudi mengatakan terdapat sejumlah titik yang kini mulai diwaspadai di Kota Tangsel. “Kalau yang jadi titik perhatian kita itu wilayah Kampung Bulak, Perumahan Pondok Maharta dan Wilayah Jurang Mangu Barat.
Semua ada di wilayah Pondok Aren.”51
Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mewaspadai puluhan titik rawan banjir di wilayah Tangsel, Provinsi Banten, seiring dengan musim penghujan yang kian melanda. Kepala BPBD Kota Tangsel, Chaerudin menyebut ada 20 titik rawan banjir di Tangsel yang tengah diantisipasi. “Perhitungan kami ada 20 titik yang diantisipasi. Kami masih mencoba monitoring terus.” Di antaranya, di Kecamatan Pondok Aren, seperti Kampung Bulak, Pondok Maharta, Jurang Mangu Barat, Villa Bintaro Regency dan Jurang Mangu Permai.52
b. Kondisi Iklim
Kondisi iklim di Kelurahan Jurang Mangu Barat beriklim panas dengan rata-rata suhu udara 27,7°C. Rata-rata kelembaban udara 79,4%, rata-rata kecepatan angin 8,2 knots (15,1864 Km/h), penyinaran matahari 52,0% serta rata-rata curah hujan 240,6 mm³.
Berikut adalah rata-rata curah hujan dan hari hujan di Kelurahan
51 https://tangerangnews.com/kota-tangerang/read/32865/Waspada-Ini-Titik-Rawan-Banjir-di-Tangsel diakses pada 25 Oktober 2020
52 https://amp/s/m.republika.co.id/amp/r23cen484 diakses pada 8 November 2020
Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan:53
Tabel 4.1
Curah Hujan dan Hari Hujan Wilayah Tangerang Selatan No. Nama Bulan Curah Hujan (mm³) Hari Hujan
Sumber: Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan.
c. Kondisi Hidrologi
Wilayah Kota Tangerang Selatan diantaranya dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat. Sedangkan sebelah utara dan timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta yang memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah penyangga Provinsi DKI Jakarta. Perumahan Taman Mangu Indah dan Jurang Mangu Permai dimana letaknya dekat dengan aliran anak Sungai Cisadane.54
d. Kondisi Geologi dan Geomorfologi
Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan termasuk wilayah dataran rendah karena Kota Tangerang Selatan merupakan daerah yang relatif datar.
Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan dikategorikan
53 BPS Kota Tangerang Selatan Dalam Angka 2018 h.12-16
54 RPI2-JM Kota Tangerang Selatan 2016-2021 BAB III h.9
sebagai dataran rendah dan memiliki topografi dengan kemiringan tanah rata-rata 0-3%, sedangkan ketinggian wilayah antara 0-25 mdpl.55
Kondisi geologi Kota Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal, dan bongkah. Dilihat dari sebaran jenis tanahnya, pada umumnya di Kota Tangerang Selatan berupa asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian/ perkebunan. Meskipun demikian, kenyataannya makin banyak yang berubah penggunaannya untuk kegiatan lainnya yang bersifat non-pertanian seperti pemukiman, pengembangan industri, dan sejenisnya.56
2. Kondisi Sosial Kelurahan Jurang Mangu Barat a. Kondisi Penduduk
Berdasarkan data proyeksi penduduk BPS Kota Tangerang Selatan, jumlah penduduk di Kelurahan Jurang Mangu Barat tercatat 55.531 jiwa dan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak Laki-laki Perempuan Total
1. Jurang Mangu Barat
13.961 28.228 27.303 55.531 103,39
Sumber: Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan data dari tabel 4.2 jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan dan diperoleh hasil rasio jenis kelamin sebesar
55 RPJMD Kota Tangerang Selatan 2016-2021 BAB II, h.ii-2
56 Ibid, h.ii-3
103 yang dapat dikatakan bahawa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 103 penduduk laki-laki di kelurahan tersebut.
b. Kelompok Umur
Salah satu karakteristik responden dalam penelitian ini adalah berdasarkan umur. Responden minimal berumur 19 tahun bisa dikatakan sudah berpikir secara logis dan sadar akan gejala-gejala bencana banjir yang dialami.
Tabel 4.3
Penduduk Menurut Kelompok Umur No. Kelurahan Kelompok Umur Jumlah
1.
Berdasarkan data dari tabel 4.3 karakteristik minimal umur responden terdapat di rentang umur 15-19 tahun, maka penduduk di Perumahan Taman Mangu Indah maupun Jurang Mangu Permai telah sesuai untuk terlibat dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner yang disediakan oleh peneliti.
c. Ketenagakerjaan Penduduk
Salah satu karakteristik dalam penelitian ini berdasarkan status ketenagakerjaan penduduk. Penduduk usia kerja terlihat dari kegiatan utamanya yang dilakukan sehari-hari.
Tabel 4.4 Penduduk Usia Kerja
Kelurahan Jenis Kegiatan Utama Jumlah
Jurang Mangu Barat
I Angkatan Kerja 708.667
1. Bekerja 660.265
2. Pengangguran 48.402
II Bukan Angkatan Kerja (Sekolah, Mengurus Rumah Tangga, dll)
534.228 Sumber: Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional)
Berdasarkan data dari tabel 4.4 telah diketahui kegiatan utama penduduk terbanyak ialah yang bekerja. Setelah mengetahui kegiatan utama yang dilakukan maka penduduk dapat memahami dampak dari bencana banjir dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
B. Deskripsi Data Penelitian 1. Hasil Angket
Berdasarkan data hasil pengumpulan data dilapangan tentang Adaptasi Penduduk Terhadap Daerah Banjir di Kelurahan Jurang Mangu Barat, penulis melakukan penyebaran angket pada penduduk Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai sejumlah 100.
Masing-masing perumahan tersebut sebanyak 50 responden.
Data dari angket yang telah penulis peroleh selanjutnya dilakukan analisis dan pendeskripsian sebagai berikut:
1. Adaptasi Penduduk Terhadap Daerah Banjir di Kelurahan Jurang Mangu Barat
a. Adaptasi Aktif
Adaptasi aktif penduduk dapat dilakukan dengan beberapa upaya aktivitas sebelum banjir, saat terjadinya banjir, maupun setelah banjir melanda. Beberapa aktivitas tersebut seperti meninggikan perlengkapan dan peralatan rumah tangga, memberikan tumpuhan pada tempat tidur, meja, kursi, dan lain-lain agar lebih tinggi, serta
menempatkan barang-barang di bagian yang lebih tinggi. Bisa juga dengan meninggikan rumah bagi warga yang mampu.
1. Antisipasi Sebelum Banjir
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk mengantisipasi banjir. Antisipasi sebelum banjir penduduk Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5
Antisipasi Responden Sebelum Banjir
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 89 89%
2. Tidak 11 11%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.5 dari 100 responden, mayoritas responden melakukan antisipasi sebelum banjir datang. Sebesar 89% atau 89 responden melakukan antisipasi dan sebesar 11% atau 11 responden.
Dapat disimpulkan bahwa penduduk sudah melakukan antisipasi sebelum banjir datang di daerah rumah mereka.
2. Gejala-gejala Banjir
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk mengetahui penyebab banjir dengan melihat gejala-gejalanya. Penduduk mengetahui gejala-gejala banjir di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Responden Melihat Gejala Banjir
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 77 77%
2. Tidak 23 23%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.6 dari 100 responden, sebagian besar responden melihat gejala terjadi banjir. Sebesar 77% atau 77 responden melihat gejala-gejala banjir dan sebesar 11% atau 11 responden. Dapat disimpulkan bahwa penduduk sudah mengetahui penyebab banjir dengan melihat gejala terjadinya banjir yang ada di daerah rumah mereka, seperti mulai meluapnya air sungai yang terdekat dari perumahan.
3. Pemeriksaan Saluran Air
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk mengetahui penyebab banjir dengan memeriksa saluran pembuangan air. Penduduk melakukan pemeriksaan saluran air di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7
Penduduk Memeriksa Saluran Air
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 45 45%
2. Tidak 55 55%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.7 dari 100 responden, hampir sebagian responden yang memeriksa saluran pembuangan air di rumah mereka.
Sebesar 45% atau 45 responden memeriksa saluran air dan sebesar 55% atau 55 responden. Dapat disimpulkan bahwa masih banyak penduduk yang tidak memerhatikan saluran air rumah mereka. Untuk mengetahui gejala banjir tidak hanya dari melihat luapan air sungai terdekat tapi juga bisa dilihat dari saluran pembuangan air yang ada di dekat perumahan.
4. Pemindahan Alat Transportasi
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi
penduduk untuk mengetahui waktu yang tepat memindahkan alat transportasi. Penduduk memindahkan alat transportasi di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8
Penduduk Memindahkan Alat Transportasi
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 83 83%
2. Tidak 17 17%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.8 dari 100 responden, mayoritas responden memindahkan alat transportasinya. Sebesar 83% atau 83 responden memindahkan alat transportasi dan sebesar 17% atau 17 responden.
Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk mengetahui kapan waktunya untuk memindahkan alat transportasi yang mereka miliki ke daerah yang lebih tinggi dari lokasi perumahan sebelum banjir datang.
Sehingga alat transportasi mereka aman dan tidak terendam oleh air banjir. Hal ini dilakukan agar mesin alat transportasi yang ada tidak menjadi rusak dan tidak perlu adanya perbaikan nantinya.
5. Pemberian Tumpuhan Pada Peralatan Rumah Tangga
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk memberikan tumpuhan pada peralatan rumah tangga.
Penduduk memberikan tumpuhan pada peralatan rumah tangga di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9
Penduduk Memberi Tumpuhan Pada Peralatan Rumah Tangga No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 43 43%
2. Tidak 57 57%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.9 dari 100 responden, hampir sebagian responden melakukan pemberian tumpuhan pada peralatan rumah tangga. Sebesar 43% atau 43 responden memberikan tumpuhan pada peralatan rumah tangga dan sebesar 57% atau 57 responden. Dapat disimpulkan bahwa sebagian penduduk masih perlu memberikan tumpuhan pada peralatan rumah tangga yang ada karena banjir masuk kedalam rumah penduduk di perumahan. Hal itu dilakukan agar peralatan yang ada tidak rusak akibat terendam oleh banjir.
6. Peninggian Lokasi Rumah
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk melakukan peninggian lokasi rumah. Penduduk meninggikan lokasi rumah di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.10
Penduduk Meninggikan Lokasi Rumah
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 47 47%
2. Tidak 53 53%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.10 dari 100 responden, hampir sebagian responden melakukan peninggian lokasi rumah. Sebesar 47% atau 47 responden meninggikan lokasi rumah dan sebesar 53% atau 53 responden. Dapat disimpulkan bahwa sebagian penduduk masih perlu melakukan peninggian lokasi rumah mereka karena banjir semakin
meninggi dan masuk kedalam rumah penduduk di perumahan yang menyebabkan kondisi dalam rumah juga tergenang air.
7. Peninggian Dalam Rumah ±50 Cm
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk meninggikan dalam rumah ±50 Cm. Penduduk meninggikan dalam rumah ±50 Cm di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.11 berikut:
Tabel 4.11
Penduduk Meninggikan Dalam Rumah ±50 Cm
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 46 46%
2. Tidak 54 54%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.11 dari 100 responden, hampir sebagian responden melakukan peninggian dalam rumah ±50 Cm. Sebesar 46%
atau 46 responden meninggikan dalam rumah ±50 Cm dan sebesar 54% atau 54 responden. Dapat disimpulkan bahwa sebagian rumah penduduk masih perlu dilakukan peninggian dalam rumah ±50 Cm karena banjir masuk kedalam rumah dan air menggenangi ruangan yang ada dalam rumah kurang dari 50 centimeter. Sehingga kalau di kemudian hari banjir akan datang kembali, air tidak sampai masuk kedalam rumah lagi.
8. Pemindahan Surat-surat Berharga
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk sebelum banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk memindahkan surat-surat berharga. Penduduk memindahkan surat-surat berharga di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.12 berikut:
Tabel 4.12
Penduduk Memindahkan Surat-surat Berharga
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 42 42%
2. Tidak 58 58%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.12 dari 100 responden, hampir sebagian responden melakukan pemindahan surat-surat berharga. Sebesar 42%
atau 42 responden memindahkan surat-surat berharga dan sebesar 58% atau 58 responden. Dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian penduduk perlu memindahkan surat-surat berharga yang mereka miliki agar tidak terendam oleh air banjir. Hal ini dilakukan agar surat-surat berharga yang penting itu tidak hilang karena hanyut terbawa air banjir.
9. Mengungsi
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk saat terjadi banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk melakukan mengungsi. Penduduk mengungsi di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13 Penduduk Mengungsi
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 18 18%
2. Tidak 82 82%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.13 dari 100 responden, minoritas responden mengungsi. Sebesar 18% atau 18 responden mengungsi dan sebesar 82% atau 82 responden. Dapat disimpulkan bahwa hanya sebagian kecil penduduk yang melakukan mengungsi, mengungsi ke rumah tetangga yang rumahnya tidak terendam oleh banjir atau menginap di lantai 2 rumah tetangga. Karena di perumahan tersebut tidak tersedianya posko pengungsian.
10. Tetap Tinggal
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk saat terjadi banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Penduduk tetap tinggal dalam rumahnya di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.14
Penduduk Tetap Tinggal
No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 82 82%
2. Tidak 18 18%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.14 dari 100 responden, mayoritas responden tetap tinggal dalam rumahnya. Sebesar 18% atau 18 responden tetap tinggal dan sebesar 82% atau 82 responden. Dapat disimpulkan bahwa rumah penduduk yang mereka tinggali masih dalam kondisi aman dan banjir tidak sampai masuk kedalam rumahnya, sehingga mereka tidak perlu mengungsi.
11. Pemberian Tumpuhan Pada Alat Transportasi
Berdasarkan hasil analisis angket mengenai upaya aktivitas yang dilakukan penduduk saat terjadi banjir, dapat dijadikan dasar bagi penduduk untuk memberikan tumpuhan pada alat transportasi.
Pemberian tumpuhan pada alat transportasi di Perumahan Taman Mangu Indah dan Perumahan Jurang Mangu Permai dapat dilihat dari tabel 4.15 berikut:
Tabel 4.15
Penduduk Memberi Tumpuhan Pada Alat Transportasi No Jawaban Alternatif Jumlah Persentase (%)
1. Ya 42 42%
2. Tidak 58 58%
Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti Tahun 2020
Sesuai hasil tabel 4.15 dari 100 responden, hampir sebagian responden memberi tumpuhan pada alat transportasi. Sebesar 42% atau
Sesuai hasil tabel 4.15 dari 100 responden, hampir sebagian responden memberi tumpuhan pada alat transportasi. Sebesar 42% atau