BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil-hasil penelitian secara umum berupa hasil analisis kualitatif dan hasil analisis secara kuantitatif. Berdasarkan
indikator yang telah diterapkan yaitu indikator keberhasilan kinerja dari penelitian ini adalah nilai rata-rata hasil belajar murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar meningkat dari siklus ke siklus berikutnya. Berdasarkan KKM (kriteria ketuntasan minimal), jika mendapat skor minimal 70 secara klasikal dan terdapat 80% murid yang tuntas dari keseluruhan murid. Hasil ini akan memberikan gambaran tentang hasil belajar membaca pemahaman murid setelah diterapkan model examples non examples pada kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar.
Seperti yang diungkapkan oleh Darliani (2012) dengan judul Penerapan Model Examples non examples Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Media Suku Kata Di Kelas II SD Negeri 056022 Payaperupuk Kecamatan Tanjung Pura dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Model Examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, hal ini dapat dilihat pada awal pembelajaran nilai rata-rata yang diperoleh murid 58,40%
kemudian mengalami peningkatan 23,82% menjadi 82,22 dari 30 murid. Sejalan dengan itu Ma’rifatus (2012) dengan judul Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Narasi Ekspositoris Murid Kelas V SD Negeri 5 Gambirono melalui examples non examples model examples non examples dengan hasil penelitian yaitu: Model examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, hal ini dapat dilihat dari hasil tes menulis karangan deskripsi siklus I 68,05 dengan ketuntasan belajar klasikal 31,57%, meningkat siklus II 80,27 dengan ketuntasan belajar klasikal 77,27% dari 38 murid. Hal senada juga diungkap oleh Setiyarini
(2014) dengan Peningkatan Keterampilan Membaca Lancar dan Melengkapi Cerita Rumpang Melalui Model Cooperative Learning Tipe examples non examples Tema Kegiatan Sehari-hari Murid Kelas II SD 4 Karang Malang dengan hasil penelitian yaitu: Model examples non examples dapat meningkatkan keterampilan membaca lancar dan melengkapi cerita rumpang, hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar murid pada siklus I dan siklus II yang mengalami peningkatan rata-rata nilai hasil belajar murid adalah 53 pada siklus I, sedangkan pada rata-rata nilai hasil belajar adalah 73 pada siklus II. Selain itu ketuntasan belajar pada siklus I untuk kualifikasi cukup adalah 62% dan kualifikasi baik adalah 42% dan mengalami peningkatan pada siklus II untuk kualifikasi kurang adalah 0, kualifikasi cukup adalah 14%, kualifikasi baik adalah 86%.
Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar membaca pemahaman murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar yang diajar melalui penerapan model pembelajaran Examples non examples. Pada siklus I sebesar 58,9 dan siklus II sebesar 75. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar membaca pemahaman murid yang diajar melalui penerapan model pembelajaran examples non examples mengalami peningkatan nilai dari siklus I ke siklus II.
Pada siklus I peneliti lebih mendorong murid untuk mencintai pelajarannya terlebih dahulu, selama kegiatan pembelajaran berlangsung murid yang sebelumnya menanggapi pelajaran dengan cuek, mulai ada kemauan untuk mengikuti pelajaran.
Hal ini disebabkan adanya tugas yang diberikan pada setiap akhir pertemuan sampai pada akhir siklus I telah dapat terlihat kesenangan pada murid untuk mengikuti
pembelajaran tersebut. Akibatnya hasil belajar murid mencapai nilai rata-rata 58,9 dan jika dimasukkan ke dalam kategori skala lima berada pada kategori rendah.
Setelah diadakan refleksi kegiatan pada siklus I, maka dilakukan beberapa perbaikan kegiatan yang dianggap perlu, salah satunya memperbanyak kesempatan kepada murid untuk menjawab pertanyaan dan berpendapat. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan semangat belajar murid sehingga dapat meningkatkan hasil belajar murid pada siklus II.
Pada siklus II, terlihat bahwa kemauan Murid untuk belajar mengalami peningkatan, dimana murid yang dulunya belum mampu menjawab pertanyaan yang ditanyakan peneliti, kini sudah mulai berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan.
murid juga sudah percaya diri untuk mengeluarkan pendapatnya dan menjelaskan serta memaparkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Setelah diberikan tes akhir siklus II, nilai rata-rata yang dicapai adalah 75 dan jika dimasukkan ke dalam kategori skala lima berada pada kategori tinggi dibandingkan dengan akhir siklus I.
Sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa dengan menerapkan model examples non examples pada kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar mengalami peningkatan dan Setelah melihat hasil penelitian yang telah dianalisis dapat diketahui bahwa hasil belajar membaca pemahaman murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar setelah diterapkan Model examples non examples dalam pembelajaran membaca pemahaman ternyata mengalami
peningkatan. Hal ini dapat kita lihat pada nilai rata-rata murid setelah penerapan model examples non examples siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dari 58,9 menjadi 75. Jika dimasukkan ke kategori skala lima peningkatan hasil belajar membaca pemahaman meningkat dari rendah ke tinggi.
Selain itu terjadi pula perubahan pada pola belajar murid di mana semakin banyak murid mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti, dan semakin banyak murid yang mengerjakan tugas yang yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran dengan menerapkan model examples non examples semula kaku dengan langkah-langkahnya akhirnya murid dapat tertarik dan senang dengan model tersebut. ketertarikan dan dorongan murid yang dimiliki tersebut, maka dengan sendirinya meningkatkan hasil belajar membaca pemahaman. Dan hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa dengan menerapkan model examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran membaca pemahaman. Meskipun kita ketahui bahwa tidak semua guru mampu melaksanakan dan menerapakan pembelajaran ini, akan tetapi hal ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar murid khususnya pada mata pelajaran membaca pemahaman.
Hasil analisis deskriptif aktivitas keterampilan membaca pemahaman murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar. Jika dibandingkan hasil observasi siklus I dan siklus II, persentase rata-rata jumlah murid yang aktif dalam membaca sekilas (survey) meningkat dari 72,1%
menjadi 88,7%, murid yang aktif dalam menyusun pertanyaan (question) meningkat
dari 63,7% menjadi 86,2%, murid yang aktif dalam membaca bacaan (reading) meningkat dari 59,6% menjadi 86,2%, murid yang aktif dalam menjawab pertanyaan (recite) meningkat dari 63,7% menjadi 87,5%, serta murid yang aktif dalam mengulangi atau meninjau ulang bacaan (review) meningkat dari 70,8% menjadi 87,5%.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan model examples non examples dapat disimpulkan bahwa bahwa hasil belajar membaca pemahaman Bahasa Indonesia dengan menerapkan model examples non examples pada murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar meningkat pada setiap siklus. Siklus I nilai rata-rata murid adalah 58,9 dan menjadi 75 pada siklus II.
Ketuntasan belajar membaca pemahaman murid kelas V SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, dari 8 (33,33%) murid mencapai ketuntasan belajar, sedangkan pada siklus II sebanyak 20 (83,33% ) murid mencapai ketuntasan belajar dan ketuntasan belajar klasikal tercapai.Penerapan model examples non examples juga dapat melibatkan murid secara lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II.
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan pengalaman peneliti dalam penelitian ini, maka peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca pemahaman, maka diharapkan kepada guru
69
terkhusus guru bahasa Indonesia untuk mempertimbangkan menggunakan model pembelajaran examples non examples sebagai alternatif dalam pembelajaran.
2. Sebagai tindak lanjut penerapan, pada saat proses pembelajaran, diharapkan guru lebih kreatif dalam menyajikan permasalahan agar murid dapat lebih termotivasi, dan lebih terlatih dalam berfikir untuk menemukan penyelesaian terhadap masalah.
3. Diharapkan kepada peneliti lain dalam bidang kependidikan khususnya pendidikan bahasa Indonesia supaya dapat meneliti lebih lanjut tentang metode yang efektif dan efisien untuk mengatasi kesulitan murid dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Asrori. 1998. Media pengajaran .Proyek OPF IKIP Malang
Aronson. 1975. Cooperative Learning teknik examples non examples. University of California Berkeley.
Burhan. 1980 penilaian dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Yogyakarta: BPFE.
Buku Pedoman Guru Tema 1 Kelas 5 dan Buku Murid Tema 1 Kelas 5 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013,Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
Buehl, Kurniadi Harry. 2010. Pembelajaran examples dan non examples. Jakarta:
Angkasa.
Dardjowidjojo, 1995 Peran Metode Dalam Pembelajaran Membaca. Makalah dalam rangka Dies Natalis ke-41 IKIP Bandung
Depdiknas. 2006. Kurikulum Sekolah Menengah Atas
DaVes. Keith and William, Agus darman (pent) . Perilaku Dalam Organisasi, Jakarta : Erlangga. 1996
Hardjono, Sartina. 1998. Prinsip-Prinsip Pengajaran Sastra. Jakarta: Ditjen Dikti.
Kamus besar Bahasa Indonesia, 2008, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Kurniadi, Hari. 2010. Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya
Miller. 1993 Implementing A holistic Curiculum. Curiculum education ReVew Fall..
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE
Nunan, DaVd. 1984. Designing tasks For the communicative Classroom. Cambridge:
Cambridge University Press.
72
Rahmi,. 2012. Keterampilan Membaca Pemahaman mahamurid Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah IX Sulawesi. Disertasi. Makassar: Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Said D M, M. Ide. 2001. Keterampilan Membaca Diktat. Unismuh Makassar.
Smith. Richard J. and Johnson D. Dale, 1980. Teaching and Children to Read.
Second Edition, USA: Addison-prentice. Hall, Inc.
Tarigan, Djago dan Henry Guntur Tarigan. 1991. Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1995. Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa.
Tiro. 2002. Analisis Data. Bandung: Angkasa.
Van deron. Mortimer J. 1986. Cara Membaca buku dan Memhaminya.
Diterjemahkan Oleh Budi Prayitno.
Yap. 1978 Proses Membaca
Darliani. 2012. Penerapan Model examples non examples Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Media Suku Kata Di Kelas II SD Negeri 056022 Payaperupuk Kecamatan Tanjung Pura.
Ma’rifatus. 2012. Meningkatkan Hasil Belajar Menulis Narasi Ekspositoris Murid Kelas V SD Negeri 5 Gambirono Melalui Model examples non examples.
Setiyarini. 2014. Peningkatan Keterampilan Membaca Lancar dan Melengkapi Cerita Rumpang Melalui Model Cooperative Learning Tipe examples non examples Tema Kegiatan Sehari-hari Murid Kelas II SD 4 Karang Malang.
Sumber Online : http://sirakbarkurniawan.blogspot.com
1.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
1. LEMBAR KERJA MURID SIKLUS I 2. LEMBAR KERJA MURID SIKLUS II 3. TES SIKLUS I
4. TES SIKLUS II
1. HASIL TES SIKLUS I 2. HASIL TES SIKLUS II
3. DATA HASIL BELAJAR MURID
1. LEMBAR OBSERVASI GURU
2. LEMBAR OBSERVASI MURID
3. DAFTAR HADIR MURID
1. DOKUMENTASI PENELITIAN
Satuan Pendidikan : SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Mata Pelajaran :
Kelas/Semester : V / II Alokasi Waktu : 2x35
Siklus : I
A. STANDAR KOMPETENSI:
Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.
B. KOMPETENSI DASAR:
Menjelaskan pokok pikiran dalam teks bacaan.
C. INDIKATOR : a. Kognitif
Proses
Membaca sekilas dan menemukan ide pokok teks yang dibaca.
Produk
Menuliskan ide pokok yang ada dalam teks bacaan b. Afektif
Karakter
Menggunakan bahasa yang santun dalam menanyakan isi teks bacaan.
Sosial
Membaca dalam hati untuk menemukan ide pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Mendiskusikan dengan teman kelompok tentang ide pokok dalam bacaan.
Membacakan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Bahasa Indonesia
a. Kognitif Proses
Setelah membaca teks, murid dapat menemukan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Produk
Setelah membaca teks, murid dapat menuliskan ide pokok yang ada dalam bacaan.
b. Afektif Karakter
Selama proses pembelajaran murid membaca wacana dengan tenang tanpa mengganggu murid yang lain.
Sosial
Selama proses pembelajaran, murid memiliki kebiasaan bekerja sama dengan teman kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan lengkap.
Selama proses pembelajaran, murid memiliki inisiatif untuk membantu teman yang mengalami kesulitan dalam menentukan pikiran pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Melalui kegiatan membaca pemahaman, murid dapat menjelaskan pikiran pokok dalam bacaan.
Setelah menemukan ide pokok dalam bacaan, murid dapat membacakan pikiran pokok dengan kalimat yang runtut.
E. MATERI PEMBELAJARAN Membaca Teks
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN a. Model Pembelajaran
Pembelajaran kooperatif tipe examples non examples.
b. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemberian tugas.
a. Media: gambar dan teks bacaan b. Sumber:
KTSP SD Depdiknas 2006.
Buku Inilah Bahasa Indonesia Kelas V, Terbitan Tiga Serangkai.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
2. Memberikan motivasi dengan memperlihatakan gambar yang sesuai dengan metode.
3. Menyampaikan meteri, metode, tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.
Inti
( 80 menit)
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang disertai dengan teks bacaan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/in focus.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada murid untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang murid, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi murid, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
(10 menit)
2. Guru melakukan refleksi tentang proses dan hasil kegiatan pembelajaran.
3. Guru menyampaikan pesan-pesan moral.
I. Evaluasi
a. Prosedur : Tes penilaian menggunakan LKM dan Penilaian hasil menggunakan tes formatif
b. Jenis Tes : tertulis
c. Alat tes : Butir-butir soal
Takalar, 16 Maret 2015
Guru Kelas Peneliti
Sitti Hasnah, S.Pd. Rinniati
Nip.19640623198611 2 001 Nim.K.10540 5689 12
Mengetahui Kepala Sekolah
SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang
St. Syohrah, S.Pd.
Nip. 19631231 198306 2 082
Satuan Pendidikan : SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Mata Pelajaran :
Kelas/Semester : V / II Alokasi Waktu : 2x35
Siklus : I
A. STANDAR KOMPETENSI:
Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.
B. KOMPETENSI DASAR:
Menjelaskan pokok pikiran dalam teks bacaan.
C. INDIKATOR : a. Kognitif
Proses
Membaca sekilas dan menemukan ide pokok teks yang dibaca.
Produk
Menuliskan ide pokok yang ada dalam teks bacaan b. Afektif
Karakter
Menggunakan bahasa yang santun dalam menanyakan isi teks bacaan.
Sosial
Membaca dalam hati untuk menemukan ide pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Mendiskusikan dengan teman kelompok tentang ide pokok dalam bacaan.
Membacakan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Bahasa Indonesia
a. Kognitif Proses
Setelah membaca teks, murid dapat menemukan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Produk
Setelah membaca teks, murid dapat menuliskan ide pokok yang ada dalam bacaan.
b. Afektif Karakter
Selama proses pembelajaran murid membaca wacana dengan tenang tanpa mengganggu murid yang lain.
Sosial
Selama proses pembelajaran, murid memiliki kebiasaan bekerja sama dengan teman kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan lengkap.
Selama proses pembelajaran, murid memiliki inisiatif untuk membantu teman yang mengalami kesulitan dalam menentukan pikiran pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Melalui kegiatan membaca pemahaman, murid dapat menjelaskan pikiran pokok dalam bacaan.
Setelah menemukan ide pokok dalam bacaan, murid dapat membacakan pikiran pokok dengan kalimat yang runtut.
E. MATERI PEMBELAJARAN Membaca Teks
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN a. Model Pembelajaran
Pembelajaran kooperatif tipe examples non examples.
b. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemberian tugas.
a. Media: gambar dan teks bacaan b. Sumber:
KTSP SD Depdiknas 2006.
Buku Inilah Bahasa Indonesia Kelas V, Terbitan Tiga Serangkai.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
2. Memberikan motivasi dengan memperlihatakan gambar yang sesuai dengan metode.
3. Menyampaikan meteri, metode, tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.
Inti
( 80 menit)
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang disertai dengan teks bacaan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/in focus.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada murid untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang murid, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi murid, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
(10 menit)
2. Guru melakukan refleksi tentang proses dan hasil kegiatan pembelajaran.
3. Guru menyampaikan pesan-pesan moral.
II. Evaluasi
a. Prosedur : Tes penilaian menggunakan LKM dan Penilaian hasil menggunakan tes formatif
b. Jenis Tes : tertulis
c. Alat tes : Butir-butir soal
Takalar, 18 Maret 2015
Guru Kelas Peneliti
Sitti Hasnah, S.Pd. Rinniati
Nip.19640623198611 2 001 Nim.K.10540 5689 12
Mengetahui Kepala Sekolah
SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang
St. Syohrah, S.Pd.
Nip. 19631231 198306 2 082
Satuan Pendidikan : SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Mata Pelajaran :
Kelas/Semester : V / II Alokasi Waktu : 2x35
Siklus : I
A. STANDAR KOMPETENSI:
Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.
B. KOMPETENSI DASAR:
Menjelaskan pokok pikiran dalam teks bacaan.
C. INDIKATOR : a. Kognitif
Proses
Membaca sekilas dan menemukan ide pokok teks yang dibaca.
Produk
Menuliskan ide pokok yang ada dalam teks bacaan b. Afektif
Karakter
Menggunakan bahasa yang santun dalam menanyakan isi teks bacaan.
Sosial
Membaca dalam hati untuk menemukan ide pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Mendiskusikan dengan teman kelompok tentang ide pokok dalam bacaan.
Membacakan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Bahasa Indonesia
a. Kognitif Proses
Setelah membaca teks, murid dapat menemukan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Produk
Setelah membaca teks, murid dapat menuliskan ide pokok yang ada dalam bacaan.
b. Afektif Karakter
Selama proses pembelajaran murid membaca wacana dengan tenang tanpa mengganggu murid yang lain.
Sosial
Selama proses pembelajaran, murid memiliki kebiasaan bekerja sama dengan teman kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan lengkap.
Selama proses pembelajaran, murid memiliki inisiatif untuk membantu teman yang mengalami kesulitan dalam menentukan pikiran pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Melalui kegiatan membaca pemahaman, murid dapat menjelaskan pikiran pokok dalam bacaan.
Setelah menemukan ide pokok dalam bacaan, murid dapat membacakan pikiran pokok dengan kalimat yang runtut.
E. MATERI PEMBELAJARAN Membaca Teks
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN a. Model Pembelajaran
Pembelajaran kooperatif tipe examples non examples.
b. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemberian tugas.
a. Media: gambar dan teks bacaan b. Sumber:
KTSP SD Depdiknas 2006.
Buku Inilah Bahasa Indonesia Kelas V, Terbitan Tiga Serangkai.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
2. Memberikan motivasi dengan memperlihatakan gambar yang sesuai dengan metode.
3. Menyampaikan meteri, metode, tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.
Inti
( 80 menit)
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang disertai dengan teks bacaan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/in focus.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada murid untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang murid, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi murid, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
(10 menit)
2. Guru melakukan refleksi tentang proses dan hasil kegiatan pembelajaran.
3. Guru menyampaikan pesan-pesan moral.
III. Evaluasi
a. Prosedur : Tes penilaian menggunakan LKM dan Penilaian hasil menggunakan tes formatif
b. Jenis Tes : tertulis
c. Alat tes : Butir-butir soal
Takalar, 19 Maret 2015
Guru Kelas Peneliti
Sitti Hasnah, S.Pd. Rinniati
Nip.19640623198611 2 001 Nim.K.10540 5689 12
Mengetahui Kepala Sekolah
SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang
St. Syohrah, S.Pd.
Nip. 19631231 198306 2 082
Satuan Pendidikan : SDN No. 105 Inpres Pa’bundukang Mata Pelajaran :
Kelas/Semester : V / II Alokasi Waktu : 2x35
Siklus : II
A. STANDAR KOMPETENSI:
Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi.
B. KOMPETENSI DASAR:
Menjelaskan pokok pikiran dalam teks bacaan.
C. INDIKATOR : a. Kognitif
Proses
Membaca sekilas dan menemukan ide pokok teks yang dibaca.
Produk
Menuliskan ide pokok yang ada dalam teks bacaan b. Afektif
Karakter
Menggunakan bahasa yang santun dalam menanyakan isi teks bacaan.
Sosial
Membaca dalam hati untuk menemukan ide pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Mendiskusikan dengan teman kelompok tentang ide pokok dalam bacaan.
Membacakan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Bahasa Indonesia
a. Kognitif Proses
Setelah membaca teks, murid dapat menemukan ide pokok yang ada dalam bacaan.
Produk
Setelah membaca teks, murid dapat menuliskan ide pokok yang ada dalam bacaan.
b. Afektif Karakter
Selama proses pembelajaran murid membaca wacana dengan tenang tanpa mengganggu murid yang lain.
Sosial
Selama proses pembelajaran, murid memiliki kebiasaan bekerja sama dengan teman kelompok dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan lengkap.
Selama proses pembelajaran, murid memiliki inisiatif untuk membantu teman yang mengalami kesulitan dalam menentukan pikiran pokok dalam bacaan.
c. Psikomotorik
Melalui kegiatan membaca pemahaman, murid dapat menjelaskan pikiran pokok dalam bacaan.
Setelah menemukan ide pokok dalam bacaan, murid dapat membacakan pikiran pokok dengan kalimat yang runtut.
E. MATERI PEMBELAJARAN Membaca Teks
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN a. Model Pembelajaran
Pembelajaran kooperatif tipe examples non examples.
b. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, dan pemberian tugas.
a. Media: gambar dan teks bacaan b. Sumber:
KTSP SD Depdiknas 2006.
Buku Inilah Bahasa Indonesia Kelas V, Terbitan Tiga Serangkai.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
2. Memberikan motivasi dengan memperlihatakan gambar yang sesuai dengan metode.
3. Menyampaikan meteri, metode, tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.
Inti
( 80 menit)
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar yang disertai dengan teks bacaan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/in focus.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada murid untuk memperhatikan/menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang murid, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.