• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Tingkat Pengetahuan Parenting pada Orangtua yang Memiliki Anak Usia Dini di TK Annur 1 Jogja.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan parenting pada orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja cenderung sangat tinggi. Kelima aspek

55

parenting cukup baik dipahami dan diterapkan oleh orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja.

Menurut Gunarsa (2002) pengasuhan orang tua merupakan pola interaksi antara anak dengan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik (makan, minum, pakaian, dan lain sebagainya) dan kebutuhan psikologis (afeksi atau perasaan) tetapi juga norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja cenderung sudah memahami mengenai penerapan proses parenting yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik maupun psikologis anak usia dini.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja telah memahami aspek-aspek parenting pada anak usia dini. Aspek-aspek tersebut antara lain kontrol, tuntutan, komunikasi, kasih sayang, dan campur tangan. Jika dihubungkan antara kelima aspek parenting tersebut apabila dipahami dengan baik mampu mempermudah orangtua dalam menanamkan nilai dan norma pada anak usia dini. Berdasarkan hasil temuan Hidayati, Kaloeti dan Karyono (2011), keterampilan yang dimiliki orangtua akan dapat berpengaruh terkait cara dalam mengarahkan dan menangani anak ketika sedang berbuat kesalahan, jika ada ketidakpahaman antara ayah dan ibu dalam pengasuhan, seperti ketidaktahuan, dalam mengarahkan anak, memberikan hukuman yang tidak tepat, serta selisih paham antara kedua orangtua dapat menyebabkan tujuan dalam pengasuhan anak tidak tercapai.

56

Aspek kontrol adalah bagian dari usaha orangtua mempengaruhi dan memantau aktivitas anak di suatu lingkungan. Pembatasan merupakan salah satu wujud kontrol orangtua terhadap anak usia dini. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja sudah cukup paham dalam memberikan batasan-batasan tertentu pada anak usia dini suatu pencegahan atas suatu hal yang ingin dilakukan anak usia dini.

Aspek tuntutan menekankan pada suatu harapan orantua kepada anak untuk mencapai suatu tingkat kemampuan secara intelektual, sosial dan emosional. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja memiliki pemahaman yang tinggi mengenai harapan atau tuntutan pada anak usia dini.

Aspek komunikasi adalah dasar dari hubungan pengasuhan orangtua pada anak. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja memiliki pemahaman yang tinggi mengenai cara membangun komunikasi yang baik dengan anak usia dini. Orangtua juga memahami latihan-latihan sederhana untuk anak usia dini menyampaikan isi perasaan maupun pikiran dengan bahasa yang sederhana.

Aspek kasih sayang adalah bagian yang merujuk pada kelekatan orangtua dengan anak usia dini. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja memiliki pemahaman yang tinggi mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang anak usia dini.

57

Aspek campur tangan adalah keikutsertaan orang tua dalam perencanaan dan pemilihan hal-hal yang mendukung tumbuh kembang anak. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja memiliki pemahaman yang tinggi mengenai pemahaman karakteristik dan tugas perkembangan anak usia dini. Orangtua juga memahami pendampingan yang harus dilakukan berkaitan dengan pengembangan minat bakat maupun tugas perkembangan anak.

Menurut Aufia (2017) parenting merupakan bagian dari proses mendidik dengan baik dan menumbuh kembangkan potensi anak.

Parenting yaitu sikap dan perilaku orang tua dalam membina kelangsungan hidup seorang anak dalam pertumbuhan, perkembangan, dan memberikan perlindungan anak secara menyeluruh baik fisik, sosial, maupun mental, serta spiritual yang berkepribadian. Pembelajaran kepada anak dimulai sejak usia dini, kondisi keluarga yang harmonis dapat memberikan pengaruh positif pada perkembangan anak. Perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh sikap, dan cara parenting orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari parenting atau metode yang diberikan oleh orang tuanya. Salah satu bentuk pengasuhan orangtua adalah pengasuhan berkesadaran.

Mindful parenting dalam bahasa Indonesia adalah mengasuh berkesadaran, dengan kata parenting yang diartikan sebagai pola mengasuh yaitu orang tua yang mengasuh anaknya agar tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unggul sedangkan mindful adalah berkesadaran atau

58

yang mengacu pada orang yang selalu menjaga kesadarannya dari pikiran, ucapan, dan semua perilaku yang kurang pantas. Mindful parenting mengacu pada sikap, ucapan, dan perilaku serta penampilan orang tua yang mengedapankan kesadaran dalam mengasuh buah hati mereka.

(Duncan, Coatsworth, & Greenberg, 2009).

Mindful parenting akan mendukung komunikasi interpersonal.

Oleh karena itu, orang tua yang memiliki mindful parenting akan mampu berkomunikasi dengan anaknya (Duncan, Coatsworth, & Greenberg, 2009). Konsep mindful parenting mengajak orang tua milenial belajar mengendalikan diri, menghargai, dan memahami anak. Jika diterapkan dengan benar, ini dapat meminimalisir kekerasan di dalam rumah tangga.

Orangtua yang mampu mengatur emosinya dengan baik akan mampu memposisikan dirinya untuk memutuskan harus berbuat atau bertindak dalam kondisi apapun dan dimanapun. Gross (2007) mengatakan agar emosi-emosi itu tidak meluap perlu adanya pengolahan emosi yang disebut sebagai regulasi emosi. Orang tua yang mendukung, toleran dan tidak menggunakan emosi negatif ketika anaknya sedang menunjukkan emosi negatif, maka anak tersebut akan tumbuh dan memiliki kompetensi sosial dan emosional yang lebih matang (Duncan, Coatworth, &

Greenberg, 2009). Parenting yang dilakukan pada anak dengan kondisi di zaman perkembangan teknologi semakin maju, berpengaruh terhadap pola asuh yang dilakukan oleh para orangtua.

59

Gaya pengasuhan dalam era milenial banyak melibatkan akses informasi yang mudah didapatkan dengan menggunakan teknologi. Hal ini terjadi karena menurut Verhaagen (2005), usia milenial sangat bergantung dengan penggunaan akses teknologi, kemampuannya dalam menggunakan aplikasi komputer, navigasi internet dan menggunakan alat-alat teknologi canggih, membuat orang tua mudah mencari dan belajar mengenai pengasuhan. Selain itu, kemudahan dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga juga dimudahkan bagi orang tua milenial, misalnya ayah dan ibu mudah berdiskusi mengenai masalah kesaharian anak ataupun belajar mengenai pengasuhan yang tepat bagi anak. Hal tersebut dikaitkan dengan teori Duncan, Coatsworths, dan Greenberg (2009) bahwa dalam pengasuhan berkesadaran diperlukan beberapa dimensi yaitu, mendengarkan dengan penuh perhatian, penerimaan diri dan anak tanpa menghakimi, kesadaran emosi diri dan anak, pengaturan diri dalam pengasuhan, kasih sayang terhadap diri dan anak

Menurut Ruli (2020), Orang tua (keluarga) yang bertanggung jawab yang paling utama atas perkembangan dan kemajuan anak. Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari

60

pengertian keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Tugas dan peran orang tua keluarga adalah unit pertama dan institusi pertama di dalam masyarakat dimana hubunganhubungan yang terdapat di dalamnya sebagian besar sifatnya hubungan langsung. Disitulah perkembangan individu dan disitulah terbentuknya tahap-tahap awal perkembangan dan mulai interaksi dengannya, ia memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat dan sikap dalam hidup. Dalam keluarga, orang tua sangat berperan sebab dalam kehidupan anak waktunya sebagian besar dihabiskan dalam lingkungan keluarga apalagi anak masih di bawah pengasuhan atau anak usia dini.

Demikianlah keluarga atau orang tua menjadi faktor penting untuk mendidik anak‐anaknya baik dalam sudut tinjauan agama, sosial kemasyarakatan maupun tinjauan individu. Jadi jelaslah orang tua mempunyai peranan penting dalam tugas dan tanggung jawabnya yang besar terhadap semua anggota keluarga yaitu lebih bersifat pembentukan watak dan budi pekerti, latihan keterampilan dan ketentuan rumah tangga, dan sejenisnya. Orang tua sudah selayaknya sebagai panutan atau model yang selalu ditiru dan dicontoh anaknya.

Dalam proses mengasuh dan mendidik anak, orangtua akan berbagi tugas dalam pengasuhan terhadap anak usia dini. Dewasa awal yang memiliki anak usia dini tentu akan berusaha memahami karakteristik anak usia dini dan menerapkan pola pengasuhan untuk anak usia dini.

61

Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini lebih melibatkan orangtua dan keluarga dibanding kelompok bermain atau teman sebayanya. Anak usia dini perlu pendampingan orangtua dalam mengembangkan kemandirian, bersosialisasi, mengendalikan diri, meningkatkan kemampuan motorik, dan mengenal macam-macam peran orang dalam masyarakat. Walaupun anak usia dini juga mengenyam pendidikan di sekolah formal maupun taman kanak-kanak tetapi sebagai tempat pendidikan pertama (keluarga) orangtua memiliki peran yang besar dalam menentukan tindakan atau perilaku anak usia dini.

2. Analisis Capaian Skor Item Pengukuran Pengetahuan Parenting pada Orangtua yang Memiliki Anak Usia Dini di TK Annur 1 Jogja

Berdasarkan skor item-item yang mendukung dalam penelitian ini, peneliti membagi dengan menggunakan norma kategorisasi yang disusun berdasarkan pada norma kategorisasi yang disusun oleh Azwar (2012).

Hasil yang menyatakan kategorisasi sangat tinggi dengan presentase 84,78

% atau 39 item pernyataan dengan nomer 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 48, 49, dan 50. Hasil yang menyatakan kategorisasi tinggi dengan presentase 15,22 % atau 7 item pernyataan dengan nomor 3, 11, 15, 18, 36, 44, dan 46. Hasil yang menyatakan kategorisasi sedang dan rendah dengan presentasi 0% atau tidak ada item yang dinyatakan total skor sedang atau rendah. Item dengan total skor tertinggi adalah item nomor 6 yang termasuk item unfavourable dengan pernyataan, “Orangtua

62

mengizinkan anak menonton film yang disukai hingga larut malam”. Hal ini menunjukan bahwa orangtua melakukan kontrol pada anak agar tidak memunculkan kebiasaan negatif menonton film atau televisi hingga larut malam. Orangtua juga secara tidak langsung membiasakan anak untuk tidur tepat waktu dan tidak melakukan aktifitas hingga larut malam.

Dari hasil penelitian ditemukan 2 item pernyataan yang memiliki skor paling rendah diantara 46 item pernyataan. Item pertama adalah item nomor 3 dengan pernyataan “Orangtua memberi batasan pada anak saat berperilaku di dalam rumah”. Item nomor 3 ini merupakan salah satu item favorable yang masuk dalam aspek kontrol. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja perlu menambah pengetahuan mengenai batasan-batasan berperilaku yang diberikan kepada anak usia dini. Batasan berperilaku tidak hanya berlaku ketika anak sedang di lingkungan lain atau di luar rumah. Orangtua perlu memahami bahwa anak perlu dilatih untuk menaati suatu peraturan di lingkungan rumah, tentunya peraturan dengan kesepakatan bersama. Aturan-aturan tersebut menyangkut upaya peningkatan kemandirian dan tanggung jawab anak seperti merapikan mainan, belajar tepat waktu, dan mengerjakan PR.

Item kedua adalah item nomor 11 dengan pernyataan “Orangtua mengharapkan anak berprestasi di kelas”. Item nomor 11 merupakan salah satu item favourable yang masuk dalam aspek tuntutan. Orangtua yang memiliki anak usia dini di TK Annur 1 Jogja sudah cukup

63

memahami mengenai tuntutan perkembangan anak usia dini dalam bidang akademis maupun non akademis. Selain menuntut anak untuk meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif, orangtua juga berhak mengharapkan prestasi anak. Tuntutan prestasi tentunya menyesuaikan kemampuan dan kapasitas anak usia dini.

Berdasarkan hasil penelitian Warda Lisa dan Asagaya Astuti yang berjudul “Perbedaan Pengasuhan Berkesadaran Pada Orang Tua Milenial”

menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengasuhan orangtua milenial yaitu usia orangtua, pendidikan orangtua, pengalaman mengasuh anak dan hubungan antar orang tua. Perngasuhan pada orangtua milenial tidak menitik beratkan peran pengasuhan pada ibu, tetapi berbagi peran dengan ayah. Kesetaraan peran dapat terlihat dari mulai banyaknya wanita yang memutuskan untuk bekerja, menyebabkan partisipasi para ayah dalam kehidupan keluarganya semakin dituntut; tidak lagi hanya sebagai pencari anfkah namun juga sebagai pembimbing dan pengasuh anak di rumah. Literasi digital dan seminar mengenai parenting merupakan hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua milenial. Orangtua milenial bisa tetap menambah pengetahuan mengenai parenting anak usia dini dengan cara yang mudah, praktis, dan menyenangkan tanpa banyak menyita waktu. Seminar parenting juga sangat bermanfaat bagi orangtua yang memiliki anak usia dini. Seminar parenting juga mulai dikemas dalam kegiatan online melalui beberapa platform seperti instagram dan youtube. Seminar parenting mampu menjadi wadah bagi ahli dibidang

64

psikologi anak maupun keluarga untuk berbagi kepada orangtua. Orangtua juga bisa aktif bertanya dan melakukan sharing dengan sesama peserta seminar maupun narasumber.

65 BAB V PENUTUP

Bab ini menyampaikan kesimpulan hasil penelitian, keterbatasan dalam penelitian yang peneliti alami, dan saran peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini.

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal berikut sebagai jawaban atas pokok pembahasan dalam penelitian ini:

1. Sebagian besar orangtua siswa TK Annur 1 Jogja tahun ajaran 2020/2021 memiliki tingkat pengetahuan parenting yang masuk dalam kategori sangat tinggi.

2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada item pernyataan ang masuk dalam kategori sedang maupun rendah.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah diusahakan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah yang ada. Namun, dalam penelitian ini peneliti menyadari masih banyak kekurangan. Beberapa keterbatasan yang peneliti sadari antara lain adalah:

1. Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan sumber kajian pustaka tentang parenting orangtua milenial pada anak usia dini.

2. Penelitian ini belum menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan parenting terhadap anak usia dini.

66 C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyampaikan saran kepada beberapa pihak yang terkait dengan penelitian ini:

1. Kepala Sekolah TK Annur 1 Jogja

Kepala sekolah diharapkan dapat mempergunakan hasil penelitian ini sebagai masukan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik maupun wali peserta didik.

2. Guru TK Annur 1 Jogja

Para guru TK Annur 1 Jogja mampu memahami pengetahuan pengasuhan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, sehingga mampu mengimplementasikan proses pendidikan di dalam kelas dengan optimal. Guru mampu memberikan proses belajar mengajar sesuai kebutuhan anak secara personal maupun kelompok hingga anak berkembang dengan optimal.

3. Orangtua yang memiliki anak usia dini

Para orangtua diharapkan mampu menerapkan proses parenting yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

4. Peneliti lain

Peneliti lain dapat memfokuskan penelitian mengenai tingkat pengetahuan parenting pada orangtua single parent yang memiliki anak usia dini.

67

DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, MG. Andi. (2007). Deskripsi Pemahaman Orang tua siswa taman kanak-kanak kanisius siswa siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Sanata Dharma.

Yogyakarta

Ariyati, Tatik. (2016). Parenting di Paud Sebagai Upaya Pendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol. 9 (no. 2).

Ayun, Qurrotu. (2016). Pendidikan dan Pengasuhan Keluarga dalam Membentuk Perkembangan Kepribadian Anak: Perpektif Psikologi Perkembangan Islam. Jurnal Attarbiyah, Vol. 26 (no. 1). 91-118.

Azhari, Rahmatika., dkk. (2018). Menggambarkan Manfaat Program Parenting Menurut Orang Tua Di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.

Jurnal Spektrum PLS 1, 91-98.

Azwar, Saifuddin (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Brooks, Jane. (2012). The Process of Parenting (edisi ke-8). Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Etikawati, Agnes I., dkk. (2019). Mengembangkan Konsep dan Pengukuran Pengasuhan dalam Perspektif Kontekstual Budaya. Buletin Psikologi, vol.

27 (no. 1), 1-14.

Fauzi (2015). Model Pengasuhan Anak Usia Dini Pada Keluarga Dengan Ibu Sebagai Buruh Pabrik (Studi Terhadap Model Pengasuhan dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga). Laporan penelitian individual.

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto.

Hidayati, F., Kaloeti, D. V. S., & Karyono. (2011). “Peran ayah dalam pengasuhan anak.” Jurnal Psikologi, 9(01), 1-10.

Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi 5). Jakarta: Erlangga.

Jannah, Miftahul. (2015). Tugas-Tugas Perkembangan pada Usia Kanak-Kanak.

Gender Equality. International Journal of Child and Gender Studies.

Vol.1 (no. 2), 87-98.

Kuswanto, Anggil Viyantini dan Na’imah. (2019). Analisis Problematika Prilaku Perkembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak. PIAUD Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Vol. 6 (no.2), 111-113.

Lisa, Wanda dan Asagaya Astuti (2018). Perbedaan Pengasuhan Berkesadaran pada Orang Tua Milenial. Jurnal Psikologi. Vol.11 (no.1), 60-71

68

Mustafa, Delly. (2005). Implementasi Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Bidang Pendidikan. Mediator, Vol.7 (no.1), 139-146.

Mustikaningrum, Wahyu Mega. 2014. Peran Kegiatan Parenting dalam Pola Asuh Orangtua di Paud Cinta Kasih Amelia di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Negeri Semarang. Semarang

Ni Luh Mirah Laksmi Dewi dan I Made Rustika. (2017). Pengaruh Mendongeng Sambil Bermain terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia 8-11 Tahun di Sd Negeri 8 Dauh Puri Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, Vol. 4 (no.

1), 119-129.

Papalia, Diane E., dkk. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan) Bagian V s/d IX. Jakarta: Prenada Media Group.

Rahmawati, Novi R., dkk. (2019). Pola Pengasuhan Orangtua Milenial.

Challenges in technology and literacy. Vol. 4 (no.1).

Ruli, Efrianus. (2020). Tugas dan Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak.

Jurnal Edukasi Nonformal. Vol. 1(no. 1) 143-146.

Santrock, J.W. (2011). Life-span Development Perkembangan masa-hidup (Edisi ke-13/ Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Subriani, Fetri Rahma Dyah. (2007). Persepsi Orang Tua Siswa Happy Bear Preschool Yogyakarta Tahun Ajaran 2006/2007 Terhadap Aspek-Aspek Perkembangan dalam Pendidikan Anak Usia Dini Kelompok Usia 1-4 Tahun. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surya, Wahidati Qoriana. (2015). Aspek-Aspek Pengasuhan Anak pada Pasangan Pernikahan Berorientasi Nilai-Nilai Islam. Skripsi, tidak diterbitkan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ulfiana, Dina. (2018). Pola Asuh Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Yang Pecandu Game Online (Studi Tentang Kecenderungan Anak Usia Dini dalam Permainan Game Online di Surabaya. Jurnal S1 Sosiologi Universitas Airlangga, Vol. 1 (no. 1), 1-47.

Wulandari, Rahmawati Setiya. (2016). Pola Asuh Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Orang Tua yang Mengikuti Program Bina Keluarga Balita (BKB) di Kelurahan Kutoarjo Kabupaten Purworejo). Skripsi, tidak diterbitkan.

Universitas Negeri Semarang.

69 LAMPIRAN

70 Lampiran 1. Surat Izin Penelitian

71 Lampiran 2. Instrumen Penelitian

72

73

No. Kuesioner

A. Identitas Responden

Responden : Ayah / Ibu *Coret yang tidak perlu

Kelas : ... *Harap diisi sesuai kelas peserta didik

B. Kata Pengantar

Bapak/Ibu yang terhormat,

Pada kesempatan ini saya memohon kerelaan hati dan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner ini. Kuesioner ini bersifat rahasia. Kuesioner ini berisi tentang pernyataan mengenai Parenting pada anak usia dini. Pada dasarnya, Parenting adalah kegiatan pengasuhan yang dilakukan oleh orangtua kepada anak. Kegiatan pengasuhan dapat dilaksanakan dengan cara berbagi peran baik Ayah maupun Ibu. Namun, beberapa kegiatan pengasuhan dapat dilakukan keduanya namun tetap pada kapasitasnya Ayah maupun Ibu.

Saya mengharapkan Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, dan serius dengan diri dan pengalaman anda sebagai orangtua yang memiliki anak usia dini. Atas kesediaan Anda saya mengucapkan terimakasih.

C. Petunjuk Pengisian:

Bacalah setiap pernyataan dengan cermat dan teliti, kemudian pilih jawaban dengan memberi tanda check () pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pengalmaan Anda sehari-hari.

Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikuit:

Sangat Sesuai (SS) : Hal ini sangat sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuai (S) : Hal ini sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda

Tidak Sesuai (TS) : Hal ini tidak sesuai dengan diri Anda dan pengalaman

Sangat Tidak Sesuai (STS) : Hal ini sangat tidak sesuai dengan diri Anda dan pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari

-Selamat Mengerjakan-

No Pernyataan Jawaban

74

Orangtua memberikan batasan pada anak

saat berperilaku di dalam rumah. anak mengenai cara berinteraksi dengan

orang yang lebih tua.

9

Orangtua membuat kesepakatan

mengenai jam dan durasi belajar anak.

10

Orangtua bekerjasama dengan guru untuk memantau perkembangan anak di

Orangtua melatih anak untuk berempati

dengan lingkungan sekitar.

15

Orangtua me anak berbagi bekal dengan

sesama teman di sekolah.

Orangtua marah pada anak tanpa

menjelaskan alasannya.

75

Orangtua memahami arah minat dan

bakat anak.

Orangtua mencium kening anak sebelum

tidur.

Orangtua memberi pelukan ketika anak

sedang bermasalah.

36

Orangtua membolehkan anak untuk jajan

di pinggir jalan.

37 Orangtua menyiapkan bekal untuk anak.

38

Orangtua memastikan gizi anak terpenuhi

dengan cukup baik.

39

Orangtua mengabaikan prestasi anak di

sekolah.

40

Orangtua memberikan reward ketika anak

menyelesaikan PR secara mandiri.

41 Orangtua memahami kepribadian anak.

42

44 Orangtua memahami pengertian pola

76 pengasuhan.

45

Orangtua memegang keputusan dalam perencanaan pendidikan lanjutan anak.

46

Orangtua mampu mengidentifikasi pola pengasuhan yang sesuai dengan anak.

47

Orangtua mengabaikan pengetahuan parenting.

48

Orangtua mensosialisasikan mengenai identitas gender secara sederhana dengan bahasa yang mudah dicerna anak.

49

Orangtua memberikan bimbingan anak dalam perbincangan dan suasana bermain.

50

Orangtua berusaha menjadi sosok yang responsif bagi anak.

77

Lampiran 3. Hasil Komputasi Uji Validitas Total Instrumen Penelitian

Correlations

78

79

80

81

82 Lampiran 4. Tabulasi Data Penelitian

82 Lampiran 4. Tabulasi Data Penelitian

Dokumen terkait