HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.6. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajerial SKPD. Secara parsial, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajerial SKPD. Partisipasi Penyusunan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran mempunyai pengaruh positif namun tidak
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel Motivasi Kerja dapat memoderasi hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Manajerial SKPD
a. Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial SKPD
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Partisipasi Penyusunan Anggaran berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Manajerial SKPD dimana nilai koefisien regresi menunjukkan hasil positif sebesar 0,024 dan nilai signifikan sebesar 0,854 yang lebih besar dari α = 0,05.
Indikator yang mendukung pernyataan tersebut dapat terlihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju (69,75%) bahwa partisipasi penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja manajerial SKPD di Kabupaten Karo, namun faktanya masih banyak juga responden yang hanya menjawab netral (23,19%) bahwa partisipasi penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja manajerial SKPD.
Penyusunan anggaran, sesuai Undang-undang No. 17 tahun 2003 mewajibkan bahwa APBD harus disusun berdasarkan prestasi kerja, sehingga dalam mengajukan RKA-SKPD (Rencana Kerja Anggaran), SKPD dituntut untuk membuat RKA dengan baik, efektif, ekonomis, dan efisien. Para manajerial SKPD juga turut berpartisipasi dalam merencanakan anggaran dengan harapan mereka dapat lebih terlibat dan bertanggungjawab dalam pengelolaan keuangan pada tingkat SKPD. Hal yang masih dijumpai saat ini adalah masih ada saja program/kegiatan yang diubah, bahkan dihapus pada rencana anggaran.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Milani (1975) yang menyatakan adanya pengaruh positif antara partisipasi anggaran dengan kinerja manajer. Variabel Partisipasi penyusunan anggaran menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan artinya bahwa partisipasi penyusunan anggaran mempunyai peranan yang kurang penting dalam meningkatkan kinerja manajerial SKPD. Hal ini disebabkan karena tidak semua manajerial SKPD dapat mendeskripsikan dengan baik kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan ketika anggaran sedang disusun dan masih banyak manajerial SKPD yang berpendapat bahwa pimpinan masih jarang meminta pendapat dan/atau usulan ketika anggaran sedang disusun.
Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Herminingsih (2009) yang menyatakan Partisipasi dalam penganggaran dan peran manajerial pengelola keuangan daerah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemerintah daerah. Perbedaan hasil penelitian ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan tugas pokok dan fungsi dari individu dalam partisipasi penyusunan anggaran dan perbedaan karakter dari individu yang berperan dalam penyusunan anggaran.
b. Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Kinerja Manajerial SKPD
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Manajerial SKPD dimana nilai koefisien regresi menunjukkan hasil positif sebesar 0,113 dan nilai signifikan sebesar 0,464 yang lebih besar dari α = 0,05. Indikator yang
sebagian besar menyatakan setuju bahwa Kejelasan Sasaran Anggaran dapat meningkatkan Kinerja Manajerial SKPD dimana 66,67% responden menyatakan setuju, 25% responden menyatakan netral, dan 8,33% responden menyatakan sangat setuju.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Bangun (2009) yang menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejelasan sasaran anggaran terhadap Kinerja Manajerial. Variabel kejelasan sasaran anggaran menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan artinya bahwa kejelasan sasaran anggaran mempunyai peranan yang kurang penting dalam meningkatkan kinerja manajerial SKPD. Hal ini disebabkan karena masih banyak manajerial SKPD yang menjawab ragu-ragu (netral) bahwa anggaran yang dibuat telah mempertimbangkan skala prioritas, dan juga masih banyak manajerial SKPD yang berpendapat ragu-ragu (netral) bahwa indikator kinerja untuk setiap kegiatan yang tercantum dalam anggaran telah terdefenisi dengan jelas dan terukur.
Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum (2010) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejelasan tujuan anggaran dengan kinerja instansi pemerintah.
Perbedaan hasil penelitian ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan karakter dari individu dalam pemahaman tentang kejelasan sasaran anggaran yang ada pada instansi tempatnya bekerja.
c. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Manajerial SKPD
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Manajerial SKPD dimana
nilai koefisien regresi menunjukkan hasil positif sebesar 0,238 dan nilai signifikan sebesar 0,012 yang lebih kecil dari α = 0,05. Pengaruh positif menunjukkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia adalah searah dengan kinerja manajerial SKPD yang artinya dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial SKPD, dan sebaliknya jika kualitas sumber daya manusia rendah maka kinerja manajerial SKPD akan rendah.
Pengaruh signifikan menunjukkan bahwa variabel kualitas sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan kinerja manajerial SKPD Indikator yang mendukung pernyataan tersebut dapat terlihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju bahwa Kualitas Sumber Daya Manusia dapat meningkatkan Kinerja Manajerial SKPD dimana 66,85%
responden menyatakan setuju, 25,54% responden menyatakan netral, 7,07%
responden menyatakan sangat setuju dan 0,54% responden menyatakan kurang setuju. Hasil tabulasi persepsi responden terhadap kualitas sumber daya manusia menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus memiliki sumber daya manusia yang mampu dalam penyusunan laporan keuangan
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maswani (2010) yang menyatakan bahwa Kualitas sumber daya manusia terhadap kinerja DPKKD menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan, dimana semakin baik kualitas sumber daya manusia maka semakin mampu seseorang meningkatkan kemampuan teoritisnya atas suatu pekerjaan dan dengan sendirinya semakin baik pula kemampuan teknisnya atas pekerjaan tersebut. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam kaitannya demi pencapaian tujuan organisasi
d. Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Manajerial SKPD Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan mempengaruhi Kinerja Manajerial SKPD dimana nilai koefisien regresi menunjukkan hasil positif sebesar 0,199 dan nilai signifikan sebesar 0,033 yang lebih kecil dari α = 0,05. Pengaruh positif menunjukkan bahwa pengaruh komitmen organisasi adalah searah dengan kinerja manajerial SKPD yang artinya dengan adanya komitmen organisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial SKPD, dan sebaliknya jika komitmen organisasi rendah maka kinerja manajerial SKPD akan rendah. Pengaruh signifikan menunjukkan bahwa variabel komitmen organisasi mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan kinerja manajerial SKPD
Indikator yang mendukung pernyataan tersebut dapat terlihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju bahwa komitmen organisasi dapat meningkatkan Kinerja Manajerial SKPD dimana 64,86% responden menyatakan setuju, 25,72% responden menyatakan netral, dan 9,42% responden menyatakan sangat setuju. Hasil tabulasi persepsi responden terhadap komitmen organisasi menunjukkan mayoritas responden (73,91%) menyatakan setuju bahwa mereka mempunyai loyalitas yang besar pada instansi tempat mereka bekerja dan mereka akan menerima hampir semua jenis penugasan kerja untuk instansi tempat mereka bekerja.
e. Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Manajerial SKPD
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan mempengaruhi Kinerja Manajerial SKPD dimana nilai koefisien regresi menunjukkan hasil positif sebesar 0,287 dan nilai signifikan sebesar 0,033
yang lebih kecil dari α = 0,05. Pengaruh positif menunjukkan bahwa pengaruh komunikasi adalah searah dengan kinerja manajerial SKPD yang artinya dengan adanya komunikasi yang baik akan meningkatkan kinerja manajerial SKPD, dan sebaliknya jika komunikasi buruk maka kinerja manajerial SKPD akan buruk.
Para manajerial SKPD mampu berbicara dengan tenang dan penuh pertimbangan sekalipun dalam menghadapi permasalahan pekerjaan akan meningkatkan kualitas komunikasi dalam kaitannya terhadap peningkatan kinerja manajerial SKPD itu sendiri. Pengaruh signifikan menunjukkan bahwa variabel komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan kinerja manajerial SKPD.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Warisno (2008) yang menyatakan bahwa secara parsial komunikasi berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja SKPD . Indikator yang mendukung pernyataan tersebut dapat terlihat dari persepsi responden yang sebagian besar menyatakan setuju bahwa komunikasi dapat meningkatkan Kinerja Manajerial SKPD dimana 63,54% responden menyatakan setuju, 16,60% responden menyatakan sangat setuju, dan 17,87% responden menyatakan netral. Dari hasil tabulasi data responden diperoleh mayoritas responden (35 orang/ 76,09%) menyatakan setuju bahwa manajerial Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memahami dan dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam SKPD tempat ia bekerja.
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ilmiha (2013) yang menyatakan bahwa komunikasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja SKPD. Perbedaan hasil penelitian ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan karakter dari individu dalam pemahaman terhadap komunikasi yang ada pada instansi tempatnya bekerja.
f. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap hubungan Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi dengan Kinerja Manajerial SKPD
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja merupakan merupakan variabel yang dapat memoderasi hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Manajerial SKPD. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji residual yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 lebih kecil dari α = 0,05 dan koefisien regresi yang bernilai -0,281 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja merupakan variabel moderating yang dapat memperkuat pengaruh antara Partisipasi Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran, Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi dan Komunikasi dengan Kinerja Manajerial SKPD.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adriantoro (2008) yang menyatakan motivasi kerja bisa berperan sebagai variabel moderating terhadap pengaruh partisipasi penyusunan anggaran dan kinerja manajerial.
Berdasarkan tabulasi jawaban responden, mayoritas menyatakan setuju bahwa dia berusaha mengembangkan orang yang bekerja dengan atau untuknya. Mayoritas responden juga menyatakan setuju bahwa mereka berusaha keras untuk mencapai prestasi, dan mayoritas responden juga menyatakan setuju bahwa responden mencari cara-cara baru untuk mengatasi kesukaran yang dihadapi.
BAB VI