• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. O l e h MEGAWATI NIM (Halaman 71-76)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pemaknaan temuan Penelitian

Kemampuan awal murid kelas V SD Negeri Minasa Upa dalam pembelajaran matematika materi operasi bilangan bulat masih rendah. Hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran guru belum menerapkan Pendekatan pembelajaran yang tepat sesuai materi yang akan diajarkan. Guru hanya menjelaskan dengan ceramah dan memberikan contoh secukupnya saja tanpa memanfaatkan media pembelajaran. Semua itu menimbulkan masalah bagi murid terutama kesulitan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan operasi bilangan bulat. Masalah tersebut mendorong peneliti untuk mengatasinya dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi operasi bilangan bulat.

Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa persentase tuntas klasikal belajar murid materi operasi bilanga bulat meningkat dari sebelum diadakan penelitian yaitu 27,57% menjadi akan tetapi, masih ada sebagian murid yang belum memahami konsep operasi bilangan bulat khususnya penjumlahan dan pengurangan, sehingga murid masih banyak yang keliru dalam menyelesaikan soal operasi bilangan bulat. Pada siklus II, persentase tuntas belajar klasikal sudah lebih dari yang ditargetkan yaitu mencapai 93,1%. Itu berarti pemahaman murid terhadap konsep operasi bilangan bulat meningkat dari siklus I. peningkatan mulai dari kemampuan awal siswa , siklus I dan siklus II

60 menunjukkan bahwa dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematics Education ( RME) berhasil meningkatkan kemampuan melakukan operasi bilangan bulat .

Berdasarkan data hasil observasi pada pembelajaran siklus I persentase tingkat aktifitas murid terhadap pembelajaran matematika baru mencapai 60%.itu berarti aktivitas murid masih rendah karena belum memenuhi kriteria indikator keberhasilan yang telah ditetapkan peneliti mengenain aktivitas murid terhadap pembelajaran matematika yang minimal 70%. Hal ini disebabkan masih kurangnya motivasi murid dalam mengikuti pembelajaran. Akibatnya, masih banyak murid yang kurang memperhatikan penjelasan guru dan lebih mengandalkan teman yang lebih pintar pada waktu kerja kelompok. Pada siklus II, persentase keterlibatan murid terhadap pembelajaran matematika meningkat menjadi 75%. Hal ini membuktikan bahwa keterlibatan murid sudah melebihi kriteria yang telah ditentukan yaitu 70%.

Suasana dalam pembelajaran siklus I, aktifitas murid masih rendah hal ini ditandai dengan sebagian murid masih merasa takut untuk bertanya tentang materi yang belum dipahaminya. Dalam kegiatan kelompok, murid juga masih jarang yang berani untuk mengemukakan pendapatnya, baik itu kepada teman sekelompoknya maupun kepada guru. Pada siklus II, pembelajaran berlangsung dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini ditandai dengan banyak murid yang sudah berani bertanya dan mengemukakan pendapatnya.

Pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) juga membantu murid memahami konsep matematika yang abstrak, melatih murid untuk berfikir kreatif dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, sehingga belajar lebih terasa bermakna bagi murid. Kebermaknaan pembelajaran akan membuat kegiatan belajar

61 lebih menarik, bermanfaat, dan lebih menantang, sehingga konsep dan prosedur matematika akan lebih mudah dipahami dan lebih tahan lama diingat oleh murid.

Untuk memudahkan murid dalam memahai konsep matematika, guru harus mengajukan masalah yang berkaitan dengan kehidupan murid serta menggunakan alat peraga yang dibuat sebagai model pengganti benda nyata sesuai dengan masalah misalnya: kancing baju,telur ayam, dan lain sebagainya. Seperti yang dikemukakan Supinah, (2008: 10) menjelaskan bahwa untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran, guru dalam pembelajarannya perlu mengaitkan antara materi yang akan diajarkannya dengan dunia nyata murid dan mendorong murid membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari – hari.

Dengan itu, murid mampu membayangkan konsep operasi hitung bilangan yang abstrak menjadi lebih rill.

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II, diketahui bahwa murid dalam menyelesaikan soal materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menagalami peningkatan. Dilihat dari ketuntasan kemampuan murid pada siklus I yang baru mencapai 58,62% dengan nilai rata – rata kelas 64,14 mengalami peningkatan pada siklus II dibuktikan dengan ketuntasan belajar murid yaitu 93,1%dengan nilai rata –rata kelas yaitu 82. Demikian pula aktivitas murid pada saat pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke Siklus II yatu nilai aktivitas murid pada siklus I dari 60%

menjadi 75% pada siklus II.

Penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan kemampuan melakukan opersi bilangan bulat .keberhasilan menerapkan pendekatan tersebut dapat dilihat dari adanya partisipasi aktif

62 murid dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini tidak lepas dari peran guru dalam menyampaikan penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).

2. Implikasi Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian siklus I dan II, dengan menerapkan pendekatan Realistic mathematics Education (RME) yang dilaksanakan di kelas V SD Negeri Minasa Upa dapat diimplikasikan dengan baik yaitu untuk membantu murid dalam memahami konsep materi operasi bilangan bulat dengan bantuan alat peraga yang popular bagi murid seperti kancing baju.

Pada awal pembelajaran, guru mengajukan masalah yang realistic terkait materi yang akan diajarkan yang kemudian dipecahkan murid secara kelompok sesuai dengan cara mereka sendiri. Dengan itu, guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menemukan pengetahuannya sendiri dan mempresentasikan hasil kerjanya. Guru hanya memfasilitasi murid untuk menemukan konsep operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang belum murid pahami.

Peningkatan kemampuan melakukan operasi bilangan bulat murid pada siklus I dan II, membuktikan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education(RME) tepat diterapkan pada pembelajaran matematika di sekolah dasar, terutama pada materi operasi hitung bilangan bulat. Hasil penelitian juga dapat berimplikasi pada materi matematika yang lain, yang artinya pendekatan Realistic Mathematics Education(RME) juga dapat diaplikasikan pada pembelajaran materi pokok lain yang relevan dan membutuhkan gambaran nyata dari sesuatu yang abstrak karena pada dasarnya konsep matematika itu abstrak.

63

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan di simpulkan bahwa penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education dapat meningkatkan kemampuan melakukan opeasi bilangan bulat pada murid kelas V SD Negeri Minasa Upa Kec.Rappocini Kota Makassar. Hal ini diindivikasikan:

1. Pada siklus I dan II. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal murid mencapai 58,62% dengan nilai rata-rata kelas 64,14 dan pada siklus II meningkat menjadi 93,1% dengan nilai rata-rata kelas 82

2. Aktivitas belajar siswa murid V di SD Negeri Minasa Upa mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 75% pada siklus II.

B. Saran

Saran yang peneliti berikan berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu:

1. Dalam membelajarkan materi operasi hitung bilangan bulat,hendaknya guru menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME)

2. Guru hendaknya lebih menguasai system pembelajaran, baik dalam membuat perencanaan, media pembelajaran maupun kemampuan guru menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan aktivitas murid serta performansi guru pada materi operasi hitung bilangan bulat.

62

63

Dalam dokumen SKRIPSI. O l e h MEGAWATI NIM (Halaman 71-76)

Dokumen terkait