• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan hasil penelitian ini memberikan penafsiran lebih lanjut mengenai hasil-hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya. Berdasarkan pengujian hipotesis telah menghasilkan tiga kesimpulan analisis yaitu : (a) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kebenaran gerakan lari hasil belajar lari gawang dengan menggunakan pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando, (b) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kecepatan lari gawang dengan menggunakan pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan

commit to user

pembelajaran komando, (c). ada perbedaan yang signifikan kebenaran gerakan lari gawang antara siswa kelas IV dan kelompok siswa kelas V, (d). ada perbedaan yang signifikan kecepatan lari gawang antara siswa kelas IV dan kelompok siswa kelas V (e) ada interaksi antara faktor utama penelitian. Kelompok kesimpulan analisis tersebut dapat dipaparkan lebih lanjut secara rinci sebagai berikut :

1. Perbedaan Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Bermain dan Pendekatan pembelajaran Komando

Berdasarkan pengujian hipotesis ternyata ada perbedaan pengaruh kebenaran gerakan lari gawang dengan menggunakan pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando, dan ada perbedaan pengaruh kecepatan lari gawang dengan menggunakan pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando, rata-rata peningkatan kecepatan lari gawang dengan pendekatan pembelajaran bermain lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang diberi pendekatan pembelajaran komando. Siswa lebih mudah memelajari materi lari gawang dengan pendekatan pembelajaran bermain, yaitu dalam pembelajaran siswa mempelajari lari gawang dengan berbagai macam permainan tentang lari gawang.

2. Perbedaan Hasil Belajar Lari Gawang antara Kelompok Siswa Kelas IV dan Kelompok Siswa Kelas V

Berdasarkan pengujian hipotesis ternyata ada perbedaan pengaruh kebenaran gerakan lari gawang antara kelompok siswa kelas IV dan kelompok siswa

commit to user

IV dan kelompok siswa kelas V, rata-rata peningkatan kelompok kelas V lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa kelas IV. Siswa kelas V lebih bersemangat dalam menikuti pembelajaran lari gawang dibandingkan dengan siswa kelas IV dikarenakan karakteristik siswa kelas V lebih menyukai permainan dan berkompetisi.

3. Pengaruh Interaksi antara Pendekatan Pembelajaran dengan Kelompok Kelas Terhadap Hasil Belajar Lari Gawang

Dari tabel ringkasan hasil analisis varian dua faktor, nampak bahwa faktor-faktor utama penelitian dalam bentuk dua faktor-faktor menunjukkan interaksi yang nyata.

Dari hasil penghitungan ada interaksi antara kedua faktor utama penelitian, jadi bisa disimpulkan ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kelompok kelas terhadap hasil belajar lari gawang. Pendekatan pembelajaran dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani merupakan rangkaian suatu gerakan keterampilan yang menggunakan anggota tubuh hal ini akan mempengaruhi dan meningkatkan hasil belajar siswa. Pendekatan pembelajaran bermain sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah dasar sehingga pendekatan pembelajaran yang tepat akan dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, disamping itu karakteristik fisik siswa dalam menerima materi pelajaran juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar.

Dengan demikian antara pendekatan pembelajaran dengan kelompok umur terdapat hubungan dan memiliki peran dalam meningkatkan hasil belajar lari gawang.

commit to user BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan kesimpulan analisis data dan pembahasannya, yang telah diungkapkan pada BAB IV, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :

1. a. Ada Perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran bermain dan komando terhadap peningkatan kebenaran gerakan lari gawang. Pengaruh pendekatan pembelajaran bermain lebih baik daripada pendekatan pembelajaran komando.

b. Ada perbedaan kebenaran gerakan lari gawang antara siswa kelas IV dan Siswa Kelas V. Kelompok siswa kelas V lebih baik peningkatan kebenaran gerak lari gawangnya dibandingkan dengan kelompok siswa kelas IV.

c. Ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kelompok kelas IV dan kelompok kelas V terhadap peningkatan kebenaran gerakan lari gawang. Siswa kelas IV dan kelas V lebih cocok diberikan pendekatan pembelajaran bermain untuk meningkatkan hasil pembelajaran lari gawang.

2. a. Ada perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran bermain dan komando terhadap peningkatan kecepatan lari gawang.

Peningkatan hasil belajar lari gawang pada siswa yang yang diberikan pendekatan pembelajaran bermain lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran komando.

b. Ada perbedaan peningkatan kecepatan lari gawang siswa kelas IV dan Siswa Kelas V. Kelompok siswa kelas V lebih baik peningkatan kecepatan gerak lari gawangnya dibandingkan dengan kelompok siswa kelas IV.

c. Ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kelompok kelas IV dan kelompok kelas V terhadap peningkatan kecepatan gerakan lari gawang. Kelompok siswa kelas IV cocok diberikan pendekatan pembelajaran komando dalam meningkatkan kecepatan gerak lari gawang, sedangkan kelompok siswa kelas V lebih cocok diberikan pendekatan pembelajaran bermain dalam meningkatkan kecepatan gerak lari gawang.

B. Implikasi

Berdasarkan pada kesimpulan diatas, dapat mengandung pengembangan ide yang lebih luas jika dikaji pula tentang implikasi yang ditimbulkan. Atas dasar kesimpulan yang telah diambil, dapat dikemukakan implikasinya sebagai berikut :

commit to user

1. Pengaruh antara pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando terhadap hasil belajar lari gawang dilihat dari kebenaran gerakan dan kecepatan gerak ada perbedaaan. Apabila mengkaji lebih mendalam mengenai perolehan hasil antara pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando, ternyata mean hasil belajar lari gawang dari kelompok siswa yang diajar dengan antara pendekatan pembelajaran bermain hasilnya lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar lari gawang dilihat dari kebenaran gerakan dan kecepatan lari daripada kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran komando.

2. Secara kualitas, pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran bermain lebih baik bila dibandingkan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran komando.

Untuk mempelajari kemampuan lari gawang, yang sifatnya keterampilan individual, sehingga pendekatan pembelajaran bermain sangat cocok untuk diterapkan.

3. Dalam meningkatkan kecepatan gerak lari gawang ternyata siswa kelas IV lebih cocok dengan pendekatan komando sedangkan siswa kelas V lebih cocok dengan pendekatan bermain, sedangkan apabila dilihat dari kebenaran gerakan siswa kelas IV maupun kelas V lebih cocok dengan pendekatan bermain, sehingga hal ini harus menjadi perhatian dalam pembelajaran lari gawang di sekolah dasar.

C. Saran

Hasil penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :

commit to user

1. Kepada Kepala Sekolah hendaknya lebih memperhatikan proses pembelajaran Penjaskes untuk menunjang peningkatan hasil pembelajaran secara umum.

2. Kepada Guru Pendidikan jasmani di Sekolah Dasar hendaknya mencermati tentang metode pembelajaran yang tepat dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran atletik khusunya lari gawang. Yang harus diperhatikan, prosedur pembelajaran harus fleksibel dan kreatif. Artinya proses pembelajaran yang diterapkan pada siswa tidak kaku dan monoton sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang telah digariskan. Antara pendekatan pembelajaran bermain dan pendekatan pembelajaran komando mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang lebih penting di dalam proses belajar mengajar tidak lekas menimbulkan kebosanan pada siswa. Hal ini sangat menuntut kecerdikan dan kreatifitas guru didalam mengatur, menyajikan dan melaksanakan proses belajar mengajar.

3. Bagi peneliti yang akan datang disarankan untuk mengadakan penelitian dengan menambah variabel lain yang dapat menunjang keberhasilan belajar dan meningkatkan kemampuan atletik khususnya lari gawang. Selain jumlah variabel ditambah, hendaknya juga diadakan penelitian dengan menggunakan sampel yang lebih besar. Kemudian kepada guru pendidikan jasmani, disarankan agar dapat menggunakan pendekatan pembelajaran ini.

Dokumen terkait