• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

5.6 Pembahasan Hasil Penelitian

5.6.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan dengan proksi Ln Total Assets berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan teori bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terdapat nilai perusahaan, Semakin besar ukuran perusahaan tersebut yang di tunjukkan dengan Total Assets maka semakin besar nilai perusahaan.

Perusahaan besar dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal. Kemudahan untuk mengakses ke pasar modal berarti perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana, karena kemudahan aksebilitas ke pasar modal dan kemampuannya untuk memunculkan dana lebih besar. Adanya kemudahan tersebut ditangkap oleh investor bahwa perusahaan tersebut memiliki asset sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Pengaruh negatif dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan besar lebih mudah memperoleh dana dalam meningkatkan nilai perusahaan bandingkan perusahaan-perusahaan kecil karena perusahaan-perusahaan kecil dianggap masih memiliki kelemahan dalam hal pengelolaan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan besarnya total assets dimana dari objek penelitian adalah perusahaan asuransi yang memiliki total asset yang sangat besar. Semakin besar nilai asset jika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengelola asset maka memungkinkan terjadi tindakan fraud atau kecurangan atau penyalahgunaan asset tersebut sehingga

dalam keadaan tertentu dapat menurunkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rudangga (2016), Sholichah (2015) dan Pratama (2016) akan tetapi bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hargiansyah (2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

5.6.2 Pengaruh Kebijakan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan

Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan Kebijakan Pendanaan dengan proksi total liabilitas/ekuitas berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh negatif dari hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin besar nilai DER perusahaan, semakin besar risiko kegagalan perusahaan. Semakin rendah nilai DER perusahaan, semakin baik perusahaan tersebut (Adams et al, 2000). Hal ini mengindikasikan perusahaan dengan tingkat Pendanaan yang tinggi cenderung memiliki kemampuan yang rendah dalam memenuhi kewajibannya. Semakin tinggi rasio ini berarti sebagian besar modal didanai dari hutang. Kondisi tersebut menyebabkan nilai perusahaan menjadi semakin rendah. Semakin tinggi pendanaan yang dilakukan maka semakin besar risiko kegagalan perusahaan.

Dengan demikian, semakin rendah Pendanaan yang dilakukan perusahaan maka akan semakin tinggi nilaia perusahaan, namun pengaruhnya tidak signifikan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tarima et al (2016), akan tetapi bertentangan dengan Rudangga (2016), Pertiwi (2016),

Sholichah (2015) dan Devianasari (2015) yang menyatakan bahwa kebijakan pendanaan dengan proksi DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

5.6.3 Pengaruh Risk Based Capital terhadap Nilai Perusahaan

Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan Risk Based Capital berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh positif dari hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat RBC perusahaan maka semakin tinggi perusahaan dalam menyelesaikan utang-utang jangka pendeknya. Hal ini dapat di asumsikan bahwa dengan lancarnya perusahaan menyelesaikan kewajibannya seper ti penyelesaian klaim maka dapat diindikasikan bahwa nilai perusahaan tersebut baik dan sebaliknya jika kewajiban perusahaan dalam menyelesaikan utang-utang jangka pendeknya tidak terealisasi dengan segera maka dapat diindikasikan bahwa nilai perusahaan yang rendah, karena memungkinkan perusahaan kurang dalam permodalan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Sehingga investor memiliki keyakinan untuk berinvestasi pada perusahaan asuransi tersebut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan asuransi, perusahaan asuransi syariah, perusahaan reasuransi dan perusahaan reasuransi syariah menyatakan bahwa semakin besar rasio kesehatan Risk Based Capital sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi financial perusahaan.

5.6.4 Pengaruh Pertumbuhan Premi Netto terhadap Nilai Perusahaan Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Pertumbuhan Premi Netto dengan proksi kenaikan atau Penurunan Premi Netto/ Premi Netto Tahun Sebelumnya berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh negatif dari hasil penelitian ini bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa pertumbuhan premi pada perusahaan asuransi merupakan dasar utuk mengukur banyak tidaknya tingkat penjualan atas pertanggungan dan polis yang terjual. Hal ini bisa terjadi dikarenakan premi yang masuk bukan merupakan premi yang fresh dari hasil penjualan dengan nasabah baru melainkan penjualan polis yang ada dengan bujuk rayu agen untuk dapat memperoleh komisi (Churning). Hal ini berarti premi yang masuk bukan premi dari hasil nasabah baru, tetapi dari hasil penjualan polis yang belum habis kontrak dan dimasukkan kembali menjadi premi. Sehingga dalam neningkatkan nilai perusahaan, perusahaan harus berupaya dalam mendapatkan premi fresh dengan mengerahkan agen atau melalui bankassurance untuk dapat meningkatkan penjualan asuransi.Sehingga dengan banyaknya penjualan yang terjadi mnyebabkan harga saham yang ada untuk meningkatkan nilai perusahaan dapat lebih maksimal dan lebih meningkat ke depannya.

5.6.5 Pengaruh Laba Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan laba perusahaan dengan proksi penjualan – total biaya berpengaruh negatif dan signifikan

terhadap nilai perusahaan. Pengaruh negatif dari hasil penelitian ini bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa semakin besar laba atau profit perusahaan maka nilai perusahaan yang diperoleh juga semakin besar.

Arah negatif tersebut bisa terjadi jika laba atau keuntungan tersebut untuk laba ditahan dan tidak dibagikan kepada pemegang saham. Sehingga investor menganggap itu signal yang negatif dan berdampak pada nilai perusahaan.

Penelitian ini sejalan dengan Suranta dan Pranata (2003) bahwa profitabilitas/ laba secara signifikan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait