BAB III METODE PENELITIAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penentuan subjek di kelas VIII.4 siswa cenderung berada pada kategori tingkat kemampuan mengajukan dugaan. Namun, pada bagian ini akan dijawab pertanyaan pada Bab 1 yaitu “Bagaimana kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space
and Shape di kelas VIII SMPN 2 Takalar”
1. Indikator Mengajukan Dugaan
Pada bagian ini, dilakukan analisis data yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis pada indikator mengajukan dugaan yang dimiliki subjek tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space and Shape. Hasil analisis ini bermuara pada kesimpulan penelitian sebagai wujud dari jawaban pertanyaan penelitian.
a. Subjek Tinggi
Sesuai jawaban tes siswa soal nomor 1 pada gambar 4.1, dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal yaitu menggambar dua buah kubus dimana yang diketahui kubus ABCD.EFGH mempunyai selisih panjang rusuk dua kubu sama dengan 2 dm, volume sama dengan 728 liter, dan ditanyakan panjang rusuk masing-masing kubus. Karena dari jawaban tersebut telah memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis yaitu mengajukan dugaan. Berdasarkan pada hasil wawancara kode ST1-02, ST1-03, ST2-02, dan ST2-03, terlihat subjek tinggi mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu subjek tinggi mampu menggambarkan dua kubus dan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Sesuai jawaban tes siswa soal nomor 2 pada gambar 4.5 , dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal yaitu menggambar dua buah kubus dimana yang diketahui kubus KLMN.OPQRS diketahui mempunyai selisih panjang
rusuk dua kubu sama dengan 3 cm, selisih volume kedua kubus 117 cm³, dan ditanyakan panjang rusuk kedua kubus. Karena dari jawaban tersebut telah memenuhi indikator kemampuan penalaran matematis yaitu mengajukan dugaan. Sedangkan hasil wawancara, dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu mengajukan (I.1). Hal ini sependapat dengan penelitian oleh Ardhiyanti (Oktaviana and Aini, 2021) menyatakan bahwa karakteristik kemampuan matematis tinggi sudah mampu mengerjakan dan menyelesaikan soal yaitu dimulai dari pemberian diketahui dan ditanyakan. Penelitian (Astiati, 2020) menyatakan bahwa subjek tinggi mampu menggambar luas kebun dan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan pada soal.
b. Subjek Sedang
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.9 dan gambar 4.10, dapat dilihat bahwa subjek sedang hanya mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal yaitu menuliskan apa unsur yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Subjek sedang tidak menggambarkan terlebih dahulu dua kubus tersebut. Berdasarkan hasil wawancara SS1-1 dan SS2-02, terlihat subjek sedang mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu subjek sedang mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Namun, subjek sedang tidak menjawab indikator mengajukan dugaan dengan lengkap. Hal ini dikarenakan subjek sedang tidak menggambarkan terlebih dahulu dua buah kubus sebelum menuliskan unsur yang diketahui. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh Mahendra (Oktaviana and Aini, 2021) bahwa siswa yang memiliki
karakteristik kemampuan matematis sedang sudah mampu menjelaskan tentang diketahui dan ditanyakan. Selain itu, penelitian (Aprilianti and Sylviana, 2018) menunjukkan bahwa subjek sedang hanya dapat menuliskan unsru diketahui dan ditanyakan dalam soal.
c. Subjek Rendah
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.16 dan gambar 4.17, dapat dilihat bahwa subjek rendah mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal yaitu berapa panjang rusuk masing-masing kubus, karena hal itu telah memenuhi indikator kemampuan penalaran m atematis yaitu mengajukan dugaan. Berdasarkan hasil wawancara SR1-02 dan SR2-02, terlihat subjek rendah mampu mengajukan dugaan (I.1) dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu subjek rendah mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Asdarina and Ridha, 2020), dimana diketahui bahwa sementara siswa telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam menuliskan aspek-aspek masalah yang diketahui, dia tidak memberikan dugaan lebih lanjut tentang bagaimana memecahkan masalah. Penelitian (Muslimin and Sunardi, 2019) menyatakan bahwa subjek rendah hanya dapat mengajukan dugaan yang terdapat pada soal.
2. Indikator Melakukan Manipulasi
Pada bagian ini, dilakukan analisis data yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis pada indikator melakukan manipulasi yang dimiliki subjek tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space and Shape. Hasil analisis ini
bermuara pada kesimpulan penelitian sebagai wujud dari jawaban pertanyaan penelitian.
a. Subjek Tinggi
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.2 dan gambar 4.6, dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu melakukan manipulasi (I.2) yaitu melakukan pemisalan panjang kedua kubus itu adalah dm dan dm, menuliskan jumlah keduan volume kubus dalam variable kemudian menyelesaiakn persamaan tersebut. Karena jawaban tersebut, maka subjek tinggi telah memenuhi indikator melakukan manipulasi Berdasarkan hasil wawancara kode ST1-04 dan ST2-04, terlihat subjek tinggi mampu melakukan manipulasi (I.2). Dimana, subjek tinggi mampu menuliskan penyelesaian sesuai dengan unsur yang diketahui dan ditanyakan. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Purwaningtyas (Oktaviana and Aini, 2021) menyatakan bahwa siswa yang berkarakteristik mempunyai kemampuan tinggi dapat menuliskan langkah-langkah pengerjaan dalam penyelesaian soal. Selain itu, penelitian (Muslimin and Sunardi, 2019) menunjukkan bahwa siswa subjek sedang cenderung menuliskan manipulasi kedalam bentuk gambar agar dapat memudahkan penyelesaian soal tersebut.
b. Subjek Sedang
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.9 dan gambar 4.10, dapat dilihat bahwa subjek sedang hanya mampu melakukan manipulasi (I.2) dari pertanyaan pada soal yaitu menuliskan apa unsur yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Subjek sedang tidak menggambarkan terlebih
dahulu dua kubus tersebut. Berdasarkan hasil wawancara SS1-04 dan SS2-03, terlihat subjek sedang mampu melakukan manipulasi (I.2) namun jawabannya kurang lengkap, yaitu subjek sedang hanya menuliskan sebagian penyelesaiannya. Sedangkan peneliti menginginkan subjek sedang menyelesaikan persamaannya setelah itu mensubstitusi nilainya.
Hal ini sependapat dengan penelitian oleh Mahendra (Oktaviana and Aini, 2021) bahwa siswa kemampuan karakteristik sedang pada tahap melaksanakan pengerjaan dalam penyelesaian terhadap permasalahan, tetapi masih terdapat sedikit kesalahan. Selain itu, penelitian (Marlia, Rosalina, and Elly, 2018) menyatakan bahwa siswa mampu melakukan manipulasi dari informasi yang diberikan yaitu menuliskan cara penyelesaian dari soal.
c. Subjek Rendah
Sesuai jawaban tes siswa subjek rendah dengan indikator melakukan manipulasi (I.2), bisa dilihat bahwa subjek rendah tidak mampu menjawab soal tersebut. Hal tersebut dapat diperkuat karena siswa subjek rendah tidak menuliskan sesuatu apapun dalam kertas penyelesaiannya. Subjek rendah dalam indikator melakukan manipulasi, tidak mampu menyelesaikan persoalan yang diberikan. Berdasarkan hasil wawancara SR1-04 dan SR2-04, terlihat subjek rendah tidak mampu melakukan manipulasi. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Asdarina and Ridha, 2020) menunjukkan bahwa siswa tidak mampu
menuliskan dalam melakukan manipulasi untuk menjawab soal yang diberikan.
Selain itu, penelitian (Muslimin and Sunardi, 2019) bahwa subjek rendah tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan.
3. Indikator Menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi
Pada bagian ini, dilakukan analisis data yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis pada indikator menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi yang dimiliki subjek tinggi dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space and Shape. Hasil analisis ini bermuara pada kesimpulan penelitian sebagai wujud dari jawaban pertanyaan penelitian.
a. Subjek Tinggi
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.3 dan gambar 4.7, dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi (I.3) yaitu memperjelas hasil penyelesaian dari soal tersebut. Jadi subjek tinggi bisa mengerjakan soal tersebut dengan indikator menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi. Berdasarkan hasil wawancara kode ST1-06 dan ST2-05, terlihat subjek tinggi mampu menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi (I.3) yaitu menuliskan lebih jelas dari penyelesaian persamaan tersebut kemudian menjelaskan hasilnya, sehingga mendapatkan jawaban yang tepat. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Oktaviana and Aini, 2021) menyatakan bahwa siswa berkarakteristik tinggi mampu memeriksa
kebenaran terhadap hasil jawaban. Selain itu, penelitian (Aprilianti and Sylviana, 2018) menunjukkan bahwa subjek tinggi mampu memeriksa kesahihan atau kebenaran dari soal tersebut.
b. Subjek Sedang
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.11 dan gambar 4.13, dapat dilihat bahwa subjek sedang mampu menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi (I.3) yaitu memperjelas hasil penyelesaian dari soal tersebut. Jadi subjek sedang bisa mengerjakan soal tersebut dengan indikator menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi. Berdasarkan pada hasil tes dan wawancara SS1-06, SS2-05 dan SS02-06, terlihat subjek sedang mampu menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi (I.3), yaitu dikarenakan subjek sedang mampu menuliskan nilai dari hasil persamaan. Namun jawaban dari subjek sedang kurang tepat. Hal ini dikarenakan penyelesaian persamaannya belum lengkap. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Oktaviana and Aini, 2021) bahwa siswa kemampuan karakteristik sedang kurang paham dalam memahami pernyataan pada soal sehingga kesimpulan pada hasil akhir kurang benar. Selain itu, penelitian (Satriani, 2020) menunjukkan bahwa subjek sedang mampu menuliskan jawaban dari hasil bentuk umum berdasarkan rumus yang diketahui.
c. Subjek Rendah
Sesuai jawaban tes siswa subjek rendah dengan indikator menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi,
bisa dilihat bahwa subjek rendah belum mampu menjawab soal dengan menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi.
Hal ini dikarenakan subjek rendah sama sekali tidak menuliskan hasil penyelesaian persamaan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara SR1-05 dan SR2-SR1-05, terlihat subjek rendah tidak mampu menyusun bukti atau memberikan alasan terhadap kebenaran solusi. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Asdarina and Ridha, 2020) menunjukkan bahwa siswa tidak menggunakan langkah yang benar dalam proses pemecahan masalah. Karena siswa tidak menggunakan cara dalam menjawab pertanyaan. Selain itu, penelitian (Marlia, Rosalina, and Elly, 2018) menunjukkan bahwa subjek rendah tidak dapat memberikan alasan terhadap kebenaran solusi pada soal.
4. Indikator Menarik Kesimpulan
Pada bagian ini, dilakukan analisis data yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis pada indikator menarik kesimpulan yang dimiliki subjek tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space and Shape. Hasil analisis ini bermuara pada kesimpulan penelitian sebagai wujud dari jawaban pertanyaan penelitian.
a. Subjek Tinggi
Berdasarkan hasil tes siswa pada gambar 4.4 dan gambar 4.8, dapat dilihat bahwa subjek tinggi mampu menarik kesimpulan (I.4), yaitu menuliskan kembali jawaban dari apa yang ditanyakan pada soal.
Berdasarkan hasil wawancara kode ST1-07 dan ST2-06, terlihat subjek
tinggi mampu menarik kesimpulan (I.4) yaitu menuliskan kembali apa yang ditanyakan pada soal tersebut. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Oktaviana and Aini, 2021) menyatakan bahwa siswa berkarakteristik tinggi mampu menarik kesimpulan dalam hasil akhir dengan benar. Selain itu, penelitian (Aprilianti and Sylviana, 2018) menunjukkan bahwa subjek tinggi mampu menuliskan hasil jawaban sesuai dari pertanyaan soal.
b. Subjek Sedang
Sesuai jawaban tes siswa dapat dilihat bahwa subjek sedang tidak mampu menarik kesimpulan (I.4), yaitu menuliskan kembali jawaban dari apa yang ditanyakan pada soal. Berdasarkan hasil wawancara, SS1-08 dan SS2-07, terlihat subjek sedang tidak mampu menarik kesimpulan (I.4) yaitu subjek sedang tidak mampu menuliskan kembali apa yang ditanyakan pada soal tersebut. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Oktaviana and Aini, 2021) menyatakan bahwa siswa kemampuan karakteristik sedang mampu memberikan kesimpulan dengan kurang benar. Selain itu, penelitian (Astiati, 2020) mengatakan bahwa subjek sedang mampu menuliskan kesimpulan pertanyaan pada soal, akan tetapi jawabannya kurang tepat.
c. Subjek Rendah
Sesuai hasil tes siswa subjek rendah dengan indikator menarik kesimpulan (I.4), bisa dilihat bahwa subjek rendah belum mampu menjawab soal. Hal ini diperkuat karena siswa belum menulsikan sesuatu apapun dalam kertas penyelesaiannya. Berdasarkan hasil wawancara
SR1-06 dan SR2-06, terlihat subjek rendah tidak mampu menarik kesimpulan yaitu menuliskan kembali apa yang ditanyakan pada soal tersebut. Hal ini sependapat dengan penelitian oleh (Muslimin and Sunardi, 2019) bahwa siswa tingkat rendah tidak mampu menarik kesimpulan dari suatu pertanyaan. Selain itu, penelitian (Astiati, 2020) mengatakan bahwa subjek rendah tidak dapat menuliskan kembali jawaban dari pertanyaan soal.
75 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Sesuai hasil deskripsi dalam pembahasan Bab IV, hingga peneliti dapat menyimpulkan antara lain:
1. Indikator Mengajukan Dugaan
Pada indikator mengajukan dugaan pada soal PISA konten space and shape, subjek tinggi bisa mengajukan dugaan dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu mampu menggambarkan dua kubus dan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Untuk subjek sedang mampu mengajukan dugaan dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan. Namun, subjek sedang tidak menjawab indikator mengajukan dugaan dengan lengkap. Sedangkan subjek rendah mampu mengajukan dugaan dari pertanyaan pada soal tersebut yaitu mampu menuliskan yang diketahui dan ditanyakan.
2. Indikator Melakukan Manipulasi
Pada indikator melakukan manipulasi pada soal PISA konten space and shape, subjek tinggi bisa melakukan manipulasi. Dimana, subjek tinggi mampu menuliskan penyelesaian sesuai dengan unsur yang diketahui dan ditanyakan. Untuk subjek sedang mampu melakukan manipulasi namun jawabannya kurang lengkap, yaitu subjek
76
sedang hanya menuliskan sebagian penyelesaiannya. Sedangkan subjek rendah tidak mampu melakukan manipulasi.
3. Indikator Mengatur Petunjuk atau Meneruskan Pembenaran terhadap Kebenaran Solusi
Pada indikator mengatur petunjuk atau meneruskan pembenaran terhadap kebenaran solusi pada soal PISA konten space and shape, subjek tinggi bisa mengatur petunjuk atau meneruskan pembenaran terhadap kebenaran solusi yaitu menuliskan lebih jelas dari penyelesaian persamaan tersebut kemudian menjelaskan hasilnya, sehingga mendapatkan jawaban yang tepat. Untuk subjek sedang bisa mengatur bukti atau meneruskan pembenaran terhadap kebenaran solusi, yaitu dikarenakan subjek sedang mampu menuliskan nilai dari hasil persamaan. Sedangkan subjek rendah tidak mampu megatur petunjuk atau memberikan pembenaran terhadap kebenaran solusi.
4. Indikator Menarik Kesimpulan
Pada indikator menarik kesimpulan pada soal PISA konten space and shape, subjek tinggi bisa menarik kesimpulan yaitu mencantumkan kembali hal yang dipertanyakan pada soal tersebut. Untuk subjek sedang bisa menarik kesimpulan yaitu menuliskan kembali jawaban dari apa yang ditanyakan walaupun jawabannya kurang tepat.
Sedangkan tidak mampu menarik kesimpulan.
B. Saran
Sejalan dengan penjelasan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, sehingga
77
diusulkan kepada:
1. Kepada guru supaya dapat terbiasa melatih dengan soal-soal yang berorientasi PISA pada konten Space and Shape dan akhirnya siswa berpengalaman untuk menyelesaikan soal tersebut.
2. Diusulkan agar siswa lebih rajin membiasakan dalam menyelesaikan soal PISA pada konten Space and Shape.
3. Bagi peneliti lain yang akan meneliti judul yang sama terhadapa penelitian ini untuk melaksanakan penelitian dengan menganalisis kemampuan matematis yang lainnya.
78
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y., Mulyati, T, and Yunansah, H. 2018. Pembelajaran Literasi : Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca, Dan Menulis. edited by Y. Nur Indah Sari. Jakarta: Bumi Aksara.
Ambarwati., Setiawan, T. B, and Yudianto, E. 2018. “Analisis Kemampuan Visual Spasial Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berstandar Pisa Konten Shape And Space Ditinjau Dari Level Berpikir Geometri Van Hiele.” Journal of Materials Processing Technology 1(1):1– 8.doi:10.19184/kdma.v9i3.10829.
Aprilianti, Y., and Sylviana, L. 2018. “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Segiempat Dan Segitiga.” JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika
Inovatif)1(5):1025. doi: 10.22460/jpmi.v1i5.p1025-1036.
Ardiansyah, and Kiki. 2019. “Analisis Kemampuan Berpikir Geometri Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Berbasis PISA Pada Konten Space and Shape.” (1):2019.
Asdarina, O., and Ridha, M. 2020. “Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Setara PISA Konten GEOMETRI.” Jurnal Numeracy 7(1):35–48.
Astiati, D, S.2020."Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa MTS dalam Menyelesaikan Soal-soal Geometri".Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan.Volume 4, Nomor 3.
Bahar, E. E., Syamsuadi, A., Gaffar, A., and Syahri, A. A. 2020. “Analisis Kemampuan Matematis Dalam Menyelesaikan Soal PISA (Programme For International Student Assessment) Pada Konten Kuantitas.” Delta-Pi: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika 9(2):260–76.
Bernard, M. 2015. “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dan Penalaran Serta Disposisi Matematik Siswa Smk Dengan Pendekatan Kontekstual Melalui Game Adobe Flash Cs 4.0.” Infinity Journal 4(2):197. doi: 10.22460/infinity.v4i2.84.
Heruman. 2012. “Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar.”Bandung: Remaja Rosdakarya.
Julie, H., Sanjaya, F., Anggoro, Y. A. 2019. Programme For International Student Assessment (PISA). Yogyakarta: Cv Budi
Utama.
Johar, Rahmah. 2012. “Domain PISA Untuk Soal Literasi Matematika.”
Jurnal Peluang, Volume 1, Nomor 1:30–41.
Kholil, M., and Putra, D. E. 2019. “Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Space And Shape.”
Indonesia Journal Of Mathematics and Natural Science Education 1(1):53–64.
Lestari, E. K., and Yudhanegara, R. M. 2018. Penelitian Pendidikan Matematika. edited by Anna. Bandung: Refika Aditama.
Marlia, H., Rosalina, E., and Elly, S, A. 2018. "Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas IX-B SMP Negeri 4 Lubuklinggau dalam Menyelesaikan Soal Matematika Model PISA Tahun Ajaran 2018/2019. Indonesia Journal Of Mathematics and
Natural Science Education.
http://mahasiswa.mipastkipllg.com/repository/Artikel%20Henniconve rted.pd f.
Muslimin, and Sunardi. 2019. “Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMA Pada Materi Geometri Ruang.” Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 10(2):171–78. doi:
10.15294/kreano.v10i2.18323.
Nasution, R. S., Fauzi. A., and Syahputra, E. 2014. “Pengembangan Soal Matematika Model PISA pada Konten Space and Shape untuk Mengukur Kemampuan Penalaran Matematis.” 1–10.
Oktaviana, V., and Aini, I, N. 2021. "Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Arotmetika Sosial". Jurnal Maju.Vol.8, No. 1:377- 385.
Salmina, M., and Nisa, S. K. 2018. "Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Geometri". Jurnal Numercay.Vol.5, No.1.
Sasongko, T. P. M., Dafik, D., and Oktavianingtyas, E. 2016.
“Pengembangan Paket Soal Model PISA Konten Space and Shape Untuk Mengetahui Level Literasi Matematika Siswa SMP.” Jurnal Edukasi 3(1):27. doi: 10.19184/jukasi.v3i1.4317.
Satriani, S. 2020."Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Materi Eksponen dan Logaritma". Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Matematika.Vol.8,No.2:193-200.
http://dx.doi.org/10.31941/delta.v8i2.1006
Usman, F. A., and Afriansyah, A. E. 2017. “Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Auditory Intellectualy Repetition Dan Problem Based Learning.” Jurnal Pendidikan Matematika 11.
Wahyuni, Z. Roza, Y., and Maimunah. 2019. "Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas X pada Materi Dimensi Tiga".
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al-Qalasadi". Vol.3, No.1:81-92.
LAMPIRAN
81
LAMPIRAN A
A.1 : LEMBAR SOAL
A.2 : KUNCI JAWABAN
LEMBAR SOAL TES PISA KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS
Nama :………
Kelas/No.Absen :………
Tanggal (hari ini) :………
Waktu : 45 menit
PETUNJUK
1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal!
2. Selesaikan soal dibawah ini dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan masing-masing!
3. Baca dan pahami permasalahan dengan cermat dan tepat!
4. Kerjakan secara individu dan tanyakan pada guru/pengawas apabila terdapat soal yang kurang jelas!
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan tepat!
1. Jika diketahui selisih panjang rusuk dua buah kubus ABCD EFGH adalah 2 dm. Jika jumlah volume ke dua kubus itu 728 liter, tentukan panjang rusuk masing-masing kubus itu!
2. Jika diketahui selisih panjang rususk dua buah kubus KLMN OPQR adalah 3 cm. Jika selisih volume ke dua kubus itu 117 cm³. Hitunglah panjang rusuk kedua kubus itu!
Kunci Jawaban Tes PISA Kemampuan Penalaran No
Soal 1.
Alternatif Jawaban Indikator Kemampuan Penalaran
Mampu mengajukan dugaan Diketahui : Selisih panjang rusuk dua kubus =
2 dm
Volume = 728 Liter atau 728 dm³ Ditanyakan : Panjang rusuk masing-masing kubus?
Penyelesaian :
Misal, x = panjang rusuk kubus yang lebih kecil
Jadi, Panjang rusuk masing-masing kubus adalah 6 dm dan 8 dm.
2.
Mampu mengajukan dugaan Diketahui : Selisih panjang rusuk dua kubus =
3 cm
Selisih volume kedua kubus = 117 cm³
Ditanyakan :Panjang rusuk kedua kubus?
Penyelesaian :
Maka hasil K2 = 2 Karena bernilai positif Substitusi nilai K2 = 2
K1 – K2 = 3 cm
Jadi, panjang kedua rusuk kubus adalah 2 cm
dan 5 cm Menarik kesimpulan
LAMPIRAN B
B.1 PEDOMAN WAWANCARA
B.1 PEDOMAN WAWANCARA
PEDOMAN WAWANCARA SETELAH PELAKSANAAN TES TERTULIS Sekolah : SMP Negeri 2 Takalar
Mata Pelajaran : Matematika
Materi : Bangun ruang sisi datar Kelas : VIII
A. Tujuan Wawancara
1. Mengkonfirmasi jawaban siswa dalam menyelesaikan soal tes PISA kemampuan penalaran matematis.
2. Mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa yang akan diujikan dengan materi bagun ruang sisi datar.
B. Jenis Wawancara
Jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara tidak terstruktur. Yakni, proses wawancara yang tidak tersusun secara sistematis dan tidak harus sama dengan pedoman wawancara yang telah disusun, atau dengan kata lain wawancara ini dapat berkembang setelah kita berada dilapangan.
C. Pelaksanaan
Wawancara dilakukan setelah pengerjaan tes tertulis, peneliti menentukan waktu dan tempat yang telah disepakati bersama siswa yang akan diwawancarai terkait sejumlah soal yang telah dikerjakan. Adapun garis besar pertanyaan yang telah disusun sebagai berikut:
1. Apakah kamu mengerti dengan maksud soal?
2. Apa yang kamu mengerti dari soal tersebut?
3. Bagaimana cara kamu menyelesaikan soal tersebut?
LAMPIRAN C
C.1 : DAFTAR NAMA SISWA
C.2 : LEMBAR JAWABAN SUBJEK
C.3: TRANSKIP HASIL WAWANCARA
C.1 DAFTAR NAMA SISWA
C.2 LEMBAR JAWABAN SUBJEK
Subjek Tinggi
Subjek Sedang
Subjek Rendah
C.3 TRANSKIP HASIL WAWANCARA
Subjek Tinggi Soal Nomor 1
Indikator Mengajukan Dugaan
Kode Uraian
W1-01 Apakah kamu mengerti maksud dari soal yang diberikan?
ST1-01 Iya.
W1-02 Apa yang kamu mengerti dari soal tersebut?
ST1-02 Dalam soal tersebut ada dua buah kubus ABCD EFGH. Jadi saya menggambar terlebih dahulu dua kubus tersebut.
W1-03 Apakah masih ada tambahan?
ST1-03 Selain yang telah dipaparkan, dapat diketahui bahwa selisih panjang rusuk dua kubus 2 dm dan volumenya 728 liter atau bisa juga 728 dm³. Dan yang ditanyakan yaitu panjang rusuk masing-masing kubus.
Indikator Melakukan Manipulasi
Kode Uraian
W1-04 Bagaimana cara kamu menyelesaikan soal tersebut?
ST1-04 Pertama saya menggunakan pemisalan. Misalnya x adalah panjang rusuk kubus yang kecil. Kemudian, saya menuliskan x dm
ST1-04 Pertama saya menggunakan pemisalan. Misalnya x adalah panjang rusuk kubus yang kecil. Kemudian, saya menuliskan x dm