RENTANGAN SKOR
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Deskripsi Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konsel-ing
Hasil penelitian membuktikan bahwa deskripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa batu tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tergo-long dalam tingkat kategori tinggi. Perhitungan data tentang jumlah mahasiswa yang masuk dalam kategori sangat baik yaitu 5 atau 7% dan kategori baik 48 atau 65%. Mahasiswa yang masuk dalam kate-gori sangat tinggi dan tinggi mengindikasikan bahwa mereka mempunyai motivasi memilih program studi yang baik.
Mahasiswa baru tersebut memiliki kemampuan motivasi intrisnik yang pertama, menetapkan tujuan atau goal yang akan dicapai dengan memahami peluang kerja dan keahlian yang dimiliki sesuai dengan program studi yang dipilihnya. Kedua, memiliki kesadaran untuk memahami kebutuhan diri yang berhubungan minat dan bakat yang dimilikinya. Ketiga, mempunyai nilai-nilai atau value yang
membuat mahasiswa mampu untuk bertahan dan bertanggung jawab atas pilihan program studi yang sudah dipilih.
Kemampuan mahasiswa baru dalam memilih program studi tam-pak dari motivasi ekstrinsik berupa, pertama kondisi sosial atau ling-kungan masyarakat yang mendukung mahasiswa untuk mengem-bangkan pendidikannya melalui respon yang positif dari teman seba-ya atau lingkungan sosial. Kedua, kondisi sosial-ekonomi keluarga yang mencukupi biaya selama perkuliahan dan peran keluarga untuk mendukung pilihan studinya. Ketiga, memilih Bimbingan dan Kon-seling mempunyai tujuan atau cita-cita yang diharapkan misalnya tawaran untuk mendapatkan beasiswa bagi yang tidak mampu atau berprestasi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya motivasi maha-siswa dalam hal memilih program studi, seperti yang dijelaskan Spil-lane, dkk (1887) yaitu kebutuhan pribadi mahasiswa untuk menyada-ri pentingnya mempelajamenyada-ri pengetahuan melalui program studi yang sudah dipilihnya. Mahasiswa yang sudah memilih program studi tid-ak membuang-buang wtid-aktu untuk bermain, tetapi di tuntut untuk menggali pengetahuan dan kemampuannya. Kedua, program studi yang dipilih mempunyai tujuan yang jelas dan matang, bukan karena untuk mencoba-coba. Mahasiswa yakin akan program studi melalui perkuliahan, kesempatan bagi mahaiswa untuk semakin tegas dalam menjalani perkuliahan. Ketiga, melalui pertimbangan yang jelas, mahasiswa yakin dapat mewujudkan rencana dan tujuan menjadi
te-pat sasaran. Mempunyai tujuan yang jelas dalam memilih program studi akan mempermudah mahasiswa untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya, melalui usahanya untuk kuliah di program studi yang dipilihnya.
Selain itu Spillane (1987) mengatakan bahwa kekuatan motivasi yang ada didalam diri setiap individu berbeda-beda. Kekuatan moti-vasi yang sedang dialami oleh individu dilihat pertama, ketika ada niat yang kuat dari mahasiswa untuk melakukan tindakan sesuai dengan pilihan program studinya. Kedua, banyak sekali waktu yang digunakan mahasiswa baru untuk melakukan sesuatu kegiatan demi tujuannya. Ketiga, kerelaan mahasiswa untuk meninggalkan kepent-ingan/ rencana yang lain demi terujudnya program studi yang dipilihnya. Keempat, niat yang kuat dan rela ketika mahasiswa harus mengorbankan biaya untuk program studi yang dipilihnya. Kelima, ketekunan sebagai mahasiswa baru dalam menjalani tugas dan pera-turan yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa yang masuk dalam kat-egori tinggi dan sangat tinggi diindikasikan telah memiliki kekuatan motivasi yang baik dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. Hal tersebut didukung juga oleh kegiatan pengembangan karakter yang diberikan lewat kegiatan Inisiasi Sanata Dharma (IN-SHADA), Program pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PPKM), Weekend moral, Inisisasi Program Studi (INSIPRO), Kuliah Umum (Studium Generale), dan lain-lain.
Motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling Ma-hasiswa baru yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi da-lam melaksanakan proses perkuliahannya memiliki dampak yang positif, misalnya: mahasiswa akan memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhannya, mempunyai semangat dan sikap yang optimis untuk dapat menjalankan perkuliahan, dan bertanggung ja-wab atas program studi yang dipilihnya.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 21 atau 28% mahasiswa yang berada dalam kategori cukup baik. Peserta didik yang masuk dalam kategori sedang, pada dasarnya sudah mampu un-tuk dapat memilih program studi namun belum optimal. Keseim-bangan untuk memiliki seluruh aspek akan mendukung mahasiswa baru dalam menentukan pilihan untuk kuliah di prodi Bimbingan dan Konseling.
Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa: per-tama, motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru yahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta telah baik dan akan dikembangkan serta dipeli-hara agar lebih optimal. Pengembangan mahasiswa baru dapat diberikan kepada mahasiswa baru yang masuk dalam kategori se-dang dan pemeliharaan dapat diberikan pada mahasiswa yang masuk dalam kategori tingggi dan sangat tinggi.
Kedua, beragamnya motivasi mahasiswa dalam memilih program studi juga dipengaruhi oleh berbedanya kesiapan serta tujuan
maha-siswa dalam memilih program studi. Berbedanya tujuan dan kesia-pan tersebut dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri mahasiswa yaitu kesiapan psikologis dan faktor dari dalam dari luar diri mahaiswa yaitu dukungan keluarga, keadaan perguruan tinggi, dan lingkungan sosial.
Ketiga, adanya fungsi motivasi yang mendukung mahasiswa un-tuk menyadari dan menenun-tukan perbuatan yang tepat, Purwanto (da-lam Uno, 2007), dapat membantu mahasiswa baru untuk belajar dan memahami motivasi yang dipilih agar dapat mencapai suatu tujuan atau cita-citanya.
2. Item-item motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konsel-ing
Berdasarkan hasil penelitian uji butir item tingkat motivasi mem-ilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, ter-dapat 12 atau 21% item yang masuk kategori sangat baik, 30 atau 52% item masuk dalam kategori baik, 16 atau 27% item masuk da-lam kategori cukup baik. Item yang masuk kategori sangat baik dan baik diartikan sebagai kemampuan yang telah dimiliki oleh maha-siswa dengan baik. Beberapa kemapuan tersebut yaitu: mahamaha-siswa, memiliki nilai-nilai yang diperjuangkan dalam memilih program studi Bimbingan dan Konseling, mendapat dukungan dari teman sebaya, memilih program studi Bimbingan dan Konseling agar lebih mampu mengelola diri dengan baik.
Item-item yang berada dalam kategori cukup baik diartikan se-bagai item terendah dalam penelitian ini. Item tersebut masuk dalam aspek Motivasi Intrinsik yaitu pertama, menetapkan tujuan atau goal
yang akan dicapai, 3 item masuk dalam indikator pengetahuan mengenai pemilihan karier/ pekerjaan dan keinginan untuk men-erapkan pengetahuan yang didapatkan selama kuliah diprogram studi Bimbingan dan Konseling. Rendahnya item ini berarti bahwa maha-siswa belum memiliki tujuan yang jelas kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling. Mahasiswa menganggap bahwa semua orang dapat menjalankan profesi sebagai konselor dan memilih pro-gram studi karena banyaknya peluang untuk lulusan propro-gram studi Bimbingan dan Konseling.
Kedua, kesadaran dalam memahami kebutuhan dalam diri, 3 item yang masuk dalam indikator memahami minat yang dimiliki. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa belum menge-tahui minat dan bakat yang dimilikinya sehingga program studi Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan yang paling utama. Hal tersebut berkaitan dengan hasil rekapitulasi data mahasiswa baru dari Sekretariat Bimbingan dan Konseling yang memilih program studi Bimbingan dan Konseling digelombang terakhir sebanyak 40%. Ketiga, nilai-nilai yang dipegang. 3 item yang masuk dalam indikator rasa ingin tahu mengenai program studi yang dipilih. Ren-dahnya item tersebut diindikasikan bahwa mahasiswa baru kurang
berpartisipasi ketika mengikuti kegiatan-kegiatan di program studi Bimbingan dan Konseling melalui pendidikan karakter.
Item yang masuk dalam aspek motivasi ekstrinsik yaitu pertama, kondisi lingkungan masyarakat yang mendukung. Item masuk da-lam indikator pandangan lingkungan sosial mengenai program studi yang dipilih mahasiswa. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa memilih program studi Bimbingan dan Konseling di-pengaruhi oleh lingkungan sosial yang mengenal tentang pekerjaan guru BK yang santai dan tidak mengeluarkan banyak tenaga.
Kedua, komunikasi anatara anak dengan orang tua. 3 item masuk dalam indikator kesiapan biaya perkuliahan dan hubungan anatara orang tua dengan anak. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa dalam memilih program studi tidak akan lepas dari keluarga. Keluarga bagi mahasiswa merupakan tumpuan yang sangat berarti, kesiapan untuk membayar biaya perkuliahan melalui komu-nikasi yang baik antara anak dengan orang tua akan mendukung perkuliahan. Hal tersebut sesuai dengan hasil rekapitulasi data dari Sekretariat Bimbingan dan Konseling mengenai kondisi ekonomi keluarga yang cukup atau penghasilan orang tua lebih dari dari Rp. 2.000.000,- sebanyak 18%. Ketiga, memilih jurusan Bimbingan dan Konseling untuk mendapatkan tujuan tertentu. 4 item berkaitan dengan indikator pentingnya beasiswa dan kepuasan mahasiswa memilih program studi yang menjadi pilihannya. Rendahnya item tersebut diartikan bahwa mahasiswa kuliah di program studi
Bimb-ingan dan Konseling mengharapkan biaya yang gratis atau mendapat beasiswa. Hal tersebut kemungkinan akan berdampak ketika maha-siswa tidak mendapatkan beamaha-siswa dan berdampak terhadap proses perkuliahannya.