• Tidak ada hasil yang ditemukan

AN DAN KO NDIDIKAN N ILMU PE TA DHARM RTA AM STUDI ELING un Akadem kasinya Pad

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "AN DAN KO NDIDIKAN N ILMU PE TA DHARM RTA AM STUDI ELING un Akadem kasinya Pad"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Tujuan yang jelas akan membuat semangat tetap berkobar (Anonymus)

Ketika semua pintu tertutup, ingatlah masih ada pintu ke atas (Zega)

Jesus Remember Me, When You Come into Your Kingdom

(

Taize)

Jangan takut terhadap apa yang engkau derita! ... Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota

kehidupan” (Wahyu 2:8-11)

Karyaku ini kupersembahkan kepada:

Kedua orang tuaku: Porman L. Gaol & Romsa Pane

Kakak & Adikkku: Marcelina, Paulina, dan Anna

Kekasihku Mario Posan Philemon Tobing

Yang senantiasa memberikan dukungan, doa dan semangat.

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus atas segala

rahmat yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat

me-nyelesaikan skiripsi ini dengan baik.

Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat

un-tuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi

Bimb-ingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata

Dharma.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan

ber-jalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah

men-dukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus

penulis mengucapkan terimakasih secara tulus kepada:

1. Tuhan YME karena kasih dan karunia dariNya mampu

me-nyelesaikan skripsi ini.

2. Dr. Gendon Barus, M.Si., Selaku Ketua Program Studi Bimbingan

dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Ag. Krisna Indah Marheni, S. Pd., M.A selaku dosen pembimbing

yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah

mem-berikan motivasi, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis

selama proses penulisan skripsi.

4. A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi., Psi., M.A, selaku wakaprodiBimbingan

(10)

memberi dukungan dan membantu kelancaran proses penyelesaian

skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu dosen di program studi Bimbingan dan Konseling

yang telah mendampingi penulis selama perkuliahan dan

membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang telah

diberikan.

6. Mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta yang meluangkan waktu untuk mengisi

kuesioner ini dengan baik.

7. Kedua Orang Tuaku Bapak Porman Lumban Gaol dan Ibu Romsa

Pane yang selalu setia memberikan semangat, kasih sayang,

nasehat, dan doa kepada Penulis.

8. Saudara Kandungku, Kakak Marselina Lenni L. Gaol dan Paulina

L. Gaol, juga adikku Anna Lumban Gaol.

9. Teman-teman TIM Penelitian Bimbingan dan Konseling, Prisca

Anindya, Wina Carlina Br. Ginting, Yulianto Setiawan dan Eva

Cristy Br. Sitepu,.

10.Mario Posan Philemon Tobing yang setia mendengar pengalaman,

memberikan dukungan, dan semangat kepada penulis.

11.Rm. Pankrasius SSCC, Rm TarsiSSCC , Rm BoySSCC , Frater

Paulus Halek Bere SSCC, Fr Tino SSCC, dan Keluarga besar biara

(11)
(12)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL……….. xvi

DAFTAR DIAGRAM……… xviii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Masalah Penelitian ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Definisi Operasional ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi ... 10

1. Pengertian Motivasi Memilih Prodi ... 10

2. Faktor-faktor Pemicu Motivasi Memilih Prodi ... 17

3. Aspek-aspek Motivasi memilih Prodi ... 19

B. Hakikat Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling ... 25

(13)

C. Usulan Topik-topik Bimbingan... 28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 30

B. Subjek Penelitian ... 30

C. Instrumen Penelitian ... 31

1, Format Pernyataan……… 31

2. Penentuan Skor………. 31

3. Kisi-kisi Instrumen……… 33

D. Validitas dan Reliabilitas ... 34

1. Validitas……….. 34

2. Reliabilitas………... 38

E. Prosedur Pengumpulan Data ... 41

1. Persiapan dan Pelaksanaan………. . 41

F. Teknik Analisis Data……….. ... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR A. Hasil Penelitian ... 47

1. Deskripsi Motivasi memilih Prodi Bimbingan dan Konseling ... 47

2. Hail Skor Tiap Item Motivasi Memilih Program Studi .. 50

B. Pembahasan ... 54

C. Usulan Topik-topik Bimbingan yang Relevan Bagi Mahasiswa Baru prodi Bimbingan dan Konseling... 62

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 68

B. Saran ... 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel 1: Jumlah Mahasiswa Baru………. ... 30 Tabel 2: Kisi-kisi Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi………… 33 Tabel 3: Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak ..………..36 Tabel 4: Kriteria Guilford. ……….. 38 Tabel 5 : Kuesioner Motivasi Memilih program Studi Bimbingan dan

Konseling...………... 39 Tabel 6 : Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian...………. 42 Tabel 7: Kategorisasi dan Skor item Motivasi Memilih Program Studi

Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta...44 Tabel 8: Persentase Kategorisasi Motivasi Memilih Program Studi

Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta ...………..47 Tabel 9 : Penggolongan Skor Item Kategorisasi Motivasi Memilih

Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ...…………49 Tabel 10 : Item-item Motivasi Memilih Program Studi

Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun

Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 52 Tabel 11 : Topik-topik Bimbingan Pengembangan dan Pemeliharaan

(15)

DAFTAR DIAGRAM

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Kuesioner Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akad-emok 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yog-yakarta………

72

(17)

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis akan memaparkan latar belakangmasalah,

perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

A. Latar Belakang Masalah

Di tengah perkembangan era teknologi yang terus berkembang,

pendidikan menjadi sarana yang sangat penting. Pendidikan merupakan

bagian dari proses kehidupan manusia dalam mengembangkan diri

untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya. Pertama kali

pendidikan didapatkan dari lingkungan keluarga, selanjutnya

lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap individu juga

dituntut untuk selalu meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya,

dengan harapan individu mampu memilih pendidikan yang sesuai

dengan potensi yang dimilikinya. Namun di sisi lain tidak semua

individu memiliki kemampuan dalam memahami potensinya, sehingga

individu pun sulit untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan

bidangnya.

Tuntutan untuk memilih melanjutkan pendidikan atau bekerja

setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga

dirasakan oleh siswa-siswi. Bagi siswa-siswi yang memutuskan untuk

melanjutkan ke perguruan tinggi sudah pasti akan menjadi

(18)

diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, menejemen waktu

perkuliahan yang baik, kemandirian belajar, dan kemampuan untuk

menggunakan fasilitas diperguruan tinggi. Bekal intelektual di

pendidikan sebelumnya akan sangat membantu mahasiswa baru untuk

semakin mampu menghadapi lingkungan baru.

Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta salah satu pilihan bagi siswa-siswi yang akan

melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Program studi Bimbingan

dan Konseling merupakan bidang ilmu yang berusaha membantu

indi-vidu semakin berkembang, tidak hanya dari aspek akademik tetapi

menyangkut aspek perkembangan pribadi dan sosial. Melalui visi

pro-gram studi Bimbingan dan Konseling untuk unggul dalam

mengem-bangkan ilmu, dan menghasilkan tenaga bimbingan dan konseling yang

profesional dan berkarakter tangguh dalam upaya mewujudkan

pen-didikan yang lebih bermartabat. Hal tersebut didukung oleh muatan

ku-rikulum yang memberikan 70% ilmu Bimbingan dan Konseling serta

psikologi terapan serta 30% pendidikan dan ilmu-ilmu lainnya.

Bimbingan dan Konseling menggunakan pembelajaran berfokus

pada eksperential learning, dengan suasana pembelajaran

mengedepankan cara-cara dialogis, demokratis, reflektif, penuh

penghargaan dan nilai-nilai humanis, pendampingan akademik melalui

berbagai kegiatan terencana, dan terus menerus mengembangkan ilmu

Bimbingan dan Konseling yang implikatif dalam meningkatkan kualitas

(19)

Tidak mengherankan program studi Bimbingan dan Konseling

salah satu dari tiga Universitas swasta di Indonesia yang dipercaya

pemerintah untuk mengadakan Program Profesi Guru BK/ Konselor

(PPPGBK/K) dan telah mencetak lebih dari 1.500 orang Guru

Bimb-ingan dan Konseling yang handal. Oleh karena itu kesempatan baik

bagi mahasiswa baru untuk dapat menggali potensi dan meningkatkan

pengetahuan di program studi Bimbingan dan Konseling.

Keputusan mahasiswa baru untuk mempelajari ilmu Bimbingan

dan Konseling dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Menurut Walgito

(1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian tujuan mahasiswa

di perguruan tinggi yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor

intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri individu tanpa ada

paksaan dari luar, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu dorongan yang

tim-bul dari luar diri individu. Faktor intrinsik mencakup oleh beberapa

aspek misalnya menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai, kesadaran

untuk memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Begitu pula dengan

faktor ekstrinsik mencakup oleh beberapa aspek yaitu kondisi

ling-kungan masyarakat, komunikasi terhadap orang tua, memilih dengan

tujuan tertentu.

Salah satu yang mempengaruhi mahasiswa untuk mencapai

keberhasilan di perguruan tinggi yaitu faktor motivasi intrinsik dan

faktor motivasi ekstrinsik. Faktor motivasi intrinsik misalnya,

maha-siswa menetapkan tujuannya dalam memilih program studi dengan

(20)

maha-siswa mengenal minat dan bakat yang dimiliki dalam memilih program

studi, dan mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dalam bentuk

keyakinan dalam memilih program studi, mempertimbangkan pro dan

kontra, serta bertanggung jawab atas pilihannya. Faktor motivasi

ekstrinsik misalnya adanya pengaruh dari teman sebaya untuk memberi

dukungan memilih prodi Bimbingan dan Konseling, atau dukungan

penuh dari orang tua mahasiswa, mahasiswa tertarik masuk program

studi Bimbingan dan Konseling karena tujuan tertentu melalui beasiswa

yang ditawarkan oleh program studi. Banyak pertimbangan yang harus

dihadapi oleh mahasiswa dalam melanjutkan studi.

Terdapat perbedaan pada motivasi mahasiswa baru dalam

mem-ilih program studi. Berdasarkan rekapitulasi biodata mahasiswa baru

program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun

ajaran 2013/2014 terdapat beberapa mahasiswa yang kurang interaktif

dalam mengikuti proses perkuliahan. Selain itu sekitar 40% mahasiswa

baru memilih program studi BK di gelombang terakhir. Berdasarkan

jurnal pendidikan Joseph, (2012) yang meneliti mahasiswa baru di

Pro-gram Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Atma Jaya terdapat

20% mahasiswa yang memilih prodi BK pada pihan terakhir.

Permasa-lahan yang sama juga dialami oleh mahasiswa tahun akademik

2009/2010 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

Dharma mengalami hambatan dalam menyelesaikan studi, sehingga

(21)

hanya 45% dari rekapitulasi data sekretariat tentang kelulusan

siswa tahun akademik 2009.Dari data ini terlihat bahwa motivasi

maha-siswa baru memilih program studi Bimbingan dan Konseling

merupa-kan alasan utama gagal atau berhasilnya mahasiswa baru.

Mahasiswa baru yang yakin memilih program studi Bimbingan

dan Konseling mempunyai kesadaran di dalam dirinya. Hal tersebut

tampak ketika mahasiswa dihadapkan dengan tuntutan program studi,

dengan kesadaran ia memilih untuk bertanggung jawab atas pilihannya

dengan belajar dan berproses sampai berhasil. Mahasiswa baru juga

di-harapkan untuk siap menghadapi semua tantangan dan hambatan

sela-ma menjalankan studi di perguruan tinggi.

Menurut Stoltz (2000), kemampuan individu untuk menghadapi

kesulitan adalah salah satu kekuatan yang ada didalam diri individu

sendiri. Apabila individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan

memiliki kemampuan untuk mengatasinya, maka individu tersebut akan

mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Sehingga kekuatan motivasi

yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa

dalam menghadapi berbagai tuntutan di lingkungan yang baru.

Mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi atau motivasi

ren-dah dalam memilih program studi tentu memiliki hasil yang berbeda.

Ketika mahasiswa mempunyai motivasi tinggi dalam menentukan

pro-gram studi perilakunya akan terus menerus berusaha untuk

meningkat-kan kemampuan dirinya, yangsecara otomatis ameningkat-kan mempengaruhi

(22)

untuk menghadapi berbagai kesulitan. Selain itu perilaku mahasiswa

yang memiliki motivasi rendah terlihat kurang berminat untuk

mengi-kuti proses perkuliahan sehingga hasil akademik otomatisakan

berdam-pak terhadap hasil Indeks Prestasi, dengan demikian dilingkungan

so-sial akan cenderung merasa bosan dan mengalihkan masalah dengan

kesenangan pribadi saja, Spilane, dkk (1887).

Berdasarkan pernyataan tersebut dijelaskan bahwa setiap

maha-siswa baru pasti memiliki motivasi, termasuk dalam memilih program

studi. Motivasi memilih program studi pada mahasiswa baru

berbeda-beda. Ada kecenderungan memiliki motivasi ekstrinsik maupun

in-trinsik. Kedua motivasi tersebut pasti menjadi kekuatan bagi mahasiswa

dalam menyelesaikan perkuliahan di program studi yang dipilihnya.

Dari pernyataan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti Deskripsi

Mo-tivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa

Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma

Yogya-karta dan Implikasinya Terhadap Usulan topik-topik Bimbingan.

B. Perumusan Masalah

Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan berikut:

1. Seberapa baik tingkat motivasi pemilihan program studi

Bimb-ingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014

USD?

2. Berdasarkan hasil analisis uji butir motivasi memilih program studi

(23)

2013/2014 USD dalam butir mana yang terindikasi rendah,

topik-topik bimbingan apa sajakah yang dapat membangun motivasi

mahasiswa baru?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mendeskripsikan tingkat motivasi pilihan studi mahasiswa baru

ta-hun akademik 2013/2014 USD untuk belajar di program studi

Bimbingan dan Konseling.

2. Berdasarkan item yang terindikasi rendah membuat usulan

topik-topik bimbingan mengenai motivasi pilihan program studi

maha-siswa baru tahun akademik 2013/2014 USD yang teridentifikasi

rendah.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk

menambah wawasan dan pengembangan penelitian dalam bidang

pendidikan kajian keilmuan program studi Bimbingan dan Konseling

tentang tingkat motivasi mahasiswa baru dalam memilih program

studi Bimbingan dan Konseling.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas

(24)

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

yang berguna dalam memberikan pendampingan kepada

maha-siswa mengenai motivasi memilih program studi Bimbingan dan

Konseling pada mahasiswa baru dengan tujuan agar mahasiswa

semakin memahami dan menyadari pilihan studi yang

ber-pengaruh pada proses studi mereka.

b. Bagi mahasiswa baru

Penelitian ini diharapkan dapat membantu perkembangan

maha-siswa agar berkembang secara optimal dengan menigkatkan

motivasi setelah memilih program studi di Bimbingan dan

Kon-seling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Defenisi Operasional

a. Motivasi memilih program studi merupakan dorongan yang

timbul baik dari dalam diri maupun luar diri mahasiswa baru

di-pengaruhi oleh faktor instrinsik yaitu 1) mempunyai rencana

yang jelas, 2) kesadaran diri dalam mengetahui minat dan bakat,

3) nilai-nilai yang dipegang melalui usaha untuk terus

mengem-bangkan diri dan faktor ekstrinsik yaitu 1) lingkungan sosial

yang mendukung mahasiswa baru untuk memilih program studi,

2) komunikasi yang baik dari keluarga untuk siap dan

ber-tanggung jawab membiayai perkuliahan, 2) adanya keinginan

lain seperti peluang untuk mendapat beasiswa yang secara

psikologis akan mengarahkan tujuan dan 3) memutuskan pilihan

(25)

b. Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah proses

pemeberian bantuan kepada individu dalam mengembangkan

diri agar dapat menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam

(26)

BAB II

LANDASAN TEORI

Dalam bab ini,penulis akan menyajikan hasil kajian pustaka

mengenai hakikat motivasi memilih program studi Bimbingan dan

Konseling, hakikat Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, dan Usulan

topik-topik bimbingan.

A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi

1. Pengertian Motivasi Memilih Program Studi

Slavin, (2011) mendefinisikan motivasi sebagai proses internal

yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan perilaku dari

waktu kewaktu. McDonal (dalam Hamalik, 2005) mengartikan

mo-tivasi sebagai perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang

ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai

tujuan. Menurut Stipek (Slavin, 2011) motivasi melakukan sesuatu

dapat terjadi dalam banyak cara. Motivasi juga merupakan

karak-teristik kepribadian, orang bisa mempunyai minat yang stabil untuk

berpartisipasi dalam kategori kegiatan yang luas seperti pendidikan,

olahraga, atau kegiatan sosial.

Handoko (1992), motivasi sebagai suatu tenaga atau faktor

yang terdapat di dalam diri manusia yang menimbulkan,

mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Sebuah

mo-tivasi bukan merupakan suatu kekuatan yang netral, atau kekuatan

yang kebalterhadap pengaruh faktor-faktor lain, misalnya:

(27)

lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya. Suatu motivasi

umumnya terdapat dua unsur pokok, yaitu unsur dorongan/

kebu-tuhan dan unsur tujuan.

Purwanto (Uno, 2007) mengatakan bahwa ada 4 fungsi

motiva-si yaitu:

a. Sebagai penggerak tujuan, maksudnya motivasi dapat

mem-berikan energi baru bagi seseorang untuk memulai tindakan

yang berkaitan dengan tujuan yang diharapkannya.

b. Menentukan perbuatan ke arah pencapaian suatu tujuan dan

cita-cita, maksudnya motivasi akan membantu individu untuk

menentukan arah perilaku yang sesuai untuk mencapai pilihan

dan tujuan yang diharapkannya.

c. Mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk

mencapai tujuan, maksudnya individu sudah siap dan sadar

ten-tang tanten-tangan yang akan dihadapi oleh individu ketika memilih

program studi yang di tawarkan.

d. Menyeleksi perbuatan diri, dengan menentukan tindakan mana

yang tepat untuk dilakukan.

Handoko, (1992) menjelaskan bahwa motivasi dalam diri

seseorang dapat menjadi kekuatan. Kekuatan tersebut terlihat

misalnya, ketika seseorang melakukan suatu perbuatan. Tampak

tingkah laku yang terjadi itu disebabkan oleh adanya kebutuhan

(28)

lang-sung melakukan perbuatan, ingin memuaskan kebutuhan yang

dirasakannya.

Kebutuhan seseorang dipengaruhi oleh suatu dorongan yang

menimbulkan kesiapan bagi seseorang untuk mencapai tujuan

(goal). Semua usaha yang dilakukan disebut sebagai tingkah laku

menuju tujuan. Tingkah laku sadar akan tujuan merupakan tingkah

laku yang selalu didorong oleh keingian demi tercapainya tujuan

yang berguna bagi kehidupannya. Oleh karena itu, tercapainya

se-buah tujuan dipengaruhi oleh besarnya kekuatan yang mendorong

seseorang melakukan perbuatan tertentu.

Aprilianto, (2008) Motivasi merupakan hal paling dasar yang

ditunjukkan oleh mahasiswa melalui komitmen untuk belajar.

Komitmen mahasiswa yang tinggi akan tampak ketika mahasiswa

giat untuk mempelajari pengetahuan terkait dengan perkuliahan,

sedangkan komitmen mahasiswa yang rendah tampak perilaku lain

selain belajar. Motivasi dalam memilih program studi tidak serta

merta menjadi perilaku, karena masih ada faktor penting yang

menentukan apakah motivasi yang dimiliki dapat menjadi perilaku.

Faktor penting itu adalah volution (kemauan untuk bertahan pada

komitmen yang telah dibuat).

Faktor kemauan bersifat dinamis, bisa tinggi atau rendah.

Dinamika yang terjadi dipengaruhi oleh adanya proses belajar,

(29)

yaitu menggunakan motivasi dengan kegiatan belajar, atau memilih

kegiatan lain (selain belajar).

Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari akan selalu

menghadapi masalah yang berbeda-beda. Selalu ada kesempatan

untuk mencoba menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya,

baik masalah yang ringan maupun masalah yang berat, masalah

se-derhana ataupun kompleks. Individu berlatih untuk berfikir mencari

jalan keluar dari masalah tersebut. Karena itu, untuk melatih cara

berfikir seseorang harus berani menghadapi masalahnya.

Walgito (1982) menjelaskan bahwa sumber masalah yang

merupakan sebab kesukaran mahasiswa baru dalam memilih

pro-gram studi secara garis besar yaitu:

a. Sebab yang bersumber dari diri sendiri

Mahasiswa merupakan kesatuan fisik dan psikologis,

maksud-nya komponen satu dengan yang lain saling berhubungan dan

mempengaruhi. Jika jasmani mengalami gangguan maka

psikisnya juga terganggu, demikian juga sebaliknya. Penjelasan

mengenai masalah fisik dan psikologis yang dapat menggangu

proses pendidikan misalnya:

1) Timbul masalah yangbersumber dari fisik, maksudnya

kondi-si fikondi-sik yang kurang sehat dapat menghambat tujuan

siswa dalam melanjutkan pendidikan. Kebanyakan

maha-siswa baru yang melanjutkan studi diperguruan tinggi

(30)

ja-janan dipinggir jalan atau kurang melihat kondisi kebersihan

tempat tersebut. Akibatnya dengan mudah dan cepat

maha-siswa terserang penyakit dan sulit mengerjakan tugasnya.

Sangat penting bagi mahasiswa agar selalu menjaga

jas-maninya. Hal tersebut didukung dengan aktivitas yang

terar-tur, mulai dengan berolahraga secara rutin dan berlanjut.

2) Sebab masalah yang timbul karena kondisi psikologis,

mak-sudnya keadaan psikologis yang kurang mendukung

mempengaruhi kesukaran mahasiswa dalam melanjutkan

studi. Hal-hal yang berkaitan dengan masalah psikologis

se-bagai berikut:

a) Faktor intelegensi merupakan faktor yang kadang-kadang

menjadi penghambat ketika melanjutkan studi. Bila taraf

intelegensi kurang mendukung maka sulitlah untuk

men-capai hasil yang memuaskan.

b) Minat merupakan salah satu sebab kesulitan mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang dari jurusan satu pindah ke

juru-san yang lainnya. Salah satu faktornya yaitu minat. Bila

mahasiswa tidak mempunyai minat terhadap yang

di-tuntutnya maka akan sulit baginya untuk meneruskan

studinya.

c) Emosi, mahasiswa mempunyai emosi yang kurang stabil.

Ketidakstabilan inilah yang kurang mendukung

(31)

berkaitan pula dengan konflik-konfliik yang dihadapi oleh

mahasiswa.

b. Sebab-sebab dari luar diri mahasiswa

Di samping faktor dari dalam diri mahasiswa, banyak pula

faktor dari luar diri mahasiswa yaitu:

1) Sebab yang berasal dari keluarga atau orang tua

Faktor keluarga/orang tua memegang peran yang cukup

penting menentukan berhasil atau tidaknya mahasiswa

menentukan tujuannya diperguruan tinggi. Keluarga/orang

tua merupakan tumpuan anak menumbuhkan pribadi dan

membentuk pribadinya. Ada beberapa faktor penting

beri-kut ini:

a) Orang tua, pribadi seorang mahasiswa terbentuk sejak

perkembangan dimulai. Pribadinya akan terbentuk

selama dia tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu,

tidak kecil pengaruh/peran orang tua dalam

mem-berikan sikap yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.

Secara tidak sadar anak akan anak membentuk diri atas

norma-norma yang diajarkan orang tuanya.

b) Hubungan orang tua dengan anak, kadang-kadang

hub-ungan orang tua dan anak kurang diperhatikan. Ketika

hubungan yang dijalin acuh tak acuh tanpa kasih

sa-yang, tanpa pengertian dari orang tua dan anak secara

(32)

itu, perlu dibina dengan baik hubungan antara orang tua

dengan anak.

c) Cara mendidik orang tua, orang tua yang memberikan

pendidikan kepada anaknya akan berpengaruh terhadap

perkembangan pribadi mahasiswa, termasuk pilihan

saat akan memutuskan studi lanjutan. Orang tua yang

kurang memperhatikan pendidikan pada umumnya

akan kurang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan

anaknya. Kebutuhan psikologis, fisik, maupun

sosial-nya. Ketika anak yang mempunyai kemampuan

intele-gensi yang cukup tinggi, tetapi kurang diperhatikan

oleh orang tua bisa saja anak tersebut terhambat proses

pendidikannya dan mengalami kesukaran yang lain.

d) Keadaan ekonomi keluarga, tidak dapat dipungkiri

bahwa studi mahasiswa akan dipengaruhi oleh kondisi

ekonomi. Ketika ekonomi kurang mendukung, maka

mahasiswa terhambat pula melanjutkan pendidikan.

e) Suasana tepat tinggal, suasana yang ditemapati

maha-siswa mempengaruhi berhasilnya tujuan mahamaha-siswa.

Tidak sedikit mahasiswa akan tinggal di koast atau

asrama.

2) Keadaan Perguruan Tinggi

a) Fasilitas, kekurangan fasilitas diperguruan tinggi

(33)

maha-siswa. Kekurangan buku-buku, alat praktikum, dan

lain-lain.

b) Kurikulum, penting bagi mahasiswa untuk mengetahui

kurikulum yang dipakai oleh program studi yang

men-jadi pilihan. Kurikulum yang belum mantap dan

beru-bah-ubah sering kali menjadi penghambat mahasiswa

dalam menjalankan pendidikannya. Tentu diperhatikan

adanya peninjauan kurikulum yang terus berubah-ubah

agar mahasiswa dapat lebih siap dalam menjalankan

pendidikannya.

c) Peraturan-peraturan, yang dimiliki oleh setiap program

studi. Sama halnya dengan kurikulum ketika peraturan

juga dapat dengan mudah berubah maka mahasiswa

akan terhambat pula pendidikannya.

3) Kondisi sosial/masyarakat

Masyarakat dimana tempat mahasiswa berada akan

mempengaruhi keberhasilan tujuan mahasiswa. Banyak

tan-tangan yang dihadapi oleh mahasiswa baru

dilingkungann-ya. Besar pula pengaruh dari masyarakan atau teman sebaya

yang berada disekitarnya. Terkadang persepsi masyarakat

menjadi hambatan ketika mahasiswa hendak melanjutkan

studinya. Misalnya persepsi program studi tertentu tidak

(34)

Singkatnya ada banyak tantangan yang dihadapi

mahasiswa yang menyulitkan atau menghambat mahasiswa saat

akan menentukan pilihan dalam melanjutkan studi. Masalah

tersebut dapat muncul dari dalam diri maupun dari luar diri

mahasiswa. Mahasiswa yang memotivasi dirinyadapat melewati

tantangan hingga mampu menjalankan studinya dan berhasil

dengan baik.

2. Faktor-Faktor Pemicu Motivasi Memilih Program Studi

Menurut Spillane, dkk (1887), faktor-faktor penting yang

mempengaruhi motivasi memilih program studi yaitu:

a. Kebutuhan pribadi yaitu kesadaran mahasiswa untuk

melanjut-kan pendidimelanjut-kan keperguruan tinggi. Misalnya mahasiswa baru

tahu bahwa penting baginya untuk melanjutkan pendidikan dan

memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan dirinya.

b. Tujuan mahasiswa yaitu target yang akan dicapai oleh

maha-siswa baru. Mahamaha-siswa yang hendak memilih hendaknya perlu

memiliki tujuan yang jelas atau tidak coba-coba. Mahasiswa

perlu berfikir matang dan pasti untuk menjalankannya.

Misal-nya mahasiswa baru bertekad untuk fokus dalam menjalankan

perkuliahannya.

c. Mempunyai rencana yang matang berkaitan dengan kebutuhan

atau tujuan. Sebagai mahasiswa penting untuk memikirkan dan

(35)

yang telah dipersiapkan benar-benar tepat sasaran dan

ter-laksana. Misalnya selama menjalankan perkuliahan mahasiswa

baru mempersiapkan berbagai hal yang mendukung

keberhasi-lan perkuliahannya.

Motivasi yang bekerja dalam diri mahasiswa baru memiliki

kekuatan yang berbeda-beda. Menurut Spillane, dkk (1887)

Kekuatan relatif motif-motif yang sedang menguasai seseorang

umumnya dapat dilihat melalui :

1) Kuatnya kemauan untuk berbuat, tampak ketika mahasiwa

selalu ingin melakukan kegiatan yang mendukung

perkuli-ahan yang dipilih oleh mahasiswa.

2) Jumlah waktu yang disediakan lebih banyak dari pada

kegiatan yang kurang diminatinya. Mahasiswa

melu-angkan banyak waktu untuk hal-hal yang disukainya, tidak

merasa bosan atau jenuh mempelajari bidang ilmu

mengenai program studi yang dipilih oleh mahasiswa.

3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain

yang seharusnya juga akan dikerjakan. Tugas yang lain

bukan menjadi hambatan bagi dirinya untuk meneruskan

kegiatan/ keinginan yang berkaitan dengan program studi

yang dipilih mahasiswa.

4) Kerelaan untuk mengeluarkan biaya demi keinginan

(36)

biaya demi mendukung berjalannya program studi yang

dipilih hingga selesai perkuliahannya.

5) Ketekunan dalam mengerjakan tugas dan lain-lain.

Maha-siswa menggeluti tugas dengan senang hati tanpa ada

beban yang membuat dirinya merasa lelah.

Perbedaan motivasi tersebut membuat setiap orang akan

melakukan kebiasaan tersebut dengan berbeda, hal tersebut

sangat tampak ketika mahasiswa melakukan kegiatan yang

menjadi pilihannya.

3. Aspek-aspek motivasi memilih program studi

Handoko, (1992) salah satu penggolongan motivasi manusia

yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Pembagian

moti-vasi tersebut didasarkan oleh munculnya suatu tindakan. Tindakan

yang digerakkan dari luar diri individu disebut motivasi ekstrinsik.

Sedangkan tindakan yang digerakkan dari dalam diri individu

dise-but motivasi intrinsik. Menurut Jahja, (2011)Motivasi mempunyai

tiga aspek yaitu pertama, keadaan yang mendorongdiri seseorang

misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan lingkungan, atau

keadaan mental seperti berfikir dan ingatan. Kedua, perilaku yang

timbul dan terarah karena keadaan ini. Ketiga sasaran atau tujuan

(37)

Menurut Walgito (1982) dua aspek yang mempengaruhi

pen-capaian tujuan mahasiswa di perguruan tinggi yaitu aspek motivasi

intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

a. Motivasi intrinsik

Motivasi Intrinsik merupakan faktor internal dari dalam

maha-siswa tanpa ada paksaan atau pengaruh dari luar diri. Motivasi

intrinsik tersebut yaitu:

1) Menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai.

Memilih program studi Bimbingan dan Konseling

merupa-kan bentuk rencana mahasiswa baru dalam memahami

peluang kerja dan memiliki keahlian yang sesuai diprogram

studi yang dipilih. Mahasiswa yang memiliki tujuan dalam

memilih program studi misalnya:

a) Selalu optimis untuk menggeluti dunia pendidikan

khu-susnya menjadi guru Bimbingan dan Konseling.

b) Mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat

menerap-kan seluruh pengetahuan dan potensi yang dimilikinya

untuk peserta didik dan lingkungan sekitarnya.

2) Kesadaran untuk memahami diri.

Memilih program studi Bimbingan dan Konseling

merupa-kan salah satu hal yang sangatmendasar harus dimiliki oleh

mahasiswa baru karena dipengaruhi minat dan bakat yang

dimilikinya. Mahasiswa yang tertarik dengan program studi

(38)

a) Mulai tertarik dan senang membaca buku-buku

berkai-tan dengan program studi Bimbingan dan Konseling

yang dipilih.

b) Mempunyai rencana dan keinginan yang kuat untuk

dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.

c) Mempunyai kepercayaan diri setelah mengikuti

berbagai program Bimbingan dan Konseling melalui

pendidikan karakter.

d) Semakin meningkatkan potensi diri dan

mengem-bangkan kemampuan yang dimilikinya.

3) Nilai-nilai yang dipegang.

Memilih program studi Bimbingan dan Konseling menjadi

bentuk keyakinan mahasiswa baru melalui keinginannya

mandiri dalam mencari informasi, mempertimbangkan pro

dan kontra, serta tanggung jawab yang akan dijalani selama

kuliah di program studi yang dipilih. Mahasiswa yang

mempunyai nilai-nilai yang pegang yaitu:

a) Mencoba untuk mencari berbagai informasi tentang

Bimbingan dan Konseling.

b) Berpikir dengan matang ketika hendak memilih

pro-gram studi.

c) Bersedia untuk mengikuti segala peraturan selama

(39)

b. Motivasi ekstrinsik

Mahasiswa baru memilih program studi bimbingan dan

konsel-ing dipengaruhi oleh faktor motivasi ekstrinsik. Motivasi

ekstrinsik tersebut yaitu :

1) Kondisi lingkungan masyarakat yang mendukung.

Mahasiswa memilih program studi karena dipengaruhi oleh

lingkungan sosialnya. Mahasiswa baru memperoleh banyak

informasi mengenai program studi yang akan dipilih

me-lalui teman sebaya atau di lingkungan sosialnya. Kondisi

masyarakat yang mendukung, misalnya:

a) Teman akrab/sebaya yang memperhatikan ketika

maha-siswa baru menceritakan program studi yang dipilih.

b) Adanya kesan positif bahwa program studi Bimbingan

dan Konseling sangat dibutuhkan mengembangkan

pendidikan disekolah.

2) Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.

Mahasiswa baru tidak lepas dari keluarga. Keluarga

meru-pakan orang terdekat dan tempat dirinya berkembang secara

optimal. Pengaruh kondisi itu dapat terjadi ketika

maha-siswa mulai mempertimbangkan pendapatan orang tua, atau

bentuk partisipasi dari orang tua mahasiswa dalam memilih

program studi. Mahasiswa memilih program studi berkaitan

(40)

a) Memilih program studi karena sesuai dengan

penghasi-lan orang tua/keluarga.

b) Dukungan keluarga/orang tua untuk sepenuhnya

mem-biayai pendidikan anaknya.

3) Memilih jurusan Bimbingan dan Konseling dengan tujuan

tertentu. Mahasiswa memilih program studi Bimbingan dan

Konseling mengharapkan sesuatu, misalnya demi

mendapatkan beasiswa yang di tawarkan oleh program

studi, mahasiwa ingin mengembangkan diri dan merasa

puas ketika sudah memilih program studi yang menjadi

tujuannya. Sehingga tujuan yang dipilih oleh mahasiswa

sangat memengaruhi daya tahan dalam menjalani

perkulia-han.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa

individu yang telah memiliki motivasi dalam pemilihan program

studi lebih mampu dan siap dan yakin untuk menjalani perkuliahan.

Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang seimbang akan

membantu individu untuk berkembang menjadi lebih optimal.

B. Hakikat Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling

1. Pengertian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling

Mahasiswa dapat didefenisikan sebagai individu yang sedang

(41)

swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi.

Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi,

kecerdasan dalam berfikir dan berencana dalam bertindak. Berpikir

kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang

cenderung melekat dalam diri setiap mahasiswa, yang merupakan

prinsip yang saling melengkapi. Dwi Siswoyo (2007), Mahasiswa

adalah manusia yang tercipta untuk selalu berfikir yang saling

melengkapi. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan

tinggi, baik universistas, institut atau akademik karena mereka yang

terdaftar sebagai murid diperguruan tinggi.

Karakteristik mahasiswa secara umum yaitu cenderung

meman-tapkan dan berfikir dengan matang terhadap sesuatu yang akan

di-raihnya, sehingga mereka memiliki pandangan yang realistik

ten-tang dirinya sendiri dan lingkungannya. Selain itu para mahasiswa

cenderung lebih dekat dengan teman sebaya untuk saling bertukar

pikiran dan saling memberikan dukungan, karena sebagian

maha-siswa berada jauh dari orang tua maupun keluarga. Mereka akan

memperdalam keahlian dibidangnya masing-masing untuk

mem-persiapkan diri menghadapi dunia kerja yang membutuhkan mental

tinggi.

Hasil rekapitulasi data mahasiswa baru tahun akademik

2013/2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas

Sanata Dharma menunjukkan bahwa ada berbagai macam

(42)

mendaftar di Program studi Bimbingan dan Konseling dengan

ge-lombang terakhir terdapat 40%, memilih program studi dengan

jalur beasiswa terdapat 50%, dan memilih program studi

Bimb-ingan dan Konseling pada pilihan pertama 10%. Banyak pula

ma-hasiswa yang datang dari luar pulau jawa berdasarkan data ada

45% dari berbagai pulau di Indonesia, termasuk Sumatra,

Kaliman-tan, Sulawesi, Papua, Timur-timur, dan lain-lain. Selain itu

maha-siswa baru prodi Bimbingan dan Konseling dengan kondisi

keluar-ga yang memiliki latar belakang pendidikan orang tua dari

perguruan tinggi adalah 18% sehingga tidak banyak orang tua

ma-hasiswa baru yang mempunyai pendapatan < Rp 2000.000,-.

2. Program Studi Bimbingan dan Konseling

Ada beberapa defenisi Bimbingan dan Konseling. Menurut

Justika (1979) bimbingan merupakan pemberian bantuan secara

umum kepada mahasiswa, dalam memilih cara pemecahan masalah

yang dihadapi dengan bijaksana, sesuai dengan potensi dan

kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri terhadap

tuntutan-tuntutan hidup, baik yang berasal dari keluarga, perguruan

tinggi maupun masyarakat tempat dia berada agar dapat mencapai

prestasi akademis yang optimal. Model bimbingan yang sedang

berkembang yaitu bimbingan perkembangan, Mortensen &

Schmuller (Juntika, 2006). Konseling merupakan teknik atau

(43)

mahasiswa. Menurut Shertzer & Stone (Juntika, 2006) konseling

merupakan upaya membantu individu melalui proses interaksi yang

bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu

memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan

dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.

C. Konsep Dasar Usulan Topik-topik Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan

Prayitno dan Amti (1999), mengungkapkan bahwa bimbingan

merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang

ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak,

remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat

mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dan

mandiri. Beberapa pengertian bimbingan menurut para ahli, antara

lain:

Rochman Natawidjaja (dalam Winkel, 2006) mendefinisikan

bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu yang

dilakukan secara berkesinambungan, dengan tujuan agar individu

yang bersangkutan dapat memahami dirinya. Apabila individu

ber-hasil memahami dirinya, maka individu yang bersangkutan akan

sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai

dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan

demikian, individu dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupnya

(44)

Kartadi-nata dkk (2002), bimbingan merupakan proses membantu individu

untuk mencapai perkembangan yang optimal.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, peneliti

menyimpulkan bahwa bimbingan merupakan proses pemeberian

bantuan kepada individu dalam mengembangkan diri agar dapat

menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam masyarakat.

2. Bimbingan Pemeliharaan dan Pengembangan Motivasi Belajar di Program Studi Bimbingan dan Konseling

Usaha dalam memelihara dan mengembangkan motivasi

pemilihan program studi melalui bimbingan dari ahli sangat

dibu-tuhkan oleh individu, khususnya mahasiswa baru program studi

Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Bimbingan yang diberikan melalui beberapa tahap untuk tetap

menjaga motivasi yang sudah dimiliki oleh mahasiswa. Program

bimbingan yang terfokus pada bimbingan pemeliharaan dan

pengembangan motivasi memilih program studi diharapkan mampu

membantu individu dalam meningkatkan motivasi yang sudah

di-milikinya. Usulan Program pengembangan dan pemeliharaan dapat

membantu mahasiswa baru untuk yakin dan optimis dalam

men-jalankan perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Pilihan mahasiswa baru di Prodi Bimbingan dan Konseling

(45)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, subjek

penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data.

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan

menggunakan metode survei. Penelitian deskriptif adalah statistik yang

digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau

menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa

bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau

gener-alisasi (2009). Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi

ten-tang alasan memilih program studi mahasiswa semester satu Program

Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

Yogyakar-ta Tahun Akademik 2013/2014.

B. Subjek penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester

satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata

Dhar-ma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. Peneliti menggunakan

Nomor Induk Mahasiswa Baru (NIM) genap prodi Bimbingan dan

Kon-seling untuk uji coba. Sementara untuk penelitian sesungguhnya,

peneli-ti menggunakan subyek kesuluruhan mahasiswa baru program studi

(46)

Ma-hasiswa dengan NIM ganjil (subyek uji coba) digunakan karena

karak-teristik mahasiswa baru yang jelas memiliki kesamaan. Rincian populasi

disajikan dalam Tabel 1 di bawah ini .

Tabel 1.

Mahasiswa Semester Satu

C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Kuisioner

Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling

Maha-siswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata

Dhar-ma Yogyakarta. Peneliti menggunakan kuesioner tertutup.

Kuesioner tertutup berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai

dengan pilihan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut

(Furchan, 2005). Kuesioner yang disusun oleh peneliti memuat

aspek-aspek motivasi memilih program studi menurut Bimo

walgi-to (1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian mahasiswa

diperguruan tinggi yaitu berdasarkan motivasi intrinsik dan

motiva-si ekstrinmotiva-sik. Motivamotiva-si intrinmotiva-sik yaitu menetapkan tujuan atau goal,

kesadaran memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Motivasi

ekstrinsik yaitu kondisi lingkungan masyarakat, kondisi

sosial-Mahasiswa Baru Jumlah

Kelas A 40 orang

Kelas B 36 orang

(47)

ekonomi keluarga, dan memilih program studi dengan tujuan

ter-tentu.

2. Format Pernyataan Skala

Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert

da-lam bentuk angket. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat dan persepsi sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Pada Skala Likert variabel akan dijadikan sebagai dasar untuk

me-nyusun item-item instrumen berupa pertanyaan atau pernyataan

(Sugiyono, 2011). Pertanyaan dalam skala memuat item-item

pern-yataan yang bersifat positif (favorable)dan yang bersifat negatif

(unfavorable).

Skala ini dilengkapi dengan empat perintah jawaban. Jawaban

setiap item dalam penelitian ini, menggunakan Skala Likert yang

mempunyai empat pilihan jawaban yaitu: sangat setuju, setuju,

ku-rang setuju dan tidak setuju. Pada skala ini alternatif jawaban netral

tidak disertakan, untuk mengurangi kecenderungan responden

da-lam memberikan jawaban yang netral dan untuk mengingkatkan

variabilitas responsi, Azwar (2011).

3. Penenentuan Skor

Penentuan skor dalam pengolahan data yang dihasilkan

instru-men ini adalah: “sangat setuju”= 4; “setuju”= 3; “tidak setuju”= 2;

”sangat tidak setuju”= 1 untuk untuk pertanyaan positif (Favorable

Item) dan sebaliknya untuk pernyataan negatif (Unfavorable Item).

(48)

se-luruh item yang tersedia dan dijadikan sebagai data olahan untuk

analisis penelitian ini.

4. Kisi-kisi kuesioner

Kisi-kisi kuesioner berdasarkan aspek-aspek motivasi memilih

program studi Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa baru

ta-hun akademik 2013/2014. Kisi-kisi kuesioner yang diuji coba dapat

dilihat pada tabel 2 dibawah ini.

Tabel 2

Kisi-Kisi Kuesioner Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan Dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

NO ASPEK INDIKATOR NO ITEM JUMLAH

Merasa memiliki keahlian

yang sesuai. 4,8, 1,10

2 Kesadaran un-tuk memahami diri

Memiliki minat 5,15,16, 7,13,14 10

Memiliki bakat 11,12 17,18

3 Nilai-nilai yang dipegang

Rasa ingin tahu 19,21,24, 20,22,23 14 Mempertimbangkan

keuntungan dan kerugian

28,26, 27,30

Bertanggung jawab atas pilihan Persepsi terhadap program

studi yang dipilih 39,40, 35,38 5 Komunikasi

terhadap orang tua

Kesiapan teradap biaya perkuliahan

43,44, 41,42 8

Hubungan antara orang tua

dan anak 45,47, 46,48

6 Memilih program studi dengan tujuan tertentu

Untuk mendapatkan beasiswa 51,54 52,53 12

Peraturan akademik yang mendukung di Prodi

49,50, 55,57

Rasa kepuasan telah memilih

(49)

D. Uji Coba Alat 1. Validitas

Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi

(content validity). Validitas isi adalah validitas yang

mempertan-yakan bagaimana kesesuaian antara instrumen dengan instrumen

dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyono,

2009). Suatu tes atau instrument pengukur dikatakan mempunyai

validitas yang tinggi apabila alat yang bersangkutan menjalankan

fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan

maksud pengukuran. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar

mampu mengungkapkan data yang tepat akan tetapi juga harus

memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut

(Azwar, 2003). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini

ada-lah validitas isi.

Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada

per-timbangan yang dilakukan oleh ahli (expert judgment). Expert

judgment digunakan untuk menelaah setiap butir item pernyataan

yang dibuat tepat dengan aspek tujuan, bahan/ deskripsi bahan,

in-dikator dan jumlah pertanyaan perinin-dikator, sehingga dapat

dinya-takan baik (Nurgiyantoro, 2009). Ahli yang memeriksa isi dari

kuesioner ini adalah dosen pembimbing yaitu Ag. Krisna Indah

Marheni, S. Pd., M.A dan ibu A. Setyandari. S.Pd.,S.Psi,P.si.,MA.

Pemeriksaan ini juga bertujuan agar setiap item pernyataan yang

(50)

dibuat secara logis tepat/sesuai dengan konsruk kisi-kisinya

(Nurgiyantoro, 2009).

Setelah melakukan uji ahli, kuisioner kemudian

diujico-bakan pada sebagian mahasiswa baru dengan Nomor Induk

Maha-siswa Genap. Peneliti selanjutnya menggunakan bantuan program

komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for

Window untuk pemeriksaan nilai validitas. Perhitungan statistika

yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor

item terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi

Pearson Product Moment(Masidjo, 1995). Menguji tingkat

validi-tas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) dapat mengunakan rumus koefisien korelasi product moment

(Suraprana-ta, 2004:65) sebagai berikut:

    ∑ ∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑ ²

Keterangan:

r = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir- butir

= skor sub total kuesioner/ nilai setiap butir

= skor total butir-butir kuesioner/ nilai dari jumlah butir

= jumlah Subyek

XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y

Selanjutnya, standar validitas yang digunakan berdasarkan

perhitungan Nurgiyantoro (2009) yang menjelaskan bahwa

item-item uji coba dapat dinyatakan valid jika koefisien korelasi (r) yang

(51)

taraf signifikan 5% atau 1%. Peneliti menggunakan perhitungan

tersebut didasarkan pada asumsi dari Azwar (2011) yaitu

perhi-tungan koefisien bersifat relatif yang artinya tidak ada batasan

uni-versal yang harus dipenuhi agar suatu skala psikologis dikatakan

valid.

Perhitung validitas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) dengan jumlah subjek 29, maka koefisien korelasi yang digunakan

adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). Jadi, apabila koefisien korelasi

butir instrumen sama dengan 0,279 atau lebih dari 0,279 (paling

kecil 0,279), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid.

Na-mun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,279, maka

butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Jumlah item-item

yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3

Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid

NO ASPEK Nomor Item Yang

Valid

Nomor Item Tid-ak Valid

1 Menetapkan tujuan/ goal yang akan di-capai

2,4,6, 8,9, 1,3,10

2 Kesadaran untuk memahami diri 5,7,11,12,13,14,15, 16,17,18

-

3 Nilai-nilai yang dipegang 19,20,21,22,24,25, 26,27,28,29,30,33

23

4 Kondisi lingkungan masyarakat 31,34,35,36,37,39, 40

31,38,

5 Kondisi sosial-ekonomi keluarga 41 ,47,48 42,43,44,45,46 6 Memilih jurusan Bimbingan dan

Kon-seling dengan tujuan tertentu

49,50 ,54,55,56,57,58,59,

60

51,52,53

(52)

Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 60 item, terdapat 46

item atau 77% item yang valid dan 14 item atau 23% item yang

tidak valid. Peneliti memperkirakan bahwa, item-item yang tidak

valid disebabkan oleh: pertama, kata-kata dalam kalimat yang

ku-rang jelas sehingga kuku-rang bisa dimengerti oleh peserta didik.

Kedua, ada penafsiran ganda pada kata-kata. Ketiga, item belum

mengacu pada indikator perilaku.

2. Reliabilitas kuisioner

Reabilitas menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen

dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsesten dari waktu

kewaktu. Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen

pengukuran adalah konsisten dan keajegan atau tidak

berubah-ubah. (Nugiyantoro, 2009).

Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan

pen-dekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Penggunaaan teknik ana-lisis Alpha Cronbach ini didasarkan atas pertimbangan

penghi-tungan reliabilitas skala diperoleh lewat penyajian suatu bentuk

skala yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok

respond-en saja pada sekelompok respondrespond-en atau single trial administration

(Azwar, 2011). Rumus koefisien reliabilitas alpha adalah:

α = 2[1- S 2 ]

2 S + 2 S

(53)

keterangan rumus:

S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2

Sx2 : varians skor skala

Berdasarkan hasil data uji coba yang telah dihitung melalui

program komputer Stastistical Product and Service Solutions

(SPSS)16.0 for Window, hasil data penelitian secara teoritik kepada

mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik

2013/2014 (kelas A dan B) dengan jumlah subjek (N) 74mahasiswa

baru, diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas Alpha

Cronbach(α) yaitu 0,88. Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995).

Tabel 4 Kriteria Guilford

Berdasarkan perhitungan diatas disimpulkan bahwa koefisien

reliabilitas koesioner termasuk kualifikasi tinggi. Setelah dilakukan

uji validitas dan reliabilitas, diperoleh item-item yang digunakan

dalam penelitian tentang deskripsi motivasi memilih program studi

dilihat pada tabel 5 dihalaman berikutnya.

No Koefisien Korelasi Kualifikasi

1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi

2 0,71 – 0,90 Tinggi

3 0,41 – 0,70 Cukup

4 0,21 – 0,40 Rendah

(54)

Tabel 5

Kuisioner Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik Universitas Sanata Dharma

NO ASPEK INDIKATOR NO ITEM

Merasa memiliki keahlian yang sesuai

2,3

1,10 2 Kesadaran

un-tuk memahami diri

Memiliki minat 12,23,28 6,15,30

Memiliki bakat 7,21 9,17

3 Nilai-nilai yang dipegang

Rasa ingin tahu 8,22,29 18,57

Mempertimbangkan keuntungan

dan kerugian 24,31 36,40

Bertanggung jawab atas pilihan 25,48 50

4 Kondisi lingkungan masyarakat

Pengaruh teman sebaya 13,32 14,33

Persepsi terhadap program studi

yang dipilih 48,54

51,53

5 Komunikasi terhadap orang tua

Kesiapan terhadap biaya perkuliahan

20,42 27,35

Hubungan antara orang tua dan

anak 34,44 45,58

6 Memilih dengan tujuan tertentu

Untuk beasiswa 19,39 26,38

Jurusan sudah sesuai dengan

karakter diri 41,47 37,46

(55)

E. Prosedur Pengumpulan data

Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh dalam pengumpulan

data:

1. Persiapan dan pelakasanaan.

a. Mempelajari buku-buku tentang motivasi, memilih program

studi perguruan tinggi, dan mahasiswa.

b. Menyusun kuisioner tentang deskripsi motivasi memilih

pro-gram studi Bimbingan dan Konseling dengan mengkuti

be-berapa bebe-berapa langkah, yaitu:

1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian,

yai-tu motivasi memilih program Bimbingan dan Konseling

studi mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014

Uni-versitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2) Menjabarkan variabel penelitian ke dalam aspek-aspek

dan indikator-indikatornya.

3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan aspek

dan indikator yang sudah dibuat.

4) Melakukan expert judgment alat penelitian kepada para

ahli seperti dosen Psikologi dan dosen Sastra Indonesia.

5) Menghubungi dan bertemu dengan Kaprodi Bimbingan

dan Konseling untuk meminta ijin mengadakan uji alat

(56)

6) Melaksanakan uji coba penelitian dengan mahasiswa

Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014

dengan NIM genap.

7) Pengumpulan data pengolahan data uji empirik terdahap

validitas dan reliabilitas kuesioner uji coba.

8) Merevisi item kuesioner dan mengkonsultasikan kepada

dosen pembimbing. Melaksanakan penelitian tentang

skripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan

Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014

kelas A dan B.

2. Pengumpulan Data

Kuisioner yang telah diujicobakan dan direvisi kemudian

di-pergunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan

data dilaksanakan pada mahasiswa baru tahun akademik 2013

program studi Bimbingan dan Konseling. Jumlah mahasiwa baru

Bimbingan dan Konseling 76 mahasiswa. Namun pada saat

penelitian ada 2 mahasiswa tidak hadir. Penyebaran dan

pengawasan dilakukan oleh peneliti.

F. Teknik Analisis Data

Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis data,

yaitu:

1. Memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Norma

(57)

“tidak setuju”= 2; ”sangat tidak setuju”= 1 untuk pernyataan

negatif adalah sebaliknya “sangat setuju”= 1; “setuju”= 2; “tidak

setuju”= 3; ”sangat tidak setuju”= 4.

2. Mentabulasi data, menghitung skor total masing-masing

re-sponden maupun item kuisioner dan skor rata-rata butir.

3. Mengkategorisasikan subyek dan item penelitian tentang

deskripsi tingkat motivasi memilih program studi.

a. Kategorisasi subjek penelitian

Norma kategorisasi subyek penelitian yang digunakan

berpe-doman pada norma kategorisasi Azwar (2011) dengan lima

diagnosis yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan

sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat

dilihat pada tabel 6 dibawah ini.

Tabel 6

Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian

Keterangan:

X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitiandalam skala.

FORMULA KRITERIA KATEGORI

µ+2σ< X Sangat Tinggi

µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ Tinggi

µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ Sedang

µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ Rendah

(58)

X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala.

σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6

satuan deviasi sebaran.

µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

Selanjutnya, data setiap subjek penelitian

dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke

dalam kategori diatas , sehingga dalam kategori dapat

dihitung jumlah dan persentasinya dalam kategori deskripsi

tingkat motivasi memilih program studi.

b. Kategorisasi skor tiap item dalam skala

Kategorisasi skor item dilakukan dengan tujuan

me-meriksa item pada skala yang dijadikan dasar penyusunan

topik-topik bimbingan. Kategorisasi skor item pada skala

berdasarkan distribusi normal dengan kontinum jenjang yang

berpedoman pada Azwar (2011: 107-108) yaitu meliputi

kat-egori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, rendah dan sangat

rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat dilihat

(59)

Tabel 7

Kategorisasi dan Skor Item Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan dan konseling

Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas sanata dharma Yogyakarta.

Keterangan

X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek peneliti- an dalam skala.

X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek peneliti- an dalam skala.

σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan

deviasi sebaran.

µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan mini- mum.

Kategorisasi tingkat terendah skor item-item deskripsi

motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling secara

keseluruhan diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut: jumlah

subjek 74; X maksimum 143×4= 296; X minimum 74×1= 74.

Selanjutnya, satuan deviasi σ (standar deviasi): 222 : 6 = 37, luas

FORMULA KRITERIA RENTANGAN SKOR

KATE-GORISASI

RENTANGAN SKORSKOR

ITEM

KATEGORI

µ+2σ< X >203 >259 Sangat baik

µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ 174< X <202 222< X ≤ 258 baik

µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ 116 < X <173 148 < X ≤ 221 Cukup baik µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ 87< X <115 111< X ≤147 Kurang baik

X ≤µ - 2σ <86 ≤110 Sangat

(60)

jarak sebenarnya 296-74= 222 dan µ (mean teoritik): (296+74)/ 2=

185. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat kategori skala.

Selanjutnya, data skor total item dikelompokkan kedalam

kategori di atas. Item-item yang memiliki skor dalam kategori cukup

baik, kurang baik, atau sangat kurang baik akan dikembangkan

(61)

BAB IV

HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK BIMBINGAN

Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan dari data hasil

penelitian yang telah dilakukan.

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Tingkat Motivasi memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi

memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru

program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta. Penelitian motivasi memilih program studi Bimbingan

dan Konseling ada lima kategori tingkat motivasi mahasiswa baru

da-lam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. Nilai

pen-capaian skor tingkat motivasi mahasiswa dalam memilih program

(62)
(63)

a. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan

dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014

ter-golong sangat kurang baik.

b. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan

dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014

ter-golong kurang baik.

c. Terdapat 21 mahasiswa (29%) termasuk dalam kategori

mo-tivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling

ter-golong cukup baik.

d. Terdapat 48 mahasiswa (65%) termasuk dalam kategori

mo-tivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling

ter-golong baik .

e. Terdapat 5 mahasiswa (7%) termasuk dalam kategori

moti-vasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling

ter-golong sangat baik.

Berdasarkan hasil tersebut peneliti menyimpulkan

bahwa motivasi memilih program studi Bimbingan dan

Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 secara

keseluruhan tergolong baik yaitu 65%. Hal ini juga terlihat

dari prestasi akademik dalam indeks prestasi kumulatif

(64)

2. Hasil skor tiap item Tingkat Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma.

Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan

menggunakan kriteria Azwar (2011) didapat skor-skor item yang

ma-suk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat

rendah. Item-item dengan skor yang berada dalam kategori sedang

hingga sangat rendah adalah item yang akan digunakan sebagai bahan

penyusun topik-topik bimbingan. Hasil pengkategorisasian item-item

skala dapat dilihat pada tabel 9.

Tabel 9

Penggolongan Skor Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta. FORMULA

KRITERIA

RENTANGAN SKOR

KATEGORI Frekuensi Persentase

µ+2σ< X >259 Sangat Baik 12 21%

µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ 222< X ≤ 258 Baik 30 52% µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ 148 < X ≤ 221 Cukup Baik 16 27% µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ 111< X ≤147 Kurang Baik 0 0

X ≤µ - 2σ ≤110 Sangat

Kurang Baik

0 0

Kategorisasi di atas digunakan untuk mengelompokkan tinggi

rendah motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling.

Perhitungan dalam norma kategorisasi disesuaikan dengan jumlah

item penelitian sebanyak 58 item. Nilai tertinggi untuk masing-masing

alternatif jawaban adalah 4 dan nilai terendahnya adalah 1, sehingga

(65)
(66)

item atau 27% yang berada pada skor cukup baik. Oleh karena itu,

dapat disimpulkan bahwa item yang terendah adalah item yang

termasuk dalam kategori sedang. Butir-butir tersebut dilihat pada tabel

12 dihalaman selanjutnya.

Tabel 10

Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tergolong Sedang

Aspek Indikator No.

Item

Saya memilih program studi bimbingan dan konseling karena lulusan keguruan lebh diperhatikan/dibutuhkan oleh pemerintah.

Saya terpaksa memilih prodi BK agar bisa mendaftar menjadi PNS.

Saya ingin menjadi guru Bimbingan dan Konseling yang hebat agar dikagumi oleh guru-guru yang lain.

Saya memilih jurusan Bk dipilihan terakhir.

Dengan belajar dijurusan BK saya dapat menyalurkan rasa empati terhadap orang lain.

Jurusan Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di Universitas.

Nilai-nilai

Rasa ingin tahu

Mempertimbang-kan pro dan kontra

29

57

36

Saya mencoba untuk mencari di internet tentang mata kuliah yang ada di BK

Bagi saya dengan membaca brosur sudah memenuhi keinginan saya kuliah di Prodi BK.

Prodi Bimbingan dan Konseling hanya keinginan sementara. orang tua dan anak

20

42

34

Saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling sesuai dengan penghasilan orang tua. Bagi saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling lebih ringan dibandingkan program studi yang lain

Saya yakin memilih program studi Bimbingan dan Konseling karena karena orang tua siap bekerja keras untuk membiayai kuliah.

Aspek Indikator No.

Item

Gambar

Tabel 1. Mahasiswa Semester Satu
Tabel 2 Kisi-Kisi Kuesioner Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi Bimb-
Tabel 3 Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid
Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 60 item, terdapat 46
+7

Referensi

Dokumen terkait