MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Tujuan yang jelas akan membuat semangat tetap berkobar (Anonymus)
Ketika semua pintu tertutup, ingatlah masih ada pintu ke atas (Zega)
Jesus Remember Me, When You Come into Your Kingdom
(
Taize)
“
Jangan takut terhadap apa yang engkau derita! ... Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkotakehidupan” (Wahyu 2:8-11)
Karyaku ini kupersembahkan kepada:
Kedua orang tuaku: Porman L. Gaol & Romsa Pane
Kakak & Adikkku: Marcelina, Paulina, dan Anna
Kekasihku Mario Posan Philemon Tobing
Yang senantiasa memberikan dukungan, doa dan semangat.
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus atas segala
rahmat yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat
me-nyelesaikan skiripsi ini dengan baik.
Skripsi ini ditulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat
un-tuk memperoleh gelar sarjana pendidikan dari Program Studi
Bimb-ingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata
Dharma.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan
ber-jalan dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah
men-dukung dan mendampingi penulis. Oleh karena itu, secara khusus
penulis mengucapkan terimakasih secara tulus kepada:
1. Tuhan YME karena kasih dan karunia dariNya mampu
me-nyelesaikan skripsi ini.
2. Dr. Gendon Barus, M.Si., Selaku Ketua Program Studi Bimbingan
dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Ag. Krisna Indah Marheni, S. Pd., M.A selaku dosen pembimbing
yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan hati telah
mem-berikan motivasi, meluangkan waktu untuk mendampingi penulis
selama proses penulisan skripsi.
4. A. Setyandari, S.Pd.,S.Psi., Psi., M.A, selaku wakaprodiBimbingan
memberi dukungan dan membantu kelancaran proses penyelesaian
skripsi ini.
5. Bapak dan Ibu dosen di program studi Bimbingan dan Konseling
yang telah mendampingi penulis selama perkuliahan dan
membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang telah
diberikan.
6. Mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta yang meluangkan waktu untuk mengisi
kuesioner ini dengan baik.
7. Kedua Orang Tuaku Bapak Porman Lumban Gaol dan Ibu Romsa
Pane yang selalu setia memberikan semangat, kasih sayang,
nasehat, dan doa kepada Penulis.
8. Saudara Kandungku, Kakak Marselina Lenni L. Gaol dan Paulina
L. Gaol, juga adikku Anna Lumban Gaol.
9. Teman-teman TIM Penelitian Bimbingan dan Konseling, Prisca
Anindya, Wina Carlina Br. Ginting, Yulianto Setiawan dan Eva
Cristy Br. Sitepu,.
10.Mario Posan Philemon Tobing yang setia mendengar pengalaman,
memberikan dukungan, dan semangat kepada penulis.
11.Rm. Pankrasius SSCC, Rm TarsiSSCC , Rm BoySSCC , Frater
Paulus Halek Bere SSCC, Fr Tino SSCC, dan Keluarga besar biara
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN MOTTO ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL……….. xvi
DAFTAR DIAGRAM……… xviii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Masalah Penelitian ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Definisi Operasional ... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi ... 10
1. Pengertian Motivasi Memilih Prodi ... 10
2. Faktor-faktor Pemicu Motivasi Memilih Prodi ... 17
3. Aspek-aspek Motivasi memilih Prodi ... 19
B. Hakikat Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling ... 25
C. Usulan Topik-topik Bimbingan... 28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 30
B. Subjek Penelitian ... 30
C. Instrumen Penelitian ... 31
1, Format Pernyataan……… 31
2. Penentuan Skor………. 31
3. Kisi-kisi Instrumen……… 33
D. Validitas dan Reliabilitas ... 34
1. Validitas……….. 34
2. Reliabilitas………... 38
E. Prosedur Pengumpulan Data ... 41
1. Persiapan dan Pelaksanaan………. . 41
F. Teknik Analisis Data……….. ... 42
BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN BELAJAR A. Hasil Penelitian ... 47
1. Deskripsi Motivasi memilih Prodi Bimbingan dan Konseling ... 47
2. Hail Skor Tiap Item Motivasi Memilih Program Studi .. 50
B. Pembahasan ... 54
C. Usulan Topik-topik Bimbingan yang Relevan Bagi Mahasiswa Baru prodi Bimbingan dan Konseling... 62
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 68
B. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 70
DAFTAR TABEL
Tabel 1: Jumlah Mahasiswa Baru………. ... 30 Tabel 2: Kisi-kisi Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi………… 33 Tabel 3: Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak ..………..36 Tabel 4: Kriteria Guilford. ……….. 38 Tabel 5 : Kuesioner Motivasi Memilih program Studi Bimbingan dan
Konseling...………... 39 Tabel 6 : Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian...………. 42 Tabel 7: Kategorisasi dan Skor item Motivasi Memilih Program Studi
Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta...44 Tabel 8: Persentase Kategorisasi Motivasi Memilih Program Studi
Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta ...………..47 Tabel 9 : Penggolongan Skor Item Kategorisasi Motivasi Memilih
Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ...…………49 Tabel 10 : Item-item Motivasi Memilih Program Studi
Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun
Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 52 Tabel 11 : Topik-topik Bimbingan Pengembangan dan Pemeliharaan
DAFTAR DIAGRAM
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Kuesioner Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akad-emok 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yog-yakarta………
72
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis akan memaparkan latar belakangmasalah,
perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
A. Latar Belakang Masalah
Di tengah perkembangan era teknologi yang terus berkembang,
pendidikan menjadi sarana yang sangat penting. Pendidikan merupakan
bagian dari proses kehidupan manusia dalam mengembangkan diri
untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya. Pertama kali
pendidikan didapatkan dari lingkungan keluarga, selanjutnya
lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap individu juga
dituntut untuk selalu meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya,
dengan harapan individu mampu memilih pendidikan yang sesuai
dengan potensi yang dimilikinya. Namun di sisi lain tidak semua
individu memiliki kemampuan dalam memahami potensinya, sehingga
individu pun sulit untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan
bidangnya.
Tuntutan untuk memilih melanjutkan pendidikan atau bekerja
setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga
dirasakan oleh siswa-siswi. Bagi siswa-siswi yang memutuskan untuk
melanjutkan ke perguruan tinggi sudah pasti akan menjadi
diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, menejemen waktu
perkuliahan yang baik, kemandirian belajar, dan kemampuan untuk
menggunakan fasilitas diperguruan tinggi. Bekal intelektual di
pendidikan sebelumnya akan sangat membantu mahasiswa baru untuk
semakin mampu menghadapi lingkungan baru.
Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta salah satu pilihan bagi siswa-siswi yang akan
melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Program studi Bimbingan
dan Konseling merupakan bidang ilmu yang berusaha membantu
indi-vidu semakin berkembang, tidak hanya dari aspek akademik tetapi
menyangkut aspek perkembangan pribadi dan sosial. Melalui visi
pro-gram studi Bimbingan dan Konseling untuk unggul dalam
mengem-bangkan ilmu, dan menghasilkan tenaga bimbingan dan konseling yang
profesional dan berkarakter tangguh dalam upaya mewujudkan
pen-didikan yang lebih bermartabat. Hal tersebut didukung oleh muatan
ku-rikulum yang memberikan 70% ilmu Bimbingan dan Konseling serta
psikologi terapan serta 30% pendidikan dan ilmu-ilmu lainnya.
Bimbingan dan Konseling menggunakan pembelajaran berfokus
pada eksperential learning, dengan suasana pembelajaran
mengedepankan cara-cara dialogis, demokratis, reflektif, penuh
penghargaan dan nilai-nilai humanis, pendampingan akademik melalui
berbagai kegiatan terencana, dan terus menerus mengembangkan ilmu
Bimbingan dan Konseling yang implikatif dalam meningkatkan kualitas
Tidak mengherankan program studi Bimbingan dan Konseling
salah satu dari tiga Universitas swasta di Indonesia yang dipercaya
pemerintah untuk mengadakan Program Profesi Guru BK/ Konselor
(PPPGBK/K) dan telah mencetak lebih dari 1.500 orang Guru
Bimb-ingan dan Konseling yang handal. Oleh karena itu kesempatan baik
bagi mahasiswa baru untuk dapat menggali potensi dan meningkatkan
pengetahuan di program studi Bimbingan dan Konseling.
Keputusan mahasiswa baru untuk mempelajari ilmu Bimbingan
dan Konseling dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Menurut Walgito
(1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian tujuan mahasiswa
di perguruan tinggi yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor
intrinsik yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri individu tanpa ada
paksaan dari luar, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu dorongan yang
tim-bul dari luar diri individu. Faktor intrinsik mencakup oleh beberapa
aspek misalnya menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai, kesadaran
untuk memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Begitu pula dengan
faktor ekstrinsik mencakup oleh beberapa aspek yaitu kondisi
ling-kungan masyarakat, komunikasi terhadap orang tua, memilih dengan
tujuan tertentu.
Salah satu yang mempengaruhi mahasiswa untuk mencapai
keberhasilan di perguruan tinggi yaitu faktor motivasi intrinsik dan
faktor motivasi ekstrinsik. Faktor motivasi intrinsik misalnya,
maha-siswa menetapkan tujuannya dalam memilih program studi dengan
maha-siswa mengenal minat dan bakat yang dimiliki dalam memilih program
studi, dan mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dalam bentuk
keyakinan dalam memilih program studi, mempertimbangkan pro dan
kontra, serta bertanggung jawab atas pilihannya. Faktor motivasi
ekstrinsik misalnya adanya pengaruh dari teman sebaya untuk memberi
dukungan memilih prodi Bimbingan dan Konseling, atau dukungan
penuh dari orang tua mahasiswa, mahasiswa tertarik masuk program
studi Bimbingan dan Konseling karena tujuan tertentu melalui beasiswa
yang ditawarkan oleh program studi. Banyak pertimbangan yang harus
dihadapi oleh mahasiswa dalam melanjutkan studi.
Terdapat perbedaan pada motivasi mahasiswa baru dalam
mem-ilih program studi. Berdasarkan rekapitulasi biodata mahasiswa baru
program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
pada mahasiswa baru program studi Bimbingan dan Konseling tahun
ajaran 2013/2014 terdapat beberapa mahasiswa yang kurang interaktif
dalam mengikuti proses perkuliahan. Selain itu sekitar 40% mahasiswa
baru memilih program studi BK di gelombang terakhir. Berdasarkan
jurnal pendidikan Joseph, (2012) yang meneliti mahasiswa baru di
Pro-gram Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Atma Jaya terdapat
20% mahasiswa yang memilih prodi BK pada pihan terakhir.
Permasa-lahan yang sama juga dialami oleh mahasiswa tahun akademik
2009/2010 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata
Dharma mengalami hambatan dalam menyelesaikan studi, sehingga
hanya 45% dari rekapitulasi data sekretariat tentang kelulusan
siswa tahun akademik 2009.Dari data ini terlihat bahwa motivasi
maha-siswa baru memilih program studi Bimbingan dan Konseling
merupa-kan alasan utama gagal atau berhasilnya mahasiswa baru.
Mahasiswa baru yang yakin memilih program studi Bimbingan
dan Konseling mempunyai kesadaran di dalam dirinya. Hal tersebut
tampak ketika mahasiswa dihadapkan dengan tuntutan program studi,
dengan kesadaran ia memilih untuk bertanggung jawab atas pilihannya
dengan belajar dan berproses sampai berhasil. Mahasiswa baru juga
di-harapkan untuk siap menghadapi semua tantangan dan hambatan
sela-ma menjalankan studi di perguruan tinggi.
Menurut Stoltz (2000), kemampuan individu untuk menghadapi
kesulitan adalah salah satu kekuatan yang ada didalam diri individu
sendiri. Apabila individu mampu bertahan menghadapi kesulitan dan
memiliki kemampuan untuk mengatasinya, maka individu tersebut akan
mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Sehingga kekuatan motivasi
yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa
dalam menghadapi berbagai tuntutan di lingkungan yang baru.
Mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi atau motivasi
ren-dah dalam memilih program studi tentu memiliki hasil yang berbeda.
Ketika mahasiswa mempunyai motivasi tinggi dalam menentukan
pro-gram studi perilakunya akan terus menerus berusaha untuk
meningkat-kan kemampuan dirinya, yangsecara otomatis ameningkat-kan mempengaruhi
untuk menghadapi berbagai kesulitan. Selain itu perilaku mahasiswa
yang memiliki motivasi rendah terlihat kurang berminat untuk
mengi-kuti proses perkuliahan sehingga hasil akademik otomatisakan
berdam-pak terhadap hasil Indeks Prestasi, dengan demikian dilingkungan
so-sial akan cenderung merasa bosan dan mengalihkan masalah dengan
kesenangan pribadi saja, Spilane, dkk (1887).
Berdasarkan pernyataan tersebut dijelaskan bahwa setiap
maha-siswa baru pasti memiliki motivasi, termasuk dalam memilih program
studi. Motivasi memilih program studi pada mahasiswa baru
berbeda-beda. Ada kecenderungan memiliki motivasi ekstrinsik maupun
in-trinsik. Kedua motivasi tersebut pasti menjadi kekuatan bagi mahasiswa
dalam menyelesaikan perkuliahan di program studi yang dipilihnya.
Dari pernyataan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti Deskripsi
Mo-tivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa
Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma
Yogya-karta dan Implikasinya Terhadap Usulan topik-topik Bimbingan.
B. Perumusan Masalah
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan berikut:
1. Seberapa baik tingkat motivasi pemilihan program studi
Bimb-ingan dan Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014
USD?
2. Berdasarkan hasil analisis uji butir motivasi memilih program studi
2013/2014 USD dalam butir mana yang terindikasi rendah,
topik-topik bimbingan apa sajakah yang dapat membangun motivasi
mahasiswa baru?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mendeskripsikan tingkat motivasi pilihan studi mahasiswa baru
ta-hun akademik 2013/2014 USD untuk belajar di program studi
Bimbingan dan Konseling.
2. Berdasarkan item yang terindikasi rendah membuat usulan
topik-topik bimbingan mengenai motivasi pilihan program studi
maha-siswa baru tahun akademik 2013/2014 USD yang teridentifikasi
rendah.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk
menambah wawasan dan pengembangan penelitian dalam bidang
pendidikan kajian keilmuan program studi Bimbingan dan Konseling
tentang tingkat motivasi mahasiswa baru dalam memilih program
studi Bimbingan dan Konseling.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
yang berguna dalam memberikan pendampingan kepada
maha-siswa mengenai motivasi memilih program studi Bimbingan dan
Konseling pada mahasiswa baru dengan tujuan agar mahasiswa
semakin memahami dan menyadari pilihan studi yang
ber-pengaruh pada proses studi mereka.
b. Bagi mahasiswa baru
Penelitian ini diharapkan dapat membantu perkembangan
maha-siswa agar berkembang secara optimal dengan menigkatkan
motivasi setelah memilih program studi di Bimbingan dan
Kon-seling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Defenisi Operasional
a. Motivasi memilih program studi merupakan dorongan yang
timbul baik dari dalam diri maupun luar diri mahasiswa baru
di-pengaruhi oleh faktor instrinsik yaitu 1) mempunyai rencana
yang jelas, 2) kesadaran diri dalam mengetahui minat dan bakat,
3) nilai-nilai yang dipegang melalui usaha untuk terus
mengem-bangkan diri dan faktor ekstrinsik yaitu 1) lingkungan sosial
yang mendukung mahasiswa baru untuk memilih program studi,
2) komunikasi yang baik dari keluarga untuk siap dan
ber-tanggung jawab membiayai perkuliahan, 2) adanya keinginan
lain seperti peluang untuk mendapat beasiswa yang secara
psikologis akan mengarahkan tujuan dan 3) memutuskan pilihan
b. Program Studi Bimbingan dan Konseling adalah proses
pemeberian bantuan kepada individu dalam mengembangkan
diri agar dapat menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini,penulis akan menyajikan hasil kajian pustaka
mengenai hakikat motivasi memilih program studi Bimbingan dan
Konseling, hakikat Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, dan Usulan
topik-topik bimbingan.
A. Hakikat Motivasi Memilih Program Studi
1. Pengertian Motivasi Memilih Program Studi
Slavin, (2011) mendefinisikan motivasi sebagai proses internal
yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan perilaku dari
waktu kewaktu. McDonal (dalam Hamalik, 2005) mengartikan
mo-tivasi sebagai perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang
ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai
tujuan. Menurut Stipek (Slavin, 2011) motivasi melakukan sesuatu
dapat terjadi dalam banyak cara. Motivasi juga merupakan
karak-teristik kepribadian, orang bisa mempunyai minat yang stabil untuk
berpartisipasi dalam kategori kegiatan yang luas seperti pendidikan,
olahraga, atau kegiatan sosial.
Handoko (1992), motivasi sebagai suatu tenaga atau faktor
yang terdapat di dalam diri manusia yang menimbulkan,
mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Sebuah
mo-tivasi bukan merupakan suatu kekuatan yang netral, atau kekuatan
yang kebalterhadap pengaruh faktor-faktor lain, misalnya:
lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya. Suatu motivasi
umumnya terdapat dua unsur pokok, yaitu unsur dorongan/
kebu-tuhan dan unsur tujuan.
Purwanto (Uno, 2007) mengatakan bahwa ada 4 fungsi
motiva-si yaitu:
a. Sebagai penggerak tujuan, maksudnya motivasi dapat
mem-berikan energi baru bagi seseorang untuk memulai tindakan
yang berkaitan dengan tujuan yang diharapkannya.
b. Menentukan perbuatan ke arah pencapaian suatu tujuan dan
cita-cita, maksudnya motivasi akan membantu individu untuk
menentukan arah perilaku yang sesuai untuk mencapai pilihan
dan tujuan yang diharapkannya.
c. Mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk
mencapai tujuan, maksudnya individu sudah siap dan sadar
ten-tang tanten-tangan yang akan dihadapi oleh individu ketika memilih
program studi yang di tawarkan.
d. Menyeleksi perbuatan diri, dengan menentukan tindakan mana
yang tepat untuk dilakukan.
Handoko, (1992) menjelaskan bahwa motivasi dalam diri
seseorang dapat menjadi kekuatan. Kekuatan tersebut terlihat
misalnya, ketika seseorang melakukan suatu perbuatan. Tampak
tingkah laku yang terjadi itu disebabkan oleh adanya kebutuhan
lang-sung melakukan perbuatan, ingin memuaskan kebutuhan yang
dirasakannya.
Kebutuhan seseorang dipengaruhi oleh suatu dorongan yang
menimbulkan kesiapan bagi seseorang untuk mencapai tujuan
(goal). Semua usaha yang dilakukan disebut sebagai tingkah laku
menuju tujuan. Tingkah laku sadar akan tujuan merupakan tingkah
laku yang selalu didorong oleh keingian demi tercapainya tujuan
yang berguna bagi kehidupannya. Oleh karena itu, tercapainya
se-buah tujuan dipengaruhi oleh besarnya kekuatan yang mendorong
seseorang melakukan perbuatan tertentu.
Aprilianto, (2008) Motivasi merupakan hal paling dasar yang
ditunjukkan oleh mahasiswa melalui komitmen untuk belajar.
Komitmen mahasiswa yang tinggi akan tampak ketika mahasiswa
giat untuk mempelajari pengetahuan terkait dengan perkuliahan,
sedangkan komitmen mahasiswa yang rendah tampak perilaku lain
selain belajar. Motivasi dalam memilih program studi tidak serta
merta menjadi perilaku, karena masih ada faktor penting yang
menentukan apakah motivasi yang dimiliki dapat menjadi perilaku.
Faktor penting itu adalah volution (kemauan untuk bertahan pada
komitmen yang telah dibuat).
Faktor kemauan bersifat dinamis, bisa tinggi atau rendah.
Dinamika yang terjadi dipengaruhi oleh adanya proses belajar,
yaitu menggunakan motivasi dengan kegiatan belajar, atau memilih
kegiatan lain (selain belajar).
Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari akan selalu
menghadapi masalah yang berbeda-beda. Selalu ada kesempatan
untuk mencoba menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya,
baik masalah yang ringan maupun masalah yang berat, masalah
se-derhana ataupun kompleks. Individu berlatih untuk berfikir mencari
jalan keluar dari masalah tersebut. Karena itu, untuk melatih cara
berfikir seseorang harus berani menghadapi masalahnya.
Walgito (1982) menjelaskan bahwa sumber masalah yang
merupakan sebab kesukaran mahasiswa baru dalam memilih
pro-gram studi secara garis besar yaitu:
a. Sebab yang bersumber dari diri sendiri
Mahasiswa merupakan kesatuan fisik dan psikologis,
maksud-nya komponen satu dengan yang lain saling berhubungan dan
mempengaruhi. Jika jasmani mengalami gangguan maka
psikisnya juga terganggu, demikian juga sebaliknya. Penjelasan
mengenai masalah fisik dan psikologis yang dapat menggangu
proses pendidikan misalnya:
1) Timbul masalah yangbersumber dari fisik, maksudnya
kondi-si fikondi-sik yang kurang sehat dapat menghambat tujuan
siswa dalam melanjutkan pendidikan. Kebanyakan
maha-siswa baru yang melanjutkan studi diperguruan tinggi
ja-janan dipinggir jalan atau kurang melihat kondisi kebersihan
tempat tersebut. Akibatnya dengan mudah dan cepat
maha-siswa terserang penyakit dan sulit mengerjakan tugasnya.
Sangat penting bagi mahasiswa agar selalu menjaga
jas-maninya. Hal tersebut didukung dengan aktivitas yang
terar-tur, mulai dengan berolahraga secara rutin dan berlanjut.
2) Sebab masalah yang timbul karena kondisi psikologis,
mak-sudnya keadaan psikologis yang kurang mendukung
mempengaruhi kesukaran mahasiswa dalam melanjutkan
studi. Hal-hal yang berkaitan dengan masalah psikologis
se-bagai berikut:
a) Faktor intelegensi merupakan faktor yang kadang-kadang
menjadi penghambat ketika melanjutkan studi. Bila taraf
intelegensi kurang mendukung maka sulitlah untuk
men-capai hasil yang memuaskan.
b) Minat merupakan salah satu sebab kesulitan mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang dari jurusan satu pindah ke
juru-san yang lainnya. Salah satu faktornya yaitu minat. Bila
mahasiswa tidak mempunyai minat terhadap yang
di-tuntutnya maka akan sulit baginya untuk meneruskan
studinya.
c) Emosi, mahasiswa mempunyai emosi yang kurang stabil.
Ketidakstabilan inilah yang kurang mendukung
berkaitan pula dengan konflik-konfliik yang dihadapi oleh
mahasiswa.
b. Sebab-sebab dari luar diri mahasiswa
Di samping faktor dari dalam diri mahasiswa, banyak pula
faktor dari luar diri mahasiswa yaitu:
1) Sebab yang berasal dari keluarga atau orang tua
Faktor keluarga/orang tua memegang peran yang cukup
penting menentukan berhasil atau tidaknya mahasiswa
menentukan tujuannya diperguruan tinggi. Keluarga/orang
tua merupakan tumpuan anak menumbuhkan pribadi dan
membentuk pribadinya. Ada beberapa faktor penting
beri-kut ini:
a) Orang tua, pribadi seorang mahasiswa terbentuk sejak
perkembangan dimulai. Pribadinya akan terbentuk
selama dia tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu,
tidak kecil pengaruh/peran orang tua dalam
mem-berikan sikap yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Secara tidak sadar anak akan anak membentuk diri atas
norma-norma yang diajarkan orang tuanya.
b) Hubungan orang tua dengan anak, kadang-kadang
hub-ungan orang tua dan anak kurang diperhatikan. Ketika
hubungan yang dijalin acuh tak acuh tanpa kasih
sa-yang, tanpa pengertian dari orang tua dan anak secara
itu, perlu dibina dengan baik hubungan antara orang tua
dengan anak.
c) Cara mendidik orang tua, orang tua yang memberikan
pendidikan kepada anaknya akan berpengaruh terhadap
perkembangan pribadi mahasiswa, termasuk pilihan
saat akan memutuskan studi lanjutan. Orang tua yang
kurang memperhatikan pendidikan pada umumnya
akan kurang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan
anaknya. Kebutuhan psikologis, fisik, maupun
sosial-nya. Ketika anak yang mempunyai kemampuan
intele-gensi yang cukup tinggi, tetapi kurang diperhatikan
oleh orang tua bisa saja anak tersebut terhambat proses
pendidikannya dan mengalami kesukaran yang lain.
d) Keadaan ekonomi keluarga, tidak dapat dipungkiri
bahwa studi mahasiswa akan dipengaruhi oleh kondisi
ekonomi. Ketika ekonomi kurang mendukung, maka
mahasiswa terhambat pula melanjutkan pendidikan.
e) Suasana tepat tinggal, suasana yang ditemapati
maha-siswa mempengaruhi berhasilnya tujuan mahamaha-siswa.
Tidak sedikit mahasiswa akan tinggal di koast atau
asrama.
2) Keadaan Perguruan Tinggi
a) Fasilitas, kekurangan fasilitas diperguruan tinggi
maha-siswa. Kekurangan buku-buku, alat praktikum, dan
lain-lain.
b) Kurikulum, penting bagi mahasiswa untuk mengetahui
kurikulum yang dipakai oleh program studi yang
men-jadi pilihan. Kurikulum yang belum mantap dan
beru-bah-ubah sering kali menjadi penghambat mahasiswa
dalam menjalankan pendidikannya. Tentu diperhatikan
adanya peninjauan kurikulum yang terus berubah-ubah
agar mahasiswa dapat lebih siap dalam menjalankan
pendidikannya.
c) Peraturan-peraturan, yang dimiliki oleh setiap program
studi. Sama halnya dengan kurikulum ketika peraturan
juga dapat dengan mudah berubah maka mahasiswa
akan terhambat pula pendidikannya.
3) Kondisi sosial/masyarakat
Masyarakat dimana tempat mahasiswa berada akan
mempengaruhi keberhasilan tujuan mahasiswa. Banyak
tan-tangan yang dihadapi oleh mahasiswa baru
dilingkungann-ya. Besar pula pengaruh dari masyarakan atau teman sebaya
yang berada disekitarnya. Terkadang persepsi masyarakat
menjadi hambatan ketika mahasiswa hendak melanjutkan
studinya. Misalnya persepsi program studi tertentu tidak
Singkatnya ada banyak tantangan yang dihadapi
mahasiswa yang menyulitkan atau menghambat mahasiswa saat
akan menentukan pilihan dalam melanjutkan studi. Masalah
tersebut dapat muncul dari dalam diri maupun dari luar diri
mahasiswa. Mahasiswa yang memotivasi dirinyadapat melewati
tantangan hingga mampu menjalankan studinya dan berhasil
dengan baik.
2. Faktor-Faktor Pemicu Motivasi Memilih Program Studi
Menurut Spillane, dkk (1887), faktor-faktor penting yang
mempengaruhi motivasi memilih program studi yaitu:
a. Kebutuhan pribadi yaitu kesadaran mahasiswa untuk
melanjut-kan pendidimelanjut-kan keperguruan tinggi. Misalnya mahasiswa baru
tahu bahwa penting baginya untuk melanjutkan pendidikan dan
memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan dirinya.
b. Tujuan mahasiswa yaitu target yang akan dicapai oleh
maha-siswa baru. Mahamaha-siswa yang hendak memilih hendaknya perlu
memiliki tujuan yang jelas atau tidak coba-coba. Mahasiswa
perlu berfikir matang dan pasti untuk menjalankannya.
Misal-nya mahasiswa baru bertekad untuk fokus dalam menjalankan
perkuliahannya.
c. Mempunyai rencana yang matang berkaitan dengan kebutuhan
atau tujuan. Sebagai mahasiswa penting untuk memikirkan dan
yang telah dipersiapkan benar-benar tepat sasaran dan
ter-laksana. Misalnya selama menjalankan perkuliahan mahasiswa
baru mempersiapkan berbagai hal yang mendukung
keberhasi-lan perkuliahannya.
Motivasi yang bekerja dalam diri mahasiswa baru memiliki
kekuatan yang berbeda-beda. Menurut Spillane, dkk (1887)
Kekuatan relatif motif-motif yang sedang menguasai seseorang
umumnya dapat dilihat melalui :
1) Kuatnya kemauan untuk berbuat, tampak ketika mahasiwa
selalu ingin melakukan kegiatan yang mendukung
perkuli-ahan yang dipilih oleh mahasiswa.
2) Jumlah waktu yang disediakan lebih banyak dari pada
kegiatan yang kurang diminatinya. Mahasiswa
melu-angkan banyak waktu untuk hal-hal yang disukainya, tidak
merasa bosan atau jenuh mempelajari bidang ilmu
mengenai program studi yang dipilih oleh mahasiswa.
3) Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas yang lain
yang seharusnya juga akan dikerjakan. Tugas yang lain
bukan menjadi hambatan bagi dirinya untuk meneruskan
kegiatan/ keinginan yang berkaitan dengan program studi
yang dipilih mahasiswa.
4) Kerelaan untuk mengeluarkan biaya demi keinginan
biaya demi mendukung berjalannya program studi yang
dipilih hingga selesai perkuliahannya.
5) Ketekunan dalam mengerjakan tugas dan lain-lain.
Maha-siswa menggeluti tugas dengan senang hati tanpa ada
beban yang membuat dirinya merasa lelah.
Perbedaan motivasi tersebut membuat setiap orang akan
melakukan kebiasaan tersebut dengan berbeda, hal tersebut
sangat tampak ketika mahasiswa melakukan kegiatan yang
menjadi pilihannya.
3. Aspek-aspek motivasi memilih program studi
Handoko, (1992) salah satu penggolongan motivasi manusia
yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Pembagian
moti-vasi tersebut didasarkan oleh munculnya suatu tindakan. Tindakan
yang digerakkan dari luar diri individu disebut motivasi ekstrinsik.
Sedangkan tindakan yang digerakkan dari dalam diri individu
dise-but motivasi intrinsik. Menurut Jahja, (2011)Motivasi mempunyai
tiga aspek yaitu pertama, keadaan yang mendorongdiri seseorang
misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan lingkungan, atau
keadaan mental seperti berfikir dan ingatan. Kedua, perilaku yang
timbul dan terarah karena keadaan ini. Ketiga sasaran atau tujuan
Menurut Walgito (1982) dua aspek yang mempengaruhi
pen-capaian tujuan mahasiswa di perguruan tinggi yaitu aspek motivasi
intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
a. Motivasi intrinsik
Motivasi Intrinsik merupakan faktor internal dari dalam
maha-siswa tanpa ada paksaan atau pengaruh dari luar diri. Motivasi
intrinsik tersebut yaitu:
1) Menetapkan tujuan/ goal yang akan dicapai.
Memilih program studi Bimbingan dan Konseling
merupa-kan bentuk rencana mahasiswa baru dalam memahami
peluang kerja dan memiliki keahlian yang sesuai diprogram
studi yang dipilih. Mahasiswa yang memiliki tujuan dalam
memilih program studi misalnya:
a) Selalu optimis untuk menggeluti dunia pendidikan
khu-susnya menjadi guru Bimbingan dan Konseling.
b) Mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat
menerap-kan seluruh pengetahuan dan potensi yang dimilikinya
untuk peserta didik dan lingkungan sekitarnya.
2) Kesadaran untuk memahami diri.
Memilih program studi Bimbingan dan Konseling
merupa-kan salah satu hal yang sangatmendasar harus dimiliki oleh
mahasiswa baru karena dipengaruhi minat dan bakat yang
dimilikinya. Mahasiswa yang tertarik dengan program studi
a) Mulai tertarik dan senang membaca buku-buku
berkai-tan dengan program studi Bimbingan dan Konseling
yang dipilih.
b) Mempunyai rencana dan keinginan yang kuat untuk
dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.
c) Mempunyai kepercayaan diri setelah mengikuti
berbagai program Bimbingan dan Konseling melalui
pendidikan karakter.
d) Semakin meningkatkan potensi diri dan
mengem-bangkan kemampuan yang dimilikinya.
3) Nilai-nilai yang dipegang.
Memilih program studi Bimbingan dan Konseling menjadi
bentuk keyakinan mahasiswa baru melalui keinginannya
mandiri dalam mencari informasi, mempertimbangkan pro
dan kontra, serta tanggung jawab yang akan dijalani selama
kuliah di program studi yang dipilih. Mahasiswa yang
mempunyai nilai-nilai yang pegang yaitu:
a) Mencoba untuk mencari berbagai informasi tentang
Bimbingan dan Konseling.
b) Berpikir dengan matang ketika hendak memilih
pro-gram studi.
c) Bersedia untuk mengikuti segala peraturan selama
b. Motivasi ekstrinsik
Mahasiswa baru memilih program studi bimbingan dan
konsel-ing dipengaruhi oleh faktor motivasi ekstrinsik. Motivasi
ekstrinsik tersebut yaitu :
1) Kondisi lingkungan masyarakat yang mendukung.
Mahasiswa memilih program studi karena dipengaruhi oleh
lingkungan sosialnya. Mahasiswa baru memperoleh banyak
informasi mengenai program studi yang akan dipilih
me-lalui teman sebaya atau di lingkungan sosialnya. Kondisi
masyarakat yang mendukung, misalnya:
a) Teman akrab/sebaya yang memperhatikan ketika
maha-siswa baru menceritakan program studi yang dipilih.
b) Adanya kesan positif bahwa program studi Bimbingan
dan Konseling sangat dibutuhkan mengembangkan
pendidikan disekolah.
2) Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua.
Mahasiswa baru tidak lepas dari keluarga. Keluarga
meru-pakan orang terdekat dan tempat dirinya berkembang secara
optimal. Pengaruh kondisi itu dapat terjadi ketika
maha-siswa mulai mempertimbangkan pendapatan orang tua, atau
bentuk partisipasi dari orang tua mahasiswa dalam memilih
program studi. Mahasiswa memilih program studi berkaitan
a) Memilih program studi karena sesuai dengan
penghasi-lan orang tua/keluarga.
b) Dukungan keluarga/orang tua untuk sepenuhnya
mem-biayai pendidikan anaknya.
3) Memilih jurusan Bimbingan dan Konseling dengan tujuan
tertentu. Mahasiswa memilih program studi Bimbingan dan
Konseling mengharapkan sesuatu, misalnya demi
mendapatkan beasiswa yang di tawarkan oleh program
studi, mahasiwa ingin mengembangkan diri dan merasa
puas ketika sudah memilih program studi yang menjadi
tujuannya. Sehingga tujuan yang dipilih oleh mahasiswa
sangat memengaruhi daya tahan dalam menjalani
perkulia-han.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
individu yang telah memiliki motivasi dalam pemilihan program
studi lebih mampu dan siap dan yakin untuk menjalani perkuliahan.
Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik yang seimbang akan
membantu individu untuk berkembang menjadi lebih optimal.
B. Hakikat Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan dan Konseling
1. Pengertian Mahasiswa Bimbingan dan Konseling
Mahasiswa dapat didefenisikan sebagai individu yang sedang
swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi.
Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi,
kecerdasan dalam berfikir dan berencana dalam bertindak. Berpikir
kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang
cenderung melekat dalam diri setiap mahasiswa, yang merupakan
prinsip yang saling melengkapi. Dwi Siswoyo (2007), Mahasiswa
adalah manusia yang tercipta untuk selalu berfikir yang saling
melengkapi. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan
tinggi, baik universistas, institut atau akademik karena mereka yang
terdaftar sebagai murid diperguruan tinggi.
Karakteristik mahasiswa secara umum yaitu cenderung
meman-tapkan dan berfikir dengan matang terhadap sesuatu yang akan
di-raihnya, sehingga mereka memiliki pandangan yang realistik
ten-tang dirinya sendiri dan lingkungannya. Selain itu para mahasiswa
cenderung lebih dekat dengan teman sebaya untuk saling bertukar
pikiran dan saling memberikan dukungan, karena sebagian
maha-siswa berada jauh dari orang tua maupun keluarga. Mereka akan
memperdalam keahlian dibidangnya masing-masing untuk
mem-persiapkan diri menghadapi dunia kerja yang membutuhkan mental
tinggi.
Hasil rekapitulasi data mahasiswa baru tahun akademik
2013/2014 program studi Bimbingan dan Konseling Universitas
Sanata Dharma menunjukkan bahwa ada berbagai macam
mendaftar di Program studi Bimbingan dan Konseling dengan
ge-lombang terakhir terdapat 40%, memilih program studi dengan
jalur beasiswa terdapat 50%, dan memilih program studi
Bimb-ingan dan Konseling pada pilihan pertama 10%. Banyak pula
ma-hasiswa yang datang dari luar pulau jawa berdasarkan data ada
45% dari berbagai pulau di Indonesia, termasuk Sumatra,
Kaliman-tan, Sulawesi, Papua, Timur-timur, dan lain-lain. Selain itu
maha-siswa baru prodi Bimbingan dan Konseling dengan kondisi
keluar-ga yang memiliki latar belakang pendidikan orang tua dari
perguruan tinggi adalah 18% sehingga tidak banyak orang tua
ma-hasiswa baru yang mempunyai pendapatan < Rp 2000.000,-.
2. Program Studi Bimbingan dan Konseling
Ada beberapa defenisi Bimbingan dan Konseling. Menurut
Justika (1979) bimbingan merupakan pemberian bantuan secara
umum kepada mahasiswa, dalam memilih cara pemecahan masalah
yang dihadapi dengan bijaksana, sesuai dengan potensi dan
kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri terhadap
tuntutan-tuntutan hidup, baik yang berasal dari keluarga, perguruan
tinggi maupun masyarakat tempat dia berada agar dapat mencapai
prestasi akademis yang optimal. Model bimbingan yang sedang
berkembang yaitu bimbingan perkembangan, Mortensen &
Schmuller (Juntika, 2006). Konseling merupakan teknik atau
mahasiswa. Menurut Shertzer & Stone (Juntika, 2006) konseling
merupakan upaya membantu individu melalui proses interaksi yang
bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu
memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan
dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya.
C. Konsep Dasar Usulan Topik-topik Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan
Prayitno dan Amti (1999), mengungkapkan bahwa bimbingan
merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang
ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak,
remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat
mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dan
mandiri. Beberapa pengertian bimbingan menurut para ahli, antara
lain:
Rochman Natawidjaja (dalam Winkel, 2006) mendefinisikan
bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu yang
dilakukan secara berkesinambungan, dengan tujuan agar individu
yang bersangkutan dapat memahami dirinya. Apabila individu
ber-hasil memahami dirinya, maka individu yang bersangkutan akan
sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai
dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan
demikian, individu dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupnya
Kartadi-nata dkk (2002), bimbingan merupakan proses membantu individu
untuk mencapai perkembangan yang optimal.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, peneliti
menyimpulkan bahwa bimbingan merupakan proses pemeberian
bantuan kepada individu dalam mengembangkan diri agar dapat
menghadapi berbagai tuntutan yang ada dalam masyarakat.
2. Bimbingan Pemeliharaan dan Pengembangan Motivasi Belajar di Program Studi Bimbingan dan Konseling
Usaha dalam memelihara dan mengembangkan motivasi
pemilihan program studi melalui bimbingan dari ahli sangat
dibu-tuhkan oleh individu, khususnya mahasiswa baru program studi
Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Bimbingan yang diberikan melalui beberapa tahap untuk tetap
menjaga motivasi yang sudah dimiliki oleh mahasiswa. Program
bimbingan yang terfokus pada bimbingan pemeliharaan dan
pengembangan motivasi memilih program studi diharapkan mampu
membantu individu dalam meningkatkan motivasi yang sudah
di-milikinya. Usulan Program pengembangan dan pemeliharaan dapat
membantu mahasiswa baru untuk yakin dan optimis dalam
men-jalankan perkuliahan di Program Studi Bimbingan dan Konseling.
Pilihan mahasiswa baru di Prodi Bimbingan dan Konseling
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini dipaparkan jenis penelitian, subjek penelitian, subjek
penelitian, instrumen penelitian dan teknik analisis data.
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan
menggunakan metode survei. Penelitian deskriptif adalah statistik yang
digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
gener-alisasi (2009). Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi
ten-tang alasan memilih program studi mahasiswa semester satu Program
Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
Yogyakar-ta Tahun Akademik 2013/2014.
B. Subjek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester
satu Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata
Dhar-ma Yogyakarta Tahun Akademik 2013/2014. Peneliti menggunakan
Nomor Induk Mahasiswa Baru (NIM) genap prodi Bimbingan dan
Kon-seling untuk uji coba. Sementara untuk penelitian sesungguhnya,
peneli-ti menggunakan subyek kesuluruhan mahasiswa baru program studi
Ma-hasiswa dengan NIM ganjil (subyek uji coba) digunakan karena
karak-teristik mahasiswa baru yang jelas memiliki kesamaan. Rincian populasi
disajikan dalam Tabel 1 di bawah ini .
Tabel 1.
Mahasiswa Semester Satu
C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner
Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Kuisioner
Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling
Maha-siswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata
Dhar-ma Yogyakarta. Peneliti menggunakan kuesioner tertutup.
Kuesioner tertutup berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai
dengan pilihan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut
(Furchan, 2005). Kuesioner yang disusun oleh peneliti memuat
aspek-aspek motivasi memilih program studi menurut Bimo
walgi-to (1982) ada dua hal yang mempengaruhi pencapaian mahasiswa
diperguruan tinggi yaitu berdasarkan motivasi intrinsik dan
motiva-si ekstrinmotiva-sik. Motivamotiva-si intrinmotiva-sik yaitu menetapkan tujuan atau goal,
kesadaran memahami diri, nilai-nilai yang dipegang. Motivasi
ekstrinsik yaitu kondisi lingkungan masyarakat, kondisi
sosial-Mahasiswa Baru Jumlah
Kelas A 40 orang
Kelas B 36 orang
ekonomi keluarga, dan memilih program studi dengan tujuan
ter-tentu.
2. Format Pernyataan Skala
Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert
da-lam bentuk angket. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat dan persepsi sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Pada Skala Likert variabel akan dijadikan sebagai dasar untuk
me-nyusun item-item instrumen berupa pertanyaan atau pernyataan
(Sugiyono, 2011). Pertanyaan dalam skala memuat item-item
pern-yataan yang bersifat positif (favorable)dan yang bersifat negatif
(unfavorable).
Skala ini dilengkapi dengan empat perintah jawaban. Jawaban
setiap item dalam penelitian ini, menggunakan Skala Likert yang
mempunyai empat pilihan jawaban yaitu: sangat setuju, setuju,
ku-rang setuju dan tidak setuju. Pada skala ini alternatif jawaban netral
tidak disertakan, untuk mengurangi kecenderungan responden
da-lam memberikan jawaban yang netral dan untuk mengingkatkan
variabilitas responsi, Azwar (2011).
3. Penenentuan Skor
Penentuan skor dalam pengolahan data yang dihasilkan
instru-men ini adalah: “sangat setuju”= 4; “setuju”= 3; “tidak setuju”= 2;
”sangat tidak setuju”= 1 untuk untuk pertanyaan positif (Favorable
Item) dan sebaliknya untuk pernyataan negatif (Unfavorable Item).
se-luruh item yang tersedia dan dijadikan sebagai data olahan untuk
analisis penelitian ini.
4. Kisi-kisi kuesioner
Kisi-kisi kuesioner berdasarkan aspek-aspek motivasi memilih
program studi Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa baru
ta-hun akademik 2013/2014. Kisi-kisi kuesioner yang diuji coba dapat
dilihat pada tabel 2 dibawah ini.
Tabel 2
Kisi-Kisi Kuesioner Uji Coba Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan Dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
NO ASPEK INDIKATOR NO ITEM JUMLAH
Merasa memiliki keahlian
yang sesuai. 4,8, 1,10
2 Kesadaran un-tuk memahami diri
Memiliki minat 5,15,16, 7,13,14 10
Memiliki bakat 11,12 17,18
3 Nilai-nilai yang dipegang
Rasa ingin tahu 19,21,24, 20,22,23 14 Mempertimbangkan
keuntungan dan kerugian
28,26, 27,30
Bertanggung jawab atas pilihan Persepsi terhadap program
studi yang dipilih 39,40, 35,38 5 Komunikasi
terhadap orang tua
Kesiapan teradap biaya perkuliahan
43,44, 41,42 8
Hubungan antara orang tua
dan anak 45,47, 46,48
6 Memilih program studi dengan tujuan tertentu
Untuk mendapatkan beasiswa 51,54 52,53 12
Peraturan akademik yang mendukung di Prodi
49,50, 55,57
Rasa kepuasan telah memilih
D. Uji Coba Alat 1. Validitas
Validitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah validitas isi
(content validity). Validitas isi adalah validitas yang
mempertan-yakan bagaimana kesesuaian antara instrumen dengan instrumen
dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyono,
2009). Suatu tes atau instrument pengukur dikatakan mempunyai
validitas yang tinggi apabila alat yang bersangkutan menjalankan
fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan
maksud pengukuran. Suatu alat ukur yang valid, tidak sekedar
mampu mengungkapkan data yang tepat akan tetapi juga harus
memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut
(Azwar, 2003). Validitas yang digunakan dalam penelitian ini
ada-lah validitas isi.
Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada
per-timbangan yang dilakukan oleh ahli (expert judgment). Expert
judgment digunakan untuk menelaah setiap butir item pernyataan
yang dibuat tepat dengan aspek tujuan, bahan/ deskripsi bahan,
in-dikator dan jumlah pertanyaan perinin-dikator, sehingga dapat
dinya-takan baik (Nurgiyantoro, 2009). Ahli yang memeriksa isi dari
kuesioner ini adalah dosen pembimbing yaitu Ag. Krisna Indah
Marheni, S. Pd., M.A dan ibu A. Setyandari. S.Pd.,S.Psi,P.si.,MA.
Pemeriksaan ini juga bertujuan agar setiap item pernyataan yang
dibuat secara logis tepat/sesuai dengan konsruk kisi-kisinya
(Nurgiyantoro, 2009).
Setelah melakukan uji ahli, kuisioner kemudian
diujico-bakan pada sebagian mahasiswa baru dengan Nomor Induk
Maha-siswa Genap. Peneliti selanjutnya menggunakan bantuan program
komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for
Window untuk pemeriksaan nilai validitas. Perhitungan statistika
yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor
item terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi
Pearson Product Moment(Masidjo, 1995). Menguji tingkat
validi-tas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) dapat mengunakan rumus koefisien korelasi product moment
(Suraprana-ta, 2004:65) sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
∑ ∑ ∑ ∑ ²
Keterangan:
r = korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir- butir
= skor sub total kuesioner/ nilai setiap butir
= skor total butir-butir kuesioner/ nilai dari jumlah butir
= jumlah Subyek
XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y
Selanjutnya, standar validitas yang digunakan berdasarkan
perhitungan Nurgiyantoro (2009) yang menjelaskan bahwa
item-item uji coba dapat dinyatakan valid jika koefisien korelasi (r) yang
taraf signifikan 5% atau 1%. Peneliti menggunakan perhitungan
tersebut didasarkan pada asumsi dari Azwar (2011) yaitu
perhi-tungan koefisien bersifat relatif yang artinya tidak ada batasan
uni-versal yang harus dipenuhi agar suatu skala psikologis dikatakan
valid.
Perhitung validitas berdasarkan taraf signifikan (α = 5%) dengan jumlah subjek 29, maka koefisien korelasi yang digunakan
adalah 0,279 (Sugiyono, 2011). Jadi, apabila koefisien korelasi
butir instrumen sama dengan 0,279 atau lebih dari 0,279 (paling
kecil 0,279), maka butir instrumen tersebut dinyatakan valid.
Na-mun apabila koefisien butir instrumen kurang dari 0,279, maka
butir instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Jumlah item-item
yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3
Jumlah Item-item yang Valid dan Tidak Valid
NO ASPEK Nomor Item Yang
Valid
Nomor Item Tid-ak Valid
1 Menetapkan tujuan/ goal yang akan di-capai
2,4,6, 8,9, 1,3,10
2 Kesadaran untuk memahami diri 5,7,11,12,13,14,15, 16,17,18
-
3 Nilai-nilai yang dipegang 19,20,21,22,24,25, 26,27,28,29,30,33
23
4 Kondisi lingkungan masyarakat 31,34,35,36,37,39, 40
31,38,
5 Kondisi sosial-ekonomi keluarga 41 ,47,48 42,43,44,45,46 6 Memilih jurusan Bimbingan dan
Kon-seling dengan tujuan tertentu
49,50 ,54,55,56,57,58,59,
60
51,52,53
Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari 60 item, terdapat 46
item atau 77% item yang valid dan 14 item atau 23% item yang
tidak valid. Peneliti memperkirakan bahwa, item-item yang tidak
valid disebabkan oleh: pertama, kata-kata dalam kalimat yang
ku-rang jelas sehingga kuku-rang bisa dimengerti oleh peserta didik.
Kedua, ada penafsiran ganda pada kata-kata. Ketiga, item belum
mengacu pada indikator perilaku.
2. Reliabilitas kuisioner
Reabilitas menunjuk pada pengertian apakah sebuah instrumen
dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsesten dari waktu
kewaktu. Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen
pengukuran adalah konsisten dan keajegan atau tidak
berubah-ubah. (Nugiyantoro, 2009).
Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan
pen-dekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Penggunaaan teknik ana-lisis Alpha Cronbach ini didasarkan atas pertimbangan
penghi-tungan reliabilitas skala diperoleh lewat penyajian suatu bentuk
skala yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok
respond-en saja pada sekelompok respondrespond-en atau single trial administration
(Azwar, 2011). Rumus koefisien reliabilitas alpha adalah:
α = 2[1- S 2 ]
2 S + 2 S
keterangan rumus:
S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2
Sx2 : varians skor skala
Berdasarkan hasil data uji coba yang telah dihitung melalui
program komputer Stastistical Product and Service Solutions
(SPSS)16.0 for Window, hasil data penelitian secara teoritik kepada
mahasiswa semester satu Program Studi Bimbingan dan Konseling
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun Akademik
2013/2014 (kelas A dan B) dengan jumlah subjek (N) 74mahasiswa
baru, diperoleh perhitungan koefisien reliabilitas Alpha
Cronbach(α) yaitu 0,88. Hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford (Masidjo, 1995).
Tabel 4 Kriteria Guilford
Berdasarkan perhitungan diatas disimpulkan bahwa koefisien
reliabilitas koesioner termasuk kualifikasi tinggi. Setelah dilakukan
uji validitas dan reliabilitas, diperoleh item-item yang digunakan
dalam penelitian tentang deskripsi motivasi memilih program studi
dilihat pada tabel 5 dihalaman berikutnya.
No Koefisien Korelasi Kualifikasi
1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi
2 0,71 – 0,90 Tinggi
3 0,41 – 0,70 Cukup
4 0,21 – 0,40 Rendah
Tabel 5
Kuisioner Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik Universitas Sanata Dharma
NO ASPEK INDIKATOR NO ITEM
Merasa memiliki keahlian yang sesuai
2,3
1,10 2 Kesadaran
un-tuk memahami diri
Memiliki minat 12,23,28 6,15,30
Memiliki bakat 7,21 9,17
3 Nilai-nilai yang dipegang
Rasa ingin tahu 8,22,29 18,57
Mempertimbangkan keuntungan
dan kerugian 24,31 36,40
Bertanggung jawab atas pilihan 25,48 50
4 Kondisi lingkungan masyarakat
Pengaruh teman sebaya 13,32 14,33
Persepsi terhadap program studi
yang dipilih 48,54
51,53
5 Komunikasi terhadap orang tua
Kesiapan terhadap biaya perkuliahan
20,42 27,35
Hubungan antara orang tua dan
anak 34,44 45,58
6 Memilih dengan tujuan tertentu
Untuk beasiswa 19,39 26,38
Jurusan sudah sesuai dengan
karakter diri 41,47 37,46
E. Prosedur Pengumpulan data
Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh dalam pengumpulan
data:
1. Persiapan dan pelakasanaan.
a. Mempelajari buku-buku tentang motivasi, memilih program
studi perguruan tinggi, dan mahasiswa.
b. Menyusun kuisioner tentang deskripsi motivasi memilih
pro-gram studi Bimbingan dan Konseling dengan mengkuti
be-berapa bebe-berapa langkah, yaitu:
1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian,
yai-tu motivasi memilih program Bimbingan dan Konseling
studi mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014
Uni-versitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2) Menjabarkan variabel penelitian ke dalam aspek-aspek
dan indikator-indikatornya.
3) Menyusun item-item pernyataan sesuai dengan aspek
dan indikator yang sudah dibuat.
4) Melakukan expert judgment alat penelitian kepada para
ahli seperti dosen Psikologi dan dosen Sastra Indonesia.
5) Menghubungi dan bertemu dengan Kaprodi Bimbingan
dan Konseling untuk meminta ijin mengadakan uji alat
6) Melaksanakan uji coba penelitian dengan mahasiswa
Bimbingan dan Konseling tahun akademik 2013/2014
dengan NIM genap.
7) Pengumpulan data pengolahan data uji empirik terdahap
validitas dan reliabilitas kuesioner uji coba.
8) Merevisi item kuesioner dan mengkonsultasikan kepada
dosen pembimbing. Melaksanakan penelitian tentang
skripsi motivasi memilih program studi Bimbingan dan
Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014
kelas A dan B.
2. Pengumpulan Data
Kuisioner yang telah diujicobakan dan direvisi kemudian
di-pergunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan
data dilaksanakan pada mahasiswa baru tahun akademik 2013
program studi Bimbingan dan Konseling. Jumlah mahasiwa baru
Bimbingan dan Konseling 76 mahasiswa. Namun pada saat
penelitian ada 2 mahasiswa tidak hadir. Penyebaran dan
pengawasan dilakukan oleh peneliti.
F. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan analisis data,
yaitu:
1. Memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang dipilih. Norma
“tidak setuju”= 2; ”sangat tidak setuju”= 1 untuk pernyataan
negatif adalah sebaliknya “sangat setuju”= 1; “setuju”= 2; “tidak
setuju”= 3; ”sangat tidak setuju”= 4.
2. Mentabulasi data, menghitung skor total masing-masing
re-sponden maupun item kuisioner dan skor rata-rata butir.
3. Mengkategorisasikan subyek dan item penelitian tentang
deskripsi tingkat motivasi memilih program studi.
a. Kategorisasi subjek penelitian
Norma kategorisasi subyek penelitian yang digunakan
berpe-doman pada norma kategorisasi Azwar (2011) dengan lima
diagnosis yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan
sangat rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat
dilihat pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6
Norma Kategorisasi Karakter Subjek Penelitian
Keterangan:
X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitiandalam skala.
FORMULA KRITERIA KATEGORI
µ+2σ< X Sangat Tinggi
µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ Tinggi
µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ Sedang
µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ Rendah
X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala.
σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6
satuan deviasi sebaran.
µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.
Selanjutnya, data setiap subjek penelitian
dikelompokkan berdasarkan skor total yang diperoleh ke
dalam kategori diatas , sehingga dalam kategori dapat
dihitung jumlah dan persentasinya dalam kategori deskripsi
tingkat motivasi memilih program studi.
b. Kategorisasi skor tiap item dalam skala
Kategorisasi skor item dilakukan dengan tujuan
me-meriksa item pada skala yang dijadikan dasar penyusunan
topik-topik bimbingan. Kategorisasi skor item pada skala
berdasarkan distribusi normal dengan kontinum jenjang yang
berpedoman pada Azwar (2011: 107-108) yaitu meliputi
kat-egori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, rendah dan sangat
rendah. Norma kategorisasi yang digunakan dapat dilihat
Tabel 7
Kategorisasi dan Skor Item Motivasi Memilih Program Studi Bimb-ingan dan konseling
Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas sanata dharma Yogyakarta.
Keterangan
X maksimum teoritik : Skor tertinggi yang diperoleh subjek peneliti- an dalam skala.
X minimum teoritik : Skorterendah yang diperoleh subjek peneliti- an dalam skala.
σ (standar deviasi): luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan
deviasi sebaran.
µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan mini- mum.
Kategorisasi tingkat terendah skor item-item deskripsi
motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling secara
keseluruhan diperoleh melalui perhitungan sebagai berikut: jumlah
subjek 74; X maksimum 143×4= 296; X minimum 74×1= 74.
Selanjutnya, satuan deviasi σ (standar deviasi): 222 : 6 = 37, luas
FORMULA KRITERIA RENTANGAN SKOR
KATE-GORISASI
RENTANGAN SKORSKOR
ITEM
KATEGORI
µ+2σ< X >203 >259 Sangat baik
µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ 174< X <202 222< X ≤ 258 baik
µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ 116 < X <173 148 < X ≤ 221 Cukup baik µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ 87< X <115 111< X ≤147 Kurang baik
X ≤µ - 2σ <86 ≤110 Sangat
jarak sebenarnya 296-74= 222 dan µ (mean teoritik): (296+74)/ 2=
185. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat kategori skala.
Selanjutnya, data skor total item dikelompokkan kedalam
kategori di atas. Item-item yang memiliki skor dalam kategori cukup
baik, kurang baik, atau sangat kurang baik akan dikembangkan
BAB IV
HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN, DAN USULAN TOPIK BIMBINGAN
Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan dari data hasil
penelitian yang telah dilakukan.
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Tingkat Motivasi memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi
memilih program studi Bimbingan dan Konseling mahasiswa baru
program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta. Penelitian motivasi memilih program studi Bimbingan
dan Konseling ada lima kategori tingkat motivasi mahasiswa baru
da-lam memilih program studi Bimbingan dan Konseling. Nilai
pen-capaian skor tingkat motivasi mahasiswa dalam memilih program
a. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan
dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014
ter-golong sangat kurang baik.
b. Tidak terdapat motivasi memilih program studi Bimbingan
dan Konseling mahasiswa tahun akademik 2013/2014
ter-golong kurang baik.
c. Terdapat 21 mahasiswa (29%) termasuk dalam kategori
mo-tivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling
ter-golong cukup baik.
d. Terdapat 48 mahasiswa (65%) termasuk dalam kategori
mo-tivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling
ter-golong baik .
e. Terdapat 5 mahasiswa (7%) termasuk dalam kategori
moti-vasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling
ter-golong sangat baik.
Berdasarkan hasil tersebut peneliti menyimpulkan
bahwa motivasi memilih program studi Bimbingan dan
Konseling mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 secara
keseluruhan tergolong baik yaitu 65%. Hal ini juga terlihat
dari prestasi akademik dalam indeks prestasi kumulatif
2. Hasil skor tiap item Tingkat Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma.
Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan
menggunakan kriteria Azwar (2011) didapat skor-skor item yang
ma-suk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat
rendah. Item-item dengan skor yang berada dalam kategori sedang
hingga sangat rendah adalah item yang akan digunakan sebagai bahan
penyusun topik-topik bimbingan. Hasil pengkategorisasian item-item
skala dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9
Penggolongan Skor Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta. FORMULA
KRITERIA
RENTANGAN SKOR
KATEGORI Frekuensi Persentase
µ+2σ< X >259 Sangat Baik 12 21%
µ+1σ<Xµ ≤ µ +2 σ 222< X ≤ 258 Baik 30 52% µ-1σ<Xµ ≤ µ +1 σ 148 < X ≤ 221 Cukup Baik 16 27% µ-2σ<Xµ ≤ µ -2 σ 111< X ≤147 Kurang Baik 0 0
X ≤µ - 2σ ≤110 Sangat
Kurang Baik
0 0
Kategorisasi di atas digunakan untuk mengelompokkan tinggi
rendah motivasi memilih program studi Bimbingan dan Konseling.
Perhitungan dalam norma kategorisasi disesuaikan dengan jumlah
item penelitian sebanyak 58 item. Nilai tertinggi untuk masing-masing
alternatif jawaban adalah 4 dan nilai terendahnya adalah 1, sehingga
item atau 27% yang berada pada skor cukup baik. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa item yang terendah adalah item yang
termasuk dalam kategori sedang. Butir-butir tersebut dilihat pada tabel
12 dihalaman selanjutnya.
Tabel 10
Item-item Motivasi Memilih Program Studi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tergolong Sedang
Aspek Indikator No.
Item
Saya memilih program studi bimbingan dan konseling karena lulusan keguruan lebh diperhatikan/dibutuhkan oleh pemerintah.
Saya terpaksa memilih prodi BK agar bisa mendaftar menjadi PNS.
Saya ingin menjadi guru Bimbingan dan Konseling yang hebat agar dikagumi oleh guru-guru yang lain.
Saya memilih jurusan Bk dipilihan terakhir.
Dengan belajar dijurusan BK saya dapat menyalurkan rasa empati terhadap orang lain.
Jurusan Bimbingan dan Konseling bukan menjadi pilihan pertama saya ketika mendaftar di Universitas.
Nilai-nilai
Rasa ingin tahu
Mempertimbang-kan pro dan kontra
29
57
36
Saya mencoba untuk mencari di internet tentang mata kuliah yang ada di BK
Bagi saya dengan membaca brosur sudah memenuhi keinginan saya kuliah di Prodi BK.
Prodi Bimbingan dan Konseling hanya keinginan sementara. orang tua dan anak
20
42
34
Saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling sesuai dengan penghasilan orang tua. Bagi saya kuliah di program studi Bimbingan dan Konseling lebih ringan dibandingkan program studi yang lain
Saya yakin memilih program studi Bimbingan dan Konseling karena karena orang tua siap bekerja keras untuk membiayai kuliah.
Aspek Indikator No.
Item