BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Pembahasan Hasil Wawancara
Pada bagian ini, penulis menyampaikan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan mulai 28 Januari 2020 – Mei 2020 dengan wawancara mendalam bersama responden orang-orang muda yang aktif berpelayanan atau hidup menggereja. Dapat dipaparkan temuan penelitian dibagi kedalam dua bagian yakni : Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta bagi para orang muda
dan kehadiran orang muda bagi Gereja dan adapun hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut:
a. Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta bagi para orang muda Berdasarkan wawancara bersama responden, ketika mendapat sebuah pertanyaan mengenai Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta yang memiliki banyak orang muda dan mendapat julukan sebagai parokinya orang muda, masing-masing dari responden mengungkapkan argumen yang berbeda. Responden R1 berpendapat jika di paroki lain hanya menampung orang-orang muda yang dari lingkungan atau wilayah paroki, sedangkan Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memang menjadi paroki yang terkonsep untuk orang muda. Mulai dari ekaristi dan segala persiapannya yang sangat kekinian. Hal itulah yang bisa membuat orang-orang muda lebih senang datang ke Paroki St. Antonius Padua Kotabaru karena beberapa hal yang tidak monoton dan tidak terkesan kuno, selalu ada kemajuan dari sebelumnya. Inilah yang mungkin menjadi acuan dari paroki untuk semakin mengembangkan segala sesuatu bagi orang muda yang menjadi potensi besar bagi perkembangan yang terjadi dalam Gereja itu sendiri.
Responden R1 memiliki sebuah pengalaman yang pernah dialami bahwa saat dirinya ingin terlibat untuk berkegiatan di paroki dan memilih paroki yang dekat dengan tempat dia tinggal (kos) juga karena di paroki tersebut memiliki banyak orang-orang muda perantuan dirinya juga ingin tergabung disitu. Namun menjadi kejanggalan bagi R1 bahwa di paroki tersebut seperti memiliki persyaratan bahwa tidak menerima anak-anak perantuan yang tinggal dalam wilayah paroki tersebut.
Bagi R1 hal ini membuatnya tidak cocok karena sama dengan paroki yang lainnya, paroki yang tidak/belum kekinian untuk membuka peluang dengan orang lain. Persyaratan ini justru malah menghambat kemajuan paroki dan juga potensi orang muda yang ingin berkembang serta berusaha mengembangkan paroki. Dari R1 memiliki pengalaman-pengalaman dan sudah bergabung dengan semua paroki selama tinggal di Yogyakarta sebagai mahasiswa kos atau mahasiswa pendatang, namun masih menemui hal yang menjadi persyaratan-persyaratan wajib yang menjadi syarat utama dan dari situlah R1 tidak merasa sreg.
Tidak ada Gereja lain yang dapat menampung anak muda, karena rata-rata setiap Gereja hanya menampung anak muda yang dari lingkungannya atau wilayah parokinya sendiri. Gereja Kotabaru memang sudah terkonsep untuk orang muda…Itulah yang membuat anak muda lebih senang ke Kotabaru, karena tidak monoton tidak terkesan kuno, ada sebuah kemajuan dari sebelumnya.
Responden R2 mengungkapkan bahwa arah dasar pastoral dari Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memang untuk orang muda, menjadi tempat bagi seluruh orang muda yang datang studi di Yogyakarta lalu beribadah dan beraktifitas di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru. Kota Yogyakarta yang dengan kekhasannya sebagai kota pelajar memiliki banyak para pelajar dan mahasiswa pendatang dari berbagai macam daerah. Mereka yang masih masuk dalam golongan orang muda membutuhkan adanya sebuah relasi dengan yang lain baik dalam kelompok, komunitas dan lingkungan barunya.
Mereka yang berusia muda adalah masa dimana ingin mencoba, mau mengambil resiko, mengembangkan diri, memiliki banyak kreatifitas, mau mengambil tugas berat, dan selalu ingin melangkah maju. Semua ini bagi orang-orang muda membutuhkan ruang untuk mereka mampu bangkit dan bereksplorasi
dalam dunianya. Paroki bisa menjadi salah satu tempat mereka berkarya, terlebih untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Sebuah karya pastoral untuk OMK mempunyai tujuan supaya OMK mampu melibatkan diri dalam hidup, pelayanan dan karya Gereja Katolik dan masyarakat tempat OMK menjadi bagiannya.
Hal ini membuat setiap paroki mengharapkan orang-orang muda mau terjun di dalam aktifitas pastoral. Aktifitas yang ada di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru sendiri tidak hanya mengenai kerohanian tetapi juga mencakup sosial dan bahkan juga kegiatan pengembangan bagi orang-orang muda. Sebagai contoh nyata bahwa Paroki St. Antonius Padua Kotabaru sudah menjadi tempatnya untuk orang-orang muda dari daerah manapun untuk bergabung dan terlibat berpelayanan di paroki ini, ungkap dari R2. Kebebasan orang-orang muda untuk berkreasi dan bekerjasama dalam satu tim kerja dengan tim kerja lainnya. Paroki St. Antonius Padua Kotabaru menjadi paroki yang terbuka dan siap untuk menerima.
Paroki St. Antonius Padua Kotabaru tidak membedakan dan tidak ada persyaratan khusus untuk menerima orang baru, siapa saja berhak untuk bergabung bersama dalam keluarga dan kasih persaudaraan Kristus. Sudah selayaknya memang jika paroki menjadi terbuka untuk seluruh umat Allah. Paroki St. Antonius Padua Kotabaru terbuka untuk siapa saja, bahkan mereka yang berasal dari jauh. Sehingga setiap umatpun memiliki kecintaan, kenyamanan dan sukacita tersendiri untuk paroki. Bagi R2 melihat keterbukaan Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki skala paling tinggi dari paroki lain, yakni sekitar 9% dari prosentase 10 %. Keterbukaan dari paroki membuat orang-orang juga merasa
diterima di tempat ini, baik dalam Ekaristi dan segala macam kegiatan dalam tim kerja dan komunitas yang ada.
Arah dasar pastoralnya Gereja Kotabaru memang untuk anak muda, bagaimana mampu menjadi Gereja bagi para anak-anak muda yang studi di Yogyakarta datang lalu beribadah dan beraktifitas di Gereja ini. Sudah menjadi Gereja yang terbuka untuk menerima…Ada beberapa Gereja yang terbuka tapi keterbukaannya itu mampu diukur dalam skala, dan menurut saya Gereja St. Antonius Padua Kotabaru memang memiliki skala paling tinggi sekitar 9% dari 10%.
Dari lima responden, R3, R4, R5, R6 dan R8 terkait pertanyaan mengenai Paroki St. Antonius Padua Kotabaru yang memiliki banyak orang muda dan disebut sebagai gerejanya orang muda, mereka hampir memiliki kesamaan dalam berargumen akan hal itu. Dari R3 mengungkapkan bahwa ada tiga faktor yang menjadi alasan R3 yakni faktor pertama karena Paroki St. Antonius Padua Kotabaru adalah paroki yang terbesar dan menjadi salah satu paroki yang tertua di Yogyakarta sebagai alasan faktor ke dua. Kemudian yang menjadi faktor ke tiga karena paroki memiliki tempat yang strategis di tengah pusat kota Yogyakarta. Kondisi ini mampu menjadi pilihan beberapa orang karena dipenuhi dengan kehadiran umat, sehingga mengalami perjumpaan antar umat satu dengan yang lain.
Dari faktor tersebut Paroki St. Antonius Padua Kotabaru ini mampu menarik banyak umat yang akan hadir. Kehadiran umat yang datang, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Hal ini menambah kemajemukan umat yang datang. Namun lebih didominasi akan hadirnya orang-orang muda, setiap kali orang mudanya selalu terkenal dari tahun ke tahun, selalu ada orang muda yang aktif di paroki ini, mulai dari tim kerja dan komunitas pelayanan. Paroki St. Antonius
Padua Kotabaru sangat identik dengan nuansa orang mudanya, terlihat saat EKM, bahwa pelaksanaan EKM dari tahun ke tahun selalu terkenal, walaupun di paroki lain juga ada terselenggaranya EKM, yang membuat EKM berbeda dari yang lain karena EKM di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru pelaksanaan bagus, sangat maksimal terutama jika yang mengisi dari Stelladuce 1 atau De Britto dari situlah perayaan EKM mendatangkan banyak umat yang hadir khususnya orang muda. Melalui EKM orang-orang muda mendapat ketersapaan dan ruang untuk mereka sesuai dengan minat dan gaya mereka.
Karena Gereja Kotabaru memiliki faktor Gereja yang terbesar dan salah satu Gereja yang tertua di Yogyakarta, dan pusatnya yang sangat strategis di tengah kota…Jika dari sisi anak muda karena Gereja ini sudah terkenal dari tahun ke tahun banyak anak muda yang aktif disini, mulai dari tim komunitas dan tim pelayanannya, menurut saya yang sangat menarik untuk anak mudanya adalah dalam ekaristi kaum muda (EKM),…di Gereja Kotabaru sendiri dari tahun ke tahun sudah selalu terkenal dengan EKMnya, … .
Dari R4 mengungkapkan alasan Paroki St. Antonius Padua Kotabaru mampu menjadi tempatnya untuk orang muda karena menjadi paroki yang istimewa. Dari keistimewaan yang dimiliki semakin membuat Paroki St. Antonius Padua Kotabaru suasananya menjadi adem, damai jika dilihat dan membuat senang. Mampu menjadi paroki untuk orang-orang muda, karena di paroki ini sebagian dari orang mudanya kadang juga ada yang menjalin hubungan asmara, sedang cinlok (cinta lokasi) antar tim kerja atau komunitas. Hal lain yang juga membuat spesial karena adanya anak-anak dari De Britto dan Stella Duce 1 saat datang menghadiri Ekaristi, mereka mewarnai kehadiran dari berbagai orang muda lain. Itulah yang menjadi kekhasan, bahwa semua orang-orang muda datang ke Paroki St. Antonius Padua Kotabaru.
R4 berpendapat pula bahwa, jika di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru banyak orang-orang muda yang ganteng-ganteng dan membuat bisa cuci mata. Rupanya dari hal ini yang mampu membuat orang muda kaum hawa terpukau. Juga di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru orang-orang muda yang datang kebanyakan dari mereka memakai barang branded-branded mulai dari ujung rambut sampai kaki. Inilah yang menjadi ciri khas dari orang-orang muda, mereka bergaya dalam tampilan untuk tetap terlihat keren.
Mampu menjadi pilihan banyak orang muda karena di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru durasi untuk misanya hanya satu jam dan dari situ banyak orang-orang muda mau datang dengan misa mingguan yang perayaan Ekaristinya lebih cepat. Walaupun perayaan Ekaristi dengan waktu yang cepat, R4 berpendapat bahwa romo dalam memberikan kotbah jelas, tidak membosankan, selalu ada candaan dan tetap mendapatkan pemaknaan yang bermakna untuk kehidupan sehari-hari dari kotbah yang diberikan oleh romo sehingga orang-orang muda tetap mendapatkan nasihat rohani kehidupan keseharian mereka. Mampu menjadi minat dikalangan orang muda karena ciri khas mereka lebih suka dengan yang serba instan, mudah dan cepat.
Karena Gereja Kotabaru istimewa. Melihat itu menjadi adem, damai, senang melihatnya…Hal yang membuat special karena banyak anak JB sama Stece juga saat misa. Itu menjadi khas karena semua anak muda dateng ke Gereja Kotabaru…Jadi Gereja orang muda juga karena misanya cepet, yang dateng banyak orang muda, misa minguan hanya satu jam… .
Dari R5 mengungkapkan bahwa mungkin di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru sudah sejak lama memang terkenal dan menjadi tempatnya bagi orang-orang muda. Paroki ini kemungkinan memiliki formasi yang dirancang untuk
orang-orang muda sehingga mereka juga merasa menjadi bagian dalam kehidupan mereka untuk semakin beriman dan berkarya nyata untuk melayani Tuhan. Mampu menjadi recommendasi bagi orang-orang muda yang lain dari berbagai macam daerah untuk bergabung di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru.
Argumen dari R5 menyatakan bahwa banyak dari orang-orang muda merasa menjadi cocok satu dengan yang lain, mereka satu sama lain mampu menjadi teman ngobrol dan bekerja sama dalam tim kerja. Terkadang yang menjadi hambatan antara orang muda jika mengobrol dengan orang tua merasa akward atau kurang nyambung. Sebab itulah orang-orang muda lebih sejalan dan selaras dengan yang sebaya. Adanya kehadiran dari romo-romo yang muda dan mampu bergabung dalam dinamika orang muda, bahkan juga para romo mampu menyesuaikan dengan kondisi orang muda sekarang. Hal ini menjadi keunggulan yang menjadikan Paroki St. Antonius Padua Kotabaru mampu merangkul orang muda dan membuat mereka memiliki kenyamanan untuk mau berhimpun bersama dalam kegiatan hidup menggereja. Juga adanya tim kerja dan komunitas yang isinya banyak orang muda menjadi alasan dan wadah untuk orang-orang muda mau berkembang di tempat ini.
Ya mungkin karena di Gereja Kotabaru sejak lama memang terkenal tempatnya orang muda jadi istilahnya rekomendasilah untuk anak-anak muda. Banyak orang-orang muda jadi banyak merasa cocok sebagai teman ngobrol karena kadang-kadang kalau ngobrol sama orang tua merasa akward atau kurang nyambung. Juga Romonya banyak yang muda-muda dan mengerti dinamika anak muda. Juga adanya tim kerja sama komunitas yang sudah ada membuat tambah beragam dan tidak monoton.
Senada dengan R4 dan R5, bahwa R6 berargumen jika di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru setiap kali misa dihadiri oleh banyak orang-orang muda
dan juga dalam tim kerjanya banyak didominasi oleh orang-orang muda. Sudah banyaknya orang-orang muda yang datang mengikuti Ekaristi dan terlibat dalam setiap tim kerja maupun komunitas mampu mengundang teman-teman lainnya untuk turut bergabung dan merasakan kegiatan atau mengikuti perayaan Ekaristi. Hampir semua yang ikut serta terlibat dan bergabung di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru adalah orang-orang muda yang sangat mendominasi kehadiran di paroki. Mereka mencari ruang untuk bisa bergabung mengembangkan diri mereka bersama orang lain. Orang-orang muda memiliki banyak ide kreatif, saling bertukar pikiran dan memiliki semangat membara berkecimpung di sini untuk lebih menghidupi dalam setiap kegiatan menggereja.
Sama dengan responden sebelumnya, bagi R8 timbul dari sebuah pengalaman-pengalamannya berdinamika bahwa di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru yang menghadiri acara Keuskupan atau Kevikepan yang hadir dari perwakilan paroki hampir semua orang-orang muda tetapi jika dari paroki lain yang datang ibu-ibu dan bapak-bapak. Jadi itulah yang membuat Paroki St.Antonius Padua Kotabaru selalu yang muda-muda saat menghadiri pertemuan dan yang kelihatan yang muda-muda, semua yang terlibatpun juga muda-muda. Mampu menjadi keunggulan bagi sumber daya manusianya untuk berkarya dalam Gereja, memiliki penerus saat ini untuk melanjutkan karya-karya dalam setiap kegiatan dan yang diperlukan untuk menghidupi Gereja. Orang muda semakin tergerak untuk menjalin relasi dan berupaya ikut serta dalam kegiatan menggereja.
Jika dari pengalaman saya misalkan ada acara di Keuskupan atau Kevikepan, biasanya yang diundangkan pendampingnya, misalnya pendamping misdinar, pendamping PIA itu semua orang-orang muda tetapi jika dari Gereja lain yang
datang ibu-ibu bapak-bapak. Jadi menurut saya itu Kotabaru selalu yang muda-muda dan yang kelihatan yang muda-muda-muda-muda, semua aktivisnya yang muda-muda-muda-muda.
Berbeda dari responden lain, dari R7 memberikan pendapatnya bahwa baik jika orang-orang muda mau untuk ikut aktif dan terlibat dalam berkegiatan di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru. Dengan kesibukan mereka masing-masing orang muda di sini mau memberikan waktu untuk menyempatkan berpelayanan bagi Tuhan dan Gerejanya. Hal ini menjadi bukti bahwa orang muda mau mengenal dan melayani Tuhan dengan cara-cara yang mereka lakukan. Orang-orang muda mulai menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai anak-anak Allah yang mau melayani Tuhan melalui kegiatan yang ada di Gereja. Di samping itu orang muda juga mendapat nilai lebih untuk mereka berkembang, baik dalam organisasi dan pertumbuhan iman.
Kalau menurutku ya justru baik jika anak muda yang mau dan ikut untuk aktif dalam segala macam kegiatan di Gereja Kotabaru. Selain kegiatan utama dari setiap orang yang dia lakukan, mereka tetap mau untuk menyempatkan diri melakukan pelayanan di Gereja. Dari hal ini sangat membuktikan bahwa masih ada kaum-kaum muda yang mau mengenal dan melayani Tuhan dengan caranya sendiri.
Bagi R9 juga memberikan pendapat yang berbeda bahwa generasi muda itu perlu diberi ruang, dievaluasi, diberikan pendampingan dalam mereka menemukan sesuatu dan untuk menindaklanjuti langkah kedepannya. Para generasi muda hendaknya juga tetap didampingi, kiranya mereka mampu untuk bertumbuh dan membina para orang-orang muda. Selalu mendorong orang muda untuk melibatkan diri dalam hidup, pelayanan dan karya Gereja. Kiranya orang-orang muda tetap bertumbuh, berkembang dan kreatif. Mampu membangun relasi
dengan diri sendiri, orang lain dan Tuhan. Tindakan ini akan terbangun menjadi pertumbuhan yang sehat yang akan terjadi dalam konteks komunitas yang telah ada.
R10 dalam memberikan argumen mengenai Paroki St. Antonius Padua Kotabaru disebut sebagai tempatnya orang muda bahwa di paroki ini memiliki satu hal yang mampu menjadi pelayanan, yakni apa yang dibuat atau gerak didalamnya dan apa yang menjadi potensi orang muda dikeluarkan sehingga hal tersebut mampu untuk dijadikan upaya berkontribusi bagi Gereja. Namun R10 lebih menekankan bukan sebagai Gereja orang muda melainkan Gereja yang terbuka. Lewat keterbukaanya itu orang muda diterima, walaupun sering menimbulkan kecemburuan dengan paroki-paroki lain.
Namun hal ini mampu diatasi oleh para dewan dengan tetap menjalin relasi hubungan dengan paroki-paroki lain dengan baik, tidak menjadikan sebagai perlombaan untuk saling unggul. Menjadi alasan kuat karena Paroki St. Antonius Padua Kotabaru yang mampu memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk bergabung, sehingga ada kebebasan orang muda dan para umat untuk bersama-sama menyatukan diri.
Satu hal yang menjadi pelayanan di Kotabaru ini berartikan gerak didalamnya dan apa yang ada dalam orang muda dikeluarkan sehingga bisa dikatakan Kotabaru sebagai Gerejanya anak muda…Memang anak muda terbuka disitu. Karena banyak mudika dan banyak yang kita terima itu pada daya tariknya larinya ke Kotabaru ya karena buat siapapun seluruh umat, mau mudika mau anak-anakpun mereka intinya ya Kotabaru… .
Pertanyaan ke dua saat wawancara bersama para responden mengenai alasan mengapa Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki daya tarik bagi
orang muda? Terdapat beberapa respon yang berbeda satu dengan yang lain antar responden.
Dari R3 menjelaskan argumennya ada tiga hal yang menjadi alasannya, pertama karena Paroki St. Antonius Padua Kotabaru menjadi paroki terbesar di kota Yogyakarta dan yang kedua paroki memiliki letak yang stategis yang berada di tengah kota. Hal ketiga serupa dengan responden lain, bahwa dipengaruhi oleh kehadiran romo-romo muda yang mampu merangkul semua orang muda. Hadirnya romo-romo muda berada ditengah-tengah orang-orang muda ini sangat membantu, bahwa jika ada romo-romo muda merupakan bagian dari orang-orang muda sehingga mampu saling menyesuaikan dan berdiskusi barsama. Para Romo ini sangat mendukung kehadiran orang muda yang melibatkan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan menggereja.
Dari R7 memiliki kesamaan argument dengan R3 dipoint ke tiga. Bahwa menurut argument R7 yang membuat Paroki St. Antonius Padua Kotabaru menjadi daya tarik untuk orang-orang muda karena letaknya yang berada di tengah Kota Yogyakarta. Dari sinilah bagi R7 Paroki St. Antonius Padua Kotabaru mampu untuk menjangkau dan mengajak orang-orang muda, memiliki akses yang mudah untuk menarik perhatian semua orang muda bisa ke banyak arah bergabung dalam pelayanan yang ada di paroki. Keberadaan yang mudah dijangkau untuk orang-orang muda sehingga menjadi pilihan bagi mereka. “Menurut aku Gereja Kotabaru ini mampu menarik banyak anak muda karena
letaknya yang berada di tengah kota. Dengan letak yang ada di tengah kota ini memudahkan untuk anak-anak muda bergabung”
Argumen dari R1, R5, R6 dan R8 yang mengatakan bahwa Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki daya tarik bagi orang muda karena mempunyai tim kerja dan komunitas yang aktif dan mampu dipilih oleh orang-orang muda sesuai dengan minat mereka. Dari empat responden ini yang mengatakan hal serupa dari masing-masing argumennya. Bahwa tim kerja dan komunitas yang ada kegiatannya ini tidak hanya dari seputar liturgi, tapi juga mencakup kegiatan sosial. Dalam hal ini juga adanya setiap masing-masing dari tim kerja dan komunitas yang telah ada mampu memberikan dampak positif untuk orang-orang muda yakni mereka bertumbuh dalam jiwa pelayanan untuk Tuhan, Gereja dan sosial untuk masyarakat.
R1 memberikan tanggapan lengkapnya bahwa Paroki St. Antonius Padua Kotabaru berbeda dari paroki yang lain, berbeda dari segi jenis pelayanannya, karena di Paroki Antonius Padua sudah memiliki berbagai tim pelayanan dan tim kerja hingga beberapa komunitas yang aktif sedangkan paroki lain belum ada untuk pembagian dalam setiap tim kerja atau pelayanannya. Dari R1 mengungkapkan tambahan argumen bahwa para orang muda lebih senang jika mendengarkan homili di Paroki St. Antonius Padua Kotabaru saat mengikuti perayaan Ekaristi dari pada di paroki lain, karena isi homili sangat mengena dengan situasi nyata yang dialami orang muda zaman sekarang. Kehadiran orang-orang mudapun selalu merasa disapa oleh romo. Di Paroki St. Antonius Padua