BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Profil Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta…. 35
a. Sejarah Singkat Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta
Pewartaan iman Katolik di Kotabaru dimulai pada tahun 1918 oleh Rama F. Starter, S.J. Rumah ini berfungsi sebagai pastoran, tempat mengajar, novisiat yang kemudian dibuka, dan sekaligus gereja. Rama Strater kemudian membeli tanah lapang dan kuburan dimana sekarang berdiri gereja Santo Antonius, Kolose St. Ignasius (Kolsani), dan Ippak. Kompleks diresmikan pada 18 Februari 1923. Sebelum Gereja Santo Antonius berdiri, ada kapel Kolsani yang terbuka untuk umum, karena jumlah umat bertambah maka gedung gereja baru didirikan. Gereja Santo Antonius diresmikan pada tangga 26 September 1926 oleh Mgr. A. Van Velsen, S.J. Gereja diberi nama Santo Antonius dari Padua sesuai dengan intensi donator dari Belanda.
Pada awalnya, Gereja Santo Antonius adalah gereja rektorat. Pastor Kepala adalah Rektor Kolose Santo Ignasius. Selain untuk ibadat, gereja juga berfungsi sebagai tempat pelayanan bagi calon imam. Sampai tahun 1933, Gereja Kotabaru masih berstatus sebagai stasi Senopati, Loji Kecil. Baru sejak 1 Januari 1934 terpisah dari paroki Senopati, namun tetap milik kolose. Tahun 1965, Paroki Kotabaru telah melahirkan Gereja Kumetiran, Baciro, Jetis dan Banteng. Sejak tahun 1967, Kolsani menyerahkan Gereja kepada paroki. Pemisahan penuh dari Kolsani baru pada tahun 1975. Sejak itu Gereja Kotabaru lepas dari Kolsani. Antara tahun 1995-2002 ada beberapa gebrakan baru yang muncul. Gebrakan-gebrakan itu adalah Gereja terbuka mendapat penekanan baru, yaitu bahwa Gereja
tidak dibatasi oleh lingkungan territorial. Siapa saja dan dari mana saja bebas terlibat di Kotabaru.
Sehubungan dengan Gereja terbuka ini, semua istilah lingkungan, wilayah, paroki, ibu-ibu paroki dihapus. Istilah Misa diganti dengan istilah Ekaristi karena untuk memberi penekanan pada Ekaristi sebagai perayaan syukur. Sebagai Gereja terbuka Gereja Kotabaru membuka pintunya bagi siapa saja yang ingin berperan aktif dalam semua pelayanan dan kegiatan Gereja. Gebrakan lainnya adalah memunculkan istilah Gereja kaum muda. Hal ini memang karena sebagian besar yang mengikuti Ekaristi di Gereja Kotabaru adalah kaum muda. Maka banyaklah komunitas yang beranggotakan kaum muda muncul.
Sebagian besar umat yang datang untuk Ekaristi adalah orang muda, maka Gereja mencoba untuk memberi tempat dan kesempatan bagi orang muda untuk menghayati dan mengembangkan iman mereka melalui Gereja. Kaum muda terlihat secara intensif dalam komunitas-komunitas kategorial dan teritorial yang ada di Gereja Kotabaru. Kaum muda dipercaya untuk menyelenggarkan perayaan Natal sebagai anggota panitia umum natal.
Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki visi dan misi yang dijadikan acuan untuk mewujudkan sebuah Gereja yang mampu hadir di tengah umat. Visinya “dengan semangat Ignasian, Paroki St. Antonius Padua Kotabaru
mewujudkan peradaban kasih dengan menjadi Gereja inklusif, inovatif, dan transformatif demi kesejahteraan bersama. Bahwa misinya “menunjukkan jalan
kepada Tuhan, berjalan bersama yang terkucilkan, mendampingi kaum muda, dan merawat lingkungan.
b. Gambaran Situasi Orang Muda Paroki St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta
Orang muda Paroki St. Antonius Padua Kotabaru setiap tahunnya pasti selalu meningkat. Mereka rata-rata adalah mahasiwa, pelajar SMP hingga SMA juga mereka yang sedang bekerja, berumur sekitar 17-35 tahun. Potensi orang muda Paroki Kotabaru sangat besar, mereka hadir dari berbagai tempat asal, paroki, dan tempat tinggal. Orang muda hadir dalam perayaan Ekaristi dan terlibat dalam kegiatan gereja.
Tahun 1998, secara eksplisit Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memberikan perhatian kepada orang muda, sehingga banyak orang menyebutnya sebagai tempatnya orang muda. Sikap ini secara nyata terlihat bahwa banyak orang muda yang datang ke Gereja itu. Sesuai data litbang tahun 2008, sekitar 41% atau sekitar 4250 pelajar/mahasiswa datang ke Paroki St. Antonius Padua Kotabaru. Hal ini dapat dipahami bahwa sekitar paroki melingkup banyak Perguruan tinggi seperti Sanata Dharma, terkhusus mahasiswa Ilmu Pendidikan Agama Katolik, Universitas Atma Jaya, UGM, UNY, UKDW dan sekolah baik negeri maupun swasta yang mampu menjaring banyak potensi orang muda.
Orang muda yang hadir melibatkan diri untuk terikat dan aktif dalam komunitas serta tim kerja yang ada. Mereka dengan kegembiraan untuk mau berkontribusi dalam sikap hidup menggereja, menghidupkan dan menjalankan sebuah kegiatan. Orang muda yang juga mencari jati diri, sedang dalam proses perkembangan keterlibatan semacam ini menjadi dukungan juga untuk mereka mampu menjalin sebuah relasi bagi siapa saja.
Walaupun di tengah kesibukan mereka kuliah, sebagai pelajar dan bekerja tidak membuat mereka lupa untuk hadir dalam kegiatan menggereja yang mereka ikuti. Ini menjadi semangat bagi mereka karena menyadari lewat merekalah pembaharuan segala aspeknya diwujudkan, untuk itu mereka selalu ingin berkembang dan mendapat dukungan dari pihak manapun. Inilah yang dibutuhkan para orang muda untuk mampu diterima, diarahkan dan didukung.
Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki keluasan dalam bidang-bidang didalamnya sehingga menjadikan terbagi bagi dalam beberapa bagian. Hal ini sebagai upaya yang dilakukan oleh paroki untuk mengumpulkan dan menyatukan para orang muda supaya terlibat dalam kegiatan menggereja. Mereka diberikan tempat untuk bergabung sesuai dengan keinginan hati untuk terlibat dalam menggereja. Harapan paroki akan hadirnya orang muda begitu besar karena mereka menjadi potensi yang mampu menghidupkan paroki.
Orang muda kiranya aktif mengambil bagian, karena paroki selalu mengupayakan mereka juga dalam aspirasi atau harapan mereka. Kegiatan yang ada di paroki ini sangat akan membantu kehidupan orang muda dalam berorganisasi dan berkembang. Sesuai data tahun 2019 Paroki St. Antonius Padua Kotabaru memiliki 46 tim kerja dan komunitas yang dapat mereka pilih untuk terlibat hidup menggereja di dalamnya. Dari sini terlihat banyak orang muda yang peduli, gembira jika berkumpul bersama dalam ikatan Kristus untuk melayani, inilah ciri khasnya orang muda yang selalu terlihat disini.