B. Uji Hipotesis
3. Pembahasan Pengaruh Komunikasi Interpersonal Antar Karyawan (Variabel X) Terhadap Kinerja Karyawan (Variabel Y)Terhadap Kinerja Karyawan (Variabel Y)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh antara komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan pada penelitian ini digunakan analisis regresi linier sederhana. Adapun hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
H0 : Tidak terdapat pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan.
Ha : Terdapat pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan perhitungan regresi linier sederhana dengan menggunakan bantuan program SPSS 17. 00 for windows, maka hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel yang peneliti tampilakn berikut ini:
Tabel 62
Analisis Regresi Linier Sederhana Perhitungan Regresi Linier Dengan
Menggunakan Program SPSS 17. 00For Windows
Hasil
Constanta Intercept (a) 57,376
Koefesien Regresi (b) 0,168
Persamaan Regresi Y atas X Y = 57.376 + 0.168 x + e
R (corelation) 0,627
R2(RSquare) 0.337 atau 33,7%
Standar Error dari Koefesien Regresi b (sb) 0,062 Standar Error Estimasi/ Seest (Se) 3,249
DF (N-2) 61 (63-2)
Thit 2,799
T Tabel pada taraf signifikansi 5% 1,671
Berdasarkan tabel diatas, dari analisis regresi linier sederhana diperoleh: Constanta Intercept (a) = 57,376
Koefesien Regresi (b) = 0,168
Maka diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut ; Y = 57.376 + 0.168 x + e
Persamaan diatas dapat diartikan sebagai berikut:
1. Konstanta sebesar 57, 376 menyatakan bahwa jika tidak ada komunikasi interpersonal antar karyawan maka kinerja karyawan adalah sebesar 57,376. Hal ini berarti kinerja karyawan yang dimiliki responden atau karyawan sebelum terpengaruh oleh Keterbukaan, Empati, Dukungan, Rasa positif, Kesetaraan dalam proses komunikasi interpersonal antar karyawan adalah sebesar 57, 376.
2. Koefesien regresi sebesar 0,168 menyatakan bahwa setiap penambahan komunikasi interpersonal antar karyawan maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,168.
Kemudian berdasarkan tabel diatas, diketahui R Square sebesar 0,337 yang berarti pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan adalah sebesar 33, 7%. Karena koefesien regresi (b) bertanda positif, maka setiap kenaikan nilai komunikasi interpersonal antar karyawan akan diikuti dengan naiknya kinerja karyawan. Artinya setiap perubahan komunikasi interpersonal antar karyawan sebesar 1 unit akan mempengaruhi perubahan kinerja karyawan sebesar 33, 7%.
Artinya, pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan hanya sebesar 33, 7%. Angka tersebut menunjukkan pengaruh yang tergolong kuat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yang berasal dari luar model regresi linear ini atau di luar penelitian ini.
Berdasarkan nilai koefesien korelasi (R) yang diperoleh sebesar 0,627 mengindikasikan bahwa hubungan diantara variabel komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan berada dalam kategori kuat. Arah korelasi yang positif menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antar karyawan berpengaruh kuat terhadap kinerja karyawan PT. Axis Telekom Indonesia cabang Bandar Lampung.
Sedangkan dari hasil uji t, diketahui nilai t hitung sebesar 2, 799, Taraf signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n-2 atau 63-2. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.671
Hasil diperoleh ;
Uji t terhadap X (komunikasi interpersonal), diperoleh t hitung sebesar 2.799 > t tabel sebesar 1.671. Maka Ho ditolak dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini
yaitu “Terdapat Pengaruh Komunikasi Interpersonal antar Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan.”
Komunikasi interpersonal antar karyawan yang baik dan efektif, dapat memungkinkan terciptanya hubungan kerja yang harmonis antara semua anggota organisasi, sehingga kerjasama yang erat didukung dengan rasa pengertian dan keterbukaan akan meningkatkan gairah kerja dan motivasi kerja yang tinggi, sehingga pada akhirnya kinerjannya pun akan meningkat dengan sendirinya. Seperti yang dinyatakan oleh J. Permana ( 2003: 29 ) bahwa “ Peningkatan kinerja salah satunya dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal yang efektif.” Berdasarkan pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa komunikasi mutlak diperlukan dalam sebuah organisasi. Komunikasi dapat memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan kepada para karyawan tentang apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka mengerjakannya dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkankinerja jika sedang berada dibawah standar.
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan analisa data mengenai pengaruh komunikasi intepersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan PT. Axis Telekom Indonesia di Jl. Ra Kartini No. 126, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengaruh antar kedua variabel, yaitu antara komunikasi interpersonal ( Variabel X) terhadap kinerja karyawan ( Variabel Y ) sebesar 33, 7%. Angka tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang baik dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 66,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor penyebab lainnya yang berasal dari luar model regresi linear ini atau di luar penelitian ini. Hal ini disebabkan banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan diluar penelitian ini seperti lingkungan kerja dan pengalaman sumber daya manusianya. Berdasarkan data penelitian, dapat diketahui bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan antar karyawan PT. Axis Telekom Indonesia sudah baik, ini bisa dilihat dari indikator pertanyaan tentang keterbukaan yang diajukan kepada responden 47, 8% responden menyatakan setuju Sesama karyawan bersedia untuk membuka diri dan 100 % responden menyatakan mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi untuk
memberi tanggapan terhadap informasi yang disampaikan rekan kerja. Sedangkan untuk hubungan dalam menyelesaikan pekerjaan 63, 5% responden menyatakan kurang baik, hal ini dikarenakan para karyawan lebih fokus terhadap pekerjaan masing- masing dan ini juga bisa mencerminkan bahwa sebagian besar lebih bersikap individualisme untuk urusan kerja.
2. Berdasarkan perhitungan analisis regresi, pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan di PT. Axis Telekom Indonesia di Jl. Ra Kartini No. 126, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara komunikasi interpersonal dengan kinerja adalah searah. Artinya jika komunikasi interpersonal semakin ditingkatkan maka kinerja juga akan meningkat. dapat dilihat dari angka probabilitas (sig) diperoleh angka sebesar 0.04 yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) lebih kecil dari 0.05, maka kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara kedua variable tersebut.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian mengenai pengaruh komunikasi interpersonal antar karyawan terhadap kinerja karyawan PT. Axis Telekom Indonesia cabang Bandar Lampung maka penulis mengajukan beberapa saran.
1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antar karyawan PT. Axis Telekom Indonesia cabang Bandar Lampung pada level baik dan sesuai
dengan harapan sebagian besar karyawan. Namun efektivitas komunikasi interpersonal antar karyawan yang ada belum optimal sehingga masih perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu perusahaan perlu menciptakan suatu kondisi komunikasi yang akrab nyaman, harmonis dan penuh rasa kekeluargaan baik dinatara para karyawan dengan rekan kerjannya maupun dengan atasannya, dan dengan siapapun yang ada disekitar lingkungan kerjannya. Hal ini dapat diwujudkan diantaranya dengan beberapa hal sebagai berikut:
1). Kegiatan-kegiatan yang melibatkan semua karyawan seperti acara arisan untuk para karyawan dan PT. Axis membuat koperasi yang dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar karyawan dan agar komunikasi interpersonal dapat sering terjadi.
2). Perlu ditingkatkan hubungan kerja sama antar karyawan secara keseluruhan sehingga tidak terbatas atau terkotak-kotak pada masing-masing fungsi, misalnya membuat program kerja yang melibatkan keaktifan dari semua fungsi unit kerja. 3). Pada saat melihat kesalahan pada rekan kerja, sebaiknya karyawan
memberitahukan kesalahannya tanpa ada sikap mencemooh atau menilai keperibadiannya.
2. berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kinerja karyawan pada PT. Axis Telekom Indonesia cabang Bandar Lampung berada pada kriteria sedang atau biasa saja. Untuk itu kinerja karyawan masih perlu ditingkatkan agar menjadi lebih
baik dikemudian harinya. Oleh karena itu untuk meningkatkan kinerja karyawan, penulis memberikan saran kepada perusahaan , diantaranya yaitu sebagai berikut:
1). Membangun kerjasama yang erat antar karyawan dalam melaksanakan pekerjaan . karena dengan kerjasama yang baik akan diperolah hasil kerja yang maksimal dan sesuai harapan perusahaan.
2). Perlu ditingkatkan pembinaan dan pelatihan terhadap karyawan misalnya seperti diklat-diklat agar karyawan lebih mampu menyelesaikan persoalan- persoalan yang timbul atau yang sedang terjadi dalam perusahaan, Perusahaan perlu meningkatkan pengawaasan terhadap para karyawan terutama dalam hal kedisiplinan selain itu pimpinan harus memberikan sanksi yang tegas seperti teguran lisan dan tertulis bagi karyawan yang kurang disiplin dalam bekerja guna meningkatkan efisiensi kerja masing-masing karyawan. Hal ini dikarenakan masih banyak karyawan yang sering datang terlambat kekantor yang secara tidak langsung akan merugikan perusahaan.
3). Perusahaan perlu memancing daya kreativitas untuk melihat keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan- tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan- persoalan yang muncul. Ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas- tugas baru kepada karyawan sehingga karyawan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.
Arikunto, Suharsimi. (2002).Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Cangara, Hafied. (1998).Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajagrafindo:
Persada.
Cangara, Hafied. (2006).Perilaku Organisasi. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
De Vito, Joseph H. (2005).The Interpersonal Communication.Book.Person Education.Inc
Dharma, Agus. (2001).Manajemen Supervisi, Petunjuk Praktis Bagi Para Supervisor. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
Devito, Joseph A. (1997).Human Communication, Jakarta, Profesional Books Effendy, O U. (1981).Dimensi-Dimensi Komunikasi, Bandung, hak
Efendi, Marihot Tua. (2002).Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Effendy, Onong Uchjana. (2004).Dinamika Komunikasi. Bandung. Remaja Rosda Karya.
Effendy, Onong. (1994).Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung, Reamaja Rosdakarya.
Hasibuan, Malayu SP (2001).Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara.
Luthans, Fred. (2006).Perilaku Organisasi (Alih bahasa VA Yuwono, dkk) Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta. ANDI
Mangkunegara, Anwar Prabu. (2006).Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung. Refika Aditama
Pace, R. Wayne, dan Faules, Don F. (2001).Komunikasi Organisasi (Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan)Editor. Dedy Mulyana. Bandung. Remaja Rosda Karya
Panggabean, Mutiara S. (2004).Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor. Ghalia Indonesia
Permana, J. (2003).Teknik Komunikasi Interpersonal dan Usaha Membina Kerjasama. Bandung. Modul
Prijaksono, Ariwibowo, dan Mardianto, Marlan. (2005).The Power of Transformation. Jakarta. Elex Media Komputindo
Rakhmat, Jalaluddin. (2004).Metode Penelitian Komunikasi Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Rakhmat, Jalaluddin. (2007).Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung. Remaja Rosda Karya
Rivai, Veitzhal. (2004).Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Robbins, Stephen P.(2003).Perilaku Organisasi (Alih Bahasa Tim Indeks). Jakarta. Indeks gramedia.
Sedarmayanti. (2001).Sumber Daya Manusia Dan Produltivitas Kerja. Bandung. Mandar Maju
Simamora, Henri. (2001).Manajemen Sumber Daya Manusia edisi ke 3. Bandung. STIE YPKN
Sugiyono. (2005).Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Soeprianto, J. (1996),Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan. BPFE, Yogyakarta.
Ukas. Maman. (2004).Manajemen (Konsep, Prinsip, dan Aplikasi). Bandung: Ossa promo
Wiryanto. (2004).Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta, Grasindo.
Widjaja, AW (2000).Komunikasi (Komunikasi Dan Hubungan Masyarakat). Jakarta. PT. Rineka Cipta.
Wiryanto. (2005).Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta. Grasindo Wursanto, Ig. (2003).Etika Komunikasi Kantor. Yogyakarta: Kanisius
Sumber Internet
http://definisipengertian.com/2011/pengertian-karyawan/ Diakses tanggal 29/ 01/ 2012 Pukul 22:20