BAB III PEMBAHASAN
C. Pembahasan Masalah
Penempatan Marketing mix pada PT. Djitoe Indonesia menggambarkan sebagai inti dari sistem strategi pemasaran terpadu, marketing mix memegang peranan penting dalam menawarkan produk yang dihasilkan pada konsumen sehingga tujuan perusahaan tercapai yaitu memaksimalkan hasil penjualannya. Marketing mix itu merupakan variabel-variabel yang dipakai perusahaan untuk memenuhi dan melayani kebutuhan dan keinginan konsumen. Variabel yang ada didalamnya
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
44 mencakup product (produk), price (harga), place (distribusi), dan promotion (promosi).
1. Produk
a. PT. Djitoe menghasilkan produk rokok berbagai macam jenis yang digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
1) Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah rokok yang pembuatannya dengan menggunakan tangan (manual), jenis rokok ini dibagi menjadi:
a) Djitoe King Size Merah b) Djitoe King Size Hijau
2) Sigaret Kretek Mesin (SKM) adalah rokok yang pembuatannya dengan menggunakan mesin, jenis rokok ini dibagi menjadi: a) Djitoe Golden Eksekutive
b) Djitoe Slim
b. Bahan baku yang digunakan
Bahan baku utama yang digunakan untuk proses produksi digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
1) Bahan baku utama a) Tembakau
Pasokan tembakau berasal dari daerah sekitar Surakarta karena daerah surakarta berdekatan dengan daerah produsen tembakau antara lain daerah Boyolali, Temanggung, Muntilan, Weleri, Bojonegoro, dll. Sehingga untuk penyediaan bahan baku tembakau ini dapat berlangsung lancar, namun apabila pasokan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
45 tembakau dari daerah tersebut habis, baru mempergunakan tembakau dari daerah lain.
b) Cengkeh
Cengkeh yang digunakan adalah cengkeh lokal yaitu cengkeh yang diperoleh dari daerah Purwokerto, Lampung, Sulawesi, Ambon,dll. Apabila habis maka perusahaan akan memperoleh pasokan cengkehnya melalui cengkeh impor.
c) Saos, untuk bahan baku saos ini diperoleh dari supplier d) Filter root
e) Kertas sigaret
2) Bahan penolong, terdiri dari: a) Pati b) Manis jangan c) Gula jawa d) Sakarine e) Mentol f) Plastik
g) Air : untuk merendam cengkeh dan mengisi ketel uap yang digunakan dalam proses pemanasan uap air pada proses pengeringan tembakau.
h) Bahan bakar (solar) untuk pemanasan ketel uap. c. Aspek Produksi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
46 Dalam menyusun jadwal produksinya, PT. Djitoe Indonesia Tobako menggunakan aturan First Come First Served (FCFS), dimana pekerjaan pertama yang datang ke stasiun kerja akan diproses terlebih dahulu. Input penjadwalan produksi berupa permintaan diperoleh dari marketing, permintaan tersebut berasal dari permintaan-permintaan agen pertama, kemudian oleh departemen PPC dibuat penjadwalan dengan memperhatikan kapasitas setiap lintasan produksi.
Kapasitas produksi perhari berbeda pada awal dan akhir minggu. Hal ini disebabkan pada awal minggu lintasan produksi masih mengalami setting awal tiap minggu dan dan pada akhir minggu (hari jumat) waktu kerja terpotong shalat jumat, khususnya bagi karyawan muslim.
2) Alur Proses-Proses Produksi secara umum
Produk yang dihasilkan di PT.Djitoe Indonesia Tobako berbeda-beda sehingga proses produksinya pun berbeda. Alur proses produksi secara garis besar untuk masing-masing jenis rokok adalah sebagai berikut:
a) Alur Proses Produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT)
Proses produksi untuk non filter atau Sigaret Kretek Tangan (SKT) Sebagian besar dikerjakan dengan menggunakan tangan, urutan prosesnya sebagai berikut:
Pertama kali daun tembakau jenis rokok oven dirajang kecil-kecil dengan menggunakan mesin lalu dijemur untuk pengeringan.
Tembakau jenis rajangan rakyat yang berupa gulungan diudal dengan menggunakan mesin udal.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
47 Setelah itu kedua jenis tembakau tersebut itu diayak dengan maksud untuk menghilangkan debu dengan kotoran lainnya. Dari kedua jenis tembakau tersebut, kemudaian dicampur dengan cengkeh sedangkan proses penyempurnaannya menggunakan mesin.
Setelah dicampur dengan cengkeh, kemudian tembakau cengkeh tersebut disemprot dengan saos menggunakan mesin penyemprot serta diaduk agar campuran bisa merata tercampur, sebelum dibawa ke tempat pelintingan terlebih dahulu diendapkan selama satu malam. Sampai tahap ini maka telah terbentuklah tembakau masak atau bahan setengah jadi.
Bahan setengah jadi yang berupa tembakau masak tersebut kemudian masuk ke bagian tenaga kerja pelinting untuk dilinting dengan menggunakan bantuan alat pelinting (pengoperasian alat dilakukan secara manual) oleh operator sehingga menjadi rokok batangan.
setelah menjadi rokok batangan, kemudian rokok-rokok tersebut dimasukkan ke bagian pemeriksaan yang sekaligus memperbaiki apabila terjadi kelebihan kertas / sigaret (kertas untuk membungkus tembakau masak), operator yang melakukan tugas ini disebut operatkor ketok yang artinya operator yang tugasnya memotong apabila terdapat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
48 kelebihan kertas sigaretdi ujung-ujung batang rokok tersebut sehingga rokok yang sihasilkan rapi sesuai ukuran, dan selanjutnya dilakukan proses penyortiran untuk memilih rokok yang memenuhi standar kualitas.
Proses selanjutnya rokok yang memenuhi standar kualitas dimasukkan ke dalam ruang pengovenan untuk mengeringkan rokok tersebut selama kurang lebih 12 jam. Setelah keluar dari proses pengovenan maka selama 12 jam
kemudaian dibawa ke bagian etiket untuk di pak serta diberi bandrol dan rokok siap untuk dibungkus. Komposisi bungkus rokok adalah sebagai berikut:
Rokok dibungkus ke dalam satu pak, satu pak berisi 10 batang rokok SKT. Kemudian 10 pak rokok dibungkus menjadi satu pres, setelah itu 20 pres rokok dibungkus menjadi satu bos. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
Rokok dibungkus ke dalam satu pak, satu pak berisi 10 batang rokok SKT. Kemudian 10 pak rokok dibungkus menjadi 20 pres rokok dibungkus menjadi satu bos. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
bos = 20 pres/slop = 200 pak/bungkus = 2000 batang
Baru setelah rokok di bos, siap untuk dibawa ke gudang produk jadi untuk selanjutnya didistribusikan ke daerah pemasaran. Lama proses produksi untuk rokok kretek non filter adalah tujuh hari.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
49 b) Alur Proses Produksi Sigaret Kretek Mesin
Proses produksi untuk rokok filter atau Sigaret Kretek Mesin (SKM) sudah menggunakan mesin-mesin yang agak modern, sehingga pada proses pembuatan rokok kretek filter ini tenaga manusia tidak banyak diperlukan. Mesin yang digunakan antara lain:
Vacum Chamber Mesin Cutter Molin Mesin Thrasser Mesin Conditioning Mesin Dryer Mesin Culler Mesin Silo
Mesin Blending Silo Mesin Mollin Mesin Packing Mesin Chelopane
: untuk memberi uap pada tembakau : untuk merajang tembakau
: untuk memisahkan debu, ganggang, dan daun : menambah kadar air
: untuk mengeringkan tembakau : untuk menyaring debu
: untuk meratakan tembakau
: untuk mencampur material yang digunakan : untuk memproses membuat rokok batangan : untuk membungkus rokok batangan
: untuk membungkus rokok yang telah dipak Untuk urutan proses produksinya adalah sebagai berikut:
Mula-mula bahan baku yang masih berupa daun berasal dari gudang dikeluarkan kemudian dimasukkan ke Vacum Chamber untuk diberi uap (di-steam).
Daun tembakau yang tealh di steam tersebut kemudian dimasukkan ke mesin Cutter Mollin untuk proses perajangan (pecacahan) tembakau.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
50 Tembakau yang tealh dirajang kemudian masuk ke mesin Thrasser, dalam mesin ini tembakau tersebut mengalami proses pengudalan dengan menggunakan mesin Thrasser, fungsi dari proses pengudalan tersebut untuk memisahkan antara debu, ganggang, dan daun (material yang digunakan). Setelah proses pengudalan tembakau tersebut kemudian
dimasukkan ke conditioning, fungsinya untuk menambah kadar air agar tembakau bisa mengembang. Dalam mesin conditioning tersebut terdapat proses pencampuran dengan saos dasar yang fungsinya untuk memperkuat rasa dari senterial (tembakau).
Tembakau selanjutnya di masukkan ke mesin Dryer, mesin tersebut berfungsi untuk mengeringkan tembakau.
Setelah tembakau dikeringkan selanjutnya tembakau masuk ke mesin Culler untuk proses penyaringan debu kembali. Proses selanjutnya tembakau dimasukkan ke mesin Silo
yang berfungsi untuk perataan tembakau.
Dari mesin Silo kemudian tembakau masuk ke Blending Silo, di dalam Blending silo inilah terdapat proses pencampuran bermacam-macam bahan baku yaitu tembakau, cengkeh, dan saos. Setelah dicampur kurang lebih 4 jam, tembakau diturunkan siap untuk diproses mejadi rokok jadi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
51 Tembakau masak tersebut masuk ke dalam mesin pelinting
untuk menjadi rokok batangan.
Rokok batangan tersebut bersama rokok filter roads dikirim ke mesin assembling untuk disatukan sehingga terbentuklah rokok berfilter yang sering dikenal dengan rokok filter. Masih dalam satu kesatuan mesin rokok filter tersebut mengalir ke sub mesin pembungkus/ pengepak untuk dibungkus.
Rokok yang telah dipak tersebut kemudian dikirim ke mesin Chelopane yang berfungsi untuk membungkus rokok pak- pakan tersebut dengan menggunakan kertas Chelopane dan dipres dengan isi 10 bungkus untuk setiap presnya, setelah itu pres-pres tersebut dibos atau dibungkus, tiap bos berisi 20 pres.
Keterangan isi tiap-tiap bos untuk SKM sebagai berikut: 1 pak = 12 batang rokok
1 pres/ slop = 20 pres/slop = 2400 batang
Rokok yang telah dibos kemudian dikirim ke gudang barang jadi dan selanjutnya siap untuk didistribusikan (dipasarkan) ke daerah pemasaran.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
52 Filter merupakan salah satu bahan untuk membuat rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), dimana kedua jenis rokok ini untuk filternya sudah diproduksi sendiri. Alur proses produksi filter roads dijelaskan sebagai berikut :
Mula-mula bahan baku dasar (Acetat Tow, Wrapping Papper, Platicezer, Pasta) dipersiapkan.
Acetat Toe diproses terlebih dahulu ke dalam Preparation Machin.
Bersama-sama bahan dasar tersebut diproses di mesin Filter Making Machine untuk penggabungan.
Setelah keluar dari mesin Filter Making Machine berupa filter jadi kemudian disortir, untuk merapikan ukuran filter. Filter yang telah disortir kemudian di packing.
3) Pengendalian Mutu
PT. Djitoe Indonesia Tobako melakukan pengendalian mutu dan kualitas yang dilakukan dengan beberapa uji terhadap bahan baku dan produk jadi antara lain, yaitu :
a) Cengkeh
Adapun yang diuji dari cengkeh adalah kadar air yang terkandung di dalam cengkeh. Untuk pengujiannya digunakan alat yang disebut Teste Meter, sedangkan cara kerjanya sebagai berikut :
Cengkeh ditimbang dengan teliti sebanyak satu ons
Kemudian dimasukkan dalam wadah khusus dari Teste Meter yang berbentuk piringan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
53 Lalu dimasukkan dalam Teste Meter dan tombol ditekan Diamati dan catat skalanya
Kemudian disesuaikan dengan Table Teste Meter sehingga kadar air dapat diketahui
Kadar air dalam cengkeh yang memenuhi syarat adalah 1,8 %.
b) Tembakau
Uji yang digunakan untuk mendapatkan tembakau berkualitas baik dilakukan berdasarkan arganolaptis dan kadar airnya. Untuk arganolaptis berdasarkan warna dan bau, sedangkan untuk kadar air dapat dilakukan seperti pada pengujian cengkeh.
c) Produk jadi
Dalam produksinya PT. Djitoe Indonesia Tobako menghasilkan bermacam- macam merk. Rasa dari tiap merek akan berbeda- beda karena komposisi dari setiap merk dibuat berbeda.
Untuk menjaga kualitas dari produk jadi sebelum dipasarkan maka harus diuji terlebih dahulu. Pengujiannya dilakukan melalui aroma, rasa, serta kemantapan. Pengujian dilakukan oleh seseorang yang ditunjuk perusahaan dan telah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun sehingga dapat dipercaya menjadi QC (Quality Control) yang mengendalikan kualitas produk jadi.
4) Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu konsumen dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Kegunaan pemaaran adalah untuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
54 meningkatkan volume penjualan. Oleh karena itu pemasaran merupakan kunci untuk mencapai sukses dalam bidang penjualan agar nantinya perusahaan dapat berkembang serta terjamin kelangsungan hidupnya.
Daerah pemasaran PT. Djitoe Indonesia Tobako adalah sebagai berikut: a) Jawa Barat Jakarta Bandung Ciamis b) Jawa Tengah Pekalongan Tegal Yogyakarta Magelang Semarang Demak c) Jawa Timur Madiun Malang Jember Surabaya Blitar
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 55 Palembang Jambi Medan Samarinda Banjarmasin Makasar
Tersebarnya daerah pemasaran ini dimaksudkan oleh perusahaan untuk mendapatkan konsumen sebangyak mungkin dan untuk memperkenalkan hasil produksinya kepada masyarakat luas.
2. Harga
PT. Djitoe Indonesia Tobako menetapkam berbagai kebijakan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Kebijakan tersebut antara lain:
1) Faktor yang mempengaruhi penetapan harga pada produk-produk PT. Djitoe Indonesia Tobako, antara lain sebagai berikut:
a) Kondisi Perekonomian
Kondisi perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku yaitu adanya kenaikan harga bahan baku, apabila harga bahan baku naik. Maka dari itu ketidakstabilan keadaan perekonomian sangat berpengaruh terhadap harga produk yang ditetapkan, sehingga PT. Djitoe Indonesia Tobako memberikan harga yang cukup terjangkau.
b) Persaingan
PT. Djitoe Indonesia Tobako selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produknya, namun demikian harga jual ditekan serendah mungkin, setidaknya
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
56 sama dengan pesaing. Hal ini dimaksudkan untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar karena mampu menjangkau setiap lapisan masyarakat.
c) Biaya Produksi dan Distribusi
Biaya Produksi dan Distribusi merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menetapkan harga, sebab sebuah perusahaan jika menutup seluruh biaya yang telah dikeluarkan maka perusahaan tersebut akan merugi, demikian pula sebaliknya.
2) Tujuan penetapan harga
Tujuan penetapan harga yang dilakukan oleh PT. Djitoe Indonesia Tobako adalah untuk meningkatkan laba perusahaan serta dapat terus bersaing dengan perusahaan rokok lainnya.
3. Promosi
Kegiatan promosi merupakan salah satu kegiatan penting dalam proses pemasaran untuk itu PT. Djitoe Indonesia Tobako selalu aktif dalam berbagai kegiatan promosi. Bentuk- bentuk kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT.Djitoe Indonesia Tobako antara lain :
a. Periklanan
Salah satu keunggulan periklanan yaitu mempunyai jengkauan promosi produk yang luas dalam memenuhi kebutuhan kepada konsumen. Bentuk periklanan yang dilakukan oleh PT. Djitoe Indonesia Tobako antara lain:
1) periklanan yang dilakukan melalui media elektronik dan media masa,contohnya antara lain iklan di televisi, koran, majalah, dan radio
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
57 2) periklanan dilakukan dengan pemasangan baliho, pamflet, spanduk bergambarkan merek produk di tempat-tempat umum dan tempat- tempat strategis lainnya yang sering dilihat orang, serta gambar- gambar produk di mobil box milik perusahaan yang mengirimkan produk-produk perusahaan dalam melakukan pendistribusian ke suatu tempat.
3) periklanan yang dilakukan melalui kaos, jaket, payung, kalender, poster, korek api yang bergambarkan merek produk.
4) PT. Djitoe Indonesia Tobako di dalam mempromosikan produknya, perusahaan tersebut juga menggunakan diskon untuk para pedagang besar jika membeli dengan jumlah yang lebih banyak dari target yang diharapkan. Bertujuan untuk meningkatkan jumlah penjualan rokok PT. Djitoe Indonesia Tobako.
b. Hubungan masyarakat
Promosi yang dilakukan melalui hubungan masyarakat dilakukan dengan cara diadakannya acara seperti sepeda santai, touring bersama dengan para karyawan dan masyarakat sekitar, selain itu juga menjadi sponsor di berbagai event. Bertujuan agar dapat mengambil hati masyarakat dan sekaligus mempromosikan produk rokok PT. Djitoe Indonesia Tobako.
4. Distribusi
Untuk mendukung kegiatan pemasaran pada perusahaan rokok Djitoe diperlukan adanya penyaluran barang dari produsen kepada konsumen. Dengan digunakan saluran distribusi yang tepat dan baik maka perusahaan dalam memasarkan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
58 produknya tidak akan mengalami hambatan. Bahkan produk tersebut akan lebih terjaga kualitasnya dan tidak akan mudah rusak.
Untuk mendistribusikan produk-produknya, PT. Djitoe Indonesia Tobako menggunakan saluran distribusi tidak langsung. Dalam hal ini perusahaan melibatkan pedagang besar sebagai perantara untuk menyalurkan, menawarkan, dan menjual produknya kepada para pengecer melalui selesmen kemudian dari pengecer dijual lagi ke konsumen akhir.
Gambar 3.2 Bagan Proses Distribusi
Saluran distribusi ini di pilah karena untuk mencapai daerah sasaran pasar yang lebih luas atau tempat yang terlalu luas atau tempat yang terlalu jauh untuk dijangkau bila menggunakan saluran distribusi tidak langsung.
Keuntungan lain yang diperoleh PT. Djitoe Indonesia Tobako dengan adanya saluran distribusi tidak langsung adalah sebagai berikut:
a. mengurangi tugas produsen didalam kegiatan distribusi untuk menyalurkan produknya sampai ke tangan konsumen.
b. perantara dapat membantu dalam menyimpan barang. c. perantara dapat membantu dalam mencari konsumen. d. membantu dalam kegiatan distribusi.
PRODUSEN PEDAGANG BESAR PEDAGANG KECIL KONSUMEN AKHIR
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
59 PT. Djitoe Indonesia Tobako dalam menyalurkan hasil produksinya kepada konsumen mengguanakan dua macam cara, yaitu :
a. Melalui Kantor Perwakilan 1) Pedagang Besar
2) Pengecer
b. Melalui Agen Utama 1) Sub Agen
2) Pengecer
Sedangkan alat transportasinya yang digunakan untuk mendistribusikan produksinya kepada konsume antara lain, yaitu :
a. Colt
Angkutan colt ini hanya diguankan untuk melayani daerah pemasaran di dalam kota saja.
b. Truk
Angkutan truk diguankan untuk melayani daerah pemaaran pulau jawa dan sekitarnya.
c. Kapal Laut
Angkutan dengan menggunakan kapal laut ini diguanaka untuk melayani daerah pemasaran Kalimantan dan Sulawesi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 60 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Dari pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
PT. Djitoe Indonesia Tobako dalam strategi pemasarannya menggunakan empat variabel bauran pemasaran. Penerapan keempat variabel tersebut adalah
1. Produk ( product)
PT. Djitoe menghasilkan produk rokok berbagai macam jenis yang digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah rokok yang pembuatannya dengan menggunakan tangan (manual), jenis rokok ini dibagi menjadi: 1) Djitoe King Size Merah
2) Djitoe King Size Hijau
b. Sigaret Kretek Mesin (SKM) adalah rokok yang pembuatannya dengan menggunakan mesin, jenis rokok ini dibagi menjadi:
1) Djitoe Golden Eksekutive 2) Djitoe Slim
2. Harga ( Price)
Bahwa dalam menetapkan suatu harga produk PT. Djitoe Indonesia Tobako selalu memperhatikan beberapa faktor, yaitu :
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
61 b. persaingan
c. biaya Produksi dan distribusi
Tujuan penetapan harga yang dilakukan oleh PT. Djitoe Indonesia Tobako adalah untuk meningkatkan laba perusahaan serta dapat terus bersaing dengan perusahaan rokok lainnya.
3. Promosi ( promotion )
Media promosi yang digunakan oleh PT. Djitoe Indonesia Tobako adalah sebagai berikut :
a. Hubungan masyarakat
1) Sepeda santai, touring bersama dengan karywan dan masyarakat sekitar
2) Menjadi sponsor di berbagai event.
b. Periklanan melalui media elektronik dan media massa
c. Spanduk, baliho, pamflet, kaos, jaket, payung, korek api, kalender, poster
d. diskon
e. gambar produk yang berada di mobil perusahaan 4. Distribusi (distribution)
Di dalam mendistribusikan produk-produknya, PT. Djitoe Indonesia Tobako menggunakan saluran distribusi tidak langsung, sebab dalam mendistribusikan produk-produknya perusahaan tersebut melibatkan pedagang besar, salesman, pengecer.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
62 PT. Djitoe Indonesia Tobako dalam menyalurkan hasil produksinya kepada konsumen mengguanakan dua macam cara, yaitu :
a. Melalui Kantor Perwakilan 1) Pedagang Besar
2) Pengecer
b. Melalui Agen Utama 1) Sub Agen
2) Pengecer
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka sebaiknya PT. Djitoe Indonesia Tobako mempertahankan strategi pemasaran (marketing mix) pasar yang telah ada dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk dapat memaksimalkan jumlah pelanggan serta memaksimalkan jumlah pelanggan serta meningkatkan frekuensi penjualan dengan cara :
1. PT Djitoe Indonesia Tobako harus memperluas daerah pemasarannya agar dapat meningkatkan hasil penjualan
2. Dalam kaitannya dengan strategi pemasaran, sedapat mungkin memberikan pelayanan baik terhadap keluhan yang disampaikan kepada pelanggan, tentang produk PT Djitoe Indonesia Tobako yang dapat dinikmati oleh pelanggan sehingga terjalin hubungan yang lebih dan bersifat emosional. Karena hubungan emosional akan lebih memberikan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
63 nilai tambah kepada loyalitas pelanggan konsumsi PT Djitoe Indonesia Tobako.
3. Dalam kaitannya dengan keyakinan akan merek, selama ini semua produk dari PT Djitoe Indonesia Tobako mempunyai keunggulan dalam luas jangkauan dan peminat akan tembakaunya. Peningkatan layanan yang diberikan ke semua pelosok wilayah akan menjadikan keyakinan akan merek semakin kuat dan pada akhirnya akan memberikan tingginya loyalitas pelanggan.
4. Penanganan strategi pemasaran, keyakinan akan mereka dan kepuasan pelanggan dengan baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan diharapkan dapat meningkatkan penjualan PT Djitoe Indonesia Tobako, khususnya dan semua produk yang dihasilkan oleh PT Djitoe Indonesia Tobako.
5. Kepada peneliti yang lain, diharapkan dapat meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan suatu produk selain faktor strategi pemasaran, keyakinan akan merek dan kepuasan pelanggan, sehingga dapat menggeneralisasi secara luas berbagai pengaruh yang dapat meningkatkan tingkat penjualan suatu produk.
6. Produk PT Djitoe Indonesia Tobako barns lebih inovatif dan menarik bagi konsumen/pembeli, sehingga keinginan konsumen/membeli produk tersebut bisa lebih meningkat.
7. Promosi PT Djitoe Indonesia Tobako lebih kreatif dalam mempromosikan produknya di semua media – media yang ada dan mengadakan kegiatan –
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
64 kegiatan yang bermanfaat bagi konsumen sehingga konsumen lebih mengenal produk tersebut dan tertarik untuk membeli