BAB III METODE PENELITIAN
C. Pembahasan
Remaja yang memiliki pergaulan yang bebas, terkontaminasi dengan obat-obat terlarang, merokok, membolos di rumah sekolah memang harus ada dampingan dan sentuhan nilai-nilai agama yang bisa di perani oleh seorang da‘i. Dan seorang da‘i juga mampu memiliki berbagai macam cara, program serta metode-metode yang bisa melakukan pendekatan yang baik terhadap remaja. Beberapa metode yang harus dimiliki seorang da‘i.
Berdasarkan uraian di atas terdapat metode dakwah yang akurat, kerangka dasar tentang metode dakwah yaitu:
a. Bil al-Hikmah
Hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi yang dilaksanakan atas dasar persuasif. Karena dakwah bertumpu pada human oriented maka konsekuensinya logisnya adalah pengajuan
dan penghargaan pada hak-hak yang bersifat demokratis, agar fungsi dakwah yang utama (bersifat informatif)68.
b. Mau‘izah Hasanah
Mau‘izah Hasanah atau nasehat yang baik adalah memberikan nasehat kepada orang lain dengan cara baik, yaitu petunjuk-petunjuk kearah kebaikan dengan bahasa yang baik, dapat diterima, berkenan dihati, menyentuh perasaan, lurus dipikiran, menghindari sikap kasar dan tidak mencari atau menyebut kesalahan objek dakwah dengan rela hati dan atas kesadarannya dapat mengikuti ajaran yang disampaikan oleh pihak subjek dakwah69.
c. Mujadalah
Mujadalah adalah berdiskusi dengan cara yang baik dari cara-cara berdiskusi yang ada. Mujadalah merupakan cara terakhir yang digunakan untuk berdakwah yang digunakan untuk orang yang taraf
68Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah, h. 98
69 Siti Muriah, Metode Dakwah kontemporer,(Yogyakarta; Mitra pustaka, 2000), h. 44
berfikirnya cukup maju dan kritis seperti ahli kitab yang memang telah memiliki bekal keagamaan dari utusan sebelumnya70.
Ditinjau dari sudut pandang lain, dakwah dapat dilakukan dengan metode yang lazim dilakukan dalam pelaksanaan dakwah, yaitu:
a. Metode ceramah, adalah metode yang dilakukan dengan maksud untuk menyampaikan keterangan, petunjuk, pengertian dan penjelasan tentang sesuatu kepada pendengar dengan menggunakan lisan71.
b. Metode tanya jawab, adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan tanya jawab untuk mengetahui sampai sejauh mana ingatan atau pikiran seorang dalam memahami atau menguasai materi dakwah dan untuk merangsang perhatian penerima dakwah72.
c. Metode diskusi, dimaksudkan sebagai pertukaran pikiran (gagasan, pendapat dan sebagainya) antara sejumlah orang secara lisan membahas suatu masalah tertentu yang dilaksanakan dengan teratur dan bertujuan untuk memperoleh kebenaran
70Siti Muriah, Metode Dakwah Kontemporer, 2000
71Dzikron Abdullah, Metodologi Dakwah, Diktat Kuliah (Semarang; Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, 1988), h. 45
72A. Kadir Munsyi, Metode Diskusi dalam Dakwah, (Surabaya; Al Ikhlas, 1978) h. 31
d. Metode propaganda (di’ayah), yaitu upaya untuk menyiarkan islam dengan cara mempengaruhi dan membujuk massa secara massal, persuasif dan bersifat otoritatif (paksaan)73.
Ada juga beberapa pendekatan dakwah menurut Ali Mustafa Yakub yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw ada enam yaitu :
1. Pendekatan personal (Manhaj As Sirri) 2. Pendekatan Pendidikan (Manhaj At Taklim) 3. Pendekatan Penawaran (Manhaj Al Ardh) 4. Pendekatan missi (Manhaj Al Bi‘tsah)
5. Pendekatan korespondensi (Manhaj al Mukatabah) 6. Pendekatan diskusi (Manhaj Al Mujadalah)
7. Strategi pendekatan dakwah yang lain adalah:
b) Pendekatan struktural, yaitu pengembangan dakwah melalui jalur struktural formal, misalnya melalui pemerintahan
c) Pendekatan kultural, yaitu pengembangan dakwah melalui alur cultural non formal, misalnya melalui pengembangan masyarakat, kebudayaan, sosial dan bentuk non formal lainnya74.
73A. Kadir Munsyi, Metode Diskusi Dalam Dakwah, 1978
74Arief Afandi, Islam Demokrasi Atas Bawah Polemik Strategi Perjuangan Umat Model GusDur dan Amin Rais, (Cet. III Yogyakarta; Pustaka Pelajar 1997), h. 20
60 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap peran da‘i dalam perbaikan perilaku remaja di Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur dapat
disimpulkan bahwa:
1. Perilaku remaja yang di Desa Kolono masih banyak yang perilaku nya cukup menyimpang. Anak-anak remaja yang pergaulannya bebas baik remaja putri dan remaja putra, gaya pacaran yang berlebihan, remaja putra yang sudah terbiasa menghisap rokok, jarang mengikuti mata pelajaran di sekolah/sering bolos sekolah dan memakai obat terlarang.
2. Beberapa program da‘i yang dilaksanakan untuk perbaikan perilaku remaja di Desa Kolono, yaitu dengan membuat halaqah pengajian, remaja islam masjid (RISMA) dan membuat komunitas pemuda-pemuda hijrah khusus. Dan dengan beberapa metode-metode yang telah diprogramkan oleh da‘i di Desa Kolono.
3. Faktor pendukung dan penghambat da‘i:
a. Faktor pendukung:
(1) Kepribadian da‘i (2) Profesionalisme da‘i (3) Pengalaman da‘i
(4) Penguasaan bahan materi dakwah b. Faktor penghambat:
(1) Penyampaian tentang tauhid, aqidah, muamalah serta ibadah-ibadah lainnya
(2) Bentuk penyusuaian diri terhadap kondisi para remaja (3) Ekonomi dan pendidikan
B. Saran
1. Pendidikan agama merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, memahamkan secara dini kepada anak.
2. Para remaja hendaknya menyadari bahwa pergaulan bebas, obat-obat terlarang, membolos di sekolah, merokok, pacaran itu
perbuatan yang tidak baik.
3. Da‘i sebagai juru dakwah yang mengemban tugas mulia mengajak orang untuk berbuat baik dan mencegah kepada yang mungkar, da‘i harus memajukan dan meningkatkan dakwahnya. Karena da‘i inilah yag akan meembangun kualitas manusia yang bersifat rohanian dan batinian.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Dzikron. 1988. Metodologi Dakwah, Diktat Kuliah.
Semarang: Fakultas Dakwah IAIN Walisongo
Abdullah Syihata. 1978. Dakwah Islamiya. Jakarta: Departemen Agama RI
AF Munawwir. 1999. Kamus Al Bisri: Arab-Indonesia. Surabaya:
Pustaka Progresif
Afandi Arief. 1997. Islam Demokrasi Atas Bawah Polemik Strategi Perjuan Umat Model Gusdur dan Amin Rais. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Ahmad dan Abdullah. 2007. Islam dan Negara Sekuler. Bandung:
Mizan Media Utama
Al Baby Muhammmad. 1997. Islam Agama Dakwah Bukan Revolusi. Jakarta: Kalam Mulia
Al Quran dan terjemahanAr Rahman, Mikraj Khazanah Ilmu
al-Ahwani Ahamad. 1988. Filsafat Islam, Jakarta: Pustaka Firdaus AnoragaPandji. 2000. Manajemen Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta AthaMuhamad. 1982. Sejarah Dakwah Islam. Surabaya: PT Bina
Djali. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Effendy Onong. 2002. Dinamika Komunikasi. Bandung: Rosda Karya
Faizah dan Effendi Lalu. 2006. Psikologi Dakwah, Jakarta :Rahmat Semesta Cetakan2
Fathoni Abdurrahaman. 2006.Manajemen Sumber Daya. Jakarta:
Rineka Cipta
Hafihuddin Didin. 1998. Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani Press Cetakan1
Hafihuddin Didin. 1998. Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani Press. Cet 1.
Hafihuddin Didin. 2004 Islam Implikatif. Jakarta. Gema InsaniCetakan 2
Hafihuddin Didin. 2004.Islam Implikatif. Jakarta: Gema Insani.
Cetakan.2
Helmy Masdar. 1973. Dakwah Dalam Alam Pembagunan.
Semarang: CV. Toha Putra
Herijulianti Eliza. 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta:Buku Kedokteran EGC
Ilahi Wahyu. 2010. Komunikasi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Cetakan1
Ismail Bin Muhammad. 1422 H. Shahih Al Bukhari. Saudi Arabia:
Daar Thuwaiq An Najah
Kartini Kartono. 1986 Psikologi Remaja. Bandung: Offset Alumni Komariah Aan dan Triatna Cepi. 2005. Visionary Leader Ship Menuju Sekolah Efektif. Bandung: Bumi Aksara.
Martoyo dan Susilo. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE
Mu‘awwanah Elfi . 2012. Bimbingan Konseling Islam: Memahami Fenomena Kenakalan Remaja dan Memiliki Upaya Pendekatannya Dalam Konseling Islam. Yogyakarta: Tesas
Muhajirin Neon. 1998. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta:
Rake Sarasin
Muhtadi Asep dan Safei Agus. 2003. Metode Penelitian Dakwah.
Bandung: Pustaka
Munir Samsul. 2013. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah
Munsyi Kadir. 1978. Metode Diskusi dalam Dakwah. Surabaya: Al Ikhlas
Muriah Siti. 2000. Metode dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka
Najamudin. Metode Dakwah Menurut Al Qur’an. Yogyakarta:
Pustaka Insan Madaniwah
Nawawi Alwi. 1988. Pengantar Hukum Agama Islam. Makassar:
Universitas Muslim Indonesia
Partanto Pius dan al-Barry Dahlan. 2002. Kamus Ilmiah Populer.
Arkola, Surabaya: Arkola
Rianto Suharto. 1996. Kamus Besar Bahasa indonesia Terbaru.
Surabaya: Surabaya Indah
Sugioyono. 2002. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Alfabeta
Suhandang Kustadi. 2013. Ilmu Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cetakan 1
Suhandang Kustadi. 2013. Ilmu Dakwah. Bandung: Rosda Karya Cetakan 1
Suhandang Kustadi. 2014. Strategi Dakwah. Bandung: Remaja RosdakaryaCetakan 1
Suhandang Kustadi. 2014. Strategi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Cetakan 1
Sukayat Tata. 2009. Quantum Dakwah. Jakarta: Rineka Cipta Syukir Asmuni. 1983. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam.
Surabaya: Al Ikhlas
TH HanDoko. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE
L
A
M
P
I
R
A
N
65
Anak pertama dari empat bersaudara pasangan dari Mohammad Tasbik Husen dan Kartini Dampala. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN III Inpres di Tofoiso Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah pada 2003.
Pada tahun itu juga penulis melanjutkan ke MTSN 1 Bungku Tengah dan tamat pada tahun 2005 kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Bungku Tengah tamat pada tahun 2007.
Di tahun 2008 penulis menjadi pegawai honorer sebagai staf Administrasi Perekonomian dan Pembangunan di Kantor Bupati Morowali. Sampai di tahun 2013 penulis memutuskan untuk berhenti menjadi pegawai honorer di kantor Bupati dan menuntut ilmu di Perguruan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar hingga saat ini.