• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

Jadi pendapatan yang diperoleh masyarakat Bangsring bisa dikategorikan dari tiga sumber pendapatan yaitu pendapatan formal dimana masyarakat mendapatkan gaji atau upah dari hasil kerja mereka dengan wisata Bangsring, pendapatan informal masyarakat berjualan dengan membuka toko oleh-oleh serta warung makanan di sekitar wisata, dan pendapatan subsistem yaitu selain mereka bekerja dengan wisata Bangsring mereka juga membagi waktu dengan bertani dan mencari ikan dilaut.

adanya strategi komunikasi massa yang baik dan bertahan dalam persaingan dengan pariwisata lain yang sekarang sudah banyak terdapat di Kabupaten Banyuwangi. Strategi komunikasi wisata Bangsring underwater mengelola tiga media massa, yaitu media online, media elektronik, dan media cetak.

a. Media online

Media massa online pada wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan media sosial instagram, facebook, dan twitter serta mengelola website. Penggunaan media sosial dan website sangat penting untuk sebuah pariwisata dalam menarik wisatawan ataupun pengunjung apalagi dalam era modern saat ini dan juga dapat menghemat biaya dan waktu. Media sosial instagram, facebook, dan twitter bertujuan untuk melihat gambar sebuah wahana dan atraksi, fasilitas maupun pemandangan yang ada di wisata Bangsring. Pengelolaan website bertujuan untuk booking atau pemesanan wisatawan luar daerah Banyuwangi yang ingin berkunjung ke wisata Bangsring underwater.

Dari media online yang dikelola wisata Bangsring underwater Banyuwangi bisa diakses menggunakan smartphone atau laptop yang tersambung dengan internet.

b. Media elektronik

Media massa elektronik pada wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan media televisi dan radio dalam pengelolaan komunikasi massa. Pihak humas wisata Bangsring underwater Banyuwangi bekerjasama dengan perusahaann televisi swasta Trans 7

dalam penayangan media televisi dan humas wisata Bangsring underwater Banyuwangi juga bekerjasama dengan RRI (Radio Republik Indonesia) dalam penyiaran melalui media radio. Adanya kerjasama pihak wisata Bangsring underwater Banyuwangi dengan perusahaan swasta Trans 7 melalui media televisi bertujuan memperluas area penayangan untuk dilihat oleh banyak masyarakat melalui media televisi, dengan rating perusahaan media televisi Trans 7 yang cukup besar mampu dengan cepat dilihat dan didengarkan oleh masyarakat untuk mendapat informasi serta edukasi wisata Bangsring underwater Banyuwangi. Sedangkan adanya kerjasama dengan RRI (Radio Republik Indoneisa) dalam media radio dimana RRI sendiri yakni Badan Usaha Milik Negara bertujuan untuk memperluas area penyiaran untuk didengarkan oleh banyak masyarakat yang memiliki media radio.

c. Media cetak

Media massa cetak pada wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan media banner, papan kayu, koran online, brosur dan juga papan penunjuk arah jalan yang berada di pinggir jalan raya. Media banner yang terletak di area wisata bertujuan untuk memberikan informasi kepada wisatawan yang berkunjung serta papan kayu juga bertujuan untuk memberikan informasi seputar fasilitas apa saja yang terdapat di wisata Bangsring underwater Banyuwangi. Media banner dan papan kayu dikelola pihak wisata Bangsring underwater sendiri tanpa adanya campur tangan dari instansi lain. Media koran humas pihak

wisata Bangsring underwater bekerjasama dengan Kompas dan Detik.

Adanya kerjasama ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara online yang bisa diakses menggunakan internet, pengelolaan media cetak online ini sekarang sangat tepat melihat zaman yang modern ini. Media brosur dikelola oleh wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan brosur online tidak dalam bentuk kertas, dimana brosur online ini hanya dibuat di aplikasi lalu membagikan lewat media sosial. Media brosur ini bertujuan untuk memberikan agenda apa saja yang terdapat di wisata Bangsring underwater Banyuwangi. Penggunaan media papan penunjuk arah jalan bertujuan untuk mudah diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung bahwa lokasi wisata Bangsring underwater Banyuwangi berada. Media papan penunjuk arah jalan ini pihak wisata Bangsring underwater Banyuwangi bekerjasama dengan pemerintah kota karena harus ada izin dari pemerintah untuk pengadaan media papan ini.

Berdasarkan hasil temuan diatas jika dikaitkan dengan teori Definisi komunikasi massa yang paling sederhana disampaikan oleh Bittner seperti yang dikutip Jalaludin Rakhmat, yakni komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.

Sementara Gerbner yang dikutip Jalaludin Rakhmat, mendefinisikan bahwa komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.95 Melihat dari fungsi komunikasi

95Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, 188.

massa yang mengandalkan media massa, memiliki fungsi utama, yaitu menjadi proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas.

Komunikasi massa memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informatif tercapai dalam waktu cepat dan singkat.96

2. Kontribusi wisata Bangsring underwater terhadap peningkatan peningkatan pendapatan masyarakat lokal

Setelah melakukan penelitian ditemukan dengan adanya kontribusi wisata Bangsring underwater Banyuwangi cukup menunjang dalam perekonomian masyarakat lokal. seperti yang dijelaskan sebagai berikut ini:

a. Terbukanya lapangan pekerjaan

Dengan adanya wisata Bangsring mampu memberikan lapangan pekerjaan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan Bangsring. Dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat lokal tentang konservasi dan sadar wisata memberikan sumber daya manusia yang produktif untuk bekerja menjadi karyawan wisata Bangsring underwater Banyuwangi. Kontribusi wisata Bangsring underwater membuka lapangan pekerjaan memberikan masyarakat memiliki pendapatan lebih selain dari hasil bertani, berdagang dan mencari ikan di laut. Jadi dengan adanya wisata Bangsring menjadi keuntungan sendiri yakni yang biasanya sebagai pengangguran, bekerja sebagai petani dan nelayan, sekarang menjadi karyawan bekerja di wisata

96Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), 80.

Bangsring underwater serta masyarakat mempunyai pengalaman dan ilmu baru dengan bekerja menjadi karyawan.

b. Meningkatnya pendapatan masyarakat

Dengan adanya wisata Bangsring underwater ini terdapat peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Masyarakat menjadikan keuntungan sendiri yakni yang biasanya masyarakat pengangguran, bekerja mencari ikan dilaut, bekerja sebagai petani dan sebagai buruh sekarang ada yang menjadi karyawan di wisata Bangsring mendapatkan pengalaman dan ilmu baru, ada yang menambah penghasilan dengan mendirikan warung dan ada juga yang membuka usaha souvenir dll.

Dengan adanya wisata Bangsring masyarakat bisa menambah penghasilannya yang semula mereka hanya mampu berpenghasilan minim sekarang mulai ada peningkatan pendapatannya.

Hal ini sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa dilihat dari sumber pendapatan masyarakat lokal termasuk dalam dua sumber pendapatan dengan adanya wisata Bangsring underwater, yakni sektor formal dan sektor informal.97 Dari sektor formal bahwa masyarakat yang dahulu pengangguran sekarang bekerja di wisata Bangsring underwater Banyuwangi mendapat gaji bulanan, dari sektor informal bahwa dengan adanya wisata Bangsring underwater masyarakat ada yang mendirikan warung maupun membuka usaha oleh-oleh disekitar wisata.

97Reksoprayitno, Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi, 79.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater Banyuwangi Strategi komunikasi massa yang diterapkan wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan tiga media massa yakni media massa online, media massa cetak dan media massa elektronik. Pada media massa online wisata Bangsring underwater menggunakan media sosial seperti instagram facebook, twitter dan juga website. Pada media massa cetak menggunakan banner, papan kayu, brosur dan koran yang bekerjasama dengan perusahaan Kompas dan Detik. Pada media elektronik pihak wisata Bangsring underwater Banyuwangi menggunakan televisi dan radio. Dari media televisi humas pihak wisata bekerjasama dengan perusahaan televisi swasta Trans 7 sedangkan dari media radio bekerjasama dengan RRI (Radio Republik Indonesia). Strategi komunikasi massa tidak akan berjalan baik tanpa adanya media massa yang memungkinkan informasi dari institusi publik tersampaikan kepada masyarakat secara luas dalam waktu cepat sehingga fungsi informatif tercapai dalam waktu cepat dan singkat.

2. Kontribusi wisata Bangsring underwater Banyuwangi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal

Dengan adanya wisata Bangsring underwater ini dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Wisata Bangsring underwater merupakan suatu wahana bagi masyarakat di Desa Bangsring yang bisa merangsang mereka untuk lebih giat bekerja. Selain menjadi nelayan dan bertani masyarakat bisa menambah penghasilannya dari wisata ini untuk dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka.

Sumber pendapatan masyarakat disini dikategorikan dari sektor formal bagi yang menjadi karyawan di wisata dan informal bagi yang membuka usaha atau warung.

B. Saran

1. Kepada wisata Bangsring underwater Banyuwangi, untuk lebih ditingkatkan dalam memberikan informasi melalui media komunikasi massa karena persaingan antar wisata di Banyuwangi sudah mulai tumbuh dan juga meningkatkan fasilitas serta sarana-sarana wisata lainnya agar pengunjung atau wisatawan nyaman.

2. Kepada Kelompok Nelayan Ikan Hias Samudera Bakti, untuk selalu kompak dan menjaga tali silaturahmi sesama anggota. Dengan menjaga kekompakan maka akan semangat dalam mengembangkan wisata Bangsring underwater Banyuwangi.

3. Kepada masyarakat sekitar, untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama warga, dan juga kepada para pengunjung yang berwisata.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembanguanan Kelautan dan Kewilayahan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Affaza, Humaira. 2018. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam Mempromosikan Wisata Halal. Aceh. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri AR-Raniry Aceh.

Algifari, Guritno Mangkoesoebroto. 1998. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta: STIE YKPN.

Ardianto, Elvinaro dkk. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi.

Bandung: Simbiosis Rekatama Media.

Arif, Budiman Muhammad. 2017. Jurnal: Identifikasi Potensi Dan Pengembangan Produk Wisata Serta Kepuasan Wisatawan Terhadap Produk Wisata: Studi Kasus Bangsring Underwater Kabupaten Banyuwangi. Malang. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Arifal Fahad, Hisyam. 2016. Skripsi: Pengembangan Sektor Pariwisata Di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2002-2013. Jember. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Boediono. 2002. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Burhanuddin. 2015. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Danil, Mahyu. Pengaruh Pendapatan Terhadap Tinkgat Konsumsi pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Bupati Kabupaten Biruen. Vol. IV No. 7:9.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka.

Gregory, N. Mankiw. 2003. Teori Makro Ekonomi Edisi Kelima, Terjemahan.

Jakarta: Erlangga.

Halik, Abdul. 2013. Komunikasi Massa. Makassar: Alauddin University Press.

J. Moleong, Lexy. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

K, Golrida. 2008. Akuntansi Usaha Kecil untuk berkembang. Jakarta: Murai Kencana.

Kuswandi, Wawan. 2008. Komunikasi Massa Interaktif Budaya Massa. Jakarta:

PT Rineka.

M. Rompas, Rizaldi. 2011. Membangun Laut Membangun Kejayaan. Jakarta:

Kominfo Dirjen Ikp.

Marbun, BN. 2003. Kamus Manajemen. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Menur Seta, Pambayu. 2014. Skripsi: Strategi Komunikasi PT. Kaha Event Management dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan. Jakarta.

Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Misdrinaya, Muthia. 2017. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Kota Makassar. Makassar. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Nazir. 2010. Tesis: Analisis Determinan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Aceh Utara. Medan. Universitas Sumatera Utara Medan.

Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Prastiani, Novita. 2019. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Tirta Sinongko Oleh Pemerintah Desa Pokak dalam Menarik Wisatawan.

Surakarta. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Pratama, Imul. 2017. Skripsi: Komunikasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung Wisata Pantai Nambo Kendari. Makassar. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Makassar.

Reksoprayitno. 2004. Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi. Jakarta: Bina Grafika.

Rismayanti, Puji. 2017. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Deskriptif Kualitatif Aktivitas Promosi pada Akun Instagram @kedai_digital). Yogyakarta. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Romli, Khomsahrial. 2016. Komunikasi Massa. Jakarta: PT Grasindo.

Satria, Dias. 2017. Jurnal: Modal Sosial Dan Ekowisata: Studi Kasus Di Bangsring Underwater Kabupaten Banyuwangi. Malang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Selviana, Erwanda. 2019. Skripsi: Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Ponorogo dalam Mempromosikan Program Tahun Wisata 2019.

Ponorogo. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Sihabuddin, Iqbal. 2019. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Mengembangkan Objek Wisata Religi Kota Magelang (Studi pada Makam Syekh Subakir). Salatiga. Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

Soekarwati. 2002. Faktor-faktor Produksi. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Cipta.

Tim penyusun. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: Jember Press.

Toweulu, Sudarman. 2001. Ekonomi Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo.

Turrodiyah, Faizah. 2016. Skripsi: Strategi Komunikasi Pemasaran Yayasan Pesantren Nurul Falah Surabaya dalam Meningkatkan Jumlah Konsumen. Surabaya. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Surabaya.

Uchjana, Effendy Onong. 2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2005.

Wahyu Fajaryanto, Ahmad. 2019. Skripsi: Manajemen Industri Handycraft dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Jember. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Jember.

Zulkaidi, Muhammad. 2019. Skripsi: Komunikasi Pemasaran Pokdarwis dalam Mempromosikan Destinasi Wisata di Teluk Jering Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Riau. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

wawancara yang nantinya dapat menjawab pertanyaan peneliti di lapangan.

1. Bagaimana sejarah wisata Bangsring underwater Banyuwangi?

2. Bagaimana struktur organisasi yang terdapat di wisata Bangsring underwater Banyuwangi?

3. Bagaimana strategi komunikasi massa yang diterapkan wisata Bangsring underwater Banyuwangi dalam menarik wisatawan?

4. Media apa saja yang diterapkan wisata Bangsring underwater Banyuwangi dalam menarik wisatawan?

5. Apakah media yang sering digunakan wisata Bangsring underwater sendiri dalam menarik wisatawan?

6. Apakah usaha kedepan wisata Bangsring underwater untuk selalu menjadi pariwisata yang diminati oleh wisatawan?

7. Apa tanggapan masyarakat dengan adanya wisata Bangsring underwater ini?

8. Bagaimana dampak yang dirasakan masyarakat setelah adanya wisata Bangsring underwater ini?

9. Bagaimana perekonomian masyarakat sebelum dan sesudah adanya wisata Bangsring underwater?

10. Seberapa banyak pengaruh dengan adanya wisata Bangsring underwater ini?

Massa Wisata BUNDER

(Bangsring Underwater)

Banyuwangi dalam Peningkatan

Pendapatan Masyarakat Lokal

Massa Komunikasi Massa

2. Fungsi Komunikasi Massa

3. Proses Komunikasi Masssa

4. Jenis-Jenis Media Komunikasi Massa

2. Sekretaris Wisata 3. Karyawan Wisata 4. Masyarakat

Sekitar

B. Jenis Penelitian: Penelitian Deskriptif

C. Teknik Penentuan Subyek Penelitian: Teknik Purposive D. Teknik Pengumpulan Data:

1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi E. Analisis Data:

1. Reduksi Data 2. Display Data 3. Verifikasi

F. Validitas Triangulasi Sumber

komunikasi massa wisata

Bangsring underwater Banyuwangi?

2. Bagaimana kontribusi wisata

Bangsring underwater Banyuwangi terhadap peningkatan

pendapatan

masyarakat lokal?

Pendapatan 1. Pendapatan Masyarakat 2. Jenis-Jenis

Pendapatan Masyarakat

1. Ikhwan Arief Ketua wisata Bangsring underwater Banyuwangi 2. A. Sahriyanto Sekretaris wisata Bangsring underwater

Banyuwangi

3. Amir Rasidi Seksi Perlengkapan wisata Bangsring underwater Banyuwangi

4. Tedy Masyarakat sekitar wisata Bangsring 5. Samsi Masyarakat sekitar wisata Bangsring 6. Dony Masyarakat sekitar wisata Bangsring 7. Ahmad Yusuf Masyarakat sekitar wisata Bangsring 8. Dewi Masyarakat sekitar wisata Bangsring

Foto Bersama Bapak Ikhwan Arief selaku Ketua wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Foto bersama Bapak Sahriyanto selaku Sekretaris wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Usaha masyarakat yang menjual souvenir dan aneka baju

Wahana banana boat wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Fasilitas homestay yang disewakan kepada pengunjung yang ingin menginap

Media papan wisata Bangsring underwater yang terbuat dari kayu

Media papan kayu dan banner wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Media twitter yang dikelola wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Rumah apung wisata Bangsring underwater Banyuwangi

Nama : Ahmad Farih Mahbubi

NIM : 083 144 145

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan : Ekonomi Islam

Prodi : Ekonomi Syariah

Alamat : Jl. Citarum No.45 RT 04 RW 02, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. MI Roudlotul Ulum Banyuwangi Tahun 2002-2008

2. SMPN 2 Banyuwangi Tahun 2008-2011

3. MA Darussholah Jember Tahun 2011-2014

4. Institut Agama Islam Negeri Jember Tahun 2014-2019 .

Pendahuluan

Komunikasi massa merupakan komunikasi yang dilakukan guna mencakup khalayak ramai.

Komunikasi massa bersifat umum, terbuka, heterogen namun berlaku satu arah dan dilakukan melalui media yang terlembagakan.

Media yang digunakan tersebut dinamakan media massa. Jika dulu hanya terdapat surat kabar dan televisi, maka kini terdapat paradigma baru tentang alat media massa meliputi majalah, radio dan internet (Nuruddin, 2007).

Jalaluddin Rakhmat mengatakan bahwa media massa merupakan perpanjangan dari alat indera. Radio merupakan perpanjangan dari telinga, surat kabar perpanjangan dari mata, dan televisi perpanjangan dari keduanya. Dengan

radio seseorang dapat melihat sesuatu yang berasal dari jarak jauh, dengan surat kabar seseorang dapat melihat sesuatu yang berasal dari jarak jauh pula (Jalaludin Rahmat, 2005).

Seiring dengan kemajuan teknologi dibidang komunikasi massa, maka semakin banyaknya informasi yang didapatkan sehingga masyarakat mulai berani berpikir dan bertindak kritis terhadap beberapa pemberitaan, terutama jika menyangkut keadaan ekonomi dan politik bangsa. Kecenderungan misi media massa sebagai pendukung perubahan dan pengkritisi perubahan, menerapkan media massa pada posisi terpenting (Wawan Kuswandi, 2008).

Sifat lingkungan pesisir yang dinamis menjadikan popularitas wisata bahari kian menjanjikan. Wisata bahari bisa menjadi alat canggih dalam membangkitkan ekonomi kreatif STRATEGY IN INCREASING LOCAL PEOPLE’S INCOME

Ahmad Farih Mahbubi, Dr. Nurul Widyawati Islami Rahayu S.Sos, M.Si.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Jember, Jl. Mataram 01, Mangli, Jember, 68136

Mass communication is communication carried out in order to cover the general public. Mass communication is general, open, heterogeneous but applies in one direction and is carried out through institutionalized media. The media used is called mass media.

Mass communication is very important in a tourism, because the target of a tourism is the general public in order to provide information and provide education. Like Bangsring underwater tourism Banyuwangi uses mass media as a tool to interact with all levels of society ranging from children to adults. The focus of research in this thesis is: 1) What is the mass communication strategy of the Banyuwangi underwater Bangsring tourism. 2) What is the contribution of the Banyuwangi underwater Bangsring tour to the increase in local people's income. This research uses a qualitative approach. Determination of the information using a purposive technique. As for data collection using observation, interviews and documentation. The data that has been obtained is then analyzed using data deduction, data presentation, and verification / drawing conclusions. To test the validity of the data using source triangulation. The results of the study show that: 1) The mass communication strategy implemented in Banyuwangi underwater Bangsring tourism uses three mass media namely online mass media, print mass media and electronic mass media.

2) With this underwater Bangsring tour it can provide jobs and increase the income of the local community. Underwater Bangsring Tourism is a vehicle for people in Bangsring Village that can stimulate them to work harder.

Keyword: Mass communication, Bangsring Underwater, income

berkunjung ke Pantai dan wisata bahari lainnya di Indonesia juga sangat tinggi, hal ini mendorong munculnya bisnis-bisnis kecil, seperti kebutuhan akan pramuwisata, jasa sewa kendaraan, pedagang, sewa penitipan kendaraan wisatawan, hingga warung sebatas minum kopi.

Ini secara otomatis berkontribusi terhadap pendapatan ekonomi masyarakat sekitar sebagai bagian dari pelaku pariwisata.

Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah dengan wilayah terbesar di Provinsi Jawa Timur yang terletak di ujung timur Pulau Jawa.

Wilayah Banyuwangi membentang dari dataran tinggi ke dataran rendah dengan kekayaan dan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Banyuwangi memiliki daya tarik di sektor pariwisata yang sangat beragam. Terdapat pemandangan alam seperti pantai, gunung, hutan, taman nasional, dan lainnya.

Pengembangan pariwisata dapat menjadi sebuah modal tersendiri yang berperan untuk memaksimalkan potensi yang ada sehingga menghasilkan dampak terhadap ekonomi yang lebih besar (Dias Satria, 2017).

Pantai Bangsring underwater mempromosi-kan wisatanya melalui media televisi, internet maupun media sosial seperti facebook, instagram, maupun twitter. Dengan memanfaatkan media massa, pengelola dapat memberikan informasi kepada khalayak ramai dengan mudah dan mempromosikan keindahan alam maupun atraksi wisata yang ada di Pantai Bangsring. Kepuasan pengunjung terhadap atraksi wisata yang ada di Pantai Bangsring dapat meningkatkan jumlah pendapatan masyarakat lokal dan kunjungan wisatawan.

Sejak wisata Bangsring underwater ini menjadi pariwisata tahun 2014 lalu memberikan dampak terhadap masyarakat yakni menjadi lahan untuk menambah penghasilan serta meningkatkan pendapatan mereka.

perbedaan antara masing-masing penelitian ketika sudah menyampaikan fokus penelitian.

Berikut adalah penelitian terdahulu yang dapat peneliti temukan: Penelitian Erwanda Selviana mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (2019), Penelitian Iqbal Sihabuddin mahasiswa Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Salatiga (2019), Penelitian Ahmad Wahyu Fajaryanto mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Jember (2019), Penelitian Novita Prastiani mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Surakarta (2019), Penelitian Muhammad Zulkaidi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (2019).

Penelitian Erwanda Selviana (2019) menyebutkan bahwa daerah atau kota yang maju tidak lepas dari peran pemerintah setempat. Pemerintah membuat beragam program dari berbagai sektor sebagai upaya untuk menggali potensi dan memajukan daerah.

Sektor yang saat ini tengah trend adalah pariwisata. Pariwisata menjadi salah satu daya tarik yang paling kuat bagi suatu daerah.

Sementara itu, keberhasilan suatu program pemerintah bergantung pada beragam aspek.

Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pemerintah adalah aspek komunikasi. Komunikasi penting untuk membangun sebuah hubungan yang baik antar pemerintah dan masyarakat terkait program yang dicanangkan.

Penelitian Iqbal Sihabuddin (2019), penelitian ini menyebutkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Pemerintah Kota Magelang dalam mengembangkan objek wisata religi makam Syekh Subakir yaitu bauran komunikasi pemasaran meliputi pemasangan iklan, pembuatan promosi, pemanfaatan humas sebagai publikasi, penjualan tatap muka, dan

keamanan.

Ahmad Wahyu Fajaryanto (2019) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Industri handycraft tasbih di Desa Karangsono ini dikelola dengan sistem manajemen yang baik untuk mengkoordinasikan seluruh proses produksi. Seluruh proses produksi sudah diatur agar bisa sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga produksinya tidak kurang dan tidak berlebihan. Baik dari tenaga kerja maupun dari hasil produksi dan juga alur pemasarannya.

Dengan adanya industry ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka.

Penelitian Novita Prastiani (2019), hasil dari skripsi ini Pemerintah Desa dalam melaksanakan strategi komunikasi pemasaran dalam menarik wisatawan meliputi tiga kegiatan, antara lain promosi penjualan untuk mempengaruhi dan membujuk masyarakat agar tertarik untuk mencoba dan membeli suatu produk atau jasa yang ada di wisata, public relations untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau produk individualnya, dan penjualan personal dimana pihak instansi atau wisata dapat bertatap muka langsung dengan calon pembeli guna melakukan kegiatan penjualan, bertanya jawab dengan pembeli maupun melakukan interaksi.

Dari ketiga pemasaran tersebut sudah diterapkan dengan baik oleh Pemerintah Desa dan pengelola dalam menarik wisatawan. Untuk kedepannya Pemerintah Desa beserta pengelola terus meningkatkan penyusunan strategi komunikasi pemasaran untuk pengelolaan Tirta Sinongko yang semakin membaik.

Penelitian Muhammad Zulkaidi (2019) menyebutkan bahwa besarnya potensi pariwisata di Teluk Jering membutuhkan komunikasi pemasaran yang tepat untuk mempromosikan kepada wisatawan. Hal ini telah diterapkan oleh pihak Pokdarwis dengan

Kajian Teori

Kata “massa” sendiri menunjuk pada penerima pesan. Massa yang sikap dan perilakunya berkaitan dengan peran media massa seperti audiens, pemirsa dan pembaca (Nuruddin, 2007).

Komunikasi massa merupakan komunikasi yang dilangsungkan melalui media massa.

Komunikasi ini termasuk jenis komunikasi sekunder. Komunikasi sekunder sendiri merupakan proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain melalui media massa. Jenis komunikasi ini seperti surat, telepon, radio, majalah dan surat kabar (Onong U. Effendy, 2005).

Karakteristik komunikasi massa menurut Elvinaro yaitu: 1) Komunikator Terlembagakan, Dengan mengingat kembali pendapat Wright, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. 2) Pesan Bersifat Umum, komunikasi bersifat terbuka, artinya komunikasi massa ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk kelompok orang tertentu. 3) Komunikannya Anonim dan Heterogen, Komunikasi massa komunikatornya tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. Komunikan bersifat heterogen karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan faktor: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi. 4) Media Massa Menimbulkan Keserempakan, Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya, adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapai relatif banyak dan tidak terbatas. 5) Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan, Dimensi isi menunjukkan muatan atau isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan, sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya, yang juga

Dokumen terkait