• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian dan Analisis Data

1. Strategi Komunikasi Massa Wisata Bangsring Underwater

Pariwisata Bangsring underwater merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian Desa Bangsring. Adanya strategi komunikasi massa yang spesifik dan sistematis akan mudah menerima informasi yang di sampaikan oleh wisata Bangsring underwater. Komunikasi massa memiliki

media massa guna memberikan informasi yang digagaskan oleh seorang komunikator kepada komunikan.

Ada beberapa jenis media massa yang digunakan oleh pengelola wisata Bangsring ini, yakni media online, media cetak, dan juga media elektronik.

a. Media online

Wisata Bangsring underwater memiliki beberapa media online, yakni berupa media sosial dan website. Media sosial seperti instagram, facebook, dan twitter memiliki peran penting di zaman yang serba modern ini. Karena target sebuah pariwisata adalah masyarakat luas atau khalayak, penggunaan media sosial dan website adalah pilihan tepat bagi wisata Bangsring underwater untuk menjangkau masyarakat agar mengetahui informasi terkini yang ada di wisata Bangsring.

Hasil wawancara peneliti dengan bapak Ikhwan Arief selaku ketua wisata Bangsring underwater Banyuwangi:

“Strategi komunikasi massa yang kami lakukan awalnya mengajak teman-teman maupun saudara untuk berfoto-foto di rumah apung dan area konservasi terumbu karang, lalu kita upload di sosial media instagram, facebook, maupun twitter resmi kami. Dengan upload ke sosial media sosial kami bisa menghemat waktu dan biaya, karena sekarang zamannya digital pasti setiap orang mempunyai smartphone. Melewati media sosial itu lebih cepat ditangkap masyarakat maupun khalayak mengenai isi dan makna dari informasi yang kami sebar.”78

Disambung lagi dengan hasil wawancara peneliti terhadap bagian Sekretaris bernama bapak Sahriyanto, beliau memaparkan:

78Ikhwan Arief, wawancara, Banyuwangi, 15 Februari 2019

“Sekarang zaman sudah modern mas, mempromosikan sebuah pariwisata komunikasi massa yang diterapkan pasti melalui media online. Yang terpenting kita pintar mengelola atau mendesain bagus isi dari pesan, pasti orang tertarik untuk berkunjung. Kita lebih sering di sosial media, karena bisa langsung upload kegiatan kita sehari-hari dengan pengunjung di pantai. Website kita kelola untuk menjangkau wisatawan luar daerah maupun wisatawan asing dari luar negeri yang ingin mengenal wisata Bangsring underwater ini. Di website juga terdapat harga booking homestay untuk menginap wisatawan, booking alat-alat snorkling, dan jasa antar jemput ke pulau Tabuhan.”79

Dengan pernyataan tersebut, dapat digambarkan dan dijelaskan, bahwa strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater menggunakan media online yakni media sosial dan website. Menerapkan media online sebagai media komunikasi sangat penting untuk sebuah pariwisata, karena objek sebuah pariwisata adalah khalayak yang luas dengan pengelolaan yang mudah, irit biaya, serta cepat dalam menyampaikan sebuah informasi.

Wisata Bangsring memiliki media sosial seperti instagram, facebook, dan twitter. Dari ketiga media sosial tersebut yakni instagram dan facebook yang lebih dominan digunakan. Di sambung lagi dengan pernyataan wawancara peneliti terhadap bapak Sahriyanto, beliau memaparkan:

“kami sering menggunakan media sosial instagram dan facebook dalam mengupload sebuah postingan pemandangan terumbu karang maupun atraksi yang di sediakan wisata Bangsring ini. Kami ambil gambar dan video yang terlihat menarik untuk dibagikan ke khalayak kemudian kami edit foto maupun videonya lalu upload ke media melalui media sosial instagram maupun facebook. Mengapa kami sering menggunakan media sosial instagram dan facebook, karena banyak masyarakat yang memiliki kedua aplikasi tersebut

79Sahriyanto, wawancara, Banyuwangi, 2 Februari 2019

dan akses penggunaannya setiap hari sehingga memudahkan kami memberikan informasi atau pengetahuan kepada masyarakat.”80 Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa wisata Bangsring underwater berinteraksi dengan masyarakat lebih sering menggunakan media sosial instagram dan facebook karena tiap masyarakat selalu aktif di kedua aplikasi tersebut.

Memanfaatkan penggunaan media sosial instagram dan facebook cepat dalam melakukan promosi maupun update informasi seputar wisata Bangsring underwater membuat masyarakat semakin tertarik untuk melihat pemandangan sekitar wisata dan menikmati atraksi bahari yang di fasilitasi oleh wisata Bangsring underwater.

Strategi komunikasi massa menggunakan media online yang dikelola wisata Bangsring cukup bagus dengan desain pesan yang menarik melalui website maupun media sosial.

b. Media cetak

Pada bagian ini akan disajikan data media cetak apa saja yang terdapat dalam wisata Bangsring underwater dalam melakukan promosi atau membagikan informasi kepada masyarakat.

Hasil dari wawancara kepada bapak Amir Rasidi selaku seksi perlengkapan wisata Bangsring underwater.

“Media cetak yang kami terapkan memasang banner di tempat-tempat yang sering dilalui pengunjung, seperti di tempat-tempat parkir, sebelah bangunan loket atau tempat informasi dan lain-lain. Kami buat ukuran besar dan menarik agar pengunjung atau wisatawan dapat melihat atau berminat untuk membacanya. Namun itu harus

80Sahriyanto, wawancara, Banyuwangi, 2 Februari 2019

ada yang diperbaiki karena sudah lama kami tidak memperbaruinya, dan juga sudah ada yang rusak mas. Ada juga kami juga membuat papan nama terbuat dari kayu, bisa mas lihat di tengah itu berisi tentang fasilitas apa saja yang terdapat di wisata Bangsring underwater ini. Dan ada juga papan dari kayu di pintu masuk, bisa mas lihat juga disana. Ada juga rambu penunjuk jalan letaknya ada di depan sana di pinggir jalan.”81

Dari wawancara diatas bahwa strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater dengan media cetak menggunakan banner, papan penunjuk arah jalan dan juga menggunakan papan kayu yang bisa dilihat oleh semua pengunjung yang berekreasi. Tujuan membuat banner dan papan unik yang terbuat dari kayu memudahkan pengunjung yang datang berwisata untuk mendapatkan informasi dan fasilitas apa saja yang terdapat di wisata Bangsring underwater, dengan begitu memudahkan pengunjung untuk menikmati liburannya dengan keluarga. Penerapan rambu penunjuk jalan bertujuan untuk menarik masyarakat yang melewati jalan raya mengetahui lokasi wisata Bangsring underwater.

Disambung wawancara dengan Sekretaris bapak Sahriyanto, beliau mengatakan

“Wisata Bangsring dahulu menggunakan brosur dalam melakukan promosi, tetapi sekarang tim kreatif kami membuat brosur dimana mempostingnya melalui sosial media. Jadi kami tidak membuat brosur dalam bentuk kertas, melainkan melalui instagram maupun sosial media lainnya. Kalau koran kami bekerjasama dengan humas dari Kompas,com dan Detik.com yang mengelola koran secara online atau e-paper diterbitkan sewaktu mengadakan event atau kegiatan yang akan diselenggarakan di wisata Bangsring kami terbitkan juga melalui media online yang bisa diakses dari komputer maupun smartphone. Terkadang juga Kompas.com menerbitkan berita seputar kawasan wisata Bangsring underwater maupun dari Detik.com datang ke wisata Bangsring untuk mencari

81Amir Rasidi, wawancara, Banyuwangi 9 Februari 2019

informasi yang terdapat di sekitar kawasan konservasi maupun wisata.”82

Dari wawancara diatas bahwa strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater tidak hanya menerapkan media cetak banner dan papan terbuat dari kayu, melainkan juga membuat brosur dan koran berbentuk digital E-paper melalui kerjasama dengan pihak Kompas.com dan Detik.com. Dalam penerbitannya melalui media online yang dapat diakses komputer maupun smartphone yang tersambung dengan internet.

Kesimpulan pernyataan diatas bahwa strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater menggunakan media cetak yaitu banner, papan terbuat dari kayu, brosur dan koran baik dalam bentuk kertas maupun digital E-paper. Dari keempat media cetak tersebut wisata Bangsring underwater lebih update informasi melalui brosur dan koran karena memiliki waktu jangka pendek, sedangkan banner dan papan memiliki waktu jangka panjang dalam pemakaiannya. Jadi strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater menggunakan media cetak yang sekaligus penerbitannya melalui media online untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi objek wisata Bangsring underwater.

c. Media elektronik

Pada bagian ini akan disajikan mengenai media elektronik yang terdapat di wisata Bangsring underwater dalam melakukan strategi komunikasi massa kepada masyarakat atau khalayak.

82Sahriyanto, wawancara, Banyuwangi 2 Februari 2019

Hasil wawancara peneliti terhadap sekretaris wisata Bangsring underwater bapak Sahriyanto, beliau memaparkan.

“Dulu kami berkerjasama dengan humas dari Trans 7 dan juga RRI untuk melakukan promosi melalui media tv dan juga dari media radio, jadi dibagian koran kami memiliki kompas dan dari media elektronik kami memiliki tim dari Trans 7 dan RRI. Mulai awal terbentuknya wisata Bangsring ini kami sudah memiliki tim untuk mempromosikan kepada semua elemen masyarakat hingga bisa mencakup mancanegara. Pada intinya promosi sesungguhnya yang terjadi di kawasan wisata Bangsring underwater melalui pengunjung.”83

Dari hasil wawancara diatas strategi komunikasi massa wisata Bangsring underwater memiliki media elektronik dalam menyampaikan pesannya yakni televisi Dan juga radio. Media elektronik televisi berperan penting dalam komunikasi maupun wadah dalam mempromosikan sebuah pariwisata. Wisata Bangsring bekerjasama dengan humas dari Trans 7 dalam mengelola media televisi sedangkan dari media radio wisata Bangsring bekerjasama dengan humas RRI.

Karena target sebuah wisata adalah khalayak, kedua media elektronik tersebut mampu dengan cepat dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas.

Disambung wawancara dengan ketua Bangsring underwater bapak Ikhwan Arief, beliau memaparkan

“Media promosi kalau dari elektronik ya melalui televisi dan radio, tetapi televisi lebih kita unggulkan dikarenakan media ini sangat dekat dengan masyarakat. Semua orang pasti memiliki televisi dari kalangan orang mampu dan berkecukupan, sedangkan radio masih terlihat jarang sekali masyakarat memilikinya mungkin karena

83Ibid., 14 Februari 2019

cuma bisa mendengarkan saja tanpa melihat gambar yang ditampilkan.”84

Dilihat dari arti televisi sendiri yakni sebuah media yang dapat menampilkan gambar bergerak dan memiliki bunyi, maka sebuah wisata seperti Bangsring underwater sangat tepat dalam mengeksplor keindahan alam yang terdapat didalamnya serta bisa sebagai alat untuk mempromosikan wisatanya. Media radio sendiri memiliki fungsi yang sama dengan televisi sarana untuk berkomunikasi dengan masyarakat luas, akan tetapi tidak menampakkan gambar hanya membutuhkan indra pendengaran dan analisis untuk mendapatkan sebuah informasi. Namun radio cukup bagus dalam hal mempromosikan sebuah produk dimana wisata Bangsring underwater dapat didengar oleh semua orang.

Berdasarkan dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan wisata Bangsring underwater dalam mempromosikan produknya melalui media elektronik televisi dan radio yang bekerjasama dengan perusahaan televisi swasta dan media radio sendiri wisata Bangsring bekerjasama dengan badan usaha milik Negara.

2. Kontribusi wisata Bangsring underwater terhadap peningkatan

Dokumen terkait