3. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov
4.6.3 Pembahasan Variabel Inovasi terhadap Kinerja Bisnis
Pada hasil penelitian variabel inovasi menyatakan bahwa yang paling dominan pada pernyataan ke tiga “Saya memiliki kemampuan untuk memproduksi produk bisnis online saya”adapun tanggapan responden rata-rata sebesar 4.06, dan yang paling tidak dominan pada pernyataan kedelapan yaitu
“Saya memiliki kemampuan mengiklankan produk bisnis online saya berbeda dengan usaha sejenis lainnya” adapun tanggapan respoden rata-rata sebesar 4.01, hal ini menunjukan bahwa pelaku bisnis mahasiswa FEB USU mengakui dan memilki kemampuan dalam memproduksi sendiri produk bisnis online mereka namun masih terkendala diwaktu yang berbagi dengan jadwal kuliah sebagai mahasiswa. Dalam memproduksi produk sendiri pelaku bisnis juga lebih mudah mengkreasikan sesuatu dan lebih mampu meningkatkan kualitas sehingga hal ini menjadi nilai di mata konsumen. Untuk mengiklankankan produk pada bisnis, berbeda dengan usaha sejenisnya masih sulit untuk dijangkau, minimal mereka mampu berinovasi baik dari segi produk, proses maupun pemasaran.
Menurut Widodo (2015) inovasi memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan dalam mempertahankan kemampuan bersaingnya. Sesorang pemilik usaha dituntut untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan, hal ini tidak terlepas dari keinginan konsumen yang selalu berubah – ubah. Ketidakpastian lingkungan menyebabkan para pelaku usaha untuk selalu berinovasi agar dapat memenangkan persaingan, bukan hanya untuk menghadapi ketidakpastian lingkungan dan kondisi persaingan bisnis yang semakin meningkat. Perusahaan yang memiliki kemampuan berinovasi tinggi akan lebih baik dalam merespon lingkungan dan
mengembangkan kemampuan baru yang akan meningkatkan kinerja usaha.
Oleh sebab itu, pelaku bisnis online harus berlomba-lomba bersaing untuk dapat menarik perhatian konsumen. Pelaku bisnis online harus memahami apa yang diinginkan konsumen yang sifatnya selalu berubah-ubah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada pelaku bisnis online pada umumnya diwarnai oleh lemahnya kemampuan si pelaku bisnis dalam memprediksi atau membaca lingkungan internal dan eksternal. Dalam faktor internal permasalahan muncul dari kurangnya inovasi dengan hal-hal yang baru sehingga mempengaruhi kinerja bisnis. Para pelaku bisnis kurang memperhatikan dalam hal melakukan perbaikan pada produk, proses, pemasaran yang telah ada, sehingga usahanya cenderung tidak memilki nilai lebih di mata para konsumen. Banyak diantara Pelaku bisnis online belum merata dalam berinovasi pada bisnisnya termasuk dalam memasarkan produk belum mampu menarik pelanggan, oleh sebab itu pelanggan merasa jenuh terhadap produk- produk yang ditawarkan sehingga hal ini akan menurunkan kinerja bisnis pada usaha tersebut.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Widodo, 2015) bahwa variabel Inovasi berpengaruh secara positif. Dimana variabel Inovasi merupakan variabel yang memilki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha (survei pada sentra UKM Industry kaos sablon Suci Bandung).
4.6.4 Kinerja Bisnis
Pada hasil penelitian variabel kinerja bisnis menyatakan bahwa paling dominan pada pernyataan ke dua yaitu “Saya mampu menambah tingkat keuntungan bisnis online saya” adapun tanggapan responden rata-rata sebesar
4.25, dan yang paling tidak dominan pernyataan ketiga yaitu “Jumlah produk yang terjual pada bisnis online saya mengalami peningkatan” adapun tanggapan responden rata-rata sebesar 4.1. Hal ini menunjukan bahwa pelaku bisnis online dapat menambah keuntungan pada bisnisnya melalui penggunaan ecommerce, locus of control dan inovasi yang diterapkan oleh si pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya sehingga bisnis tersebut dapat berkembang. Apabila Jumlah produk yang terjual mengalami peningkatan artinya bisnis yang kita jalani bernilai di mata konsumen sehinga akan meningkatkan kinerja bisnis.
Kinerja bisnis telah dilaporkan sebagai hasil dari tujuan-tujuan organisasi yang dicapai melalui efektifitas strategi dan teknik. Kinerja bisnis pada hakikatnya merupakan prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi bisnis yang dapat dilihat dari hasilnya (Hartini, 2012). Kinerja merujuk pada tingkat pencapaian atau prestasi pada pelaku usaha pada periode tertentu (Suci, 2009). Adapun masalah pelaku bisnis online tidak maksimal dalam menjalankan bisnisnya adalah mahasiswa masih di penuhi aktivitas kuliah, organisasi dan pengerjaan skripsi sehingga tidak ada kefokusan mahasiswa tersebut dalam meningkatkan kinerja bisnis dalam berbisnis online. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu mempelajari manajemen waktu antara aktivitas perkuliahan dan bisnisnya. Kemudian mencari seseorang yang bisa menjadi patner kerja maupun membayar karyawan dalam membantu menjalankan bisnis tersebut sehingga kemaksimalan dalam berbisnis online akan tercipta.
Pelaku bisnis harus mempertahankan dan meningkatkan melalui pengukuran kinerja dengan melakukan pengevaluasian dan membandingkan
kinerja yang ditetapkan dengan yang sesungguhnya. Dari hasil perbandingan tersebut, pelaku bisnis dapat mengetahui seberapa besar penyimpangan yang terjadi dan seberapa jauh kemajuan yang telah tercapai dan tidak tercapai, sehingga dapat diambil tindakan untuk mengatasinya.
5.1. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh penggunaan Ecommerce, Locus of Control dan Inovasi terhadap Kinerja Bisnis Pada pelaku Bisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Penggunaan Ecommerce, Locus Of Control dan Inovasi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Bisnis Pada pelaku Bisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Penggunaan Ecommerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis Pada pelaku Bisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis Pada pelaku Bisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara
4. Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis Pada pelaku Bisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5.2. Saran
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan dan penelitian yang telah
dilakukan, maka peneliti memberikan sara-saran sebagai berikut:
1. Pelaku bisnis online diharapkan terus merespon perkembangan teknologi untuk pembaharuan sistem bisnis online yang dijalaninya sehingga pelaku bisnis online tidak ketinggalan oleh teknologi terbaru.
2. Penggunaan ecommerce pada pelaku bisnis online harus lebih meningkatkan pelayanan dan informasi yang akurat dalam bisnis tersebut sehingga pelanggan tidak ragu- ragu dalam berbelanja.
3. Dalam menjalankan bisnis online pelaku bisnis harus memiliki locus of control internal yang kuat dalam dirinya agar bisnis yang dijalaninya dapat berjalan lancar.
4. Para pelaku bisnis online harus lebih meningkatkan lagi inovasiya dalam menjalankan bisnis online sehingga konsumen tidak bosan atau jenuh terhadap produk-produk yang dipasarkan.
Aisyah, S. (2014). Pengaruh Locus of Control dan lingkungan usaha terhadap kinerja usaha sentra industri rajut binong jati Bandung.
Amalini, Musadieq & Afrianty. (2013). Pengaruh locus of control terhadap kepuasan kerja dan kinerja (studi pada karyawan perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Malang.
Arafah, W. (2010). Esensi Lingkungan Bisnis dan Entrepreneurshsip Universitas trisakti. IBIMA Publishing Communication of the IBIMA.
Bakar, L., & Ahmad , H. (2010). Assessing the Relationship between Firm REsources and Product innovation Performance. Business PRocess Management Journal, 16( 3), 420 - 435.
Chaffrey, D. (2009). E-Business and e-commerce manaagement - Strategy, implementation, and practice.
Damanpour, F. (1991). Organizational Innovation: A Meta-Analysis of Effet of determinants and Moderator. Academy of management Journal, 34 ( 3), 555-590.
David, R. F. (2012). Startegic Management concept & cases. Pearson Academic.
Dharma, S. (2010). Manajemen Kinerja. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Dhewanto, W. (2014). Manajemen Inovasi. Yogyakarta: CV Andi office.
Ekonomi Kompas. (2018, August 6). Retrieved from Kompas:
https://ekonomi.kompas.com
Elragal & Al-Serafi. (2011). The Effect of ERP System Implementation on.
Fahmi, I. (2016). Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.
Fairoz, e. a. (2010, March). Entrepreneural Orientation and business performance of small and medium scale enterprises of hambantota district Sri Lanka.
Asian Social Science, 6( 3).
Finance Detik. (2017, August 6). Retrieved from Detik: https://finance.detik.com Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan program IBM SPS 21.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghufron, M., & Risnawita, R. S. (2010). Teori - Teori Psikologi. Yogyakarta: AR-Ruzz.
Hakim, M. M., & Nurkamid, M. (2017). Model Adopsi UKM di Kudus terhadap E-commerce. Jurnal Simetris, 8( 1).
Hamali, S. (2014). Pengaruh Inovasi terhadap kinerja pada industri kecil pakaian jadi kota Bandung.
Hartini, S. (2012). Peran Inovasi: pengembangan kualitas produk dan kinerja
bisnis.
Hermawan, & Husna. (2017). Penelitian bisnis pendekatan kuantitatif. jakarta:
Kencana.
Indra, M. (2012). Faktor-faktor yang MEmpengaruhi Kinerja Bisnis dan Dimensi KInerja Bisnia. Jurnal Insan Akuntansi, 3 (6).
Jogiyanto. (2007). Meodel Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta:
Andi.
Kareem. (2014). Electronic Commerce and Business Performance: an empirical Investigation of Business Organization in Nigeria. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 4(8).
Kodrat, D. S., & Christina, W. (2015). Entrepreneurship sebuah ilmu. Jakarta:
Erlangga.
Kumar & Raheja . (2012). BUSINESS TO BUSINESS (B2B) AND BUSINESS TO. International Journal of Computers & Technology.
Kutanis, Mesci & Ovdur. (2011). The Effects of Locus of Control.
Lesmono, I. D. (2015). Pengaruh Penggunaan E-commerce bagi pengembangan usaha kecil menengah (UKM) dengan pendekatan Technology Acceptance Model. Evolusi, 3 (1).
Liputan 6. (2017, May 20). Retrieved from Liputan 6: https://www.liputan6.com Mali. (2013). The Role of Social Work in the EPoch of Integrational Solidarity in
Society. Rev Soc Polit, 21 (2), 111-131.
Milavanovic, & Wittine. (2014). Analysis of External Environment's Moderating Role on the Entrepreneurial Orientation and Business Performance Relationship among Italian Small Entreprises. International Journal of Trade, Economics, and finance, 5 (3).
Moeheriono. (2009). Pengukuran Kinerja Berbasis Kmmpetensi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Purnomo, R. (2010). Pengaruh Kepribadian , self-Efficacy dan Locus of Control terhadap persepsi Kinerja Usaha Kecil dan menengah. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 17 (2).
Purwanto dan Suharyadi . (2013). Statistika untuk ekonoi dan Keuangan Modern.
Jarkarta: Salemba empat.
Sajuyigbe. (2012). Adoption of E-commerce to Business Operations: a Key to Achieving Nigeria Vision 20:2020. Faculty of Business and Communication Studies.
Saputra, K., & Kurniawan, A. (2014). Pengaruh Locus of Control Terhadap Kinerja dan kepuasan kerja Internal Auditor dengan Kultur lokal Tri Hita karana Sebagai variabel Moderasi.
Sedarmayanti. (2009). Manajemen Pegawai Sipil. Bandung: Refika Aditama.
Situmorang, Helmi, S., & Lufti, M. (2011). Analisis Data untuk Riset manajemen dan Bisnis. Medan: USU Press.
Situmorang, S. H. (2017). Analisis Data. Medan: USU press.
Situmorang, s. h., & Luthfi. (2012). Bisnis Konsep dan Kasus. Medan: USU press.
Solihin, I. (2014). Pengantar Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Suci, R. (2009). Peningkatan Kinerja Melalui Orientasi Kewirausahaan, kemampuan Manajemen, dan Strategi Bisnis (Studi pada Industri Kecil menengah Bordir di Jawa TImur).
Sudarsono, B., & Irawati, S. (2016). Pengaruh Internal dan Exxternal Locus of Control Terhadap Prestasi Usaha mikro kecil Menengah kabupaten Sampang.
Sugiyono. (2010). Statistik untuk Penelitian R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. bandung: Alfabeta.
Sumantri. (2013). Faktor - Faktor yang berpengaruh terhadap Kinerja Usaha Wirausaha Wanita: stuatu Studi pada Industri Pangan Rumahan di Bogot.
Unit Research and Knowledge, School of Business and managemet ITB.
Tharob, M., & Paputungan. (2017). Analisis Hambatan Bisnis Online Bagi Mahasiswa UNSRAT. E-Journal Acta Diurna, 6(2).
Tidd & Bessant. (2009). Managing Innovation: Integrating Technological, Market and Organizational Change.
Tisnawati, E., & Kurniawan, S. (2015). Pengantar manajemen. Jakarta: Prenada Media.
Triandini, E., & Atmojo, Y. P. (2014). Pengembangan model E-Commerce Untuk Peningkatan Kinerja UKM Kota Denpasar. Eksplora Informatika, 3 (2).
Wahyudi. (2016). PEngaruh Teknologi Informasi dan E-Commerce terhadap Kinerja Usaha (studi kasus pErusahaan fabrikasi MIe, Baso , dan sosis YEN kota bandung). 2-5.
Widodo, C. T. (2015). Pengaruh Kreativitas dan Inovasi Terhadap Kinerja Usaha (SUrvei pada Sentra UKM Industri Kaos Sablon Suci Bandung).
Widyastuti, Ninik, & Widyowati, A. (2015). Hubungan Antara Locus of Control Internal dengan Kematangan Karir Pada Siswa N 1 Bantul. Umanitas, 12 (2).
Windarto, Y. (2016). Pengaruh Usability Factor Website e-commerce model b2c Terhadap Kepercayaan User. Jurnal Sistem Informasi, 8 (2).
Wintoro, D. (2008). Dampak Inovasi Pemasaran Terhadap Struktur Modal dan Kinerja Perusahaan. Jurnal keuangan dan Perbankan, 12 (1).
Wuryaningsih, D., & Kuswati, R. (2013). Analisis Pengaruh Locus of Control Pada Kinerja karyawan.
Yasa. (2017). Startegic Orientation, Corporate Innovation, and Marketing Performance (a Study of Ikat Weaving Industry in Bali). IOSR journal of Business and management, 19 (3).
Yulianto. (2015). Analisa Peranan Teknologi internet Sebagai Meda transaksi E-Commerce Dalam Meningkatkan Perkembanan Ekonomi.
Yulimar, V. A. (2011). Analisa Pengaruh Pengadopsian Electronic Commerce terhadap Kinerja Usaha KEcil dan Menengah. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi STMIK Provinsi Semarang.
Lampiran 1
No. Responden :