III AKUNTANSI MURABAHAH
G. Akuntansi Penjual
1) Pembatalan Murabahah dan LKS sebagai penjual mengalami kerugian
Jika dalam pembatalan pesanan murabahah dilakukan oleh pembeli dan atas pembatalan tersebut LKS sebagai penjual mengalami kerugian, seperti misalnya terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan terkait dengan pengadaan barang, potongan dari pemasok dan sebagainya, maka kerugian riil yang dialami oleh LKS sebagai penjual diganti dari uang muka yang diterima dari pembeli, sehingga uang muka yang dikembalikan kepada nasabah sebagai pembeli adalah sebesar uang muka yang diterima dikurangi dengan kerugian riil yang dialami oleh LKS. Dalam Fatwa DSN nomor 4/DSN-MUI/IX/2000, tentang Murabahah ketentuan kedua butir 5 sampai dengan butir 7 menjelaskan sebagai berikut:
5. Jika nasabah kemudian menolak membeli barang tersebut, biaya riil Bank harus dibayar dari uang muka tersebut.
6. Jika nilai uang muka kurang dari kerugian yang harus ditanggung oleh Bank, Bank dapat meminta kembali sisa kerugiannya kepada nasabah.
7. Jika uang muka memakai kontrak ‘urbun sebagai alternatif dari uang muka, maka:
a. jika nasabah memutuskan untuk membeli barang tersebut, ia tinggal membayar sisa harga.
b. jika nasabah batal membeli, uang muka menjadi milik Bank maksimal sebesar kerugian yang ditanggung oleh Bank akibat pembatalan tersebut; dan jika uang muka tidak mencukupi, nasabah wajib melunasi kekurangannya.
Sesuai ketentuan dalam butir 6 dalam Fatwa tersebut di atas, jika uang muka lebih kecil dari kerugian riil yang dialami oleh LKS, maka LKS dapat meminta tambahan sisa kerugian riil kepada nasabah, sehingga tidak dapat langsung diperlakukan sebagai kerugian tetapi sebagai piutang kepada nasabah. Selain ketentuan dalam Fatwa DSN nomor 4/DSN-MUI/IX/2000 di atas, dalam Fatwa DSN nomor
13/DSN-MUI/IX/2000 tentang Uang Muka Dalam Murabahah butir 3 sampai dengan butir 5 mengatur sebagai berikut:
3. Jika nasabah membatalkan akad murabahah, nasabahharus memberikan ganti rugi kepada LKS dari uang muka tersebut.
4. Jika jumlah uang muka lebih kecil dari kerugian,LKS dapat meminta tambahan kepada nasabah.
5. Jika jumlah uang muka lebih besar dari kerugian,LKS harus mengembalikan kelebihannya kepada nasabah.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam PSAK 102 tentang Akuntansi Murabahah, menjelaskan pengakuan dan pengukuran uang muka (paragraf 30) adalah sebagai berikut:
30 Pengakuan dan pengukuran uang muka adalah sebagai berikut:
c) jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uangmuka dikembalikan kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual.
Yang perlu dipahami bahwa kerugian Lembaga Keuangan Syariah yang diperkenankan dimintakan ganti kepada nasabah (pembeli) adalah kerugian riilatas transaksi Murabahah Berdasarkan Pesanan Bersifat Mengikat.
Sedangkan untuk Murabahah yang tanpa pesanan atau murabahah berdasarkan pesanan yang sifatnya tidak mengikat, nasabah diberi hak untuk menentukan pilihan untuk membeli atau tidak membeli, sehingga Lembaga Keuangan Syariah tidak dapat meminta ganti rugi atas pembatalan pembelian atau pesanan tersebut. Kerugian yang dialami oleh LKS penjual, kemungkinan yang terjadi adalah:
1. Kerugian riil yang dialami oleh LKS sebagai penjual lebih kecil dari uang muka yang diterima dari pembeli
2. Kerugian riil yang dialami oleh LKS sebagai penjual lebih besar dari yang muka yang diterima dari pembeli.
a) Kerugian LKS lebih kecil dari uang muka pembeli Jika kerugian yang diderita oleh LKS sebagai penjual atas pembatalan pesanan murabahah oleh pembeli jumlahnya lebih kecil dari uang muka yang diterima, maka uang muka setelah dikurangi dengan kerugian riil LKS sebagai penjual dikembalikan kepada pembeli.
Contoh 3 :
Tgl 8 Januari 2015 Aminah membatalkan pesanan pembelian mobil kijang. Atas pembatalan pesanan oleh Aminah tersebut, LKS Ridho Gusti membatalkan juga pesanan Mobil Kijang pada PT Barakah. Atas pembatalan yang dilakukan oleh LKS Ridho Gusti tersebut, sesuai kesepakatan PT Barakah melakukan pemotongan uang muka sebesar 50% dari uang muka yang dibayar, sehingga LKS Ridho Gusti mengalami kerugian sebesar Rp 15.000.000,00 (50% x Rp 30.000.000,00) – lihat contoh 2.
Atas pembatalan pesanan tersebut LKS Ridho Gusti akan menerima sisa uang muka dari PT Barakah sebesar Rp 15.000.000,00, dilakukan jurnal sebagai berikut :
Dr. Kas Rp 15.000.000,00
Dr. Kerugian Pemesanan Murabahah Rp 15.000.000,00
Cr. Piutang Uang muka Rp 30.000.000,00
Dalam Transakasi Murabahah Berdasarkan Pesanan kerugian yang dialami oleh LKS Ridho Gusti sebesar Rp 15.000.000,00 harus diganti oleh Aminah sebagai pembeli dari uang muka yang telah diserahkan kepada LKS Ridho Gusti. Oleh karena itu jurnal yang dilakukan oleh LKS Ridho Gusti adalah sebagai berikut:
Dr. Hutang uang muka
(Titipan Uang Muka) Rp 20.000.000,00
Cr. Kerugian Pemesanan Murabahah
(penggantian) Rp 15.000.000,00
Cr. Kas/rekening pembeli
( Aminah) Rp 5.000.000,00
b) Kerugian LKS lebih besar dari uang muka pembeli Jika kerugian riil pembatalan murabahah yang diderita oleh LKS sebagai penjual lebih besar dari uang muka yang diterima dari pembeli, maka LKS dapat meminta kekurangan kerugian kepada pembeli. Oleh karena itu atas kekurangan tersebut harus diperlakukan sebagai piutang kepada pembeli tidak dapat diperlakukan sebagai kerugian.
Contoh 4 :
Selain kerugian atas pemotongan uang muka oleh PT Barakah sebesar Rp 15.000.000,00 (50% dari uang muka), atas pembatalan tersebut LKS Ridho Gusti juga dibebankan beban lain yang tidak dapat dihindari (riil cost) oleh PT Barakah sebesar Rp 7.500.000,00 sehingga jumlah kerugian yang ditanggung oleh LKS Ridho Gusti sebesar Rp 22.500.000,00. Pada saat PT Barakah mengenakan denda kepada LKS Ridho Gusti dilakukan jurnal:
Dr. Kas Rp 7.500.000,00
Dr. Kerugian Pesanan Murabahah Rp 22.500.000,00
Cr. Piutang Uang Muka Rp 30.000.000,00
Pada saat pembebanan kerugian riil LKS kepada Aminah, maka LKS Ridho Gusti melakukan jurnal:
Dr. Hutang Uang muka Rp 20.000.000,00 Dr. Piutang Nasabah (Aminah) Rp 2.500.000,00 Cr. Kerugian Pesanan Murabahah
(penggantian) Rp 22.500.000,00
c) Kekurangan kerugian dilakukan hapus buku
Jika atas kekurangan penggantian kerugian pembatalan murabahah tidak dibayar oleh nasabah, dan kekurangan tersebut dilakukan hapus buku, maka diakui sebagai kerugian pesanan murabahah.
Contoh 5 :
Karena sesuatu hal, Aminah tidak mau membayar kekurangan kerugian yang dialami oleh Lembaga Keuangan Syariah sebesar Rp 2.500.000,00, dan atas kebijakan intern LKS Ridho Gusti piutang tersebut dihapuskan. Oleh karena itu atas penghapusan piutang tersebut, LKS Ridho Gusti melakukan jurnal sebagai berikut:
Dr. Beban Kerugian pesanan Murabahah Rp 2.500.000,00 Cr. Piutang Murabahah Rp 2.500.000,00 2) Pembatalan Murabahah dan LKS tidak mengalami
kerugian
Hal yang berbeda jika atas pembatalan pesanan oleh pembeli (Aminah) tersebut, LKS Ridho Gusti sebagai penjual tidak mengalami kerugian, misalnya dalam contoh 2 di atas tidak dibatalkan pesanan kepada pemasok sehingga oleh pemasok (PT Barakah) tidak melakukan pemotongan uang muka dan LKS Ridho Gusti tidak mengalami kerugian. Jika LKS tidak mengalami kerugian maka seluruh uang muka yang diterima LKS dari pembeli, dikembalikan seluruhnya kepada pembeli.
Contoh 6 :
Tgl 8 Januari 2015 Aminah membatalkan pesanan pembelian mobil kijang. Setelah menerima pemberitahuan dari Aminah LKS Ridho Gusti tidak membatalkan pesananannya ke PT Barakah, karena pada saat yang sama diterima pesanan barang yang serupa dari pihak lain.
Pengadaan barang yang dilakukan oleh LKS Baitul Ridho dalam rangka pesanan pembeli (Aminah). Walaupun pesanan barang tersebut dibatalkan oleh Aminah sebagai pembeli, karena LKS melihat potensi lain, maka pesanan pengadaan barang ke PT Barakah sebagai pemasok tidak dibatalkan, oleh karena itu LKS Ridho Gusti tidak mengalami kerugian apapun (tidak dipotong oleh PT Barakah). Untuk itu uang muka pembeli (Aminah) yang diterima sebesar Rp 20.000.000,00
harus dikembalinya seluruhnya kepada Aminah. Oleh karena itu jurnal yang dilakukan oleh LKS Ridho Gusti adalah sebagai berikut:
Dr. Hutang Uang Muka Murabahah Rp 20.000.000,00 Cr. Kas / Rekening Aminah Rp 20.000.000,00 3) Pembatalan pesanan karena kesalahan LKS sebagai
penjual
Pembatalan pesanan murabahah tidak selalu dilakukan oleh pembeli, tetapi dapat pula dilakukan oleh LKS sebagai penjual karena kesalahan yang dilakukan oleh LKS. Jika pembatalan murabahah berdasarkan pesanan akibat kesalahan LKS sebagai penjual, maka segala risiko yang timbul termasuk kerugian yang diderita atas pembatalan tersebut ditanggung oleh LKS sebagai penjual. Oleh karena itu uang muka pembeli tidak diperkenankan untuk dipotong.
Contoh 7 :
Karena mendapat penawaran yang lebih menjanjikan LKS Ridho Gusti membatalkan pemesanan mobil antik kepada PT Barakah (bukan atas kesalahanatau permintaan Aminah).
Sesuai kesepakatan atas pembatalan tersebut PT Barakah memotong uang muka yang telah dibayar sebanyak Rp 15.000.000,00 (50% x Rp 30.000.000,00). Atas transaksi tersebut, LKS Ridho Gusti melakukan jurnal sebagai berikut:
Dr. Beban Kerugian Pesanan Murabahah Rp 15.000.000,00
Dr. Kas Rp 15.000.000,00
Cr. Piutang Uang Muka Rp 30.000.000,00