TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Teori dan Konsep 1. Keterampilan Guru
3. Pembelajaran IPS Sekolah Dasar a. Pengertian Pembelajaran
Istilah pembelajaran sering diidentikkan dengan pengajaran, seperti dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 20 (tentang standar proses) dinyatakan bahwa “Perencanaan proses pembelajaran
meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.” Kata atau sitilah pembelajaran masih terbilang baru semenjak lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
(Susanto, 2013:19) dalam bukunya menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam (Sagala, 2011:62) pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat belajar secara efektif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Menurut Budimansyah dalam (Hayati, 2017:2) pembelajaran adalah sebagai perubahan dalam kemampuan, sikap, atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalam atau pelatihan. Perubahan kemampuan yang hanya berlangsung sekejab kemudian kembali ke perilaku semula menunjukkan belum terjadi pembelajaran meskipun terjadi pengajaran.
(Dasopang, 2017:337) mengemukakan pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar.
Pembelajaran juga diartikan sebagai proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam melakukan proses belajar.
Pembelajaran merupakan keseluruhan proses pendidikan di sekolah.
Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada bagaimana pembelajaran yang dialami siswa. Dalam hal ini (Sugandi, 2008:9) mengartikan pembelajaran yaitu usaha guru untuk membentuk tingkah laku yang didinginkan dengan menyediakan lingkungan, agar terjadi hubungan stimulus (lingkungan) dengan tingkah laku si belajar.
Sedangkan (Anni, 2011:192) pembelajaran adalah serangkaian peristiwa eksternal siswa yang dirancang untuk mendukung peristiwa internal belajar.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan sebuah usaha sadar yang guru dalam membantu peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar.
b. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial
Somantri (Sapriya, 2009:56), Pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/ psikologis untuk tujuan pendidikan.
Menurut Hamid dan Tuti Astianti (2016:12) mengemukakan materi pengetahuan sosial merupakan wahana pembelajaran dan membangun pengetahuan yang diharapkan tumbuh seiring dengan perkembangan siswa dalam melihat diri dan lingkungannya.
Ilmu pengetahuan sosial merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, antara lain seperti ekonomi, sejarah, geografi, dan sosiologi yang disusun secara sistematis dan terpadu yang kemudian menjadi suatu disiplin ilmu yang tidak dapat dipecah-pecah lagi karena telah terintegrasi dalam ilmu pengetahuan sosial. (Kasihani, 2007:88) menyatakan bahwa “Pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan dikaji secara ilmiah dan pedagogis atau psikologis untuk tujuan pendidikan.”
Pendapat serupa dikemukakan oleh Huda (2011: 34) menyatakan bahwa: “Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial yang dimaksud seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial masyarakat yang diwujudkan dalam satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial tersebut”.
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu komponen pendidikan yang menekankan pada pembentukan aspek kepribadian dan tingkah laku siswa dalam kehidupan sosialnya. Melalui ilmu pengetahuan sosial, anak didik dan dibina kualitas kemanusiaannya selaras dengan nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga dapat dijadikan dasar bagi anak dalam segala kepribadian dan tingkah lakunya (Sapriya, 2009:1).
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kegiatan dasar manusia secara sosial yang disajikan secara ilmiah yang tumbuh sesuai dengan perkembangan siswa di lingkungannya. Melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial diharapkan siswa memiliki kesadaran dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat serta dapat terbina menjadi warga negara yang baik.
c. Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik (Jailani dan Muhsini, 2006:119).
Nursid Sumaatmadja (Supriatna, 2008:1) mengemukakan bahwa
“Secara mendasar pengajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya”. IPS berkenaan dengan kehidupan manusia menggunakan usaha memenuhi kebutuhan materinya, memenuhikebutuhan budayanya, kebutuhan kejiwaannya, pemanfaatan sumber yang ada dipermukaan bumi, mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya, dan lain sebagainya yang mengatur serta mempertahankan kehidupan masyarakat manusia. Sedangkan menurut Leonard (Kasim, 2008:4) mengemukakan bahwa IPS menggambarkan interaksi individu atau kelompok dalam masyarakat baik
dalam lingkungan mulai dari yang terkecil misalnya keluarga, tetangga, rukun tetangga atau rukun warga, desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, Negara dan dunia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPS adalah disiplin-disiplin ilmu sosial ataupun integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial seperti:
sosialogi sejarah, geografi, ekonomi, dan antropologi yang mempelajari masalah-masalah sosial.
Sedangkan tujuan khusus pengajaran IPS disekolah dapat dikelompokkan menjadi empat komponen yaitu:
1) Memberikan kepada siswapengetahuan tentang pengalaman manusia dalm kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, sekarang dan masa akan datang.
2) Menolong siswa untuk mengembangkan keterampilan (skill) untuk mencari dan mengelola informasi.
3) Menolong siswa untuk mengembangkan nilai atau sikap demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
4) Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengambil bagian atau berperan serta dalam bermasyarakat.
Pada ruang lingkup mata pelajaran IPS Sekolah Dasar meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1. Manusia, tempat dan lingkungan.
2. Waktu, keberlanjutan dan perubahan.
3. Sistem Sosial dan Budaya.
4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.
Pendidikan IPS di Sekolah Dasar telah mengintegrasikan bahan pelajaran dalam satu bidang studi. Hingga sekarang, bahwa buku-buku IPS untuk Sekolah Dasar telah memasukkan setidaknya lima sub bidang studi, yakni Sejarah, Geografi, Politik, Hukum, dan Ekonomi. Tujuan mata pelajaran IPS disekolah dasar merupakan program pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa masyarakat. tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS disekolah diorganisasikan secara baik.