Bab 3. Karakteristik Materi, Perubahan Fisika dan Kimia
C. Pembelajaran pada Topik Karakteristik Materi, Perubahan
1. Alokasi Waktu dan Subtopik
Pembelajaran dan penilaian topik Karakteristik Materi, Perubahan Fisika dan Kimia memerlukan 12 jam pelajaran atau 6 TM (dengan asumsi 2 JP/minggu). Pengorganisasian 6 TM tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2. Alokasi Waktu dan Subtopik
2. Pertemuan I: Karakteristik Materi (2 JP) a. Materi untuk Guru
Pertemuan I dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang karakteristik materi dan wujud zat (padat, cair, dan gas). Kegiatan pengamatan terhadap lingkungan dapat dilakukan di sekitar pantai yang akan menumbuhkan rasa ingin tahu, teliti, dan cermat, serta kekaguman terhadap ciptaan Tuhan. Artinya, sejak awal siswa dikenalkan kepada kebesaran sang Pencipta dan penghargaan terhadap kreativitas hasil kerja keras manusia.
Berbagai pemandangan di sekitar pantai dapat dilihat misalnya, pasir putih, awan biru, bebatuan, dan air laut yang berombak. Daun pohon dan bendera dapat bergerak karena adanya angin. Udara, batu karang, air laut, daun, dan pasir adalah contoh materi (fenomena alam dapat diganti dengan yang lain). Karakteristik materi terbagi atas: mempunyai ruang dan memiliki massa. Pemahaman tersebut dilakukan melalui kegiatan mengamati karakteristik materi 1 dan 2.
Pada karakteristik materi 1 (Materi menempati ruang),
Tatap Muka Materi
1 Karakteristik Materi 2 Klasiikasi Materi 3 Sifat Fisika dan Kimia
4 Perubahan Fisika dan Kimia, serta manfaatnya 5 Tugas Proyek
siswa akan melakukan pengamatan dan percobaan. Siswa diminta untuk mengamati dua kardus yang berbeda. Kardus kosong dan kardus berisi buku. Selanjutnya, siswa akan diminta untuk membuat pertanyaan berdasarkan rasa keingintahuannya.
Menanya
Contoh arahan dari guru:
1. apa perbedaan kardus A dan kardus B? 2. apa saja yang ada di kardus A dan B? 3. mengapa kardus B penuh?
4. termasuk apakah buku?
Percobaan mencari karakteristik materi 1 dilakukan dengan menyiapkan 1 balon, lalu meniup sampai besar. Setelah mengamati percobaan yang dilakukan, siswa diminta untuk menuliskan hasil pengamatan pada selembar kertas dan menjawab pertanyaan.
Menganalisis
1. Mengapa balon menjadi besar?
Jawaban: Karena adanya udara yang ditiupkan. 2. Apa yang ditiupkan ke balon?
Jawaban: Udara.
3. Mengapa zat tersebut dapat membuat balon menjadi besar?
Jawaban: Karena udara menempati ruang dalam balon.
Menyimpulkan
Kegiatan menyimpulkan dilakukan setelah siswa menjawab pertanyaan yang telah tersedia. Menyimpulkan: Udara termasuk materi. Udara menempati ruang. Jadi, materi menempati ruang.
Pada karakteristik materi 2 (materi mempunyai massa). Siswa melakukan percobaan dengan mengangkat kardus kosong dan kardus berisi buku, kemudian menganalisis mengapa kardus yang berisi buku lebih berat dibandingkan tanpa buku. Siswa dapat juga melakukan kegiatan lain, misalnya siswa meniup dua balon sama besar. Selanjutnya, balon B ditusuk. Siswa memegang bola A di tangan kanan, dan bola B di tangan kiri. Siswa menuliskan hasil pengamatan pada selembar kertas dan menjawab pertanyaan yang telah tersedia.
a. Sebelum ditusuk, berat balon a dan b adalah sama b. Sesudah ditusuk, balon yang terberat adalah a c. Setelah ditusuk, balon yang terringan adalah b
Menganalisis
Mengapa balon yang ditusuk lebih ringan dari pada balon yang tidak ditusuk? Karena udara dalam balon keluar.
Menyimpulkan
Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa materi mempunyai massa.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Dengan diberi gambar, siswa dapat menyebutkan contoh materi di lingkungan sekitar
b) Dengan diberi gambar dan petunjuk percobaan, siswa dapat melakukan percobaan dan pengamatan karakteristik materi menempati ruang
c) Dengan diberi gambar dan petunjuk percobaan, siswa dapat melakukan percobaan karakteristik materi mempunyai massa
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Untuk memperoleh perhatian dan memotivasi siswa, bagilah mereka dalam beberapa kelompok dan diminta untuk melakukan pengamatan terhadap berbagai benda di sekitar pantai.
b) Inti
Siswa melakukan percobaan “mencari karakteristik materi 1”. Siswa mengumpukan informasi dari hasil pengamatan yang diperoleh dan menganalisis hasil percobaan. Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan percobaan 1. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan “mencari karakteristik materi 2”. Siswa mengumpukan informasi dari hasil pengamatan yang diperoleh dan menganalisis hasil percobaan. Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan percobaan 2.
c) Penutup
Guru bersama dengan siswa menyimpulkan karakteristik dan klasiikasi materi. Lakukan releksi dari hasil pembelajaran pada pertemuan tersebut. Doronglah siswa
untuk selalu bersyukur terhadap ciptaan dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran a) Alat: jarum tusuk.
b) Bahan: balon dan kardus.
c) Media: alat dan bahan percobaan, ilm tentang karakteristik materi. Film dapat diunduh dari www. youtube.com.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan (Internet). 3. Pertemuan II: Klasiikasi Materi (2 JP) a. Materi untuk Guru
Pertemuan II dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang klasiikasi materi yaitu wujud zat (padat, cair, dan gas).
Materi wujud zat dimaksudkan agar siswa dapat mengamati dan memahami perbedaan zat padat, cair, dan gas. Ketika mengumpulkan sekelompok benda berdasarkan sifatnya maka langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1) mengamati karakteristik dari benda tersebut,
2) mencatat persamaan dan perbedaan sifat benda masing- masing,
3) mengklasiikasikan benda yang memiliki persamaan sifat, 4) memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok benda
tersebut.
Para ilmuwan mengklasiikasikan materi agar lebih mudah dipelajari dan disusun secara sistematis. Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Contoh zat padat adalah beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Beberapa jenis larutan merupakan contoh wujud cair. Contoh zat berwujud gas adalah hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Air merupakan bahan yang sering dijumpai dalam ketiga tingkat wujud. Sebagai es, tingkat wujud padat; air mempunyai tingkat wujud cair, dan uap air termasuk tingkat wujud gas.
Gambar 3.1. Tiga tingkat wujud air (Briggs, 2002)
Padat
Padatan bersifat keras dan rapat. Bentuk zat padat tetap, dan tidak akan berubah jika ditekuk, ditempa, direnggangkan, atau dipecah serta mempunyai volume yang tetap.
Cair
Cairan tidak keras, tetapi rapat, bentuk berubah-ubah sesuai dengan bentuk tempatnya, dan mempunyai volume yang tetap.
Gambar 3.2. Partikel air dan uap air (Briggs, 2002)
Gas
Gas bersifat ringan dan mempunyai berat jenis kecil, serta tidak mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah dipahami siswa adalah air. Ketika dalam bentuk bongkahan es, maka es tersebut dalam wujud padat. Tetapi ketika es tersebut dipanaskan akan berubah kembali menjadi air, maka air tersebut dalam wujud cair. Ketika air dipanaskan pada suhu 100°C akan berubah menjadi uap air, maka uap air dalam wujud gas.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Dengan diberi gambar, siswa dapat menyebutkan contoh jenis-jenis wujud zat di lingkungan sekitar.
b) Siswa dapat melakukan pengamatan terhadap berbagai materi dalam bentuk padat, cair, dan gas.
c) Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri zat padat. d) Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri zat cair. e) Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri zat gas.
f) Siswa dapat menyimpulkan perbedaan zat padat, cair, dan gas.
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Untuk memperoleh perhatian dan memotivasi siswa, bagilah mereka dalam beberapa kelompok dan diminta untuk melakukan pengamatan terhadap berbagai wujud benda di lingkungan sekitar.
b) Inti
Siswa melakukan pengamatan terhadap perubahan wujud air. Siswa mengamati perbedaan antara benda padat, cair, dan gas. Selain itu, siswa juga mengidentiikasi ciri- ciri dari benda padat, cair, dan gas. Siswa mendiskusikan ciri-ciri dari benda padat, cair, dan gas. Selanjutnya, siswa menjelaskan perbedaan ciri-ciri dari benda padat, cair, dan gas. Guru menyelaraskan penjelasan siswa mengenai perbedaan sifat zat padat, cair, dan gas.
c) Penutup
Guru bersama dengan siswa menyimpulkan perbedaan zat padat, cair, dan gas. Siswa diminta untuk mengomunikasikan pemahamannya mengenai berbagai wujud benda kepada teman kelasnya.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan adalah video tentang zat cair, zat padat, dan zat gas. Video dapat diunduh dari www.youtube. com.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
4. Pertemuan III: Sifat Fisika dan Kimia (2 JP) a. Materi untuk Guru
Pertemuan III dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang perbedaan sifat isika dan kimia.
SIFAT FISIKA
Sifat isika adalah sifat suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat isika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan. Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat isika tersebut. 1) Wujud zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal. 2) Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat isika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain-lain.
3) Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat isika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.
4) Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat isika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu sehingga akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.
5) Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non-magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet,
sedangkan benda non-magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
6) Titik Didih
Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih. 7) Titik Leleh
Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.
SIFAT KIMIA
Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat isika antara lain mudah terbakar, mudah busuk, mudah meledak, beracun, dan berkarat (korosif). Berikut ini pembahasan mengenai sifat- sifat kimia.
1) Mudah terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar sehingga di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “Dilarang Merokok”. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.
2) Mudah busuk
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari dapat bereaksi dengan udara menjadi basi, dan susu yang berubah rasa menjadi asam. 3) Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.
4) Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti: magnesium, uranium dan natrium.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat memahami ciri-ciri sifat isika dan kimia. b) Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh sifat isika dan
kimia dari materi.
c) Siswa dapat menyimpulkan perbedaan sifat isika dan kimia.
2) Kegiatan Pembelajaran a) Pendahuluan
Untuk memotivasi siswa, berilah contoh fenomena es mencair (titik leleh) dan pengkaratan besi, atau bisa juga diberikan contoh lain yang menunjukkan adanya perubahan materi dalam kehidupan sehari hari (perubahan kimia dan isika).
b Inti
Guru membimbing siswa untuk mendiskusikan tentang es mencair. Siswa diminta untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi es mencair. Siswa mengklasiikasikan faktor-faktor tersebut ke dalam sifat isika materi. Siswa dengan bimbingan guru memberikan contoh-contoh sifat isika materi lainnya. Siswa mendiskusikan tentang fenomena pengkaratan besi. Siswa menganalisis faktor- faktor yang memengaruhi pengkaratan besi. Siswa mengklasiikasikan faktor-faktor tersebut ke dalam sifat kimia materi. Siswa dengan bimbingan guru memberikan contoh-contoh sifat kimia materi lainnya.
c) Penutup
Guru bersama dengan siswa menyimpulkan pengertian sifat isika dan kimia dari materi.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan adalah alat peraga tentang sifat isika dan kimia.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet.
5. Pertemuan IV: Perubahan Fisika dan Kimia serta Manfaatnya (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Pertemuan IV dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang perubahan isika dan perubahan kimia. Pada pertemuan IV difokuskan kepada kegiatan pengamatan dan percobaan. Kegiatan tersebut sebagai salah satu bagian IPA yang akan menumbuhkan rasa ingin tahu, teliti, dan cermat, serta kekaguman terhadap ciptaan Tuhan.
Artinya, siswa dikenalkan kepada kebesaran Tuhan yang telah menciptakan berbagai macam zat dan perubahannya
serta penghargaan terhadap kreativitas hasil kerja keras manusia.
Perubahan isika adalah perubahan zat yang tidak disertai terbentuknya zat baru. Komposisi materi tersebut juga tidak akan berubah. Sebagai contoh, es yang mencair. Baik dalam bentuk es maupun dalam bentuk cair keduanya tetaplah air, yaitu H2O. Contoh perubahan isika antara lain menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, melarut, dan perubahan bentuk.
Pengamatan dilakukan terhadap singkong dan tape. Siswa diminta untuk membuat pertanyaan berdasarkan pengamatan mereka.
Menanya
Buatlah pertanyaan berdasarkan pengamatanmu. Contoh arahan dari guru:
1. apa perbedaan singkong dan tape?
2. perubahan apa yang terjadi ketika kamu memasak nasi? 3. apakah tape bisa menjadi singkong kembali?
Berdasarkan pengamatan, siswa diminta untuk membedakan singkong dan tape dari segi tekstur. Singkong mentah mempunyai tekstur yang keras, sedangkan tape mempunyai tekstur yang lunak akibat dari proses fermentasi. Perlu ditekankan oleh guru bahwa karena adanya perubahan kimia, maka tape tidak dapat kembali ke bentuk semula (singkong).
Percobaan tentang perubahan isika dan kimia dilakukan dengan menyiapkan lilin. Selanjutnya lilin tersebut dibakar, siswa diminta untuk mengamati perubahan yang terjadi dan mencatat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.3. Perubahan wujud lilin
No
Bagian yang
diamati Pengamatan
Pengamatan Sebelum Selama Sesudah
1. Lilin Panjang 10 cm Mengecil 8 cm Bentuk Tabung panjang, rata Ada yang tidak rata Tidak berbentuk dan tidak rata
2. Sumbu Warna Putih Hitam Hitam
Panjang 12 cm Mengecil 8,5 cm 3.
Wujud Padat Cair dan
padat Padat Catatan: Panjang sumbu, termasuk yang di dalam lilin
Menganalisis
1. Setelah dibakar, bagian lilin yang menghasilkan zat baru adalah sumbu (berubah warna dari putih menjadi hitam dan lilin (pembakaran lilin menghasilkan gas).
2. Setelah dibakar, bagian lilin yang berubah, namun tidak menghasilkan zat baru adalah lilin padat sebelum dan sesudah dibakar, namun ada yang berbentuk cair ketika dibakar.
Perhatikan, sebelum dibakar sumbu lilin berwarna putih. Setelah dibakar sumbu lilin berwarna hitam dan menghasilkan abu. Dengan demikian, pembakaran sumbu lilin menghasilkan zat baru yang memiliki sifat berbeda dengan zat sebelumnya.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
a) Siswa dapat melakukan percobaan tentang perubahan isika dan kimia.
b) Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan, mengidentiikasi, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil observasi tentang perubahan isika kimia.
c) Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh manfaat perubahan isika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari. 2) Kegiatan Pembelajaran
a) Pendahuluan
Untuk memotivasi siswa, siswa diminta untuk mengamati singkong dan tape, “apa yang terjadi ketika singkong difermentasi?”.
b) Inti
Siswa mendiskusikan tentang singkong dan tape. Siswa melakukan percobaan pembakaran lilin secara berkelompok berdasarkan prosedur yang tersedia. Siswa mengamati secara cermat percobaan mereka. Siswa menganalisis hasil percobaan yang telah dilakukan. Siswa membandingkan zat yang ada pada sebelum dan sesudah terjadi perubahan. Siswa mengklasiikasikan perubahan kimia dan isika yang terjadi saat pembakaran lilin. Siswa dibimbing oleh guru dalam memberikan contoh manfaat perubahan isika dan kimia pada kehidupan sehari-hari. c) Penutup
kimia serta penugasan.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran a) Alat: korek api dan penggaris/tali raia. b) Bahan: lilin.
c) Media: video tentang beberapa contoh perubahan isika dan kimia.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet. 6. Pertemuan V: Tugas Proyek (2 JP)
a. Materi untuk Guru
Materi ini dimaksudkan agar siswa dapat melaporkan proses pembuatan garam berdasarkan hasil kunjungan ke tambak garam.
Dengan memahami topik ini, Bapak/Ibu guru diharapkan dapat mendorong siswa untuk dapat membuat laporan tentang proses pembuatan garam dari air laut.
b. Pembelajaran
1) Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat membuat laporan atau tulisan mengenai proses pembuatan garam dari air laut.
2) Kegiatan Pembelajaran a). Pendahuluan
Berikan pengantar untuk memotivasi siswa dengan menjelaskan berbagai contoh perubahan kimia dan isika. b). Inti
Bagilah siswa dalam kelas menjadi beberapa kelompok, ajaklah siswa berkunjung ke tambak garam atau mintalah siswa mencari literatur dari buku IPA atau internet (dengan bimbingan guru).
Apabila berkunjung ke tambak garam, maka siswa dapat dibimbing untuk melakukan wawancara dengan petani garam. Setelah mendapatkan bahan tulisan, mintalah siswa untuk membuat tulisan atau laporan kegiatan mengenai proses pembuatan garam dari air laut.
Selanjutnya, mintalah setiap kelompok untuk mengomunikasikan hasil diskusinya dan menunjukkan pekerjaannya di hadapan kelompok lain. Berikan umpan
balik segera setelah siswa menyampaikan hasil diskusinya. Arahkan siswa untuk menggali lebih banyak informasi yang diperoleh.
c) Penutup
Buatlah kesimpulan dan lakukan releksi dari hasil pembelajaran pada pertemuan tersebut. Doronglah siswa untuk selalu bersyukur terhadap ciptaan dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, terutama terhadap Tanah Indonesia yang kaya akan sumber daya alam.
3) Alat, Bahan, dan Media Pembelajaran
Media yang digunakan dalam pertemuan ini adalah tambak garam dan komputer.
4) Sumber Belajar a) Buku siswa.
b) Sumber lain yang relevan, misalnya Internet. 7. Pertemuan VI: Ulangan Harian (2 JP)
Tabel 3.4. Penilaian oleh Guru
KD Indikator Teknik Keterangan
KD pada KI 3
Mengidentiikasi
karakteristik dan
klasiikasi materi.
Tes tulis Lembar tes tertulis Menjelaskan
perbedaan sifat isika
dan kimia. Menjelaskan pengertian
perubahan isika dan
perubahan kimia, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. KD pada KI 4 Menjelaskan pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan pada materi karakteristik dan klasiikasi materi. Penilaian produk Lembar penilaian produk
KD Indikator Teknik Keterangan KD pada KI 4 Menjelaskan pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan pada perubahan
isika dan perubahan
kimia. Penilaian produk Lembar penilaian produk Menjelaskan pengamatan yang dilakukan tentang pembuatan garam.
Bentuk Komunikasi dengan Orangtua
Bentuk komunikasi dengan orang tua/wali dibangun dengan pemberian kolom tanda tangan orang/wali dalam setiap tugas atau bentuk panilaian yang lain. Apabila ada permasalahan yang perlu segera diketahui oleh orang tua/wali dari siswa, maka Bapak/Ibu guru dapat menyampaikannya melalui komunikasi maya seperti telepon, pesan singkat, media sosial, maupun dengan memberikan surat pemberitahuan.
KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI
Pilihan Ganda 1. C 2. A 3. D 4. C 5. B 6. B 7. B 8. B 9. A 10.D Pemahaman KonsepNo. Perubahan Kimia No. Perubahan Fisika 1. Nasi berubah menjadi basi. 1. Kayu dibuat menjadi meja
dan kursi. 2. Singkong difermentasi
menjadi tape.
2. Batu dipotong menjadi kerikil.
3. Kertas dibakar menjadi abu. 3. Kapur barus menyublim. 4. Pembakaran kembang api. 4. Aluminium menjadi sendok
dan garpu.
5. Lilin meleleh ketika dipanaskan.