• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIS

E. Pembelajaran/Pengajaran Bahasa Tingkat PAUD

Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun dengan memberi rangsangan pendidikan untuk membantu tumbuh kembang anak baik jasmani maupun rohani supaya anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar.99 Menurut UU No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat (14), pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.100

Pada lingkungan masyarakat terkadang lembaga PAUD, TK, ataupun

Playgroup terkadang disamaartikan, namun ketiga lembaga tersebut

mempunyai perbedaan yang perlu diketahui. TK dan playgroup masih termasuk dalam satu lembaga PAUD, perbedaannya TK berada pada jalur formal, sedangkan playgroup ada pada jalur non formal.101 Setiap anak yang mendaftarkan diri masuk ke PAUD tidak akan bisa diketahui pemerolehan bahasa yang dikuasainya secara langsung dan kasat mata, oleh sebab itu terdapat beberapa cara atau tes untuk mengukur kemampuan berbahasa:

1. Pengukuran perkembangan bahasa

Tes ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berupa tuturan spontan pada anak, dan dianalisis untuk mengetahui berapa banyak morfem yang telah mereka ketahui atau kuasai.

2. Tes membedakan fonem

Tes ini dilakukan dengan cara mendengarkan kata-kata yang setiap pasangan katanya hanya memiliki satu fonem yang berbeda, misal kapan – papan, payung – gayung. Hal ini berguna untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengenal aspek-aspek bahasa lisan atau tidak.

99Lilis Madyawati, Op.Cit., hlm. 3

100UU no. 20 tahun 2003, https://kelembagaan.ristekdikti.go.id dibaca pada tanggal 23 Juni 2018

101Elizabeth Puspa, Ketahui Perbedaan Antara Sekolah PAUD Playgroup dan TK, https://glitzmedia.co dibaca pada tanggal 19 Juni 2018

35

3. Tes cerita

Tes ini dilakukan dengan memberikan sebuah cerita pendek, dan anak diminta untuk mengulang cerita tersebut dengan kata-katanya sendiri, atau peneliti dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada anak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman anak terhadap cerita.

4. Tes mengukur kemampuan komunikasi

Tes ini dilakukan dengan menghadapkan dua orang anak di meja yang sama namun diberi sekat supaya mereka tidak saling melihat. Keduanya diberikan benda dengan ukuran dan jumlah yang sama. Seorang anak diinstruksikan untuk mengambil dan mendeskripsikan sebuah benda dan satu lagi diminta untuk menebak benda yang dideskripsikan. Tes ini berguna untuk mengukur kemampuan pemahaman dan produksi tuturan.

5. Tes perbendaharaan kata

Dalam tes ini, anak harus menunjukkan gambar yang sesuai dengan kata-kata yang diucapkan dalam tes. Anak dapat pula diminta untuk menyebutkan nama-nama dari suatu gambar, hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keproduktifan anak.102

Selain itu perlu adanya tindakan dan keseriusan dari para guru untuk meneliti dan mencermati lebih lanjut agar pembelajaran/pengajaran yang akan terjadi dapat mengembangkan kemampuan bahasa pada anak. Sebagai guru anak usia dini perlu juga untuk memfasilitasi penggunaan bahasa pertama di dalam kelas, hal ini dapat dicapai melalui:

a. Menyadari dan mengakui bahwa bahasa pertama yang digunakan murid termasuk dalam suatu bentuk komunikasi. Hal ini bertujuan untuk memperluas harga diri dan kepercayaan diri anak.

b. Mempelajari bahasa atau dialek pertama murid, sehingga guru bisa menyadari dan memahami gangguan potensial bahasa dalam fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, atau pragmatik yang mungkin saja terjadi pada anak.

c. Menyadari dan mengakui kebutuhan murid untuk mengembangkan pengetahuan reseptif bahasa Indonesia sebelum menggunakan bahasa tersebut secara ekspresif. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi murid untuk mendengarkan pembacaan buku cerita dan buku nonfiksi secara keras. Secara tidak langsung, kata demi kata

36

yang didengar akan mempengaruhi jumlah kosa kata yang dimilikinya.

d. Menyediakan banyak kesempatan bagi murid untuk terlibat dalam percakapan/diskusi. Ini akan memperluas bahasa produktif-ekspresifnya. Selain untuk menambah pembendaharaan kata yang didengar, hal ini pun dapat membuat anak semakin mengenal bahasa lain yang mungkin saja terjadi dari teman sebayanya.

e. Mengizinkan murid untuk merespons dalam bahasa pertamanya lebih dahulu, dan kemudian fokus untuk menerjemahkan respons tersebut dalam bahasa Indonesia. Hal ini bukan berarti seorang guru harus menerjemahkan setiap kalimat yang dituturkan anak, namun lebih kepada membebaskan dan mengizinkan murid untuk dapat memproses pesan dalam dua bahasa dan membantu mereka dalam berkomunikasi.

f. Menyediakan wilayah buku konten yang memiliki ilustrasi jelas mengenai konsep utama yang dihadirkan dalam teks. Dengan upaya ini, pembelajar bahasa kedua bisa mengidentifikasi kata demi kata yang terdapat dalam buku dan menghubungkannya dengan bahasa pertama miliknya, sehingga ia dapat mengetahui kata tersebut dalam dua bahasa sekaligus.

g. Menggunakan lagu, sajak anak-anak, dan permainan jari sambil menyanyi untuk menekan sistem bunyi-bunyi simbol dan kesadaran serta pengetahuan fonetik. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pemahaman anak tentang perbedaan bunyi, dan mengembangkan ingatan anak pada lagu dan sajak melalui ritme yang diperdengarkan.103

Kurikulum tahun 2013 telah menurunkan dua buah kompetensi dalam kemampuan berbahasa di jajaran PAUD, yaitu keterampilan mendengarkan pada KD 3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan nonverbal), dan keterampilan penggunaan bahasa pada KD 4.11 Mengungkapkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan nonverbal). Di bawah ini ditampilkan KI dan KD kurikulum 2013, yakni sebagai berikut:

37

Tabel 2.1 Kurikulum 2013 PAUD dan sederajat104

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

KI-1. Menerima ajaran agama yang dianutnya

1.1. Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya 1.2. Menghargai diri sendiri, orang lain, dan

lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan

KI-2. Memiliki perilaku hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu bekerja sama, mampu menyesuaikan diri, jujur, dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, guru dan/atau pengasuh, dan teman

2.1. Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat

2.2. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu

2.3. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif

2.4. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis

2.5. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri

2.6. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari untuk melatih kedisiplinan 2.7. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk melatih kedisiplinan 2.8. Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian

2.9. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu jika diminta bantuannya 2.10.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan toleran kepada orang lain

2.11.Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri 2.12.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap

104PAUD Jateng https://www.paud.id/2015/05/kompetensi-dasar-kurikulum-2013-paud-tk-kb.html dibaca pada tanggal 20 September 2019

38

tanggung jawab

2.13.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur

2.14.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada orang tua, pendidik, dan teman

KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik dan/atau pengasuh, lingkungan sekitar, teknologi, seni, dan budaya di rumah, tempat bermain dan satuan PAUD dengan cara: mengamati dengan indra (melihat, mendengar, menghidu, merasa,meraba); menanya; mengumpulkan informasi; mengolah

informasi/mengasosiasikan, dan mengomunikasikan melalui kegiatan bermain

3.1. Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari

3.2. Mengenal perilaku baik sebagai cerminan akhlak mulia

3.3. Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik kasar dan motorik halus

3.4. Mengetahui cara hidup sehat

3.5. Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif

3.6. Mengenal benda -benda di sekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran,pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)

3.7. Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi) 3.8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll.)

3.9. Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll.)

3.10.Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)

3.11.Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan nonverbal)

39

3.13.Mengenal emosi diri dan orang lain

3.14.Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri 3.15.Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni

KI-4. Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan perilaku anak berakhlak mulia

4.1. Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa

4.2. Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia

4.3. Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus

4.4. Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat 4.5. Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif 4.6. Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda di sekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya

4.7. Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll. tentang lingkungan sosial (keluarga, teman,tempat tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi)

4.8. Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll. tentang lingkungan alam (hewan, tanaman,cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll.)

4.9. Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll.) untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya

4.10.Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)

40

4.11.Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan nonverbal) 4.12.Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya

4.13.Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar 4.14.Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan minat diri dengan cara yang tepat

4.15.Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pada pasal 5 dinyatakan bahwa aspek-aspek pengembangan dalam kurikulum PAUD mencakup: nilai agama, nilai moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Guru yang memahami dan menguasai karakteristik peserta didik dari segi moral, sosial, emosional, dan intelektual dapat memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Berdasarkan KI dan KD di atas, maka perkembangan bahasa pada anak usia dini dapat diimplikasikan pada pengajaran bahasa dengan KD 4.11 yaitu menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan nonverbal). Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan performansi dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri melalui ujaran kebahasaan atau tindakannya dalam kegiatan pembelajaran.

Dokumen terkait